SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    HUBUNGAN KOMPETENSI GURU DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN ETOS KERJA SISWA DALAM PRAKTIKUM MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN MESIN KENDARAAN RINGAN KELAS XI TKR DI SMKN 2 PASURUAN

    No full text
    ABSTRAK   Sembodo, Dwi. 2018. Hubungan Kompetensi Guru dan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Etos Kerja Siswa Dalam Praktikum Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan Siswa Kelas XI SMKN 2 Pasuruan. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.  Pembimbing: (1) Dr. Yoto, S.T., M.Pd., M.M. (2) Dr. Widiyanti, M.Pd.   Kata Kunci : Kompetensi guru, motivasi belajar siswa, etos kerja Keberhasilan seseorang di dunia kerja tidak dapat dilepaskan dari faktor internal dan faktor eksternal yang dimiliki oleh setiap individu. Pendidikan di SMK membekali siswanya dengan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja, sikap dalam bekerja merupakan faktor yang sangat dibutuhkan di dunia kerja untuk meningkatkan produktifitas dalam bekerja. Motivasi dalam belajar merupakan hal yang penting selain faktor pendidik yang kompeten untuk meningkatkan hasil belajar sikap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kompetensi guru dan motivasi belajar siswa dengan etos kerja siswa dalam praktikum pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan. Penelitian ini menggunakan pendekatan inferensial dengan metode studi hubungan kausal. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 83 siswa dari populasi total yaitu 105 siswa kelas XI TKR di SMK Negeri 2 Pasuruan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode path analysis dengan bantuan aplikasi SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi kompetensi pedagogik terhadap motivasi intrinsik sebesar 18,82%, kontribusi kompetensi profesional terhadap motivasi intrinsik sebesar 16,11%, kontribusi kompetensi sosial terhadap motivasi intrinsik sebesar 14,04%, kontribusi kompetensi kepribadian terhadap motivasi intrinsik sebesar 12,94%, kontribusi kompetensi pedagogik terhadap motivasi ekstrinsik sebesar 19,74%, kontribusi kompetensi profesional terhadap motivasi ekstrinsik sebesar 16,46%, kontribusi kompetensi sosial terhadap motivasi ekstrinsik sebesar 14,09%, kontribusi kompetensi kepribadian terhadap motivasi ekstrinsik sebesar 13,91%, kontribusi kompetensi pedagogik terhadap etos kerja sebesar 6,22%, kontribusi kompetensi profesional terhadap etos kerja sebesar 5,56%, kontribusi kompetensi sosial terhadap etos kerja sebesar 4,26%, kontribusi kompetensi kepribadian terhadap etos kerja sebesar 4,94%, kontribusi motivasi intrinsik terhadap etos kerja sebesar 15,12%, kontribusi motivasi ekstrinsik terhadap etos kerja sebesar 14%, kontribusi kompetensi guru terhadap etos kerja sebesar 20,98%, kontribusi motivasi belajar terhadap etos kerja sebesar 29,12%. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk dapat lebih mengembangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi etos kerja diluar faktor yang sudah diteliti contohnya bakat, minat, dan ketrampilan. Penambahan populasi sangat disarankan agar hasil penelitian bermanfaat untuk kalangan yang lebih luas

    Pengaruh Penerapan Metode TGT Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Kelistrikan Otomotif Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMKN 3 Boyolangu Tulungagung. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Program Studi Pendidikan Otomotif, Fakultas Tekn

