SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pemakaian Variasi Pegas Puli Sekunder Pada Transmisi Otomatis Terhadap Daya Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Sepeda Motor
Sadewa, Dimas Danang Bagus. 2016.Pengaruh Pemakaian Variasi Pegas Puli Sekunder pada Transmisi Otomatis Terhadap Daya dan Konsumsi Bahan Bakar pada Sepeda Motor.Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Eddy Rudiyanto, M.Pd., (II) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.Pd., M.M. Kata Kunci: pegas puli sekunder, daya mesin, konsumsi bahan bakar Berdasarkan data penjualan motor dari (AISI) Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia pada bulan mei 2016, sepeda motor matic terjual sebanyak 76.9% atau 354,931 unit. Performa motor matic turun, bisa saja dipengaruhi oleh pegas puli sekunder pada saat kondisi motor dalam keadaan panas. Dalam keadaan panas pegas menjadi lemah yang menyebabkan akselerasi motor menjadi berkurang serta pemakaian bahan bakar lebih banyak karena membutuhkan putaran mesin yang tinggi untuk memutar roda belakang. Performa motor matik berupa peningkatkan daya dan konsumsi bahan bakar bisa dilakukan denganmemodifikasi komponen pada bagian transmisi otomatis yaitu pegas puli sekunder. Pada penelitian ini melihat pengaruh pemakaian variasi pegas puli sekunder terhadap daya mesin dan konsumsi bahan bakar. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental. Metode penelitian yang digunakan adalah True Eksperiment Design2x3. Penelitian ini menggunakan variasi pegas puli TDR hitam dan TDR kuning pada Yamaha Mio J. Pengujian dilakukan dengan menggunakan dynometeruntuk melihat daya mesin dan gelas ukur untuk melihat konsumsi bahan bakar di bengkel Auto Garage. Putaran mesin yang digunakan mulai dari 2,000 Rpm sampai 5,000 Rpm dengan rentan 250Rpm untuk keakuratan data dilakukan lima kali pengambilan data.Data hasil pengujian dilakukan uji prasyarat normalitas, homogenitas, dan analisis hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaian variasi pegas puli TDR berwarna hitam lebih meningkatkan daya mesin (7,741 HP) dibanding dengan pemakaian pegas puli standart.Pemakaian variasi pegas puli TDR berwarna kuning lebih meningkatkan daya mesin (7,975 HP) dibanding dengan pemakaian pegas puli standart.Pemakaian variasi pegas puli TDR berwarna hitam lebih menghemat bahan bakar (0,3482 liter/jam) dibanding dengan pemakaian pegas puli standart.Pemakaian variasi pegas puli TDR berwarna kuning lebih menghemat bahan bakar (0,3722 liter/jam) dibanding dengan pemakaian pegas puli standart. Pegas puli variasi TDR kuning yang memiliki kekuatan gaya tekan paling besar, dapat menekan puli sekunder lebih maksimal dan dapat mengurangi selip pada cvt belt sehingga daya yang dihasilkan lebih besar dibanding pegas puli TDR hitam dan pegas puli standart. Pegas puli sekunder variasi yang memiliki kekuatan gaya tekan yang lebih besar dapat mendorong puli sekunder lebih kuat, sehingga dalam menggerakkan roda motor, mesin tidak membutuhkan putaran mesin yang tinggi. Karena konsumsi bahan bakar naik berbanding lurus dengan putaran mesin.
