SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
EFEKTIFITAS PENAMBAHAN BIOETHANOL PADA BAHAN BAKAR PERTALITE TERHADAP NILAI KALOR DAN PRODUKSI GAS BERACUN BERBAHAYA (B3) KENDARAAN BERMOTOR
ABSTRACT Asy’ari, Muhammad, Nur. 2017. Efektivitas Penambahan Bioethanol pada Bahan Bakar Pertalite terhadap Nilai Kalor dan Produksi Gas Beracun Berbahaya (B3) Kendaraan Bermotor. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Ir. Djoko Kustono, M.Pd (2) Drs. Imam MudaNauri, S.T., M.T. Kata Kunci:Bioethanol, Pertalite, Nilai Kalor, dan Gas B3. Kebutuhan masyarakat pada bahan bakar fosil di Indonesia sangatlah tinggi. Konsumsi BBM dalam negeri terus meningkat sebagai dampak dari pertumbuhan ekonomi dan pertambuhan penduduk setiap tahunnya, hal tersebut kontras dengan terbatasnya kapasitas kilang minyak di Indonesia. Sehingga mengakibatkan ketergantungan Indonesia pada minyak mentah dan BBM impor sangat besar. Sejauh ini masyarakat indonesia banyak menggunakan BBM Subsidi dari pemerintah yaitu: Solar, Premium (RON 88), dan Pertamax (RON 92), namun sejak tahun 2015 diluncurkan BBM baru dengan (RON 90) yaitu Pertalite. Salah satu upaya untuk mengatasi konsumsi masyarakat terhadap BBM adalah dengan memanfaatkan energi Bahan Bakar Nabati (BBN). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penambahan Bioethanol pada bahan bakar Pertalite terhadap nilai kalor dan produksi gas bercaun berbahaya (B3) kendaraan bermotor sebagai dasar dalam pengembangan bahan bakar alternatif BioPertalite.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian eksperimen. Pengambilan data dilakukan dengan dua alat uji, yaitu: pertama menggunakan bomb kalorimeter, untuk mengetahui kandungan nilai kalor bahan bakarnya, kemudian yang kedua menggunakan alat automotive gas analyzer, untuk mengetahui kadar emisi gas beracun berbahaya (B3) CO dan HC, spesimen uji yang digunakan pada penelitian ini antara lain adalah 100% Pertalite murni, dan dengan penambahan campuran 7,5%; 15%; 22,5%; dan 30% Bioethanol. Berdasarkan hasil penelitian kandungan nilai kalor tertinggi dihasilkan oleh 100% Pertalite murni sebesar 11179,853 cal/gram, sementara nilai kalor terendah dihasilkan oleh penambahan 30% Bioethanol yakni sebesar 10064,723 cal/gram. Penggunaan campuran Bioethanol pada bahan Pertalite mampu menurunkan emisi CO sebesar 31,96% dan menurunkan emisi HC sebesar 32,72%, emisi CO tertinggi dihasilkan dari 100% Pertalite murni yakni sebesar 3,37% sementara emisi CO terendah didapatkan dari penambahan campuran 30% Bioethanol yakni sebesar 0,47%, sementara itu emisi HC tertinggi dihasilkan dari 100% Pertalite murni yakni sebesar 220 ppm, dan emisi HC terendah dihasilkan dari penambahan campuran 30% Bioethanol yakni sebesar 83,5 ppm. Potensi penggunaan Bioethanol sebagai bahan bakar nabati sangat diharapkan sebagai bahan bakar pengganti fosil yang ramah lingkungan dan dapat mengurangi polusi udara dari gas beracun berbahaya (B3) kendaraan bermotor
Studi Tentang Pengelolaan Teaching Factory Di SMK Negeri 10 Malang
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan sekolah yang bertujuan menciptakan lulusan yang memiliki kemampuan dan keahlian agar dapat bersaing dalam dunia industri sesuai dengan bidang yang digeluti. Dengan perkembangan yang ada ada saat ini, maka sudah sepatutnya pihak SMK harus mampu mempersiapkan siswanya untuk dapat bersaing di dunia industri. Salah satu langkah yang bisa diambil yaitu dengan menyelenggarakan teaching factory. Pembelajaran teaching factory merupakan suatu konsep pembelajaran dalam suasana sesungguhnya, sehingga dapat mendekatkan siswa dengan suasana DU/DI. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengelolaan teaching factory program keahlian teknik kendaraan ringan di SMK Negeri 10 Malang yang terbagi atas: (1) perencanaan teaching factory, (2) proses pelaksanaan teaching factory, (3) proses evaluasi teaching factory, dan (4) faktor penghambat dan pendukung pelaksanaan teaching factory. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui beberapa cara yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap beberapa narasumber mulai dari wakil kepala sekolah bidang humas, kepala program keahlian teknik kendaraan ringan, pimpinan bengkel pelayanan masyarakat, dan koordinator produksi. Maka dapat disimpulkan bahwa pengelolaan teaching factory di SMK Negeri 10 Malang meliputi: (1) persiapan teaching factory meliputi: pengorganisasian teaching factory, sumber daya manusia, koordinasi dengan DU/DI, sarana dan prasarana, serta modal; (2) pelaksanaan teaching factory meliputi: manajemen waktu dan kerja, proses produksi dan pelayanan jasa, standarisasi produk dan jasa, serta penggunaan perlengkapan dan peralatan; (3) evaluasi teaching factory meliputi: proses evaluasi, dan tindak lanjut dari proses evaluasi; dan (4) faktor penghambat dan pendukung yang meliputi: koordinasi dengan DU/DI, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, modal, dan lokasi kerja. Kepada SMK Negeri 10 Malang, perlunya peningkatan sarana dan prasarana yang ada pada kegiatan teaching factory sehingga kegitan teaching factory dapat berjalan lebih baik lagi. Serta perlu di persiapkan sumber daya manusia yang mencukupi untuk kegaitan teaching factory. Kepada jurusan teknik mesin, hendaknya penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk mendirikan teaching factory di lingkup universitas. Kepada siswa SMK, hendaknya kegiatan teaching factory di sekolah dijadikan sebagai tempat untuk memperdalam ilmu tentang berwirausaha. Dan Kepada peneliti berikutnya, dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan rujukan dan penelitian lebih mendalam dengan metode penelitian lainya tentang teaching factory
Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Free Web Blog dalam Meningkatkan Hasil Belajar Sistem Pengapian Konvensional di SMK Negeri 11 Malang
ABSTRAK Prasetya, Muhammad Arief. 2017. Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Free Web Blog dalam Meningkatkan Hasil Belajar Sistem Pengapian Konvensional di SMK Negeri 11 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Agus Solah, M. Pd., (II) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T. Kata Kunci: modul, free web blog, e-learning, sistem pengapian konvensional Pembelajaran yang menarik, efektif dan efisien merupakan tujuan dalam proses belajar mengajar yang menekankan penguasaan materi yang cepat dan tuntas. Peran modul pembelajaran sebagai alat yang menjembatani peserta didik untuk memperoleh informasi baik saat pembelajaran maupun setelah pembelajaran.Perkembangan Teknologi dan Informasi (TI) yang berkembang begitu pesat ini, memberikan banyak pengaruh terhadap berbagai bidang, tidak terkecuali bidang otomotif. Dengan perkembangan yang begitu pesatnya, pembelajaran di SMK khususnya bidang yang berkaitan dengan otomotif perlu adanya sistem pembelajaran yang selalu mengikuti jaman, seperti contoh pembuatan modul online yang memberikan kemudahan akses bagi kegiatan belajar mengajar. Untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis free web blog pada Mata Pelajaran Kelistrikan Kendaraan Ringan Kompetensi Pemeliharaan Sistem Pengapian, peneliti menggunakan metode Research and Development (R&D) yang dikemukakan oleh Borg and Gall. Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas, maka diperlukan untuk menguji keefektifan produk tersebut. Langkah-langkah penelitian pengembangan (Research & Development) yang digunakan diantaranya adalah : (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produk siap digunakan. Untuk mengetahui kelayakan modul, dilakukan uji validitas modul dan uji-coba pemakaian. Uji validitas modul dilakukan oleh ahli media dan ahli materi. Hasil validasi ahli media diperoleh nilai sebesar 97,5 %, sementara hasil validasi ahli materi diperoleh nilai sebesar 91,25 %. Uji-coba pemakaian dilakukan sebanyak dua kali dengan uji skala kecil dengan memperoleh nilai 92,38 %. Analisis uji-coba skala besar memperoleh hasil signifikan dengan rata-rata nilai pretest dan posttest masing-masing sebesar 59,60 dan 73,76. Dengan demikian, modul pembelajaran berbasis free web blog layak digunakan sebagai media pembelajaran di SMK Negeri 11 Malang
PENGARUH PENERAPAN JOBSHEET TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN MESIN SEPEDA MOTOR PESERTA DIDIK KELAS X TEKNIK SEPEDA MOTOR DI SMK NEGERI 10 MALANG
ABSTRAK Romansyah, Farid Bagus. 2017. Pengaruh Penerapan Jobsheet terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor Peserta Didik Kelas X Teknik Sepeda Motor di SMK Negeri 10 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Partono, M.Pd., (II) Drs. Eddy Rudiyanto, M.Pd. Kata kunci : jobsheet, prestasi belajar, sepeda motor, SMK Penggunaan media berpengaruh dalam prestasi belajar peserta didik. Dalam penelitian ini diharapkan penggunaan media berupa jobsheet dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik di SMK Negeri 10 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui prestasi belajar Praktik Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor peserta didik yang menggunakan jobsheet dan yang tidak menggunakan jobsheet di SMK Negeri 10 Malang, 2) mengetahui perbedaan pengaruh antara penggunaan jobsheet dan tanpa penggunaan jobsheet Praktik Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor terhadap prestasi belajar peserta didik di SMK Negeri 10 Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Pre-Experimental Design. Subjek penelitian meliputi seluruh siswa kelas X jurusan Teknik Sepeda Motor SMK Negeri 10 Malang yang berjumlah dua kelas, yaitu MA dan MB. Kelas MA berjumlah 36 siswa dan MB berjulah 36 siswa. Penelitian yang dilakukan ini menggunakan teknik pengumpulan data, yaitu tes. Dalam analisis data, langkah yang harus dilakukan adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasikan data tiap variabel yang diteliti, dan melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah. Dari tes kemampuan akhir (post-test) mata diklat Melakukan Pekerjaan Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor, pengolahan data secara SPSS diketahui bahwa untuk siswa kelas kontrol skor rata-rata (mean) yang dicapai adalah 62,44, skor tengah (median) sebesar 59, modus sebesar 61,96, dan simpangan baku sebesar 5,79. Sedangkan untuk siswa kelas eksperimen skor rata-rata (mean) yang diraih adalah sebesar 71,72, skor tengah (median) sebesar 70, modus sebesar 70,43, dan simpangan baku sebesar 5,53. Melihat hasil perhitungan yang dilakukan, mean, median, dan modus siswa yang mendapat perlakuan menggunakan media pembelajaran berupa jobsheet lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang tidak mendapatkan perlakuan menggunakan media berupa jobsheet. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan mean, median, dan modus prestasi belajar Praktik Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor peserta didik yang menggunakan job sheet dan yang tidak menggunakan job sheet. Karena p ttabel, maka H0 ditolak. Sehingga terbukti bahwa penggunaan jobsheet mempengaruhi hasil belajar ranah psikomotor dan membuat perbedaan antara kelas yang menggunakan jobsheet (kelas eksperimen) dengan kelas yang tidak menggunakan jobsheet (kelas kontrol)
HubunganSaranadanPrasaranaBengkelOtomotifdenganMotivasiBelajarSiswaKelas XII padamatapelajaranProduktif Program KeahlianTeknikKendaraanRingan SMK Negeri Bandung Tulungagung.
