SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
Studi Pelaksanaan Praktik Kerja Industri untuk Mempersiapkan Tenaga Terampil di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen.
ABSTRAK Kata Kunci: praktik kerja industri, tenaga terampil, SMKPendidikan merupakan salah satu sektor yang saling berkaitan dengan berbagai sektor lainnya. Pendidikan bermaksud untuk menumbuhkembangkan potensi-potensi sumberdaya manusia. Dalam pendidikan kejuruan pembelajaran dibagi menjadi dua hal yaitu pembelajaran teori dan pembelajaran praktik, baik itu praktik di bengkel sekolah maupun praktik kerja di lapangan yaitu dengan Praktik Kerja Industri. Tujuan utama dari program Praktik Kerja Industri adalah untuk mengoptimalkan hasil pembelajaran pada pendidikan kejuruan guna mencapai tujuan pendidikan kejuruan secara maksimal agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan lapangan kerja. Dalam upaya melaksanakan Praktik Kerja Industri, pihak sekolah terlebih dahulu melakukan kerja sama dengan Dunia Usaha/Industri agar tercipta link and match antara pelajaran yang disampaikan di sekolah dapat diaplikasikan di Dunia Usaha/Industri. Untuk hal itu berbagai upaya dilakukan oleh pihak sekolah untuk mempersiapkan peserta didik dalam rangka memasuki masa Praktik Kerja Industri.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk memaparkan data dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi serta untuk memberikan gambaran umum tentang praktik kerja industri yang didapatkan data dari hasil temuan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi serta triangulasi data. Dari hasil pengumpulan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta triangulasi data dapat digambarkan tentang pelaksanaan praktik kerja industri untuk mempersiapkan tenaga terampil.Hasil dari penelitian ini diketahui: (1) Persiapan sekolah untuk pelaksanaan Praktik Kerja Industri dengan membuat program kerja Praktik Kerja Industri, kemudian sekolah memberikan sosialisasi kepada guru pembimbing melalui guru pembimbing disampaikan kepada peserta didik tentang pelaksanaan Praktik Kerja Industri berupa materi teoritis maupun materi non teoritis, selanjutnya sekolah akan memberikan sosialisasi kepada semua guru dan mewajibkan bagi guru pembimbing untuk melaksanakan OJT (On the Job Training) terlebih dahulu, bagi guru yang sudah pernah menjadi pembimbing maka sekolah akan langsung memberikan surat tugas kepada guru tersebut untuk membimbing peserta didik dalam melaksanakan Praktik Kerja Industri, untuk mendukung pelaksanaan praktik kerja industri Fasilitas yang ada di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen sama dengan standart yang ada di industri, selanjutnya Sekolah berupaya memberikan sosialisasi kepada siswa kelas XI khususnya melalui guru produktif atau melalui guru pembimbing dengan cara pembelajaran praktik maupun pengetahuan umum, (2) Proses pembimbingan dari sekolah dilakukan oleh guru pembimbing masing-masing dengan cara memberikan informasi tentang budaya yang ada di industri tersebut, selanjutnya SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen dalam melaksanakan Praktik Kerja Industri ini menggunakan (block release) hal ini dapat dilihat dari peraturan sekolah yang telah mewajibkan bagi peserta didiknya untuk melakukan Praktik Kerja Industri minimal 3 bulan di industri, hal ini juga didukung oleh industri yang meminta peserta didik untuk melakukan kegiatan Praktik Kerja Industri minimal 2 bulan kemudian selama melaksanakan Praktik Kerja Industri peserta didik mendapat pengawasan dari guru pembimbingya masing-masing minimal 1 bulan sekali dengan cara dikunjungi, peran seorang guru pembimbing sangatlah penting karena sebagai penghubung antara sekolah, orang tua, dan industri, (3) untuk penilaian Sekolah tidak memberi nilai, yang memberikan nilai adalah industri tempat peserta didik tersebut melaksanakan Praktik Kerja Industri, selanjutnya untuk evaluasinya dilakukan dengan cara melakukan rapat bersama antara pihak sekolah dan pihak industri, untuk pelaporan evaluasi dengan cara melihat laporan yang telah dibuat oleh peserta didik tersebut maupun laporan dari guru pembimbing. Saran yang diberikan dalam skripsi