Hubungan Antara Berfikir Kreatif dan Dukungan Sosial dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang
Berfikir kreatif merupakan kemampuan mental yang dimiliki seseorang untuk menemukan atau menghasilkan sesuatu yang baru dan berbeda dengan melakukan pengubahan, pengkombinasian dan penerapan kembali ide-ide yang sudah ada. Dukungan sosial merupakan suatu proses penafsiran seseorang terhadap bantuan yang diberikan kepadanya, yang terdiri dari informasi atau nasehat, perhatian emosi yang akan membuat seseorang merasa diperhatikan. Prestasi belajar merupakan hasil dari pengukuran terhadap peserta didik yang meliputi faktor kognitif, afektif dan psikomotor setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes yang relevan dalam hal ini dilihat melalui nilai indeks prestasi komulatif (IPK)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berfikir kreatif dan dukunan sosial dengan prestasi belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan sampel, dimana dalam pengambilan sampel menggunakan proposional random sampling pada poulasi yang telah ditentukan. Teknik pengumpulan data dengan cara menyebar kuisioner (angket) kepadaresponden dan dokumen yaitu nilai IPK. Pada angket menggunakan kuisioner tertutup yang berskala likert.Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis korelasional, analisis inferensial digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Terdiri dari berfikir kreatif (X1), dukungan sosial (X2), prestasi belajar (Y).Hasil penelitian menunjukan persentase dari tingkat berfikir kreatif (X1) dengan kriteria sangat tinggi (3,3%), tinggi (16,7%), dan cukup (54,4%), persentase dari dukungan sosial (X2) dengan kriteria sangat tinggi (15,6%), tinggi (30,0%), dan cukup (34,4%), dan persentase dari prestasi berlajar mahasiswa (Y) dengan kriteria sangat tinggi (10,0%), tinggi (36,7%), dan cukup (48,9%). Dan secara bersama-sama menujukkan bahwa berfikir kreatif dan dukungan sosial berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa sebesar 23% dan sisanya 77% dipengaruhi oleh faktor lain percaya diri, bakat, motivasi belajar dan lingkungan dll.Berdasarkan hasil penelitian hubungan antara berfikir kreatif dan dukungan sosial dengan prestasi belajar mahasiwa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang yaitu pertama, terdapat hubungan antara berfikir kreatif dengan prestasi belajar mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Kedua, terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan prestasi belajar mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Ketiga, terdapat hubungan antara berfikir kreatif dan dukungan sosial dengan prestasi belajar mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Saran dari penelitian dengan melihat hasil dan kesimpulan dari variabel berfikir kreatif, dukungan sosial, dan prestasi belajar maka peranan dosen, keluarga, teman dan lingkungan dalam pembelajaran sangat penting karena faktor tersebut sangat berpengaruh dengan prestasi belajar mahasiswa. Sehingga dengan adanya penelitian ini digunakan sebagai sumbangan informasi untuk menentukan kebijakan yang berhubungan dengan berfikir kreatif, dukungan sosial dan prestasi belajar mahasiswa dan untuk menentukan langkah-langkah perbaikan dalam meningkatkan kualitas lulusan yang lebih baik khususnya Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang
PENGEMBANGAN MODUL DENGAN TEKNIKINFORMATION REPACKAGING SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN SISTEM STARTER KELAS XI TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK NEGERI 1 PURWOSARI
ABSTRAK Zakariya, Sudik. 2016. Pengembangan Modul dengan Teknik Information Repackaging sebagai Media Pembelajaran pada Mata Pelajaran Sistem Starter Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 1 Purwosari. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Partono, M.Pd., (II) Drs. Paryono, S.T.,M.T. Kata Kunci: pengembangan, modul pembelajaran, teknik information repackaging, sistem starter Pengembangan bahan ajar khususnya modul pelajaran produktif untuk siswa SMK harus selalu dilakukan untuk menambah wawasan siswa terhadap perkembangan teknologi yang ada. Kenyataan yang ada di lapangan khususnya di SMK Negeri 1 Purwosari program keahlian teknik kendaraan ringan masih belum menggunakan materi modul yang update dengan teknologi sistem starter. Berkaitan dengan itu, maka perlu dilakukan pengembangan bahan ajar modul pada sistem starter. Penelitian pengembangan dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkanbahan ajar cetak berupa modul sistem starter untuk kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 1 Purwosari dan menguji kelayakan modul pembelajaran sistem starter yang dikembangkan. Prosedur pengembangan yang digunakan mengacu pada model pengembangan Borg and Gall dengan mengambil 7 langkah dari 10 langkah yang ada, yaitu (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan produk, (3) pengembangan produk awal, (4) validasi ahli, (5) revisi validasi ahli, (6) uji coba pemakaian, dan (7) revisi produk akhir. Hasil dari pengembangan produk modul sistem starter ini menunjukan hasil yang valid berdasarkan hasil validasi ahli bidang studi dengan persentase 93.05% dan hasil validasi ahli pembelajaran dengan persentase 92.11% sehingga produk pengembangan dapat diujicobakan. Dari ujicoba diperoleh persentase 83.94%, sehingga produk pengembangan dinyatakan baik dan layak digunakan dalam pembelajaran di SMK Negeri 1 Purwosari. Modul sistem sarter ini memiliki kelemahan yaitu masih perlu dilakukan evaluasi dan ujicoba pada subyek yang lebih luas agar modul sistem starter ini dapat digunakan pada skala yang lebih besar dan diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui keefektian produk yang dikembangkan. Sedangkan kelebihannya adalah pengembangan modul sistem starter ini belum pernah dilaksanakan di SMK Negeri 1 Purwosari. Pada modul ini memuat materi sistem starter yang telah dikemas dari beberapa buku teks, modul, referensi dan informasi lain yang sudah ada dikalangan umum, sehingga lebih lengkap untuk digunakan dalam proses pembelajaran bagi siswa pada program keahlian teknik kendaraan ringan
Studi Tentang Pengelolaan Unit Produksi Bidang Pemesinan SMK Negeri 1 Blitar
ABSTRAK Sekolah menengah kejuruan sebagai lembaga pendidikan pencetak tenaga kerja yang terampil untuk mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha/dunia industri, selalu berusaha menyesuaikan keterampilan yang dimiliki lulusannya dengan kebutuhan industri. Salah satu diantaranya dengan membiasakan siswa melaksanakan praktik produktif pada Unit Produksi di sekolah. Upaya sekolah untuk menyelenggarakan Unit produksi ini berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0490/U/1992 Tahun 1993. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian studi kasus. Dalam memaparkan data hasil penelitian, penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif (menggambarkan) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Blitar. Sumber data utama dalam penelitian ini ialah kata-kata, dan tindakanyang di dapat dari informan melalui wawancara, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Teknik pengumpulan data adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga kredibilitas penelitian, dilakukan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, analisis kasus negatif, menggunakan bahan referensi, dan mengadakan member check. Adapun tahap-tahap penelitian terdiri dari tahap pra lapangan, tahap pekerjaan lapangan, tahap analisis data, dan tahap evaluasi dan pelaporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan Unit Produksi berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0490/U/1992 Tahun 1993; tujuan awal pembentukan Unit Produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan warga sekolah; sistem manajerial yang direncanakan adalah dikelola oleh guru produktif bidang pemesinan; (2) Guru produktif yang terlibat dalam pengelolaan Unit Produksi tertera dalam struktur organisasi yang telah disusun oleh manajemen Unit Produksi; (3) Keterlibatan siswa dalam kegiatann Unit Produksi Bidang Pemesinan SMK Negeri 1 Blitar adalah sebagai pelaksana, tidak ada siswa yang terlibat dalam pengelolaan Unit Produksi; (4) Hubungan yang terjalin antara Unit Produksi Bidang Pemesinan SMK Negeri 1 Blitar dengan dunia industri adalah hubungan yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak; (5) Faktor yang mendukung dalam pelaksanaan Unit Produksi adalah dukungan sekolah yang sangat baik terhadap penyelenggaraan Unit Produksi, guru yang kompeten, siswa yang antusias, serta sarana dan prasarana yang sangat menunjang; Faktor yang menghambat dalam pengelolaan dan pelaksanaan Unit Produksi adalah waktu dan ketersediaan sumber daya manusia
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Pemahaman Manajemen Bengkel terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Usaha Bengkel Las di Kabupaten Tulungagung
