SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PEMAHAMAN TENTANG KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT MENJADI WIRAUSAHAWAN PADA MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF ANGKATAN 2015 UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Di era globalisasi saat ini, persaingan di dunia kerja semakin ketat sehingga sangat sulit mendapatkan sebuah pekerjaan. Banyak lulusan dari perguruan tinggi masih kesulitan mendapatkan pekerjaan sehingga mereka menjadi seorang penganguran terdidik, hal ini dipengaruhi oleh ketidaksesuaian kompetensi yang dimiliki, dan ketersediaan lapangan pekerjaan. Dengan sulitnya mencari pekerjaan mereka memiliki peluang lain yang dapat ditingkatkan yaitu adalah menjadi seorang wirausaha. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pemahaman tentang kewirausahaan dan mengetahui hubungan antara pemahaman tentang kewirausahaan dengan minat menjadi wirausaha mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri Malang angkatan 2015. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian menggunakan pendekatan deskriptif korelasional untuk mengetahui hubungan dari dua variable. Instrument dalam penelitian ini ada dua yaitu tes dan non tes, soal tes untuk mengukur pemahaman tentang kewirausahaan. Sedangkan non tes digunakan untuk mengukur minat menjadi menjadi wirausahawan akan diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Untuk analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif dan analisis inferensial. Berdasarkan hasil analisis data, temuan-temuan penelitian ini menunjukkan bahwa sejumlah 17% mahasiswa menyatakan memiliki pemahaman yang tinggi tentang wirausaha dan 18,2% mahasiswa menyatakan memiliki minat yang tinggi tentang wirauaha. Kesimpulan dari temuan-temuan penelitian yaitu: (1) pemahaman siswa memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat mahasiswa untuk menjadi wirausaha. (2) hanya 17% mahasiswa yang memahami tentang wirausaha, sehingga banyak siswa yang tidak tidak berorientasi menjadi wirausaha tetapi mereka lebih berorientasi mencari pekerjaan. Mayoritas mahasiswa belum siap untuk membuat usaha untuk dirinya sendiri dan lebih memilih untuk bekerja pada orang lain. Kata Kunci: pemahaman tentang kewirausahaan, minat menjadi wiarausahawan
Pengaruh Pembelajaran Team Games Tournament (TGT) Terhadap motivasi Belajar Dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Pengukuran kelas XI TKR SMK PGRI 1 Bojonegoro
ABSTRAK Bedasarkan observasi yang dilakukan SMK PGRI 1 Bojonegoro. Peneliti menemukan beberapa permasalahan ketika proses belajar mengajar berlangsung salah satu permasalahannya adalah kegiatan pembelajaran yang cenderung text book oriented dan teacher oriented. Hal ini hanya membuat siswa tidak termotifasi dan tidak dapat menghubungkan antara materi dengan keadaan nyata di lapangan. Team games tournament adalah salah satu metode yang dijadikan alternatif untuk mengatasi permasalahan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pengukuran, antara yang menggunakan metode Team Games Tournament dan metode pembelajaran langsung.(2)Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pengukuran, antara yang menggunakan Team Games Tournament dan metode pembelajaran langsung. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMK PGRI 1 Bojonegoro. Subyek penelitian terdiri dari dua kelas yaitu kelas XI TKR B yang mendapat perlakuan metode pembelajaran langsung dan XI TKR A yang mendapat perlakuan metode pembelajaran Team Games Tournament. Analisa data yang digunakan adalah Independent sampel t-test. Dari hasil penelitian, diperoleh rata-rata hasil motivasi belajar kelompok Team Games Tournament sebesar 85,5 sedangkan hasil motivasi belajar kelompok pembelajaran langsung sebesar 78,4. Dan rata-rata nilai hasil belajar kelompok Team Games Tournament sebesar 82,5 sedangkan kelompok pembelajaran langsung sebesar 75,5. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan motivasi belajar dan hasil belajar antara kelompok eksperimen yang menggunakan metode pembelajaran team games tournament yang hasilnya lebih baik dibanding dengan kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran langsung
