SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    Penyaluran Tenaga Kerja Melalui Bursa Kerja Khusus di SMK Islam 1 Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini berjudul “Penyaluran Tenaga Kerja Melalui Bursa Kerja Khusus Di SMK Islam 1 Blitar”. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah suatu lembaga pendidikan yang berperan untuk menghasilkan lulusan mampu siap terjun ke dalam dunia kerja dan dunia usaha, sekolah menengah kejuruan menghasilkan lulusan yang mempunyai keahlian dalam berbagai bidang, memiliki pengalaman kerja, serta menghasilkan lulusan yang bekerja profesional. Pendidikan kejuruan mempunyai tujuan menyiapkan lulusan untuk menjadi tenaga kerja tingkat menengah dalam bidang tertentu yang mampu bekerja mandiri, memiliki pengetahuan, menguasai keterampilan dan sikap. Sekolah SMK Islam 1 Blitar memiliki pondok pesantren yang bernama AL Muhsin untuk mencetak generasi profesiomal beriman dan berakhlak mulia tujuan SMK Islam 1 Blitar adalah untuk menampung lulusan SLTP, sebagai sarana mencetak tenaga-tenaga yang bertaqwa kepada Allah SWT yang mampu membangun dirinya dan bersama-sama orang lain membangun bangsanya, sebagai sarana da’wa terhadap anak didik, orang tua dan masyarakat, serta sebagai amal dalam rangka mensukseskan program pemerintah yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan. Pelaksanaan penyaluran tenaga kerja di SMK Islam 1 Blitar berjalan dengan baik dan lancar, dalam penyelanggara penyaluran tenaga kerja SMK Islam 1 Blitar banyak menjalin kerjasama dengan pihak industri, diantaranya: PT. Indoprima Gemilang. PT. Boma Bisma Indra, PT. Behaestex, PT. Kereta Api Indonesia, PT Suns Stars, PT. Barata, PT. Petrokimia, PT. Semen Gresik, dan lain-lain. SMK Islam 1 Blitar telah menggunakan ISO 9001:2008 dengan jurusan teknik yang mempunyai agretasi A dan dipercaya masyarakat setempat. Visi dalam SMK Islam 1 Blitar adalah terwujudnya BKK yang unggul dalam pelayanan di bidang ketenagakerjaan sedangkan misi SMK Islam 1 Blitar adalah mendorong perluasan kesempatan kerja dan penempatan kerja bagi tamatan SMK Islam 1 Blitar, memfasilitasi pemenuh kebutuhan tenaga kerja terampil dan kompetensi bagi indsutri, meningkatkan pelayanan kepada peserta didik maupun tamatan SMK Islam 1 Blitar dibidang ketanakerjaan, serta mengembangkan sistem informasi ketenagakerjaan melalui penfaaatan teknologi informasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui program seperti apa yang diterapkan oleh BKK agar penyaluran lulusan SMK dapat terserap secara merata memasuki dunia kerja. Dimulai dari perencanaan proses kerjasama, pelaksanaan penyaluran tenaga kerja, faktor-faktor pendukung dan penghambat kerjasama dalam pelaksanaan penyaluran tenaga kerja, serta evaluasi yang dilakukan setelah pelaksanaan kerjasama di SMK Islam 1 Blitar. Lokasi pelaksanaan penelitian ini dilakukan di SMK Islam 1 Blitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data diambil dari informan yang memiliki kemampuan dan kesesuaian dengan kasus yang ada. Informan dalam penelitian ini meliputi wakil kepala sekolah bidang hubungan masyarakat, ketua BKK SMK Islam 1 Blitar, ketua program keahlian, dan alumni SMK Islam 1 Blitar lulusan 2016. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan meliputi reduksi data, penyajian data, dan diakhiri penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, maka dilakukan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyaluran tenaga kerja dimulai dengan perencanaan proses kerjasama antara SMK dengan dunia industri melalui BKK di SMK Islam 1 Blitar. Langkah awal yang dilakukan adalah pihak BKK mencari link melalui forum BKK Jawa Timur serta melakukan promosi dengan mempromosikan profil sekolah saat kunjungan prakerin. Kedua, pelaksanaan penyaluran tenaga kerja melalui BKK yaitu dengan cara industri datang ke SMK Islam 1 Blitar untuk menjalin kerjasama tentang rekrutmen tenaga kerja. Setelah itu pihak BKK memberikan pengumuman pelaksanaan penyaluran tenaga. Jika siswa atau alumni lolos maka akan ada training, penempatan kerja, serta sistem kontrak. Ketiga, faktor pendukung dalam pelaksanaan penyaluran tenaga kerja yaitu informasi lowongan pekerjaan mudah di akses dalam media sosial, banyaknya dunia usaha/dunia industri kerjasama dalam penyaluran tenaga kerja, dan pemasaran lulusan untuk bekerja. Faktor penghambat yang paling mendasar adalah atittude dari siswa yang tidak konsisten. Cara mengatasi hal tersebut adalah adanya sanksi bagi siswa yang bersangkutan. Saran yang diberikan dari hasil penelitian yaitu: (1) Kepada SMK yang disarankan untuk menambah link industri untuk dijadikan rekan kerjasama, membina siswa SMK Islam dan membimbing siswa agar siap bekerja (2) Kepada siswa SMK Islam 1 Blitar disarankan untuk lebih konsisten dengan pilihannya saat mengikuti pelaksanaan penyaluran tenaga kerja melalui BKK; (3) kepada Jurusan Teknik Mesin UM disarankan untuk menjadikan hasil penelitian ini sebagai referensi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkait dengan penyaluran tenaga kerja lulusan SMK di industri; (4) Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk membahas secara lebih mendalam mengenai kerjasama SMK dengan industri melalui BKK