    No full text
    ABSTRAK   Setiawan, Feri. 2017. Pengaruh Penerapan Metode TGT Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Kelistrikan Otomotif Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMKN 3 Boyolangu Tulungagung. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Program Studi Pendidikan Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Syarif Suhartadi M.Pd. (2) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto S.E , M.Pd , M.M   Kata kunci: Motivasi Belajar, Hasil Belajar, TGT Salah satu tipe pebelajaran kooperatif adalah TGT (Team Games Tournament). Terdapat 5 komponen utama dalam TGT yaitu: 1) penyajian kelas, 2) kelompok, 3) game, 4) turnamen, 5) penghargaan kelompok. Penerapan metode pembelajaran TGT mempunyai kelemahan dan kelebihan. Kelebihan TGT yaitu lebih meningkatkan penggunaan waktu untuk mengerjakan tugas, mengedepankan prinsip adanya perbedaan individu satu dengan yang lainnya, dengan waktu yang sedikit dapat menguasai materi secara mendalam, proses belajar mengajar berlangsung dengan keaktifan dari siswa, mendidik siswa untuk berlatih bersosialisasi dengan orang lain, motivasi belajar lebih tinggi, hasil belajar lebih baik, meningkatkan kebaikan budi pekerti, kepekaan dan toleransi. Sedangkan kelemahan TGP yaitu: guru akan kesulitan dalam mengelompokkan siswa dikarenakan siswa memiliki kemampuan heterogen dari segi akademis, kesulitan ini dapat diatasi jika guru mampu menguasai kelas secara menyeluruh; Bagi siswa yang berkemampuan tinggi akan kurang terbiasa dan sulit memberikan penjelasan kepada siswa lainnya, kelemahan ini dapat diatasi jika guru membimbing dengan baik siswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi agar dapat dan mampu menularkan pengetahuannya kepada siswa yang lain. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil: 1) terdapat perbedaan hasil motivasi belajar siswa yang diajar menggunakan metode mengajar TGT dan metode mengajar konvensional. Diketahui rata-rata hasil  motivasi belajar kelompok TGT sebesar 88,3 dari 32 siswa dan rata-rata hasil motivasi belajar kelompok konvensional sebesar 78,4 dari 31 siswa . Hal ini menunjukkan bahwa hasil motivasi belajar kelompok TGT lebih tinggi dibandingkan dengan motivasi belajar kelompok pembelajaran konvensional; 2) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode mengajar TGT dan metode mengajar konvensional. Diketahui rata-rata hasil  belajar kelompok TGT sebesar 83,2 dari 32 siswa dengan presentase ketuntasan belajar sebesar 87,5 % (28 siswa) sedangkan rata-rata hasil belajar kelompok pembelajaran konvensional sebesar 74,7 dari 31 siswa dengan presentase ketuntasan belajar sebesar 67,7 % (21 siswa). Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar kelompok TGT lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar kelompok konvensional. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan kepada Kepala Sekolah SMKN 3 Boyolangu Tulungagung untuk lebih meningkatkan motivasi belajar siswa agar hasil belajar siswa bisa terus meningkat dengan cara penerapan metode pembelajaran TGT

    Analisis Kekerasan, Cacat, Dan Fluiditas Paduan Al-Si Yang Dicor Menggunakan Cetakan Pasir Dengan Pengikat Kaolin

    No full text
    ABSTRAK   Maarif, Muhammad. 2018. Analisis Kekerasan, Cacat, dan Fluiditas Paduan Al-Si yang Dicor Menggunakan Cetakan Pasir dengan Pengikat Kaolin. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Putut Murdanto, S.T, M.T, (II) Drs. Imam Sudjono, M. T.   Kata Sandi: Kaolin, bahan campuran, kekerasan, kualitas, dan fluiditas Pengecoran (Casting) adalah salah satu teknik pembuatan produk dimana logam dicairkan dalam tungku peleburan kemudian dituangkan ke dalam rongga cetakan. Cetakan yang lazim digunakan terbuat dari pasir yang telah dicampur dengan bahan pengikat. Penggunaan bahan paduan yang berbeda-beda akan menghasilkan produk cor dengan tingkat kekerasan, cacat, dan fluiditas yang berbeda-bedapula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kekerasan, tingkat cacat, dan fluiditas dari hasil pengecoran paduan Al-Si menggunakan Kaolin sebagai bahan campuran pasir cetak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang melihat hasil dari sebuah perlakuan terhadap suatu kelompok spesimen. Setelah diberikan perlakuan, spesimen akan dianalisa kecacatannya dan kemampuan alir logam cor (fluiditas). Selain itu dilakukan pula pengujian kekerasan permukaan, dan foto makro untuk melihat cacat yang terjadi secara lebih detail dan foto mikro untuk melihat struktur butir yang ada pada hasil cor.  Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, nilai fluiditas degan panjang paling tinggi terdapat pada spesimen coran yang menggunakan bahan campuran kaolin 11% yaitu 790 mm. Sedangkan yang paling rendah terdapat pada spesimen coran yang menggunakan bahan campuran Kaolin 7% yaitu 787 mm. Nilai kekerasan tertinggi, tetapi pada spesimen coran yang menggunakan bahan campuran Kaolin 7% dengan rata-rata nilai kekerasan 117,06. Sedangkan yang paling rendah kekerasannya terdapat pada spesimen bahan camuran kaolin 11% dengan rata-rata nilai kekerasan 94,6. Dari hasil analisis cacat cor secara kesat mata menunjukkan bahwa spesimen coran yang menggunakan bahan campuran kaolin sebesar 7% memiliki cacat coran yang paling sedikit dan paling kecil dibandingkan dengan spesimen lainnya. Berdasarkan hal tersebut maka dapat ditentukan penggunaan bahan campuran 7% merupakan yang paling baik karena dari kekerasan yang dimiliki paling tinggi, cacat yang terjadi jumlahnya paling sedikit, namun pada uji fluiditas dari total panjang yang dimiliki paling rendah dari pada spesimen yang lain

