SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    Studi Kesesuaian Media Pembelajaran Praktikum Dengan Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan Pada Kompetensi Pemeliharaan Sistem Pengapian Konvensional Paket Keahlian TKRO di SMKN 1 Trenggalek

    No full text
    ABSTRAK   Media pembelajaran adalah semua alat, bahan, dan peralatan yang digunakan untuk membantu menyampaikan informasi dari guru ke peserta didik. Studi kesesuaian media pembelajaran Sistem Pengapian Konvesional merupakan salah satu kompetensi dasar pada mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan. Media pembelajaran yang tersedia harus memenuhi kriteria atau standar minimal sarana dan prasarana pendidikan untuk jenjang SMK yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 40 tahun 2008 dan Badan Standar Nasional Pendidikan. Penelitian dilakukan di SMK 1 Trenggalek. Berdasarkan pengamatan sebelumnya di bengkel otomotif SMKN 1 Trenggalek, ditemukan bahwa media pembelajaran seperti alat ukur, trainer dan peralatan yang jumlahnya belum sesuai kriteria minimal dan kondisinya rusak. Hal ini yang melatarbelakangi penelitian tentang ketersediaan dan kondisi media pembelajaran sistem pengapian konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan media pembelajaran praktikum yang digunakan pada kompetensi pemeliharaan sistem pengapian konvensional sesuai standar sarana pendidikan, dan mengetahui kondisi media pembelajaran praktikum yang digunakan pada kompetensi pemeliharaan sistem pengapian konvensionalkelas XI paket keahlian TKRO di SMKN 1 Trenggalek. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan observasi. Instrumen penelitian berupa check list media pembelajaran. Dokumentasi untuk memperoleh data dari buku inventaris media pembelajaran di bengkel otomotif. Observasi untuk mengetahui kesesuian data pada buku inventaris dengan media yang ada di bengkel otomotif. Observasi untuk mengetahui kondisi media pembelajaran sistem pengapian konvensional. Instrumen penelitian berupa check list media pembelajaran. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui rerataan (Mean) menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian dari segi ketersediaan media pembelajaran sistem pengapian konvensional yang ada di bengkel otomotif SMKN 1 Trengalek menunjmasuk kategori layak (75,07%). Namun masih perlu penambahan jumlah media yang belum mencapai kriteria minimal bagian alat ukur, bahan, dan trainer. Disisi lain dari segi kondisi media pembelajaran masuk kategori sangat layak (95,18%) namun masih perlu perawatan yang teratur alat ukur, bahan, dan trainer untuk usia pakai  yang lebih lama. Berdasarkan hasil data yang telah diperoleh dan dianalisis menunjukkan bahwa media pembelajaran sistem pengapian konvensional sudah memenuhi kriteria minimal standar sarana pendidikan

    Analisis Dekomposisi Termal dan Kinetika Reaksi Pirolisis Limbah Pelepah Kelapa Sawit dengan Teknik Termogravimetrik

    No full text
    ABSTRAK   Kemajuan zaman dengan beriringnya perkembangan rekayasa teknologi industri mempermudah manusia memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia menggunakan energi fosil sebagai sumber energi yang dikenal dari dahulu hingga sekarang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Meski bersumber dari makhluk hidup, energi tersebut membutuhkan waktu yang lama untuk memulihkan ketersediaanya. Penggunaan energi fosil semakin bertambah dan memiliki dampak pada lingkungan, serta ketersediaannya pun semakin berkurang. Konversi energi dari limbah pelepah kelapa sawit menjadi salah satu sumber alternatif energi memiliki nilai lebih dalam penggunaannya, yakni jumlah  bahan baku yang melimpah serta solusi penanganan limbah dengan sentuhan rekayasa teknologi. Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui reaksi yang terjadi setelah diberikan perlakuan disebut penelitian eksperimental. Dalam hal ini bertujuan untuk mengetahui dekomposisi termal secara pirolisis dan energi aktivasi pada nilai banding heating rate. Pengujian Termogravimetrik (TG) digunakan untuk mengetahui kehilangan massa (mass loss) dan laju penurunan massa (mass loss rate). Sampel yang digunakan sebanyak 10mg dan laju aliran gas inert (N2) konstan 100ml/menit dengan rentang temperatur pirolisis 25-10000C pada heating rate 10, 15, 20, 250C/menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses dekomposisi pirolisis limbah pelepah kelapa sawit pada heating rate 10, 15, 20, 25 0C/ menit terjadi dalam 3 tahap. Tahap pertama proses hilangnya kelembaban (moisture) dengan sedikit volatil ringan, tahap kedua merupakan pelepasan volatil dengan sangat sedikit diikuti dekomposisi arang dan tahap ketiga adalah dekomposisi arang menjadi abu. Nilai energi aktivasi berdasarkan perhitungan metode Flynn Wall Ozawa (FWO) dan Vyazovkin, masing- masing menghasilkan nilai rata-rata sebesar 109. 5799048 kJ/mol dan 125.2633623 kJ/mol. Besarnya nilai energi aktivasi pada kedua metode menunjukkan energi minimun untuk memulai terjadinya reaksi dekomposisi termal pirolisis pada sampel limbah pelepah kelapa sawit