    Persepsi Peserta terhadap Pengelolaan Program Guru Keahlian Ganda di SMKN 1 Blitar

    No full text
    ABSTRAK   SMK merupakan salah satu dari pendidikan formal yang bertujuan untuk menghasilkan generasi yang siap kerja, berkompeten, dan berdaya saing. Untuk mencapai tujuan tersebut, SMK membuka berbagai macam jurusan dan program keahlian yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri saat ini. Saat ini SMK merupakan jalur pendidikan yang gencar-gencarnya dikembangkan oleh pemerintah, sehingga banyak SMK dan jurusan-jurusan baru yang didirikan. Oleh karena itu, kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan akan meningkat khususnya guru. Guru merupakan komponen yang tidak dapat dilepaskan dari sistem pendidikan secara keseluruhan. Menurut Kemendikbud, kondisi di tahun 2016 masih terdapat kekurangan guru di SMK khususnya guru produktif. Dari data yang telah dihimpun Kemendikbud, guru produktif SMK kekurangan sejumlah 91.861 dengan rincian 41.861 untuk SMK Negeri dan di SMK Swasta kekurangan 50.000 guru produktif. Salah satu cara untuk mengatasi kekurang tersebut adalah dengan Program Guru Keahlian Ganda (PGKG). Diharapkan dengan program tersebut akan mampu memenuhi kekurangan guru produktif SMK di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat keterlaksanaan PGKG di SMKN 1 Blitar pada beberapa tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi PGKG. Pada penelitian ini menggunakan jenis pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah guru peserta PGKG di SMKN 1 Blitar yang berjumlah 30 guru. Pengumpulan data menggunakan kuesioner atau angket dengan 4 alternatif jawaban, yaitu sangat baik, baik, kurang baik, dan tidak baik.. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan mengacu pada interval pencapaian yang telah dibuat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, tingkat keterlaksanaan PGKG pada tahap perencanaan dilihat dari tiap item soal menunjukkan rata-rata skor sebesar 92.7 yang termasuk kategori baik, namun pada item soal nomor 1 mendapat skor 74 yang artinya kurang baik. Kemudian jika dilihat dari keseluruhan jawaban responden mengenai tahap perencanaan ini, 29 responden masuk kategori baik dan 1 responden kategori sangat baik. Selanjutnya tingkat keterlaksanaan PGKG pada tahap pelaksanaan dilihat dari tiap item soal menunjukkan rata-rata skor sebesar 90.42 yang termasuk kategori baik, namun pada item soal nomor 13, 21, 22, dan 26 termasuk kategori kurang baik. Kemudian jika dilihat dari keseluruhan jawaban responden mengenai tahap perencanaan ini, 30 responden masuk kategori baik. Ketiga adalah tingkat keterlaksanaan PGKG pada tahap evaluasi dilihat dari tiap item soal menunjukkan rata-rata skor sebesar 91.55 yang termasuk kategori baik, namun pada item soal nomor 35, 36, dan 37 termasuk kategori kurang baik. Kemudian jika dilihat dari keseluruhan jawaban responden mengenai tahap perencanaan ini, 29 responden masuk kategori baik dan 1 responden kategori sangat baik. Simpulan dalam penelitian ini adalah pengelolaan dari program guru keahlian ganda sudah baik. Adapun saran untuk peneliti selanjutnya yang tertarik mengangkat tema penelitian guru keahlian ganda adalah untuk lebih fokus terhadap evaluasi program PGKG untuk mengetahui tujuan dari program yang diharapkan oleh pemerintah

