SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
Pengaruh Penambahan Bioethanol Pada Bahan Bakar Pertalite Terhadap Daya Mesin Dan Timbulan Gas Beracun Berbahaya (B3) Kendaraan Bermotor.
ABSTRAK Irwanto, Mohamad. Nasrudin Agus. 2017. Pembimbing: (1) Prof. Ir. Djoko Kustono, M.Pd (2) Drs. H. Sumarli, M.Pd, MT.Kata kunci : Bioethanol, Pertalite, Daya Motor, Emisi Gas Buang, Putaran Mesin. Pertumbuhan jumlah kendaraan di Indonesia begitu pesat, hal ini menyebabkan kualitas udara menjadi tercemar. Tercemarnya udara diakibatkan oleh gas hasil pembakaran kendaraan tersebut. Dalam upaya untuk mengurangi gas beracun berbahaya (B3) dan untuk meningkatkan efisiensi tenaga yang di hasilkan oleh kendaraan maka digunakan bioethanol sebagai campuran bahan bakar pertalite. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: (1) Mengetahui pengaruh campuran bioethanol dengan pertalite terhadap daya mesin. (2) Mengetahui pengaruh campuran bioethanol dengan pertalite terhadap timbulan gas CO dan HC pada kendaraan. (3) Mengetahui potensi bioethanol sebagai salah satu varian pengganti bahan bakar fosil yang dapat digunakan. Penelitian ini menggunakan komposisi campuran bioethanol dengan bahan bakar pertalite yaitu: Bioethanol sebesar E0%, E5%, E15%, E25%, dan E35%, pada putaran 1000-8500rpm dengan rentang 500rpm. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen. Objek penelitian ini adalah Honda Vario Techno 125 cc. Analisis data yang digunakan adalah uji one way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan dengan semakin banyak komposisi campuran bioethanol pada bahan bakar pertalite maka daya menurun dan emisi gas buang CO dan HC menurun. Perbedaan antar campuran tidak signifikan, daya mesin terendah pada campuran E25% yaitu 1.198HP. Sedangkan daya tertinggi pada campuran E0% yaitu 9.893HP. Untuk kadar emisi gas buang, kadar CO terendah E35% yaitu 0.183 %vol. Sedangkan kadar CO tertinggi pada campuran E0% yaitu 1.098%vol. Kadar HC terendah campuran E15% yaitu 58.25ppm. Sedangkan kadar HC tertinggi pada campuran E0% yaitu 151ppm. Melihat perbedaan yang tidak signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa bioethanol dapat digunakan sebagai tambahan atau pengganti bahan bakar fosil dengan keunggulan bioethanol adalah bahan bakar yang dapat diperbaharui. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi mahasiswa atau pihak lain yang akan melakukan penelitian lebih dalam mengenai bahan bakar yang ramah lingkungan yaitu biopertalite. Selanjutnya untuk masyarakat, memberikan pemahaman bahwa percampuran bioethanol dengan pertalite dapat menurunkan kadar emisi gas buang pada kendaraan dan juga menurunkan daya yang dihasilkan oleh motor, tetapi perbedaannya tidak signifikan, dengan kata lain tidak ada perbedaan antara menggunakan bahan bakar pertalite murni dengan campuran bioethanol dengan bahan bakar pertalite, sehingga bioethanol dapat digunakan sebagai salah satu campuran pada bahan bakar pertalite
Karakteristik Biokomposit Tepung Tapioka Berpenguat Nanoclay Hasil Proses Ekstrusi
ABSTRAK Rahmawan, Alfian Widi. 2017. Karakteristik Biokomposit Tepung Tapioka Berpenguat Nanoclay Hasil Proses Ekstrusi. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Heru Suryanto., S.T., M.T., (II) Drs. Solichin., S.T., M. Kes. Kata kunci: biokomposit, tepung tapioka, nanoclay, ekstrusi, uji tarik, foto makro, FT-IR, XRD Perkembangan rekayasa material sudah semakin meluas, biokomposit adalah salah satu berkembangnya material yang cukup penting karena pengaplikasiannya yang semakin beragam. Penelitian ini menggunakan matrik tepung tapioka dan nanoclay sebagai penguat. Proses pencetakan dilakukan dengan menggunakan mesin ekstrusi dengan suhu 120°C. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik biokomposit tepung tapioka dengan variasi konsentrasi nanoclay terhadap kekuatan tarik, morfologi, gugus fungsi, dan struktur dari hasil proses ekstrusi. Penelitian ini berupa eksperimen dengan design one shot case study yaitu suatu kelompok sampel diberi suatu perlakuan kemudian diuji. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan penguat nanoclay memberikan pengaruh pada sifat mekanik, morfologi, gugus fungsi, dan struktur pada biokomposit tepung tapioka. Rata-rata diameter dari hasil proses ekstrusi adalah 0,279 mm. Nilai kekuatan tarik rata-rata pada biokomposit dengan konsentrasi nanoclay 0%; 2,5%; 5%; dan 7,5% berturut-turut adalah 2,851; 7,162; 10,823; dan 6,064 MPa. Hasil foto makro menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan nanoclay maka warna dari biokomposit juga makin pekat. Pada gugus fungsi, bergesernya beberapa bilangan gelombang dan perubahan intensitas disebabkan adanya interaksi antara tapioka dan nanoclay melalui ikatan hidrogen. Puncak difraksi tertinggi pada konsentrasi nanoclay 5% yaitu pada sudut 2θ adalah 20,14°. Penambahan nanoclay yang semakin banyak akan menjadi lebih sulit untuk mencapai struktur eksfoliasi. Penjelasan tersebut dapat dikaitkan dengan viskositas larutan. Penambahan nanoclay akan menyebabkan larutan semakin kental dan cenderung teraglomerasi. Saran dalam penelitian ini adalah biokomposit diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan ekstrusi dengan dorongan udara yang diaplikasikan sebagai kantong plastik kemasan makanan ramah lingkungan. Pengujian Scanning Electron Microscopy (SEM), kekerasan, dan biodegredebelitas dapat dilakukan untuk melengkapi diskripsi pada hasil penelitian ini. Perlu juga dilakukan sintesis dengan metode baru atau menambahkan material lain agar biokomposit tapioka-nanoclay tidak mudah menyerap uap air pada suhu ruang
Perancangan Modul Pembelajaran Gambar Teknik Sebagai Media Penunjang Pembelajaran Siswa Kelas X Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Smkn 3 Boyolangu Tulungagung
ABSTRAK Wulandini , Larasati. 2017.Perancangan Modul Pembelajaran Gambar Teknik Sebagai Media Penunjang Pembelajaran Siswa Kelas X Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Smkn 3 Boyolangu Tulungagung. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Imam Muda Nauri, S.T., M.T., (II) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.Pd., M.M. Kata Kunci :modul pembelajaran, media pembelajaran, gambar teknik, SMK Terdapatbanyakmedia pembelajaran salahsatunyaadalahmodul pembelajaran. Media pembelajaran mempunyai arti yang cukup penting, media dapat membantu memudahkan guru dalam menyampaikan materi, dengan demikian anak didik lebih mudah memahami materi tanpa bantuan media pembelajaran. Adanyaharapaninilah yang diprediksiakandapat membantumempermudah pembelajaran antara gurudan siswa di dalam kelas. Berdasarkanhaltersebuttujuanpenelitianiniadalahuntuk(1) menghasilkanModulPembelajaranGambarTeknikMesin yang dapatmembantumenyediakansumberbelajaruntuksiswadalamkegiatanpembelajaransertadapatmencapaitujuankompetensi yang ingindicapai, (2) mengetahuihasilbelajarsiswakelas yang menggunakanmodulpembelajarangambarteknikmesin di SMKN 3 Boyolangu, Tulungagung. Modul merupakan bahan ajar cetak yang dirancang untuk dapat dipelajari secara mandiri oleh peserta pembelajaran. Sedangkan Mata pelajaran gambar teknik di SMK merupakan kategori produktif dimana sudah mulai diarahkan pada penguasaan dasar yang sesuai dengan yang ada di lapangan. Secara umum KBM gambar teknik terbagi menjadi teori dan praktik menggambar, materi mata pelajaran ini meliputi prinsip-prinsip dasar dalam gambar teknik bangunan pada khususnya untuk kemudian bisa diterapkan pada praktik gambar teknik dikelas. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif dengan jenis penelitian dan pengembangan atau Riserch and Development (R&D). Model yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model prosedural, model penelitian dan pengembangan ini digunakan untuk menghasilkan dan menguji produk pengembangan modul yang dihasilkan. Data uji coba ahli modul diperoleh dari satu orang ahli modul pembelajaran dan data uji coba materi juga diperoleh dari seorang ahli materimata kuliah gambar teknik. Sedangkan untuk data uji coba siswa, pengembangmengambil subjek uji coba lapangan 35 siswa yang sedang menempuhmatapelajaran gambar teknik. Berdasarkan penelitian ini, kesimpulandansaran dari hasilvalidasi ahli modul, ahli materi, dan angket siswa, modul gambar teknik mesin dikategorikan sangat valid (dapat digunakan tanpa revisi). Serta presentase hasil belajar siswa, menunjukkan rata- rata nilai sebesar 80,14%, berdasarkankesimpulandiatasdisarankanuntuk guru dansiswamemahamipetunjukpenggunaanmodulterlebihdahulu
