SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
EVALUASI MATAKULIAH PRAKTIK INDUSTRI PADA PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF DI UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Terdapat hambatan dalam persiapan praktek industri yaitu waktu balasan surat ijin rata-rata memerlukan waktu > 3 minggu (Riza, 2013). Seperti yang dipaparkan sebelumnya hal ini menarik untuk diteliti lebih jauh yaitu proses kegiatan praktik industri, dengan fokus penelitian yang mengacu pada evaluasi kegiatan praktik industri berdasarkan alur proses yang telah disusun oleh Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang dan koordinator praktik industri. Tindakan evaluasi kegiatan praktik industri dari tiga bagian utama (1) persiapan, (2) pelaksanaan, dan (3) penilaian. Dari penelitian ini diharapkan menjadi bahas untuk memperbaiki atau evaluasi kegitanan praktek industri agar menjadi lebih baik lagi. Berdasarkan uraian di atas maka dapat ditarik suatu rumusan masalah sebagai berikut: (1). Bagaimana evaluasi persiapan matakuliah praktik industri di program studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif? (2). Bagaimana evaluasi pelaksaan matakuliah praktek industri di program studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif? (3). Bagaimana evaluasi penilaian matakuliah praktek industri di program studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif? Persiapan adalah suatu kegiatan yang akan dipersiapkan sebelum melakukan sebuah kegiatan. Tanpa persiapan,kegiatan tidak akan terlaksanakan dengan baik atau pun susah untuk dilaksanakan. Sebaliknya jika kita persiapan,maka kegiatan itu akan terlaksana dengan baik. Hasil dari persiapan adalah sebuah kegiatan yang memuaskan. Pelaksanaan adalah suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci, implementasi biasanya dilakukan setelah perencanaan sudah dianggap siap. Secara sederhana pelaksanaan bisa diartikan penerapan. Penilaian (assessment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif bersifat deskriptif, dengan subjek penelitian mahasiswa 2013 dan 2014 Prodi S1 Pendidikan Otomotif. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini berupa kuisioner/angket yang berjumlah 50 butir soal (jika jawaban 1 = Tidak Sesuai; 2 = Kurang Sesuai; 3 = sesuai; 4 = Sangat Sesuai). Teknik analisis yang dipakai untuk uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan Deskriptif Analyse. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kegiatan Praktik Industri Ditinjau dari Persiapan 23 anak memilih cukup sesuai dengan persentase (46%). Selanjutnya Kegiatan Praktik Industri Ditinjau dari Pelaksanaannya 19 anak memilih sesuai dengan persentase (38%). Dan Kegiatan Praktik Industri Ditinjau dari Penilaiannya 21 anak memilih sesuai dengan persentase (42%). Sehingga kegiatan Praktik Industri sudah cukup baik dan sesuai akan tetapi masih perlu berbenah demi memaksimalkan lulusan yang lebih baik lagi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang “Evaluasi Kegiatan Matakuliah Praktik Industri Pada Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif, Teknik Mesin di Universitas Negeri Malang” disimpulkan bahwa: (1) Kegiatan Praktik Industri ditinjau dari persiapan Praktik Industri berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dikategorikan pada tingkat cukup baik. (2) Kegiatan Praktik Industri ditinjau dari pelaksanaan Praktik Industri berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dikategorikan pada tingkat baik. (3) Kegiatan Praktik Industri ditinjau dari penilaian Praktik Industri berdasarkan berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dikategorikan pada tingkat baik. Untuk Mendapatkan hasil yang maksimal dari sebuah program Praktik Industri, maka ada beberapa faktor yang perlu mendapat perhatian khusus, yaitu selain materi yang harus disesuaikan juga ada faktor lain yang harus dipertimbangkan, diantaranya sumber daya semacam. ketersediaan alat, bahan, materi yang dapat menunjang kompetensi mahasiswa calon praktikan. Membangkitkan motivasi kerja juga merupakan usaha untuk meningkatkan keberhasilan