SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Manusia dan Sarana Prasarana di SMK Negeri 3 Boyolangu

    No full text
    ABSTRAK   Nurzein, Mohamad . 2018.Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Manusia dan Sarana Prasarana di SMK Negeri 3 Boyolangu.Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Yoto, S.T., M.Pd., M.M., (II) Drs. H. Solichin, S.T., M.Kes.   Kata Kunci:ISO, Sumber Daya Manusia, Sarana Prasarana,SMK. SMK merupakan lembaga pendidikan yang diharapkan dapat mewujudkan lulusannya menjadi berkualitas dan berkompeten dalam menghadapi persaingan global dunia kerja maka sekolah harus mengembangkan kreatifitas, inovasi, dan modernisasi fokus pada pelanggan pendidikan. Sehingga mutu pendidikan akan menghasilkan lulusan yang siap dan diperlukan dalam dunia kerja. Sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 merupakan standar mutu internasional yang secara konsisten akan meningkatkan mutu sekolah serta efisiensi dalam pengelolaan sumber daya yang ada di sekolah.SMK Negeri 3 Boyolangu diresmikan sebagai salah satu sekolah kejuruan yang menjadi SMK Rujukan di wilayah sekitarnya. Sesuai dengan program tindak lanjut SMK Rujukan maka SMKN 3 Boyolangu mempunyai tugas untuk membina SMK-SMK sebagai SMK aliansinya yang ada di wilayah sekitarnya, karena menurut Direktorat Pembinaan SMK (PSMK) bahwa SMK Rujukan itu identik sebagai sekolah yang unggul dan efektif dengan mempunyai kinerja unggul dari sekolah yang lain apabila diberi input yang sama. Selain itu SMKN 3 Boyolangu menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 sejak tahun 2007, yang menjamin adanya perbaikan mutu sekolah dan mutu pelayanan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipelaksanaan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 tentang pengelolaan Sumber Daya Manusia dan Sarana Prasarana di SMK Negeri 3 Boyolangu. Fokus penelitian yang akan dibahas antara lain: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan hasil yang diperoleh dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 di sekolah.Penelitian ini menggunakanmetodedenganpendekatan kualitatif, denganjenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian atau Informan dipilih dengan berdasar pada kompetensi subjek yang harus sesuai dengan fokus penelitian. Informan tersebut meliputi Wakasek Manajemen Mutu, Wakasek PSDM, Wakasek Sarpras, Wakasek Kurikulum, Kaprogli Teknik Pemesinan, Kabeng Teknik Pemesinan, dan Guru Teknik Pemesinan. Teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan meliputireduksi, penyajian data,dan diakhiri penarikan kesimpulan.Untuk  menjaga keabsahan data, maka dilakukan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan hasil penelitian sebagai berikut, perencanaan sekolah berawal dari adanya sosialisasi terhadap seluruh warga sekolah, membentuk struktur organisasi dan penyediaan sumber daya dimulai dari kebutuhan guru ketika mengajar. Proses pelaksanaan SMM ISO 9001:2008 dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia dan Sarana Prasarana memiliki beberapa kesamaan antara lain: (1) proses penyediaan sumber daya yang dibutukan melalui hasil analisis kebutuhan masing-masing unit kerja;(2)pengajuan pengadaan sumber daya berawal dari hasil analisis unit kerja diajukan ke Wakasek SDM atau Sarpras kemudian dirapatkan bersama Kepala Sekolah dan staff lainnya untuk menentukan hasil keputusan; dan (3) kendala yang dihadapi antara lain kemampuan sekolah dalam merealisasikan kebutuhan yang diinginkan belum terpenuhi, adanya kekurangan personil dan tingkat pemahaman tiap individu berbeda.Evaluasi dilaksanakan dengan adanya audit. Audit internal dilakukan setahun sekali sesuai dengan kesepakatan dan kebutuhan sekolah. Pelaksanaan audit internal menggunakan model sampel. Pelaksanaan audit internal akan menghasilkan temuan dan tindak lanjut yang harus dilakukan auditee. Tinjauan manajemen dilaksanakan setahun sekali. Audit eksternal dalam ISO 9001:2008 meliputi surveillance audit dan resertifikasi audit. Surveillance audit dilaksanakan setahun sekali dengan menggunakan model sampel. Kemudian untuk resertifikasi dilaksanakan 3 tahun.Hasil yang diperoleh adalah manfaat yang diperoleh bagi sekolah, tenaga pendidik dan kependidikan, siswa, orang tua siswa, dan DU/DI. Hal tersebut berdasarkan pelaksanaan SMM ISO 9001:2008 yang menuntun sekolah dalam melakukan peningkatan secara terus menerus. Sehingga dapat meningkatkan mutu sekolah, meningkatkan kepuasan pelanggan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan DU/DI. Saran yang diberikan dari hasil penelitian yaitu:Kepala SMK Negeri 3 Boyolangu disarankan untuk tetap menjaga pelaksanaan dari tugas dan tanggung jawab yang ditetapkan ISO 9001:2008 dengan baik, serta menjaga konsistensi dalam bertanggung jawab mengkoordinir personil-personil sekolah melalui wakil yang diamanatkan sesuai Tupoksinya.Tim ISO disarankan untuk  lebih ditingkatkan dalam memberikan pemahaman kepada warga sekolah secara intensif dan konsisten supaya dalam pelaksanaannya lebih baik.Kaprogli Teknik Pemesinan disarankan lebih meningkatkan koordinasi dan manajemen pembagian tugas kepada personil yang ada. Guru Produktif Teknik Pemesinan disarankan untuk menjaga proses pembelajaran dengan baik danantusias dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 di sekolah.Mahasiswa yang melakukan penelitian se-rupa disarankan untuk mengembangkan dan mengkaji lebih dalam dari penelitian ini dengan menambah fokusan mengenai pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 di sekolah

