SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    Pengaruh Variasi Suhu Media Pendingin Oli Terhadap Kekuatan Tarik dan Kekerasan Baja Karbon Menengah yang Diperlakukan Quenching

    No full text
    ABSTRAK   Sauki, Abdul Rokhim. 2017. Pengaruh Variasi Suhu Media Pendingin Oli Terhadap Kekuatan Tarik dan Kekerasan Baja Karbon Menengah yang Diperlakukan Quenching. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) H.,Prof, Dr. Ir. Djoko Kustono.,M.Pd. (II) Drs. Wahono.,S.ST.,M.Pd.   Kata Kunci: Variasi suhu, kekerasan baja, tegangan tarik, baja karbon menengah, quenching, heat transfer oil.   Variasi suhu media quenching pada saat heat treatment baja akan mempengaruhi laju pendinginan oli. Laju pendinginan oli bisa dinaikkan dengan tiga cara yaitu dengan agitasi, memanaskan oli pada temperatur diatas temperatur kamar dan mengemulsikan air (water soluable). Penelitian ini menggunakan cara memanaskan oli pada temperatur diatas temperatur kamar untuk meningkatkan nilai kekuatan tarik dan kekerasan. Tujuan penelitian untuk mengetahui variasi suhu media quenching oli terhadap kekuatan tarik dan kekerasan baja karbon menengah. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif/ eksperimental dengan variabel bebasnya adalah suhu oli sebesar 80oC, 100oC, 120oC. Variabel terikatnya adalah kekerasan dan kekuatan tarik. Variabel kontrolnya adalah oli, lama holding dan temperatur pemanasan. Pengujian bahan meliputi pengujian kekuatan tarik dan kekerasan. Spesimen pengujian tarik menggunakan standar ASTME E-8M dan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan nilai kekuatan tarik baja karbon menengah pada quenching suhu oli 80oC : 85,419 kg/mm2, baja karbon menengah pada quenching suhu oli 100oC : 83,08 kg/mm2, baja karbon menengah pada quenching suhu oli 120oC : 83,107 kg/mm2. Nilai kekerasan baja karbon menengah pada quenching suhu oli 80oC : 151,3 HV, baja karbon menengah pada quenching suhu oli 100oC : 142 HV, baja karbon menengah pada quenching suhu oli 120oC : 137,2 HV. Nilai kekuatan tarik dan kekerasan baja karbon menengah mengalami penurunan setelah mengalami proses heattreatment dan quenching dengan oli. Semakin  tinggi variasi suhu yang diberikan semakin berkurang nilai kekuatan tarik dan kekerasan baja karbon menengah. Dari hasil pengujian tarik dan kekerasan menunjukkan bahwa pada suhu 80oC memiliki nilai kekuatan tarik dan kekerasan yang lebih tinggi. Maka dengan tingginya temperatur oli menyebabkan laju pendinginan semakin rendah yang menyebabkan kekerasan dan kekuatan tarik menurun.   ABSTRACT   Sauki, Abdul Rokhim. 2017.The Effect of Temperature oil coolant Variation on Tensile Strength and Carbon Steel Hardness after Quenching Process. Sarjana’s Thesis, Mechanical Engineering Major, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Advisors: (I) H.,Prof, Dr. Ir. Djoko Kustono. M.Pd. (II) Drs. Wahono., S.ST.,M.Pd.   Keywords: Temperature variations, steel hardness, tensile strength, medium carbon steel, queenching, heat transfer oil   Termperature variations of quenching media on steel heat treatment would effecting the oil rapid cooling. There are three ways to increase the oil rapid cooling thus by agitating, heating the oil above the room temperature, and water saluable. This research was using a heat-temperature above the room temperature technique to increase the number or tensile strength and hardness. This study aims to determine the temperature variations of oil quenching media towards the tensile strength and hardness of medium carbon steel. This research used quantitative experimental analysis with oil temperature as the independent variable which consist temperatures in 80oC, 100oC, and 120oC while the dependent variables are the hardness and tensile strength. The control variables are oil, holding duration, and heat temperature. The materials test consist of tensile strength test and hardness test. The specimen of tensile strength test used ASTME E-8M standardization and descriptive analitical. The result shows that medium carbon steel’s tensile strength on the 80oC oil quenching temperature is 85.419 kg/mm2, on the 100oC oil quenching temperature is 83.08 kg/mm2, and on the 120oC oil quenching temperature is 83,107 kg/mm2. Then, the results of medium carbon steel’s hardness on the 80oC oil quenching temperature is 151.3 HV, on the 100oC oil quenching temperature is 142 HV, and on the 120oC oil quenching temperature is 137.2 HV. The value of medium carbon steel on tensile strength and hardness are decreasing as they got heat treatment and quenching by oil. As the temperature variations gets higher, the value of tensile strength and hardness on medium carbon steel gets lower. Through some tests of tensile strength and hardness, it shows the higher value of tensile strength and hardness on the temperature of 80o. A high tempered oil gives will rapidly cool off the steel which decreasing its tensile strength and hardness