    Analisis Kekuatan Tarik pada Material Komposit Serat Rambut Jagung dan Serat Kenaf Bermatriks Polyester Resin dengan Optimasi Response Surface Methodology (RSM)

    No full text
    ABSTRAK   Kebutuhan material untuk proses manufaktur suatu produk tentunya diimbangi dengan pengembangan berbagai jenis material. Tuntutan teknologi material yang memiliki sifat kekuatan yang tinggi dan massa jenis yang rendah jika dikombinasikan dengan bahan pengikat atau matriks seperti polimer resin, akan memiliki sifat material tersendiri. Pada umumnya serat yang digunakan adalah serat buatan dan serat dari alam dengan variasi fraksi massa dan panjang serat yang digunakan dalam material tersebut. Contohnya adalah penggunaan serat rambut jagung dan serat kenaf. Dalam penggunaan variasi tersebut tentunya akan memiliki sifat mekanik tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan tarik pada material komposit dengan variasi fraksi massa sebesar 20% dari 10 gram berat material komposit dan panjang serat. Variasi penelitian tersebut dioptimasi dengan metode Respons Surface Methodology (RSM). Serat yang digunakan adalah serat rambut jagung dan serat kenaf. Metode pembuatan material adalah Hand Lay-up dengan cetakan. Kekuatan material komposit dapat diketahui dengan uji tarik. Metode penelitian yang digunakan adalah Respons Surface Methodology (RSM) yang diolah dengan software Minitab 18. Variasi Panjang serat (X1) adalah 30 mm, 60 mm, dan 90 mm. Variasi fraksi massa serat kenaf dan serat rambut jagung (X2) adalah 10%:10%, 12,5%:7,5%, dan 15%:5%. Kekuatan tarik tertinggi mencapai mencapai 3,56 kg/mm2 dengan panjang serat 90 mm dan fraksi massa 15%;5%. Titik optimal dari metode respons permukaan menghasilkan kekuatan tarik tertinggi mencapai 3,65 kg/mm2 dengan panjang serat 102,4 mm dan fraksi massa 16%:3,96%

    Analisis Permeabilitas dan Sifat Mekanik Cetakan Pasir Menggunakan Bahan Campuran Kulit Kerang (Placuna Placenta) pada Sand Casting

    No full text
    ABSTRAK   Aminanta, Zakaria. 2018. Analisis Permeabilitas dan Sifat Mekanik Cetakan Pasir  Menggunakan Bahan Campuran Kulit Kerang (Placuna Placenta) pada Sand Casting. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Putut Murdanto, S.T., M.T., (II) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D.   Kata Kunci: Sifat mekanik, Permeabilitas, Cetakan pasir, Kulit Kerang (Placuna Placenta). Pengecoran logam merupakan suatu proses manukfaktur dengan cara meleburkan logam sampai berbentuk cair kemudian dituangkan kedalam cetakan. Sehingga pada sistem dan proses pengecoran tidak terlepas dari cetakan. Pencampuran pasir cetak merupakan hal penting dalam proses pengecoran logam, hal ini dikarenakan komposisi bahan – bahan yang terdapat dalam pasir cetak akan mempengaruhi daya ikat pada pasir. Kulit kerang simping digunakan sebagai campuran bentonit karena memiliki kandungan kalsium tinggi yaitu sebesar 98,20%. Tujuannya dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mekanik dengan melakukan pengujian tarik, pengujian tekan dan pengujian geser, selain melakukan pengujian sifat mekanik penelitian ini juga melakukan pengujian permeabilitas. Penelitian ini juga memiliki tujuan lain supaya kulit kerang simping (Placuna Placenta) dapat digunakan sebagai bahan campuran pengikat bentonit pada pembuatan pasir cetak supaya penggunaan bentonit itu sendiri berkurang tetapi menghasilkan hasil cetakan yang baik. Rancangan dari penelitian ini menggunakan metode Pre – experimental dengan model One – Shot Case Study. Di mana sekelompok sampel diberi sebuah perlakuan dan selanjutnya dan selanjutnya menganalisis hasilnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada pasir kering dan pasir basah didapatkan hasil terbaik oleh sempel nomer 3 kulit kerang 11%, dari pengujian tarik pada kondisi basah didapatkan hasil hanya 0,06 Kg/Cm2 lalu meningkat pada pengujian pada pasir kering menjadi 0,015 Kg/Cm2  , pada pengujian tekan pasir basah didapat hasil 0,50 Kg/Cm2  lalu meningkat pada pengujian pasir kering menjadi 2,91 Kg/Cm2 , lalu untuk pengujian geser yang dilakukan pada pasir basah didapatkan hasil 0,22 Kg/Cm2 lalu meningkat hasilnya pada pengujian pasir kering menjadi 0,92 Kg/Cm2 . Jadi dapat disimpulkan bahwa pada kondisi pasir kering kekuatan semakin meningkat dibanding pada pasir basah oleh karena itu pasir kering lebih baik digunakan untuk proses pengecoran logam. Hasil pengujian permeabilitas menunjukkan bahwa cetakan pasir yang dipanaskan 110˚C selama 60 menit yang paling mendekati dengan standart yang di tentukan adalah sampel 3 kulit kerang 11% yaitu sebesar 190 ml/menit

    Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Bioetanol dengan Kadar 96%, 98% dan 99% terhadap gas buang Engine Prototype Etanol Mobil Hemat Energi Semeru Team Universitas Negeri Malang

    No full text
    RINGKASAN Setiawan,Waras.2018. AnalisisPengaruh Penggunaan Bahan Bakar Bioetanol dengan Kadar 96%, 98% dan 99,8% terhadap Gas Buang Engine Prototype Etanol Mobil Hemat Energi Semeru Team Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Drs. H. Sumarli, M.Pd, M. T.  (II) Drs.H. Paryono, S.T, M.T.   Kata Kunci:Bio Etanol, emisi gas buang, Semeru Team Gasbuang kendaraan bermotor berbahan bakar bensin menyumbangkan 70% Karbon Monoksida di bumi. Gas buang Karbon dioksida (CO%) dan Hidrokarbon (HC%) menimbulkan beberapa dampak negatif pada lingkungan dan tubuh manusia. Dilihat  dari besarnya  kontribusi karbon monoksida (CO), timbal (Pb), hidrokarbon (HC), dan nitrogen dioksida  (NO2) pada lingkungan, maka perlu usaha untuk mengendalikan emisi gas buang kendaraan bermotor, salah satunya dengan modifikasi mesin dan penggunaan bahan bakar yang ramah lingkungan. Pada tahun tahun 2016 dan 2017, Universitas Negeri Malang mengikuti kompetisi mobil hemat energi (KMHE) dan membentuk SemeruTeam yang memproduksi mobil bioetanol. Bioetanol berupa cairan bening tidak berwarna, terurai secara biologis (biodegradable), toksisitas rendah dan tidak menimbulkan polusi udara yang besar apabila bocor. Fokus Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui apakah ada perbedaan kadar Hidrocarbon (HC) pada engineprototype etanol Semeruteam Universitas Negeri Malang (UM) yang menggunakan bahan bakar  bioetanol 96%, 98% dan 99,8%; dan (2) mengetahui apakah ada perbedaan kadar Karbon Monoksida (CO) pada  engineprototype etanol Semeruteam Universitas Negeri Malang yang menggunakan bahan bakar bio etanol 96%, 98% dan 99,8%. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkapkan data pada variabel kadar gas buang (HC dan CO) sebagai akibat dari perlakuan perubahan bahan bakar (bioetanol 96%, bioetanol 98% dan bioethanol 99,8%). Variabel – variabel dikembangkan menjadi instrumen untuk proses perekaman data, setelah data terkumpul selanjutnya data akan dianalisis statistic parametric dengan menggunakan metode one way anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari penelitian ada tiga data yang dihasilkan yaitu data dari bahan bakar bioetanol dengan kadar konsentrasi 96% ,98% dan 99,8%. Uji Normalitas (normality test) menunjukkan hasil gas Hidrokarbon (HCppm) dan Karbon Monoksida( CO%) nilai sudah terdistribusi normal. Uji Homogenitas menunjukkan baik dari gas Hidrokarbon (HCppm) dan gas Karbon Monoksida(CO%) memiliki varian yang sama. Uji Anova satu jalur menunjukan ada perbedaan kadar Karbon Monoksida (CO%) kaena perlakuan bahan bakar bioetanol dengan konsentrsi 96%,98% dan 99,8% terhadap gas Karbon Monoksida (CO%). Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan yaitu:(1) ada perbedaan kandungan gas Hidrokarbon yang dihasilkan dimana cenderung mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya putaran mesin (RPM). (2) kandungan gas Karbonmonoksida (CO%) dalam gas buang mengalami penurunan seiring dengan naiknya putaran mesin (RPM)