    PENGARUH VARIASI ARUS LISTRIK PENGELASAN TITIK (SPOT WELDING) TERHADAP KEKUATAN GESER, KEKERASAN, DAN STRUKTURMIKRO PADA SAMBUNGAN DISSIMILAR BAJA STAINLESS STEEL AISI 304 DENGAN BAJA KARBON RENDAH ST 41

    No full text
    ABSTRAK Fachruddin. 2016. Pengaruh Variasi Arus Listrik Pengelasan Titik (Spot Welding) terhadap Kekuatan Geser, Kekerasan, dan Struktur Mikro pada Sambungan Dissimilar Baja Stainless steel AISI 304 dengan Baja Karbon Rendah St 41. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Heru Suryanto, S.T., M.T., (II) Drs. Solichin, S.T., M.Kes.   Kata Kunci: las titik, arus pengelasan, sambungan logam tidak sejenis, kekuatan geser, kekerasan, struktur mikro   Salah satu teknik pengelasan yang dikembangkan saat ini adalah teknik penyambungan dua jenis logam tidak sejenis (dissimilar metal). Pengelasan dengan logam tidak sejenis dapat lebih rumit dari pada pengelasan logam sejenis karena siklus termal yang berbeda dialami masing-masing logam. Penelitian ini bertujuan untuk mencari arus pengelasan yang paling baik dengan waktu pengelasan 1 detik pada sambungan dissimilar baja stainless steel AISI 304 dan baja karbon rendah St 41. Penyambungan menggunakan las titik dengan variasi arus pengelasan 1000 A, 1200 A, 1400 A, dan 1600 A. Setelah itu, dilakukan pengujian kekuatan geser menggunakan standar AWS D8.9-97. Pengujian kekerasan menggunakan Hardness Rockwell Ball (HRB) yang dilakukan pada daerah logam las, Heat Affected Zone (HAZ), dan logam induk dari masing-masing material. Pengujian sruktur mikro dilakukan pada daerah logam las, HAZ dan logam induk dari masing-masing material.   Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya arus pengelasan 1000 A memiliki nilai kekuatan geser tertinggi sebesar 76,89 Kg/mm2, sedangkan nilai kekuatan geser terendah didapatkan pada arus pengelasan 1600 A dengan nilai sebesar 50,89 Kg/mm2. Dari hasil pengujian kekuatan geser yang telah dilakukan bahwasannya sambungan baja stainless steel AISI 304 cenderung lebih kuat dibandingkan dengan baja karbon rendah St 41, hal ini dikarenakan koefisien muai dari baja stainless steel AISI 304 lebih tinggi dibandingkan baja karbon rendah St 41, sehingga baja stainless steel AISI 304 memiliki keuletan yang tinggi. Pada pengujian kekerasan nilai kekerasan tertinggi didapatkan pada arus pengelasan 1000 A dengan nilai rata-rata sebesar 85,8 HRB, hal ini dikarenakan struktur mikro yang terbentuk pada arus pengelasan 1000 A didominasi oleh ferrit acicular yang berfungsi sebagai interlocking structure yang mampu menghambat laju perambatan retak, sedangkan nilai kekerasan terendah didapatkan pada arus pengelasan 1600 A, dengan nilai rata-rata sebesar 82,5 HRB, hal ini dikarenakan struktur mikro yang terbentuk pada arus pengelasan 1600 A didominasi oleh struktur ferrit batas butir. Jika arus pengelasan semakin tinggi, maka masukan panas semakin besar, sehingga laju pendinginan proses pengelasan menjadi lambat, akibatnya struktur mikro yang terbentuk didominasi oleh ferrit batas butir yang bersifat lunak