    Analisis Morfologi Paduan Al-Si Dengan Penguat Nano Partikel Besi Oksida

    No full text
    Abstrak    Nurdiansyah, Yogi Tri. 2017. Analisis Morfologi Paduan Al-Si Dengan Penguat Nano Partikel Besi Oksida. Skripsi, Jurusan Teknik mesin. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Rr. Poppy Puspitasari,S.Pd., M.T., Ph.D., (2) Drs. Solichin, S.T., M.Kes.   katakunci: morfologi,besi oksida, Al-Si.   Sebagai konduktor listrik dan panas yang baik, aluminium juga memiliki titik lebur yang rendah, sehingga lebih mudah difabrikasi dibandingkan dengan logam lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui uji morfologi Aluminium silikon dengan campuran besi oksida. Persentase campuran  yang digunakan sebesar 0,1%, 0,2%, 0,3% nanoparticle besi oksida. Sedangkan temperatur peleburan yang digunakan adalah 660 °C. Berdasarkan hasil SEM paduan aluminium silikon dengan variasi persentase besi oksida maka didapatkan presipitat yang mengalami pertumbuhan. Morfologi paduan aluminium silikon dengan variasi besi oksida menunjukkan peningkatan presipitat dan berbentuk semakin homogen secara berturut-turut dimulai dari spesimen variasi 0,1%, 0,2% dan 0,3%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak campuran besi oksida mengakibatkan peningkatan presipitat dan berbentuk homogen yang menunjukkan kekerasan dari spesimen.   keywords: morphological, iron oxide, Al-Si.               As good electrical and heat conductors, aluminum also has a low melting point, making it easier to fabricate than other metals. The purpose of this research is to know morphology test of silicon Aluminum with iron oxide mixture. The percentage of mixture used was 0.1%, 0.2%, 0.3% nanoparticle iron oxide . While the melting temperature used is 660 ° C. Based on SEM result of aluminum silicon alloy with variation of percentage of iron oxide hence got growth precipitat. The morphology of silicon aluminum alloy with iron oxide variation showed an increasingly homogeneous and shaped precipitate successively starting from the variation specimens of 0.1%, 0.2% and 0.3%. This suggests that the more iron oxide mixture leads to an increase in precipitate and homogeneous form which indicates the hardness of the specimen

    PENGARUH PENGELOLAAN PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI DAN PRESTASI SISWA TERHADAP KREATIVITAS SISWA XI PRODI TEKNIK OTOMOTIF SMK PGRI 03 MALANG

