SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    Kinetika Pembakaran Campuran Batubara dan Eceng Gondok 9:1 dan 8:2 Dengan Variasi Heating Rate Menggunakan Thermogravimetric.

    No full text
    RINGKASAN Batubara merupakan salah satu bahan bakar fosil yang melimpah di Indonesia. Meskipun tersedia melimpah akan tetapi batubara tidak sepenuhnya bisa langsung digunakan karna terdapat banyak kelemahan, diantaranya menyebabkan pencemaran lingkungan dan air, serta polusi berupa racun dalam udara (radikal bebas).  Bahan bakar fosil juga meningkatkan efek buruk pada pemanasan global. Serta yang paling menghawatirkan adalah bahwa batubara tersebut merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dan ketersediannya yang makin menipis. Eceng gondok menjadi salah satu solusi sebagai campuran pada bahan bakar fosil.  Eceng gondok (Eichhornia crassipes) merupakan salah satu biomassa yang melimpah di Indonesia dan penggunaannya belum maksimal serta sering dianggap sebagai gulma perairan. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai campuran batubara dan eceng gondok sebagai bahan bakar alternatif terbarukan dilihat dari uji termogravimetrik. Pengujian termogravimetrik menggunakan alat Thermal Analyzer dengan berat sampel 10 mg, flowrate 100ml/min, range temperature 25-1000 °C dan variasi laju pemanasan 10, 20, 30 dan 40 °C/min menggunakan 2 sampel campuran dengan  komposisi 9:1 dan 8:2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dekomposisi pembakaran. Pengujian thermogravimetrik bertujuan untuk mengetahui perubahan massa dan laju penurunan massa terhadap temperatur dan waktu. Hasil dekomposisi akan menghasilkan suatu energi aktivasi dan parameter termodinamika. Pada proses pembakaran campuran batubara dan eceng gondok terdekomposisi menjadi 4 tahap. Tahap pertama merupakan tahap pelepasan kadar air, tahap kedua merupakan tahap pelepasan volatil, dan tahap ketiga merupakan tahap pembakaran arang hingga tersisa abu pada tahap keempat. Dalam penelitian ini campuran batubara dan eceng gondok yang direkomendasikan adalah campuran 8:2 karena nilai energi aktivasi yang didapat dari metode perhitungan yang dilakukan memiliki nilai yang lebih kecil yang menandakan reaksi pembakaran dapat terjadi lebih cepat. Selain itu pada campuran batubara dan eceng gondok 8:2 memiliki nilai A, ∆H, ∆S yang lebih rendah, dan nilai ∆G yang lebih tinggi jika dibanding pada campuran 9:1. Hal tersebut mengindikasikan bahwa campuran 8:2 memiliki ikatan yang lebih simpel untuk terurai dan juga reaksi yang terjadi pada reaksi ini lebih dekat menuju ke kesetimbangan termodinamika, akan tetapi pada campuran ini masih banyak menyisakan sisa karbon yang tidak terbakar

    analisis ketangguhan dan morfologi patahan ferro casting ductile (FCD) pada proses two step austemper dengan variasi waktu austemper I

    No full text
    ABSTRACT   Ferro Casting Ductile (FCD) merupakan besi cor yang mengandung grafit bulat. Besi cor grafit bulat banyak sekali digunakan sebagai komponen otomotif. Untuk meningkatkan ketangguhan dari FCD bisa di lakukan dengan proses austempering. Variasi waktu austemper I yang digunakan adalah 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui nilai ketangguhan ferro casting ductile (FCD) pada proses two step austemper dengan variasi waktu austemper I selama 5 menit. (2) Mengetahui nilai ketangguhan ferro casting ductile (FCD) pada proses two step austemper dengan variasi waktu austemper I selama 10 menit. (3) Mengetahuinilai ketangguhan ferro casting ductile (FCD) pada proses two step austemper dengan variasi waktu austemper I selama 15 menit. (4) Mengetahui morfologi patahan ferro casting ductile (FCD) pada proses two step austemper dengan variasi waktu austemper I selama 5 menit. (5) Mengetahui morfologi patahan ferro casting ductile (FCD) pada proses two step austemper dengan variasi waktu austemper I selama 10 menit. (6) Mengetahui morfologi patahan ferro casting ductile (FCD) pada proses two step austemper dengan variasi waktu austemper I selama 15 menit. Metode dalam penelitian yang digunakan menggunakan metode penelitian eksperimental yang menggunakan model penelitian the one-shot case study. Hasil ketangguhan FCD pada proses two step austemper dengan variasi waktu austemper I meningkat. Peningkatan ini bisa dilihat dari perubahan nilai ketangguhan dari waktu austemper I selama 5 menit, 10 menit, dan 15 menit. Nilai rerata kekerasan pada proses two step austemper dengan waktu austemper I selama 5 menit adalah 0,0049 Joule/mm2, selama 10 menit adalah 0,0080 Joule/mm2, dan selama 15 menit adalah 0,0086 Joule/mm2. Hal ini disebabkan karena semakin lama waktu austemper I maka ferit yang terbentuk semakin sedikit ferit yang terbentuk sehingga ketangguhannya meningkat