    Pengaruh Pencampuran Bahan Bakar Bio Solar Dengan Pertamax Dengan Perbandingan 1:40 Terhardap Daya Dan Konsumsi Bahan Bakar Mesin Diesel Isuzu Panther

    No full text
    ABSTRAK   Nilai cetane (cetane adalah kemampuan suatu bahan bakar untuk mempersingkat delayignition (penundaan pembakaran)) pada solar biasa adalah sekitar 48. Padahal nilai cetane yang dibutuhkan pada mesin diesel modern harus diatas 50. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh penggunaan campuran bahan bakar biosolar dengan pertamax dengan permabndingan satu liter pertamax dengan 40 liter biosolar terhadap daya konsumsi bahan bakar pada mesin diesel Isuzu Panther. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan mesin diesel in-direct injectiontipe c223 2300 cc sebagai objek penelitian yang digunakan. Pengujian tersebut dilakukan pada putaran mesin 1400 rpm hingga 2900 rpm dengan selisih 300 rpm. Penelitian ini menggunakan alat dyno tester sebagai pengukur daya dan tabung ukur sebagai pengukur konsumsi bahan bakar. Teknik yang digunakan untuk melakukan analisis data adalah uji T sampel berpasangan (paired samples T test) dengan taraf signifikan 0,05 dengan menggunakan aplikasi softwere SPSS 22 for Windows Dari hasil penelitian menunjukan nilai daya dan konsumsi bahan bakar pada putaran rendah dengan perlakuan standar menunjukkan angka 22,7 HPdaya dan 5 s/25gram konsumsi bahan bakar. Sedangkan dengan perlakuan yang menggunakan campuran bahan bakar biosolar dengan pertamax menunjukkan angka 25,1 HP daya dan 5,3  s/25gram. Pada putaran tertinggi dengan perlakuan standar menunjukkan angka 53,8 HP daya dan 3,5s/25gram. Sedangkan dengan perlakuan yang menggunakan campuran bahan bakar biosolar dengan pertamax menunjukan angka 55,7 HP daya dan 3,1 s/25gram. Hasil dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan: 1) Ada perbedaan penggunaan bahan bakar bio solar murni terhadap daya mesin diesel.2) Ada perbedaan penggunaan campuran bahan bakar bio solar dan pertamax terhadap daya mesin diesel. 3) Ada perbedaan konsumsi bahan bakar pada penggunaan campuran bahan bakar bio solar dengan pertamax.4) Ada perbedaan penggunaan bio solar murni dan campuran bio solar dengan pertamax terhadap daya mesin diesel.    5) Ada perbedaan konsumsi bahan bakar pada penggunaan solar murni dan campuran bio solar dengan pertamax. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh yang dihasilkan pada daya dan konsumsi bahan bakar, sehingga campuran bahan bakar tersebut bisa diaplikasikan pada mesin yang lebih modern lagi