ABSTRAK Susanto, Bayu Agus. 2017. Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Pemahaman Manajemen Bengkel terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Usaha Bengkel Las di Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Widiyanti, M.Pd., (II) Dr. Yoto, S.T., M.M., M.Pd. Kata Kunci: gaya kepemimpinan, manajemen bengkel, produktivitas kerja Produktivitas kerja karyawan sangat dibutuhkan demi kemajuan bengkel, apabila produktivitas kerja baik maka akan berpengaruh baik bagi bengkel dan dapat mencapai tujuan dengan optimal. Disinilah peran pemimpin bengkel dibutuhkan, karena pemimpin harus dapat menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi bengkel supaya dapat mengelola karyawan dengan baik, dan pemimpin juga harus dapat memanajemen bengkel dengan baik agar dapat mendukung peningkatan produktivitas kerja karyawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan (X1) dan pemahaman manajemen bengkel (X2) terhadap produktivitas kerja (Y) karyawan usaha bengkel las di Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, metode yang digunakan adalah deskriptif kausalitas. Teknik analisis data yang digunakan dengan uji regresi linier sederhana dan uji regresi linier berganda. Populasi dalam penelitian adalah 121 karyawan dari 19 bengkel las yang ada di Kabupaten Tulungagung. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel populasi. Namun pada saat pengambilan data terjadi penyusutan sampel, dikarenakan ada beberapa bengkel las yang tidak memberikan izin untuk melakukan penelitian, sehingga sampel dalam penelitian ini adalah 47 karyawan dari 7 bengkel las yang ada di Kabupaten Tulungagung. Hasil dari penelitian diperoleh gaya kepemimpinan (X1) dalam kategori sedang sebesar 34.04%, pemahaman manajamen bengkel (X2) dalam kategori sedang sebesar 46.81%, dan produktivitas kerja (Y) dalam kategori sedang sebesar 40.43%. Hasil uji regresi diperoleh (1) gaya kepemimpinan (X1) berpengaruhterhadap produktivitas kerja (Y) dengan nilai signifikansi (α =.025< .05) dan nilai kontribusi sebesar 10.7%,(2) pemahaman manajemen bengkel (X2) berpengaruh terhadap produktivitas kerja (Y) dengan nilai signifikansi (α = .047< .05) dan nilai kontribusi sebesar 8.5%, (3) gaya kepemimpinan (X1) dan pemahaman manajemen bengkel (X2) berpengaruh terhadap produktivitas kerja (Y) dengan nilai signifikansi (α = .044< .05) dan nilai kontribusi sebesar 13.3%
Analisis Pengaruh Variasi Pembukaan Sudu Pengarah dan Jumlah Sudu terhadap Unjuk Kerja Turbin Cross flow dengan Simulasi CFD (Computational Fluid Dynamic)
ABSTRAK Indonesia adalah negara agraris yang menghasilkan air secara terus menerus, sehingga pembangkit listrik tenaga air dapat lebih dikembangkan dan diaplikasikan di berbagai wilayah indonesia. Computational Fluid Dynamic (CFD) merupakan ilmu tentang aliran fluida yang menggunakan persamaan numerik dalam proses simulasinya sehingga CFD menjadi pendekatan yang ekonomis, cepat, dan lebih efisien dalam merancang variasi desain turbin. Turbin tipe impuls jenis aliran silang (cross flow) merupakan salah satu turbin yang sering digunakan untuk pembangunan PLTMH di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) pengaruh variasi jumlah sudu terhadap unjuk kerja turbin cross flow dengan simulasi CFD, (2) pengaruh variasi pembukaan sudu pengarah terhadap unjuk kerja turbin cross flow dengan simulasi CFD, (3) pengaruh variasi pembukaan sudu pengarah dan jumlah sudu terhadap unjuk kerja turbin cross flow dengan simulasi CFD. Penelitian ini menggunakan metode modelling eksperimental dengan cara mendesain turbin yang ada di lapangan kemudian melakukan perlakuan tertentu kemudian dilakukan simulasi dan pengamatan secara langsung akibat hasil perlakuan yang dilakukan. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembukaan sudu pengarah 12°, 16°, 20°, 24°, 36°, dan jumlah sudu 22 buah sudu, 24 buah sudu, dan 26 buah sudu. Variabel terikat dari penelitian ini adalah unjuk kerja turbin cross flow. Pengumpulan data dilakukan dengan meninjau hasil simulasi setelah mengalami proses perhitungan numerik. Setelah dilakukan proses simulasi CFD dan pengolahan data didapatkan nilai besarnya daya pada pembukaan sudu pengarah 12° dengan jumlah sudu 24 dan 26 berturut-turut sebesar 769.44 Watt dan 773.21Watt, pembukaan sudu pengarah 16° dengan jumlah sudu 24 dan 26 berturut-turut sebesar 774.23 Watt dan 777.07 Watt, pembukaan sudu pengarah 20° dengan jumlah sudu 24 dan 26 berturut-turut sebesar 844.98 Watt dan 863.71 Watt, pembukaan sudu pengarah 24° dengan jumlah sudu 24 dan 26 berturut-turut sebesar 850.78 Watt dan 868.53 Watt.