ABSTRAK Setyawan, DieckyCandra, 2017.HubunganSaranadanPrasaranaBengkelOtomotifdenganMotivasiBelajarSiswaKelas XII padamatapelajaranProduktif Program KeahlianTeknikKendaraanRingan SMK Negeri Bandung Tulungagung.Skripsi, JurusanTeknikMesin, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Paryono,S.T,M.T., (2) Drs. Partono,M.Pd. Kata Kunci: saranaprasaranabengkelotomotif, motivasibelajarsiswa, SMK Negeri Bandung Pencapaianhasilbelajar (prestasi) siswadipengaruhiolehberbagaifaktor, diantaranyaadalahsaranaprasaranadanmotivasibelajar.Aktivitasbelajarseorangsiswamembutuhkansuatudoronganataumotivasisehinggasesuatu yang diinginkandapattercapai.Motivasiberperanpentingdalam proses pembelajarankarenabelajaradalahsuatukegiatanyang aktif, menuntutusaha yang sengaja, dandilakukandenganpenuhkesadaran. Tujuandaripenelitianiniadalahuntukmendeskripsikankelengkapansaranaprasaranabengkel, danuntukmengetahuihubungankelengkapansaranaprasarana (X), denganmotivasibelajar (Y) padasiswakelas XII di SMKNegeri Bandung. Populasidalampenelitianiniadalahsiswakelas XII TeknikKendaraanRingan di SMK Negeri Bandung yang berjumlah 37 siswa, sementarasampel yang diambilberjumlah 34 siswadaripopulasitersebut. Data yang diperolehkemudian di ujidenganujiprasyaratanalisis, ujilinieritasdanujihipotesisuntukmengetahuihubunganantaravariabelbebasdenganvariabelterikat.Analisis data padapenelitianinimenggunakananalisiskorelasi product moment. Hasildaripenelitian yang telahdilakukandipeoleh data sebagaiberikut: Kelengkapansaranaprasaranabengkelotomotifdalamkategoricukuplengkapsebesar 71%. MotivasiBelajardalamkategoribaiksebesar 67,05%. PengujianHipotesishubunganantarasaranaprasaranadenganmotovasibelajaradalahsignifikandancukupkuatadalahsignifikandancukupkuatyaitusebesar 0,443%. Saran penelitianiniadalahpihaksekolahhendaknyalebihmenunjangsaranaprasarana, sertasecaraberkalamengecekdanmemantauperalatandanbahanpraktikum yang adapadabengkelotomotif.Bagipenggunabengkelotomotifdisarankanuntukmembantumemeliharaperalatan yang digunakandanmenjagadanmerawattempatpraktikum agar dapatmelaksanakan proses pembelajarandenganamandannyaman
Analisis Kekuatan Tarik dan Morfologi Patahan pada Paduan AlMgSi dengan Variasi Waktu Natural Aging
Aluminium adalah logam ringan yang memiliki konduktivitas panas dan listrik yang tinggi, ketahanan korosi yang baik dalam atmosfer biasa, serta memiliki keuletan yang tinggi. Aluminium banyak digunakan pada bidang industri, otomotif, maupun konstruksi bangunan. Diperlukan sifat mekanis yang sesuai untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan tentang aluminium. Salah satu metode yang dapat diterapkan yaitu dengan memadukan alumunium dengan Mg dan Si. Paduan ini pada umumnya diperlakukan panas untuk menguatkan karakteristik aluminium. Heat treatment dalam penelitian ini adalah natural aging. Banyak penelitian membuktikan bahwa dengan natural aging dapat meningkatkan sifat mekanis paduan aluminium. Oleh sebab itu pada penelitian ini merupakan perkembangan penelitian yang sebelumnya dengan menggunakan variasi waktu natural aging. Dengan pengujian tarik dan morfologi patahan dilakukan untuk mengukur dan menganalisa perubahan sifat mekanis paduan aluminium AlMgSi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kekuatan tarik dan morfologi patahan paduan AlMgSi dengan variasi waktu natural aging 4,6, dan 10 hari. Model penelitian menggunakan one-shot case study, dimana suatu kelompok sampel diberi sebuah perlakuan dan diobservasi/pengukuran hasil. Hasil uji tarik pada paduan AlMgSi