SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    Manajemen Pelaksanaan Teaching Factory Dalam Mempersiapkan Lulusan Memasuki Dunia Kerja Siswa SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi

    No full text
    ABSTRAK   Pradana, Defris Hanindya Edwiyan. 2018. Manajemen Pelaksanaan Teaching Factory Dalam Mempersiapkan Lulusan Memasuki Dunia Kerja Siswa SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Yoto, S.T., M.Pd., M.M. (2) Drs. Solichin, S.T., M.Kes   Kata Kunci: manajemen, pelaksanaan, teaching factory, dunia kerja   Salah satu tujuan sekolah menengah kejuruan (SMK) adalah menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif; Hal ini merupakan tuntutan yang diujikan oleh industri agar lulusan SMK mampu bersaing di pasar kerja. Salah satu langkah SMK dalam persiapan menghadapi tuntutan industri adalah dengan dilaksanakannya teaching factory. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lulusan yang berkompeten dan siap kerja, serta untuk menambah modal pembiayaan penyelenggaraan pendidikan. Agar penyelenggaraan teaching factory berjalan dengan lancar perlu didukung dengan manajemen pelaksanaan yang baik. Kegunaan penelitian ini antara lain: (1) Sebagai bahan masukan bagi pengelola teaching factory agar dapat mengambil langkah-langkah menjadi lebih baik; (2) Sebagai bahan pengembangan untuk belajar dan meningkatkan prestasi diri siswa dalam kegiatan teaching factory di sekolah; (3) Sebagai bahan masukan bagi industri untuk mengambil langkah-langkah kebijakan dalam kerjasama kegiatan teaching factory; dan (4) Sebagai bahan referensi penelitian selanjutnya yang terkait dengan teaching factory. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif. Sumber data diperoleh dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, wakil kepala sekolah bidang humas, kepala program keahlian teknik sepeda motor, kepala laboratorium teknik sepeda motor. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara bebas dan mendalam, studi dokumentasi dan observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pelaksanaan teaching factory meliputi: (1) Persiapan teaching factory diantaranya sarana prasarana untuk pelaksanaan teaching factory berupa tempat yang baik dan alat alat yang lengkap; persiapan guru pembimbing yang telah memiliki sertifikat pelatihan Yamaha dan VEDC; persiapan pegawai/mekanik yang juga telah memiliki sertifikat pelatihan; persiapan siswa sebagai peserta didik; persiapan promosi yang dilakukan oleh seluruh warga sekolah; modal untuk teaching factory yang berupa sarana dan prasarana yang lengkap, siswa yang terampil dan guru yang professional. (2) Pelaksanaan teaching factory meliputi peran guru pembimbing yang bertugas sebagai fasilitator dan pemberi berbagai keputusan; peran pegawai/mekanik sebagai pelaksana pembelajaran dan mekanik; peran siswa sebagai peserta didik yang mengikuti jalannya pembelajaran; manajemen waktu dan kerja yang dilakukan dari hari senin sampai hari sabtu jam 07.00 WIB sampai 15.30 WIB; proses produksi/jasa yaitu mencari konsumen, mendeteksi kerusakan sepeda motor, perbaikan, pengetesan, dan pengembalian;  standarisasi produk/jasa dilakukan oleh guru dan teknisi. (3) Evaluasi teaching factory meliputi jumlah rata-rata sepeda motor yang masuk service dalam sehari yaitu rata-rata 7 sepeda motor; jumlah omset yang masuk rata-rata pada setiap minggu sejumlah Rp4.000.000; jumlah biaya operasional dan laba kegiatan teaching factory kurang lebih sejumlah Rp12.000.000 dan untuk laba kurang lebih adalah Rp3.000.000. (4) Faktor pendukung dan penghambat meliputi faktor pendukung internal dan eksternal yang diantaranya sarana prasarana yang lengkap, guru yang terlatih, suasana yang kondusif, dukungan dari lingkup sekolah, dukungan dari orang tua, tetangga siswa, kerjasama MOU dan perusahaan yang memiliki ikatan dengan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi; dan faktor penghambat internal dan eksternal diantaranya siswa yang tidak hadir, guru yang kurang, tempat yang tidak sering dilalui pengguna sepeda motor, kurangnya minat masyarakat untuk mencervis di SMK, kurangnya minat siswa dan jadwal yang sibuk. Kepada pengelola teaching factory diharapkan segera mengaplikasikan sistim blok untuk meningkatkan pembelajaran. Kepada siswa diharapkan untuk banyak membaca dan lebih aktif dalam pembelajaran praktik maupun teori untuk meningkatkan kompetensi diri. Kepada industri mitra diharapkan untuk lebih memperhatikan pelaksanaan kegiatan teaching factory yang bertujuan agar industri mitra dapat mengambil langkah-langkah kebijakan dalam kerjasama kegiatan teaching factory menjadi lebih baik. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dan referensi pada penelitian sejenis