    STUDI TENTANG KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATAPELAJARANGAMBAR TEKNIK MESINSISWA JURUSAN TEKNIK PEMESINAN SMK NEGERI 1 SINGOSARI

    No full text
    RINGKASAN Fachrurrozi, A. F. 2018. Studi Tentang Kesulitan Belajar Siswa Pada MataPelajaranGambar Teknik MesinSiswa Jurusan Teknik Pemesinan SMK Negeri 1 Singosari. Skripsi. S1 Pendidikan Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Basuki, M.Pd., (II) Drs. Suharmanto, M.Pd.   Kata Kunci: Kesulitan Belajar, Gambar Teknik Mesin, Kognitif, Psikomotorik, Afektif, Lingkungan Keluarga, Lingkungan Masyarakat, Lingkungan Sekolah. Sesuai dengan UU No.23 Tahun 2003, pendidikan adalah proses yang dilakukan agar peserta didik secara aktif mengembangkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, serta keterampilan bagi dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Hasilobservasi proses belajar siswa Jurusan Teknik Pemesinan SMK Negeri 1 Singosari menunjukkan, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan belajar mata pelajaran Gambar Teknik Mesin(GTM).Permasalahan kesulitan belajar tersebut sangatlah penting untuk diketahui faktor penyebabnya, baik internal maupun eksternal, kemudian merumuskan solusi agar tujuan belajar dapat tercapai secara keseluruhan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus yang meliputiobservasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dilakukan secaraberurutan dimulai dari reduksi data, display data, diakhiri dengan verifikasi data dan pengambilan keputusan. Sedangkann untuk pengecekan keabsahan data,digunakan teknik perpanjangan waktu dan teknik triangulasi. Penelitian ini dilakukan pada mata pelajaran GTM Jurusan Teknik PemesinanSMK Negeri 1 Singosari. Berdasarkan temuan dan analisis hasil penelitian, diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut. (1) Kesulitan belajar berdasarkan faktor internal disebabkan oleh; (a) Inensitas belajar siswa kurang; (b) Siswa sulit memahami materi pelajaan; (c) Siswa kurang disiplin dalam membawa kelengkapan gambar; (d) Siswa memiliki motivasi belajar yang kurang; (e) Timbul kegelisahan siswa ketika tugasgambar belum selesai tapi jam pelajaran sudah usai.(2) Sedangkan faktor eksternal kesulitan belajar disebabkan oleh; (a) Beberapa siswa tidak dapat memanajemen waktu belajarnyadi rumah dengan baik; (b) Lingkungan kelas tidak kondusif akibat banyak siswa hilir mudik meminjam peralatan gambar; (c) Terkendalanya sarana dan prasarana penunjang pembelajaran GTM di kelas

    Karakteristik Dekomposisi Pembakaran Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) sebagai Sumber Energi Baru Terbarukan