    No full text
    Abstrak   Permana, Ahmad Pehang.2015. Pengaruh Pengelolaan Pelaksanaan Praktik Kerja Industri dan Prestasi Siswa terhadap Kreativitas Siswa Kelas XI Prodi Teknik Otomotif, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Ir., Drs. Mustaman, M.Pd, (II) Drs. Partono, M.Pd.   Kata Kunci: Pengelolaan, Pelaksanaan Praktik Kerja Industri, Prestasi Siswa, dan Kreativitas Siswa.   Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti di SMK PGRI 03 Malang khususnya kelas XI prodi teknik otomotif dan nilai rapor siswa kelas XI. Meskipun nilai rapor siswa kelas XI ternilai bagus dan baik setelah melakukan praktik kerja industri masih harus melakukan perbaikan dalam pengelolaan pelaksanaan praktik kerja industri. Dengan adanya pengelolaan yang baik dan tersturktur tidak hanya nilai baik siswa dapatkan, tetapi juga mendapatkan prestasi dan kreativitas yang lebih meninjol. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui pengelolaan pelaksanaan praktik kerja industri terhadap kreativitas siswa kelas XI prodi teknik otomotif (2) Untuk mengetahui prestasi siswa terhadap kreativitas siswa kelas XI prodi teknik otomotif (3) Untuk mengetahui pengelolaan pelaksanaan praktik kerja industri dan prestasi siswa terhadap kreativitas siswa kelas XI prodi teknik otomotif (4) Untuk mengetahui pengaruh pengelolaan pelaksanaan praktik kerja indutri terhadap kreativitas siswa kelas XI prodi teknik otomotif (5) Untuk mengetahui pengaruh prestasi siswa terhadap kreativitas siswa kelas XI prodi teknik otomotif (6) Untuk mengetahui pengaruh pengelolaan pelaksanaan praktik kerja industri dan prestasi siswa terhadap kreativitas siswa kelas XI prodi teknik otomotif. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Deskriptif. Obyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI prodi teknik otomotif di SMK PGRI 03 Malang tahun ajaran 2014/2015. Analisis hasil penelitian yang dipakai adalah analisis Regresi Linier Berganda dengan menggunakan program SPSS 16 for Windows. Berdasarkan analisis regresi diperoleh persamaan regresi Y = -139.862 + 1.340 X1 + 2.637 X2. Kontribusi pengelolaan pelaksanaan praktik kerja industri dan prestasi siswa terhadap kreativitas siswa sebesar 52.5%. Secara uji t atau uji parsial pengaruh pengelolaan pelaksanaan praktik kerja industri terhadap kreativitas siswa sebesar 0.006, dan pengaruh prestasi siswa sebesar 0.000. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ada pengaruh positif dan signifikan pengelolaan pelaksanaan praktik kerja industri dan prestasi siswa terhadap kreativitas siswa kelas XI prodi teknik otomotif di SMK PGRI 03 Malang baik secara simultan. Saran yang dapat disampaikan antara lain: pihak sekolah harus mampu mempertahankan pengelolaan yang sudah berjalan dan perlu ditingkatkan

    PERSEPSI GURU MATA PELAJARAN SEJARAH TERHADAP PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DI SMA NEGERI KOTA PASURUAN

    No full text
      Pancasila, Ganyang. 2017. Persepsi Guru Mata Pelajaran Sejarah Terhadap Penerapan Pendekatan Saintifik di SMA Negeri Kota Pasuruan. Skripsi. Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. MASHURI, M.Hum, (II) Aditya Nugroho Widiadi. S.Pd, M.Pd   Kata Kunci: Persepsi, Implementasi, Pendekatan Saintifik.   Upaya peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dengan mengetahui persepsi guru tentang pendekatan saintifik yang termuat dalam kurikulum 2013.Kurikulum 2013 adalah dengan menekankan proses ilmiah dalam kegiatan pembelajaran.Pendekatan ilmiah diyakni sebagai titian emas dalam perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan dan pengetahuan peserta didik. Prinsip tersebut termuat pada serangkaian pendekatan saintifik. Pendekatan Saintifik merupakan ciri khas dari Kurikulum 2013 yang menekankan penerapan pendekatan ilmiah atau saintifik pada proses pembelajarannya. Pendekatan saintifik meliputi; mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi serta mengkomunikasikan atau yang biasanya dikenal dengan istilah “5M”. Rumusan Masalah dari penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah persepsi guru mata pelajaran sejarah terhadap pendekatan saintifik dalam pembelajaran Sejarah Indonesia di Kota Pasuruan? (2) Bagaimanakah persepsi guru mata pelajaran sejarah terhadap penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran Sejarah Indonesia di Kota Pasuruan? Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif.Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu tahap observasi, tahap wawancara dan tahap dokumentasi. Sedangkan cara untuk melakukan pengecekan keabsahan data yaitu dengan memperpanjang waktu penelitian. Hasil penelitian ini menunujukan bahwa; (1) Persepsi guru sejarah kota Pasuruan terhadap pendekatan saintifik adalah guru-guru sejarah sudah mengetahui secara teori hingga secara sistem pembelajaran dikelas hingga guru-guru mempersepsikan secara beragam dan memiliki karakter berdasarkan keadaan siswa di dalam kelas. (2) persepsi penerapan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 adalah para guru mempunyai cara dan teori berdasarkan pengalaman menjadi guru untuk bisa menerapkan pendekata saintifik dengan beragam metode-metode pembelajaran yang sudah lebih dahulu berkembang. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah; (1) Penelitian selanjutnya harus mampu menentukan metode pengajaran yang bisa masuk terhadap kurikulum 2013. (2) Peneliti selanjutnya diharapkan mampu menentukan sarana dan prasarana yang paling cocok untuk mengimplementasikan pendekatan saintifik agar lebih memaksimalkan potensi siswa.  

    Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada Pegawai Outsourcing unit Produksi PT Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG) Tuban

    No full text
    ABSTRAK   Arifin, Yunus A. 2018. Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada Pegawai Outsourcing unit Produksi PT Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG) Tuban. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Prof. Dr. Ir. H. Djoko Kustono, M.Pd (II) Drs. H. Solichin, S.T., M.Kes.   Kata Kunci : Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, SMK3, Outsourcing, K3 Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) adalah sistem manajemen yang diterapkanberdasarkan prinsip manajemen dan elemen implementasi. SMK3bersifat komperhensif dan berkelanjutan untuk mengendalikan risiko dari proses kerja.Implementasi SMK3 di PT IKSG cenderung pada lingkungan kerja internalperusahaan sementara integrasi SMK3 pada outsourcingbelum banyak dikaji. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif jenis studi kasus. Teknik pengambilan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sementara, analisis data  dilakukan melalui: (1) reduksi data, (2) penyajian data dan (3) penarikan kesimpulan atau verifikasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan: (1)SMK3 di PT IKSG diterapkan berdasarkan peraturan pemerintah. Selanjutnya, dikomunikasikan kepada perusahaan pengelola jasa pekerja (PPJP) melalui kontrak kerja. Dalam kontrak kerja menyebutkan bahwaPPJP harus menyesuaikan diri denganSMK3 di PT IKSG.(2) kontrak kerja berlangsung selama satu tahun dan diperpanjang berdasarkan penilaian kinerja serta target produksi. PPJP memberikan sarana K3 sesuaidengan standar yang ditetapkan PT IKSG. PT IKSG memberikanpelatihan dan pembinaan K3.(3) kesadaran dan pengetahuan pegawai outsourcingdibentuk melalui induksi K3, safety talk dan safety patrol. Petugas K3 PT IKSG melakukan inspeksi K3, pembinaan K3, pemberian teguran dan pemberian surat peringatan (SP).Walaupun demikian, faktanya kedisiplinan APD pegawai outsourcing masih kurang. (4)pemantauan dan evaluasi kinerja K3 dilakukan melalui inspeksi K3 (safety patrol)setiap hari dan dievaluasi dirapat P2K3 setiap satu minggu. Self asessment setiap satu tahun. Assesment externalauditsetiap tiga tahun.Budaya K3 memang masih rendah, akan tetapi mayoritas sudah baik. (5) sanksi dan tindakan terhadap pelanggaran K3 diberikanmelalui teguran dengan frekuensi maksimal sebanyak tiga kali. Kemudian dilaporkan ke pihak SDM sebagai SP 1 untuk ditindaklanjuti oleh PPJP. Dengan demikian, perlu dilakukan pengawasan dan sanksi yang lebih tegasmengingat pelanggaran K3, pengetahuan K3 dan kepedulian K3 pegawaioutsourcing yang masih rendah.   SUMMARY   Arifin, Yunus A. 2018. Implementation of Occupational Health and Safety Management System (OHSM) to Outsourcing Employees at Production Unit in Cement Packaging Industry PT Industri Kemasan Semen Gresik (IKSG) Tuban. Thesis, Department of Mechanical Engineering,Facultyof Engineering, State Universityof Malang, Advisors: (I) Prof. Dr. Ir. H. Djoko Kustono, M.Pd (II) Drs. H. Solichin, S.T., M.Kes.   Keywords: Occupational Health and Safety Management System, OHSM,Outsourcing,OHS Occupational Safety and Health Management System (OHSM) is a management system that is implemented based on management principles and implementation elements. OHSM is comprehensive and sustainable to control the risk of the work process. Implementation of OHSM in PT IKSG tends to the internal work environment of the company, while the integration of SMK3 on outsourcing has not been much studied. This study used descriptive qualitative research design with a case study approach. Research data collacted by interview, observation and documentation.Meanwhile, data analysis carried out: (1) data reduction, (2) data presentation and (3) conclusion or verification.Check the validity of data using source triangulation. The results showed that: (1) OHSM in PT IKSG is implemented based on government regulations.Subsequently, it is communicated to the employee services company (PPJP) through a work contract.In the employment contract mentioned that PPJP must adjust to OHSM in PT IKSG. (2) work contract applicable for one year and extended based on performance appraisal and production target.PPJP provides OHS facilities in accordance with the standards set by PT IKSG.PT IKSG provides training and OHS training. (3) awareness and knowledge of outsourced employees is formed through OHS induction, safety talk and safety patrol.OHS officer PT IKSG performs OHS inspections, OHS guidance, warning and warning letter (SP).Nevertheless, the fact that the discipline of PPE outsourcing employees is still lacking. (4) monitoring and evaluation of OHS performance is done through safety inspection every day and evaluated by P2K3 every one week.Self assessment every year.An external audit assessment every three years.OHS culture is still low, but the majority is good. (5) sanctions and acts against OHS violation are given by reprimand with maximum frequency of three times.Then reported to the HRD as SP 1 to be followed up by PPJP. Therfore, it is necessary to have more strict supervision and sanctions in view of the OHS violation, knowledge of OHS and OHS concern for outsourcing employees who are still low