ANALISIS STRUKTUR MIKRO HASIL PENGELASAN SMAW PADA BAJA AISI P20 AKIBAT PERBEDAAN JENIS ELEKTRODA DAN POSISI PENGELASAN
ABSTRAK Agung, Rr. Ikemala Kurnia. 2017. Analisis Struktur Mikro Hasil Pengelasan SMAW pada Baja AISI P20 Akibat Perbedaan Elektroda dan Posisi Pengelasan. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Solichin, S.T., M.Kes., (II) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D. Kata Kunci: Struktur Mikro, Las SMAW, Baja AISI P20, Posisi Pengelasan Shield Metal Arc Welding (SMAW) atau las elektroda terbungkus menggunakan kawat elektroda logam yang dibungkus dengan fluks, panas dari busur ini menjadikan logam induk dan ujung elektroda tersebut mencair dan kemudian membeku bersama. Pola pemindahan cairan ini dipengaruhi oleh besar kecilnya arus juga komposisi dari bahan fluks yang digunakan. standarisasi elektroda, baik dalam JIS maupun ASTM didasarkan pada jenis fluks, posisi pengelasan maupun arus las. SMAW atau las busur listrik merupakan penyambungan dua buah logam menjadi satu yang dilakukan dengan jalan pemanasan atau pelumeran dimana kedua ujung logam dengan busur nyala atau panas yang didapat dari busur nyala listrik (gas pembakar). Elektroda adalah bagian ujung (yang berhubungan dengan benda kerja) rangkaian penghantar arus listrik sebagai sumber panas. Fungsi dari elektroda sebagai pembangkit dan sebagai bahan tambah. Untuk las alur atau groove mempunyai empat posisi yaitu posisi 1G adalah posisi pengelasannya sumbu las rata horisontal, posisi 2G adalah posisi sumbu lasannya tegak horisontal, posisi 3G adalah posisi tegak lurus atau vertical, dan 4G adalah posisi overhead (diatas kepala). Struktur mikro adalah struktur terkecil yang terdapat dalam suatu bahan yang keberadaannya tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, tetapi harus menggunakan alat pengamat struktur mikro. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental laboratorium dalam bentuk deskripsi. Adapun variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah (a) variabel bebas yaitu uji foto struktur mikro hasil pengelasan. (b) Variabel terikat yaitu baja AISI P20, kampuh, V, pola gerakan elektroda spiral, arus pengelasan 90 °C. (c) Variabel kontrol yaitu elektroda pengelasan (LB 52 dan LB 52 U) dan posisi pengelasan (1G, 2G dan 3G). Dari uji foto struktur mikro hasil lasan baja AISI P 20 yang dilakukan pada daerah HAZ dan logam las dapat dianalisis berdasarkan jenis butir yang didapat dari uji mikro strukturnya. Terdapat butiran pearlite dan ferrite yang tersebar merata ke semua bagian logam las maupun HAZ pada semua specimen dengan perlakuan perbedaan elektroda dan posisi pengelasan
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN DI SMK NEGERI 6 MALANG
ABSTRAK Salah satu alternatif model pembelajaran SMK yang dipandang mampu meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis, bekerja secara aktif dan kolaboratif siswa SMK dalam Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan adalah Model Pembelajaran Berbasis Proyek. Pembelajaran ini menekankan pada pengajaran yang berpusat pada siswa dengan penugasan proyek. Untuk mendorong kemampuan peserta didik untuk menghasilkan karya kontekstual, baik individual maupun kelompok maka sangat disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis proyek (project based learning/PjBL). Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal mengenai impelementasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek pada Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan di SMK Negeri 6 Malang. Mencakup perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan untuk mengetahui kendala-kendala dalam implementasi model pembelajaran berbasis proyek. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan kualitatif. Adapun jenis penelitian ini adalah deskriptif, dimana dari hasil peneilitian dideskripsikan dalam bentuk kata-kata dan dokumentasi sebagaimana adanya pada waktu penelitian dilakukan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kegiatan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Berdasarkan reduksi data, penyajian data, dankesimpulan data, penelitian inidapat disimpulkan bahwaImplementasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek pada Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan di SMK Negeri 6 Malang telah dilaksanakan. Namun masih sebatas praPjBL. PjBL yang sifatnya kompleks tidak diterapkan pada pembelajaran reguler. Peserta didik ikut merencanakan pembuatan proyek. Guru memandu peserta didik dalam proses pembuatan proyek. Dan guru turut melibatkan peserta didik dalam proses penilaian. Meskipun demikian masih ada kendala pada pelaksanaanya. Misalnya kurangnya ketersediaan media pembelajaran, perbedaan kemampuan tiap peserta didik, dan beragam penilaian yang dituntut dalam PjBL
