SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
. Pengaruh Penggunaan Elektronik Turbocharger Terhadap Emisi Gas Buang pada Sepeda Motor
Abstrak Kata Kunci :Elektronik Turbocharger, Gas Buang, Karbon Monoksida, Hidrokarbon Pencemaran udara yang disebabkan gas buang kendaraan bermotor merupakan ancaman bagi kesehatan mahluk hidup. Hal itu disebabkan karena pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor semakin meningkat pada setiap tahunnya. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi emisi gas buang diantaranya dengan dikeluarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2006 tentang ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor. Keadaan ini pasti membutuhkan solusi salah satunya pengurangan emisi gas buang kendaraan bermotor.salah satu upaya alternatif untuk memaksimalkan pembakaran adalah dengan membuat aliran putar turbulen pada fluida kerja (swirl) sehingga mengoptimalkan percampuran udara dengan bahan bakar salah satunya dengan Elektronik Turbocharger. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui jumlah emisi gas buang (CO dan HC) yang dihasilkan mesin yang belum terpasang Elektronik Turbochargerdan sudah terpasang Elektronik Turbocharger. (2) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh pada penggunaan Elektronik Turbocharger terhadap emisi gas buang CO. (3) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh pada penggunaan Elektronik Turbocharger terhadap emisi gas buang HC. Penelitian ini menggunakan jenis metode eksperimen dengan menggunakan dua variabel penelitian. Vareabel bebas dalam penelitian ini adalah jenis Elektronik Turbocharger,Variabel terikat dalam penelitian ini adalah emisi gas buang. Penelitian untuk menguji emisi gas buang dilaksanakan di Laboratorium Otomotif Universitas Negeri Malang. Data yang diambil dari rpm 1500 sampai 7500 dengan kenaikan 1500 rpm. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik parametrik menggunakan metode statistik Paired Sample t Test dengan bantuan SPSS 20 for Windows. Hasil penelitian yang didapat pada penelitian tersebut ialah, pemasangan Elektronik Turbocharger memberikan dampak positif yaitu berkurangnya kadar CO dan HC setelah pemasangan Elektronik Turbocharger. Hasil tersebut dipengaruhi oleh pusaran yang terjadi didalam saringan udara sihingga campuran udara dan bahan bakar lebih homogen yang berakibat pembakaran yang sempurna. Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemasangan Elektronik Turbocharger terhadap emisi gas buang CO dan HC pada Honda Vario 125 eSP pada putaran 1500 rpm, 3000 rpm, 4500 rpm, 6000 rpm dan 7500 rpm
ANALISIS PENAMBAHAN PENGHEMAT BH BK BERBASIS ELEKTROLISIS AIR MESIN TERHADAP DAYA DAN TORSI SEPEDA MOTOR
ABSTRAK Prahtama, Dimas Chandra. 2017. Analisis Penambahan Penghemat Bh Bk Berbasis Elektrolisis Air terhadap Daya Sepeda motor. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Mardji, M. Kes, (II) Drs, Eddy Rudiyanto, M.Pd. Kata Kunci: penghemat bahan bakar, elektrolisir air, daya mesin Bahan bakar adalah suatu materi apapun yang bisa diubah menjadi energi. Biasanya bahan bakar mengandung energi panas yang dapat dilepaskan dan dimanipulasi. Kebanyakan bahan bakar digunakan manusia melalui proses pembakaran (reaksi redoks) di mana bahan bakar tersebut akan melepaskan panas setelah direaksikan dengan oksigen di udara. Proses lain untuk melepaskan energi dari bahan bakar adalah melalui reaksi eksotermal dan reaksi nuklir (seperti Fisi nuklir atau Fusi nuklir). Hidrokarbon (termasuk di dalamnya bensin dan solar) sejauh ini merupakan jenis bahan bakar yang paling sering digunakan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Apakah Ada Perbedaan Pengaruh Antara Penambahan Bahan Bakar dan Tanpa Penambahan Penghemat Bahan