    Analisis Prestasi Mesin dan Produksi Emisi Gas Buang Generator Rumah Tangga dengan Bahan Bakar Pertalite dan Bio Pertalite

    No full text
    RINGKASAN Pertumbuhan usaha di Indonesia dibidang makanan, kerajinan, mebel, konveksi, dan UKM lainnya, terus meningkat setiap tahunnya. Mengakibatkan  pengguna listrik terus meningkat yang tidak diimbangi pemerataan pembangunan pembangkit listrik. Pemadaman listrik secara bergilir mengharuskan masyarakat mencari alternatif pengganti listrik yaitu generator set (genset). Peningkatan pengguna genset menyebabkan kualitas udara menjadi tercemar. Penelitian ini dilakukan pada generator rumah tangga dengan bahan bakar pertalite dan biopertalite. Hal ini berupaya untuk mengurangi kadar emisi berbahaya dan efisiensi tenaga. Biopertalite merupakan bahan bakar petalite dengan campuran bioetanol. Tujuan penelitian ini adalah, 1) mengetahui perbedaan konsumsi bahan bakar pertalite dan biopertalite pada genertor rumah tangga, 2) mengetahui perbedaan emisi gas yang dihasilkan generator rumah tangga dengan bahan bakar pertalite dan biopertalite, 3) mengetahui pengaruh perbedaan kadar jumlah bioetahol pada bahan bakar biopertalite terhadap emisi gas pada generator rumah tangga. Penelitian ini mengunakan komposisi campuran bioethanol(BE) pada pertalite yaitu sebesar BE0%, BE5%, BE10%, BE15%, pada rentang beban 500W-2000W. Penelitian menggunakan rancangan metode penelitian eksperimen. Analisis data yang digunakan adalah uji two way ANOVA. Objek penelitian ini adalah Generator KRISBOW seri KW26-26 mesin 4 langkah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kandungan campuran bioethanol pada bahan bakar pertalite maka konsumsi bahan bakar menjadi efisien. Hal ini terjadi juga pada hasil produksi emisi gas buang CO dan HC menurun. Perbedaan variasi campuran bahan bakar menghasilkan nilai yang signifikan. Konsumsi bahan bakar terendah yaitu pada biopertalite 15% (BE15%) bernilai 21,23 cc/menit saat beban 500W. Konsumsi bahan bakar tertinggi yaitu pada pertalite (BE0%) yaitu 41,05 cc/menit saat beban 2000W. Produksi emisi gas buang CO terendah yaitu pada biopertalite 15% (BE15%) bernilai 0.53%vol saat beban 2000W. Produksi emisi gas buang CO tertinggi yaitu pada pertalite (BE0%) bernilai 2,3%vol saat beban 2000W. Produksi emisi gas buang HC terendah yaitu pada biopertalite 15% (BE15%) bernilai 93,25ppmvol saat beban 2000W. Produksi emisi HC tertinggi yaitu pada pertalite(BE0%) yaitu 182,5ppmvol saat beban 500W. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahan bakar biopertalite dapat mengurangi emisi CO dan HC. Emisi CO dan HC yang di hasilkan dari generator adalah berbeda atau signifikan. Konsumsi bahan bakar pada generator juga mengalami hasil yang efisien. Hal ini menyarankan bioethanol cocok digunakan sebagai campuran pertalite. Bahan bakar biopertalite dapat dijadikan alternatif bahan bakar maupun pengganti bakan bakar  saat ini (bahan bakar fosil)