variasi waktu natural aging 10 hari menunjukkan nilai yield strength sebesar 14,92 kgf, nilai strain 34,38 %, dan nilai UTS sebesar 17,70 kgf/mm2. Sebagai perbandingan digunakan spesimen raw material dengan nilai yield strength sebesar 36,92 kgf, nilai strain 29,71 %, dan nilai UTS sebesar 39,97 kgf /mm2. Struktur mikro dan morfologi patahan menunjukkan bahwa patahan natural aging 10 hari merupakan patahan yang ulet dan ditandai munculnya dimples serta void yang melebar. Dengan begitu semua hasil penelitian saling menguatkan bahwa natural aging 10 hari dapat meningkatkan keuletan paduan aluminium AlMgS
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF (SISTEM PENCARIAN KATA) BERBASIS ANDROID PADA MATERI SISTEM MEKANISME KATUP SISWA TEKNIK KENDARAAN RINGAN KELAS X SMK PGRI 3 MALANG
ABSTRAK Widianto, Roby. 2018. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif (Sistem Pencarian Kata) Berbasis Android Pada Materi Sistem Mekanisme Katup Siswa Teknik Kendaraan Ringan Kelas X SMK PGRI 3 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd. (II) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T. Kata Kunci : pengembangan, media, android, sistem mekanisme katup Media pembelajaran merupakan salah satu komponen yang mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran dapat membantu mempermudah pembelajaran secara efektif dan efisien. Media pembelajaran yang baik dapat menarik perhatian siswa dan membuat siswa termotivasi. Media pembelajaran berbasis android dapat dijadikan salah satu media yang tepat untuk proses belajar mandiri peserta didik dan juga untuk mempermudah guru dalam menyampaikan materi dikelas karena hal ini juga didukung oleh kurikulum terbaru yaitu kurikulum 2013 yang bertujuan untuk membuat peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE (Analysis-Design-Development-Implement-Evaluate). Model pengembangan ini digunakan karena alur mudah diikuti dan jelas dibandingkan dengan model – model pengembangan yang lain. Selain itu model ini mempunyai sifat yang fleksibel untuk diterapkan Berdasarkan validasi dari ahli materi, ahli media, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan, dapat diketahui semua hasil mendapat kategori baik dan hasil dari uji coba lapangan siswa mendapat nilai diatas kriteria ketuntasan minimal. Hasil wawancara dengan guru secara keseluruhan menunjukkan tanggapan yang baik terhadap media pembelajaran berbasis android dalam proses pembelajaran di SMK PGRI 3 Malang
Perbedaan Penerapan Model Pembelajaran Tipe Jigsaw dan Think Pair Share (TPS) terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas X IPS di SMA Negeri 1 Tumpang
ABSTRAK Yulianti, Yuniar Adhinaya, 2018. Perbedaan Penerapan Model Pembelajaran Tipe Jigsaw dan Think Pair Share (TPS) terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas X IPS di SMA Negeri 1 Tumpang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Drs. Prih Hardinto, M.Si. Kata Kunci: model pembelajaran tipe Jigsaw, model pembelajaran Think Pair Share (TPS), hasil belajar Berhasilnya proses belajar dan pembelajaran ditandai dengan tercapainya tujuan pembelajaran yang tercermin pada meningkatnya hasil belajar siswa. akan tetapi, seringkali kita melihat pembelajaran yang dilakukan kurang melibatkan partisipasi siswa, sehingga pembelajaran masih didominasi oleh guru. Hal ini dapat menyebabkan siswa menjadi kurang aktif dalam pembelajaran dan memiliki hasil belajar yang kurang maksimal. Permasalahan tersebut juga terjadi di SMA Negeri 1 Tumpang. Ketika penulis melakukan KPL di SMA Negeri 1 Tumpang, banyak siswa yang memperoleh hasil belajar yang rendah. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat. Dengan diterapkannya model pembelajaran tipe Jigsaw dan Think Pair Share diharapkan mampu untuk mengatasi masalah hasil belajar ekonomi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar ekonomi peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Jigsaw dengan model pembelajaran Think Pair Share pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Tumpang. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Tumpang yang terdiri dari 5 kelas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Penentuan sampel dengan melakukan pre-test pada keseluruhan populasi selanjutnya dipilih dua kelas yang memiliki rata-rata nilai pre-test yang sama. Berdasarkan nilai pre-test terpilih dua kelas sebagai sampel penelitian, yaitu kelas X IPS 4 yang diajar menggunakan model pembelajaran tipe Jigsaw sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPS 1 yang diajar menggunakan model Think Pair Share sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar ekonomi siswa kelas X IPS 4 berupa rata-rata nilai post-test sebesar 78,03 dan memiliki gain score 33,21 sedangkan rata-rata nilai post test siswa kelas x ips 1 adalah 73,36 dan memiliki gain score 28,47. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi (0,026) < 0,05 sehingga H0 ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar ekonomi antara siswa yang diajar menggunakan model Jigsaw dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran TPS. Hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran tipe Jigsaw lebih tinggi dibandingkan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model TPS. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada guru mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 1 Tumpang untuk menerpakan model pembelajaran Jigsaw sebagai alternatif dalam kegiatan pembelajaran ekonomi dikarenakan model ini mampu meningkatkan hasil belajar siswa
Analisis Penggunaan Pegas Kopling Kawasaki KLX dan Honda Tiger Terhadap Akselerasi dan Konsumsi Bahan Bakar pada Yamaha Vixion
ABSTRAK Perkembangan industri otomotif sangatlah pesat dengan disertai jumlah kendaraan bermotor yang meningkat. Selain memodifikasi mesin, modifikasi sepeda motor yang lain juga dapat dilakukan dari system pemindah tenaga dengan tujuan agar menghasilkan performa sepeda motor yang optimal. Salah satunya dengan mengganti pegas kopling. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh akselerasi dan konsumsi bahan bakar pada sepeda motor Yamaha Vixion yang menggunakan pegas kopling Kawasaki KLK, pegas kopling Honda Tiger, dan pegas kopling standart Yamaha Vixion. Penelitian ini menggunakan jenis eksperimen. Dimana variabel bebasnya adalah variasi kekuatan pegas kopling, yaitu: pegas kopling Kawasaki KLX, pegas kopling Honda Tiger, dan pegas kopling standart Yamaha Vixion. Sedangkan variabel terikatnya adalah akselerasi dan konsumsi bahan bakar sepeda motor. Data yang diambil untuk menguji akselerasi sepeda motor dimulai dari 30 km/jam hingga 130 km/jam dengan kenaikkan kecepatan 10 km/jam. Kemudian untuk menguji konsumsi bahan bakar dilakukan setiap 1 km dari 10 km. Selanjutnya, data akan dianalisis menggunakan metode one way anova yang dibantu oleh SPSS 22 untuk windows. Berdasarkan data pengujian, akselerasi terbaik terdapat pada pegas kopling Kawasaki KLX dengan akselerasi maksimum 9.970 s dan minimum 1.780 s. Peningkatan konsumsi bahan bakar terbaik terdapat pada pegas kopling Kawasaki KLX dengan konsumsi bahan bakar maksimum 206.20 ml dan minimum 19.80 ml. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan akselerasi dan konsumsi bahan bakar yang signifikan pada sepeda motor Yamaha Vixion yang menggunakan pegas kopling Kawasaki KLK, pegas kopling Honda Tiger, dan pegas kopling standart Yamaha Vixion