pelaksanaan kegiatan Praktik Industri, diantaranya mengadakan kegiatan pembekalan praktik industri untuk mengembangkan wawasan mahasiswa calon praktikan tentang dunia industri. Memberikan arahan kepada mahasiswa agar lebih awal dalam pemilihan tempat industri agar lebih maksimal dalam pelaksanaan serta menyediakan pilihan tempat Praktik Industri yang telah memenuhi syarat sebagai kebutuhan link and match, supaya mahasiswa calon praktikan tidak salah dalam memilih tempat Praktik Industri sehingga tujuan Praktik Industri dapat dicapai secara optimal. Mahasiswa lebih baik menyiapkan diri pada semester-semester sebelum melaksanakan Praktik Industri dalam hal mencari tempat industri agar tidak kebingungan ketika saat melaksanakan pada liburan semester 6. Mahasiswa lebih selektif memilih tempat praktik Industri yang baik, agar mendapatkan pengalaman dan meningkatkan kompetensi. Mahasiswa sebaiknya lebih sering melakukan komunikasi dengan Dosen pembimbing dan Instruktur Praktik Industri
PENGARUH VARIASI SUDUT PENDAKIAN ROLLERTERHADAP DAYA DAN TOP SPEED PADA SEPEDA MOTOR VARIO 125 PGM-FI
ABSTRAK Saputra, BayuAgung. 2017. PengaruhVariasiSudutPendakian Roller CVT terhadapDayadan Top Speed padaSepeda Motor Vario 125 PGM-FI. Skripsi.JurusanTeknikMesin, FakultasTeknik,UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (1)Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E, M.Pd., M.M., (2) Drs. Paryono. S.T, M.T. Kata Kunci: SudutPendakian Roller, daya, top speed,Vario 125 PGM-FI Modifikasididalamduniaindustriotomotif di masasekarangbanyakmenawarkankomponen-komponenotomotifracing.Dalampasaransekarangbanyakdijumpaikomponenkomponenracingsalahsatunyayaitupulley racing. Sudutpendakianrolleradalahtempatterlemparnyaroller yang terdapatpadapuli primer melaluialurroller.Pengertiandaridayaituadalahbesarnyakerja motor selamakurunwaktutertentu (Arends&Berenschot 1980: 20). Satuandayayaitu KW (KiloWatt).Secaraumumkecepatanadalahkemampuanbergerakuntukmenempuhsuatujarakdalamsatuselangwaktu. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruhvariasisudutrumah roller dengansudutpendakianroller 37o, 35odan 33oterhadapdayadantop speedpadasepeda motor Vario 125 PGM-FI.Penelitianinimelibatkanbeberapavariabelyaituvariabelbebas (independent) danvariabelterikat (dependent).Variabelbebas (independent) yaituvariasirumah roller yang dimodifikasidenganberbagaiukurandanvariabelterikat (dependent) adalahdayadantop speed. Pengambilan data di lakukansebanyak 5 kali pengulanganuntukmendapatkanhasil yang akurat, kemudiansetelah data terekam di lakukanpengolahan agar data yang di peroleh valid danselanjutnya data tersebut di lakukanujiprasyaratyaituujinormalitasdanujihomogenitas. Selanjutnya data penelitiantersebutakan di gunakanuntukanalisisstatistikdeskriptifdananalisisOne-Way Anova. Analisisstatistikdeskriptifdigunakanuntukmenjelaskangambaran data dayadantop speed.SedangkananalisisOne-Way Anova di gunakanuntukmengujihipotesistentangadaatautidakadanyapengaruhpenggunaanmodifikasivariasisudutrumahrollerterhadapdayadantop speed. Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwaterdapatperbedaandayadan top speed yang dihasilkandarivariasisudutrumahroller 37o, 35odan 33o.Perbedaansignifikanyang terdapatpadadaya yang dihasilkanyaitupenggunaanrumah roller dengansudut 33° menjadi 12.24Hp pada RPM 8500 lebihbaikdikarenakanpadamenghasilkandaya yang berbedadarisudut 35° yang hanya 12.13Hpdan 37°hanyamenghasilkan 11.51Hp. Sedangkanuntukhasil yang diperolehdarihasilTop Speedyaitusudut 33° lebihbaikkarenamampumencapai 154 km/jam sedangkansudut 35° menghasilkankecepatanmaksimal 151.8 km/jam, danuntuk sudut 37° menghasilkankecepatanmaksimal 144 km/jam. Dayadantop speedyang dihasilkanpadaperubahansudutrumah roller 37°, 35° dan 33° menunjukantidakadapengaruh yang signifikanterhadapmesinsepeda motor Vario 125 PGM-FI
Pengaruh Penggunaan Modul EFI terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 10 Malang pada Matapelajaran Perwatan dan Perbaikan Sistem injeksi