Persepsi Siswa Terhadap Penyiapan Tenaga Kerja Terampildi Industri Melalui Praktik Kerja Lapangan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen
ABSTRAK Meningkatnya jumlah penduduk harus seimbang dengan peningkatan kualitas SDM, maka diperlukan pendidikan yang mampu meningkatkan kualitas SDM. SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen merupakan sekolah swasta terbaik di Kabupaten Malang yang lulusannya banyak di minati oleh industri. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan tentang persepsi siswa terhadap penyiapan tenaga kerja terampil di industry melalui praktik kerja lapangan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif untuk menggambarkan suatukeadaan. Sampel yang digunakan pada penelitian in iadalah siswa kelas XI dan XII Jurusan Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, dan Teknik Permesinan tahunajaran 2017/2018 dengan jumlah 59 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan deskriptif dengan persentase. Hasil temuan ini disimpulkan bahwa persepsi siswa terhadap persiapan praktik kerja lapangan dapat dikategorikan baik (76,27%), sedangkan 23,73% responden menyatakan kurang baik dan tidak baik. Kemudian, persepsi siswa terhadap pelaksanaan praktik kerja lapangan dapat dikatagorikan baik (69,49%), sedangkan 30,5% responden menyatakan kurang baik dan tidak baik. Persepsi siswa terhadap penilaian praktik kerja lapangan dapat dikatagorikan baik (72,88%), sedangkan25,12% responden menyatakan kurang baik dantidakbaik. Selain itu,factor pendukung dan penghambat praktik kerja lapangan terdapat pada siswa, sekolah, danindustri
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Adobe Flash pada Materi Sistem Kelistrikan Power Window SMK Negeri 1 Sambeng Lamongan
ABSTRAK Perkembangan teknologi dan informasi saat ini semakin berkembang dan membawa dampak besar pada kemajuan dunia pendidikan. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari perkembangan teknologi tersebut, antara lain banyaknya media pembelajaran interaktif yang dikembangkan berbasis komputer. Salah satu contoh penerapannya adalah media pembelajaran menggunakan aplikasi adobe flash yang sedang dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, mengembangkan dan menyediakan bahan ajar, serta menguji kelayakan bahan ajar dalam kompetensi dasar Memahami Alarm, Sentral Lock dan Power Window untuk siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 1 Sambeng. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan yang bersifat deskriptif kuantitatif dengan mengadopsi model pengembangan ADDIE yang dikembangkan oleh Reiser dan Mollenda yang terdiri dari lima tahapan: Analisys, Design, Development, Implementation & Evaluation. Instrumen pengumpula data yang digunakan dalam pengembangan ini berupa angket/kuisioner yang disebarkan kepada ahli media, ahli materi, 8 orang siswa untuk uji kelompok kecil dan 28 orang siswa untuk uji lapangan. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif yang diperoleh dari hasil penskoran yang kemudian diterjemahkan kevalidannya. Berdasarkan analisis data dari hasil pengembangan tersebut, diperoleh tiga kesimpulan hasil pengembangan sebagai berikut. Pertama dari penilaian beberapa aspek oleh ahli media menunjukkan persentase 91,67% yaitu sangat valid. Kedua dari penilaian beberapa aspek oleh ahli materi menunjukkan persentase 97,5%% yaitu sangat valid. Tanggapan yang diberikan oleh ahli media dan ahli materi pada instrumen angket kemudian ditindaklanjuti pada bagian revisi produk sebelum diuji kelayakannya pada siswa. Ketiga, penilaian dari siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 1 Sambeng Lamongan yang memperoleh persentase 93,13% yaitu sangat valid. Dengan demikian media pembelajaran yang dikembangkan sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran dalam kompetensi dasar Memahami Alarm, Sentral Lock dan Power Window