ini yaitu: (1) peserta didik sebaiknya memilih tempat industri yang telah disarankan oleh sekolah karena sekolah telah memilih tempat industri yang terbaik untuk meningkatkan kualitas bagi lulusannya, (2) sebaiknya guru pembimbing diberikan diklat untuk meningkatkan kualitas peserta didik dalam pelaksanaan praktik kerja industri, (3) industri sebaiknya lebih banyak melakukan kerja sama dengan sekolah karena industri dapat berperan sebagai sumber belajar, tempat belajar, dan sarana pendidikan bagi peserta didik SMK, (4) sebaiknya pihak sekolah juga memberikan nilai kepada peserta didik agar nilai yang diperoleh peserta didik tidak seluruhnya dari industri, (5) Penelitian ini tentunya masih banyak kekurangan yang perlu untuk ditambahkan, harapannya peneliti selanjutnya dapat memperdalam dan melengkapi kekurangan yang ada dalam penelitian ini agar dapat digunakan dalam proses pelaksanan Praktik Kerja Industri untuk mempersiapkan tenaga terampil di SMK sehingga pelaksanan praktik kerja industri di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen khususnya dan SMK lainnya menjadi lebih baik lagi
Kontribusi Hasil Belajar Praktik Kerja Industri, Efikasi Diri, dan Motivasi Kerja terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XII Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK Islam 1 Blitar
ABSTRAK Asrori, Khabib. 2017. Kontribusi Hasil Belajar Praktik Kerja Industri, Efikasi Diri, dan Motivasi Kerja terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XII Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK Islam 1 Blitar. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Purnomo, S.T., M.Pd., (II) Drs. H. Abdul Qolik, M.M., M.Pd. Kata Kunci: hasil belajar praktik kerja industri, efikasi diri, motivasi kerja, kesiapan kerjaKesiapan kerja merupakan kondisi seseorang untuk siap masuk ke dunia kerja. Kesiapan kerja dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu factor intern dan extern. Faktor intern merupakan faktor yang berasal dari dalam diri, misalnya pengalaman, motivasi, pengetahuan, dll. Sedangkan faktor extern merupakan faktor yang berasal dari luar diri, misalnya hasil belajar, nasehat orang lain, dll. Kesiapan kerja dapat berpengaruh dengan kinerja siswa ketika masuk ke dunia kerja. Kesiapan kerja yang tinggi akan membuat siswa lebih percaya diri untuk masuk ke dunia kerja.Penelitian ini menggunakan metode penelitian expost facto. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah hasil belajar praktik kerja industri (X1), efikasi diri (X2) dan motivasi kerja (X3). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kesiapan kerja (Y). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII program keahlian teknik mesin SMK Islam 1 Blitar. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 141 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi dan metode kuisioner. Metode dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data hasil belajar praktik kerja industri. Metode kuisioner digunakan untuk mengumpulkan data efikasi diri, motivasi kerja, dan kesiapan kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan hasil belajar praktik kerja industri, efikasi diri, dan motivasi kerja mempunyai pengaruh positif terhadap kesiapan kerja. Secara parsial, hasil belaja praktik kerja industry tidak berpengaruh positif terhadap kesiapan kerja. Namun secara parsial efikasi diri dan motivasi kerja mempunyai pengaruh positif terhadap kesiapan kerja. Motivasi kerja merupakan variabel yang memiliki kontribusi paling tinggi terhadap kesiapan kerja, yaitu sebesar 40,298%. Efikasi diri berkontribusi sebesar 11,077% terhadap kesiapan kerja. Hasil belajar praktik kerja industry hanya berkontribusi sebesar 0,143% terhadap kesiapan kerja. Namun secara simultan, hasil belajar praktik industri, efikas idiri, dan kesiapan kerja berkontribusi sebesar 51,5% terhadap kesiapan kerja
Karakteristik Pembakaran Mikroalga Spirulina platensis pada Variasi Massa Biomassa
