SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
Pengaruh Campuran Bioetanol Dan Pertamax Terhadap Daya Mesin Motor Satria FU 150 cc
ABSTRAK Rozi, Irwan. 2017. Pengaruh Campuran Bioetanol Dengan Pertamax Terhadap Daya Mesin Motor Satria FU 150 CC. Sekripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.Pd., M.M., (II) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd. Kata Kunci: campuran bioetanol, pertamax, daya Pada masa sekarang ini sepeda motor banyak digunakan untuk kompetisi. Orang berlomba-lomba untuk meningkatkan daya mesin, banyak cara untuk meningkatkan daya kendaraan salah satunya dengan menaikan nilai oktan pada bahan bakar. Nilai oktan bahan bakar dapat dinaikkan dengan cara mencampurkan bioetanol dengan pertamax. Penelitian yang dilakukan adalah termasuk penelitian True Experiment. TrueExperiment(Eksperimen Murni) merupakan metode penelitian yang didesain dengan adanya kelompok kontrol dan cara mengukur perubahan yang muncul dalam kedua kelompok. Dalam penelitian, perlakuan berupa penggunaan bahan bakar BP0, BP10, BP20, dan BP30 kemudian akan dilihat hasilnya berupa perubahan yang terjadi pada daya, torsi dengan menggunakan alat dynamometer. Daya yang dihasilkan dari pemakaian bahan bakar pertamax murni 9,405 hp, daya yang dihasilkan dari campuran bahan bakar BP10 9,5 hp, daya yang dihasilkan dari campuran bahan bakar BP20 9,689 hp, daya yang dihasilkan dari campuran bahan bakar BP30 9,641. Berdasarkan hasil data yang diperoleh maka dengan mencampurkan bioetanol pada bahan bakar pertamax dapat meningkatkan daya pada mesin motor Satria FU 150 cc
ANALISIS CACAT CORAN, KEKUATAN TARIK, DAN KEKERASAN PADUAN Al-Si DENGAN VARIASI BAHAN PENGIKAT BENTONIT, TETES TEBU, DAN LEMPUNG LOKAL BANGKALAN
RINGKASAN Syaifullah, Candi Galih. 2018. Analisis Cacat Coran, Kekuatan tarik, dan Kekerasan Paduan Al-Si dengan Variasi Bahan Pengikat Bentonit, Tetes Tebu, dan Lempung Lokal Bangkalan. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D (2) Muhammad Alfian Mizar, H, Dr.M.P. Kata kunci : pengecoran logam, lempung lokal Bangkalan, kualitas coran, kekuatan tarik Al-Si, kekerasan Al-Si Pengecoran merupakan proses pembentukan benda dengan mencairkan logam tertentu. Kemudian menuangkannya kedalam cetakan yang telah disiapkan. Pengecoran menggunakan cetakan pasir merupakan metode yang banyak digunakan pada industri pengecoran. Komposisi cetakan bukan hanya terdiri dari pasir saja, namun ditambahkan bahan pengikat untuk memperkuat cetakan. Produk pengecoran yang berbeda dipengaruhi oleh variasi bahn pengikat. Penelitian ini digunakan untuk menemukan bahan pengikat baru dalam penggunaan cetakan pasir. Penelitian dilakukan dengan menganalisis hasil pengecoran terhadap perbedaan variasi bahan pengikat. Pasir silika digunakan sebagai bahan cetakan pasir. Bahan pengikat yang sering digunakan dalam pengecoran adalah bentonit, tetes tebu dan lainnya. Penggunaan lempung lokal Bangkalan pada penelitian ini sebagai bahan pengikat baru. Berasal dari Bukit Jaddih desa Parsseh, kecamatan socah, kabupaten Bangakalan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan metode one-shot case study. Dimana sekelompok sampel diberi sebuah perlakuan, selanjutnya diobservasi hasilnya. Menggunakan empat variabel bebas yang persentase jumlah pengikat dibuat sama 9%. Analasis data yang digunakan adalah teknik statistik inferensial non-parametik. Berdasarkan hasil penelitian, nilai kekuatan tarik paling tinggi dihasilkan oleh pengecoran dengan pengikat lempung lokal Bangkalan 9%, yaitu 12,8712 kg/mm2. Nilai kekerasan vickers paling tinggi dihasilkan oleh pengecoran dengan pengikat lempung lokal Bangkalan 9%, yaitu 128,033 HV. Cacat lubang jarum paling sedikit dihasilkan oleh pengecoran dengan pengikat lempung lokal Bangkalan 9%, yaitu 12 cacat. Cacat struktur butir terbuka paling sedikit dihasilkan oleh pengecoran dengan pengikat lempung lokal Bangkalan 9%, yaitu 13 cacat