    Analisis Faktor-Faktor Minat untuk Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan Tinggi Negeri Siswa TKR di SMK Negeri 1 Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Priambudi, Dhimas Arung. 2018. Analisis Faktor-Faktor Minat untuk Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan Tinggi Negeri Siswa TKR di SMK Negeri 1 Blitar.  Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Partono, M.Pd.(2) Drs. Paryono, S.T., M.T.   Kata Kunci: Faktor-Faktor Minat, Melanjutkan Pendidikan, Perguruan Tinggi Negeri. Salah satu faktor yang mempengaruhi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri adalah minat. Minat dapat diartikan sebagai dorongan kuat bagi seorang untuk melakukan segala sesuatu dalam mewujudkan pencapaian tujuan dan cita-cita yang menjadi keinginannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi minat dan untuk mengatahui faktor manakah yang dominan membangun minat siswa XII Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 1 Blitar untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuanti­ta­tif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket atau kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Teknik Kendaraan Ringan kelas XII di SMK Negeri 1 Blitar tahun angkatan 2017/2018, diambil sampel 25% dari populasi, dan didapat 31 siswa. Teknik penggambilan sampel dengan menggunakan Proportional stratified Random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor internal terbagi menjadi dua bagian yaitu faktor fisik dan faktor psikis, dari dua faktor tersebut faktor fisik yang paling besar mempengaruhi minat. Sedangkan faktor eksternal terbagi menjadi empat bagian yaitu faktor keluaga, faktor sekolah, faktor masyarakat, faktor sarana dan prasarana, dari keempat bagian penyusun faktor eksternal tersebut faktor yang paling mempengaruhi adalah faktor sekolah. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling dominan membangun minat siswa kelas XII TKR di SMK Negeri 1 Blitar untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri adalah faktor internal khususnya pada faktor fisik

    Pemenuhan Standar Proses dan Pelaksanaannya Untuk Mendukung Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan Kelas XI Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK di Kota Kediri

    No full text
    ABSTRAK   Irfan, Zakariya. 2018. Pemenuhan Standar Proses dan Pelaksanaannya Untuk Mendukung Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan Kelas XI Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK di Kota Kediri. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Amat Nyoto, M.Pd., (II) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd.   Kata Kunci: Standar Proses Pendidikan, Hasil Belajar, Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan, SMK.   Proses pembelajaran diatur melalui Permendikbud nomor 22 tahun 2016 mengenai standar proses yang berisikan kriteria pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi kelulusan. Standar proses terdiri dari perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian proses pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pemenuhan standar proses pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XI program keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK di kota Kediri; (2) Mengetahui persiapan pelaksanaan standar proses pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XI program keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK di kota Kediri; (3) Mengetahui pelaksanaaan standar proses pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XI program keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK di kota Kediri; (4) Mengetahui hasil dari pelaksanaaan standar proses pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XI program keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK di kota Kediri. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Adapun lokasi penelitian di SMK Negeri 1 Kediri, SMK PGRI 1 Kediri, SMK PGRI 4 Kediri, dan SMK Kartanegara. Data penelitian berasal dari guru, pengawas, dan siswa dari masing-masing sekolah. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, pemenuhan standar proses pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XI program keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK  di kota Kediri berjalan sangat baik dengan ketercapaian sebesar 85,72%. Persiapan pelaksanaan standar proses dilakukan pihak sekolah dengan mengadakan rapat sebelum tahun ajaran baru yang membahas tentang kurikulum yang akan digunakan serta standar baru yang dikeluarkan Mendikbud. Pelaksanaan standar proses, guru kesulitan menerapkan pendekatan saintifik dikarenakan jumlah siswa tiap kelas melebihi batas maksimal, jumlah jam tatap muka pembelajaran yang kurang dan sarana prasarana yang tersedia seperti alat dan bahan yang digunakan untuk praktik kurang memadai dan jumlahnya tidak sesuai dengan siswa yang ada. Hasil pelaksanaan standar proses berdasarkan tingkat kelulusan siswa pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan sangat baik yaitu 86,99%, dengan  nilai rata-rata yang diperoleh adalah 81,56