Bakar Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan penambahan penghemat bahan bakar dan tanpa penambahan penghemat bahan bakar. sedangkan variabel terikat dalam penelitian yaitu konsumsi daya mesin. Pengambilan data dilakukan sebanyak 7 kali pada setiap putaran mesin yang uji yaitu 3750 rpm sampai 10000 rpm dengan tahap kenaikan 250 rpm. Uji hipotesis dilakukan menggunakan metode statistik parametrik Paired Sample T Test dengan uji prasyarat berupa uji normalitas data menggunakan Kolmogrov Smirnov Test. Berdasarkan pembahasan di atas pada beberapa perobaan denngan variasi putaran mesin 3750 rpm sampai 10000 rpm dengan tahap kenaikan 250 rpm, dapat diketahui bahwa pada tanpa penghemat bh bk menghasilkan daya terendah 1,5 Hp da daya ter tinggi 11,7 Hp. Sedangkan pada penggunaan penghemat bh bk menghasilkan daya terendah 2,6 Hp dan daya tertinggi 11,8 Hp, maka dari hasil tabel 4.3 hasi uji paired sampel T-tes di ketahui bahwa tanpa penambahan penghemat bh bk maupun yang menggunaka penghemat bh bk menunjukkan hasil yang berbeda terhadap daya mesin, namu daya yang paling baik pada penambahan penghemat bahan bakar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan pada daya mesin Yamaha Nuvo akibat Penambahan Penghemat Bahan Bakar dan tanpa Penambahan Penghemat Bahan Bakar. Disarankan agar pada penelitian berikutnya menggunakan beberapa macam penghemat bh bk berbasis elektrolisis Air dengan katalis yang lainya agar hasil penelitian yang di lakukan lebih luas.
Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation Metode Mind Mapping Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Sistem Pemindah Tenaga Materi Sistem Transmisi Bagi Siswa SMK Kelas XI TKR SMK Nasional Malang
ABSTRAK Dwiprani, Yani Atmaja. 2018. Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation Metode Mind Mapping Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Sistem Pemindah Tenaga Materi Sistem Transmisi Bagi Siswa SMK Kelas XI TKR SMK Nasional Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Drs. Syarif Suhartadi, M.Pd., (II) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.M., M.Pd. Kata Kunci: model pembelajaran GI, metode peta konsep, hasil belajar Pembelajaran yang diterapkan di SMK saat ini bersifat teacher center yang artinya seluruh kegiatan belajar dipusatkan oleh guru serta menggunakan metode ceramah sehingga pembelajaran menjadi membosankan. Siswa menjadi sulit memahami materi yang diajarkan oleh guru sehingga mempengaruhi hasil belajar yang diperoleh siswa. Disamping itu, perhatian siswa pada saat pembelajaran berlangsung kurang maksimal karena pembelajaran yang diterapkan kurang bervariasi. Jumah siswa pada setiap kelas cenderung besar sehingga fokus siswa mudah terpecah karena perhatian guru kurang merata. Oleh karena itu, perlu adanya penyesuaian model pembelajaran disertai metode yang bersifat student center yang dapat meningkatkan kreatifitas siswa sehingga pembelajaran dikelas menjadi menyenangkan serta berdampak positif terhadap hasil belajar. Hasil belajar siswa menjadi sangat penting karena digunakan sebagai tolok ukur untuk mengetahui keberhasilan pada proses pembelajaran di sekolah. Modelpembelajar group investigationmerupakan model pembelajaran kooperatif yang sesuai dengan teori belajar kontruktivisme yang memberikan penekanan pada kemampuan untuk saling bekerja sama serta saling membantu dalam memahami materi pelajaran yang diajarkan atau menyelesaikan tugas yang diberikan. Model pembelajaran tersebut dikolaborasikan dengan metode mind mappinguntuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sistem pemindah tenaga materi sistem transmisi. Metode mind maping merupakan cara mencatat efektif, kreatif, serta memetakan ide-ide berdasarkan pemahaman setiap