    Analisis Kepuasan Mahasiswa Otomotif terhadap Pelayanan Bengkel Praktik Otomotif di Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRACT   Adhika, Vidya Narasya Rupa. 2017.Analisis Kepuasan Mahasiswa Otomotif terhadap Pelayanan Bengkel Praktik Otomotif di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yoto, S.T, M.M, M.Pd. (II) Drs. Paryono, S.T., M.T.   Kata Kunci: kepuasan, otomotif, pelayanan, bengkel praktik.   Laboratorium yang baik adalah suatu ruangan untuk kegiatan praktik atau penelitian yang ditunjang oleh peralatan dan infrastruktur laboratorium lengkap. Semua kegiatan di laboratorium memerlukan administrasi yang teratur dan terorganisir, sehingga laboratorium dapat ditata dan berfungsi secara optimal. Perencanaan tata letak merupakan langkah utama dalam perencanaan fasilitas yang bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem produksi yang efisien dan efektif sehingga dapat tercapainya suatu proses produksi dengan biaya yang paling ekonomis dan proses kegiatan yang terkendali dengan baik.  Pengelolaan tata ruang yang baik tidak hanya memberikan manfaat untuk produk yang dihasilkan akan tetapi juga baik untuk keamanan dan keselamatan pengguna ruangan.Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Mengetahui persepsi mahasiswa otomotif terhadap kuantitas peralatan/mesin-mesin bengkel praktik otomotif di Universitas Negeri Malang, 2) Mengetahui persepsi mahasiswa otomotif terhadap kualitas peralatan/mesin-mesin bengkel praktik otomotif di Universitas Negeri Malang, 3)Mengetahui persepsi mahasiswa otomotif terhadap kualitas pelayanan bengkel praktik otomotif di Universitas Negeri Malang, 4) Mendeskripsikan tingkat kepuasan mahasiswa otomotif terhadap pelayanan bengkel praktik otomotif di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu survey deskriptif. Penelitian ini mengambil 25% dari 333 mahasiswa otomotif Universitas Negeri Malang yaitu 87 mahasiswa. Analisa diawali dengan perhitungan panjang kelas interval yang diperoleh pada pengukurankuantitas peralatan, kedua melakukan pengukuran kualiatas peralatan, ketiga melakukan pengukurankualiatas pelayanan, dan ke empat pengukuran kepuasan mahasiswa pada bengkel praktik otomotif di Universitas Negeri Malang. Hasil dari penelitian ini yaitu 1)tingkat persepsi mahasiswa terhadap kuantitas peralatan bengkel praktik yang sangat cukup berjumlah 1 orang (1%), cukup berjumlah 42 orang (48%), kurang cukup berjumlah 41 orang (47%) dan tidak cukup 3 orang (4%). Dari beberapa kategori dapat diketahui sebagian besar persepsi mahasiswa terhadap kuantitas peralatan bengkel praktik di Universitas Negeri Malang terbilang cukup; 2) tingkat persepsi mahasiswa terhadap kualitas peralatan bengkel praktik yang baik berjumlah 2 orang (2%), cukup baik berjumlah 39 orang (45%), kurang baik berjumlah 40 orang (46%) dan tidak baik 6 orang (7%). Dari beberapa kategori dapat diketahui sebagian besar persepsi mahasiswa terhadap kualitas peralatan bengkel praktik di Universitas Negeri Malang kurang baik; 3) diperoleh tingkat persepsi mahasiswa terhadap kualitas pelayanan bengkel praktik yang baik berjumlah 2 orang (2%), cukup baik berjumlah 46 orang (53%), kurang baik berjumlah 31 orang (36%) dan tidak baik 8 orang (9%). Dari kategoritersebut dapat diketahui sebagian besar persepsi mahasiswa terhadap kualitas pelayanan bengkel praktik di Universitas Negeri Malang cukup baik; dan 4) tingkat persepsi kepuasan mahasiswa bengkel praktik yang memuaskan berjumlah 1 orang (1%), cukup memuaskan berjumlah 35 orang (40%), kurang memuaskan berjumlah 47 orang (54%) dan tidak memuaskan 4 orang (5%). Dari beberapa kategori dapat diketahui sebagian besar persepsi mahasiswa terhadap kepuasan mahasiswa bengkel praktik di Universitas Negeri Malang kurang memuaskan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat dikemukakan saran-saran yang nantinya dapat menjadikan bahan pertimbangan sebagai berikut: (1) Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan referensi dan masukan untuk memperdalam pengetahuan dan rujukan dalam mendalami kajian tentang pentingnya kepuasan mahasiswa; (2)dapat menjadi evaluasi dan motivasi untuk Jajaran fungsionaris jurusan (dosen dan karyawan Jurusan Teknik Mesin FT UM) dalam meningkatkan kinerja pelayanan yang diberikan kepada mahasiswa; dan (3)Untuk peneliti lain yang akan melakukan penelitian yang sama terkait dengan kepuasan terhadap bengkel praktik otomotif, lebih baik jika menambah atau mengganti variabel diluar penelitian ini