    PENGEMBANGAN TEMPAT KERJA ERGONOMIC PRAKTIKAN PENGELASAN PADA WORKSHOP TEKNIK MESIN UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    RINGKASAN Ramadan, Adan. 2019. Rancangan Tempat Kerja Ergonomi Praktikan Pengelasan Pada Workhsop Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Prod S1 Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. solichin, S.T., M.Kes., (II) Prof. Dr. Mardji, M.Kes Kata Kunci: rancangan meja las, ergonomic   Penelitian ini didasari dengan adanya kejadian yang pernah peneliti alami dan informasi serta keluhan yang didapat ketika melakukan opservasi pada lapangan, pada umumnya keluhan yang sampaikan serta data yang sudah di dapat ialah desain meja las yang selama ini digunakan pada workshop teknik mesin sebagai meja pengelasan masi kurang bisa menyesuaikan teknik pengelasan serta postur tubuh yang di miliki oleh para mahasiswa. Data yang di dapat pada analisis kebutuhan yang melibatkan 30 mahasiswa memperoleh keterangan sebagai berikut, (a) sebanyak 83.5% mahasiswa teknik mesin menyatakan tidak membantu dalam meningkatkan ketrampilan teknik dasar pengelasan, (b) sebanyak 81% survei menyatakan bahwa latihan yang dilatihkan selama ini kurang baik, (c) sebanyak 91,9% menyatakan sangat membutuhkan model meja ergonomi, (d) sebanyak 94,2% menyatakan meja yang di gunakan kurang sesuai, (e) dari hasil di atas sebanyak 89,2% menyatakan sangat membutuhkan meja ergonomi untuk berlatih teknik dasar pengelasan, (f) dan dari 94,6% mahasiswa jurusan teknik mesin mengharapkan perlu adanya perkembangan untuk meja las yang selama ini di gunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model meja yang di gunakan pengelasan pada workshop teknik mesin selama ini untuk di desain ulang dengan menggunakan data-data yang sudah diambil dari postur tubuh mahasiswa dan 4 jenis  model teknik pengelasan dasar yang diajarkan pada mahasiswa. Tujuan penelitian dengan adanya model pengembangan meja baru diharapkan mahasiswa yang menggunakan bisa berlatih dengan baik, serta menghindari dari berbagai penyakit akibat kerja karna kurang diperhatikanya meja yang selama ini di gunakan. Selain itu meja ini diharapkan bisa membantu dosen dalam menyampaikan teknik-teknik dasar pengelasan pada mahasiswanya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dari Sugiyono (2016:409) yang disederhanakan menjadi 7 langkah, yaitu: 1) potensi masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain dan produk, 4) validasi desain, 5) revisi desain, 6) uji coba produk, 7) revisi produk. Hasil validasi 3 ahli (ahli pengelasan, ahli ergonomi dan ahli desain produk) terhadap produk yang dikembangkan direvisi sesuai dengan saran dan masukan, agar model meja ergonomi yang dikembangkan sempurna dan dapat digunakan untuk proses latihan. Dari hasil validasi ahli pengelasan diperoleh persentase sebesar 91,3%, dari ahli ergonomi sebesar 89%, dari ahli desain produk sebesar 90% bermakna bahwa produk yang dikembangkan sangat valid atau dapat digunakan tanpa revisi serta layak digunakan untuk uji coba produk mahasiswa di workshop teknik mesin Universitas Negeri Malang. Sedangkan untuk uji coba produk diperoleh hasil 93%, dengan hasil itu maka produk pengembangan dapat dikriteriakan sangat valid atau dapat digunakan tanpa revisi. Berdasarkan validasi ahli dan uji coba produk dapat disimpulkan bahwa produk pengembangan dapat digunakan dalam proses latihan pada workshop teknik mesin Universitas Negeri Malang.  

    Pengaruh Antropometri Tubuh Terhadap Kelelahan Fisik Praktikan Pengelasan pada Workshop Teknik Mesin Universitas Negeri Malang