individu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Rancangan penelitiannya adalah eksperimen semu dan desain penelitian yang digunakan adalah posttest only control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMK Nasional Malang yang terdiri dari dua kelas, sedangkan sampelnya adalah kelas XI TKR 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI TKR 2 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen terdiri dari 30 siswa dan kelas kontrol terdiri dari 32 siswa. Penelitian ini menggunakan dua instrument: instrumen perlakuan (silabus dan RPP) dan instrumen pengukuran (tes pilihan ganda materi sistem transmisi). Data yang diperoleh pada kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan hasil yang berdistribusi normal dan homogen. Analisis hasil belajar materi sistem transmisi dilakukan menggunakan uji t independen. Berdasarkan hasil analisis uji hipotesis tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil belajar pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol karena nilai rata-rata pada kelas eksperimen secara klasikal lebih tinggi daripada kelas kontrol. Penerapanan model pembelajaran group investigation dapat meningkatkan kemampuan berpikir yang lebih tinggi saat melakukan investigasi sehingga materi dapat tersimpan dalam memori jangka panjang. Model pembelajaran tersebut dapat melatih siswa untuk berfikir secara logis dan kritis sehingga kreativitas siswa dapat berkembang. Metode mind mapping dikolaborasikan dengan model pembelajaran group investigation agar siswa lebih aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Siswa dituntut terlibat secara aktif dan langsung saat pembuatan mind map sehingga mereka dapat mengembangkan konsep terkait materi yang sedang dipelajari untuk menumbuhkan keberanian siswa dalam mengembangkan kreatifitas. Oleh karena itu, model pembelajaran serta metode pembelajaran tersebut sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil belajar pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran group investigationmetode mind mapping lebih tinggi daripada hasil belajar kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran group investigation metode diskusi.Siswa lebih memahami tentang materi sistem transmisi karena dibagi menjadi beberapa kelompok secara kooperatif serta tanpa melakukan kegiatan diskusi.Pelaksanaan presentasi sangat sistematis, sehingga siswa tidak bingung dalam memahami materi sehingga pembelajaran menjadi efektif dan menarik. Model pembelajaran group investigationmetode mind mapping dapat diimplementasikan oleh guru dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah untuk meningkatkan hasil belajar
Studi Tentang Harapan dan Realitas Pelaksanaan Praktik Industri Siswa Jurusan Teknik Pengelasan di SMKN 1 Udanawu
ABSTRAK Harapan peserta didik terhadap pelaksanaan praktik industri merupakan suatu hal yang harus menjadi perhatian bagi semua pihak yang berurusan dengan pendidikan SMK. Harapan dari peserta didik tersebut harus dapat tercapai dalam pelaksanaan praktik industri. Realitas pelaksanaan praktik industri merupakan kegiatan nyata yang dilaksanakan peserta didik saat melaksanakan kegiatan praktik industri di industri yang telah dipilih. Realitas pelaksanaan praktik industri ini sangat menentukan keberhasilan atau kegagalan praktik industri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan harapan peserta didik terhadap pelaksanaan praktik industri, realitas pelaksanaan praktik industri yang dilakukan peserta didik, manfaat praktik industri bagi peserta didik serta perbandingan antara harapan dan realitas pelaksanaan praktik industri.Penelitian ini tergolong penelitian ex post fakto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua peserta didik kelas XIIJurusan Teknik Pengelasan di SMKN 1 Udanawu yang berjumah 104 peserta didik, smentara sampel yang diguanakan adalah semua anggota dari populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode angket/kuisioner. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan microsoft excel. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif.Penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil analisis data sebagai berikut: Harapan peserta didik terhadap pelaksanaan praktik industri dalam kategori tinggi yaitu dengan rata-rata 94,21. Realitas pelaksanaan praktik industri yang telah dilakukan oleh peserta didik dalam kategori tinggi dengan rata-rata 89,83. Manfaat pelaksanaan praktik industri bagi peserta didik masuk dalam kategori tinggi dengan rata-rata 62,65. Selisih antara harapan dengan realitas pelaksanaan praktik industri sebesar 4,38 diambil dari rata-rata keduanya. Nilai realitas sedikit lebih rendah dibandingkan dengan harapan pelaksanaan praktik industri. Berdasarkan penelitian ini, terdapat sedikit perbedaan antara harapan peserta didik terhadap pelaksanaan praktik industri dengan realitas pelaksanaannya. Peneliti mengajukan saran kepada SMKN 1 Udanawu yang mungkin dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan praktik industri. Saran tersebut adalah pihak SMK harus lebih selektif dalam memilih tempat pelaksanaan praktik industri. Saran kedua, pemilihan pembimbing dari sekolah juga harus diperhatikan, sebab pembimbing berperan dalam membantu peserta didik dalam mengatasi kesulitan. Peneliti sejenis dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian lain yang sejeni
STUDI PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN SISWA SMK ISLAM 1 BLITAR PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN
ABSTRAK Bhaktiar, IlhamBagus. 2018. Study of Implementation of Field Work Practice of Students Smk Islam 1 Blitar Program of Machinary Engineering Expertise. Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors (1) Dr. Yoto, S.T., M.Pd, M.M. (2) DrsSuharmanto, M.Pd. Keywords: Field Work Practice, Implementation, SMK This study aims to find out the study of the implementation of field work practice of SMK Islam 1 Blitar students of machining engineering program which includes field work practice planning, field work practice, student performance assessment of field work practice, and supporting and inhibiting factors of field work practice. The design of this research using descriptive research using qualitative approach, to describe the data of research results from interviews, observation, and documentation The results showed that; (1) planning of field work of SMK Islam 1 Blitar field begins by making cooperation with industry, preparation of requirement and duty of teacher of field work practice teacher from school, preparation of infrastructure from industry to guide student of field work practice, Student Processing Before Practice Work Practice Field. Preparation of Facilities and Infrastructures Supporting Field Work Practices, Harmonization of Vocational High School Curriculum with DU / DI which aims to facilitate the students of field work practice (2) the implementation of Islamic SMK 1 Blitar field work practices include the placement of students in accordance with the competence of skills, the industry, student counseling from field practitioners, as well as from industrial infrastructure, student monitoring from fieldwork teachers and industrial infrastructure, and student pick-up. (3) assessment of students' performance in field work of SMK Islam 1 Blitar is done by school and industry. The assessment of work is carried out by the industry while the assessment of daily journal and field work report is done by the school. Aspects of the assessment include the ability, responsibility, discipline, discipline