    MODEL PRAKTIK KERJA LAPANGAN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK NEGERI 11 MALANG

    No full text
    ABSTRACT   Devitasari, Mega, Ayu. 2017. Model Praktik Kerja Lapangan Untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di SMK Negeri 11 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Yoto, S.T., M.M.,M.Pd., (2) Dr. Agus Sholah, M.Pd.   Kata Kunci: praktik kerja lapangan, teknik kendaraan ringan otomotif, SMK   Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting yang dapat berpengaruh pada sumber daya manusia karena manfaat dari adanya pendidikan adalah untuk mempersiapkan sumber daya manusia agar lebih maju dan berkembang. Salah satu upaya pemerintah pendidikan untuk mewujudkan itu semua adalah dengan adanya program praktik kerja lapangan yang dikhususkan bagi siswa sekolah menengah kejuruan. Tujuan utama praktik kerja lapangan adalah untuk membekali siswa agar siap menjadi tenaga kerja yang berkompeten di bidangnya dan mempersiapkan siswa agar dapat memenuhi kebutuhan dunia kerja. Model pelaksanaan atau proses pelaksanaan menjadi penting dalam mencapai tujuan tersebut, terlebih lagi sistem kurikulum pendidikan di Indonesia sudah menjalankan kurikulum 2013 yang menetapkan bahwa praktik kerja lapangan dilaksanakan selama 3 bulan atau dengan 3 hari mengikuti pembelajaran di sekolah dan 3 hari melaksanakan praktik kerja lapangan di industri. Berbeda dengan SMK Negeri 11 Malang yang telah menjalankan sistem kurikulum 2013, tetapi pelaksanaan praktik kerja lapangan dilaksanakan selama 1 semester atau 6 bulan, khususnya pada kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan otomotif. Maka, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui model praktik kerja lapangan yang dilaksanakan oleh SMK Negeri 11 Malang khususnya pada kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan otomotif mulai dari persiapan hingga evaluasi yang dilakukan dan dengan faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan praktik kerja lapangan. Rancangan penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu untuk memaparkan data hasil penelitian dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 11 Malang yang sumber datanya adalah dari pihak sekolah dan industri. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi yang akan diabsahkan dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik pengambilan data. Hasil penelitian menunjukkan: (1) persiapan sekolah untuk pelaksanaan praktik kerja lapangan siswa teknik kendaraan ringan otomotif ditugaskan kepada humas yang nantinya humas akan menangani segala yang dibutuhkan dalam praktik kerja lapangan hingga evaluasi. Mulai dari persiapan sekolah sendiri dengan menjalin kerjasama dengan industri dan membuat jadwal untuk kegiatan sebelum siswa praktik kera lapangan hingga selesai praktik kerja lapangan, menyiapkan siswa untuk dapat memenuhi persyaratan praktik kerja lapangan dengan menyelesaikan modul mata pelajaran normatif dan adaptif, menyiapkan guru pembimbing dengan memberikan sosialisasi mengenai tanggungjawabnya,  menyiapkan adminitrasi yang dibutuhkan, hingga pelaksanaan pembekalan siswa kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan otomotif yang melalui pembekalan umum dan pembekalan kompetensi; (2) model pelaksanaan yang dilakukan untuk praktik kerja lapangan siswa teknik kendaraan ringan otomotif dari jangka waktu yang dilakukan selama 1 semester (6 bulan) dengan pembagian di 1 bulan pertama dilakukan untuk pembekalan dan mengerjakan modul mata pelajaran normatif dan adaptif dan selanjutnya melakukan praktik kerja lapangan di industri. Alasan sekolah tidak menerapkan waktu yang ditetapkan oleh kurikulum 2013 khususnya pada kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan otomotif karena sekolah ingin siswa teknik kendaraan ringan otomotif memiliki pengetahuan yang matang tentang dunia kerja yang sebenarnya dan benar-benar menguasai kompetensi yang diharapkan, monitoring yang wajib dilakukan guru pembimbing adalah 1 bulan sekali dengan mmengunjungi siswa praktik kerja lapangan di industri dengan bertemu dan menanyakan perkembangan siswa kepada pembimbing dari industri; (3) evaluasi yang dilakukan sekolah dengan proses evaluasi mulai dari saran dan kritik dari pihak industri dan masukan dari guru pembimbing,melaksanakan penilaian untuk siswa yang diberikan oleh pembimbing eksternal (dari industri) mengenai nilai kompetensi dan berdasarkan patokan nilai yang diberi oleh sekolah agar pembimbing eksternal mudah dalam menilai serta penilaian dari pembimbing internal (dari sekolah) yang menilai tentang sikap, karakter, dan hasil laporan yang telah dibuat oleh siswa setelah menjalankan praktik kerja lapangan, memberikan sertifikat kepada siswa yang dibuat oleh sekolah dengan disertai nama industri, logo, tanda tangan, dan stempel pada sertifikat tersebut, tujuannya adalah untuk bukti bahwa siswa teknik kendaraan ringan otomotif telah melaksanakan praktik kerja lapangan. Saran dalam skripsi ini adalah: (1) SMKN 11 Malang hendaknya menambah kerjasama dengan industri terutama dalam bidang yang bersangkutan dengan teknik kendaraan ringan otomotif; (2) industri hendaknya lebih memperhatikan dunia pendidikan, khusunya dalam bidang PKL untuk SMK pada kompetensi keahlian TKRO agar lulusan yang dihasilkan sesuai dengan kriteria industri yang sebenarnya; (3) diharapkan dapat membantu menjembatani industri dengan SMK untuk menjalin kerjasama; (4) hasil penelitian yang dilakukan pasti masih ada kekurangan, harapan untuk peneliti selanjutnya dapat melengkapi kekurangan yang ada pada penelitian ini agar model pelaksanaan praktik kerja lapangan pada kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan otomotif di SMK Negeri 11 Malang khususnya bisa lebih baik lagi