    Pemenuhan Standar Sarana Prasarana Pendukung Proses Pembelajaran Praktik Tune-up di SMK Se-Kabupaten Tulungagung

    No full text
    ABSTRAK   Lulusan SMK dapat meningkat kualitasnya dengan mengoptimalkan sarana prasarana pembelajaran di SMK untuk bekal memasuki dunia kerja. Sarana dan prasarana pendidikan dalam proses pembelajaran mempunyai peranan yang sangat penting. Pihak sekolah diharapkan mampu mengupayakan ketersediaan sarana prasarana yang sesuai dan layak untuk pembelajaran yang lebih baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui keterpenuhan sarana prasarana sekolah dan untuk mengetahui upaya sekolah untuk memenuhi sarana prasarana. Penelitian ini menggunakan penelitian metode survei. Sampel penelitian yaitu4 SMK di Kabupaten Tulungagung. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan wawancara. Analisis data penelitian ini menggunakan persentase. Perhitungan persentase dilakukan dengan skor rill dibagi skor ideal,kemudian dikalikan dengan seratus persen. Penelitian dilaksanakan tanggal 9 Februari - 19 Februari 2018. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat keterpenuhan dan kelayakan sarana prasarana di SMK Negeri 3 boyolangu adalah layak (98,2%), tingkat keterpenuhan dan kelayakan sarana prasaranadi SMK Negeri 1 Bandung adalah layak(96,5%), tingkat keterpenuhan dan kelayakan sarana prasaranadi SMK Veteran 1 Tulungagung adalah layak(96,5%), tingkat keterpenuhan dan kelayakan sarana prasaranadi SMK Sore Tulungagung adalah layak(98,2%).Untuk melengkapi sarana prasarana yang ada, pihak sekolah berencana untuk menganggarkannya. Sehingga ini dapat disimpulkan bahwa keterpenuhan sarana prasarana sekolah sudah layak dan upaya sekolah untuk memenuhi sarana prasarana sudah baik. Disarankan untuk SMK yang diteliti untuk berupaya menjadikan sarana prasarana menjadi lebih baik