    No full text
    RINGKASAN Eceng gondok (eichhornia crassipes) merupakan jenis tumbuhan air yang mampu tumbuh secara cepat, dianggap sebagai limbah, dan termasuk jenis tumbuhan lignoselulosik. Tumbuhan lignoselulosik memiliki potensi untuk dijadikan sumber energi baru terbarukan sebagai sumber energi alternatif pengganti sumber energi fosil karena mengandung energi kimia akibat proses fotosintesis. Eceng gondok yang diteliti diambil dari Bendungan Sengguruh Kepanjen dan Waduk Selorejo Ngantang Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi eceng gondok sebagai sumber energi baru terbarukan. Hal tersebut ditinjau dari physical properties dan chemical properties dari eceng gondok. Hasil tinjauan tersebut kemudian akan diolah untuk mengetahui sifat kandungan fisik dan kandungan kimia, serta hasil dekomposisi pembakaran berupa energi aktivasi, orde reaksi dan parameter termodinamika dari eceng gondok. Karakterisasi physical properties dilakukan menggunakan alat analisis proksimat dan analisis termogravimetri, sedangkan karakterisasi chemical properties menggunakan alat analisis ultimat dan Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-ray (SEM-EDX). Hasil analisis proksimat menunjukan kandungan moisture, volatile matter, fixed carbon, ash content serta GCV pada eceng gondok dengan nilai secara berturut-turut 4,9%, 61,2%, 13,8%, 20,1%, serta 14,45 MJ/kg. Pengujian ultimat menghasilkan kandungan kimia dasar seperti C, H, O, N, S, serta besarnya HHV pada eceng gondok dengan nilai secara berturut-turut 39,69%, 4,2%, 28,91%, 2,7%, 0,24%, serta 15,82 MJ/kg. Berdasarkan pengujian SEM-EDX eceng gondok mengandung beberapa unsur kimia seperti C, O, Na, Mg, Al, Zr, Cl, K, Ca, Si, Ti, serta Fe, dengan kandungan terbesar pada oksigen sebesar 49,5% dan karbon sebesar 14,46%. Pengujian analisis termogravimetri menghasilkan data dekomposisi pembakaran yang dapat diolah untuk mengetahui nilai energi aktivasi, orde reaksi, dan parameter termodinamika dari eceng gondok. Nilai energi aktivasi didapatkan menggunakan metode FWO, Vyazovkin, dan Starink dengan nilai rata-rata secara berturut-turut 208,98, 227,64, 226,68 kJ/mol. Orde reaksi didapatkan menggunakakan perhitungan metode Avrami dengan nilai maksimal sebesar 0,43. Berdasarkan perhitungan parameter termodinamika eceng gondok memiliki nilai rata-rata A, ΔH, ΔG serta ΔS secara berturut-turut 5,18 x 1035 s-1, 204,16 kJ/mol, 148,81 kJ/mol, serta 92,02 J/mol

    Pengaruh Penguasaan Kompetensi Pengelasan, Pengalaman Praktik Kerja Industri, dan Pembelajaran Kewirausahaan terhadap Kesiapan Berwirausaha Pengelasan Siswa SMK Paket Keahlian Pengelasan di Kabupaten Nganjuk

    No full text
    ABSTRAK   Sekolah Menengah Kejuruan memiliki peranan penting dalam menyediakan dan mengembangkan tenaga terampil, mandiri dan produktif tingkat menengah, sesuai bidang keahlian tertentu. Kenyataannya survei BPS tahun 2017, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7 juta orang, pengangguran lulusan SMK menempati peringkat ke-dua. Besarnya angka pengangguran disebabkan persaingan ketat dalam mengisi jumlah lowongan pekerjaan, yang tidak sebanding dengan peningkatan jumlah pencari kerja. Paradigma lulusan SMK mayoritas sebagai pencari kerja (job seeker), daripada pembuat lapangan pekerjaan (job creator). Keinginan masyarakat kebanyakan menjadi karyawan perusahaan, pegawai BUMN, PNS, dll. Salah satu solusi kondisi tersebut, harus terbentuk suatu pemikiran yang kreatif dari lulusan SMK, yaitu dengan berwirausaha sesuai bidang keahlian. Contohnya SMK Pengelasan dapat membuka usaha jasa pengelasan. Perkembangan bisnis bengkel las semakin pesat, seiring dengan meningkatnya permintaan jasa las besi dan logam. Banyak pekerjaan yang membutuhkan jasa las, seperti pembuatan rangka rumah, rangka atap, pagar, teralis, kuda-kuda, dll. Sehingga usaha ini bisa menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan Rancangan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, teknik analisis regresi. Variabel penelitiannya adalah: penguasaaan kompetensi pengelasan (X1), pengalaman praktek kerja industri (X2), pembelajaran kewirausahaan (X3), sebagai variabel bebas, dan kesiapan berwirausaha pengelasan (Y) sebagai variabel terikat. Populasinya seluruh siswa SMK Pengelasan kelas XII TA 2017/2018 di Kabupaten Nganjuk. Subjek penelitian berjumlah 55 siswa, menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan adalah angket dan dokumentasi nilai. Analisis data terdiri dari deskriptif, uji prasyarat: (1) normalitas; (2) linieritas; (3) heterokedastisitas; (4) autokorelasi; (5) multikorelasi, dan regresi: (1) regresi linier; (2) regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara penguasaan kompetensi pengelasan terhadap kesiapan berwirausaha pengelasan, sebesar 42,6%; (2) terdapat pengaruh yang signifikan antara pengalaman praktik kerja industri terhadap kesiapan berwirausaha pengelasan, sebesar 43,5%; (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran kewirausahaan terhadap kesiapan berwirausaha pengelasan, sebesar 28,5%; dan (4) terdapat pengaruh yang signifikan antara penguasaan kompetensi pengelasan, pengalaman praktik kerja industri, dan pembelajaran kewirausahaan secara simultan terhadap kesiapan berwirausaha pengelasan, sebesar 60,2%