    Pengembangan Standard Operating Procedure Praktikum Pengelasan SMAW di SMK Negeri 1 Udanawu dan SMK Negeri 1 Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Muhamad Darmawan. 2016. Pengembangan Standard Operating Procedure Praktikum Pengelasan SMAW di SMK Negeri 1 Udanawu dan SMK Negeri 1 Blitar, Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Djoko Kustono, H. Dr. Ir. M.Pd., (II) Drs. Solichin, ST. M.Kes. Kata Kunci : Standard Operating Prosedure, Praktikum, dan PengelasanSMAW Pengembangan media belajarini bertujuan untuk menghasilkan produk bahan ajar cetak jenis poster dengan judul “Standart Operating ProcedurePraktikumPengelasan SMAW” yang materi nya di sesuaikan dengan sajian materi  yang sudah ada di Jobsheet yang digunakan. Poster yang dikembangkan nantinya akan dijadikan salah satu sumber belajar di SMK Negeri 1 Udanawu dan SMK Negeri 1 Blitar guna menciptakan kreativitas belajar mandiri siswa. Pengembangan ini menggunakan model pengembangan Sugiyono (2009). Pengembangan model Sugiyono adalah pengembangan yang bersifat prosedural yang meliputi : (1) potensi masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk I, (8) uji cobapemakaian, (9) revisi produk II, dan (10) produksi massal. Untuk mengetahui tingkat kevalidan kelayakan keterpakaian produk yang dihasilkan dilakukan uji kelayakan produk dalam 3 tahap, yaitu tahap uji ahli, uji produk, dan ujilapangan. Data diambil dengan menggunakan angket, kemudian dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif dalam bentuk persentase. Produk standard operating procedure di uji melalui tiga tahap yaitu : (1) uji coba ahli materi, ahli media, dan guru mata pelajaran, (2) uji coba produk yang dilakukan oleh 10 siswa, (3) uji coba pemakaian. Hasil penilaian/tanggapan digunakan untuk merevisi produk sebagai bagian dari proses penyempurnaan produk standard operating procedure. Hasil uji coba tahap ahli materi memperoleh skor 83,3% dengan kriteria valid, ahli media pembelajaran memperoleh skor 60% dengan kriteria cukup valid dan tanggapan guru mata pelajaran di SMK Negeri 1 Blitar memperoleh skor 72,5% dengan kriteria cukup valid, sedangkan tanggapanguru mata pelajaran di SMK Negeri 1 Udanawu mendapatkan skor 75% dengan kriteria cukup valid. Kemudian tahap uji coba produk memperoleh skor 74,2 dengan kriteria cukup valid. Sedangkan uji coba pemakaian di SMK Negeri 1 Blitar memperoleh skor 87,05% dengan kriteria valid dan di SMK Negeri 1 Udanawu memperoleh skor 71,91% dengan kriteria cukup valid, sehingga dari uji coba yang dilakukan poster layak digunakan sebagai sumber belajar di SMK Negeri 1 Udanawu dan SMK Negeri 1 Blitar. Dari serangkaian uji coba dapat diketahui kelebihan dan keterbatasan standard operating procedure yang telah dikembangkan. Kelebihan nya yaitu : (1) standard operating procedure dirancang sesuai karakteristik dan kebutuhan siswa dan, (2) bahan ajar di sesuaikan dengan menggunakan prinsip pengetahuan yang bersifatn fakta, konsep dan prosedure. Kelemahan standard operating procedureini adalah disusun untuk praktikum pengelasan SMAWdi SMK, sehingga bila standard operating procedure digunakan dalam praktikum pengelasan lain perlu penyempurnaan atau revisi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pengguna.

    Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Gallery Projectdan Lokus Kendali terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Mata PelajaranPekerjaan Dasar Teknik Otomotif Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK

    No full text
    Pembelajaran di SMK bertujuan untukmempersiapkansiswa memasuki dunia industri, sehingga model pembelajaran yang digunakan harus berorientasi dunia kerja. Namun realitas di lapangan masih belum optimal dalam membentuk pemahaman dan keterampilan siswa sesuai dunia kerja. Berdasarkan hal tersebut, perlu digunakan model pembelajaran yang mampu membentuk kondisi belajar sesuai dengan kondisi dunia kerja.Penelitian ini menerapkan model PBMGallery Project dan pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa SMK.Penelitian ini bertujuan menguji signifikansi perbedaan hasil belajar mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif antara kelompok siswa yang dikenakan model PBM Gallery Projectdan kelompok siswa yang dikenakan model Pembelajaran Ekspositori dengan mempertimbangkan kelompok lokus kendali siswa sebagai karakteristik siswa, serta interaksinya. Penelitian ini berjenis quasi eksperimental dengan metode Non-equivalent Control Group Design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah tekniksimple random sampling yaitu memilih sampelsecaraacak. Siswa dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang dikenakan model PBMGallery Project dan kelompok kontrol yang dikenakan model Pembelajaran Ekspositori. Setiap kelompok dibagi lagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok dengan lokus kendali internal dan kelompok dengan lokus kendali eksternal. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, non tes, dantes. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji ANOVA dua jalur dengan bantuan SPSS 18.0 untuk mengetahui signifikansi perbedaan hasil belajar berdasarkan model pembelajaran dan kelompok lokus kendali. Taraf signifikansi yang digunakan sebesar 0,05, dan dikatakan terdapat perbedaan hasil belajar jika probabilitas di bawah 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang dikenakan model PBMGallery Project dengan model Pembelajaran Ekspositori pada mata pelajaranPekerjaan Dasar Teknik Otomotif Jurusan TKR SMK; (2) tidakterdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang memiliki lokus kendali internal dan siswa yang memiliki lokus kendali eksternal pada mata pelajaran         PDTO Jurusan TKR SMK; dan (3) tidak terdapat interaksi yang signifikan antara penggunaan model PBM Gallery Projectdan lokus kendali terhadap hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaranPDTO Jurusan TKR SMK