    Analisis Kesesuaian Fasilitas Praktikum Dengan Standar Nasional Pendidikan Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 1 Pagerwojo Tulungagung

    No full text
    ABSTRAK   Prasetyo, Agung. 2018. Analisis Kesesuaian Fasilitas Praktikum Dengan Standar Nasional Pendidikan Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 1 Pagerwojo Tulungagung.  Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd. (2) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.M., M.Pd.   Kata Kunci: Kesesuaian, Fasilitas Praktikum, Standar Nasional, Kompetensi Keahlian. Kelengkapan sarana dan prasarana praktikum akan menunjang kegiatan praktik. Sekolah yang memiliki fasilitas sarana dan prasarana yang lengkap berdampak pada kualitas pembelajaran baik.Standar Nasional Pendidikan digunakan sebagai acuan dalam menilai fasilitas praktikum teknik kendaraan ringan di SMK Negeri 1 Pagerwojo. Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian fasilitas praktikum dengan standar nasional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif.Penelitian di lakukan di SMK Negeri 1 Pagerwojo khususnya bengkel otomotif teknik kendaraan ringan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, observasi, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian sudah baik. Bagian prasarana dengan persentase 75,78%, bagian perabot, media pembelajaran, dan perlengkapan lain dengan persentase 100%, peralatan utama 77,80%, peralatan pendukung 53,85% dan peran Komite Sekolah dalam menunjang fasilitas praktikum teknik kendaraan ringan sebesar 24,43%. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) Tingkat kesesuaian fasilitas praktikum kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan di SMK Negeri 1 Pagerwojo sebesar 82,55% dengan kategori sangat sesuai. (2) Peran Komite Sekolah cukup  baik yaitu sebesar 24,43%. Hasil tersebut sudah cukup baik, akan tetapi diperlukan penambahan dan melengkapi peralatan yang masih di bawah dari standar yang ditetapkan. SUMMARY   Prasetyo, Agung. 2018. Study on Conformity of Practicum Facility with National Education Standards on the Competence of Light Vehicle Engineering in State Vocational High School 1 Pagerwojo Tulungagung. Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisers: (1) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd. (2) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.M., M.Pd.   Keywords: Conformity, Practicum Facility, National Standard, Skills Competency. Completeness of practicum facilities will support the practice activities. Schools having complete facilitiesgive an impact on the quality of learning. The National Educational Standard was used as a reference in assessing the light vehicle engineering practicum facilities at State Vocational High School 1 Pagerwojo. This standard is the minimum criteria of  education system implementation in Indonesia. This study aimed to determine the level of conformity of practice facilities with the national educational standard. This research used quantitative descriptive method. Research conducted in State Vocational High School 1 Pagerwojo, especially in light vehicle engineering workshop. Instruments in this study used documentation, observation, and interviews. Data analysis technique used  descriptive statistics. The results showed that the level of conformity was good. Infrastructure section with percentage of 75,78%, furniture section, learning media, and other equipment with percentage 100%, main equipment 77,80%, and support equipment 53,85%, meanwhile School Committee role to support practicum facility in light vehicle engineering workshop was 24,43%. Based on these results, it can be concluded that the appropriateness level of practice facilities at light vehicle engineering in State Vocational High School 1 Pagerwojo was 82,55% with very suitable category. The role of the School Committee was quite good (24.43%). The result is good enough, but it is necessary to add and equip the equipment which is still below national educational standard