and certification to the students as evidence of fieldwork practice. (4) factors supporting the field work practice SMK Islam 1 Blitar include students are entitled to choose the location of field work practices, the industry provides guidance work good and true to students doing field work practices, while the factors hampering the practice of field work SMK Islam 1 Blitar including lack of industry-provided tools, students who are not prepared to undertake field work practices, and expenses during fieldwork practice. Solutions provided in overcoming these obstacles include schools providing safety equipment loans if the limitations of safety equipment in the industry, students consulted first with people, students who are less able to be assisted by schools, students who are not ready to practice field work will be fostered further by school
pengembangan buku ajar pengoperasian mesin bubut model majalah untuk pembelajaran praktikum pemesinan dasar di SMK PGRI 3 Malang
ABSTRAK Pamungkas, Linarto Setio. 2018. Pengembangan Buku Ajar Pengoperasian Mesin Bubut Model Majalah untuk Pembelajaran Praktikum Pemesinan Dasar di SMK PGRI 3 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Waras Kamdi, M.Pd., (II) Marsono, M.Pd., Ph.D. Kata Kunci: buku ajar, majalah, pemesinan dasar, SMK Buku ajar pengoperasian mesin bubut model majalah dibuat sebagai salah satu sumber belajar praktikum pemesinan dasar. Disamping itu, Karakter majalah yang menonjolkan tampilan berupa variasi gambar dan tulisan memikat dapat memicu rangsangan rasa ingin tahu yang tinggi bagi pelajar sekolah menengah kejuruan. Maka dari itu, pelajar dapat belajar secara aktif dengan adanya buku ajar pengoperasian mesin bubut model majalah. Secara spesifik, buku ajar model majalah membahas pemesinan bubut dasar sejumlah 26 topik. Buku ajar pengoperasian mesin bubut model majalah dikembangkan dengan metode penelitian dan pengembangan, meliputi survei lapangan, pembuatan produk, dan uji coba produk. Sedangkan, subjek uji coba melibatkan ahli media, bahasa, materi, guru, dan pelajar agar buku ajar dinilai valid. Kemudian, uji lapangan dilakukan di SMK PGRI 3 Malang Jurusan Teknik Mesin kelas X. Setelah itu, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert. Kemudian, analisis data menggunakan persentase. Hasil pengembangan buku ajar pengoperasian mesin bubut model majalah menunjukkan sesuai kriteria yang dinyatakan oleh ahli media, bahasa, materi, guru, dan pelajar SMK. Dari segi tampilan, pengembangan buku ajar model majalah sesuai dengan kriterian media yang digunakan. Sedangkan, isi buku ajar model majalah menunjukkan sesuai tujuan pembelajaran yang berlandaskan kurikulum pemesinan bubut. Dengan demikian, pelajar dapat menggunakan buku ajar pengoperasian mesin bubut model majalah secara efektif saat melakukan prektikum pemesinan bubut dasar
Simulasi Implan Tulang Manusia Material Duralium dengan Variasi Pembebanan Menggunakan Software Ansys
ABSTRAK Mujahidin,DidinSimulasi Implan Tulang Manusia Material Duralium Dengan Variasi Pembebanan Menggunakan Software AnsysSkripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ir. Djoko Kustono, M.Pd (II) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D Kata Kunci: Implan, Duralium, Tegangan Tekan, Elastisitas, Tegangan Geser, Tulang, Implan tulang merupakan suatu alat yang digunakan sebagai penopang bagian tubuh, dan penyangga tulang pada kasus patah tulang (fraktur). Scaffold, plate, bone screw, dan beberapa alat lain dapat digunakan secara kombinasi menjadi penopang dan pengisi sambungan antara tulang yang patah sebelum jaringannya mengalami pertumbuhan. Material inplan yang sering digunakan adalah Titanium, Stainless steel dan keramik, yang mana bahan ini sangat sering kita