ABSTRAK Pratama, Arief Bintang Putra, 2017. Karakteristik Pembakaran Mikroalga Spirulina platensis pada Variasi Massa Biomassa. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sukarni, S.T., M.T (II) Suharmanto Drs., M.Pd. Kata Kunci: dekomposisi pembakaran, Spirulina platensis, variasi massa, energi aktivasi Di era globalisasi sekarang ini bahan bakar fosil masih menjadi energi utama untuk memenuhi kebutuhan manusia. Bahan bakar fosil tidak dapat terbarukan dan menyebabkan terjadinya pemanasan global, sehingga perlu adanya energi alternatif yang dapat diperbarui dan ramah lingkungan. Dapat diketahui bahwa wilayah perairan Indonesia lebih luas dibandingkan wilayah daratan. Diperairan ini banyak terdapat beraneka ragam biota air, yang salah satunya adalah mikroalga. Mikroalga merupakan mikroorganisme yang tumbuh cepat di air yang mengkonversi sinar matahari, air dan karbon dioksida (CO2) menjadi biomassa. Pertumbuhannya yang relatif cepat serta mampu menyerap CO2 pada saat fotosintesis sehingga mikroalga dinilai ramah lingkungan. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pembakaran mikroalga yang salah satunya adalah mikroalga Spirulina platensis pada variasi massa Biomassa.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah exploratifexperimental, yaitu menganalisis dekomposisi pembakaran dan energi aktivasi mikroalga dengan variasi massa 5 mg, 10 mg, 15 mg,20 mg, dan 25 mg. Dekomposisi pembakaran dianalisis menggunakan Thermogravimetric Analysis (TGA) dan perhitungan energi aktivasi menggunakan metode Differensial Arhenius. Pembakaran mikroalga Spirulina platensis menggunakan Thermogravimetric Analysis (TGA) dan menghasilkan grafik TG dan DTG. Dari grafik TG dan DTG dapat dianalisis untuk mengetahui dekomposisi pembakaran dan energi aktivasi. Dekomposisi pembakaran terbagi menjadi 5 tahap yaitu tahap pelepasan kandungan air dan volatile ringan, pelepasan kadar volatile, transisi menuju proses arang, pembakaran arang, dan degradasi abu. Nilai energi aktivasi mikroalga Spirulina platensis dihitung mengunakan metode Differensial Arrhenius adalah24,8859636 kJ/mol
Pengaruh Partisipasi Anggaran, Job Relevant Information (JRI) dan Komitmen Organisasi Pada Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meneliti Pengaruh Partisipasi Anggaran, Job Relevant Information (JRI) dan Komitmen Organisasi Pada Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja.. an Penelitian ini junga ingin Memberikan bukti empiris atas keberlakuan teori Good Governance di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan data yang diperolah dari di Universitas Negeri Malang yang merupakan organisasi sektor publik yang bertugas memberikan pelayanan dibidang pendidikan.Metode penelitian menggunakan metode kuantitatis, pengambilan sampel dengan menyebar 60 kuisioner kepada pegawai Universitas Negeri Malang untuk mengetahui Pengaruh Partisipasi Anggaran, Job Relevant Information (JRI) dan Komitmen Organisasi Pada Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja. dan terkumpul 50 kuesioner diisi lengkap sehingga data bisa diolah. Teknik analisis yang digunakan adalah Uji-F digunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh variabel-variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan (bersama-sama).. Uji-F digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Partisipasi Anggaran, Job Relevant Information (JRI) dan Komitmen Organisasi Pada Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja.da Hasil penelitian menunjukkan partisipasi anggaran, komitment organisasi, Job Relevant Infomation mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap penerapan anggaran berbasis kinerja Keterbatasan alam penelitian ini Penerapan anggaran berbasis kinerja tidak bisa seluruhnya di pengaruhi oleh variabel yang ada didalam penelitian ini. Namun masih banyak faktor-faktor lain yang mempengaruhi seperti kepemimpinan, kecukupan sumber daya, pemberian penghargaan
Analisis Konsentrasi Elektrolit Baterai Dalam Menghasilkan Tenaga Dan Arus