PengaruhVariasi Kadar Asam FeCl3 dalam Larutan Etsaterhadap Tingkat Kekasaran Permukaan dan Laju Korosi pada Logam Kuningan Hasil Proses Etsa
ABSTRAK Widodo, Tri. 2017.PengaruhVariasi Kadar Asam FeCl3 dalam Larutan Etsaterhadap Tingkat Kekasaran Permukaan dan Laju Korosi pada Logam Kuningan Hasil Proses Etsa.Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahono S.ST. M.Pd (II) Hj. Dr. Widiyanti M.Pd. Kata Kunci: etsa, laju korosi, kekasaran permukaan, konsentrasi FeCl3, logam kuningan (CuZn)Permasalahan home industry kerajinan kuningan seringterjadikendalaseperti; (1) kedalamanpengikisanlogamkuningan yang tidaksamaantar proses etsa (2) waktupengerjaan yang digunakan saat proses mengetsaberbeda dan (3) tingkatkehalusanpermukaanlogam yang berbeda pada hasil etsa. Etsa atau etching kimia adalahpenggerusan material bendakerjadengancarapencelupanpadalarutanasamkuat yang dikendalikan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju korosi dan kekasaran permukaan logam kuningan yang dietsa atau etching pada media pelarut ferricloride dengan variasi konsentrasi 5%, 8%, 11% dan variasi waktu perendaman selama 1 jam, 2 jam, 3 jam.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitianeksperimental, yang menggunakan desainpre-experimental design,untukmengetahuinilai lajukorosidankekasaranpermukaanpadakuninganmakadalampenelitianinidilakukandua kali pengumpulan data yaitusebelumeksperimen (pre test) dansesudaheksperimen (post test). Berdasarkan hasil penelitian konsentrasiFeCl3 5% dalamwaktuperendaman 1 jam menghasilkankekasaranpermukaansebesar 0,35 µm, sedangkanwaktuperendaman 2 jam menghasilkandankekasaranpermukaansebesar 0,41 µm, waktuperendaman 3 jam mengasilkankekasaranpermukaansebesar 0,52 µm.KonsentrasiFeCl3 8% dalamwaktuperendaman 1 jam menghasilkankekasaranpermukaansebesar 0,39 µm, sedangkanwaktuperendaman 2 jam menghasilkankekasaranpermukaansebesar 0,48 µm, waktuperendaman 3 jam mengasilkankekasaranpermukaansebesar 0,53 µm.KonsentrasiFeCl3 11% dalamwaktuperendaman 1 jam menghasilkandankekasaranpermukaansebesar 0,45 µm, sedangkanwaktuperendaman 2 jam menghasilkankekasaranpermukaansebesar 0,70 µm. waktuperendaman 3 jam mengasilkankekasaranpermukaansebesar 0,96 µm.KonsentrasiFeCl3 5% dalamwaktuperendaman 1 jam menghasilkanlajukorosisebesar 132,685 mmpy, sedangkanwaktuperendaman 2 jam menghasilkanlajukorosisebesar 76,445 mmpy, waktuperendaman 3 jam mengasilkanlajukorosisebesar 67,61 mmpy.KonsentrasiFeCl3 8% dalamwaktuperendaman 1 jam menghasilkanlajukorosisebesar 185,813 mmpy, sedangkanwaktuperendaman 2 jam menghasilkanlajukorosisebesar 109,344 mmpy, waktuperendaman 3 jam mengasilkanlajukorosisebesar 154,270 mmpy.KonsentrasiFeCl3 11% dalamwaktuperendaman 1 jam menghasilkanlajukorosisebesar 247,824 mmpy, sedangkanwaktuperendaman 2 jam menghasilkanlajukorosisebesar 179,561 mmpywaktuperendaman 3 jam mengasilkanlajukorosisebesar 154,270 mmpy
Studi Kelengkapan dan Kelaikan Alat Pelindung Diri (APD) dan Peralatan Las pada Laboratorium Pengelasan SMAW, TIG dan MIG Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri.