ANALISIS SIFAT MEKANIK DAN PERMEABILITAS CETAKAN PASIR MENGGUNAKAN BAHAN CAMPURANE GGSHELL PADA SAND CASTING
Pembuatan cetakan pasir merupakan salah satu tahapan yang penting dalam proses pengecoran logam. Hal ini dikarenakan komposisi bahan – bahan yang digunakan dalam proses pembuatan pasir cetak akan mempengaruhi daya ikat pada pasir tersebut.Bentonit digunakan sebagai bahan pengikat pada pembuatan cetakan pasir karena mempunyai sifat-sifat yang diperlukan yaitu menghasilkan daya ikat yang tinggi, menjadi liat bila basah, sehingga akan memudahkan dalam pembentukan pada proses pembuatan cetakan, menjadi keras setelah dikeringkan. Eggshelldigunakan sebagai bahan pengikat campuran karena memiliki kandungan kalsium yang tinggi yaitu kalsium karbonat (94%), kalsium fosfat (1%), material organik (4%), dan magnesium karbonat (1%). Adapun metode dalam penelitian ini untuk mengetahui sifat – sifat dari cetakan pasir dengan melakukan pengujian kekuatan mekanik yang meliputi uji kekuatan tarik, kekuatan tekan, dan kekuatan geser. Penelitian ini selain menguji kekuatan mekanik juga menguji permeabilitas. Tujuan dari penelitian ini diharapkan Eggshellbisa menjadi bahan campuran dalam pengecoran logam sebagai tambahan bahan pengikat bentonit cetakan pasir. Rancangan pada penelitian ini menggunakan metode Pre – experimental dengan model One – Shot Case Study. Di mana sekelompok sampel diberi sebuah perlakuan dan selanjutnya dan selanjutnya di analisis hasilnya. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh nilai kekuatan mekanik jenis pasir basah dan pasir kering kekuatan tertinggi terdapat pada jenis pasir kering pada sampel 3 ES 10% pada kondisi cetakan pasir basah kekuatan tarik hanya 0,068 Kg/Cm2, dan meningkat pada jenis cetakan pasir kering mencapai 0,09 Kg/Cm2, dan pada kekuatan tekan cetakan pasir basah hanya 0,74Kg/Cm2 dan sangat meningkat pada kondisi cetakan pasir kering mencapai 3,11Kg/Cm2, dan pada kekuatan tarik cetakan pasir basah hanya 0,28 Kg/Cm2 dan meningkat pada kondisi cetakan pasir kering mencapai 1,13Kg/Cm2. Perbedaan hasil kekuatan mekanik tersebut membuktikan bahwa dalam keadaan kering sifat mekanik dari cetakan lebih baik digunakan jika dibandingkan dengan cetakan pasir kondisi basah. Dari hasil pengujian permeabilitas menunjukkan bahwa cetakan pasir dengan perlakuan panas 110˚C selama 60 menit yang paling mendekati dengan standart yang di tentukan adalah sampel 3 ES 10% yaitu sebesar 178,3 ml/menit
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GAMBAR TEKNIK MESIN MELALUI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) KELAS X SMK NEGERI 3 BOYOLANGU TULUNGAGUNG
ABSTRAK Nurliawati, Afifah. 2018. Peningkatan Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Siswapada Mata Pelajaran Gambar Teknik Mesin melalui Penerapan MetodePembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Kelas X SMKNegeri 3 Boyolangu Tulungagung. Skripsi, Program Studi PendidikanTeknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd., (II) Marsono, S.Pd.T., M.Pd., Ph.D. Kata Kunci : motivasi belajar, hasil belajar, Problem Based Learning, SMK Motivasi belajar adalah faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Kurangnya motivasi belajar menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Metode pembelajaran yang kurang tepat adalah salah satu penyebab kurangnya motivasi belajar siswa. Ditinjau dari permasalahan yang ada, maka peniliti mengangkat permasalahan tersebut untuk dijadikan penelitian. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa dan hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran Gambar Teknik Mesin SMKN 3 Boyolangu Tulungagung dengan menerapkan metode pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung dengan jumlah 35 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi, angket dan tes tulis. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Pada setiap siklus terdiri empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif. Hasil penelitian berdasarkan observasi dari siklus I sebesar 72,5% menjadi 84,25% pada siklus II. Berdasarkan angket dari siklus I sebesar 75,4% dan 87,7% pada siklus II. Sedangkan dari hasil belajar siswa diperoleh pada siklus I sebesar 71% meningkat menjadi 90% pada siklus II. Motivasi belajar dan hasil belajar siswa yang terjadi pada siklus I masih rendah. Hal ini disebabkan karena siswa masih belum dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Sedangkan pada siklus II siswa mulai mengikuti pembelajaran dan termotivasi untuk bersaing dalam berprestasi, sehingga siswa menjadi lebih aktif mengikuti proses pembelajaran yang menyebabkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa meningkat. Dengan demikian, maka perlu penerapan metode pembelajaran problem based learning
Pengaruh Variasi Jumlah Catalyst Bed pada Catalytic Converter Terhadap Kadar Emisi Gas Buang Karbon Monokisda (CO) dan Hidrokarbon (HC) pada Motor Bensin.
RINGKASAN Akbar, Reynaldi. 2018. Pengaruh Variasi Jumlah Catalyst Bed pada Catalytic Converter Terhadap Kadar Emisi Gas Buang Karbon Monokisda (CO) dan Hidrokarbon (HC) pada Motor Bensin. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd. M.T. Ph.D. (2) Imam MudaNauri, Drs., S.T., M.T. Kata Kunci :Catalyst bed, Catalytic converter, Karbonmonoksida, Hidrokarbon. Pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Semakin meningkatnya kendaran bermotor yang digunakan oleh masyarakat, emisi gas buang yang dihasilkan kendaraan bermotor akan semakin meningkat. Beberapa gas yang keluar sebagai polutan dari kendaraan bermotor antara lain adalah karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), dan oksida nitrogen (NOx). Salah satu teknologi yang digunakan untuk mengurangi emisi gas buang adalah catalyst converter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan jumlah catalyst bed pada catalytic converter terhadap emisi gas karbon monoksida dan gas hidrokarbon pada motor bensin. Sehingga dapat diketahui presentase emisi gas buang antara penerapan variasi jumlah catalyst bed sebanyak 1 catalyst bed, 2 catalyst bed, dan 3 catalyst bed berbahan aluminium oksida dengan penerapan tanpa katalis (standar) pada bahan bakar pertalite. Pengambilan data dilakukan menggunakan gas analyzer untuk mengetahui kadar emisi gas karbon monoksida dan hidrokarbon. Objek penelitian ini menggunakan sepeda motor Honda Supra X 125 CC tahun 2013. Metode yang akan digunakan adalah membandingkan kadar emisi gas buang antara tanpa penggunaan katalis dengan penggunan variasi jumlah katalis sebanyak 1 catalyst bed, 2 catalyst bed, dan 3 catalyst bed. Pengambilan data dilakukan pada 1500 RPM hingga 8000 RPM dengan kelipatan 500 RPM. Hal ini dilakukan untuk memastikan data yang diperoleh telah valid. Hasil penelitian kadar karbon monoksida (CO) menunjukkan bahwa pada putaran idle 1500 rpm, kondisi standar (tanpa katalis) sebesar 1,6%vol masih lebih rendah dari penggunaan 1 katalis sebesar 2,59%vol, 2 katalis 3,01%vol, dan 3 katalis 1,8%vol. Pada putaran menengah 4000 rpm, kondisi standar (tanpa katalis) menunjukkan angka 4,86%vol, sedangkan 1 katalis 5,39%vol, 2 katalis sebesar 5,65%vol, dan pada penggunaan 3 katalis sudah dapat menurunkan kadar CO sebesar 3,32%vol. Pada putaran atas 8000 rpm kondisi standar menunjukkan angka puncak yaitu 10%vol. Penambahan jumlah katalis pada putaran atas menunjukkan penurunan sebesar, 1 katalis 6,9%vol, 2 katalis 3,55%vol, dan 3 katalis 6,52%vol. Sedangkan hasil untuk kadar hidro karbon (HC) pada putaran idle 1500 rpm dalam kondisi standar (tanpa katalis) menunjukkan 