PENGARUH POLUTAN TERHADAP DENYUT NADI DAN TEKANAN DARAH SAAT PRAKTIK MOTOR BENSIN DI UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRACT Utomo, Wahyu Budi. 2017. PengaruhPolutan terhadap Denyut Nadi dan Tekanan Darah saat Praktik Motor Bensin Di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof.Dr. Mardji, M. Kes., (II) Drs. Paryono, ST.,M.T. Kata Kunci: polutan, denyut nadi ,Tekanan Darah. Semakin meningkat pesat jumlah kendaraan bermotor, tidak dapat dipungkiri bahwa berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan yang diakibatkan oleh emisi gas buang. Emisi gas buang terdiri berbagai macam gas CO, HC, Nox, Sox dan Pb dan dapat membahayakan kesehatan, gas CO dan HC memliki sifat tak berabau, tidak bewarrna dan sangat beracun ini dapat mengganggu saluran pernapasan manusia terutama paru-paru dan jantung. Apabila kelamaan menghirup gas ini badan menjadi lemas, kepala pusing dan muntah. Penelitian ini bertujuan : (1) Menemukan pengaruh paparan Polutan terhadap denyut nadi saat praktik motor bensin di Universitas Negeri Malang. (2) Menemukan pengaaruh paparan Polutan terhadap tekanan darah saat praktik motor bensin di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional yaitu penelitian dimana peneliti hanya melakukan observasi, peneliti memilih pendekatan penelitian Cross Sectional adalah penelitian observasional dimana pengambilan data variabel bebas dan variabel terikat dilakukan sekali waktu saat bersamaan. Ada tiga variabel dalam penelitian ini yaitu, variabel bebas dalam penelitian ini adalah Polutan Variabel terikat dalam penelitian ini adalah denyut nadi dan tekanan darah sedangkan variabel kontrol dalam penelitian ini adalah waktu praktik motor bensin. Sedangkan untuk mengetahui paparan Polutan terhadap denyut nadi dan tekanan darah pada mahasiswa saat praktik motor bensin. Teknik analisis data menggunakan statistik parametrik dengan metode Uji T Paired Samples dengan program SPPS 18 for windows. Berdasarkan data penelitian Polutan terhadap denyut nadi dan tekanan darah yang telah diolah didapatkan hasil penelitian meliputi :1) Tidak ada pengaruh denyut nadi yang signifikan p= 0,285 antara sebelum dan sesudah perlakuan. (2) tidak ada pengaruh tekanan darah sistolik yang signifikan p= 0,204 antara sebelum dan sesudah perlakuan. (3) tidak ada pengaruh tekanan darah distolik yang signifikan p= 0.214 antara sebelum dan sesudah perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan dari paparan Polutan saat melaksanakan praktik motor bensin selama 2 x 50 menit. ABSTRACT Utomo, Wahyu Budi. 2017. The effect of onPollutants Against Pulse Rate and Blood Pressure during Gasoline Motor Practices At State University of Malang.Sarjana’s Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors (I) Prof.Dr. Mardji, M. Kes., (II) Drs. Paryono, ST., M.T. Keywords: pollutant, pulse, blood pressure. The rapidly increasing number of motor vehicles, it can not be denied that the impact on the environment and health caused by exhaust emissions. Exhaust emissions comprise a wide range of CO, HC, NOx, Sox and Pb gases and can harm health, CO and HC gases. These non-toxic, non-toxic and highly toxic properties can interfere with the human respiratory tract, especially the lungs and heart. When inhaled breathe this gas body becomes weak, headache and vomiting. This study aims: (1) Finding the effect of exposure to pollutant Polutan pulse during the practice of motor gasoline at the State University of Malang. (2) Finding the influence of exposure of Polutan to blood pressure during gasoline motor practice at State University of Malang. This research use observational research method that is research where only observation researcher, researcher choose Cross Sectional research approach is observational research where free variable data and dependent variable