    SintesisdanKarakterisasiNanopowder Eggshells (Serbuk Nano CangkangTelur) denganVariasiTemperatur Sintering

    No full text
    RINGKASAN   Mardi Utomo, Dwi. 2017.  SintesisdanKarakterisasiNanopowder Eggshells (Serbuk Nano CangkangTelur) denganVariasiTemperatur Sintering. Skripsi, Program StudiTeknikMesin, JurusanTeknikMesin, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D. (2) Dr. Sukarni, S.T., M.T.   Kata Kunci:Serbuknano, Karakterisasi, HidroksiapatitSintesis, TemperaturSintering.                              Karakterisasi fasa dan morfologi serbuk nano cangkang telur bertujuan untuk memperkecil ukuran butiran serbuk cangkang telur dari ukuran mikro menjadi ukuran nano. Bahan berupa  cangkang telur dariayam boiler dan aseton digiling menggunakan metode ball millingsetelahitu dilakukansintesis dengan variasi suhu sintering untuk mendapatkan hidroksiapatit yang akan digunakan sebagai implan tulang. Sintesis hidroksiapatit dilakukan dengan metode solid state dengan variasi suhu sintering seperti tanpa sintering (TS), 900, 1000, 1100 dan 1200⁰C selama 2 jam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakterisasi fisik (fasa dan morfologi permukaan) dan kandunganunsur cangkang telur ayam boiler yang telah dilakukansinteringdan dianalisis dengan menggunakan instrumen SEM (Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray) dan XRD (Difraksi Sinar-X) .                HAp (Hidroksiapatit) memilikiukuran kristal bervariasi diperoleh dengan karakterisasi fasa menggunakan XRD. Ukuran kristal EP-TS (eggshells powder tanpa sintering) dan sintering HAp pada suhu 900, 1000, 1100 dan 1200⁰C adalah 59,58; 59,58; 85.22; 83,47 dan 83,47 nm. Seluruh EP-TS menunjukkanmorfologi bongkahan yang tidak beraturan dan menunjukkan adanya aglomerasi. Suhu sintering sangat penting pada sintesis dan pembentukan HAp. Analisis SEM menunjukkan perubahan nanopowdereggshells dari butiran berbentuk batang, menjadi butiran berbentuk segitiga yang tidak beraturan. Setelah itu cenderung berubah menjadi butiran berbentuk bulat dengan aglomerasi berukuran nanometer dengan suhu sintering yang lebih tinggi. Analisis EDX menunjukkan adanya penurunan kandungan C dan O dan kenaikan kandungan Ca yang dihasilkan dari sintering pada suhu tinggi. Kandungan Ca yang lebih tinggi menunjukkan kemurnian hidroksiapatit yang semakin tinggi.Pembentukan awal hidroksiapatit diamati dari sampel yang dilakukansintering pada 900 ⁰C dan hidroksiapatit terbentuk sepenuhnya setelah 1200 ⁰C sintering

    PERANCANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATA KULIAH PERALATAN OTOMOTIF PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Agung, Bellinda Kurnia. 2016. Pengembangan Dan Penerapan Modul Pembelajaran Mata Kuliah Peralatan Otomotif Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd, (2) Drs. Ir  Eko Edi Purwanto, S.E, M.Pd, M.M.   Kata Kunci: penelitian pengembanganan, modul, peralatan otomotif. Universitas Negeri Malang merupakan salah satu universitas yang memiliki program studi Pendidikan Teknik Otomotif. Salah satu mata kuliah dasar dalam prodi ini adalah mata kuliah Peralatan Otomotif. Dan dalam praktiknya, diperlukan bahan ajar untuk mata kuliah Peralatan Otomotif yang mendukung dan mempermudah mahasiswa untuk belajar. Media pembelajaran yang telah ada dirasa kurang memadai untuk digunakan selama proses pembelajaran. Maka diperlukan solusi pemecahannya yaitu dengan mengembangkan media pembelajaran yang dapat membantu mahasiswa dan dosen dalam pelaksanaan pembelajaran. Modul adalah media pembelajaran yang dipilih untuk mengembangkan bahan ajar. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian pengembangan ini adalah sebagai berikut: (1) menghasilkan modul pembelajaran mata kuliah Peralatan Otomotif yang praktis dan efektif untuk mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Otomotif di Universitas Negeri Malang dan (2) mengetahui tingkat kelayakan modul pembelajaran mata kuliah Peralatan Otomotif  melalui uji coba kecil pada mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Otomotif di Universitas Negeri Malang yang telah mengikuti mata kuliah ini sebelumnya. Model penelitian pengembangan yang digunakan adalah model Borg dan Gall yang telah disederhanakan oleh Tim Puslitjaknov. Adapaun langkah-langkah pengembangannya adalah sebagai berikut: (1) analisis potensi dan masalah, (2) produk awal, (3) validasi ahli, (4) uji coba kecil dan (5) uji coba lapangan. Instrumen yang digunakan dalam penilaian produk pengembangan ini berupa angket untuk mengumpulkan data dari subjek validasi (validator) dan subjek uji coba (mahasiswa). Dari analisis data validasi kepada ahli materi menyatakan bahwa presentase nilai rata-rata yang diperoleh dari ahli materi adalah 92,5% dengan kriteria BAIK SEKALI. Dari analisis data validasi kepada ahli media menyatakan bahwa presentase nilai rata-rata yang diperoleh dari ahli modul adalah 89,7% dengan kriteria BAIK SEKALI. Dan dari uji coba kepada subjek uji coba menyatakan bahwa presentase nilai rata-rata yang diperoleh dari uji coba kepada mahasiswa adalah 92% dengan kriteria BAIK SEKALI

    Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Teknologi Dasar Otomotif (TDO) Kelas X Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) di SMK Negeri 2 Tulungagung

    No full text
    ABSTRAK   Zaky, Rizaldi. 2018. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Teknologi Dasar Otomotif (TDO) Kelas X Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) di SMK Negeri 2 Tulungagung. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd, (II) Drs. Partono, M.Pd   Kata Kunci: Problem Based Learning (PBL), Hasil Belajar. Pembelajaran di SMK bertujuan untuk menyiapkan siswa memasuki dunia kerja, sehingga diperlukan model pembelajaran yang sesuai dengan orientasi pada dunia kerja. Akan tetapi pada kenyataannya banyak ditemui permasalahan yang mengindikasikan masih belum optimalnya pembelajaran dalam membentuk pemahaman dan keterampilan siswa yang sesuai dengan dunia kerja. Berdasarkan hal tersebut, perlu digunakan model pembelajaran yang mampu membentuk kondisi belajar yang sesuai dengan kondisi dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji signifikansi perbedaan hasil belajar mata pelajaran Teknologi Dasar Otomotif antara kelompok siswa yang dikenakan  model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan kelompok siswa yang dikenakan model Pembelajaran Konvensional. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design. Desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mungkin mempengaruhi pelaksanaan eksperimen. Quasi Experimental Design, digunakan karena pada kenyataannya sulit mendapatkan kelompok kontrol yang digunakan untuk penelitian. Dalam penelitian ini, pengaruh adanya treatment dianalisis dengan uji beda rerata menggunakan statistik t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar mata pelajaran Teknologi Dasar Otomotif siswa yang menggunakan model Problem Based Learning (PBL) lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang menggunakan model Pembelajaran Konvensional. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa yang dikenai model Problem Based Learning (PBL) sebesar 79,43, dan rata-rata hasil belajar siswa yang dikenai model Pembelajaran Konvensional sebesar 67,86. Nilai tertinggi yang didapatkan pada kelas yang dikenai model Problem Based Learning (PBL) sebesar 95 dan yang terendah sebesar 50, sedangakan nilai tertinggi yang didapatkan pada kelas yang dikenai model Pembelajaran Konvensional sebesar 90 dan yang terendah sebesar 40