Analisis Penerapan Sisem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Bengkel Teknik Kendaraan Ringan SMK Turen Malang
ABSTRAK Setiap pekerjaan memiliki resiko kecelakaan yang berbeda-beda. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dapat diartikan sebagai suatu sistem atau program yang dibuat bagi pekerja sebagai upaya pencegahan timbulnya kecelakaan kerja dan penyakit kerja akibat hubungan kerja dalam lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) di bengkel teknik kendaraan ringan SMK Turen Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian adalah 15 responden yaitu 1 kepala sekolah, 1 kepala kompetensi keahlian, 1 kepala laboratorium, 1 laboran, 1 teknisi, 1 maintenance, dan 9 guru mapel produktif teknik kendaraan ringan. Pengumpulan data menggunakan angket dan di cross-check dengan dokumentasi dan wawancara. Uji validitas instrumen dilakukan melalui validitas konstruk. Analisis data disajikan dalam bentuk grafik balok dan disajikan secara ringkas pada tabel yang berupa presentase skor ketercapaian kemudian dikategorikan dan dideskripsikan dengan berdasarkan sub indikatornya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dianalisis dapat disimpulkan sebagai berikut: ketercapaian sub indikator dalam penerapan SMK3 di Bengkel Teknik Kendaraan Ringan SMK Turen yaitu tercapai 87,6% masuk kategori baik. Hambatan penerapan SMK3 yaitu kurangnya kesadaran dari peserta didik akan pentingnya K3, tidak adanya tim khusus K3 yang menangani K3 di bengkel serta minimnya dokumentasi keselamatan dan kesehatan kerja yang ada di bengkel Teknik Kendaraan Ringan SMK Turen. Upaya yang suda dilakukan yaitu sudah memberikan arahan dan himbauan kepada peserta didik akan pentingnya K3. Sudah mengupayakan peningkatan dokumentasi yang berhubungan dengan K3 agar pelaksanaan K3 di bengkel Teknik Kendaraan Ringan SMK Turen sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Saran yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut: bagi siswa untuk lebih mengutamakan K3 di bengkel saat praktikum, bagi pihak SMK Turen Malang agar meningkatkan upaya penerapan K3 di lingkungan sekolah, bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dengan berfokus pada K3
ANALISIS KECELAKAAN KERJA PADA PRAKTIKUM PEMESINAN DI SMK NEGERI 1 BLITAR MENGGUNAKAN METODE SYSTEMATIC CAUSE ANALYSIS TECHNIQUE (SCAT)
ABSTRAK Saputra, Yoga Adi. 2018.Analisis Kecelakaan Kerja pada Praktikum Pemesinan di SMK Negeri 1 Blitar Menggunakan Metode Systematic Cause Analysis Technique (SCAT). Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ir. H. Djoko Kustono, M.Pd., (II) Drs. H. Solichin, S.T., M.Kes. Kata Kunci: kecelakaan kerja, praktikum, metode SCAT. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai salah satu pelaksana program pembelajaran dengan berdasarkan sistem pendidikan ganda yaitu pendidikan di sekolah dan di dunia industri. Kegiatan pembelajaran di SMK sebagai pendukung sistem pendidikan ganda adalah kegiatan praktikum.Salah satu kegiatan praktikum yang ada adalah kegiatan praktikum di bengkel pemesinan pada jurusan teknik pemesinan (TPm). Kegiatan praktikum didasarkan kepada pekerjaan-pekerjaan yang ada pada dunia usaha dan industri. Kegiatan praktikum meliputi praktikum mesin bubut, frais, CNC, gergaji dan pengelasan. Namun, pada praktiknya kegiatan praktikum tidak selalu berjalan dengan baik, seperti terjadi kecelakaan pada saat praktikum. Sebagai contoh yaitukecelakaan yang terjadi di SMK Negeri (SMKN) 1 Blitar pada bulan Januari 2018-Februari 2018. Kecelakaanterjadi di kelas X TPm 2 dan X TPm 4. Kecelakaan yang terjadi meliputi tangan terkenan kunci cekam yang berputar, tangan terjepit mesin gergaji, kepala terbentur eretan melintang mesin bubut, dan tangan tersayat pipa benda kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipenyebab-penyebab kecelakaan yang terjadi di SMKN 1 Blitar. kecelakaan dianalisis penyebab-penyebabnya sehingga dapat diketahui tindakan terbaik agar kecelakaan yang sama tidak terulang kembali. Sehingga didapatkan