    Peran Balai Latihan Kerja (BLK) Jombang Dalam Menyediakan Individu Yang Siap Kerja Dalam Industri Otomotif

    No full text
    ABSTRAK   Prasetiyo, Heru. 2018. Peran Balai Latihan Kerja (BLK) Jombang dalam Menyediakan Individu yang Siap Kerja dalam Industri Otomotif. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Yoto, S.T., M.Pd., M.M. (2) Drs. Partono, M.Pd.   Kata Kunci: peran BLK, individu siap kerja, industri otomotif Balai Latihan Kerja adalah tempat pelatihan untuk mendapatkan keterampilan yang berada di bawah Departemen Tenaga Kerja. Di Jombang BLK di bangun mulai tahun 1984 di Kabupaten Jombang dari dana Pemerintah Republik Indonesia diatas lahan seluas 20.150 m² lokasinya di Jalan Anggrek No 4, Candi Mulya Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Balai Latihan Kerja ini memiliki visi misi diantaranya melatih keterampilan, pengetahuan ketatausahaan serta pelayanan masyarakat, serta terciptanya tenaga kerja yang terampil, profesional, disiplin, & produktif. BLK ini mengutamakan lulusan untuk berwirausaha sendiri seperti mendirikan bengkel, selain itu lulusannya banyak yang menjadi mekanik di Bengkel Mobil seperti di Auto 2000, UMC, Sun Star, Isuzu. BLK Jombang termasuk dalam 135 BLK terbaik di Indonesia, karena disana menerapkan standard ISO. Selain itu BLK Jombang mampu menciptakan tenaga kerja yang kompeten. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran Balai Latihan Kerja Jombang dalam mencetak tenaga kerja yang terampil dan siap kerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan naturalistik. Responden yang berjumlah empat orang yaitu: (1) kepala seksi pengembangan dan pemasaran, (2) istruktur kejuruan otomotif, (3) kepala jurusan otomotif, dan (4) wakil ketua dari team pelatihan dan sertifikasi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya, analisis data dilakukan dari manuskrip original yang diperoleh dari rekaman wawancara dengan responden. Hasil analisis diuji, keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peserta pelatihan melakukan pendaftaran di “kios 3 in 1”, dan menanyakan soal persyaratan yang harus dilengkapi oleh calon pelatihan di BLK Jombang, (2) proses pra-pelatihan dilaksanakan setelah tahap seleksi. Pra-pelatihan yang dilakukan oleh polisi meliputi pembentukan karakter, fisik dan mental disiplin. Pelatihan inti yang dilaksanakan setelah pra-pelatihan mencakup praktik dan teori (praktik 75% dan teori 25%). Peserta yang telah mengikuti serangkaian pelatihan dan dinyatakan lulus akan menerima sertifikat dari BLK Jombang, dan (3) standarisasi dan evaluasi BLK Jombang mengacu pada (LSP) Lembaga sertifikasi Profesi. Masukan  penulis kepada pihak-pihak yang terkait: (1) BLK Jombang lebih menekankan pada kedisiplinan, keuletan, dan ketekunan agar peserta didik dapat menjadi tenaga kerja yang kompeten setelah lulus, (2) industri disarankan untuk membuka peluang di BLK dalam rekrutmen tenaga kerja

    Pengaruh Penambahan Zat Aditif Carbon Cleaner Pada Pertamax RON 92 Terhadap Daya Mesin Dan Akselerasi Sepeda Motor Yamaha Vixion