    Kesiapan Technological Pedagogical Content Knowledge Calon Guru Bidang Teknik di Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian bertujuan untuk mengetahui kesiapan technological pedagogical content knowledge calon guru bidang teknik di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini juga bertujuan untuk melihat sejauh mana pengetahuan tentang TPACK yang ada pada calon guru bidang pendidikan di fakultas teknik. Pendidikan calon guru di fakultas teknik diharapkan menjadi guru yang terampil mengajar efektif, menguasai materi dalam bidangnya dan mampu memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa calon guru bidang teknik angkatan 2014 sejumlah 190 mahasiswa yang berasal dari tujuhprogram studi, yaitu: S1 Pendidikan Teknik Mesin, S1 Pendidikan Teknik Otomotif, S1 Pendidikan Teknik Bangunan, S1 Pendidikan Teknik Elektro, S1 Pendidikan Teknik Industri, S1 Pendidikan Tata Busana dan S1 Pendidikan Tata Boga. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket secara online dan wawancara tidak terstruktur. Hasil data angket yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas menggunakan analisis data statistik deskriptif. Hasil penelitian yang telah dilakukan kepada mahasiswa calon guru bidang teknik di Universitas Negeri Malang diperoleh: kesiapan technological knowledge dalam kategori baik (42%), kesiapan pedagogical knowledge dalam kategori cukup (34%), content knowledge dalam kategori baik (46%), kesiapan technological content knowledge dalam kategori sangat baik (43%), kesiapan pedagogical content knowledge dalam kategori baik (43%), kesiapan technological pedagogical knowledge dalam kategori baik (40%), dan kesiapan technological pedagogical content knowledge dalam kategori cukup (49%). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa dari ketujuh item yang terdapat pada TPACK calon guru masih perlu ditingkatkan pada beberapa aspek penguasaan materi dalam pembelajaran, pedagogik dan teknologi

    ANALISIS KEKERASAN DAN FASA DIFRAKSI BAJA ST 70 DENGAN VARIASI SUHU STRESS RELIEF ANNEALING PADA PROSES POST WELD HEAT TREATMENT