710ppm, 1 katalis sebesar 1952ppm, 2 katalis sebesar 1915ppm, dan 3 katalis sebesar 1844ppm. Pada putaran menengah 4000 rpm, kondisi standar (tanpa katalis) menunjukkan kandungan HC sebesar 296ppm. 1 katalis sebesar 894ppm, 2 katalis sebesar 1106ppm, dan 3 katalis sebesar 1976ppm. Pada putaran atas 8000rpm, pada kondisi standar (tanpa katalis) kandungan gas HC masih lebih rendah yaitu 155ppm, sedangkan penggunaan 1 katalis sebesar 282ppm, 2 katalis sebesar 1862ppm dan 3 katalis sebesar 582ppm. Pada variasi penambahan jumlah katalis berbahan aluminium oksida, tidak dapat menurunkan kandungan HC di berbagai putaran mesin, baik menggunakan 1 katalis, 2 katalis, maupun 3 katalis. Namun jika dilihat dari rata-rata kandungan emisi gas CO secara garis besar semakin banyak jumlah katalis yang digunakan akan semakin rendah, sehingga penggunaan katalis sebanyak 3 dapat mengurangi emisi CO paling besar. Penelitian variasi jumlah catalyst bed pada catalytic converter terhadap emisi gas buang CO dan HC pada motor bensin ini lebih efektif digunakan untuk mengurangi kadar emisi karbon monoksida (CO) dari pada untuk mengurangi kadar emisi hidrokarbon (HC)
PengembanganJobsheetPemeriksaanKelistrikanKomponenBahanBakar Dan Sensor UntukPembelajaranPraktikSiswaKelas XII TKR Di SMKN 1 Gemarang
ABSTRAK Jobsheet adalah media pendidikan yang membantu instruktur dalam pengajaran keterampilan, terutama di dalam laboratutium (workshop).Jobsheet berisi pengarahan dan gambar gambar tentang bagaimana cara untuk membuat atau menyelesaikan suatu pekerjaansiswa. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan jobsheet yang sesuai dengan trainer yang ada di sekolah. Jobsheet disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. Kemudian untuk mengetahui tingkat kelayakan jobsheet yang dihasilkan. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalahmodel dari ADDIE yaitu: (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, dan (5) evaluation. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa angket yang diberikan kepada ahli media, ahli materi, dansiswa.Jenis data yang diperoleh berupa data kuantitatif dankualitatif. Data kuantitaifberupa prosentasenilai rata-rata darihasilpenilaianterhadapkomponenjobsheetdanhasilevaluasi yang dikerjakansiswa.Data kualitatifberupa saran, kritik, tanggapandanmasukandari validator dalam instrument pengumpulan data.Analisis data menggunakanteknikstatistikdeskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jobsheet yang telah dikembangkan berdasarkan penilaian ahli media memperoleh prosentase 89.58% yang termasuk kriteria sangatvalid.Data dari ahli materi memilikiprosentase 89.58% yang termasuk kriteriavalid.Hasil uji coba kelompok kecil menunjukkan jobsheeet memiliki kualitas sangat baik dengan prosentase 85.08%.Uji coba lapangan memilikinilai terendah 75dengan prosentase 85.75 yang termasuk kriteria valid. Berdasarkan hasil perolehan data menunjukkan bahwa jobsheet yang telah dikembangkan pada penelitian pengembangan ini dinyatakan valid. Sehingga jobsheet inidi nyatakan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran praktikum kelistrikan komponen bahanbakar dan sensor
Evaluasi Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan untuk Siswa Kelas Industri di SMKS Al-Huda Kediri
ABSTRAK Sholihien, AsaFirdaus. 2018.Evaluasi Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Untuk Siswa Kelas Industri di SMKS Al-Huda Kediri. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Didik Nurhadi, M.Pd., Ph.D., (II) Drs. Abdul Qolik,M.M., M.Pd. Kata Kunci:evaluasi, kepuasan, praktik kerja lapangan, SMK,kelasindustri. SMK merupakan salah satu lembaga pendidikan kejuruan yang mempunyai tujuan untuk menyiapkan lulusannya memasuki dunia kerja. Untuk mempersiapkan lulusan SMK dalam menghadapi dunia kerja, Kementerian Pendidikan mengembangkan dan menerapkan model pendidikan sistem ganda. Model tersebut bertujuan untuk mewujudkan link and match antara sekolah dengan industri. Terlaksananya program pendidikan kejuruan sangat bergantung pada komitmen antara lembaga sekolah dan institusi pasangan.Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan suatu program pembelajaran yang terintegrasi antara sekolah dengan industri sebagai institusi pasangan sebagai wujud implementasi dari Pendidikan Sistem Ganda (PSG).Dengan program PKL diharapkan akan menambah wawasan serta kompetensi siswa sebagai bekal untuk menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya. Namun pada kenyataannya, penyelenggaraan program PKL tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Faktanya, berdasarkan hasil observasi menunjukkan berbagai permasalahan terjadi pada penyelenggaraan program PKL. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kepuasan siswa terhadap beberapa tahapan dalam pelaksanaan program PKL pada kelas industri di SMKS Al-Huda Kediri, antara lain: perencanaan, pelaksanaan dan penilaian program PKL. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas industri binaan PT. MPM Motor di SMKS Al-Huda Kediri. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama,tingkat kepuasan siswa pada tahap perencanaan program PKL menunjukkan kategori cukup puas. Kedua tingkat kepuasan siswa pada tahap pelaksanaan program PKL menunjukkan kategori cukup puas. Ketiga, tingkat kepuasan siswa pada tahap penilaian program PKL menunjukkan kategori cukup puas. Kesimpulan penelitian, sekolah diharapkan untuk lebih memperhatikan dan mengoptimalkan manajemen program PKL agar terwujud kualitas pelaksanaan program yang baik. Sementara industri diharapkan untuk lebih bertangung jawab dalam menyiapkan dan mengoptimalkan komponen-komponen yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan PKL di industri. Hal tersebut dimaksudkanagar output yang dihasilkan dari pelaksanaan program PKL lebih berkualitas
Studi Pengelolaan Partnership Class pada Program Keahlian Teknik Pemesinan di SMK PGRI 3 Malang dengan PT. Dempo Laser Metalindo
ABSTRAK Khasanah, Ulwiyah. 2018. Studi Pengelolaan Partnership Class pada ProgramKeahlian Teknik Pemesinan di SMK PGRI 3 Malang dengan PT. DempoLaser Metalindo. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Yoto, S.T., M.Pd.,M.M., (II) Marsono, S.Pd.T., M.Pd., Ph.D. Kata Kunci: Pengelolaan, Partnership Class, Teknik Pemesinan SMK merupakan salah satu bentuk pendidikan formal yang menitikberatkan praktik pada pembelajarannya sehingga keterampilan yang dimiliki sangatlah penting. Dengan bekal keterampilan itulah diharapkan lulusan SMK mampu dan siap terjun langsung untuk bekerja di DU/DI. Saat ini kebutuhan DU/DI akan tenaga terampil tingkat menengah sangatlah tinggi, dan pemerintah tengah gencar mengembangkan SMK. Pendidikan kejuruan bertujuan agar dapat memiliki kompetensi yang sesuai dengan program keahliannya. Akan tetapi, masih ditemukan beberapa permasalahan dalam mewujudkan tujuan tersebut. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah pengangguran di Indonesia didominasi oleh lulusan SMK yang seharusnya diarahkan untuk siap kerja. Jika SMK kalah bersaing, maka lulusan SMK tidak akan mendapatkan posisi di DU/DI. Oleh sebab itu, sekolah sebagai tempat berlangsungnya proses pembelajaran harus mampu dalam menjalin kerjasama yang baik dengan DU/DI. Kerjasama tersebut juga harus dikelola dengan baik. Salah satu bentuk kerjasama SMK dengan DU/DI adalah kelas industri. Kelas industri merupakan kelas yang dibentuk oleh sekolah dan DU/DI yang diharapkan mampu mencetak lulusan dengan kompetensi yang sesuai dengan DU/DI. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan kerjasama antara SMK PGRI 3 Malang dengan PT. Dempo Laser Metalindo dalam program kerjasama kelas industri Partnership Class pada Program Keahlian Teknik Pemesinan. Dipilihnya SMK PGRI 3 Malang karena di sama memiliki kelas industri pada masing-masing Program Keahliannya termasuk pada Program Keahlian Teknik Pemesinan yang masih sangat jarang ditemui. Kerjasama kelas industri tersebut dimulai dari tahap persiapan kerjasama, model dan pelaksanaan kurikulum, kualifikasi tenaga pendidik, pelaksanaan pembelajaraan, Praktik Kerja Industri dan Ujian Kompetensi Keahlian. Penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian atau informan dipilih dengan berdasar pada pada kompetensi subyek yang harus sesuai dengan fokus penelitian. Informan dalam penelitian ini meliputi Kepala Bidang Mesin, Kepala Bengkel Teknik Pemesinan, Staf Bursa Kerja dan Kerjasama Industri (BKI), tenaga pendidik produktif Partnership Class, peserta didik Partnership Class dan HRD PT. Dempo Laser Metalindo. Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Dilanjutkan dengan analisis data yang meliputi penyajian data, reduksi dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, digunakan triangulasi teknik pengumpulan data dan sumber pengumpulan data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh enam simpulan dari hasil penelitian sebagai berikut: (1) persiapan kerjasama Partnership Class Program Keahlian Teknik Pemesinan dilakukan oleh sekolah dan industri terkait. berlandaskan pada sinkronisasi kompetensi sekolah dengan industri. Tujuannya yaitu untuk mengadakan link and match agar lulusan berkompetensi sesuai dengan di industri. Selanjutnya diadakan survey oleh pihak sekolah dan pihak industri disambung dengan diskusi dan penandatanganan MoU berisi (a) sinkronisasi kurikulum, (b) Praktik Kerja Industri, (c) rekrut kerja, (d) Ujian Kompetensi Keahlian, (e) kuliah tamu, dan (f) magang guru; (2) Kurikulum yang dipakai dalam Partnership Class dengan PT. Dempo Laser Metalindo adalah kurikulum implementatif atau kurikulum sinkronisasi antara kurikulum sekolah dengan tambahan kompetensi sesuai kebutuhan industri; (3) tenaga pendidik di Partnership Class berasal dari pihak sekolah dan diangkat sebagai tenaga pendidik Partnership Class dengan mengacu pada pengalaman mengajar, magang industri yang pernah dilakukan dengan dibuktikan sertifikat dan pendidikan minimal S1; (4) pelaksanaan pembelajaran Partnership Class berbeda dengan kelas reguler daari segi jam praktik yang lebih banyak dan tambahan kompetensi berupa pengelasan dan pengukuran; (5) pelaksanaan Prakerin Partnership Class dilaksanakan di kelas 11 selama 1 tahun, dilakukan monitoring oleh sekolah dan diakhiri dengan evaluasi Prakerin; dan (6) pelaksanaan UKK Partnership Class dilakukan pada kelas 12 bertempat di SMK PGRI 3 Malang, UKK ini berupa teori dan praktik dengan diuji oleh pihak sekolah, industri dan BNSP serta diterbitkat sertifikat setelah peserta didik lulus UKK. Saran yang diberikan berkaitan dengan hasil penelitian yaitu: (1) Kepala Bidang Mesin SMK PGRI 3 Malang disarankan untuk menambah link kerjasama dan meningkatkan match kompetensi kelas industri pada Program Keahlian Teknik Pemesinan.; (2) tenaga pendidik Teknik Pemesinan perlu menjaga dan meningkatkan kualitas pembelajaran pada kelas industri, sehingga kompetensi yang ada dalam program kerjasama tercapai; (3) Bursa Kerja dan Kerjasama Industri (BKI) perlu mempertahankan dan meningkatkan manajemen dokumentasi kelas industri agar dokumen tersebut tersedia setiap saat ketika diperlukan; (4) PT. Dempo Laser selaku pihak industri agar lebih meningkatkan pengawasan program Partnership Class dan menambah jalinan kerjasama tersebut dengan hibah material, sarana prasarana maupun perbanyak kuliah tamu; dan (5) Pemerintah disarankan untuk lebih giat dalam mengadakan sosialisasi dan kebijakan terkait pelaksanaan kerjasama SMK dengan industri terutama program kelas industri; dan (6) mahasiswa lain disarankan untuk memperdalam fokus penelitian, membandingkan penelitian yang selaras antara sekolah negeri dan swasta, atau dengan meneliti eksistensi lulusan kelas industri di DU/DI
Pengaruh Penambahan Bioetanol Pada Pertalite Dan Penggunaan Busi Iridium Terhadap Emisi Gas Buang Mesin Injeksi Honda Vario Iss 125 Cc Tahun 2013