jumpai dalam penggunaan alat-alat kesehatan. Biokompatibel dari sebuah bahan menjadi pertimbangan saat proses perencanaan sebuah alat kesehatan. Penelitan ini bermaksud untuk mengetahui ketahanan material duralium sebagai bahan implan terbaru, sebagai pengembangan dan terobosan didunia kesehatan. Metode penelitian ini menggunakan simulasi pada software Ansys 18.1. Implan didesain, kekuatan materialnya ditentukan kemudian diberi pembebanan dengan 6 variasi (450 N, 550 N, 650 N, 750 N, 850 N dan 950 N). Simulasi tersebut merupakan metode yang mengidentifikasi kekuatan material meliputi tegangan tekan (Equivalent Stress), tegangan geser (Shear Stress) dan Elastisitas (Total Deformation) dari material duralium sebagai bahan implan dengan berbagai variasi pembebanan. Berdasarkan hasil penelitian bahan duralium memiliki tegangan tekan sebesar 4757400 Pa lebih tinggi dari 950000 Pa untuk implan berbahan ZnO-Al2O3 , sedangkan tegangan geser duralium 1084500 Pa lebih tinggi dari 313720 Pa untuk implan berbahan ZnO-Al2O3. Jika dibandingkan dengan implan titanium tegangan tekan tertinggi 150000 Pa bahan duralium memiliki tegangan tekan lebih tinggi dari titanium. Tegangan geser tertinggi titanium 4358,1 Pa berarti implan dengan material duralium tegangan geser yang lebih tinggi dari titanium. Sedangkan jika dibandingkan stainless steel dengan tegangan tekan 564000000 Pa, maka tegangan tekan duralium lebih rendah. Kekerasan material mempengaruhi ketahanan terhadap keausan. Kekerasan material Duralium lebih rendah dibandingkan dengan Titanium dan ZnO-Al2O3, Sehingga total deformasi (elastisitas) Duralium lebih tinggi dari Titanium dan ZnO-Al2O3
Analisis Penggunaan Pegas Kopling Kawasaki KLX dan Honda Tiger Terhadap Akselerasi dan Konsumsi Bahan Bakar pada Yamaha Vixion
ABSTRAK Kata Kunci: pegas kopling, akselerasi, konsumsi bahan bakar Perkembangan industry otomotif sangatlah pesat dengan disertai jumlah kendaraan bermotor yang meningkat. Selain memodifikasi mesin, modifikasi sepeda motor yang lain juga dapat dilakukan dari system pemindah tenaga dengan tujuan agar menghasilkan performa sepeda motor yang optimal. Salah satunya dengan mengganti pegas kopling. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh akselerasi dan konsumsi bahan bakar pada sepeda motor Yamaha Vixion yang menggunakan pegas kopling Kawasaki KLK, pegas kopling Honda Tiger, dan pegas kopling standart Yamaha Vixion. Penelitian ini menggunakan jenis eksperimen. Dimana variable bebasnya adalah variasi kekuatan pegas kopling, yaitu: pegas kopling Kawasaki KLX, pegas kopling Honda Tiger, dan pegas kopling standart Yamaha Vixion. Sedangkan variable terikatnya adalah akselerasi dan konsumsi bahan bakar sepeda motor. Data yang diambil untuk menguji akselerasi sepeda motor dimulai dari 30 km/jam hingga 130 km/jam dengan kenaikkan kecepatan 10 km/jam. Kemudian untuk menguji konsumsi bahan bakar dilakukan setiap 1 km dari 10 km. Selanjutnya, data akan dianalisis menggunakan metode one way anova yang dibantu oleh SPSS 22 untuk windows. Berdasarkan data pengujian, akselerasi terbaik terdapat pada pegas kopling Kawasaki KLX dengan akselerasi maksimum 9.970 s dan minimum 1.780 s. Peningkatan konsumsi bahan bakar terbaik terdapat pada pegas kopling Kawasaki KLX dengan konsumsi bahan bakar maksimum 206.20 ml dan minimum 19.80 ml. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan akselerasi dan konsumsi bahan bakar yang signifikan pada sepeda motor Yamaha Vixion yang menggunakan pegas kopling Kawasaki KLK, pegas kopling Honda Tiger, dan pegas kopling standart Yamaha Vixion
Anwar, Amirul. 2014.PengaruhPenggunaanBusi Iridium Dan Busi PlatinumTerhadapAkselerasi Motor Honda InjeksiCb150r Tahun 2014. Skripsi ,JurusanTeknikMesin, UniversitasNegeri Malang.