    Struktur Gerak Tari Glipang Rodat di Desa Jarit Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang

    No full text
    ABSTRAK   Anggraeni, Novia, Tri, 2017. Struktur Gerak Tari Glipang Rodat di Desa Jarit Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ninik Harini, M.Sn (II) Kelik Desta Rahmanto, S.Sn, M.Pd   Kata Kunci : Struktur Gerak, Tari Glipang Rodat, Kabupaten Lumajang   Tari Glipang Rodat merupakan salah satu tarian khas Kabupaten Lumajang. Keunikan gerak pada tari Glipang Rodat yaitu menggunakan gerak pencak silat dan tidak terdapat gerak menggoyang pinggul karena pada tarian ini disesuaikan dengan musik iringan islami. Tari Glipang Rodat dibawakan oleh penari perempuan. Pemahaman masyarakat umum khususnya masyarakat Lumajang terhadap Tari Glipang Rodat masih kurang. Berdasarkan latar belakang di atas, maka diperlukan pembahasan mengenai struktur gerak tari Glipang Rodat. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan struktur gerak tari Glipang Rodat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data, tahap reduksi, tahap penyajian data, serta tahap penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber, dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menjelaskan bahwa struktur gerak tari Glipang rodat terdiri dari unsur gerak, motif gerak, frase gerak, kalimat gerak dan paragraf gerak. Unsur gerak terdiri dari unsur gerak kepala, tangan, badan, dan kaki. Unsur gerak kepala terdiri dari sikap tegak, toleh kiri, toleh kanan, dan toleh pojok. Unsur gerak tangan terdiri dari unsur gerak, yaitu hormat, tumpang tarik, tunjuk malangkerik, malangkerik, tunjuk siku, tunjuk ngadeg, tarik nggegem, nggegem ngarep mburi, tumpang nggegem, dorong nggegem, nggegem siku, tunjuk depan, dan nggenggem kanan kiri. Unsur gerak badan terdiri dari mapan ngadeg, tegak mojok, miring ngarep, miring mburi, dan puter kanan. Unsur gerak kaki yang terdiri dari 10 (sepuluh), yaitu mapan, junjung, napak, doyong ngarep, gejug gajul pojok, gejug gajul depan, gejug belakang, mendak silang, jalan pojok, buka’an. Motif gerak yang terdapat dalam tari Glipang Rodat dibedakan menjadi dua, yaitu motif gerak statis dan motif gerak dinamis. Motif gerak statis terdiri dari gerak penghormatan, junjungan, malangkerik mojok, tunjuk tarik depan, nggegeman, junjung mburi, tunjuk depan siku, dorong atas, hormat pojok, dan ukelan. Motif gerak dinamis terdiri dari gerak tarik hormat, tunjuk tarik nggegem, tunjuk belakang, puter junjungan, puter junjung nggegem, sikutan kanan, sikutan kiri, tarikan kanan, dan tarikan kiri. Ragam gerak dalam tari Glipang Rodat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu ragam gerak inti dan ragam gerak penghubung. Paragraf gerak tari Glipang Rodat terdiri dari bagian pembuka, inti, dan penutup. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar masyarakat Desa Jarit Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang memunculkan rasa cinta terhadap kesenian khas Kabupaten Lumajang dan mengenal serta bangga dengan keberadaan tari Glipang Rodat sebagai seni tradisi yang wajib untuk dilestarika