zero accident pada kegiatan praktikum di SMKN 1 Blitar. Penelitian ini menggunakan metode dengan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian atau Informan dipilih dengan berdasar pada kompetensi subjek yang harus sesuai dengan fokus penelitian. Informan tersebut meliputisiswa yangmengalami kecelakaan dari kelas X TPm 2 dan X TPm 4, siswa yang berada di sekitar kejadian dari kelas X TPm 2 dan X TPm 4, guru pengajar dari Universitas Negeri Malang (Mahasiswa KPL), petugas toolman, guru pengajar praktikum, dan kepala departemen mesin SMKN 1 Blitar. Teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan meliputi penyajian data, reduksi, dan diakhiri penarikan kesimpulan. Pada tahap analisis data digunakan metode SCAT agar pengolahan data lebih terarah.Untuk menjaga keabsahan data, maka dilakukan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh empat kejadian kecelakaan kerja yang terjadi yaitusebagai berikut: (1) Tangan terkena kunci cekam yang berputar. (2) tangan terjepit mesin gergaji.(3) kepala terbentur eretan melintang mesin bubut. dan (4) tangan tersayat pipa benda kerja.Berdasarkan hasil analisis data juga didapatkan beberapa tindakan yang dapat dilakukan agar kecelakaan yang sama tidak terulang kembali. Pertama, guru harus memperbaikipersiapan pembelajaran yaitu penyampaian titik bahaya pada praktikum dapat dicantumkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) agar guru tidak lupa menyampaikan titik-titik bahaya. Kedua, guru harus memberitahukan kepada siswa mengenai kecelakaan yang dapat terjadi sehingga siswa lebih berhati-hati dalam melakukan praktikum. Ketiga, kepala departemen sebaiknya melakukan perbaikan pada posisi mesin dan ruang bengkel, serta manajemen pekerjaan bagi siswa. Saran yang diberikan dari hasil penelitian yaituKepala Sekolah SMKN 1 Blitar disarankan untuk melakukan perbaikan dan pengadaan mesin baru untuk kegiatan praktikum pemesinan di departemen mesin SMKN 1 Blitar agar mesin yang digunakan dalam kondisi yang baik dan tidak mengundang bahaya.Kedua, Kepala Departemen Mesin SMKN 1 Blitar disarankan untuk memperhatikan kecelakaan yang terjadi, karena beberapa kecelakaan terjadi lebih dari satu kali. Hendaknya untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan praktikum agar kecelakaan kerja pada praktikum dapat dihindari. Saran terakhirguru program keahlian teknik pemesinan hendaknya menyampaikan titik-titik berbahaya pada kegiatan praktikum dengan lebih jelas dan tegas. Bila perlu titik-titik bahaya setiap mesin dicantumkan dalam RPP dan dinding bengkel supaya guru tidak lupa untuk menyampaikan titik bahaya pada mesin. Serta lebih memperhatikan siswa yang praktikum agar siswa yang bergurau diberikan teguran atau peringatan agar siswa bisa lebih berkonsentrasi. Saputra, Yoga Adi. 2018.Analysis of Work Accident on Machining Practice at State Vocational High School 1 Blitar Using Systematic Cause Analysis Technique (SCAT) Method. Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisor: (I)Prof. Dr. Ir. H. Djoko Kustono, M.Pd., (II) Drs. H. Solichin, S.T., M.Kes. Keywords: work accident, practice, SCAT method. Vocational high school as one of the implementers of learning programs based on the dual education system namely education in schools and industrial world. Learning activities in vocational schools as a supporter of the dual education system are practical activities. One of the existing practicum activities is practicum activities at the machining workshop majoring in machining techniques (MT). Practicum activities are based on jobs that exist in the business and industrial world. Practical activities include practicing lathes, milling, CNC, saws and welding. However, in practice of practicum activities do not always work well, such as an accident during the practicum. For example, accidents that occurred at State Vocational High School (SVHS) 1 Blitar in January-February 2018. Accidents occurred in class X TPm 2 and X TPm 4. This accident included hand gripping the sunken lock that rotated, hand pinched saw machine, head knocked across the lathe, and the hand is cut into the workpiece pipe. This study aims to determine the causes of accidents that occurred at SVHS 1 Blitar. The