    Pengaruh Metode Pembelajaran Kolaboratif dan Bakat Mekanik Siswa terhadap Prestasi Belajar Siswa Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan pada Mata Pelajaran Gambar Teknik di SMK Negeri 6 Malang

    No full text
    ABSTRACT   Ardiansyah, Muhammad, Faqih. 2017. Pengaruh Metode Pembelajaran Kolaboratif dan Bakat Mekanik terhadap Prestasi Belajar Siswa Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan pada Mata Pelajaran Gambar Teknik di SMK Negeri 6 Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Yoto, S.T., M.Pd., M.M, (II) Drs Sumarli, M.Pd., M.T.   Kata Kunci: pembelajaran kolaboratif, bakat mekanik, prestasi belajar   Pada peserta didik banyak aspek yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa salah satunya adalah metode pembelajaran yang diberikan oleh guru. Dalam kondisi pembelajaran sekarang kebanyakan guru masih menggunakan metode pembelajaran demonstrasi, dimana model pembelajaran tersebut masih kurang bisa maksimal dalam peningkatan hasil belajar siswa. Metode pembelajaran kolaboratif mengarahkan siswa agar bisa berfikir kritis dan bisa saling bekerja sama mengembangkan pengetahuan akademik maupun non akademik yang dimiliki masing-masing siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh antara metode pembelajaran kolaboratif dan bakat mekanik siswa terhadap prestasi belajar siswa ketika berada di sekolah.      Pada penelitian ini menggunakan model penelitian eksperimental semu  dengan rancangan faktorial 2x4. Subjek penelitian ini berjumlah 69 siswa, dengan kelas X TKR 1 sebagai kelas eksperimen berjumlah 34 siswa, kemudian kelas X TKR 3 sebagai kelas kontrol berjumlah 35 siswa. Bakat mekanik siswa diperoleh melalui prates pada awal penelitian dan prestasi belajar siswa didapat setelah dilakukan postes. Instrumen penelitian yang digunkan adalah multiple choice. Data pada penelitian ini dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics versi 23 for windows. Teknik analisis menggunakan Two Way ANOVA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh metode pembelajaran kolaboratif terhadap prestasi belajar siswa, (2) terdapat pengaruh bakat mekanik terhadap prestasi belajar siswa, dan (3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran kolaboratif dan bakat mekanik terhadap prestasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian diatas disimpulkan bahwa metode pembelajaran kolaboratif tidak memiliki pengaruh antara bakat mekanik dan prestasi belajar siswa, sehingga meskipun siswa yang memiliki bakat mekanik rendah bisa memperoleh peningkatan prestasi belajar menggunakan metode pembelajaran kolaboratif. Kemudian saran kepada guru diusahakan lebih sering memberikan metode pembelajaran baru sehingga siswa lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran sehingga prestasi belajar yang dimiliki siswa bisa meningkat

    Bastiar, Andrik. 2017. Acceptance Mesin Bubut di Workshop JurusanTeknik Mesin FT UM ditinjau dari Noise dan Vibrasi