ABSTRAK Afandi, Mochamad Nur. 2017. Pengaruh Penggunaan Modul EFI terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 10 Malang pada Matapelajaran Perawatan dan Perbaikan Sistem Injeksi. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syarif Suhartadi M.Pd. (II) Drs. Sumarli M,Pd., M.T. Kata Kunci: Modul EFI, Hasil Belajar Siswa Permasalahan yang sering dijumpai di sekolah adalah metode pembelajaran untuk menyampaikan materi pembelajaran kesiswa. Banyak siswa kurang berminat selama mengikuti proses belajar mengajar. Hal tersebut megakibatkan hasil belajar yang rendah. Dengan keadaan yang sepertiini, maka perlu dilakukan inovasi dalam proses pembelajaran khususnya pada metode pembelajaran. Metode pembelajaran dengan tingkat pemahaman yang tinggi agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dari permasalahan tersebut, peneliti mempunyai cara atau solusi dengan menggunakan modul sebagai media alat bantu yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran oleh guru Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, yang dirancang menggunakan rancangan penelitian quasi eksperimental, yaitu penelitian yang dilakukan dengan memberikan perlakuan(treatment) terhadapsubjekpenelitian yang bersangkutan dengan cara menggunakan jenis eksperimen Post-test Control Group Design.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XITKR SMK Negeri 10 Malang. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI TKR 2 yang berjumlah 30 siswadan XI TKR 3 yang berjumlah 30 siswa di SMK Negeri 10 Malang. Namun, penentuan kelas sebagai kelas eksperimen dan kontrol dilakukan secara acak.Teknik pengambilan data menggunakan tes tulis posttest. Berdasarkanhasilpenelitiandiperolehdariteshasilbelajarberupapost-test.Analisis data menggunakanUji-t (independent sample t-test) pada taraf signifikansi.Berdasarkan data yang diperoleh dan telah dihitung denganbantuanprogamSPSS for windows release versi 22diperolehnilaisig. (2-tailed)adalah 0.000 dengantarafsignifikansi 5%. Karenanilai sig. (2 tailed
Studi tentang Pengelolaan Praktik Kerja Industri di SMK Negeri 3 Jombang
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan perencanaan praktik kerja industri, pelaksanaan praktik kerja industri, evaluasi praktik kerja industri, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan praktik kerja industri di SMK Negeri 3 Jombang.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini adalah Ketua Program Kerja Praktik Kerja Industri, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum,Ketua Program Keahlian Teknik Pemesinan, dan Guru Pembimbing Praktik Kerja Industri. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, pengamatan (observasi), dan dokumentasi.Analisis data menggunakan reduksi data, display data, serta pengambilan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa; 1) perencanaan praktik kerja industri di SMK Negeri 3 Jombang di mulai dari menjalin kerja sama dengan industri, penyiapan administrasi berupa MOU dan proposal permohonan praktik kerja industri, penyiapan guru pembimbing dari guru produktif, kegiatan pembekalan awal dan pembekalan teknis, serta penyiapan sarana dan prasarana penunjang kegiatanpraktik kerja industri;2) Pelaksanaan praktik kerja industri di SMK Negeri 3 Jombang meliputi penempatan siswa di industri yang sesuai dengan kompetensi keahlian, penyerahan siswa kepada pihak industri, pembimbingan siswa dari guru pembimbing praktik kerja industri, monitoring siswa dan sinkronisasi kurikulum, sertapenjemputan siswa; 3) evaluasi praktik kerja industri di SMK Negeri 3 Jombangdilakukan oleh pihak sekolah dan pihak industri dalam bentuk penilaian kegiatan praktik kerja industri, penilaian kerja dilakukan oleh pihak industri, sedangkan sekolah menilai buku laporan kegiatan dan ujian persentasi laporan, kriteria penilaian dibagi menjadi dua yaitu aspek sikap (non teknis) dan aspek kompetensi (teknis), serta pemberian sertifikat kepada siswa sebagai bukti telah melaksanakan praktik kerja industri; 4) faktor pendukung pelaksanaan praktik kerja industri di SMK Negeri 3 Jombang yaitu: kesanggupan orang tua dalam menyediakan biaya hidup ketika siswa melaksanakan praktik kerja industri, adanya payung hukum yang jelas tentang pelaksanaan