ABSTRAK Kelengkapan alat pelindungdiri (APD) dalam praktikum pengelasan memiliki peranan penting guna terciptanya praktikum yang aman ,nyaman dan selamat. Alat pelindung diri yang lengkap merupakan salah satu kunci kelancaran praktikum pengelasan, karena dalam praktikum pengelasan memiliki tingkat bahaya yang tinggi karena praktikan bersentuhan langsung dengan sum berbahaya diantara bahaya panas dan bahaya sengatan listrik. Selain alat pelindung diri yang disediakan harus lengkap, alat pelindung diri juga harus laik atau memenuhi persyaratan yang ada, karena pengelasan SMAW, TIG dan MIG memiliki karakteristik yang berbeda sehingga tingkat banyanyapun berbeda. Kelaikan ini juga sangatlah penting agar alat pelindung diri yang ada bias berfungsi sesuai dengan kegunaannya pada saat digunakan oleh praktikan, kelengkapan dan kelaikan alat pelindungdiri ini merupakan satu kesatuan yang harus dipenuhi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana tingkat kelengkapan dan kelaikan alat pelindung diri dan peralatan pengelasan SMAW, TIG dan MIG yang ada di Laboratorium Pengelasan Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sehingga peneliti berusaha mendeskripsikan tentang kelengkapan dan kelaikan alat pelindung diri (APD) dan peralatan las Pada Laboratorium Pengelasan SMAW, TIG dan MIG Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Hasil observasi yang ditemukan (1) kelengkapan alat pelindung diri (APD) yang disediakan dalam kondisi lengkap (2) kelaikan alat pelindung diri pada laboratorium pengelasan Jurusan Teknik Fakultas Teknik Mesin Universitas Negeri Malang belum sesuai dengan kelaikan atau standar untuk masing-masing proses pengelasan akan tetapi masih bias melindungi praktikan dari bahaya kecelakaan kerja hal itu dibuktikan dengan tidak pernah terjadinya kecelakaan akibat kualitas APD (3) tidak disediakan nya sepatu safety yang sesuai standar sehingga dalam melaksanakan praktikum banyak mahasiswa yang menggunakan sepatukets yang bukan untuk proses pengelasan hal itu karena ukuransepatu yang berbeda-beda sehingga hal itu menyulitkan pihak jurusan, praktikan diharuskan membawa sepatu safety sendiri karena merupakan implementasi dari matakuliah K3 (4) peralatan praktikum Jurusan Teknik Fakultas Teknik Mesin Universitas Negeri Malang sudah lengkap dan dalam kondisi baik
PENGARUH JENIS GARAM SEBAGAI MEDIA PENDINGIN TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO PADA PROSES PENGERASAN (HARDENING) BAJA S45C
ABSTRAK Laksono, W. T. 2017. Pengaruh Jenis Garam Sebagai Media Pendingin Terhadap Kekerasan dan Struktur Mikro Pada Proses Pengerasan (Hardening) Baja S45C. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Widiyanti, Hj. Dr., M.Pd. (II) Yuni Sunarto, Drs., M.Pd. Kata Kunci: Garam, Kekerasan, Struktur Mikro, Baja S45CBaja S45C adalah baja karbon sedang dengan kandungan kadar karbon 0,25- 0,55% yang mempunyai kekuatan tarik 58 kg/mm2. Baja S45C masih banyak digunakan dan hampir keseluruhan pabrik gula ex peninggalan hindia – belanda masih menggunakan baja tersebut untuk komponen-komponen mesin produksi. Hardening untuk meningkatkan kekerasan benda kerja dan meningkatkan ketahanan aus. Makin tinggi kekerasan akan semakin tinggi pula ketahanan ausnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kekerasan baja S45C setelah mendapat perlakuan hardening dan quenching dengan variasi jenis garam.Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian eksprimental yang dilakukan di laboratorium. Teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode inferensial komparatif, karena penelitian membandingkan perbedaan tingkat Hasil penelitian spesimen tanpa perlakuan memiliki nilai kekerasan 233 HV, specimen dengan perlakuan Hardening dan quenching dengan campuran air dan 30% NaCl memiliki nilai kekerasan 353,4 HV, spesimen dengan perlakuan Hardening dan quenching dengan campuran air dan 30% MgSO4 memiliki nilai kekerasan 385,5 HV, specimen dengan perlakuan Hardening dan quenching dengan campuran air dan 30% Na2SO4 memiliki nilai kekerasan 325,8 HV. Hal tersebut menyatakan bahwa specimen dengan perlakuan Hardening dan didinginkan dengan Media Pendingin air yang dicampur 30% MgSO4 memiliki nilai kekerasan tertinggi dan lebih tahan aus
Analisis Kinetika Pembakaran Sampah Anorganik dengan Nanopartikel MnFe2O4
ABSTRAK Kota Malang menghasilkan sampah sekitar 640-700 ton per hari pada tahun 2014-2016. Produksi sampah di kota malang meningkat setiap tahunnya. Hal ini akan mengakibatkan bencana bagi masyarakat. Cara yang paling mudah untuk mengurangi volume sampah adalah dengan proses pembakaran sampah. Melalui proses pembakaran, volume sampah dapat dikurangi secara signifikan serta dapat dijadikan energi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik, unsur kimia, kandungan nilai kalor, pengaruh penambahan nanopartikel, dekomposisi dan energi aktivasi pada pembakaran sampah anorganik dengan nanopartikel MnFe2O4. Sampel yang digunakan dalam penelitian berupa serbuk sampah anorganik. Laju pemanasan yang digunakan dalam analisa termogravimetri 10, 20, 30, 40 oC/min. Pengujian sifat fisik sampah anorganik dengan proximate dengan hasil kandungan moisture 0.75 wt%, volatile matter 85.27 wt%, fixed carbon 6.02 wt% dan ash 7.96 wt% dalam air dry basis (adb). %. Besar kandungan unsur kimia pada sampah anorganik meliputi kandungan unsur C sebesar 57.06 wt%, O sebesar 22.21 wt%, Al sebesar 0.41 wt%, Cl sebesar 16.52 wt%, Ca sebesar 8.02 wt%. Uji nilai kalor dilakukan dengan Bomb Calorimeter dengan hasil nilai kalor sampah anorganik 31.924 MJ/kg. Hasil kurva TG dan DTG menujukkan bahwa proses dekomposisi pembakasan sampah anorganik terbagi menjadi 4 tahap. Tahap pertama adalah pelepasan moisture, tahap kedua adalah pelepasan dan pembakaran volatil, tahap ketiga adalah pelepasan karbon tetap, tahap keempat adalah dekomposisi abu. Kurva DTG keseluruhan menunjukan dekomposisi termal terjadi pada tahap kedua yang memperlihatkan laju penurunan massa pada pembakaran sampah anorganik dengan ditambah nanopartikel MnFe2O4 lebih besar dibandingkan pembakaran sampah anorganik tanpa penambahan nanopartikel. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa rata-rata energi aktivasi pembakaran sampah anorganik tanpa penambahan nanopartikel MnFe2O4 dengan metode Flynn Wall Ozawa, metode Vyazovkin, dan metode Coats Redfern yaitu 73,8 kJ/mol, 58,6 kJ/mol, 50,7 kJ/mol. Rata-rata energi aktivasi pembakaran sampah anorganik dengan penambahan nanopartikel MnFe2O4 yaitu 111,9 kJ/mol, 98,5 kJ/mol, 59,2 kJ/mol