    Hubungan Pemahaman Pekerja Las tentang Layout Bengkel Las terhadap Keselamatan Kerja di Bengkel Las Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Sutrisno, Tito Arif. 2017. HubunganPemahaman Pekerja Las  tentamg Layout Bengkel Terhadap Keselamatan Kerja di Bengkel Las Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Solichin S.T, M.Kes., (II) Drs. Basuki, M.Pd.   Kata Kunci: pemahaman pekerja las, layout bengkel, keselamatan kerja, Kota Malang Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mengenai penataan fasilitas bengkel atau layout di  bengkel las Kota Malang. Pemahaman para pemilik maupun pekerja bengkel mengenai layout yang erat hubungannya dengan keselamatan kerja masih sangat kurang hal ini terbukti dengan adanya kondisi pengelolaan tata layout yang kurang baik pada bengkel.Di dalam pengelasan membutuhkan beberapa sarat pokok yang harus dipenuhi dalam membuka usaha bengkel las rumahan seperti penataan mesin las, penataan perlengkapan kerja,  dan ruang kerja yang aman untuk digunakan dalam kegiatan pengelasan. Dalam pelaksanaan penelitian ini terdapat beberapa tujuan untuk mendeskripsikan tentang keadaan yang terjadi dilapangan, diantaranya adalah: (1) Mendeskripsikan pemahaman pekerja las terhadap pengelolaan tata layout bengkel dalam melaksanakan pekerjaan di bengkel las, (2)    Menganalisis pemahaman keselamatan kerja pada bengkel pengelasan, (3) Menganalis hubungan antara pemahaman pekerja las tentang pengolahan tata layout bengkel terhadap keselamatan kerja. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan  rancangan penelitian deskriptif korelasional. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis menurut model statistik, maka penelitian ini termasuk penelitian deskriptif korelasional karena bertujuan mencari hubungan dari suatu variabel. Teknik penggalian informasi dalam penelitian ini menggunakan angket yang disebar kepada setiap responden yang telah ditentukan. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 197 tenaga kerja las dari 14 bengkel las yang berada di Kota Malang. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 70 tenaga kerja las. Setelah dilakukan penyebaran angket dari 14 bengkel tersebut kemudian melakukan analisa hasil penyebaran mulai dari analisa jenis kelamin, usia, kondisi fisik, gaji pekerja, jenjang pendidikan dan analisa jawaban dari setiap butir pernyataan kuesioner yang disebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pekerja las di Kota Malang adalah pria dan tergolong dalam batasan usia 19-54 tahun. Selain itu kondisi fisik tenaga kerja berada  dalam keadaan normal atau tidak cacat, dengan gaji rata-rata sebesar Rp. 1.500.000 – Rp. 2.000.000 per bulan. Untuk persentase dari jenjang pendidikan tenaga kerja las yakni Pendidikan SD sebesar 8 %, Pendidikan SMP 19%, Pendidikan SMA 40 %, Pendidikan SMK Teknik 33 %, Diploma 0%, Sarjana 0%. Jadi dapat disimpulkan pendidikan yang di tempuh tenaga kerja las di Kota Malang masih cukup rendah. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian pada variabel pemahaman tentang layout yang telah dilakukan kepada 70 responden tenaga kerja las di sejumlah bengkel di Kota Malang, 35 responden atau 50% responden memiliki pemahaman layout bengkel yang sedang atau cukup, 15 orang atau 21.4% memiliki pemahaman layout bengkel yang tinggi atau baik dan 20 responden atau 28.6% memiliki pemahaman yang kurang mengenai layout bengkel. Sedangkan pada variabel keselamatan kerja 13 responden (18,5%) memiliki pemahaman rendah, 27 responden atau (38,5%) memiliki pemahaman cukup, dan 30 responden atau (42,8%) memiliki pemahaman tinggi. Hasil uji hipotesis diketahui ada hubungan positif yang signifikan antara pemahaman layout bengkel terhadap keselamatan kerja di bengkel las Kota Malang. Pentingnya setiap pekerja untuk memahami mengenai tata letak atau layout yang baik untuk meningkatkan pemahaman dari keselamtan dalam bekerja. Semakin seorang tenaga kerja memahami suatu kondisi yang berhubungan dengan layout bengkel maka semakin baik untuk menghindari terjadinya kecelakaan dalam bekerja