    pengaruh natural aging terhadap kekerasan pada Al-Si-Mg

    No full text
    ABSTRAK Harianto, Joni. 2017. Pengaruh Natural Aging terhadap Kekerasan pada Paduan Al-Si-Mg. Skripsi, Jurusan Tenik Mesin, Fakultas Tenik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Drs. Wahono, S.ST, M.Pd., (II) Prof. Dr. Waras, M.Pd. Kata Kunci : perlakuan panas, natrual aging, kekerasan, paduan Al-Si-Mg Aplikasi paduan Al-Si-Mg sangat beragam diantaranya digunakan untuk sparepart kendaraan bermotor dan digunakan untuk paku keling pada pesawat. Perlakuan panas adalah salah satu proses untuk merubah struktur logam dengan cara memanaskan spesimen pada tungku pada suhu tertentu kemudian didingikan.Natural aging adalah proses penuaan yang dilakuan pada paduan aluminium pada keadaan dingin atau mengunakan suhu kamar.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh natural aging terhadap tingkat kekerasan paduan Al-Si-Mg. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen menggunakan analisis statistik korelasi komparatif. Berdasarkan permasalahan yang diteliti, maka penelitian ini berusaha untuk menemukan ada tidaknya pengaruh perlakuan panas natural aging terhadap kekerasan pada paduan Al-Si-Mg. Hasil penelitian nilai kekerasan mengunakan alat uji kekerasan Brinell pada spesimen paduan Al-Si-Mg seri 6061 tanpa perlakuan panas memiliki nilai rata-rata kekerasan sebesar 71,0251 HBN. Spesimen yang telah melalui proses perlakuan panas dengan suhu 550 ºC kemudian diquenhing dengan media air es dengan suhu -10 ºC memiliki rata-rata nilai kekerasan sebesar 37,6709 HBN. Spesimen yang telah melalui proses perlakuan panasnatural aging selama 2 hari memiliki rata-rata nilai kekerasan sebesar 43,36363 HBN.Spesimen yang telah melalui proses perlakuan panas natural aging selama 4 hari memiliki rata-rata nilai kekerasan sebesar 63,6049 HBN.Spesimen yang telah melalui proses perlakuan panasnatural aging selama 6 hari memiliki rata-rata nilai kekerasan sebesar 85,1314 HBN. Dari hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa terdapat perbedaan nilai kekerasan pada permukaan paduan Al-Si-Mg antara sebelum dan setelah melalui proses perlakuan panas dengan variasi waktu natural aging. Sehingga dapat disimpulkan bahwa natural aging berpengaruh terhadap kekerasan pada paduan Al-Si-Mg.

    Analisis Kekuatan Tarik dan Morfologi Patahan pada Aluminium Paduan AlSiMg dengan Variasi Perlakuan Artificial Aging.