    No full text
    ABSTRAK   Prastya, Whina. 2017. Analisis Kekerasan dan Fasa Difraksi Baja ST 70 Dengan Variasi Suhu Stress Relief Annealing Pada Proses Post Weld Heat Treatment. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Rr. Poppy Puspitasari, M.T., Ph. D, (II) Wahono, Drs., S.ST., M.Pd.   Kata kunci : Baja ST 70, X-Ray Diffraction, Stress Relief Annealing, Post Weld Heat Treatment. Baja karbon sedang mempunyai kekuatan diatas baja karbon rendah dan mempunyai kualitas perlakuan panas yang baik. Baja ini dapat dilas dengan las busur listrik elektroda terlindungi dan untuk memperoleh hasil yang baik maka dapat dilakukan proses post weld heat treatment (PWHT). Salah satu perlakuan panas yang dapat diterapkan pada post weld heat treatment adalah stress relief annealing yaitu merupakan jenis perlakuan panas untuk membebaskan tegangan yang ada di dalam material untuk menghindari pembentukan retakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kekerasan dan fasa baja ST 70 hasil pengelasan dengan variasi suhu stress relief annealing pada suhu 600°C, 650°C, dan 700°C pada daerah weld metal dan heat affected zone, maka pengujian yang digunakan adalah micro vickers hardness dan X-Ray Diffraction. Penelitian ini merupakan penelitian jenis eksperimental laboratorium dalam bentuk deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Adapun rancangan penelitian yang dipakai adalah The One-Shot Case Study. Agar mendapat hasil penelitian yang tepat dan akurat maka mekanisme yang digunakan harus disusun secara baik dan berurutan. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan bahwa tanpa proses post weld heat treatment kekerasan pada daerah heat affected zone sebesar 311,8 HV dan pada daerah weld metal sebesar 329 HV. Kekerasan menurun secara drastis setelah proses stress relief annealing pada suhu 700°C yaitu menjadi sebesar 138,6 HV pada daerah heat affected zone dan sebesar 187,7 HV pada daerah weld metal. Sedangkan dari hasil analisis fasa difraksi pada daerah heat affected zone perkembangan ukuran butir naik secara teratur seiring dengan pertambahan suhu pada proses stress relief annealing. Ukuran butir terkecil adalah pada daerah heat affected zone tanpa proses post weld heat treatment yaitu 24,27 nm, sedangkan ukuran butir terbesar adalah pada daerah heat affected zone setelah proses stress relief annealing pada suhu 700°C yaitu 36,37 nm

    Analisis Karakteristik Sisi Potong (Sheared Edge) Pembuatan Lubang Produk Keychain Cranioplasty Plate Pada Proses Punching Menggunakan Metode Elemen Hingga

    No full text
    RINGKASAN Proses punching merupakan salah satu jenis proses pemotongan(cutting) dengan cara memberi perlakuan tekan pada benda kerja sampai melewati batas elastis dari material. Dalam proses punching untuk mendapatkan karakteristik sisi potong yang halus pada proses punching perlu diperhatikan desain blanking dies, desain blanking punch, pemilihan material, ketebalan material, dimensi material, jarak antara die dan punch(clearance). Keychain cranioplasty plate merupakan salah satu jenis plat implan yang digunakan di bagian wajah. Pada penelitian menggunakan metode elemen hingga menghasilkan solusi sehingga dapat mengurangi penelitian eksperimen dan tidak membutuhkan biaya yang mahal. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi proses punching pembuatan produk keychain cranioplasty plate untuk menghasilkan karakteristik sisi potong yang baik. Optimasi proses punching dalam simulasi dilakukan dengan memberi variasi clearance dan variasi bentuk pisau tool punch. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan metode elemen hingga dengan bantuan software ANSYS Explicit Dynamic. Dalam proses punching nilai kecepatan tumbukan yang digunakan sebesar 2600 mm/min. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa clearance dan bentuk pisau tool punch dapat mempengaruhi dalam proses punching untuk mendapatkan karakteristik sisi potong yang baik. Dari hasil penelitian dengan memberi variasi clearance semakin besar dan semakin kecil nilai clearance hasil karakteristik sisi potong akan kasar. Karakteristik sisi potong yang halus berada pada clearance 2,5 % untuk pembuatan lubang produk keychain cranioplaty plate. Pada bentuk pisau tool punch, bentuk pisau tool punch flat memiliki hasil karakteristik sisi potong yag baik. Sedangkan pada bentuk pisau tool punch dengan memberi fillet atau champhered semakin besar nilai radius hasil karakteristik sisi potong akan semakin kasar atau tidak baik

    PENGARUH HASIL SANDBLASTING MENGGUNAKAN VARIASI TEKANAN PENYEMPROTAN DAN UKURAN PASIR TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN DAN LAJU KOROSI STAINLESS STEEL 304