    No full text
    ABSTRAK   Pratama, Yoga. 2018. Pengaruh Penambahan Zat Aditif Carbon Cleaner PadaPertamax RON 92 Terhadap Daya Mesin Dan Akselerasi Sepeda MotorYamaha Vixion. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Widiyanti, M.Pd. (II)Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.Pd., M.M.   Kata Kunci: Carbon Cleaner, Pertamax RON 92, Daya Mesin, Akselerasi. Perkembangan industri otomotif sangat pesat di Indonesia, khususnya pada pengguna kendaraan bermotor. Namun, juga banyak permasalahan terjadi pada kendaraan-kendaraan tersebut. Salah satunya adalah gangguan yang diakibatkan oleh penimbunan kerak pada ruang bakar dan lubang injektor. Terkait dengan permasalahan ini, tujuan penelitian untuk mengetahui adanya perbedaan penggunaan variasi zat aditif carbon cleaner pada bahan bakar pertamax RON 92 terhadap daya mesin dan akselerasi pada Yamaha Vixion. Penelitian menggunakan jenis eksperimen dengan menambahkan variasi zat aditif carbon cleaner dengan bahan bakar pertamax RON 92. Daya mesin diambil pada 2500 rpm hingga 8500 rpm dengan kenaikan 500 rpm. Data akselerasi diambil pada kecepatan 30 km/h sampai 120 km/h dengan kenaikan 10 km/h. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan penggunaan variasi zat aditif carbon cleaner pada bahan bakar pertamax RON 92 terhadap daya mesin Yamaha Vixion. Pada penambahan carbon cleaner 25 ml daya mesin mengalami kenaikan tertinggi sebesar 16%. Pada pengujian akselerasi tidak terdapat perbedaan antara variasi carbon cleaner 0 ml, 15 ml dan 25 ml. Pada penambahan carbon cleaner 25 ml akselerasi mengalami kenaikan 6%. Penelitian menyimpulkan bahwa dengan menambahkan carbon cleaner pada bahan bakar kendaraan menimbulkan efek terhadap peforma daya mesin. Bedasarkan hasil penelitian, menyarankan, bagi penelitian selanjutnya untuk melakukan pengujian terhadap pengaruh konsumsi bahan bakar, torsi dan emisi gas buang. Bagi pengguna kendaraan untuk menggunakan carbon cleaner untuk membersihkan ruang bakar agar peforma mesin yang dihasilkan kembali maksimal.   ABSTRACT   Pratama, Yoga. 2018. The Effect of Carbon Cleaner Additive Addition onPertamax RON 92 toward Engine Power and Acceleration on YamahaVixion Motorcycle. Thesis. Department of Mechanical Engineering,Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Hj.Widiyanti, M.Pd., (II) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.Pd., M.M.   Keywords: Carbon Cleaner, Pertamax RON 92, Engine Power, Acceleration. The development of the automotive industries are very rapid inIndonesia, especially on motorcycle users. However, there have some problemsoccurred on vehicles. One of them is the trouble caused by the crust accumulationon the combustion chamber and injector hole. Related to this problem, the purposeof this research was to know the difference of the use of variation of carboncleaner additives on pertamax RON 92 toward engine power and acceleration onYamaha Vixion motorcycle. This study used experimental research by adding variation of carboncleaner additive on pertamax RON 92. Engine power was taken at 2500 rpm to8500 rpm with a 500 rpm increase. Acceleration data were taken at a speed of 30km / h to 120 km / h with an increase of 10 km / h. The results showed that it have differences in the use of variations ofcarbon cleaner additives on pertamax RON 92 toward Yamaha Vixion enginepower. In the addition of carbon cleaner 25 ml, engine power increased highest16%. In the acceleration test, there have not difference among 0 ml, 15 ml, and 25ml of carbon cleaner variations. In the addition of carbon cleaner 25 mlacceleration increased 6%. This study concluded that adding carbon cleaner to themotorcycle fuel, it effected in the performance of engine power. Based on theresults of study for future research, researchers can do research related with effectof fuel consumption, torque and exhaust emissions. To inerease the engineperformance, users can use carbon cleaner to clean the combustion chamber