are done once at the same time. There are three variables in this research that is, independent variable in this research is Pollutant The dependent variable in this research is pulse and blood pressure while control variable in this research is time of motor gasoline practice. Meanwhile, to know the exposure of pollutants to the pulse and blood pressure in students when the practice of gasoline motor. Technique of data analysis using parametric statistic with Test method Paired Samples with SPPS 18 for windows program. Based on research data of Polutan on pulse and blood pressure that have been processed got result of research include: 1) No effect of significant pulse p = 0,285 between before and after treatment. (2) no significant effect of systolic blood pressure p = 0.204 between before and after treatment. (3) there was no significant influx of blood pressure distolik p = 0.214 between before and after treatment. Based on the results of this study indicates that there is no significant effect of exposure to pollutants when carrying out gasoline motor practice for 2 x 50 minutes
Analisis Pengaruh Konsentrasi Pewarna dari Daun Pepaya terhadap Performansi Dye Sensitized Solar Cell (DSSC)
ABSTRAK Rizali, Dede. 2017. Analisis Pengaruh Konsentrasi Pewarna dari Daun Pepaya terhadap Performansi Dye Sensitized Solar Cell (DSSC). Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Heru Suryanto, S.T., M.T., (II) Dr. Sukarni, S.T., M.T. Kata Kunci: DSSC, daun pepaya, konsentrasi klorofil, gugus fungsi, Fill Factor, efisiensi. Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) merupakan sel surya generasi ketiga yang memiliki struktur sandwich terdiri dari material organik dye (zat warna) dan beberapa komponen lain yaitu semikonduktor titanium dioxida (TiO2), elektrolit, dan substrat (countere electrode dan elektroda kerja). Dye yang digunakan adalah klorofil tanaman hijau, tanaman sumber klorofil yang banyak dibudidayakan diantaranya pepaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi pewarna klorofil daun pepaya terhadap performansi DSSC yang meliputi daya output (Pout), Fill Factor (FF), dan efisiensi (ɳ). Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental eksploratif dengan variabel bebas yaitu pencahayaan langsung dan pencahayaan tidak langsung. Variabel terikat yaitu daya output (Pout), Fill Factor (FF), dan efisiensi (ɳ) DSSC. Prosedur yang digunakan meliputi preparasi substrat, pembuatan pasta TiO2, preparasi larutan dye, preparasi elektrolit, preparasi countere electrode, dan perakitan DSSC. Pengujian yang dilakukan meliputi kandungan kadar klorofil menggunakan metode spektrofotometri, gugus fungsi klorofil menggunakan FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy), dan pengujian performansi DSSC dengan menggunakan lampu halogen 1.000 W/cm2 pada kondisi pencahayaan langsung dan pencahayaan tidak langsung. Hasil riset menunjukkan bahwa ekstraksi menghasilkan kandungan kadar klorofil a terbanyak terdapat pada konsentrasi 100% sebesar 3,1294 mg/m3. Gugus fungsi klorofil a meliputi –OH senyawa fenol, C-H senyawa alkana, C=O senyawa karboksilat, C=C senyawa aromatik, dan C-O senyawa asam karboksilat. Performansi terbaik diperoleh DSSC 4 dengan konsentrasi 100% kandungan kadar klorofil 3,1294 mg/m3 untuk DSSC pencahayaan secara langsung mendapatkan Pout 0,9557 mW, FF 0,07282, dan efisiensi 1,499137%. Sedangkan untuk DSSC pencahayaan secara tidak langsung mendapatkan Pout 0,00455 mW, FF 0,01535, dan efisiensi 0,049863%
Pengaruh Kualitas Guru dalam Proses Mengajar terhadap Hasil Pembelajaran pada Kompetensi Keahlian TKRO di SMKN 1 Singosari
ABSTRAK Kemajuan era-globalisasi saat ini menimbulkan persaingan pada lapangan kerja terutama dalam perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga persaingan akan lebih ketat karena semakin banyaknya lulusan SMK yang akan memenuhi lapangan pekerjaan di industri. Maka dengan adanya hal itu peneliti akan melakukan observasi ke SMKN 1 Singosari untuk membuktikan tentang pengaruh kualitas guru dalam proses mengajar terhadap hasil pembelajaran. Desain penelitian ini termasuk dalam desain eksperimen berupa hasil pembelajaran. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kualitas guru dalam proses mengajar sedangkan variabel terikatnya berupa hasil pembelajaran. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X TKRO 1 dengan teknik pengumpulan data berupa angket, dokumentasi dan observasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan uji tes. Dapat diketahui bahwa pengaruh kualitas guru dalam proses mengajar mempengaruhi hasil pembelajaran. Karena ditunjang oleh empat hal, antara lain: kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Dan dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata semua guru yaitu 86,77% telah memenuhi kriteria standar kompetensi guru, sehingga dapat dikatakan bahwa ketiga guru tersebut sangat berkualitas. Hasil pembelajaran dapat disajikan melalui evaluasi pembelajaran dengan melaksanakan uji tes untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan oleh guru. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di SMKN 1 Singosari. Oleh karena itu, peneliti menyarankan kepala sekolah untuk ikut serta menjadi pengawal kebijakan di sekolah untuk memfasilitasi guru pengajar sebagai ujung tombak perkembangan dan kemajuan pembelajaran. Sedangkan bagi guru, peneliti memberikan saran bahwa tiap guru harus memiliki jiwa pendekatan kemampuan dalam rangka pembentukan emosional terhadap siswa
Analisis Pengaruh Variasi Holding Time pada Perlakuan Panas Two Steps Austempering terhadap Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro Austempered Ductile Iron (ADI)
ABSTRAK Kurniawan, Pradhana. 2017. Analisis Pengaruh Variasi Holding Time pada Perlakuan Panas Two Steps Austempering terhadap Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro Austempered Ductile Iron (ADI). Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Andoko, S.T., M.T, (2) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D. Kata Kunci : FCD, ADI, kekuatan tarik, struktur mikro, morfologi patahan Peningkatan sifat mekanis dari ferro casting ductile FCD dengan perlakuan panas baru two steps austempering. Perlakuan panas two steps austempering pada FCD menghasilkan Austempered Ductile Iron (ADI). ADI memiliki sifat mekanis yang lebih baik dari besi cor tempa dengan kombinasi kekuatan dan keuletan yang baik. Sifat mekanis yang unik karena struktur mikro dari ADI terdiri atas matriks acicular ferrite dan austenite (ausferrite). Hasil penelitian ini adalah analisis kekuatan tarik, struktur mikro dan morfologi patahan dari ferro casting ductile FCD dengan menggunakan metode perlakuan panas two steps austempering. Hasil metode perlakuan panas two steps austempering kemudian dibandingkan dengan data raw material. Perlakuan panas two steps austempering dilakukan dengan cara memanaskan FCD pada suhu austenisasi 900°C kemudian quenching pada larutan garam 50% NaNO3 + 50% KNO3 pada suhu austempering I 260°C dengan variasi holding time 5 dan 15 menit setelah itu suhunya dinaikan kembali pada suhu 340°C dengan holding time 60 menit. Berdasarkan hasil pengujian kekuatan tarik bahwa nilai kekuatan tarik, yield strength dan elongasi meningkat secara signifikan dengan bertambahnya holding time pada suhu austempering I 260˚C. Kekuatan tarik tertinggi dihasilkan pada holding time 15 menit yaitu sebesar 621,65 N/mm² dan kekuatan tarik terendah dihasilkan pada holding time 5 menit sebesar 548,15 N/mm². Meningkatnya kekuatan tarik ADI karena adanya peningkatan jumlah dan kehalusan dari matriks acicular ferrite dan berkurangnya matriks austenite. Struktur mikro pada holding time 5 menit dipenuhi matriks austenite, jumlah matriks acicular ferrite yang sedikit, kekasaran acicular ferrite yang berbentuk panjang dan grafit nodular yang tidak seragam tersebar didalam matriks. Holding time 15 menit jumlah matriks acicular ferrite semakin bertambah dan semakin halus berukuran kecil sementara itu matriks austenite menjadi berkurang dengan ukuran grafit nodular yang tidak seragam tersebar didalam matriks. Peningkatan kehalusan matriks acicular ferrite membuat ADI mempengaruhi bentuk patahan dari ADI. Patahan getas terjadi pada holding time 5 menit karena pada patahan makro terlihat adanya bentuk flat mengkilat dan pada permukaan patahan banyak terdapat cleavage sedangkan holding time 15 menit menunjukan patahan ulet karena pada permukaan makro tampak tidak rata bewarna keabu-abuan dan terdapat banyak cekungan-cekungan (dimple)
Analisis Sifat Mekanik dan Permeabilitas Sirtu Mas dan Bentonit sebagai Material Pengikat p ada Sand Casting
ABSTRAK Muzayyin. 2017. Analisis Sifat Mekanik dan Permeabilitas Sirtu Mas danBentonitsebagai Material Pengikatpada Sand Casting. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D. (II) Drs. Yuni Sunarto, M.Pd. Kata Kunci: pasir cetak, sifat mekanik, permeabilitas, sirtu mas, bentonit Bentonit digunakan sebagai bahan pengikat pada pembuatan cetakan pasir karena mempunyai sifat-sifat yang diperlukan yaitu menghasilkan daya ikat yang tinggi, menjadi liat bila basah, sehingga akan memudahkan dalam pembentukan pada proses pembuatan cetakan, menjadi keras setelah dikeringkan. Sedangkan pasir batu asal Sampang Madura yang lebih dikenal sebagai Sirtu Masyang berasal dari gunung Maddah atau bukit tinggi di Sampang Madura memiliki empat lapis berdasarkan warna dan kekerasannya yang selama ini masih digunakan untuk bahan campuran adonan semen bagunan, timbukan pondasi bangunan dan jalan, sehingga diasumsikan mampu menjadi bahan tambah pengikat pada campuran pasir cetak dalam pengecoran logam. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat dari pasir cetak dengan melakukan pengujian kekuatan mekanik yang meliputi uji kekuatan tekan, uji kekuatan tarik, dan uji kekuatan geser dan pengujian permeabilitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan penelitian one shot case study yaitu obyek penelitian mendapatkan perlakuan kemudian diuji. Statistik yang digunakan deskriptif. Pada hasil pengujian sifat mekanik sand casting pada kondisi basah dan kering menunjukkan sifat mekanik pada pasir cetak sangat meningkat dalam kondisi kering seperti halnya pasir cetak dengan komposisi Pasir Silika 85%, bentonit 5%, Sirtu Mas Lapis kedua 5% dan air 5% pada kondisi basah memiliki kekuatan tekan mencapai 3,5 dan meningkat pada kondisi kering sampai 28,23 , kekuatan geser pada kondisi basah sebesar 2,17 dan pada kondisi kering meningkat sampai dengan 7,47 dan pada kekuatan tarik pasir cetak pada kondisi basah sebesar 0,54 dan meningkat pada kondisi kering sampai dengan 0,83 Perbedaan dari hasil pengujian pasir cetak tersebut membuktikan bahwa dalam keadaan kering sifat mekanik dari pasir cetak dengan komposisi Pasir Silika 85%, bentonit 5%, Sirtu Mas Lapis kedua 5% dan air 5% pada kondisi kering lebih baik untuk digunakan jika dibandingkan pada kondisi basah. Pada hasil uji permeabiltas menunjukan bahwa pasir cetak dengan perlakuan dipanaskan 110°C selama 60 menit menghasilkan permeabilitas sebesar 260 ml/menit pada pasir cetak dengan komposisi Pasir Silika 85%, bentonit 10%, dan air 5%, sedangakan pasir cetak dengan bahan tambah sirtu mas nilai permeabilitas tertinggi terdapat pada komposisi Pasir Silika 85%, bentonit 5%, Sirtu Mas Lapis keempat 5% dan air 5% sebesar 205 ml/menit
Analisis Faktor-Faktor Penyebab Stres Kerja Pada Pekerja Wanita
ABSTRAK Sanusi, Ahmad. 2017. Analisis Faktor-faktor Penyebab Stres Kerja pada Pekerja Wanita . Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Prof. Dr. Ir Djoko Kustono M. Pd. Pembimbing (II): Drs. Solichin S. T. M. Kes Kata Kunci : wanita, umur, tingkat pendidikan, jabatan, pengalaman, stres kerja Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan orang yang mampu bekerja, dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak lepas dari perkerjaan, bekerja merupakan kebutuhan untuk menghasilkan keuntungan atau mendapatkan tambahan, baik itu pekerja wanita maupun laki-laki. Semakin banyak lapangan kerja yang terbuka saat ini, tidak menutup kemungkinan akan masuknya kaum wanita dalam dunia kerja, terutama didaerah yang padat penduduk dan termasuk daerah sentra industri – industri besar, seperti daerah Jakarta, Ciakarang, Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. Dari hasil survei data BPS tahun 2015 Kota Purwakarta mengenai Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) wanita yakni sebesar 32.52 % dan pria sebesar 83.95 % dari jumlah persentase penduduk yang produktif (15 – 64 tahun). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh umur terhadap stres, tingkat pendidikan terhadap stres, jabatan terhadap stres dan pengalaman kerja terhadap stres. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penelitian deskriftif dan regresi. Sampel dalam penelitian adalah 100 orang karyawati yang bekerja di PT. Dada Indonesia. Hasil penelitian secara varsial dengan menggunakan analisis regresi sederhana tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara umur dan stres kerja, terdapat pengaruh tingkat pendidikan, jabatan dan pengalaman kerja terhadap stres kerja. Secara simultan menggunakan regresi berganda diperoleh hasil terdapat pengaruh yang signifikan antara umur, pendidikan, jabatan dan pengalaman kerja terhadap stres kerja. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada karyawati untuk melakukan olah raga secara rutin sebelum melakukan aktivitas dan kepada perusahaan perlu mengadakan kegiatan rutin olah raga untuk mengurangi stres kerja yang terjadi. Untuk sekolah menengah kejuruan diharapkan sebelum melakukan kegiatan belajara mengajar terutama praktik , melaksanaakan senam atau olah raga terlebih dahulu, demikian pula untuk peneliti selanjutnya diharapkan bisa meneliti fakto-faktor pemyebab stres seperti shift kerja, dan pelatihan terhadap stres
Pengaruh Penggunaan Metode Quantum Learning dan Konvensional terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar mata pelajaran Gambar Teknik Siswa kelas X di SMKN 3 BOYOLANGU
ABSTRAK Prabowo, Cahyo Janu.2016. Pengaruh Penggunaan Metode Quantum Learning dan Konvensional terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa kelas X di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. H. Purnomo, S.T.,M.Pd, (2) Drs. Wahono.,S.ST.,M.Pd. Kata Kunci : Quantum Learning, Konvensional, Motivasi Belajar, Prestasi Belajar. Proses belajar merupakan proses dimana seseorang mempelajari berbagai hal dalam kehidupan. Disamping seseorang itu belajar, perlu adanya evaluasi diri untuk menilai seberapa jauh perubahan-perubahan dalam dirinya itu terjadi. Oleh karena itu dibutuhkan berbagai model belajar yang inovatif, bervariasi, fleksibel, menyenangkan, memotivasi siswa agar potensi yang ada dalam diri siswa lebih berkembang secara aktif. Salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas belajar siswa adalah penggunaan model Quantum Learning. Model belajar ini merupakan salah satu model belajar yang inovatif untuk mengajarkan siwa pada mata pelajaran Gambar Teknik kelas X. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi dan prestasi belajar siswa yang belajar menggunakan pembelajaran Quantum Learning dengan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Prestasi belajar siwa yang diukur dalam penelitian meliputi hasil belajar kognitif dan hasil belajar psikomotor. Penelitian ini dilakukan di SMKN 3 Boyolangu. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TPM4 dan X TPM1. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan eksperimen semu (quasi experimental). Data motivasi, hasil belajar psikomotor dan hasil belajar kognitif diperoleh dari Post Test 1 dan Post Test 2 dianalisis statistik dengan Manova. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan motivasi belajar gambar teknik antara siswa yang belajar menggunakan metode Quantum Learning dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Motivasi siswa yang belajar di kelas eksperimen yang menggunakan metode Quantum Learning lebih tinggi 23,15% dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional; (2) ada perbedaan prestasi belajar antara siswa yang belajar menggunakan metode Quantum Learning dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Hasil belajar kognitif siswa di kelas eksperimen lebih tinggi 3,64% dibandingkan hasil belajar siswa di kelas kontrol, dan hasil belajar psikomotor siswa di kelas eksperimen lebih tinggi 3,94% dibandingkan hasil belajar siswa di kelas kontrol; (3) ada hubungan antara motivasi dan prestasi belajar. Siswa yang memiliki motivasi tinggi dapat dipastikan bahwa prestasi belajarnya semakin baik. Peneliti menyarankan pembelajaran model Quantum Learning dapat diterapkan di sekolah kejuruan manapun sebagai alternatif dalam pembelajaran Gambar Teknik karena dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa, sehingga tujuan dapat tercapai
KARAKTERISTIK DEKOMPOSISI PANAS BIOKOMPOSIT MATRIK PATI DAN KARAGENAN BERPENGUAT NANOCLAY
ABSTRAK Penggunaan nanopartikel sebagai aditif untuk meningkatkan kinerja bahan telah menarik perhatian dan minat dalam dekade terakhir ini. Penelitian ini mengkaji mengenai pembuatan plastik yang dapat terurai oleh bakteri atau pengurai lainnya sehingga bersifat ramah lingkungan (bioplastic). Pembuatan bioplastik ini memanfaatkan pati (tepung tapioka) dan karagenan sebagai bahan dasar dan gliserin dengan air sebagai plastisizer, serta nanoclay sebagai penguat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristk penambahan nanoclay terhadap penurunan (degradasi) massa dan mengetahui karakteristik penambahan nanoclay terhadap laju penurunan panas pada bioplastik bermatrik pati dan karagenan. Penelitian ini berupa penelitian eksperimen dengan rancangan one shot case study yaitu suatu objek yang mendapat pendahuluan, kemudian diuji. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah Degradasi thermal pada bioplastik bermatrik pati dan karagenan dengan variasi kadar nanoclay 0% (0,00 g), 2,5% (0,025 g), 5% (0,05 g), 7,5% (0,075 g) dan 10% (0,10 g) terbagi menjadi 5 tahap dekomposisi selama proses pembakaran antara suhu ruangan sampai suhu 1000oC. Dimulai dengan tahap pertama berupa terdegradasinya kandungan air, tahap kedua berupa terdegradasinya kandungan volatile , tahap ketiga berupa proses transisi arang, tahap keempat berupa terdegradasinya kandungan arang, dan tahap yang kelima berupa terdegradasinya kandungan sisa arang yang dikelilingi oleh abu yang terbakar secara lambat. Penambahan nanoclay 10% hasil pengujian thermogravimetric menunjukan ketahanan panas yang tinggi dikarenakan nanoclay dapat menurunkan laju degradasi thermal dengan menyisakan massa yang lebih banyak, sehingga dapat meningkatkan ketahanan panas biokomposit, dikarenakan terdapat struktur eksfoliasi dan immiscible pada biokomposit. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan penelitian selanjutnya untuk dilakukan penelitian lanjutan dengan variasi konsentrasi pati (tepung tapioka) dan karagenan sebagai matrik serta kadar penguat yang berbeda untuk mengetahui pengaruh kadar penguat terhadap dekomposisi panas biokomposit, serta perlu dilakukan perhitungan energi aktivasi serta uji proximate untuk mengetahui persentase kandungan moisture, volatile matter, fixed carbon, dan kadar abu pada pembakaran biokomposit bermatrik pati dan karagenan dengan dan tanpa penambahan penguat nanoclay