    Kontribusi Kompetensi Praktikum, Kepribadian Proaktif, dan Pola Berpikir Berkembang terhadap Hasil Uji Kompetensi Keahlian

    No full text
    ABSTRAK   Fadillah, Faqih. 2017. Kontribusi Kompetensi Praktikum, Kepribadian Proaktif, dan Pola Berpikir Berkembang terhadap Hasil Uji Kompetensi Keahlian. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Widiyanti, M.Pd., (II) Drs. Wahono, S.ST., M.Pd.    Kata Kunci: kompetensi praktikum,kepribadian proaktif, pola berpikir berkembang, hasil uji kompetensi keahlian Salah satu tolok ukur peserta didik SMK yang siap bekerja adalah peserta didik yang memenuhi kompetesi, kompetensi peserta didik dapat diukur melalui Standar Kelulusan Minimum dan pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK).Tingkat pengangguran terbuka untuk pendidikan SMK menempati posisi tertinggi.  Tingkat pengangguran peserta didik tidak lepas dari aspek internal dan eksternal peserta didik, faktor internal seperti kepribadian dan pola berpikir sangat menentukan kesuksesan dalam dunia kerja. Pengembangan kepribadian peserta didik SMK sangat penting, hal ini berdampak pada karir lulusan SMK. Aspek yang dipertimbangkan tidak hanya keterampilan motorik dan kognitif akan tetapi aspek kepribadian (personality) seperti kepribadian proaktif dan pola berpikir juga berperan dalam perkemabangan karir lulusan SMK. Kesuksesan peserta didik dalam melaksanakan UKK tidak lepas dari sifat-sifat individu. Diperlukan penelitian terkait kontribusi kompetensi praktikum, kepribadian proaktif, dan pola berpikir berkembang terhadap hasil UKK. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui kontribusi kompetensi praktikum terhadap hasil UKK; (2) Mengetahui kontribusi kepribadian proaktif terhadap hasil UKK; (3) Mengetahui pola berpikir berkembang terhadap hasil UKK; (4) Mengetahui kontribusi kompetensi praktikum, kepribadian proaktif, dan pola berpikir berkembang terhadap hasil UKK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Variabel independen pada penelitian ini terdiri dari kompetensi praktikum (X1), kepribadian proaktif (X2), pola berpikir berkembang (X3); dan variabel dependen  adalah hasil Uji Kompetensi Keahlian (Y). Pengujian data menggunakan statistik parametrik dengan teknik analisis regresi. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Kontribusi kompetensi praktikum secara langsung dapat mempengaruhi hasil UKK di kalangan siswa SMKN 1 Singosari sebesar 2,28%; (2) Kontribusi kepribadian proaktif secara langsung dapat mempengaruhi hasil UKK di kalangan siswa SMKN 1 Singosari sebesar 4,94%; (3) Kontribusi pola berpikir berkembang secara langsung dapat mempengaruhi hasil UKK di kalangan siswa SMKN 1 Singosari sebesar 5,15%; (4) Kontribusi kompetensi praktikum, kepribadian proaktif, pola berpikir berkembang secara bersama-sama dan langsung mempengaruhi hasil UKK di kalangan siswa SMKN 1 Singosari sebesar 21,2% dengan faktor lain di luar variabel penelitian sebesar 78,8%. Saran dari penelitian ini adalah diperlukan pembinaan kepribadian dan pola berpikir untuk meningkatkan kompetensi peserta didik SMK.   ABSTRACT Fadillah, Faqih. 2017. The Contributions of Practicum Competence, Proactive Personality, and Thinking Patterns on Skill Performance Test. Sarjana’s Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Hj. Widiyanti, M.Pd., (II) Drs. Wahono, S.ST., M.Pd.   Keywords: competence, proactive personality, thinking pattern Keywords: practicum competence, proactive personality, thinking pattern, skill performance test One of benchmarks theVocational High School for ready to work are learners meet of the competencies, the competence of learners can be measured through minimum passing standards and the implementation of performance test.The unemployment rate the highest position for Vocational High School. The Unemployment rate of learners can not be separated from the internal and external aspects, internal factors such as personality and thinking pdatterns are crucial to success to work. Development of the personality of Vocational High School students is very important, it affects the career of vocational graduates. Not only motoric skills and cognitive but proactive personality and thinking patterns also to role in career vocational graduates. The success of learners in implementing the skill performance test is not separated from the individual traits. To necessary for research about contributions of practicum competence contribution, proactive personality, and developing thinking pattern to the result of the skill performance test. The purpose of this research are: (1) To know the contribution of practicum competence to the result of the skill performance test; (2) Knowing the contribution of proactive personality to the outcome of the skill performance test; (3) Knowing the thinking pattern develops on the results of the skill performance test; (4) Knowing the contribution of practicum competence, proactive personality, and thinking pattern to the result of the skill performance test. This research uses quantitative approach with correlation method. The independent variables in this study consist of practicum competence, proactive personality, developing thinking pattern; And the dependent variable is the result of skill performance test. This research data using parametric statistic with techniqueregression analysis. The results of this study are (1) The contribution of practicum competence can directly affect the outcomes of the Skill Performance Test students SMKN 1 Singosari by 2.28%; (2) The contribution of proactive personality directly may affect the outcomes of the Skill Performance Test students of SMKN 1 Singosari by 4.94%; (3) The contribution of thinking patterns to develop directly can affect the outcomes of the vocational high school among students SMKN 1 Singosari by 5.15%; (4) Contribution of practicum competence, proactive personality, thinking pattern develop together and directly affect the result of vocational high school among students SMKN 1 Singosari by 21.2% with other factor outside research variable equal to 78.8%. Suggestion from this research is needed coaching personality and thinking pattern to improve competence of vocational school students