    Pengaruh Variasi Suhu Elektrolit pada Baterai Terhadap Berat Jenis dan Tegangan

    No full text
    ABSTRAK   Gunawan, Rochman. 2018. Pengaruh Variasi Suhu Elektrolit Pada BateraiTerhadap Berat Jenis Dan Tegangan. Skripsi, jurusan Teknik Mesin,Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs.Imam Muda Nauri, S.T., M.T. (2) Drs. H. Sumarli., M.Pd., M.T.   Kata Kunci : Baterai, Elektrolit, Suhu, Berat Jenis, Tegangan Baterai merupakan sumber tenaga penggerak komponen listrik pada kendaraan bermotor terutama pada mobil. Baterai dapat menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia. Pengunaan baterai basah masih banyak digunakan di Indonesia. Peletakan baterai didalam kabin mesin mobil dapat memicu suhu baterai menjadi panas yang diakibatkan oleh radiasi suhu dari suhu kerja mesin. Selain itu suhu lingkungan sekitar juga dapat mempengaruhi dari suhu baterai. Berdasarkan dari faktor-faktor tersebut, diduga dapat mempengaruhi dari kinerja baterai akibat perubahan suhu. Kinerja baterai dapat diketahui pada seberapa besar berat jenis elektrolit dan tegangan yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif untuk menguji kualitas baterai dengan menggunakan analisis statistik. Kualitas baterai yang menjadi fokus penelitian adalah nilai berat jenis elektrolit dan tegangan pada saat diberi perlakuan suhu tertentu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah mengumpulkan data yang didapat dari percobaan dan diisikan dilembar obeservasi. Data percobaan dihasilkan dari pembacaan berat jenis menggunakan hydrometer dan tegangan menggunakan voltmeter dengan variasi suhu mulai dari 26oC sampai 46oC dengan kelipatan 2oC. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS (Statistical Product and Service Solution). Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh suhu baterai terhadap berat jenis elektrolit dan tegangan yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh suhu terhadap berat jenis elektrolit dan tegangan. Ketika suhu baterai naik mengakibatkan berat jenis menurun dengan pengaruh sebesar 98,1%. Setiap kenaikan suhu 1oC berat jenis elektrolit akan menurun sebesar 0,001 hal ini disebabkan oleh viskositas menurun. Sedangkan ketika suhu meningkat mengakibatkan tegangan meningkat dengan pengaruh sebesar 93,6%. Setiap kenaikan suhu 1oC tegangan mengalami peningkatan tidak sampai 0,001 Volt hal ini disebabkan oleh internal resistant berkurang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin naik suhu elektrolit mengakibatkan berat jenis elektrolit akan menurun dan tegangan akan naik. Sebaliknya, semakin turun suhu elektrolit mengakibatkan berat jenis elektrolit akan naik dan tegangan akan turun. Dari hasil penelitian yang ditunjukkan, perlu adanya penelitian lebih lanjut dalam penerapan kosentrasi asam sulfat, viskositas, dan dimensi plat sel dari baterai terhadap berat jenis elektrolit dan tegangan, sehingga dapat diketahui lebih detail fenomena penurunan berat jenis elektrolit dan meningkatnya tegangan baterai

    Pemenuhan Standar Proses dan Pelaksanaannya Untuk Mendukung Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan Kelas XI Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK di Kota Kediri

    No full text
    ABSTRAK   Irfan, Zakariya. 2018. Pemenuhan Standar Proses dan Pelaksanaannya Untuk Mendukung Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan Kelas XI Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK di Kota Kediri. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Amat Nyoto, M.Pd., (II) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd.   Kata Kunci: Standar Proses Pendidikan, Hasil Belajar, Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan, SMK.   Proses pembelajaran diatur melalui Permendikbud nomor 22 tahun 2016 mengenai standar proses yang berisikan kriteria pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi kelulusan. Standar proses terdiri dari perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian proses pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pemenuhan standar proses pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XI program keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK di kota Kediri; (2) Mengetahui persiapan pelaksanaan standar proses pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XI program keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK di kota Kediri; (3) Mengetahui pelaksanaaan standar proses pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XI program keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK di kota Kediri; (4) Mengetahui hasil dari pelaksanaaan standar proses pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XI program keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK di kota Kediri. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Adapun lokasi penelitian di SMK Negeri 1 Kediri, SMK PGRI 1 Kediri, SMK PGRI 4 Kediri, dan SMK Kartanegara. Data penelitian berasal dari guru, pengawas, dan siswa dari masing-masing sekolah. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, pemenuhan standar proses pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XI program keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK  di kota Kediri berjalan sangat baik dengan ketercapaian sebesar 85,72%. Persiapan pelaksanaan standar proses dilakukan pihak sekolah dengan mengadakan rapat sebelum tahun ajaran baru yang membahas tentang kurikulum yang akan digunakan serta standar baru yang dikeluarkan Mendikbud. Pelaksanaan standar proses, guru kesulitan menerapkan pendekatan saintifik dikarenakan jumlah siswa tiap kelas melebihi batas maksimal, jumlah jam tatap muka pembelajaran yang kurang dan sarana prasarana yang tersedia seperti alat dan bahan yang digunakan untuk praktik kurang memadai dan jumlahnya tidak sesuai dengan siswa yang ada. Hasil pelaksanaan standar proses berdasarkan tingkat kelulusan siswa pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan sangat baik yaitu 86,99%, dengan  nilai rata-rata yang diperoleh adalah 81,56

    0

    full texts

    1,608

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