    No full text
    RINGKASAN Muid, Abdul. 2019. Pengaruh Antropometri Tubuh Terhadap Kelelahan Fisik Praktikan Pengelasan pada Workshop Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Ir. Djoko Kustono, M.Pd., (2) Drs. Solichin, S.T., M.Kes. Kata Kunci: antropometri tubuh, kelelahan fisik, REBA (Rappid Entire Body Assesment), Nordic BodyMap, SEM (Structural Equation Modeling).   Praktikum pengelasan merupakan mata kuliah wajib yang harus diambil oleh mahasiswa yang sedang mengampuh strata 1 di jurusan teknik mesin UM, baik itu praktikum pengelasan dasar maupun praktikum pengelasan lanjut. Dalam melakukan praktikum pengelasan, kinerja praktikan sangat dipengaruhi oleh posisi kerja, postur kerja, serta performa tubuh saat bekerja. Penguasaan praktikan terhadap teknik pengelasan menjadi hal penting dalam melakukan praktikum pengelasan. Terlebih lagi, tuntutan yang diberikan oleh instansi pendidikan kepada mahasiswa khususnya di matakuliah praktikum pengelasan sesuai dengan tuntutan dunia kerja yang bisa dikatakan sangat kompleks. Penelitian ini memiliki tujuan, yaitu untuk mengetahui: (1) pengaruh antopometri tubuh terhadap kelelahan fisik praktikan pengelasan, (2) pengaruh antopometri tubuh dari keadaan statis terhadap kelelahan fisik ditinjau dari perasaan praktikan pengelasan, (3) pengaruh antopometri tubuh dari keadaan statis terhadap kelelahan fisik ditinjau dari perasaan praktikan tekanan darah, (4) pengaruh antopometri tubuh dari keadaan statis terhadap kelelahan fisik ditinjau dari perasaan praktikan denyut nadi, (5) pengaruh antopometri tubuh dari keadaan dinamis terhadap kelelahan fisik ditinjau dari perasaan praktikan pengelasan, (6) pengaruh antopometri tubuh dari keadaan dinamis terhadap kelelahan fisik ditinjau dari perasaan praktikan tekanan darah, (7) pengaruh antopometri tubuh dari keadaan dinamis terhadap kelelahan fisik ditinjau dari perasaan praktikan denyut nadi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis SEM (Stuctural Equation Modeling) yang menggunakan aplikasi LISREL 8.80 dalam menganalisisnya. Sampel yang diambil dari penelitian ini sebanyak 44 praktikan yang sedang melakukan praktikum pengelasan di workshop Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ada 2 macam, yaitu: (1) pengukuran langsung dan (2) kuesioner. Pengukuran langsung digunakan untuk mengumpulkan data dari variabel manifes antropometri statis tubuh, tekanan darah, dan denyut nadi. Sedangkan untuk kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data  dari variabel manifes antropometri dinamis tubuh dan kelelahan fisik ditinjau dari perasaan praktikan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan 2 teknik analisis, yaitu: (1) teknik analisis deskriptif dan (2) teknik analisis statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:(1) antropometri tubuh berpengaruh signifikan terhadap kelelahan fisik praktikan pengelasan di Workshop Teknik Mesin UM dengan nilai T-values/Z-values sebesar 8,866, (2) antropometri tubuh dari keadaan statis berpengaruh signifikan terhadap kelelahan fisik ditinjau dari perasaan praktikan pengelasan dengan nilai T-values/Z-values sebesar 3,518, (3) antropometri tubuh dari keadaan statis tidak berpengaruh signifikan terhadap kelelahan fisik ditinjau dari tekanan darah praktikan pengelasan dengan nilai T-values/Z-values sebesar 0,567, (4) antropometri tubuh dari keadaan statis berpengaruh signifikan terhadap kelelahan fisik ditinjau dari denyut nadi praktikan pengelasan dengan nilai T-values/Z-values sebesar 3,757, (5) antropometri tubuh dari keadaan dinamis berpengaruh signifikan terhadap kelelahan fisik ditinjau dari perasaan praktikan pengelasan dengan nilai T-values/Z-values sebesar 3,909, (6) antropometri tubuh dari keadaan dinamis berpengaruh signifikan terhadap kelelahan fisik ditinjau dari tekanan darah praktikan pengelasan dengan nilai T-values/Z-values sebesar 2,180, dan (7) antropometri tubuh dari keadaan dinamis tidak berpengaruh signifikan terhadap kelelahan fisik ditinjau dari denyut nadi praktikan pengelasan dengan nilai T-values/Z-values sebesar 0,440

    Karakteristik Bioplastik Berbasis Blend Tapioka dan Karagenan Melalui Proses Cetak Ekstrusi

    No full text
    ABSTRAK   Sahana, Rizki Tata. 2017. KarakteristikBioplastikBerbasisBlendTapiokadan Karagenan Melalui Proses Cetak Ekstrusi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Heru Suryanto, S.T., M.T. (2) Dr. Hj. Widiyanti M.Pd.   Kata Kunci: Bioplastik, Tepung Tapioka, Karagenan, Ekstrusi   Potensi pengembangan plastik yang terbuat dari bahan yang dapat diperbaharui di Indonesia sangat besar, karena Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah yang akan dikembangkan menjadi biopolimer. Bioplastik merupakan salah satu jenis plastik yang mudah terurai, karena pada dasarnya bioplastik terbuat dari bahan-bahan yang dapat diperbaharui. Pati dari singkong berpotensi menjadi matriks pembuatan bioplastik karena di Indonesia memiliki sangat banyak produsen singkong. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan karagenan terhadap kekuatan pati singkong. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah tapioka, gliserol, aquades, dan karagenan. Metode yang digunakan adalah sintesis bioplastik menggunakan ekstrusi. Penambahan varian karagenan 2,5%; 5%; 7,5%; dan 10% (b/b) pada konsentrasi tapioka 40 gr, gliserol 30% (b/b) dan aquades 30% (b/b). Sifat mekanik diukur dengan menggunakan mesin uji tarik dengan beban maksimum 50N. XRD merupakan pengujian untuk mengetahui karakterisasi fasa dari suatu material, FTIR merupakan pengujian untuk mengetahui karakterisasi dari gugus oksida dalam suatu material. Pembuatan serat bioplastik menggunakan mesin ekstrusi dengan pemanasan 120oC. Hasil menunjukkan bahwa penambahan karagenan mempengaruhi kekuatan tarik serat bioplastik. Hasil dari penambahan 2,5%; 5%; 7,5%; 10% karagenan menghasilkan kuat tarik masing-masing sebesar 1,62; 4,87; 2,137; 2,876 Mpa, dan pemanjangan masing-masing mencapai 20,22 mm; 19,48 mm; 17,27 mm; 14,78 mm. Hasil karakterisasi fasa dari XRD menunjukkan kristalinitas dari serat bioplastik dengan intensitas tertinggi terjadi pada serat bioplastik dnegan penambahan karagenan sebesar 5%.Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan adanya peningkatan gugus S-O3 danC-O dan senyawa ester pada penambahan karagenan