    No full text
    Analisis kekuatan tarik dan morfologi patahan pada paduan aluminium AlSiMg bertujuan untuk melihat apakah terjadi perubahan sifat mekanik pada paduan lauminium paduan AlSiMg setelah diberi perlakuan artificial aging dengan variasi suhu selama 6 jam. Perlakuan artificial aging dilakukan setelah material diberi perlakuan heat treatment dan quenching. Proses artificial aging dilakukan dengan memanaskan kembali material dengan variasi suhu 120oC, 150oC, dan 180oC dan dengan waktu holding time selama 6 jam. Material uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah paduan aluminium AlSiMg yang dibentuk sesuai standar ASTM E8/E8M untuk pengujian kekuatan tarik menggunakan alat Tensile Test. Uji struktur mikro pada penelitian ini mengunakan alat optical lense yang bertujuan untuk melihat apakah terdapat presipitat pada paduan aluminum AlSiMg setelah diberi perlakuan artificial aging dengan variasi suhu dan holding time selama 6 jam. Uji morfologi patahan pada penelitian ini menggunakan material hasil dari pengujian kekuatan tarik. Pada penelitian uji morfologi patahan menggunakan alat uji kamera DSLR untuk mendapatkan foto makro dan menggunakan alat uji SEM untuk mendapatkan foto mikro. Hasil penelitian menunjukan bahwa memberi perlakuan artificial aging dengan suhu 120oC, 150oC,180oC memberi perubahan pada tingkat keuletan serta UTS pada paduan aluminium AlSiMg. Tingkat keuletan tertinggi terjadi pada suhu 150oC dengan nilai 47,263% dan nilai UTS tertinggi terjadi pada suhu 180oC yaitu 62,267 Kgf/mm2. Nilai UTS pada suhu 180oC merupakan nilai tertinggi dibandingkan suhu yang lainnya namun tidak lebih tinggi dibandingkan dengan raw material dengan nilai 73,688 Kgf/mm2. Hasil pengujian struktur mikro yang telah dilakukan diperoleh hasil, bahwa dengan memberi perlakuan artificial aging  pada suhu 120oC, 150oC,180oC serta raw material terlihat adanya presipitat yang semakin banyak dan berdekatan. Untuk hasil uji morfologi patahan untuk setiap suhu terlihat adanya cone dan cup serta sheerlips yang menandakan patahan pada paduan AlSiMg merupakan patah ulet. Patah ulet juga terlihat pada hasil uji morfologi patahan dengan menggunakan SEM yaitu dengan adanya dimple yang terlihat mendominasi pada alluminium paduan AlSiMg

    HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG KEAKTIFANNYA DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR OVERHOUL ENGINE SISWA KELAS X TEKNIK KENDARAAN RINGAN OTOMOTIF DI SMK PGRI 3 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Pangestu, Widodo. 2017. Hubungan Persepsi Siswa Tentang Keaktifannya  dalam Kegiatan Ekstrakurikuler dan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Overhoul Engine Siswa Kelas X Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di SMK PGRI 3 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd.(II) Drs. H. Agus Sholah, M.Pd.    Kata Kunci : keaktifan siswa, kegiatan ekstrakurikuler, motivasi belajar, hasil belajar   Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di sekolah maupun di luar sekolah dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan berbagai mata pelajaran, menyalurkan bakat serta melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hubungan antara keaktifan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dengan hasil belajar Overhoul Engine siswa kelas X TKRO di SMK PGRI 3 Malang. (2) mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar Overhoul Engine siswa kelas X TKRO di SMK PGRI 3 Malang. (3) mengetahui hubungan antara keaktifan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan motivasi belajar dengan hasil belajar Overhoul Engine siswa kelas X TKRO di SMK PGRI 3 Malang. Keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran adalah keterlibatkan intelektual dan emosional siswa melalui asimilasi, dan akomodasi kognitif dalam membentuk keterampilan (motorik, kognitif dan sosial) serta nilai-nilai dalam pembentukan sikap. Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak psikis dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar menjamin kelangsungan belajar itu demi mencapai suatu tujuan. Hasil belajar adalah pencapaian bentuk perubahan perilaku yang cenderung menetap dari ranah kognitif, afektif dan psikomotorik dari proses belajar yang dilakukan dalam waktu tertentu. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelasional. Penelitian ini dilakukan di SMK PGRI 3 Malang dengan menggunakan dua kelas yakni kelas X TKRA dengan jumlah 33 siswa dan kelas X TKRB dengan jumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dalam bentuk tes pilihan ganda. Data angket dianalisis dengan uji normalitas dan uji linieritas, kemudian dilanjutkan dengan uji hipotesis dengan uji analisis korelasional menggunakan SPSS 23 for windows. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara keaktifan siswa dalam kegiatan ekstrakulikuler dan motivasi belajar dengan hasil belajar Overhoul Engine di kelas X TKRO SMK PGRI 3 Malang. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil perhitungan uji analisis korelasional nilai Sig. F Change kurang dari 0,05 (< 0,05) yakni nilai Sig. F Change sebesar 0,000 sehingga hipotesis diterima. Saran bagi guru diharapkan berperan dalam menciptakan motivasi dalam diri siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran. Hal tersebut sudah merupakan tugas utama guru sebagai trigger dalam mendorong siswa untuk berada dalam situasi belajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Bagi sekolah kebijakan tentang kegiatan ekstrakurikuler wajib hendaknya dipertahankan. Motivasi dan partisipasi siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa

    ANALISIS VARIASI PASIR CETAK MENGGUNAKAN PENGIKAT FLY ASH DAN BENTONIT TERHADAP SIFAT PERMEABILITAS, KEKUATAN TEKAN, UJI GESER DAN KEKUATAN TARIK CETAKAN PASIR

    No full text
    ABSTRAK   Agustinus. 2017. Analisis Variasi Pasir Cetak Menggunakan Pengikat Fly Ash dan Bentonit Terhadap Sifat Permeabilitas, Kekuatan Tarik, Kekuatan Tekan, dan Uji Geser Cetakan Pasir. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D., (II) Drs. H. Putut Murdanto, S.T., M.T.   Kata Kunci:Green Sand Mold, Bentonit, Fly Ash, Permeabilitas, Kekuatan Tarik, Kekuatan Tekan, Uji geser Salah  satu  faktor  yang  berpengaruh  terhadap   hasil  coran  logam  adalah  cetakan  yang  digunakan.  Kesalahan dalam pembuatan cetakan bisa menyebabkan terjadinya cacat pada proses pengecoran. Penyebab utama terjadinya cacat pada proses pengecoran yaitu sifat-sifat dari cetakan seperti permeabilitas, kekuatan tekan cetakan, dan sintering poin yang rendah serta distribusi butiran pasir tidak sesuai.Sifat-sifat cetakan itu sendiri sangat tergantung pada distribusi besar butir pasir cetak, persentase zat pengikat dan persentase kadar air, sehingga perlu adanya penelitian untuk  mendapatkan jenis pasir cetak yang cocok sebagai cetakan pasir pada pengecoran logam. Produksi limbah abu bekas pembakaran batu bara (fly ash) di Indonesia melimpah membuat harga fly ash lebih ekonomis dan mudah diperoleh. Bentonit dan fly ash dilihat dari senyawa penyusun memiliki kemiripan yaitu kandungan CaO(lempung).Berdasarkan alasan tersebut maka secara teori, fly ash dapat digunakan sebagai pengikat cetakan pasir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pasir silika, pasir sungai, dan pasir pantai dengan menggunakan fly ash sebagai campuran pengikat terhadap permeabilitas, kekuatan tekan, kekuatan tarik,dan uji geser. Langkah pengujian diawali dengan pengujian permeabilitas. Pengujian permeabilitas menggunakan Permeability Tester untuk mengetahui volume udara yang berhasil dialirkan cetakan tiap menit (cm3/menit). Setelah itu dilanjutkan pengujian kekuatan tekan, Tarik dangeser menggunakan Universal Sand Strength untuk mengetahui kemampuan cetakan menahan tekanan dari aliran logam cair tiap satuan luas (N/cm2). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tiga informasi penting. Pertama, nilai permeabilitas tertinggi dimiliki oleh cetakan pasir pantai. Meskipun nilai permeabilitas yang dimiliki cetakan ini tertinggi, tetapi permeabilitasnya kedua pasir lainnya masuk dalam standar ideal (antara 50–170 cm3/menit).Kedua, nilai kekuatan tekan dari semua cetakan pasir tinggi (diatas 0–1,0 kg/cm2). Kekuatan tekan yang tinggi berdampak pada pembongkaran yang sulit tetapi cetakan terhindar dari kerontokan. Tetapi seiring dengan penambahan fly ash, nilai kekuatan tekan semakin menurun. Hal ini disebabkan karena kadar CaO yang berlebih membuat reaksi cementing agent tidak sempurna.Ketiga, Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik dari semua cetakan masuk dalam standar ideal

    Pengaruh Variasi Desain Catalyst Bed pada Catalytic Converter Terhadap Kadar Emisi Gas Buang Karbon Monokisda (CO) dan Hidrokarbon (HC) pada Motor Bensin.