praktik kerja industri, sarana dan prasarana pendukung yang diberikan oleh sekolah, serta keaktifan dan motivasi siswa dalam kegiatan praktik kerja industri, sedangkan faktor penghambat pelaksanaan praktik kerja industri di SMK Negeri 3 Jombang yaitu: ketidaksiapan siswa baik dari mental maupun kompetensi untuk melaksanakan praktik kerja industri, ketersediaan dunia industri sebagai lokasi praktik kerja industri, dan ada beberapa industri yang hanya memanfaatkan tenaga siswa tanpa memperhatikan tujuan program praktik kerja industri.Solusi yang diberikan sekolah dalam mengatasi faktor ketidaksiapan siswa adalah dengan dengan memberangkatkan siswa yang tidak siap pada gelombang dua agar siswa tersebut dapat diberikan pembinaan lebih lanjut untuk dapat mengembangkan mental dan kompetensinya, untuk mengatasi faktor ketersediaan industri sebagai lokasi praktik kerja industri maka sekolah mengirimkan proposal pengajuan praktik kerja industri jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan praktik kerja industri, dan untuk mengatasi faktor industri yang hanya memanfaatkan tenaga siswa tanpa memperhatikan tujuan program praktik kerja industri, maka solusinya adalah sekolah melakukan negosiasi ulang dengan industri tersebut agar lebih memperhatikan siswa
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ADOBE FLASH CS 6 UNTUK MENINGKATKANHASIL BELAJARSISWA PADA PELAJARAN TEKNIK LISTRIK DASAR OTOMOTIFDI SMK
ABSTRAK Adobe flash adalah salah satu software yang digunakan para user untuk membuat animasi, game, presentasi, web, animasi pembelajaran, media pembelajaran dan film. Pada software Adobe Flash dapat memasukkan file suara, file video dan file gambar dari aplikasi lain. Media pembelajaran merupakan suatu alat untuk menyampaikan pesan atau materi pelajaran dari pendidik kepada peserta didik. Media pembelajaran harus memudahkan pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran dan menarik bagi peserta didik, supaya peserta didik semangat dalam belajar sehingga mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Proses pembelajaran pada SMK yang diteliti masih menitik beratkan dengan metode ceramah yang dibantu dengan e-book berupa word. Penyampaian materi mata pelajaran teknik listrik dasar otomotif menggunakan metode ceramah, metode ceramah dinilai kurang efektif dalam proses pembelajaran di kelas. Proses pembelajaran yang menekankan dengan metode ceramah dapat membuat peserta didik cepat bosan dan kurang fokus dalam pembelajaran. Salah satu upaya untuk mendukung peserta didik dalam mengikuti pembelajaran dengan tertib dan aktif adalah menyampaikan materi pembelajaran dengan media yang menarik secara psikologis dan mudah dipahami oleh peserta didik. Sehingga hal tersebut diharapakan mampu untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dalam penyampaian materi lebih baik didukung dengan media pembelajaran yang inovatif dan kreatif seperti media Adobe Flash. Dalam hal ini guru belum memiliki media pembelajaran Adobe Flash dikarenakan keterbatasan tenaga dan waktu yang dimiliki oleh guru. Dalam pembelajaran guru memiliki peran penting terhadap siswanya untuk memilih atau menentukan media pembelajaran yang tepat untuk membantu siswa mencapai kompetensi dasar pada mata pelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada saat peneliti mewawancarai Bapak Achmad Fauzi selaku guru mata pelajaran Teknik Listrik Dasar Otomotif, diperoleh data hasil belajar siswa pada mata pelajaran Listrik Dasar Otomotif yang masih banyak dibawah KKM. Bapak Fauzi menyebutkan bahwa rata-rata nilai siswa kurang lebih 56. Ini menandakan bahwa guru harus meningkatkan hasil belajar siswa sampai pada batas KKM. Ada beberapa faktor yang menyebabkan sebagian besar peserta didik masih belum mencapai nilai KKM dalam mata pelajaran Listrik Dasar Otomotif. Dalam kegiatan proses pembelajaran guru lebih mengutamakan menggunakan pendekatan konvensional berupa ceramah dan penugasan individu, peserta didik diajarkan dengan konsep berpikir abstrak dengan menjadikan guru sebagai sumber utama dalam belajar, padahal pada penerapan kurikulum 2013 guru harus melakukan pendekatan ii saintifik, agar bukan guru lagi yang menjadi pusat belajar, melainkan peserta didik juga ikut berperan aktif saat proses pembelajaran. Tujuan penelitian dan pengembangan ini untuk (1) mengembangkan media pembelajaran Adobe Flash CS 6 dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran teknik listrik dasar otomotif di SMK, (2) menguji signifikansi peningkatan hasil belajar siswa dengan media pembelajaran Adobe Flash CS 6. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental menurut Sadiman (2010:11) dengan 8 langkah sistematis, yakni: (1) identifikasi kebutuhan, (2) perumusan tujuan, (3) perumusan butir-butir materi, (4) perumusan pengukur keberhasilan, (5) penulisan langkah media, (6) tes/uji coba, (7) revisi, dan (8) siap produksi. Subjek terdiri atas 27 siswa kelas X TKR 1 SMK Nasional Malang. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes tetulis pilihan ganda dan dianalisis rerata dan uji-t. Hasil validasi menunjukkan (1) ahli media dengan skor rata-rata sebesar 3,4 atau 85% media layak; (2) ahli materi dengan skor rata-rata 3,3 atau 82,5% media layak; (3) uji kelompok kecil dengan skor rata-rata 3,2 atau 80% media layak; dan (4) uji lapangan pada kelas eksperimen mendapatkan skor rata-rata 3,32 atau 83% media layak. Hasil seluruh uji coba mendapatkan persentase sebesar 82,62% media layak, di bunyikan bahwa: (1) media Adobe Flash CS 6 valid, serta layak digunakan, (2) hasil belajar siswa menggunakan Adobe Flash CS 6 lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa
Studi Tentang Minat Siswa Kelas XII Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Amuntai dalam Bekerja dan Melanjutkan Studi
ABSTRAK Saidah, Putri. 2018. Studi Tentang Minat Siswa Kelas XII Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Amuntai dalam Bekerja dan Melanjutkan Studi. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd., (II) Drs. Ir. Eko Edi Purwanto,S.E., M.Pd., M.M. Kata Kunci: Minat, Bekerja, Melanjutkan Studi, SMK Keberhasilan Pendidikan Menengah Kejuruan diukur dari tingkat keterserapan lulusannya di dunia kerja. Berdasarkan data pengguna lulusan (perusahaan) sejumlah karyawan yang direkrut dari SMK hanya sekitar 49,6% yang dinyatakan sesuai dengan bidang keahlian mereka (Roesminingsih, 2008). Berdasarkan observasi di SMK Negeri 2 Amuntai, disana menunjukkan bahwa hanya 12,56% lulusan yang melanjutkan keperguruan tinggi. Sementara itu, 87,5% memilih untuk bekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui minat siswa kelas XII Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Amuntai sebagai karyawan dalam bekerja dan dalam melanjutkan studi. Sehingga manfaat dari penelitan ini diharapkan memberikan informasi dan masukan mengenai standar kompetensi lulusan, agar menjadi acuan landasan dalam menentukan kegiatan pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas lulusan SMK Negeri 2 Amuntai. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XII Teknik Otomotif SMK Negeri 2 Amuntai. Jumlah Sampel adalah 63 responden. Teknik Pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasi penelitan yang telah dianalisis dapat disimpulkan sebagai berikut minat bekerja dengan hasil analisis data dikategorikan cukup dan minat melanjutkan studi dikategorikan sangat tinggi
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TRAINER, MODUL DAN JOBSHEETSISTEM BAHAN BAKAR INJEKSI PADAKELAS XII TEKNIK DAN BISNIS SEPEDA MOTOR SMK MUHAMMADIYAH 7 GONDANGLEGI MALANG
ABSTRAK Sasmita, Jefry. 2018. Pengembangan Media Pembelajaran Trainer, Modul dan Jobsheet Sistem Bahan Bakar Injeksi pada Kelas XII Teknik dan Bisnis Sepeda Motor SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E, M.M, M.Pd (II) Dr. H. Agus Sholah, M.Pd. Kata Kunci: media pembelajaran, trainer sistem bahanbakarinjeksi, pemeliharaanmesin sepeda motor, modul, jobsheet. Hasil observasi di bengkel SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang, disana ditemukan beberapa permasalahan sebagai berikut(1) tidak ada media pembelajaran trainer sistem bahan bakar injeksi, (2) kurang lengkapnya isi modul dan jobsheet, (3) 80% guru dalam melaksanakan pembelajaran hanya sebatas teori. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan. Tujuannya adalah untuk merancang dan mengembangkan media pembelajaran berupa trainer, modul dan jobsheet materi system bahan bakar injeksi. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation). Pengambilan data dilakukan dengan cara validasi berupa angket kepada ahli materi dan ahli media. Uji lapangan dilakukan dengan cara pretest dan postest kepada kelas XII TBSM 1 kelas eksperimen dan kelas XII TBSM 2 kelas control di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang dengan masing-masing kelas berjumlah 16 siswa. Analisis data dilakukan dengan tabel distribusi frekuensi. Selanjutnya, hasil analisis diuji melalui uji perbandingan rata-rata. Dari penelitian ini, diketahui tingkat kelayakan trainer, modul dan jobsheet. Hasilnya adalah validasi ahli materi dosen sebesar 96,25% dan 95%. Validasi ahli medi sebesar 93,34%. Uji coba siswa sebesar 95%. Nilai pretest kelas eksperimen dan control diperoleh nilai rata-rata sebesar 71,69 dan 70,38. Nilai posttest kelas eksperimen dan control diperoleh nilai rata-rata sebesar 89,75 dan 72,87. Hasil penelitian ini disimpulka bahwa trainer, modul dan jobsheet materi sistem bahan bakar injeksi dikatakan valid. Selanjutnya, dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XII TBSM SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang
STUDI TENTANG MODEL PENJADWALAN PEMBELAJARANSISTEM BLOK PADATEKNIK KENDARAAN RINGAN OTOMOTIF SMK NEGERI 1 SINGGAHAN TUBAN
ABSTRAK Suprayogi, Dodi. 2018.Studi Tentang Model Penjadwalan Pembelajaran Sistem Blok Pada Teknik Kendaraan Ringan Otomotif SMK Negeri 1 Singgahan Tuban. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd. (II) Dr. H. Agus Sholah, M.Pd Kata Kunci: model penjadwalan sistem blok, matapelajaran praktikum Salah satu langkah untuk meningkatkan suatu pembelajaran adalah dengan memilih model penjadwalan yang tepat. Dalam pembelajaran praktikum salah satu model penjadwalan yang dapat digunakan yaitu model penjadwalan sistem blok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: perencanaan model penjadwalan pembelajaran sistem blokpada Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di SMK Negeri 1 Singgahan, penerapan model penjadwalan pembelajaran sistem blokpada Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di SMK Negeri 1 Singgahan, dan kendala model penjadwalan pembelajaran sistem blokpada Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di SMK Negeri 1 Singgahan. Penelitian inimenggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Sumber data penelitian ini diambil dari siswa Teknik Kendaraan Ringan Otomotif SMKN 1 Singgahan Tuban. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket. Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII Teknik Kendaraan Ringan Otomotif SMKN 1 Singgahan Tuban berjumlah 62 siswa.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dianalisis dapat disimpulkan sebagai berikut : perencanaan model penjadwalan pembelajaran sistem blok berada pada kategori sedang dengan persentase pencapaian 75%, penerapan model penjadwalanpembelajaran sistem blok berada pada kategori sedang dengan persentase pencapaian 76%, dan kendala model penjadwalan pembelajaran sistem blok berada pada kategori sedang dengan persentase 77%. Saran yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut: bagi siswa untuk lebih mempersiapkan fisik sebelum melaksanakan praktikum, bagi guru diharapkan lebih memberikan variasi dalam pembelajaran praktikum dan memberikan waktu istirahat yang cukup, bagi sekolah lebih meningkatkan kualitas pembelajaran, dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dengan menambah variabel lain. ABSTRACT Suprayogi, Dodi. 2018.A Study onLearning Scheduling of Block System at Automotive Engineering Program in State Vocational High School 1 Singgahan Tuban. Thesis, Department of Mechanical Engineering, , Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd. (II) Dr. H. Agus Sholah, M.Pd Keyword:scheduling models block system, subject of practicum One of