    Pengaruh Penggunaan Elektroda Pure Tungsten untuk Pengelasan GTAW dengan Variasi Arus dan Debit Aliran Gas Pelindung Argon Terhadap Kekuatan Tarik Hasil Pengelasan Aluminium Seri 2000.

    No full text
    ABSTRAK   Kata Kunci: Tungsten Inert Gas, Aluminium, GTAW, Kekuatan Tarik.   Pengelasan merupakan sebuah proses penyambungan dua atau lebih logam yang banyak diaplikasikan dalam dunia industri. Tungsten Inert Gas (TIG) adalah suatu proses pengelasan dengan menggunakan gas pelindung argon untuk mencegah terjadinya oksidasi pada logam pada saat pengelasan. Untuk menghasilkan busur nyala, digunakan elektroda yang tidak terkonsumsi terbuat dari logam tungsten atau paduannya yang memiliki titik lebur sangat tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan tarik pada pengaruh arus pengelasan dan debit aliran gas pelindung argon pada hasil pengelasan GTAW terhadap kekuatan tarik aluminium seri 2000. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, yang bertujuan mengetahui sebab dan akibat berdasarkan perlakuan yang diberikan oleh peneliti. Pada penelitian ini, perlakuan yang diberikan oleh peneliti adalah pengelasan dengan variasi arus pengelasan dan debit aliran gas pelindung argon. Pengelasan dilakukan dengan metode GTAW pada bahan aluminium seri 2000 dengan bahan pengisi tipe ER5356 menggunakan arus 80 A, 100 A, 120 A dengan argon 6 l/m, 8 l/m kampuh V tunggal 60o. Kemudian diuji dengan menggunakan uji tarik. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan nilai yang diperoleh dari uji kekuatan tarik, nilai tertinggi yaitu untuk pengelasan dengan arus 80 A dan argon 6 l/m adalah 74,34 Mpa. Nilai terendah yaitu untuk pengelasan dengan arus 120 A, argon 6 l/m dan 8 l/m adalah 71,30 Mpa. Hal ini disimpulkan bahwa temperatur pengelasan yang ideal untuk menguji kekuatan tarik pada pengelasan GTAW untuk bahan aluminium seri 2000 adalah pada arus pengelasan 80 A dan argon 6 l/m.   The Effect of Pure Tungsten Electrode Utilization Welding of GTAW with Variation of Flow and Debit of Argon Protective Gas Flow On Attractive Strength of 2000 Series Aluminum Welding Products.   Keywords: Tungsten Inert Gas, Aluminum, GTAW, Tensile Strength.   Welding is a process of connecting two or more metals that are widely applied in the industrial world. Tungsten Inert Gas (TIG) is a welding process using an argon protective gas to prevent oxidation of the metal during welding. To produce a flame arc, an unpollected electrode is made of tungsten metal or its alloy which has a very high melting point. The purpose of this research is to know the tensile strength at the influence of welding current and debit of proton gas flow on GTAW welding to tensile strength of 2000 series aluminum. The research method used is experimental research, which aims to determine the cause and effect based on the treatment provided by the researcher. In this study, the treatment given by the researchers is welding with variations of welding current and debit of proton gas flow. The welding was carried out by GTAW method on 2000 series aluminum material with ER5356 type filler using 80 A, 100 A, 120 A with 6 l/m, 8 l/m single V 60o. Data analysis used in this research use descriptive statistic. Based on the values obtained from the tensile strength test, the highest value for welding with 80 A and argon 6 l/m is 74.34 Mpa. The lowest values are for welding with currents of 120 A, argon 6 l/m and 8 l/m is 71.30 Mpa. It is concluded that the ideal welding temperature to test the tensile strength of the GTAW welding for the 2000 series aluminum material is at 80 A and 6 l/m welding currents

    0

    full texts

    1,608

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