    No full text
    ABSTRAK   Bastiar, Andrik. 2017. Acceptance Mesin Bubut di Workshop Jurusan Teknik Mesin FT UM ditinjau dari Noise dan Vibrasi. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Wahono, S.ST., M.Pd., (2) Dr. Hj. Widiyanti, M.Pd. Kata Kunci: acceptance, mesin bubut, workshop, noise, vibrasi   Mesin bubut merupakan suatu jenis mesin perkakas yang dalam proses kerjanya bergerak memutar benda kerja dan menggunakan mata potong pahat (tools) sebagai alat untuk menyayat benda kerja tersebut. Didalam mesin bubut terdapat banyak komponen-komponen untuk mendukung proses pengerjaan, contohnya pada kepala tetap yang didalamnya ada beberapa macam komponen seperti roda gigi, bantalan (bearing), pully dan lain-lain. Komponen-komponen tersebut bisa menimbulkan getaran (vibrasi) ataupun noise (kebisingan) jika sudah dalam keadaan sudah aus atau tidak tepat dalam pemasangannya dan pelumasan. Vibrasi dan noise pada mesin bubut bisa menjadi salah satu alternatif parameter untuk mengetahui keadaan atau kondisi pada suatu mesin, sehingga penelitian ini bertujuan untuk Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui kualitas dari suatu mesin, apakah masih mampu menerima jika diberi perlakuan variasi kecepatan yang mana hasil tersebut dibandingkan dengan standar yang ada. Dalam hal ini, pada bagian kepala tetap dipilih untuk data pengambilan sampel getaran dan kebisingan karena didalamnya terdapat komponen-komponen yang berpotensi menimbulkan getaran ataupun kebisingan.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental laboratorium dengan jenis pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan tiga mesin bubut dengan menggunakan variasi kecepatan spindel diantaranya; mesin bubut SAN YUEN dengan kecepatan spindel 50 rpm, 90 rpm, 140 rpm, 200 rpm, 250 rpm, 450 rpm, 700 rpm, 1000 rpm, mesin bubut Krisbow dengan kecepatan spindel 45 rpm, 70 rpm, 90 rpm, 108 rpm, 140 rpm, 165 rpm, 215 rpm, 255 rpm, 330 rpm, 385 rpm, 510 rpm, 585 rpm, 770 rpm, 900 rpm, 1170 rpm, 1800 rpm, dan mesin bubut ANNN YANG dengan kecepatan 36 rpm, 55 rpm, 75 rpm, 105 rpm, 130 rpm, 185 rpm, 250 rpm, 370 rpm, 630 rpm, 920 rpm, 1250 rpm, 2000 rpm. Ketiga mesin ini diuji pada bagian kepala tetap menggunakan pengujian vibrasi dan noise, dengan menggunakan alat ukur vibration meter MK-10L dan Sound Level Meter Krisbow KW 06-291. Hasil penelitian pada ketiga mesin bubut untuk pengujian vibrasi ialah semua vibrasi pada mesin sangat baik dan dibawah vibrasi yang diizinkan, sedangkan untuk noise semua masuk dalam batas yang diizinkan kecuali pada kecepatan 1800 rpm dalam mesin bubut Krisbow dan kecepatan 105 rpm, 370 rpm, 2000 rpm dalam mesin bubut ANNN YANG yang melebihi batas yang diizinkan

    Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa pada Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang.