ABSTRAK Wimanita, Tutut. 2017. Analisis Konsentrasi Elektrolit Baterai dalam Menghasilkan Tenaga dan Arus. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T., (II) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T. Kata Kunci: baterai, konsentrasi elektrolit, tegangan, arus, dayaBanyak baterai pada kendaraan bermotor yang tidak sesuai dengan standar usianya. Kendaraan saat ini sering mengalami masalah pada baterainya. Adapun kebanyakan penyebabnya adalah baterai tekor. Baterai sering mengalami tekor bahkan rusak sebelum batas usianya. Dengan berbagai merk elektrolit baterai dan berbagai macam volume sel baterai, masyarakat menambah elektrolit baterai hanya sesuai dengan batas yang ada pada baterai tanpa memperhatikan kandungan didalamnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan variasi konsentrasi elektrolit baterai untuk mendapatkan daya yang dibutuhkan kendaraan dan mendapatkan nilai ekonomis yang tinggi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah perbandingan konsentrasi elektrolit pada baterai yang tepat untuk menghasilkan tenaga yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan serta mendapatkan nilai ekonomis paling tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pengecekan tegangan dan arus baterai dengan menggunakan amperemeter dan voltmeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi elektrolit yang menghasilkan daya paling besar adalah komposisi keluaran pabrik. Dalam penelitian ini, konsentrasi elektrolit standar pabrik dengan berat jenis 1,260 kg/cm3 mampu menghasilkan daya sebesar 55,029 W. Konsentrasi elektrolit yang menghasilkan waktu terlama saat pembebanan adalah komposisi elektrolit standar pabrik. Dalam penelitian diperoleh waktu terlama adalah 80 menit yang dihasilkan oleh konsentrasi elektrolit standar pabrik. Namun dengan penambahan aquades pada komposisi sampai 2% dapat menghasilkan waktu yang hampir sama dengan komposisi keluaran pabrik
Pengaruh Kondisi Bengkel Terhadap Tingkat Penguasaan Praktik Siswa Kelas X Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 11 Malang
ABSTRAK Purnomo, Agus. 2017. Pengaruh Kondisi Bengkel terhadap Tingkat Penguasaan Praktik Siswa Kelas X Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 11 Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Marji, M.Kes., (2) Dr. Yoto, S.T., M.M.,M.Pd. Kata Kunci: kondisi bengkel, tingkat penguasaan praktik, SMK Kondisi bengkel yang tidak ideal tentu memberikan dampak yang kurang baik bagi siswa. Dampak paling besar yang ditimbulkan ialah kenyamanan siswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Hal lain yang terdampak apabila kondisi bengkel kurang ideal adalah kesehatan siswa. Pencahayaan yang kurang, kebisingan yang berlebihan, ventilasi udara yang kurang standar tentu memberikan dampak negatif pada kesehatan siswa seperti sakit mata, gejala ketulian, dan sesak nafas. Dampak tersebut juga tidak hanya terjadi pada siswa tetapi dapat pula terjadi pada tenaga pengajar yang ada dalam bengkel tersebut. Guru pun juga dapat terkena dampak yang sama seperti yang diterima oleh siswa dalam bengkel yang kondisinya tidak ideal. Untuk mengetahui gambaran terhadap hal tersebut diperlukan usaha yang tepat, salah satunya adalah melalui penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi bengkel terhadap tingkat penguasaan praktik siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan.Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 11 Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 11 Malang yang terdaftar di Tahun Ajaran 2016/2017 dengan sejumlah 64 orang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik/ tipe cross sectional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, studi pustaka.Hasil penelitian menunjukan: (1) luas ruang praktikum bengkel praktikum teknik kendaraan ringan memiliki luas praktikum yang standar, (2) tingkat pencahayaan ruang praktikum bengkel teknik kendaraan ringan memenuhi standar pencahayaan minimal, (3) aliran udara ruang praktikum bengkel teknik kendaran ringan memenuhi kriterian minimum, (4) tingkat kebisingan ruang praktikum bengkel teknik kendaraan ringan memiliki tingkat kebisingan dibawah batas maksimal, (5) suhu ruang praktikum bengkel teknik kendaraan ringan memenuhi standar minimal suhu ruangan, (6) tingkat kelembaban ruang praktikum teknik kendaraan ringan berada diambang standar minimal kelembababan, (7) tingkat penguasaan praktik siswa jurusan teknik kendaraan ringan memiliki sekor yang sangat baik dan berada diatas ambang standar rata-rata minimal, (8) dari uji regresi didapatkan bahwa variabel kondisi bengkel berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat penguasaan praktik siswa, dengan signifikansi .011 lebih kecil dari .05 (tingkat kepercayaan 95%). Kesimpulan: (1) kondisi bengkel praktikum jurusan teknik kendaraan ringan memiliki kondisi yang ideal sesuai dengan standar ketentuan yang ada, (2) kondisi bengkel berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat penguasaan praktik siswa kelas X teknik kendaraan ringan SMK Negeri 11 Malang. Saran untuk SMK Negeri 11 Malang dan para guru agar selalu memperhatikan kondisi bengkel serta melengkapi kondisi bengkel praktikum
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Berbahaya pada Praktikum Pengelasan Siswa SMK di Kabupaten Magetan
ABSTRAK Budiarto, Wirayudha. 2017. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Berbahaya pada Praktikum Pengelasan Siswa SMK di Kabupaten Magetan. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ir. Djoko Kustono, M.Pd., (II) Drs. Solichin, S.T., M.Kes. Kata Kunci : perilaku berbahaya, predisposing, enabling, reinforcing, praktikum pengelasan Perilaku berbahaya adalah perilaku yang dilakukan oleh pekerja yang menyimpang dari prosedur kerja yang beresiko menimbulkan kecelakaan kerja. Faktor yang mempengaruhi perilaku berbahaya menurut Green yaitu Predisposing, Enabling, dan Reinforcing.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku berbahaya pada praktikum pengelasan siswa SMK di Kabupaten Magetan. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 82 siswa teknik pengelasan dari 2 SMK yang berada di Kabupaten Magetan dengan menggunakan teknik random sampling. Data dianalisis menggunakan korelasi pearson product moment. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut: Pertama, perilaku berbahaya yang paling banyak dilakukan siswa adalah bersenda gurau berlebih yaitu 11 responden (15,5%) dan tidak menggunakan APD secara lengkap yaitu 10 responden (14,09%). Kedua, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku berbahaya pada praktikum pengelasan siswa SMK di Kabupaten Magetan adalah pengetahuan siswa memiliki rata-rata 83, persentase siswa yang melaksanakan sikap disiplin lebih banyak yaitu (91,14%) daripada yang tidak melaksanakan sikap disiplin yaitu (8,86%), siswa menggunakan APD secara lengkap lebih banyak yaitu 72 siswa (87,8%) daripada yang menggunakan APD kurang lengkap yaitu 10 siswa (12,2%), dan pengawasan instruktur dilaksanakan dengan persentase (80%). Ketiga, ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku berbahaya dengan nilai korelasi pearson 0,636 yang berada pada tingkat korealasi kuat. Keempat, ada hubungan antara sikap kedisiplinan dalam berpraktik dengan perilaku berbahaya dengan nilai korelasi pearson 0,645 yang berada pada tingkat korelasi kuat
ANALISIS BUTIR SOAL DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM ITEMAN SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GASAL MATA PELAJARAN NORMATIF, ADAPTIF, PRODUKTIF KELAS X TEKNIK MESIN SMK TEKSTIL PANDAAN
ABSTRAK Penelitianinibertujuanuntukmengetahuikualitasbutirsoal UAS semester gasalkelas X TeknikPemesinan SMK TekstilPandaan yang meliputi; (a) reliabilitas, (b) tingkatkesukaran, (c) dayabeda, (d) efektivitaspengecoh, (e) validitas isi dan konstruk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) validitas butir soal ulangan akhir semester gasal mata pelajaran produktif, normatif, dan adaptif SMK Tekstil Pandaan kelas X tahun pelajaran 2016/2017 termasuk soal yang berkualitas baik karena jumlah persentase keseluruhan soal yang valid lebih dari 50% kecuali mata pelajaran BTQ, Fisika, dan Tekmek; (2) dari segi reliabilitas menunjukkan nilai keajegan yang tinggi; (3) tingkat kesukaran soal secara keseluruhan memiliki tingkat kesukaran sedang kecuali soal BTQ; (4) berdasarkan daya pembeda secara keseluruhan soal UAS SMK Tekstil memiliki daya beda baik karena secara keseluruhan memiliki daya beda baik lebih dari 50%,kecuali pada soal fisika; dan(5) Pengecoh soal secara keseluruhan sudah berfungsi dengan sangat baik kecuali soal BTQ yang memiliki persentase ketidak berfungsian distractor sebanyak 64%. Soal memenuhi validitas logis yang terdiri atas validitas isi dan validitas konstruk.