accident was analyzed for the causes so that the best action could be known so that the same accident would not happen again. Consequently there had zero accident in practicum activities at SVHS 1 Blitar. This study used qualitative approach, with a type of case study research. Research subjects or informants were select based on subject competence that must be in accordance with the research focus. The informant included students who had an accident from class X MT 2 and X MT 4, students who were around the incident from class X MT 2 and X MT 4, teachers from the State University of Malang, toolman officers, practicum teachers and the head of SVHS 1 Blitar machine department. Data collection techniques used interview, observation and documentation techniques. Data analysis carried out included data presentation, reduction, and ending conclusions. This study used the SCAT method.Data validity was done by triangulation techniques. Based on the results of data analysis, there were four work accidents that occurred, namely, (1) The hand was hit by a spinning chuck key that was spinning. (2) hand pinched by a saw machine. (3) transverse bumping head of the lathe. and (4) the hand was cut off by a workpiece pipe. Based on the results of data analysis also obtained several actions that can be done so that the same accident does not happen again. First, the teacher must improved the preparation of learning, namely the delivery of danger points in the practicum could be includ in the Learning Implementation Plan so that the teacher did not forget to convey the danger points. Second, the teacher must inform students about accidents that could occur so that students were more careful in practicing. Third, head of machine department should made improvements to the engine and workshop room position, as well as job management for students. Suggestions given from the results of the research are Principals of SVHS 1 Blitar are advised to make improvements and procure new machines for machining practicum activities in the machine department of SVHS 1 Blitar so that the machines used are in good condition and do not invite danger. Second, The Head of the Machine Department of SVHS 1 Blitar is advised to pay attention to accidents occurred, because some accidents occur more than once. It is necessary to evaluate the implementation of practicum so that work accidents in practicum can be avoided. (3) the teacher of machining engineering expertise program should convey dangerous points in practicum activities in a clearer and firmer manner. If necessary, the danger points of each machine are included in the Learning Implementation Plan and the wall of the workshop so the teacher does not forget to give information regarded the danger points on the machine,as well as paying more attention to students in order to improve students’ concentrate in workshop
Model Tata Kelola Bursa Kerja Khusus (BKK) dalam Upaya Menyalurkan Tenaga Kerja Bidang Pemesinan di SMKN 1 Blitar
ABSTRAK SMK bertujuan mencetak peserta didik untuk siap di dunia kerja. Namun, kenyataannya lulusan SMK menjadi penyumbang angka pengangguran tertinggi di Indonesia. Secara tidak langsung hal tersebut juga berkaitan dengan tata kelola dari Bursa Kerja Khusus (BKK) yang ada di sekolah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui keterserapan lulusan pada tahun 2013-2017, (2) mengetahui lama waktu tunggu keterserapan lulusan, (3) mengetahui jenis keterserapan lulusan, (4) mengetahui relevansi keterserapan lulusan, (5) mengetahui tata kelola BKK dalam menyalurkan lulusan, (6) mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan penyaluran tenaga kerja, dan (7) mengetahui alasan siswa memilih jenis keterserapannya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Subjek penelitiannya adalah pengurus BKK SMKN 1 Blitar dan partisipan dari alumni jurusan teknik pemesinan tahun lulus 2013 s/d 2017. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa (1) keterserapan rata-rata lulusan SMK Negeri 1 Blitar bidang pemesinan pada lima tahun terakhir, dimana yang terserap 83% dan tidak terserap 17%, (2) lama waktu tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan atau pendidikan pertama dibawah 1 tahun dengan persentase 71%, (3) pilihan untuk bekerja setelah lulus masih menjadi prioritas utama siswa, dengan persentase tertinggi yaitu 51%, (4) faktor siswa untuk memilih jenis keterserapannya setelah lulus dengan persentase tertinggi 64% adalah karena keinginan pribadi, (5) lulusan yang tidak relevan memiliki persentase yang lebih tinggi yaitu 51%, (6) tata kelola BKK SMKN 1 Blitar dimulai dengan mencari industri mitra lewat forum BKK Jatim dan kunjungan industri. Setelah itu diadakan program prakerin, kelas industri, dan penyaluran tenaga kerja. Tahapan rekrutmen dimulai dengan pendaftaran, psikotes, wawancara, MCU, training, dan (7) faktor pendukung pelaksanaan rekrutmen ialah adanya komunikasi dengan alumni, forum BKK Jatim, dan dukungan dari alumni yang sudah bekerja di industri. Untuk faktor penghambat berasal dari siswa yang kurang siap dan orang tua yang tidak memberi izin pada anaknya. Saran yang dapat diberikan adalah (1) diadakannya pelatihan psikotes dan wawancara kerja agar siswa lebih siap dalam proses rekrutmen, (2) Mengumpulkan berkas yang berisi siswa berkemampuan lebih dibidangnya untuk memudahkan saat rekrutmen, (3) selain itu para alumni agar lebih kooperatif terhadap upaya dilakukan oleh BKK sekolah, dan (4) siswa tidak ragu-ragu saat memilih untuk bekerja atau kuliah
pengaruh umur dan pengalaman mengajar guru mata pelajaran produktif terhadap prestasi belajar siswa kelas xi di smk negeri 01 singosari malang
ABSTRAK Amalia, Dina . 2015. Pengaruh Umur dan Pengalaman Mengajar Guru Mata Pelajaran Produktif Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI di SMK Negeri 01 Singosari-Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Mardji, M.Kes (II) Drs. Ir. Mustaman, M.Pd. Kata Kunci: umur guru , pengalaman mengajar guru, prestasi belajar siswa. Guru merupakan salah satu komponen penting dalam pendidikan. Melalui guru lah, ilmu pengetahuan dan keterampilan disalurkan pada peserta didik. Guru juga yang mengajarkan nilai-nilai penting dalam kehidupan selain mata pelajaran, sehingga peserta didik siap menghadapi dunia kerja dan tantangan globalisasi. Seorang guru harus memiliki umur dan pengalaman yang memadai. Selain itu, guru tersebut harus berpengalaman karena guru merupakan profesi yang memerlukan keahlian khusus dimana seorang guru professional harus menguasai betul masalah pendidikan dan pengajaran yang didapatkan setelah menempuh pendidikan tertentu. Tujan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara umur dan pengalaman mengajar guru mata pelajaran produktif terhadap prestasi belajar siswa kelas XI di SMK Negeri 01 Singosari-Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variable bebas, yaitu umur guru (X1) dan pengalaman mengajar guru (X2) terhadap variabel terikat, yaitu prestasi belajar siswa pada mata pelajaran produktif (Y) dan pengumpulan datanya menggunakan angka. Jenis penelitian ini adalah penelitian inferensial, yaitu penelitian yang bertujuan untuk membahas dan menganalisis data serta mengambil kesimpulan, berkaitan dengan estimasi parameter dan pengujian hipotesis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, umur dan pengalaman mengajar guru berpengaruh secara positif terhadap prestasi belajar siswa dengan prosentase 72.6%. Sedangkan sisanya 27.4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Kesimpulan yang dapat diambil, bahwa umur dan pengalaman mengajar guru mata pelajaran produktif berpengaruh secara positif terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran produktif siswa kelas XI di SMK Negeri 01 Singosari-Malang. Saran yang dapat diajukan: (1) bagi kepala sekolah dapat digunakan sebagai masukan dalam pengambilan kebijakan untuk kepentingan dalam meningkatkan kualitas pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan, (2) bagi guru bidang mata pelajaran produktif diharapkan untuk lebih meningkatkan kinerja, pengalaman mengajar dan profesionalitasnya sebagai guru sesuai dengan bidangnya, (3) meningkatkan kemampuan dalam mencerna informasi dari luar dirinya, (4) sebagai tambahan pengetahuan tentang pendidikan dan pengalaman mengajar, (5) bagi peneliti selanjutnya hendaknya lebih mengembangkan penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti