SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    BLENDED LEARNINGANTARA TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DAN MODUL BERBASIS WEB SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI SISWA PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN

    No full text
    ABSTRAK   Pendidikan memegang peranan penting dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM)termasuk SMK. Metode pembelajaran dan ketersediaan sumber belajar menjadi hal yang sangat penting dan dibutuhkan. Keberadaan internet perlu dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif dan menarik. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan unutk mengetahui pengaruh penerapan blended learningteam games tournament (TGT)dan Modul Berbasis Web Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Pencapaian Kompetensi Siswa Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan. Penelitian dilakukan di kelas X TKR 1, SMKN 1 Singosari tahun ajaran 2017-2018 sebanyak 32 siswa. Perlakuan yang diberikan terdiri dari Tindakan 1 dan Tindkan 2 dengan melakukan pengamatan terhadap aktivitas guru, siswa dan nilai post test. Pada pra tindakan didapatkan hasil persentase ketuntasan sebesar 67,74% sedangkan Standar Ketuntasan Minimal adalah 75%. Setelah dilakukan tindakan 1, pencapaian kompetensi siswa mencapai 93,5% dengan nilai rata-rata 86,53. Sedangkan pada Tindakan 2, ketuntasan belajar siswa sebesar 87,09% dengan nilai rata-rata 81,3. Dari dua tindakan yang diterapkan didapatkan hasil rata-rata di atas standar minimal nilai yang telah ditetapkan yaitu 75. Penerapan blended learning mampu meningkatkan hasil belajar siswa karena proses pembelajaran yang lebih menarik, aktif dan inovatif.siswa lebih antusias dan senang dengan model pembelajaran tersebut. Dengan adanya turnamen, siswa terlatih untuk bertanggung jawab, peduli dengan teman, belajar mandiri dan berkompetisi dengan sehat. Penerapan Blended Learning team games turnament (TGT)dan modul berbasis Web disarankan untuk diterapkan pada mata pelajaran lain karena terbukti dapat meningkatkan pencapaian kompetensi siswa dan menjadi metode yang kreatif, inovatif dan menarik.   Kata Kunci: Blended Learning, Modul,SMK, Team Games Tournament, Web

    Pengaruh Panjang Exhaust Pipe Knalpot Terhadap Daya dan Emisi Gas Buang Motor 4 Tak Supra X 125 CC