PENGARUH KADAR KOMPOSISI PADUAN BAHAN KAMPAS REM CAKRAM NON-ASBESTOS TERHADAP KETAHANAN GESEK DAN DAYA PENGEREMAN KAMPAS REM PADA KENDARAAN SEPEDA MOTOR HONDA SUPRA X 125
ABSTRAK Rifansyah, Fafid. 2015. Pengaruh Kadar Komposisi Paduan Bahan Kampas Rem Cakram Non-Asbestos Terhadap Ketahanan Gesek dan Daya Pengereman Kampas Rem pada Kendaraan Sepeda Motor Honda Supra X 125. Skripsi, Program Studi Pendidikan Otomotif, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Mustaman, Drs., Ir.,M.Pd. (2) Agus Sholah, Drs.,M.pd, H., FT, TM. Kata kunci : komposisi bahan, daya pengereman, ketahanan gesek, Honda Supra X 125. Perkembangan ilmu dan teknologi yang pesat menyebabkan dampak yang besar pada dunia otomotif. Seiring meningkatnya permintaan pasar terkait kebutuhan kendaraan bermotor, membuat produsen berlomba-lomba dalam mengembangkan produk yang dihasilkan. Masing-masing produsen mulai menawarkan berbagai keunggulan yang dimiliki hasil produknya, seperti sepeda motor dengan kapasitas mesin yang lebih besar, konsumsi bahan bakar yang irit dan emisi gas buang yang rendah, menjadi incaran para konsumen saat ini. Namun dengan semakin meningkatnya peforma mesin, hal iniharus diimbangi dengan kemampuan pengereman yang memiliki tingkat keamanan yang baik. Berdasarkan uraian di atas perlu diadakan sebuah penelitian tentang penggunaan sistem pengereman yang mampu melayani besarnya peforma mesin namun menjamin keamanan serta kesehatan konsumen,dan tidak berdampakpada pencemaran lingkungan.Pemaparan diatas yang melatarbelakangi penulis mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Kadar Komposisi Paduan Bahan Kampas Rem Cakram Non-Asbestor Terhadap Ketahanan Gesek dan Daya Pengereman Kampas Rem pada Kendaraan Sepeda Motor Honda Supra X 12. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi kadar komposisi paduan bahan kampas rem dengan presentae bahan: (1) 30% tempurung kelapa, 15% Al, 40% Mgo dan 15% resin. (2) 35% tempurung kelapa, 15% Al, 35% Mgo dan 15% resin. (c) 40% tempurung kelapa, 15% Al, 30% Mgo dan 15% resin. (4) 45% tempurung kelapa, 15% Al, 25% Mgo dan 15% resin. Peneliti ini menggunakan serbuk tempurung kelapa sebagai bahan gesek kampas rem. Umumnya bahan gesek kampas rem menggunakan asbestos yang berdampak negatif pada lingkungan dankesehatan konsumen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah experimental. Analisis data yang digunakan adalah analisis anova satu jalur dan post hoc. Pengujian kelayakan spesimen dengan mencari besarnya nilai daya pengereman dan ketahanan gesek pada kampas rem.Pembuatan dan pengujian spesimen kampas rem dilakukan di Lab. Mesin dan Lab. Fisika Universitas Negeri Malang tanggal 24 Maret 2015. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh pada daya pengereman danketahanan gesek pada motor Supra X 125 terhadap variasi kadar komposisi bahan paduan kampas rem. Ketahanan gesek terbaik terdapat pada spesimen nomor 4 dengan rata-rata tingkat keausan 0,042 mm, dan daya pengereman terbaik terdapat pada spesimen nomor 2 dengan rata-rata jarak pengereman 14,99 meter, hasil foto makro untuk melihat campuran komposisi bahan yang paling rata terlihat pada spesimen nomor 2