the step to improve a lesson is choose the right scheduling model. In practice learning, one of the scheduling models that can be used is a block release scheduling model. The purposes of this research were to investigateplanning of learning scheduling of block system, to descript implementation of learning scheduling of block system, and to know what is obstacle of learning scheduling of block system at automotive engineering program in State Vocational High School 1 Singgahan. This research design used descriptive with quantitative approach. The data source of this research taken from studentsautomotive engineering program in State Vocational High School 1 Singgahan Tuban. The technique of collecting data used questionnaire. The sample of this study was all students of class XII automotive engineering program in State Vocational High School 1 Singgahan Tuban, totaling 62 students. The data analysis used descriptive statistics. Based on the result this study showed thatthe planning oflearning scheduling of block systemwas medium category with percentage 75%. The implementation of learning scheduling of block system was medium category with a rate 76%, meanwhile obstacles in model oflearning scheduling of block system was medium category with the percentage of 77%. The suggestionsbased on the result are students need to better prepare physically before carrying out the practicum. Teachers are expected to provide more variations in learning practicum and provide adequate rest time. Schools need to further improve the learning quality andthe next researcher is expected to develop this research with adding another variable
Pengaruh Panjang Velocity Stack Terhadap Efisiensi Bahan Bakar Dan Emisi Gas Buang Pada Sepeda Motor Honda BEAT PGM-FI.
ABSTRAK Syarifudin, Syahrul. A. 2018. Pengaruh Panjang Velocity Stack Terhadap Efisiensi Bahan Bakar Dan Emisi Gas Buang Pada Sepeda Motor Honda BEAT PGM-FI. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Imam Muda Nauri, S.T, M.T. (2) Drs. Sumarli M.Pd, M.T. KataKunci : Velocity stack, bahan bakar, Karbon Monoksida, Hidrokarbon Velocity stack merupakan alat berbentuk seperti corong udara yang ditempatkan pada saluran masuk sebelum throttle body pada mesin. Velocity stack berfungsi untuk memudahkan aliran udara yang masuk ke dalam mesin agar lebih lembut. Bentuk velocity stack yang menyerupai terompet mengakibatkan kerugian udara masuk menjadi kecil karena sifat udara yang tidak bisa membelok 90˚ atau disebut efek Vena Contracta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi panjang velocity stack terhadap efisiensi bahan bakar dan emisi gas buang (CO dan HC) pada sepeda motor Honda BEAT PGM-FI, dengan variasi panjang velocity stack 30mm, 50 mm dan 70 mm. Penelitian ini menggunakan jenis eksperimen dengan menggunakan dua variabel penelitian. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah panjang velocity stack dengan panjang 30 mm, 50 mm dan 70 mm, sedangkan variabel terikat pada penelitian ini adalah efisiensi bahan bakar dan emisi gas buang (CO dan HC). Pengambilan data ini dilakukan dengan gelas ukur untuk mengukur konsumsi bahan bakar dan alat gas analyzer untuk mengetahui kadar emisi gas buang karbon monoksida dan hidrokarbon. Data yang diambil mulai dari 1500 rpm sampai 6500 rpm dengan kenaikan 500 rpm. Teknik analisis data menggunakan metode one way anova pada SPSS 16 for windows. Berdasarkan hasil analisis pada data pada penelitian tersebut pemasangan variasi panjang velocity stack berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Ada pengaruh yang signifikan pada penggunaan variasi panjang velocity stack, terutama pada rpm menengah sampai rpm tinggi (3500 rpm sampai 6500 rpm). Konsumsi bahan bakar terbanyak yaitu pada penggunaan velocity stack dengan panjang 30 mm. Akan tetapi pemasangan variasi panjang velocity stack tidak berpengaruh signifikan terhadap emisi gas buang CO dan HC. Emisi gas buang CO dan HC meningkat hanya pada saat rpm tinggi (6500 rpm)
Pengaruh Variasi Kuat Arus dan Wire Feed Rate Pada Baja Karbon Rendah Terhadap Kekuatan Tarik Hasil Pengelasan GMAW.