    No full text
    RINGKASAN Huda, Robby Miftakhul. 2018. Pengaruh Hasil Sandblasting Menggunakan Variasi  Tekanan Penyemprotan Dan Ukuran Pasir Terhadap Kekasaran Permukaan Dan Laju Korosi Stainless Steel 304. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Aminnudin, S. T ., M. T., (II) Yanuar Rohmat Aji Pradana , S. T., M. T., M.Sc.   Kata Kunci: Sandblasting, Surface Treatment, Tekanan Penyemprotan, Ukuran Mesh, Kekasaran Permukaan, Laju Korosi. Sandblasting merupakan proses yang dilakukan untuk membersihkan dan merubah kekasaran permukaan suatu material. Proses ini umumnya dilakukan sebelum melakukan proses pelapisan permukaan material dengan tujuan untuk meningkatkan daya rekat lapisan pada permukaan material yang dilapisi. Sandblasting dilakukan dengan menyemprotkan material yang bersifat abrasive  berupa pasir kulonprogo dengan tekanan relatif tinggi pada suatu permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari kekasaran permukaan sesuai standar ASTM G7127-13 dan laju korosi sesuai standar ASTM G 31-72 setelah mengalami proses sandblasting dengan variasi tekanan penyemprotan dan ukuran mesh. Variasi tekanan yang digunakan adalah 4; 4,4 dan 4,7 bar sesuai standar ASTM D4264 . Variasi ukuran mesh yang digunakan adalah mesh 40, mesh 60 dan mesh 80 sesuai standar ASTM E136. Variable kontrol yang digunakan yaitu jarak penyemprotan 10 cm, sudut penyemprotan 90°, dan waktu penyemprotan 7 detik. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa variasi tekanan penyemprotan dan ukuran mesh mempengaruhi hasil kekasaran permukaan dan laju korosi pada proses sandblasting. Kekasaran permukaan tertinggi terjadi pada tekanan 4,7 bar dengan mesh 40 sebesar 2,186667 µm dan kekasaran permukaan terendah terjadi pada tekanan 4 bar dengan mesh 80 sebesar 1,606667 µm. Laju korosi tertinggi terjadi pada tekanan 4,7 bar dengan mesh 40 menghasilkan nilai korosi sebesar 0,00282 µm/y. Sedangkan laju korosi terendah terjadi pada tekanan 4,bar dengan mesh 80 menghasilkan nilai korosi sebesar 0,001919 µm/y. SUMMARY Huda, Robby Miftakhul. 2018. “Effect of Sandblasting Results Using Spraying Pressure and Sand Size Variations on Surface Roughness and 304 Stainless Steel Corrosion Rate”. Thesis. Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisor: (I) Dr. Aminnudin, S. T., M. T., (II) Yanuar Rohmat Aji Pradana, S.T., M.T., M.Sc Keywords: Sandblasting, Surface Treatment, Spraying Pressure Variations, Mesh Size Variations, Surface Roughness, Corrosion Rate. Sandblasting is a process carried out to clean and modify the surface roughness of a material. This process is generally applied before conducting the surface coating process of the material in order to increase the adhesion of the coating on the surface of the substrate . Sandblasting is done by spraying abrasive material in the form of Kulonprogo sand with a relatively high pressure on a surface. This study aims to determine surface roughness and corrosion rates of stainless steel 304 plates. After undergoing a sandblasting process using Kulonprogo sand with variations in spray pressure and mesh size. Based on ASTM G7127-13 and ASTM 31-72 standards, respectively. The pressure variations used ware 4; 4.4 and 4.7 bar according to the standard ASTM D4264. The mesh size variations of 40, mesh 60 and mesh 80 were used according to the standard ASTM E136. The sandblasting was done at 10 cm of spraying distance, 90 ° of spraying angle, and 7° seconds of spraying time The results of this study indicate that variations in spray pressure and mesh size significanty affect the results of surface roughness and corrosion rate in the sandblasting process. The highest surface roughness reached at a pressure of 4.7 bar with mesh 40 of 2.186667 µm and the lowest surface roughness observed at sample blasted at a pressure of 4 bars with mesh 80 of 1.606667 µm. The highest corrosion rate occurred at a pressure of 4.7 bar with mesh 40 producing the corrosion rate of 0.00282 µm/y. On the other hand, the lowest corrosion rate occured at pressure 4 bar with mesh of 80 producing the corrosion rate of 0.001919 µm/y

    0

    full texts

    1,608

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