    No full text
    RINGKASAN     Arianto, Riky. 2018. Pengaruh Variasi Desain Catalyst Bed pada Catalytic Converter Terhadap Kadar Emisi Gas Buang Karbon Monokisda (CO) dan Hidrokarbon (HC) pada Motor Bensin. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd. M.T. Ph.D. (2) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T.   Kata Kunci : Catalyst bed, Catalytic converter, Karbon Monoksida, Hidrokarbon   Kendaraan bermotor di Indonesia yang terus meningkat telah menyebabkan persoalan serius dalam hal peningkatan pencemaran udara. Hal ini disebabkan karena tidak sebandingnya angka pertumbuhan jalan yang hanya 2% per tahun jauh sekali dengan angka pertumbuhan kendaraan bermotor yang telah mencapai 20% per tahun. Hal ini berpengaruh pada meningkatnya emisi yang dikeluarkan kendaraan bermotor. Beberapa gas yang muncul sebagai polutan adalah karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), nitrogen oksida (NOx). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi desain catalyst bed pada catalytic converter terhadap emisi gas buang karbon monoksida dan hidrokarbon pada motor bensin. Sehingga dapat diketahui data presentase penurunan emisi gas buang dengan penerapan variasi desain catalyst bed berlubang atas, berlubang tengah dan samping, serta berlubang atas dan bawah dengan penerapan tanpa katalis pada bahan bakar RON 90. Pengambilan data ini dilakukan dengan alat gas analyzer, untuk mengetahui kadar emisi gas buang karbon monoksida dan hidrokarbon. Objek penelitian ini menggunakan sepeda motor Honda Supra X 125 CC tahun perakitan 2013. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan kadar emisi gas buang antara tanpa penerapan variasi dudukan katalis dengan penerapan variasi dudukan katalis berlubang penuh, berlubang tengah dan samping, serta berlubang atas dan bawah. Pada pengaplikasiannya, setiap variasi desain dudukan katalis dan  tanpa penerapan katalis, dilakukan pengambilan data pada 1500 RPM hingga 8000 RPM dengan kelipatan 500 RPM. Hal  ini dilakukan untuk memastikan keabsahan data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada putaran rendah (1500 RPM sampai 3500 RPM), penurunan kadar karbon monoksida terendah pada penerapan tanpa katalis sebesar 1,6 %vol pada 1500 RPM. Untuk variasi berlubang penuh sebesar 3,01 %vol pada 1500 RPM. Untuk variasi berlubang tengah dan samping sebesar 3,19 %vol pada 1500 RPM. Untuk variasi berlubang atas dan bawah sebesar 1,93 %vol pada 1500 RPM. Pada putaran tengah (4000 RPM sampai 6000 RPM), penurunan kadar karbon monoksida terendah pada penerapan tanpa katalis sebesar 4,86 %vol pada 4000 RPM. Untuk variasi berlubang penuh sebesar 5,56 %vol pada 4000 RPM. Untuk variasi berlubang tengah dan samping sebesar 5,04 %vol pada 4000 RPM. Untuk variasi berlubang atas dan bawah sebesar 4,80 %vol pada 4000 RPM. Pada putaran tinggi (6500 RPM sampai 8000 RPM), penurunan kadar karbon monoksida terendah pada penerapan tanpa katalis sebesar 9,64 %vol pada 6500 RPM. Untuk variasi berlubang penuh sebesar 3,15 %vol pada 7500 RPM. Untuk variasi berlubang tengah dan samping sebesar 9,89 %vol pada 6500 RPM. Untuk variasi berlubang atas dan bawah sebesar 9,84 %vol pada 6500 RPM. Sedangkan, pada putaran rendah (1500 RPM sampai 3500 RPM), penurunan kadar hidrokarbon terendah pada penerapan tanpa katalis sebesar 295 ppm pada 3000 RPM. Untuk variasi berlubang penuh sebesar 977 ppm pada 3500 RPM. Untuk variasi berlubang tengah dan samping sebesar 721 ppm pada pada 2500 RPM. Untuk variasi berlubang atas dan bawah sebesar 801 ppm pada 2500 RPM. Pada putaran tengah (4000 RPM sampai 6000 RPM), penurunan kadar hidrokarbon terendah pada penerapan tanpa katalis sebesar 236 ppm pada 6000 RPM. Untuk variasi berlubang penuh sebesar 1106 ppm pada 4000 RPM. Untuk variasi berlubang tengah dan samping sebesar 553 ppm pada 5500 RPM. Untuk variasi berlubang atas dan bawah sebesar 762 ppm pada 6000 RPM. Pada putaran tinggi (6500 RPM sampai 8000 RPM), penurunan kadar hidrokarbon terendah pada penerapan tanpa katalis sebesar 155 ppm pada 8000 RPM. Untuk variasi berlubang penuh sebesar 938 ppm pada 6500 RPM. Untuk variasi berlubang tengah dan samping sebesar 459 ppm pada 6500 RPM. Untuk variasi berlubang atas dan bawah sebesar 509 ppm pada pada 7500 RPM. Pada kadar karbon monoksida terdapat pengaruh tapi tidak signifikan pada penggunaan variasi desain catalyst bed pada catalytic converter terhadap emisi gas buang karbon monoksida. Sedangkan, pada kadar hidrokarbon terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan variasi desain catalyst bed pada catalytic converter terhadap emisi gas buang hidrokarbon

    0

    full texts

    1,608

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