ABSTRAK Hardiansyah, Taufik. 2018. Pengaruh Variasi Kuat Arus dan Wire Feed Rate Pada Baja Karbon Rendah Terhadap Kekuatan Tarik Hasil Pengelasan GMAW. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Solichin, S.T., M.Kes., (II) Drs. H. Abdul Qolik, M. Pd. Kata Kunci : Kuat Arus, Wire Feed Rate, GMAW Gas metal arc welding (GMAW) banyak digunakan untuk pengelasan logam ferrous salah satunya baja karbon. Baja karbon banyak digunakan antara lain untuk lambung kapal dan bejana tekan. Dalam pengelasan GMAW sering ditemui adanya penggunaan variasi kuat arus dan wire feed rate yang berpengaruh terhadap baik buruknya mutu hasil pengelasan. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh Variasi Kuat Arus dan Wire Feed Rate Pada Baja Karbon Terhadap Kekuatan Tarik Hasil Pengelasan GMAW. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah eksperimental. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah faktorial 3 × 2 yaitu tiga variasi kuat arus dan dua variasi wire feed rate. Objek penelitian ini adalah baja karbon yang diberikan perlakuan pengelasan setelah itu dilakukan pengujian tarik. Hasil penelitian diperoleh bahwa variasi kuat arus pada pengelasan baja karbon dengan las GMAW memberikan pengaruh terhadap nilai kekuatan tarik yang dapat dilihat dengan adanya perbedaan kekuatan tarik dari setiap perlakuan kuat arus yang bervariasi. Selain kuat arus yang mempengaruhi kualitas hasil pengelasan, wire feed rate juga memberikan pengaruh terhadap kualitas hasil pengelasan yang akan mempengaruhi kekuatan tariknya. Hasil pengelasan dengan kuat arus 120 A dan wire feed rate 4 meter/menit memberikan kekuatan tarik hasil pengelasan tertinggi yaitu sebesar 52,67 kgf/mm2 dan pengelasan dengan kuat arus 120 A dan wire feed rate 5 meter/menit memberikan kekuatan tarik hasil pengelasan terendah yaitu sebesar 48,33 kgf/mm2. SUMMARY Hardiansyah, Taufik. 2018. AnEffect of ElectricCurrent Variations and Wire Feed Rate on Low Carbon Steels towardTensile Strength on the Result of Gas Metal Arc Welding.Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors:(I) Drs. Solichin, S.T., M.Kes., (II) Drs. H. Abdul Qolik, M. Pd. Keywords: Electric Current, Wire Feed Rate, GMAW Gas metal arc welding (GMAW) was widely used for ferrous metal welding, one of which is carbon steels. Carbon steels is widely used as main material of hull and pressure vesel. In GMAW welding, it is often found the use of electric current variations and wire feed rate effectthing both the quality of the welding results. The purpose of this study was to know the effect of electric current variations and wire feed rate on carbon steel toward strength of GMAW results. The method used in this study was experimentalresearch. The type of approach was quantitative approach. The design used was factorial 3 × 2, with three variations of electric current and two variations of wire feed rate. The object of this study was the carbon steel given the welding treatment after the tensile test done. The result showed that the variation of electric current in welding of carbon steel with GMAW gave effect to the value of tensile strength which can be seen by the difference of tensile strength of each varying electric current treatment. In addition to electric currents affected the welding quality, wire feed rate also affected the quality of welding results that will affect the tensile strength. The result of welding with electric current 120 A and the wire feed rate of 4 meters / min gave the highest tensile strength (52,67 kgf / mm2) and the welding with electric current 120 A and the wire feed rate of 5 meters / min gave the lowest tensile strength (48.33 kgf / mm2)