    Pengembangan Program Manajemen Bengkel Berbasis Information Technogy (IT) pada Bengkel Pemesinan SMK Negeri 3 Boyolangu

    No full text
    ABSTRAK   Safrianto, Vaisol. 2017. Pengembangan Program Manajemen Bengkel Berbasis Information Technogy (IT) pada Bengkel Pemesinan SMK Negeri 3 Boyolangu. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Widiyanti, M.Pd., (II) Drs. Djoni Bangun, M.Pd.   Kata Kunci: Sistem Aplikasi, Manajemen Inventarisasi Bengkel Pemesinan Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu produk program manajemen berbasis information technology (IT) pada bengkel praktikum pemesinan di SMK Negeri 3 Boyolangu, dan penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui tingkat kualitas maupun tingkat kelayakan produk dari program manajemen berbasis information technology (IT) pada bengkel praktikum pemesinan di SMK Negeri 3 Boyolangu. Penelitian ini merupakan penelitian yang berjenis penelitian dan pengembangan (research and development). Model pengembangan produk diadaptasi dari model pengembangan waterfall dengan empat tahapan yang diantaranya adalah : analisis (analysis), perancangan (design), pengkodean (coding), dan yang terakhir adalah pengujian (testing). Untuk model pengujian atau langkah-langkah dilakukannya penelitian terhadap produk program manajemen berbasis information technology (IT) pada bengkel praktikum pemesinan di SMK Negeri 3 Boyolangu diadaptasi dari model ADDIE dengan lima tahapan, yaitu : analisis (analysis), perancangan (design), pengembangan (development), penerapan (implementation), dan yang terakhir dilakukannya evaluasi (evaluation). Instrumen penilaian yang digunakan adalah berupa angket, sebelumnya angket dan software dilakukan uji validitas dan kelayakan yang dilakukan oleh dosen ahli media dan dosen ahli materi, selanjutnya software yang sudah melewati tahap validasi dan memperoleh beberapa masukan dari dosen ahli dilakukan tahap uji coba ke bengkel praktikum pemesinan di SMK Negeri 3 Boyolangu. Dari hasil instrumen penilaian dilakukan analisis data dengan cara deskriptif dengan menghitung persentase jawaban yang selanjutnya disajikan dalam bentuk frekuensi kategori, dan diagram. Hasil penelitian ini berupa software produk dari program manajemen berbasis information technology (IT) pada bengkel praktikum pemesinan yang memiliki validitas ditinjau dari : (1) media yang mencangkup aspek kemanfaatan, tampilan, pemrograman, dan aspek konsistensi, dengan memperoleh skor sebesar 88,7% termasuk dalam kategori Valid/Layak; (2) materi yang meliputi aspek sistem informasi manajemen dan aspek manajemen inventori, dengan memperoleh skor sebesar 90,5% termasuk dalam kategori Valid/Layak; (3) kualitas produk oleh pengguna ditinjau dari aspek media dan materi, dengan memperoleh skor sebesar 93,3% termasuk dalam kategori Layak untuk digunakan pada bengkel praktikum pemesinan di SMK Negeri 3 Boyolangu

    Investigasi Struktur Mikro dan Kekerasan Duralium pada Multistage Artificial Aging