    Pengaruh Penggunaan Media Berbasis Audio visual Terhadap Peningkatan Aktivitas Proses Pembelajaran dan Hasil Belajar Siswa Program Keahlian Otomotif SMK di Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Aditya, Fahmi. 2018. Pengaruh Penggunaan Media Berbasis Audio visual Terhadap Peningkatan Aktivitas Proses Pembelajaran dan Hasil Belajar Siswa Program Keahlian Otomotif SMK di Kabupaten Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Amat Nyoto, M.Pd, (II) Drs. Partono, M.Pd.   Kata Kunci: Media Audio visual, Action camera, Hasil Belajar, Aktivitas Proses Pembelajaran Perkembangan yang sangat pesat terjadi di semua bidang termasuk teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Perkembangan teknologi informasi tersebut sudah merambah di dunia pendidikan. Penerapan TIK di dunia pendidikan akan membantu dalam proses belajar mengajar (PBM). Penerapan tersebut berupa penggunaan media-media interaktif dan komunikatif berbasis audio visual berupa action camera untuk menunjang aktifitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu. Penelitian ini akan menunjukkan ada tidaknya pengaruh variabel bebas yaitu Media Audio visual (X), dan variabel terikat yaitu Hasil Belajar (Y1), dan Aktivitas Proses Pembelajaran (Y2). Desain eksperimen semu yang digunakan adalah tipe pre test-post test control group design yang melibatkan dua kelompok subjek, satu diberi perlakuan eksperimental (kelas eksperimen) dan yang lain tidak diberi apa-apa (kelas kontrol). Penelitian ini dilaksanakan di 3 SMK swasta di Kabupaten Malang, yaitu SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, SMK Muhammadiyah 3 Singosari, dan SMK Kosgoro 1 Lawang. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan media audio visual terhadap hasil belajar mengalami peningkatan sebesar 35,95% di SMK Kosgoro 1 Lawang, 23,05% di SMK Muhammadiyah 3 Singosari, dan 20,64% di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Sedangkan aktivitas proses pembelajaran mendapatkan hasil  57,85% di SMK Kosgoro 1 Lawang, 74,58% di SMK Muhammadiyah 3 Singosari, dan 79,03% di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar dan aktivitas proses pembelajaran yang signifikan antara penerapan media audio visual pada kelas eksperimen dengan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol. Saran untuk penelitian selanjutnya melakukan penelitian yang lebih mendalam menggunakan variabel yang dianggap sangat berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa, seperti kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, gaya berpikir, penalaran formal, gaya belajar, tingkat intelegensi, lokus kendali dan sebagainya

    Persepsi Siswa terhadap Implementasi Kelas Kerjasama PT Astra Honda Motor dengan SMK Negeri 12 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Sumber daya manusia yang berkualitas sangat memiliki peran penting dalam pembangunan negara. Untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas diperlukan pendidikan yang mumpuni. SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mempunyai tugas untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap memasuki dunia kerja. DU/DI juga mempunyai peran yang cukup penting dalam penyaluran lulusan SMK. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan DU/DI memang sepatutnya menjalin kerjasama. Kerjasama itu dibuktikan dengan adanya kelas kerjasama di SMK yang telah bekerjasama dengan DU/DI. Kelas kerjasama ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas lulusan SMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pelaksanaan kurikulum, sarana prasarana, guru/instruktur, model pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI dan XII SMK Negeri 12 Malang jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM). Setiap tingkat dibagi menjadi dua kelas sehingga ada empat kelas. Total siswa dari empat kelas yaitu 110 siswa. Sebagai uji coba instrumen diambil 30% dari jumlah siswa setiap kelas, sehingga ada 33 siswa dari populasi keseluruhan yang digunakan sebagai uji coba instrumen. Untuk sampel penelitian diambil 40% dari jumlah siswa setiap kelas, sehingga ada 44 siswa dari populasi keseluruhan yang digunakan sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian digunakan untuk membuat kuisioner yang berisikan butir pertanyaan tentang kurikulum, sarana prasarana, guru/instruktur, model pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mempunyai persepsi yang baik tentang pelaksanaan kurikulum kelas kerjasama dengan persentase 49,09%. Siswa mempunyai persepsi yang baik tentang sarana prasarana kelas kerjasama dengan persentase 57,69%. Siswa mempunyai persepsi yang baik tentang peran guru/instruktur kelas kerjasama dengan persentase 59,09%. Siswa mempunyai persepsi yang baik tentang model pembelajaran kelas kerjasama dengan persentase 46,03%. Siswa mempunyai persepsi yang baik tentang evaluasi pembelajaran kelas kerjasama dengan persentase 59,66%. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kurikulum yang digunakan mampu mempermudah proses belajar siswa, selain itu materi yang diberikan pada saat pembelajaran sesuai dengan tujuan serta mampu meningkatkan keterampilan dan pengalaman belajar siswa. Sarana prasarana sudah cukup lengkap dan sesuai dengan standar PT Astra Honda Motor. Guru/instruktur sudah mampu untuk menjelaskan dan menyampaikan materi dengan baik. Model pembelajaran yang digunakan di kelas kerjasama sudah sesuai karena menggunakan PrBL dan PjBL selain itu juga menggunakan model inquiry dan discovery learning. Evaluasi pembelajaran menggunakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang dilaksanakan di PT Astra Honda Motor sehingga untuk semua verifikasi mulai dari tempat, peralatan hingga penguji sudah dijamin sesuai dengan persyaratan untuk melakukan uji kompetensi

    Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Kelas Kerjasama PT. Trakindo Utama dengan SMK Negeri 1 Singosari

    No full text
    ABSTRAK   SMK merupakan jenjang pendidikan menengah yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik untuk memasuki lapangan kerja. Pelaksanaan kerjasama antara DUDI dan pihak sekolah merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada jenjang SMK dengan tujuan peningkatan kualifikasi lulusan untuk memasuki dunia kerja. Kelas kerjasama jurusan Teknik Alat Berat antara PT. Trakindo Utama dengan SMK Negeri 1 Singosari merupakan salah satu bentuk upaya meningkatkan kualifikasi kompetensi lulusan SMK jurusan Teknik Alat Berat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pelaksanaan kelas kerjasama PT. Trakindo Utama dengan SMK Negeri 1 Singosari. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan angket pada 30 siswa. Instrumen penelitian yang disusun terdiri dari 29 soal angket yang terdiri dari lima sub variabel yaitu: (1) kurikulum, (2) sarana dan prasarana, (3) guru/instruktur, (4) metode pembelajaran, dan (5) evaluasi pembelajaran dan telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data yang dilakukan yaitu perhitungan frekuensi dan perhitungan persentase. Setelah itu dilakukan deskripsi dari data yang diperoleh. Hasil yang didapatkan yaitu bahwa siswa kelas kerjasama PT. Trakindo Utama dengan SMK Negeri 1 Singosari jurusan Teknik Alat Berat memilik persepsi yang baik mengenai keseluruhan proses pelaksanaan pembelajaran. Dari hasil yang didapatkan, penulis memberikan saran untuk meningkatkan kerjasama yang telah terjalin antara PT. Trakindo Utama dan SMK Negeri 1 Singosari dan melakukan proses evaluasi lebih lanjut terkait perkembangan proses pelaksanaan pendidikan

    Pengembangan Jobsheet Power Window dan Central Door Lock sebagai Media Pembelajaran Praktik Siswa Kelas X Paket Keahlian Ototronik di SMK Negeri 6 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Media pembelajaran berupa jobsheet memiliki manfaat membantu kegiatan praktik agar lebih efektif. Dengan adanya jobsheet guru akan lebih mudah berinteraksi dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran berlangsung secara efektif. Serta bisa lebih menarik minat belajar siswa dalam melakukan kegiatan praktik secara mandiri. Tujuan dari penelitian pengembangan di SMK Negeri 6 Malang adalah (1) untuk merancang dan mengembangkan media pembelajaran berupa jobsheet power window dan central door lock, (2) untuk mengujicoba dan mengetahui kualitas produk media pembelajaran berupa job sheet yang dihasilkan sehingga layak digunakan dalam pembelajaran CSIT. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model dari 4-DModels yaitu: (1) Define, (2) Design, (3) Develope dan (4) Disseminate. Instrumen pengumpul data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini berupa angket yang validasi oleh ahli media, ahli materi dan uji coba lapangan berupa angket yang diberikan kepada siswa sebagai responden. Penilaian diperoleh dua jenis data kuantitatif untuk menilai kefalidan produk media yang dihasilkan dan data kualitatif yaitu hasil saran dan tanggapan dari para validator secara lisan tentang media pembelajaran yang telah dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berupa job sheet yang telah dikembangkan berdasarkan penilaian ahli materi memperoleh persentase 81% yang termasuk kriteria sangat valid. Berdasarkan data dari ahli media memperoleh persentase 95% yang termasuk kriteria sangat valid. Kemudian dari hasil uji coba lapangan menunjukkan media pembelajaran berupa job sheet memiliki kualitas sangat layak dengan persentase 83%. Berdasarkan hasil perolehan data menunjukkan bahwa media pembelajaran yang telah dikembangkan pada penelitian pengembangan ini dinyatakan valid dan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran. Penggunaan produk media pembelajaran berupa job sheet pada skala yang lebih luas perlu dikembangkan lagi sebagai penunjang kegiatan belajar siswa secara mandiri untuk meningkatkan kualitas pembelajaran

    Pengembangan Jobsheet Kompetensi Dasar Memperbaiki Sistem Bahan Bakar Bensin Untuk Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 11 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terdapat kendala atau masalah di dalamnya. Salah satu kendala tersebut adalah kurang lengkapnya perangkat pembelajaran yaitu jobsheet. Jobsheet dikenal dengan nama lembar kerja siswa (student worksheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan peserta didik. Dengan dikembangkannya jobsheet akan mengatasi kekurangan perangkat pembelajaran dan membuat peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan jobsheet pada kompetensi memelihara sistem bahan bakar dan mengetahui kelayakan jobsheet untuk digunakan pada proses pembelajaran untuk kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 11 Malang. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan konseptual yang direkomendasikan oleh Dick & Carey (1987). Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam pengembangan jobsheet ini menggunakan lembar penilaian yang diisi oleh validator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jobsheet mendapatkan persentase keseluruhan penilaian 89,11% dan dalam kategori sangat valid. Berdasarkan uji coba lapangan, nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen adalah 79,41 dan nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol adalah 73,82 dengan taraf signifikan 0,46. Jobsheet kompetensi dasar memperbaiki sistem bahan bakar bensin layak untuk digunakan dalam pembelajaran dan disarankan bagi guru untuk menggunakan jobsheet di kelas XI Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 11 Malang

    Studi Pengelolaan Uji Kompetensi Keahlian Berlisensi Lembaga Sertifikasi Profesi Pada Jurusan Teknik Mesin Di SMKN 1 Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Pendidikan kejuruan adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu sesuai kompetensi yang dimiliki. SMK memiliki tujuan yaitu mempersiapkan lulusannya untuk bekerja atau berwirausaha secara mandiri sesuai bidang kejuruan yang ditekuni. Namun, faktanya angka pengangguran di Indonesia masih cukup tinggi dan cenderung meningkat. Badan pusat statistik (BPS) mengumumkan jumlah pengangguran di Indonesia per Agustus 2017 mencapai angka 7,04 juta orang, bertambah 10 ribu orang dibanding realisasi 7,03 juta orang di Agustus 2016. Salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi pengangguran lulusan SMK adalah melalui penyelenggaraan uji kompetensi keahlian disemua SMK. Pelaksanaan UKK bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa pada level tertentu sesuai Kompetensi Keahlian yang ditempuh selama masa pembelajaran di SMK. SMKN 1 Blitar telah membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1), maka dari itu pelaksanaan uji kompetensi keahliannya juga diselenggarakan oleh LSP-P1, terutama pada jurusan teknik pemesinan. Pelaksanaan uji kompetensi yang diselenggarakan oleh LSP bertujuan agar lulusan SMK mendapat sertifikat, dimana sertifikat tersebut sebagai bukti pengakuan terhadap bidang kompetensi yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pengelolaan uji kompetensi keahlian berlisesnsi LSP pada jurusan teknik mesin di SMKN 1 Blitar. Dipilihnya SMKN 1 Blitar karena disana telah membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan dijurusan teknik mesin telah terverifikasi sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK). Uji kompetensi keahlian berlisensi LSP ini dimulai dari persiapan UKK, pelaksanaan UKK, penilaian UKK dan penerbitan sertifikat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian atau informan dipilih dengan berdasar pada pada kompetensi subyek yang harus sesuai dengan fokus penelitian. Informan dalam penelitian ini meliputi Ketua LSP, Ketua Jurusan Teknik Mesin, Kepala Bidang Mutu, Kepala Bidang Sertifikasi, Asesor dan siswa. Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Dilanjutkan dengan analisis data yang meliputi penyajian data, reduksi dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, digunakan triangulasi teknik pengumpulan data dan sumber pengumpulan data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat simpulan dari hasil penelitian sebagai berikut: (1) Pelaksanaan ujian LSP di SMKN 1 Blitar dimulai dengan tahap persiapan. Sebagai persiapan awal LSP mengadakan rapat koordinasi semua pengurus pada setiap event ujian. (2) Pelaksanaan UKK LSP di SMKN 1 Blitar sudah disesuaikan dengan skema sertifikasi yang dibuat oleh LSP. Selain itu SMKN 1 Blitar juga melaksanakan uji kompetensi keahlian sesuai dengan pedoman pelaksanaan UKK. (3) Uji kompetensi keahlian berlisensi LSP tidak hanya ujian praktek saja, tetapi juga ada ujian teori yang terdiri dari ujian tulis dan tes wawancara. Penilaian ujian LSP dilakukan berdasarkan kriteria lulus yang tercantum dalam Materi Uji Kompetensi (MUK) yang disusun dalam Perangkat Asesmen. Sertifikat diterbitkan langsung dari BNSP melalui LSP. Saran yang diberikan berkaitan dengan hasil penelitian yaitu: (1) Kepada SMK yang sudah membentuk LSP-P1 disarankan untuk segera menyelenggarakan sertifikasi pada setiap jurusan agar kompetensi yang dimiliki siswa setelah lulus dapat diakui oleh pemerintah maupun industri dimasa depan. (2) Jurusan teknik mesin disarankan untuk terus menyediakan mesin-mesin yang berstandar dan berkualitas, sehingga LSP bisa melaksanakan sertifikasi dengan banyak skema, dengan begitu semua siswa bisa mengikuti ujian LSP. (3) Pemerintah disarankan untuk lebih menambah jumlah bantuan paket pada setiap kesempatan menyelenggarakan ujian LSP. (4) Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk membahas secara lebih mendalam tentang ujia kompetensi keahlian LSP-P1. Hal ini dimaksudkan karena ujian LSP ini pada kedepannya pasti akan diselenggarakan oleh semua SMK dan bisa jadi syarat wajib bagi siswa untuk lulus sekolah. Peneliti selanjutnya juga disarankan untuk lebih mendalami tentang sertfikat LSP terkait pengaruhnya terhadap DU/DI