Pengaruh Variasi Penyetelan Volume Injeksi Bahan Bakar terhadap Daya dan Emisi Gas Buang pada Yamaha Vixion 150
ABSTRAK Arip, Ahmat. 2016. Pengaruh Variasi Penyetelan Volume Injeksi Bahan Bakar terhadap Daya dan Emisi Gas Buang pada YamahaVixion 150. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. Hj. Widiyanti, M.Pd., (II) Drs. Partono, M.Pd. Kata Kunci: penyetelan volume injeksi bahan bakar, daya, emisi gas buang Semakin parahnya kerusakan lingkungan pada saat ini merupakan salah satu akibat dari dampak polusi udara yang semakin meningkat, kendaraan bermotor baik mobil ataupun sepeda motor merupakan penyumbang polusi udara yang menimbulkan dampak kerusakan pada lingkungan sekitar.Hal ini di pengaruhi karena pada emisi gas buang kendaraan bermotor mengandung senyawa karbonmonoksida (CO) yang dapat merusak lapisan ozon bumi sehingga hal ini berdampak pada pemanasan global. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: (1) untuk mengetahui pengaruh variasi penyetelan volume injeksi bahan bakar terhadap daya; (2) untuk mengetahui pengaruh variasi penyetelan volume injeksi bahan bakar terhadap emisi gas buang karbonmonoksida (CO); dan (3) untuk mengetahui pengaruh variasi penyetelaninjeksi bahan bakar terhadap emisi gas buang hidrokarbon (HC). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen. Objek dalam penelitian ini adalah yamahavixion 150. Analisis data yang digunakan adalah uji One Way Anovadan Post hoc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata daya serta emisi gas buang CO dan HC yang dihasilkan oleh penyetelan CO +30 adalah 12.813Hp serta emisi gas buang CO sebesar 4.520%, dan HC sebesar482.38 ppm. Penyetelan CO +20 adalah 11.934 Hp serta emisi gas buang CO sebesar 3.856%, dan HC sebesar388.75 ppm. Penyetelan CO +10 adalah 11.406 Hp serta emisi gas buang CO sebesar 2.633%, dan HC sebesar229.25 ppm. Penyetelan CO 0 adalah 10.670 Hp serta emisi gas buang CO sebesar 1.600%, dan HC sebesar190.25 ppm. Penyetelan CO -10 adalah 9.922 Hp serta emisi gas buang CO sebesar 1.191%, dan HC sebesar150.00 ppm. Penyetelan CO -20 adalah 9.162 Hp serta emisi gas buang CO sebesar .770%, dan HC sebesar311.25ppm. Penyetelan CO -30 adalah 8.403 Hp serta emisi gas buang CO sebesar 0.337%, dan HC sebesar345.88 ppm. Dari hasil pengujian analisis menunjukkan bahwa masing-masing variasi penyetelan volume injeksi bahan bakar ada perbedaan daya, emisi gas buang karbonmonoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) yang dihasilkan. Semakin besar angka penyetelan maka daya yang dihasilkan juga akan semakin meningkat dan emisi gas buang karbonmonoksida (CO) dan hidrokarbon (HC)juga mengalami peningkatan. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu sumber refrensi ilmu pengetahuan dibidang otomotif bagi mahasiswa maupun pihak lain yang akan melakukan penelitian lebih dalam mengenai penyetelan bahan bakar.Penyetelan bahan bakar (setting CO) yang dilakukan secara sembarangan dapat berpengaruh besar pada performa mesin dan jumlah emisi gas buang yang dihasilkan
PENGARUH PEMAHAMAN BIMBINGAN KARIER DAN PRESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN KEJURUAN TERHADAP KESIAPAN MENTAL MEMASUKI DUNIA KERJA SISWA KELAS XII TEKNIK KENDARAAN RINGAN SMKN 1 UDANAWU
ABSTRAK Prasetyo, Firman Atma. 2017. Pengaruh Pemahaman Bimbingan Karier dan Prestasi Belajar pada Mata Pelajaran Kejuruan terhadap Kesiapan Mental memasuki Dunia Kerja Siswa Kelas XII Teknik Kendaraan Ringan SMKN 1 Udanawu. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Solichin, S.T., M.Kes. (II) Drs. Partono, M.Pd. Kata Kunci: bimbingan karier, prestasi belajar, kesiapan mental kerja, SMK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh (1) Pemahaman bimbingan karier terhadap kesiapan mental kerja siswa; (2) Prestasi belajar siswa pada mata pelajaran produktif terhadap kesiapan mental kerja siswa; (3) Pemahaman bimbingan karier dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran produktif terhadap kesiapan mental kerja siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan variabel independen yaitu: (1) pemahaman bimbingan karier; (2) prestasi belajar dan variabel dependen yaitu kesiapan mental. pengambilan sampel sebanyak 50 dari jumlah populasi 200 siswa dengan teknik random sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini: (1) Uji asumsi klasik meliputi: normalitas, heterokedastisitas, linieritas, multikolinieritas, (2) Uji hipotesis menggunakan regresi ganda dengan bantuan software spss for windows 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemahaman bimbingan karier berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan mental kerja siswa, hal ini dibuktikan dari nilai (X1) sebesar 0,626 dengan nilai signifikansi 0,000; (2) prestasi belajar siswa berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan mental kerja siswa, hal ini dibuktikan dari nilai (X2) sebesar 0,333 dengan nilai signifikansi 0,018; (3) pemahaman bimbingan karier dan prestasi belajar secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan mental kerja siswa, hal ini dibuktikan dari nilai Fhitung sebesar 18,981 dengan nilai signifikansi 0,000