    No full text
    ABSTRAK   Tsamroh, Dewi Izzatus. 2017. Investigasi Struktur Mikro dan Kekerasan Duralium pada Multistage Artificial Aging. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D, (II) Drs. H. Solichin, S.T, M.Kes.   Kata Kunci: Multistage Artificial Aging, Duralium,Struktur Mikro,Morfologi, Kekerasan.   Duralium merupakan salah satu paduan aluminium yang banyak digunakan pada industri otomotif, aerospace, dan nuklir. Hal ini dikarenakan duralium memiliki sifat ringan, keuletan yang tinggi serta tahan korosi. Penggunaan paduan aluminium untuk komponen otomotif dituntut memiliki kekuatan yang baik. Aluminium dapat ditingkatkan kekuatannya melalui proses pemaduan (alloying), proses pengerjaan dingin (cold working) dan perlakuan panas (heat treatment) dengan proses penuaan (aging). Dalam penelitian ini, sifat mekanis duralium ditingkatkan dengan proses heat treatment, yaitu dengan menggunakan proses multistage artificial aging. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisispersebaran presipitat, morfologi serta kekerasan pada duraliumakibat multistage artificial agingI, II, dan III. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian eksperimen, yang menggunakan model penelitian the one-shot case study. Persebaran presipitat pada duralium diuji dengan menggunakan optical microscope, sedangkan morfologi duralium diuji dengan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Sedangkan pengujian kekerasan dilakukan dengan menggunakan Rockwell Hardness Test. Hasil pengujian dengan menggunakan optical microscope menunjukkan bahwa persebaran presipitat (CuAl2) paling banyak ditemukan pada duralium dengan variasi multistage III. Sedangkan persebaran presipitat (CuAl2) paling sedikit dietemukan pada duralium dengan variasi multistage I. Berdasarkan hasil pengamatan morfologi duralium akibat perlakuan multistage artificial aging dengan menggunakan SEM, struktur mikro pada duralium relatif sama (homogen) pada setiap variasi stage-nya. Perlakuan multistage artificial aging pada duralium menyebabkan ukuran partikel pada setiap stagenya menjadi lebih kecil dengan jarak yang cukup dekat pada setiap variasi stage-nya. Sedangkan nilai kekerasan duralium meningkat. Kekerasan paling tinggi adalah duralium yang mengalami proses multistage artificial aging III yaitu 79.66 HRE, sedangkan kekerasan terendah adalah duralium yang mengalami proses multistage artificial aging I yaitu 74.33 HRE. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan panasmultistage artificial agingberpengaruh pada persebaran presipitat serta morfologi duralium yang juga mempengaruhi sifat mekanis duralium yaitu peningkatan kekerasan material.                 ABSTRACT   Tsamroh, Dewi Izzatus. 2017. Investigation of Microstructure and Hardness Value of Duraliumon Multistage Artificial Aging.Thesis.Mechanical Engineering Department, Mechanical Engineering Program, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (I) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D, (II) Drs. H. Solichin, S.T, M.Kes.   Keywords: Multistage Artificial Aging, Duralium, Microstructure, Morphology, Hardness.   Duraliumis one of aluminium alloy that commonly used in automotive industry, aerospace, and nuclear. That’s caused duralium has mild properties, high ductility and corrosion-resistant.Aluminium alloy for automotive component must has good strength. Aluminium’s strength can be increased by alloying, cold working, and heat treatment with aging process. In this research, mechanical properties of duralium is increased by heat treatment process that called by multistage artificial aging process. The aim of this research were to analyze precipitate distribution, morphology and hardness of duralium due to multistage artificial aging I, II, and III. This research included in experimental research category, by the one-shot case study research  model. Precipitate distribution on duralium tested by optical microscope, while duralium morphology tested by using Scanning Electron Microscope (SEM).Hardness tested by usingRockwell Hardness Test. The result of research showed that the most population of precipitate(CuAl2) could be found at duralium in multistage III variation. And the fewest population of precipitate (CuAl2) was be found at duralium inmultistage I variation. Based on duralium morphology observation against multistage artificial aging treatment by using SEM, microstructure of duralium relatively equal (homogeny) at every stage of its variation. Multistage artificial agingon duralium made particle’s size in every stage become smaller with short distance. Hardness value of duralium was increased. The highest hardness value of duralium was duralium which got multistage artificial aging III treatment with 79.66 HRE, while the lowest hardness value was duralium which got multistage artificial aging I treatment with 74.33 HRE. Based on research could be concluded that multistage artificial aging heat treatment influenced the precipitate distribution, morphology, and increasing hardness value of duralium

    Pengaruh Variasi Arus Pengelasan Flux Core Arc Welding terhadap Struktur Mikro, Nilai Kekerasan dan Distorsi pada Pengelasan Kampuh V dengan Pelat Baja St 37