ABSTRAK Adi, Gigih Ciptarto. 2018. Pengaruh Penambahan Bioetanol Pada Pertalite Dan Penggunaan Busi Iridium Terhadap Emisi Gas Buang Mesin Injeksi Honda Vario Iss 125 Cc Tahun 2013. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Paryono, S.T., M.T. (II) Drs. Partono, M.Pd. Kata kunci : bioetanol, iridium, emisi gas buang, pertalite Kendaraan bermotor khususnya sepeda motor mengalami peningkatan jumlah setiap tahunnya. Sepeda motor pada kondisi ini mengakibatkan peningkatan emisi gas buang dan kebutuhan bahan bakar. Mengatasi permasalahan tersebut, perlu dilakukan sebuah bahan bakar alternatif yakni dengan menambahkan campuran bioetanol dan penggunaan busi iridium. Bioetanol ini memiliki nilai oktan yang tinggi, sehingga ini dapat meningkatkan angka oktan bahan bakar pertalite. Hal ini menakibatkan pembakaran menjadi sempurna. Pembakaran yang sempurna menjadikan prosentase emisi gas buang menjadi turun. Penggunaan busi iridium mendukung proses pembakaran bahan bakar yang sempurna. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bioetanol pada pertalite dan penggunaan busi iridium terhadap emisi gas buang CO dan HC mesin injeksi Honda Vario ISS 125 cc. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi experiments. Pengambilan data menggunakan emisi gas analyzer Analisis datanya menggunakan One Way Anova. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Penggunaan penambahan bioethanol dalam pertalite menggunakan busi iridium tidak terdapat pengaruh yang signifikan emisi gas buang CO pada Mesin Injeksi Honda Vario ISS 125 cc (0,037%)., (2) Penggunaan bioetanol dan busi standar terdapat pengaruh yang signifikan emisi gas buang HC pada Mesin Injeksi Honda Vario ISS 125 cc. Berdasarkan hasil penelitian data, disimpulkan penggunaan penambahan bioethanol dalam pertalite menggunakan busi iridium tidak terdapat pengaruh yang signifikan emisi gas buang CO dan penggunaan penambahan bioethanol dalam pertalite menggunakan busi iridium terdapat pengaruh yang signifikan emisi gas buang HC. Peneliti menyarankan bahwa penelitian lebih lanjut terkait dengan konsumsi bahan bakar spesifik perlu dilakukan pada tingkatan rpm yang bervariasi. SUMMARY Adi, Gigih Ciptarto. 2018. The Effect of BioethanolAddition in Pertalite and The Use of Iridium Spark Plug on Exhaust Gas Emission in Machine of Honda Vario ISS 125 cc 2013. Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang.Advisors: (I) Drs. Paryono, S.T., M.T. (II) Drs. Partono, M.Pd. Keywords: bioethanol, iridium, exhaust emissions, pertalite The number ofvehicles, especially motorcycleshave increased in number each year. Motorcycles under these conditions result in increased exhaust emissions and fuel requirements. To overcome this problem, an alternative fuel is needed by adding bioethanol mixture and using iridium spark plug. This bioethanol has a high octane rating, so it can increase the octane number of the pertalite fuel. This results in complete burning. The perfect combustion makes the percentage of exhaust emissions down. The use of iridium spark plugs supports the perfect fuel combustion process. Furthermore, this study aims to determine the effect of the addition of bioethanol in pertalite and the use of iridium spark plugs to the exhaust emissions of CO and HC injection engine Honda Vario ISS 125 cc. Method of this study used quasi experiments. The data colecction used an emission gas analyzer. The data analyzis used One Way Anova. The results of this study indicated: (1) The use of bioethanol addition in pertalite using iridium spark plug was not significant effect of CO emissions on Honda Vario ISS 125 cc Injection Machine (0,037%)., (2) The use of bioethanol and standard spark plugs was significant effect of HC exhaust emissions on Honda Vario ISS 125 cc Injection Machine. Based on the results of the research data, it is concluded that the use of bioethanol addition in pertalite using iridium spark plugis no significant effect of CO emissions and the use of bioethanol addition in pertalite using iridium spark plug there is significant effect of HC exhaust emission. The researcher suggests that further research related to specific fuel consumption needs to be done in rpm variations