    No full text
    ABSTRAK Irsyandi, Syaifulloh. 2017. Analisis Penyerapan Tenaga Kerja Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa pada Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Yoto, S.T., M.Pd., M.M., (2) Drs. Partono, M.Pd. Kata kunci: analisis, penyerapan tenaga kerja, bursa kerja khusus (BKK)                 Perbandingan kebutuhan tenaga kerja lulusan SMK tahun 2016 untuk Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa SDM yang dibutuhkan 638.652 jiwa. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) oleh Badan Pusat Statistik, pada kurun waktu 5 tahun pertama, dari tahun 2000 sampai dengan 2005 , tingkat kebekerjaan lulusan SMK lebih tinggi dibandingkan dengan lulusan SMA. Namun pada kurun waktu 5 tahun berikutnya, dari tahun 2010 sampai dengan 2015 tingkat kebekerjaan lulusan tingkat kebekerjaan lulusan SMA justru lebih tinggi dibandingkan dengan lulusan SMK. Salah satu SMK yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang berkompeten yaitu SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang. SMK Negeri 1 Singosari merupakan salah satu SMK di Kabupaten Malang dengan Spektrum Keahliannya termasuk dalam kelompok Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa. Maka mengetahui salah keberhasilan lulusan SMK Negeri 1 Singosari salah satunya adalah dengan menelusuri keterserapan lulusannya di dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengetahui keterserapan lulusan Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa di SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang ditinjau dari Paket Keahliannya; (2) mengetahui keterserapan lulusan Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang di ditinjau dari bidang pekerjaannya; (3) mengetahui relevasi keterserapan lulusan Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang antara Paket Keahlian dengan bidang pekerjaan.               Jenis penelitian menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif. Subjek peneliti dalam penelitian ini adalah lulusan SMK Negeri 1 Singpsari pada Paket Keahlian Teknik Alat Berat (TAB), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Perawatan Mesin Industri (TPMI) dan Teknik Pemesinan (TPM) pada lulusan 2014-2016 yang berjumlah 856. Adapun bentuk instrumen yang digunakan yaitu; (1) dokumentasisebagaialatuntuk memudahkan peneliti dalam memperoleh data yang telah tersedia dalam bentuk arsip/dokumen; (2) wawancarasebagaialatuntukmemperkuat data hasilpenelitian; (3) observasisebagaialatuntukmempertajamdan menguatkan data hasil dari teknik dokumentasi dan wanwancara.               Hasil penelitian ini didapatkan; (1) rata-rata keterserapan lulusan SMK Negeri 1 Singosari ditinjau dari Paket Keahliannya dengan lulusannya adalah 856 lulusan, yang terserap adalah 86% dan yang tidak terserap adalah 14%. dengan waktu tunggu keterserapan rata-rata dibawah 1 (satu) tahun; (2) ditinjau dari bidang pekerjaannya, rata rata keterserapan lulusan SMK Negeri 1 Singosari keterserapan di industri/perusahaan sebidang adalah 41,1%. wirausaha sebidang 0,1%, industri/perusahaan bidang lain 16,2%, wirausaha bidang lain 0,1%, melanjutakan perguruan tinggi 21,9%, PNS 0,1%, TNI/POLRI 0,7% dan lain-lain (belum/mencari pekerjaan/tidak diketahui keberadaannya); dan (3) untuk relevansi keterserapan lulusan antara paket keahlian dengan bidang pekerjaan bisa diketahui bahwa 64% relevan dan 36% tidak relevan antara Paket Keahlian dengan bidang pekerjaan dari total lulusannya.               Saran dari penelitian penulis sampaikan dengan harapan agar memiliki manfaat yang berkelanjutan dan berarti bagi banyak pihak.Kepada Lulusandiharapkan (1) lebih mampu meningkatkan keterampilan, minat, dan memiliki keyakinan, serta motivasi untuk memiliki pekerjaan yang sesuai dengan  kompetensi; misalnya dengan mengikuti magang kerja, atau memperbanyak sharing/konsultasi, baik dengan teman, alumni, maupun guru; (2) lulusan diharapkan memanfaatkan setiap usaha yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk membantu lulusan agar mampu tersalur ke dunia kerja dengan baik.Kepada Guru; (1) dapat memberikan motivasi kepada calon lulusan agar mereka mau mengeksplor diri dan memaksimalkan keterampilan yang mereka miliki dalam pembekalan secara berkala; (2) mampu untuk menyebarluaskan informasi lowongan kerja secara menyeluruh kepada calon lulusan dan/atau lulusan.Kepada Pengurus BKK;(1) dapat lebih meningkatkan usaha penelusuran lulusan dengan menggunakan media online (web sekolah) dan mengadakan pembaharuan data dalam periode tertentu; (2) dapat melakukan pengecekan atau konfirmasi kepada pengguna lulusan (DU/DI), mengenai kondisi dan kinerja lulusan

    0

    full texts

    1,608

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