    No full text
    ABSTRAK   Cahyo, Muhamad. 2018. Pengaruh Panjang Exhaust Pipe Knalpot terhadap Daya dan Emisi Gas Buang Motor 4 Tak Supra X 125 CC. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Partono, M.Pd, (II) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T   Kata Kunci: Panjang Exhaust Pipe, Daya mesin, Emisi gas buang Saat ini perkembangan industri otomotif berkembang pesat, disertai peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang menyebabkan meningkatnya modifikasi kendaraan sepeda motor. Salah satunya mengganti panjang exhaust pipe untuk meningkatkan performa mesin dan meminimalisir emisi gas buang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh panjang exhaust pipe knalpot terhadap daya motor 4 tak honda supra X 125 CC dan mengetahui pengaruh panjang exhaust pipe knalpot terhadap emisi gas buang motor 4 tak honda supra X 125 CC. Exhaust pipe berfungsi mengalirkan gas buang dari mesin menuju Silincer. Panjang exhaust pipe mempengaruhi aliran gas dalam sistem gas buang, semakin pendek exhaust pipe akan menyebabkan aliran gas semakin lancar karena hambatan yang dihasilkan semakin kecil. Panjang exhaust pipe merupakan faktor penting untuk meningkatkan performa mesin. Pada umumnya kendaraan dijalan menggunakan exhaust pipe yang lebih panjang sedangkan kendaraan balap menggunakan exhaust pipe yang lebih pendek. Panjang exhaust pipe juga mempengaruhi emisi gas buang Karbon Monoksida dan Hidrokarbon. Gas buang Karbon Monoksida dan Hidrokarbon merupakan senyawa yang berbahaya bagi tubuh manusia. Penelitian ini menggunakan jenis Kuasi Eksperimen. Variabel bebas penelitian ini adalah panjang exhaust pipe 750 mm, 850 mm, 960 mm, 1050 mm, dan 1100 mm. Variabel terikatnya adalah daya mesin dan Emisi gas buang Karbon Monoksida dan Hidrokarbon. Data diambil dari 3000 rpm sampai 8000 rpm dengan selisih 500 rpm. Statistik parametrik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu metode one way annova dengan menggunakan SPSS 22 untuk windows. Berdasarkan data pengujian, rata-rata daya terbesar dihasilkan exhaust pipe 750 mm. Daya maksimum 10,13868 HP dan daya minimum 3,832267 HP dengan rata-rata 7,12555409 HP. Peningkatan kadar emisi gas Karbon Monoksida terbesar dihasilkan exhaust pipe 1100 mm dengan peningkatan 0,8%. Kadar emisi gas Hidrokarbon terbesar dihasilkan exhaust pipe 750 mm dengan peningkatan 22 ppm. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan tidak ada perbedaan daya yang signifikan antara exhaust pipe 750 mm, 850 mm, 960 mm, 1050 mm dan 1100 mm. Sedangkan pada pengujian emisi gas buang terdapat perbedaan kadar emisi gas Karbon Monoksida dan Hidrokarbon yang signifikan antara exhaust pipe 750 mm, 850 mm, 960 mm, 1050 mm dan 1100 mm. Cahyo, Muhamad. 2018. The Influence of Exhaust Pipe Length toward Power and Exhaust Emission on Supra X 125 CC Motorcycle. Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang, Advisors: (I) Drs. Partono, M.Pd, (II) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T   Keywords: Exhaust pipe length, Engine power, Exhaust emission The development of automotive industry is very rapid with the increasing number of motor vehicles causing the increasing number of motorcycle modifications. One of them is replacing exhaust pipe length to improve engine performance and to minimize exhaust emission. This research aims to determine the influence of exhaust pipe length toward power on 4 stroke Honda Supra X 125 cc motorcycle and to determine the influence of exhaust pipe length on exhaust emission of 4 stroke Honda Supra X 125 cc motorcycle. Exhaust pipe functions to drain the exhaust gas from engine to silencer. The length of exhaust pipe influences exhaust system. The shorter exhaust pipe causes the faster gas because the obstacle generated is smaller. The length of exhaust pipe is important factor in improving engine performance. Vehicles on the road generally use longer length while racing vehicles use shorter length of exhaust pipe. Of course the construction of exhaust will also influence the exhaust emission of Carbon Monoxide and Hydrocarbon. Exhaust gas CO and HC is a harmful compound to the human body. This research used a quasi experiment. The independent variables were exhaust pipe with various lengths of 750 mm, 850 mm, 960 mm, 1050 mm, and 1100 mm. The dependent variables were engine power and Carbon Monoxide and Hydrocarbon exhaust emissions. The data was taken from 3000 rpm to 8000 rpm with difference for about 500 rpm. Parametric statistic used to analyze data with one way ANOVA using Windows SPSS 22. Based on test data, the biggest power average was on 750 mm of exhaust pipe length. The maximum power was 10.13868 HP and the minimum power was 3.832207 HP, with 7.12555409 HP of average. The highest increase of Carbon Monoxide gas emission was generated at 1100 mm exhaust pipe length with 0.8% increase. The highest Hydrocarbon gas emission was generated at 750 mm exhaust pipe length with 22 ppm increase. Based on this research, it can be concluded by no significant difference in power among exhaust pipe lengths of 750 mm, 850 mm, 960 mm, 1050 mm, and 1100 mm. Whereas in Carbon Monoxide and Hydrocarbon emissions test, there are significant difference among the lengths of 750 mm, 850 mm, 960 mm, 1050 mm, and 1100 mm

    AnalisisPenerapanKesehatan dan Keselamatan Kerja Berdasarkan SistemManajemenKesehatandanKeselamatanKerja di BengkelGUT Motorsport Surabaya

    No full text
    RINGKASAN Fauzi. Dudung Firdiyaman. 2018. Analisis Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Berdasarkan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja di BengkelGUT Motorsport Surabaya.Skripsi.Jurusan Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (1) Drs. Solichin, S.T, M.Kes (2)Drs. H. Agus Sholah, M.Pd   Kata Kunci: Keselamatan dan kesehatan kerja, Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, Bengkel Setiap pekerjaan memiliki resiko kecelakaan yang berbeda-beda.Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dapat diartikan sebagai suatu sistem atau program yang dibuat bagi pekerja sebagai upaya pencegahan timbulnya kecelakaan kerjadan penyakit kerja akibat hubungan kerja dalam lingkungan kerja.Sehubungan dengan itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) di bengkel GUT Motorsport Surabaya. Sebagai metode, penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif yang melibatkan 12 responden yaitu1 pemilik bengkel, 1 kepala bengkel,dan10 mekanik. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket yang kemudian di cross-check dengan dokumentasi dan wawancara.Uji validitas instrumen dilakukan melalui validitas konstruk.Analisis data disajikan dalam bentuk grafik balok secara ringkas pada tabel yang berupa presentase skor ketercapaian, hingga kemudian dikategorikan dan dideskripsikan berdasarkan sub-indikatornya. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: ketercapaian sub indikator dalam penerapan SMK3 di Bengkel GUT Motor sport Surabaya yaitu78.1% masuk kategori baik. Hambatan penerapan SMK3 yaitu kurangnya kesadaran dari pekerjaakan pentingnya K3, tidak adanya tim khusus K3 yang menangani K3 di bengkel, serta minimnya dokumentasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang ada di bengkel GUT Motor sport Surabaya.Upaya yang sudah dilakukan yaitu sosialisasi mengenai pentingnya K3 kepadapara pekerja serta peningkatan dokumentasi yang berhubungan dengan K3 agar pelaksanaan K3 di bengkel GUT Motor sport Surabaya sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian, saran berkaitan tentang penelitian ini bagi pekerja bengkel yaitu untuk lebih mengutamakan K3 saat bekerja dan bagi pihak bengkel GUT Motor sport Surabaya agar meningkatkan penerapan K3 dalam lingkungan kerja.Sedangkan untuk penelitian selanjutnya dengan isu serupa diharapkan dapat lebih berfokus pada K3 apapun objeknya nanti

    Gambut (Peat) sebagai bahan bakar alternatif ditinjau dari karakteristik nilai kalor, sifat fisik, kimia dan dekomposisi pembakaran

    No full text
    RINGKASAN Biomassa gambut menjadi alternatif menggantikan bahan bakar fosil sebagai bahan baku bahan bakar biomassa terbarukan. Potensi biomassa menggantikan bahan bakar fosil merupakan cadangan energi yang tersimpan cukup besar dan laju pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Dalam skripsi ini, gambut peat telah diteliti dalam hal nilai kalor, sifat fisik dan kimia sebagai salah satu penentu kelayakannya untuk bahan bakar biomassa. Karakteristik dekomposisi pembakaran pada udara atmosfer dan perilaku termal diteliti dengan melakukan percobaan termogravimetrik analisis pada temperatur kamar sampai 1000oC. Kandungan energi  gambut dievaluasi dengan bom kalorimeter dengan menunjukan hasil sebesar 23,36 MJ/kg. Analisis proksimat gambut peat dilakukan menggunakan ASTM D 3173-17, ASTM D 3175-17, ASTM D 3172-13 dan ASTM D 3174-12. Dimana hasil pengujian tersebut menunjukan kadar air, volatil dan karbon tetap cukup tinggi, sedangkan kadar abu rendah, yaitu masing-masing 25,6%, 44,2%, 30% dan 0,2wt% (air received). Komposisi kimia biomassa gambut dievaluasi dengan uji ultimat dan energi dispersif X-ray (EDX). Hasil analisis menunjukan bahwa kandungan utama yang mendominasi biomassa gambut adalah unsur C, H, O, N dan S yaitu masing-masing 48,57; 3,11; 21,81; 0,55 dan 0,16%. Kandungan lignin dan selulosa menunjukan hasil sebesar 19,68 dan 16,34%. Perilaku termal pembakaran gambut peat dengan udara atmosfer diteliti dengan melakukan percobaan pada Mettler Toledo Thermal Analyzer dengan laju pemanasan 10oC/min. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembakaran gambut peat terjadi dalam empat tahap. Dimulai dengan tahap devolatilisasi awal pelepasan kandungan air, dekomposisi termal volatil dan karbon tetap serta tahap terakhir abu sebagai sisa pembakaran arang. Nilai energi aktivasi gambut dianalisis menggunakan metode Coats-Redfern, Arrhenius dan Horrowitz Metzger sebesar 40,36 ; 44,67 dan 73 kJ/mol

    Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Prestasi Praktikum Di Bengkel Otomotif Pada Matadiklat PMKR Siswa Kelas XII Teknik Kendaraan Ringan Otomotif SMK Di Kabupaten Pasuruan

    No full text
    RINGKASAN Sampurno, Jefri. 2018. Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Prestasi Praktikum Di Bengkel Otomotif Pada Matadiklat PMKR Siswa Kelas XII Teknik Kendaraan Ringan Otomotif SMK Di Kabupaten  Pasuruan. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Prof. Dr. Marji, M. Kes. (2) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd. Kata Kunci: keselamatan dan kesehatan kerja, prestasi praktik  Program pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan banyak memberikan pelajaran praktik untuk mencapai tujuannya. Pemeliharaan mesin kendaraan ringan (PMKR) adalah salah satu mata diklat produktif yang dilaksanakan di bengkel otomotif. Oleh karena pekerjaan atau praktik tune up di laksanakan di bengkel otomotif, faktor yang perlu diperhatikan adalah faktor keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pendidikan K3 berguna agar peserta didikmemiliki pengetahuan/persepsi dan kemampuan mencegah terjadinya kecelakaan kerja,mengetahui pentingnya K3, memahami ancamanbahaya yang ada di tempat kerja, dan menggunakan langkah pencegahankecelakaan kerja. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di bengkel otomotif harus dilakukan dengan benar dan sesuai dengan prosedur agar dapat meminimalisir kecelakaan kerja dan dapat membantu meningkatkan prestasi praktik siswa pada saat bekerja/praktik di bengkel otomotif khususnya pada saat praktikum tune up mata diklat pemeliharaan mesin kendaraan ringan (PMKR). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan antara persepsi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap prestasi praktik di bengkel otomotif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier sederhana. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) di SMKN 1 Sukorejo sebanyak 61 siswa, SMKN 1 Wonorejo sebanyak 30 siswa, SMK Tekstil Pandaan sebanyak 42 siswa, dan SMK Ahmad Yani sebanyak 20 siswa. Tahap penelitian dilakukan dengan cara observasi praktikum tune up, pengisian instrumen dan pengambilan nilai praktikum. Hasilnya dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana dengan menggunakan program SPSS Statistics 22.0 For Windows. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara persepsi siswa tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap prestasi praktik siswa. Dari hasil analisis didapat nilai t hitung sebesar 2,161 dengan taraf signifikansi (Sig.) sebesar 0,032. Disarankan kepada seluruh guru SMK di Kabupaten Pasuruan untuk selalu memberikan teladan yang baik kepada siswa SMK di Kabupaten Pasuruan ketika melaksanakan praktikum di bengkel otomotif. Bagi sekolah kejuruan disarankan untuk agar selalu memberikan pemahaman secara mendalam terkait dengan pentingnya peran K3 di sekolah maupun di luar sekolah dalam kegiatan praktikum di bengkel otomotif maupun di dunia industri

    Sintesis dan Karakterisasi Nanopowder Eggshells (Serbuk Nano Cangkang Telur) Dengan Variasi Waktu Proses Sintering

    No full text
    RINGKASAN Cangkang telur adalah bagian terluar dari telur yang berfungsi memberi perlindungan bagi komponen-komponen isi telur dari kerusakan. Cangkang telur memiliki kandungan kalsium, dimana kalsium merupakan komponen terbesar pada cangkang telur. Fungsi kalsium antara lain untuk pembentukan tulang, pembentukan gigi, pertumbuhan, pembekuan darah, katalisator reaksi-reaksi biologik, menyeimbangkan tingkat keasaman darah, dan mencegah osteoporosis. Tetapi cangkang telur tersebut cenderung belum banyak dimanfaatkan, hanya sebagian kecil saja yang memanfaatkannya. Karakterisasi fasa dan morfologi nanopowder eggshells bertujuan untuk memperkecil ukuran butir eggshells dari ukuran mikro menjadi ukuran nano menggunakan proses ball milling dengan variasi waktu sintering. Ball milling merupakan metode sintesis sederhana yang dapat menghasilkan partikel nano dalam jumlah banyak dan dalam waktu relatif pendek. Sintering merupakan pemanasan material atau bahan dengan cara memanaskan material tersebut, namun tidak sampai melampaui titik lelehnya. Material uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkang telur dari ayam boiler. Eggshells yang dipilih berbentuk serbuk berukuran nano dengan unsur Ca sebesar 56,54%, O sebesar 39,42% dan C sebesar 4,04%. XRD merupakan pengujian yang bertujuan untuk mengetahui karakterisasi fasa dari suatu material. SEM merupakan pengujian yang bertujuan untuk mengetahui morfologi dari suatu material, dan EDX merupakan pengujian untuk mengetahui kandungan unsur dari suatu material. Temperatur sintering yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 1100 ºC, dengan variasi waktu holding time selama 60, 90, dan 120 menit. Hasil dari pengujian XRD didapatkan ukuran kristal dari nanopowder eggshells yang terkecil yakni sebesar 52,1594 nm, dengan waktu sintering selama 120 menit. Intensitas tertinggi terjadi pada nanopowder eggshells setelah proses sintering selama 90 menit. Hasil pengujian SEM, menunjukkan adanya perubahan morfologi dari nanopowder eggshells dari bongkahan tak beraturan menjadi butiran yang lebih padat. Hasil pengujian EDX menunjukkan perubahan kandungan unsur Ca, C, dan O yang tertinggi setelah proses sintering selama 120 menit

    Analisis Termogravimetrik Pembakaran Limbah Pelepah Kelapa Sawit pada Variasi Heating Rate

    No full text
    ABSTRACT   Purwandika, Dino, 2017. Analisis Termogravimetrik Pembakaran Limbah Pelepah Kelapa Sawit pada Variasi Heating Rate. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin,   Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:   (I) Dr. Sukarni, S.T.,M.T. (II) Hj. Dr. Widiyanti, M.Pd.   Kata kunci: analisis Termogravimetrik, dekomposisi pembakaran, limbah kelapa sawit, variasi heating rate   Semakin berkembangnya zaman dan teknologi, serta bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan energi semakin meningkat, sementara persediaan energi dari bahan bakar fosil yang selama ini menjadi ketergantungan jumlahnya begitu terbatas. Di sisi lain limbah pelepah kelapa sawit dengan jumlahnya yang melimpah masih belum termanfaatkan secara optimal, sehingga limbah pelepah kelapa sawit diusahakan mampu sebagai pengganti energi fosil untuk diolah menjadi energi alternatif terbarukan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan  rancangan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen, yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik dekomposisi termal pembakaran dan energi aktivasi dengan variasi heating rate. Pengujian termogravimetrik untuk mengetahui perubahan berat (mass loss) dan laju penurunan massa (mass loss rate). Hasil pengujian untuk mengetahui kelembaban (moisture), pelepasan volatil, pembakaran arang, dan pembentukan abu. Sampel yang digunakan sebanyak 10 mg, dengan laju aliran udara konstan 100 ml/menit  rentang temperatur pembakaran 25 – 10000C pada heating rate 10, 15, 20, 25 0C/min Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dekomposisi pembakaran pada heating rate 10, 15, 20, 25 0C/min limbah pelepah kelapa sawit terjadi dalam 3 tahap. Tahap pertama proses hilangnya kelembaban (moisture) dengan sedikit volatil ringan, tahap kedua merupakan pelepasan volatil dengan sedikit pembakaran arang, dan tahap ketiga adalah tahap pembakaran arang.                    Nilai energi aktivasi telah dihitung dengan menggunakan dua metode perhitungan yaitu metode Flynn Wall Ozawa (FWO) dan Vyazovkin. Hasil perhitungan energi aktivasi pada pembakaran limbah pelepah kelapa sawit dihitung dengan menggunakan metode FWO nilai rata – rata energi aktivasi diperoleh sebesar 80.64 kJ/mol, sedangkan dengan menggunakan metode Vyazovkin sebesar 73.11 kJ/mol

    Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa pada Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang

    No full text
    Irsyandi, Syaifulloh. 2017. Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa pada Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Yoto, S.T., M.Pd., M.M., (2) Drs. Partono, M.Pd. Kata kunci: analisis, penyerapan tenaga kerja, bursa kerja khusus (BKK)                 Perbandingan kebutuhan tenaga kerja lulusan SMK tahun 2016 untuk Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa SDM yang dibutuhkan 638.652 jiwa. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) oleh Badan Pusat Statistik, pada kurun waktu 5 tahun pertama, dari tahun 2000 sampai dengan 2005 , tingkat kebekerjaan lulusan SMK lebih tinggi dibandingkan dengan lulusan SMA. Namun pada kurun waktu 5 tahun berikutnya, dari tahun 2010 sampai dengan 2015 tingkat kebekerjaan lulusan tingkat kebekerjaan lulusan SMA justru lebih tinggi dibandingkan dengan lulusan SMK. Salah satu SMK yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang berkompeten yaitu SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang. SMK Negeri 1 Singosari merupakan salah satu SMK di Kabupaten Malang dengan Spektrum Keahliannya termasuk dalam kelompok Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa. Maka mengetahui salah keberhasilan lulusan SMK Negeri 1 Singosari salah satunya adalah dengan menelusuri keterserapan lulusannya di dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengetahui keterserapan lulusan Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa di SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang ditinjau dari Paket Keahliannya; (2) mengetahui keterserapan lulusan Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang di ditinjau dari bidang pekerjaannya; (3) mengetahui relevasi keterserapan lulusan Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang antara Paket Keahlian dengan bidang pekerjaan.               Jenis penelitian menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif. Subjek peneliti dalam penelitian ini adalah lulusan SMK Negeri 1 Singpsari pada Paket Keahlian Teknik Alat Berat (TAB), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Perawatan Mesin Industri (TPMI) dan Teknik Pemesinan (TPM) pada lulusan 2014-2016 yang berjumlah 856. Adapun bentuk instrumen yang digunakan yaitu; (1) dokumentasisebagaialatuntuk memudahkan peneliti dalam memperoleh data yang telah tersedia dalam bentuk arsip/dokumen; (2) wawancarasebagaialatuntukmemperkuat data hasilpenelitian; (3) observasisebagaialatuntukmempertajamdan menguatkan data hasil dari teknik dokumentasi dan wanwancara.               Hasil penelitian ini didapatkan; (1) rata-rata keterserapan lulusan SMK Negeri 1 Singosari ditinjau dari Paket Keahliannya dengan lulusannya adalah 856 lulusan, yang terserap adalah 86% dan yang tidak terserap adalah 14%. dengan waktu tunggu keterserapan rata-rata dibawah 1 (satu) tahun; (2) ditinjau dari bidang pekerjaannya, rata rata keterserapan lulusan SMK Negeri 1 Singosari keterserapan di industri/perusahaan sebidang adalah 41,1%. wirausaha sebidang 0,1%, industri/perusahaan bidang lain 16,2%, wirausaha bidang lain 0,1%, melanjutakan perguruan tinggi 21,9%, PNS 0,1%, TNI/POLRI 0,7% dan lain-lain (belum/mencari pekerjaan/tidak diketahui keberadaannya); dan (3) untuk relevansi keterserapan lulusan antara paket keahlian dengan bidang pekerjaan bisa diketahui bahwa 64% relevan dan 36% tidak relevan antara Paket Keahlian dengan bidang pekerjaan dari total lulusannya.               Saran dari penelitian penulis sampaikan dengan harapan agar memiliki manfaat yang berkelanjutan dan berarti bagi banyak pihak.Kepada Lulusandiharapkan (1) lebih mampu meningkatkan keterampilan, minat, dan memiliki keyakinan, serta motivasi untuk memiliki pekerjaan yang sesuai dengan  kompetensi; misalnya dengan mengikuti magang kerja, atau memperbanyak sharing/konsultasi, baik dengan teman, alumni, maupun guru; (2) lulusan diharapkan memanfaatkan setiap usaha yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk membantu lulusan agar mampu tersalur ke dunia kerja dengan baik.Kepada Guru; (1) dapat memberikan motivasi kepada calon lulusan agar mereka mau mengeksplor diri dan memaksimalkan keterampilan yang mereka miliki dalam pembekalan secara berkala; (2) mampu untuk menyebarluaskan informasi lowongan kerja secara menyeluruh kepada calon lulusan dan/atau lulusan.Kepada Pengurus BKK; (1) dapat lebih meningkatkan usaha penelusuran lulusan dengan menggunakan media online (web sekolah) dan mengadakan pembaharuan data dalam periode tertentu; (2) dapat melakukan pengecekan atau konfirmasi kepada pengguna lulusan (DU/DI), mengenai kondisi dan kinerja lulusan

    Analisis Hasil Kualitas Lembar Akrilik Dengan Cara Vacuum Forming

    No full text
    ABSTRAK   Semakin berkembangnya dunia ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, banyak pengembangan inovasi produk, salah satunya berbahan dasar ferro dan non-ferro. Produk berbahan dasar non-ferro seperti plastik/akrilik sangat banyak dijumpai pada kehidupan sehari-hari dan memiliki peluang usaha yang besar. Produk berbahan dasar plastik akrilik mudah untuk dibentuk, oleh karena itu produk inovasi berbahan dasar ini sangatlah baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui radius akrilik, untuk mengetahui volume akrilik berdasarkan ketinggian molding, dan untuk mengetahui ketebalan dinding akrilik setelah proses vacuum forming. Rancangan dalam penelitian ini adalah dengan cara eksperimen. Pada eksperimen berbahan dasar lembar akrilik dengan ketebalan 1, 2, 3 mm, akan dilakukan pembentukan dengan cara vacuum forming. Setelah dilakukan pembentukan, pengujian yang dilakukan adalah pengukuran radius menggunakan radius gauge, pengukuran ketinggian lembar akrilik, dan pengukuran ketebalan dinding akrilik. Hasil penelitian dengan temperatur tetap 185˚C dan tekanan vacuum cleaner dengan daya 800 watt menunjukkan bahwa lembar akrilik dengan ketebalan 1 mm mempunyai hasil radius dan volume ketinggian yang baik, namun memiliki beberapa cacat, lembar akrilik dengan ketebalan 2 mm dan 3 mm tidak dapat mengikuti molding karena tingkat stretching yang kurang, akan tetapi memiliki ketebalan dinding akrilik yang baik, karena akrilik tersebut masih dapat mempertahankan ketebalan sebelum dan sesudah dilakukan proses vacuum forming. Adapun statistik yang digunakan adalah deskriptif, yaitu dengan cara mendeskripsikan hasil penelitian yang telah dilakukan sehingga mudah dipahami

    Sistem Manajemen Perawatan Bengkel/Laboratorium di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Dalam upaya peningkatan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), selain pihak pemerintah, pihak sekolah juga mengemban tanggung jawab yang besar yaitu mempersiapkan, mengembangkan potensi, keterampilan, dan kemampuan siswa dan siswinya sehingga lebih kompetitif dalam memainkan peran di tengah masyarakat khususnya dalam dunia kerja.Oleh karena itu, proses pembelajaran di SMK tidak cukup jika hanya dilakukan sebatas teori di dalam ruangan kelas saja, tetapi juga diperlukan pembelajaran praktikum yang membutuhkan bengkel/­laboratorium yang memadai.Kegiatan praktikum dapat terlaksana dengan maksimal apabila SMK mampu melakukan dan menerapkan manajemen perawatan terhadap bengkel/­laboratorium agar kebersihan dan kondisi mesin dan alat-alat di dalamnya selalu terjaga, siap pakai, dan memiliki umur yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan lima hal yang terkait dengan pelaksanaan manajemen perawatan bengkel/laboratorium pemesinan yang meliputi perencanaan dalam perawatan, pengorganisasian dalam perawatan, penggerakan dalam perawatan, pengawasan dalam perawatan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pelaksanaan manajemen perawatan bengkel/­laboratorium pemesinan di SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berkaitan dengan manajemen perawatan bengkel/laboratorium ini diperoleh menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dengan sumber data Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana dan Prasarana, Kepala Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan, Kepala Bengkel Teknik Pemesinan, Juru Bengkel Teknik Pemesinan, dan Guru Produktif Teknik Pemesinan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan berdasarkan ketekunan peneliti, pengamatan ulang dan triangulasi teknik dan sumber data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap penelaahan data, tahap identifikasi dan reduksi data, serta tahap evaluasi data. Berdasarkan hasil analisis data yang telah diperoleh, didapatkan lima temuan hasil penelitian sebagai berikut:(1) Perencanaan pada perawatan bengkel/laboratorium pemesinan di SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang dilaksanakan dengan menentukan dasar dan tujuan terlebih dahulu, yang kemudian diwujudkan dengan melaksanakan metode-metode seperti perawatan secara langsung dan preventif serta prosedur yang telah ditetapkan dengan mengikuti jadwal perawatan berdasar pada pemakaian mesin dan spesifikasi masing-masing mesin; (2) Pengorganisasian pada perawatan bengkel/laboratorium pemesinan di SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang dilaksanakan dengan membentuk struktur formal yang melihat pada kebutuhan dan jumlah bengkel, jumlah jam mengajar para personalia, serta anggaran dan tunjangan, dan bertujuan untuk memperjelas tanggung jawab dan memudahkan komunikasi selama perawatan dan perbaikan dilakukan; (3) Penggerakan pada perawatan bengkel/­laboratorium pemesinan di SMK Negeri 1 Singosari dilakukan dengan tiga cara yaitu pertama dengan pemberian instruksi yang berupa instruksi secara langsung dan tidak langsung melalui pemberian surat tugas, kedua dengan pemberian motivasi dari Kepala Program dan Kepala Bengkel kepada guru-guru produktif dan juru bengkel maupun antar sesama guru, serta yang ketiga dengan pemberian koreksi pada perawatan atau perbaikan yang selesai dilakukan melalui metode uji coba mesin atau alat; (4) Pengawasan pada perawatan bengkel/­laboratorium pemesinan di SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang adalah pengawasan terhadap pemakaian dengan melihat kartu rekam jejak pemakaian mesin dan alat, pengawasan terhadap prosedur perawatan dan perbaikan dengan melihat kartu perawatan dan spesifikasi mesin. Pengawasan dilakukan oleh guru produktif dan juru bengkel yang mendapat pengawasan pula dari Kepala Kompetensi Keahlian dan Kepala Bengkel. Tujuan dari pengawasan ini adalah untuk meminimalkan kesalahan selama pemakaian serta untuk mencegah terjadinya malfungsi dari mesin atau alat yang digunakan. Hasil yang terakhir adalah (5) Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pelaksanaan manajemen perawatan bengkel/laboratorium pemesinan di SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang meliputi faktor pendukung seperti sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam perawatan dan perbaikan mesin, kedisiplinan semua pihak baik guru maupun murid akan pentingnya K3, dukungan dana dari sekolah untuk mencukupi kebutuhan bengkel, adanya jaringan yang luas serta komunikasi yang baik dengan pihak industri di luar sekolah untuk membantu perawatan dan perbaikan, dan juga faktor penghambat seperti keterbatasan jumlah tenaga dengan jumlah mesin yang harus dirawat dan diperbaiki, masih adanya ketidakpedulian dari guru dan siswa terhadap kebersihan bengkel, kurangnya komunikasi antar sesama guru produktif mengenai kondisi mesin dan alat yang ada di dalam bengkel, ketidakdisiplinan siswa dalam meng­gunakan mesin dan alat, pengadaan yang sedikit lambat, sulitnya menemukan komponen-komponen dari mesin yang rusak, adanya industri yang tidak dapat menyesuaikan jadwal yang diminta sekolah untuk proses pebaikan mesin, patokan biaya dari pihak industri yang terlalu tinggi, serta penyedia komponen yang tidak memiliki stok komponen yang dibutuhkan

    0

    full texts

    1,608

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