    Pengaruh Variasi Kuat Arus dan Posisi Pengelasan Pada Baja Karbon Rendah Terhadap Kekuatan Tarik Hasil Pengelasan GMAW

    No full text
    ABSTRAK   Gas Metal Arc Welding (GMAW) banyak digunakan untuk pengelasan logam ferrous salah satunya baja karbon rendah. Baja karbon rendah banyak digunakan antara lain untuk lambung kapal dan bejana tekan. Dalam  pengelasan GMAW sering ditemui adanya penggunaan variasi kuat arus dan posisi pengelasan yang berpengaruh terhadap baik buruknya mutu hasil pengelasan. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh Variasi Kuat Arus dan Posisi Pengelasan Pada Baja Karbon Rendah Terhadap Kekuatan Tarik Hasil Pengelasan GMAW. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah eksperimental. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah faktorial 2 × 4 yaitu dua variasi kuat arus dan empat posisi pengelasan. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Objek penelitian ini adalah baja karbon rendah yang diberikan perlakuan pengelasan setelah itu dilakukan pengujian tarik. Hasil penelitian diperoleh bahwa variasi kuat arus pada pengelasan baja karbon rendah dengan las GMAW memberikan pengaruh terhadap nilai kekuatan tarik yang dapat dilihat dengan adanya perbedaan kekuatan tarik dari setiap perlakuan kuat arus yang bervariasi. Selain kuat arus yang mempengaruhi kualitas hasil pengelasan, posisi pengelasan juga memberikan pengaruh terhadap kualitas hasil pengelasan yang mempengaruhi kekuatan tariknya. Hasil pengelasan dengan kuat arus 120 A dan posisi pengelasan 2G memberikan kekuatan tarik hasil pengelasan tertinggi yaitu sebesar 47,66 kgf/mm2 dan pengelasan dengan kuat arus 140 A dan posisi pengelasan 4G memberikan kekuatan tarik hasil pengelasan terendah yaitu sebesar 44,45 kgf/mm2

    0

    full texts

    1,608

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