ABSTRAK Pada saat ini, teknologi semakin berkembang dan menjadi kebutuhan semua orang terutama di bidang transportasi. Namun dikalangan anak muda, kendaraan ini sebagaian besar digunakan untuk ajang balapan. Berdasarkan analisis praktek ditemukan bahwa standar yang ada pada kendaraan tersebut di fungsikan sebagai media balapan kurang maksimal. Hal ini yang melatar belakangi penelitian tentang meningkatkan kecepatan dari kendaraan.Teknologi dalam penelitian ini berfokus pada sistem penyemprotan bahan bakar injeksi. Sistem injeksi berbeda dengan sistem karburator karena proses pencampuaran bahan bakar dilakukan ruang pembakaran dengan cara menyemprot. Tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk mengetahui selisih kecepatan kendaraan dengan menggunakan busi iridium, busi standart, dan busi platinum.Untukmengimbangi teknologi injeksi, perlu ditunjang komponen sistem pembakaran dengan spesifikasi yang lebih tinggi pada mesin honda CB150R. Peneliti ini menggunakan prosedurpemeriksaankendaraandalamkondisi normal. Dengan media kendaan Honda CB150R menggunan alat Dyno test. Dyno test ini digunakan untuk mengukur kecepatan kendaraan. Sedangkan untuk teknik yang digunakan adalah analisis statistik menggunakan metode One Way Anova dengan bantuan SPSS For Windows. Dari hasil penelitian prakter tersebut menghasilkan selisih waktu yang diperoleh dari masing masing busi dengan di lakukan pengulangan sebanyak lima kali. Hasil dari penelitian (1) Busi tipe standart pada putaran bawah pada detik 0.3 menghasilkan 13.74 km/jam putaran atas pada detik 3.3 menghasilkan 107.15 km/jam. (2) Busitipe Iridium pada putaran bawah menghasilkan di detik 0.3 menghasilkan 14.07 km/jam putaran atas pada detik 3.3 menghasilkan 128.33 km/jam. (3)Busitipe Platinum pada putaran bawah menghasilkan di detik 0.3 menghasilkan 15.07 km/jam, sedangkan untuk putaran atas pada detik 3.3 menghasilkan 131.61 km/jam. Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa busi iridium adalah busi yang waktu tempuhnya paling singkat, diikuti dengan busi platinum dan paling bawah busi standart yang pencapaiannya waktu tempuh paling lama
Pengembangan Modul Pembelajaran Sistem CVT Pada Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor Kelas XII TBSM SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi
ABSTRAK Kurniawan, Joni. 2018. Pengembangan Modul Pembelajaran Sistem CVT pada Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor Siswa Kelas XII TeknikBisnisSepedaMotor SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Drs. Syarif SuhartadiM.Pd (II) Drs. Sumarli M.Pd, M.T. Kata Kunci: media pembelajaran, modulsistem CVT, pemeliharaan mesin sepeda motor. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul sistem CVT pada mata pelajaran pemeliharaan mesin sepeda motor siswa kelas XII Teknik Bisnis SepedaMotor SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Serta untukMengetahui kelayakan pengembangan modul system CVT yang tepat untuk mendukung proses pembelajaran di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development ADDIE yang dikemukakan oleh Robert Maribe Branch, yaitu (analysis, design, development, implementation, dan evaluation). Pengambilan data dilakukan dengan cara validasi ahli media dan ahli materi . Selanjutnya respon uji coba pemakaian oleh siswa yang berupa tes. Tes yang dilakukan berupa soal pretest dan posttest terkait dengan modul pembelajaran sistem CVT. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII Teknik Bisnis SepedaMotor 1 SMK muhammadiyah 7 Gondanglegi offering 1 sebagai kelas kontrol dan offering 2 sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan kualitas modul sebagai berikut: (1) hasil validasi ahli materi dari dosen menunjukan tingkat kelayakan modul sebesar 95.35%, (2) hasil validasi ahli materi dari guru menunjukan tingkat kelayakan modul sebesar 95.93%, (3)hasil validasi ahli media menunjukan tingkat kelayakan modul sebesar 92.85%, (4) hasil dari uji keefektifan modul pada nilai pretest kelas XII Teknik Bisnis SepedaMotor 1offering 1diperoleh rata-ratas ebesar 62,813% dan offering 2 sebesar 64,688% sedangkan hasil nilai posttest kelas XII Teknik Bisnis Sepeda Motor offering 1diperoleh rata-rata sebesar 73,875 dan offering 2 sebesar 86,75. Kesimpulan penelitian ini adalah moduls ystem CVT mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor valid dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada kompetensi pemeliharaan mesin sepeda motor oleh siswa SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, terdapat perbedaan rata-rata nilai akhir/posttest yang menggunakan modul pengembangan sistem CVT sepeda motor dan tanpa menggunakan modul sistem CVT sepeda motor