    No full text
    ABSTRAK Maijuansyah. 2017.Pengaruh Variasi Arus Pengelasan Flux Core Arc Welding terhadap StrukturMikro, Nilai Kekerasandan Distorsi pada Pengelasan Kampuh V denganPelat Baja St 37. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Heru Suryanto, S.T., M.T., (II) Drs. H. Solichin, S.T., M.Kes. Kata Kunci: arus pengelasan, struktur mikro, kekerasan, distorsi, FCAW, baja ST37 Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi arus pengelasan terhadap struktur mikro, nilai kekerasan, dan distorsi pada pengelasan FCAW kampuh V baja ST37. Penelitian ini mengunakan metode kuantitatif eksperimental. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Variasi arus pengelasan yang digunakan adalah 80A, 110A, dan 140A. Posisi pengelasan yang digunakan adalah posisi 1G dengan model kampuh V menggunakan las FCAW dengan gas pelindung CO2 dan wire yang digunakan E71T1. Pengujian yang dilakukan adalah pengukuran distorsi sudut, uji struktur mikro, dan ujivickers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mendapat perlakuan variasi arus pengelasan terlihat perbedaan jenis butir, ukuransertabentukmasing-masingperlakuanvariasiarusdanterjadipadadaerahweld metal, HAZ dan Base metal. Hasil pengukuran kekerasan pada pengelasan FCAW dengan variasi arus 80A, 110A, dan 140A adalah berturut-turut sebesar 284,1 HV, 240,4 HV, dan 227,5 HV pada daerah weld metal. Pada daerah HAZ sebesar 262,7 HV, 236,9 HV, dan 195,6 HV. Padadaerahbase metaldengan jarak pengujian 10 mm dari titik tengah weld metal sebesar 237,8 HV, 193,1 HV, dan 193,7 HV. Pada daerah base metal dengan jarak pengujian 15 mm dari titik tengah weld metal sebesar 246,9 HV,173,2 HV, dan 180,5 HV.Hasilpengukurandistorsisudut yang terjadisetelah proses pengelasan dengan variasi arus 80A, 110A, dan 140A adalah berturut-turut sebesar 2°, 2,33°, dan 2,7°padadaerah awalpengelasan. Pada daerah tengah pengelasan adalah 2,13°, 2,43°, dan 2,83°. Pada daerah akhir pengelasan adalah 2,2°, 2,567°, dan 2,9°

    PENGARUH PENAMBAHAN VELOCITY STACK PADA KARBURATOR TERHADAP DAYA DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR HONDA MEGAPRO

    No full text
    ABSTRAK Saputra, Ferdi Ringga Lana. 2017. Pengaruh Penambahan Velocity Stack pada Karburator terhadap Daya dan Konsumsi Bahan Bakar Honda Megapro. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Paryono, S.T., M.T. (II) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.Pd., M.M. Kata Kunci : velocity stack, daya, konsumsi bahan bakarVelocity Stack merupakan suatu alat yang berbentuk seperti terompet yang ditempatkan pada saluran udara masuk sebelum karburator, yang berfungsi untuk memperlancar aliran udara yang masuk ke dalam ruang bakar dengan maksud untuk mengurangi efek kerugian udara masuk atau disebut efek Vena Contracta serta aliran udara yang masuk akan semakin lembut dan tekanan udara semakin meningkat.Penelitian ini menggunakan jenis eksperimen, dimana variabel bebasnya adalah pemasangan velocity stack pada saluran masuk dan variabel terikatnya adalah daya dan konsumsi bahan bakar yang diperoleh dengan menggunakan dynotest dan gelas ukur di laboratorium AHASS Asia Sulfat. 3500 – 8500 rpm putaran mesin dengan kenaikan 1000 rpm untuk setiap pengamatan digunakan untuk mendapatkan data, kemudian statistik parametrik dengan menggunakan metode paired sample t test digunakan untuk menganalisis data yang dibantu oleh SPSS 20 untuk windows.Berdasarkan hasil penelitian tersebut pemasangan velocity stack dapat memberikan efek positif terhadap daya dan konsumsi bahan bakar sepeda motor Honda Megapro.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Daya Honda Megapro standar yaitu 1,44 Hp pada putaran 3500 rpm, sedangkan daya yang menggunakan Velocity Stackmenghasilkan daya sebesar 2,19 Hp. Pada putaran 8500 rpm daya Honda Megapro standar menghasilkan daya sebesar 13,83 Hp, sedangkan daya yang menggunakan Velocity Stack menghasilkan daya sebesar 14,26 Hp. Untuk konsumsi bahan bakar menunjukkan bahwa konsumsi bahan bakar mesin Honda Megapro yang menggunakan velocity stack  lebih irit jika dibandingkan dengan mesin standar. Dengan meningkatnya daya setelah pemasangan velocity stack pada rpm 3500 hingga 8500 maka akselerasi mesin akan semakin tinggi, sehingga putaran tinggi akan mudah dicapai dan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai pada putaran tinggi lebih singkat maka penggunaan Bahan bakar semakin lebih baik

    0

    full texts

    1,608

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