SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
Analisis Kekerasan, Kualitas, dan Fluiditas Hasil Pengecoran Logam Paduan Al-Si Menggunakan Kulit Kerang Simping (Placuna Placenta) Sebagai Bahan Campuran Pasir Cetak
ABSTRAK Logam merupakan suatu unsur yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Hampir setiap kegiatan yang dilakukan manusia selalu ada unsur logam di dalamnya. Logam dapat dibentuk melalu beberapa cara, salah satunya ialah pengecoran logam. Pengecoran logam merupakan salah satu teknik pembuatan produk dimana logam dicairkan dalam tungku peleburan kemudian dituangkan dalam cetakan yang serupa dengan bentuk asli dari produk yang akan dibuat. Cetakan yang lazim digunakan adalah cetakan pasir. Bahan pengikat yang lazim digunakan adalah bentonit. Bentonit yang merupakan mineral yang keberadaannya suatu saat akan habis. Penelitian ini untuk menganalisis bahan campuran yang dapat mengurangi penggunaan bentonit, yaitu menggunakan kulit kerang simping. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan kulit kerang simping sebagai campuran pengikat pasir cetak terhadap kekerasan, kualitas dan fluiditas dari hasil pengecoran logam paduan Al-Si. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode preeksperimental yaitu melihat hasil dari sebuah perlakuan terhadap suatu kelompok spesimen. Setelah diberikan perlakuan, spesimen akan dianalisa menggunakan analisis deskriptif. Analisis tersebut meliputi hasil uji kekerasan, foto mikro, foto makro dan fluiditas hasil coran. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, nilai kekerasan tertinggi terdapat pada spesimen coran yang menggunakan campuran kulit kerang simping 11% dengan rata-rata nilai kekerasan 122,96 HV. Nilai fluiditas yang paling tinggi juga terdapat pada spesimen coran yang menggunakan campuran kulit kerang simping 11% yaitu 789 mm. Dari hasil analisa cacat cor secara kasat mata menunjukkan bahwa spesimen coran yang menggunakan kulit kerang simping 5% memiliki cacat cor yang paling sedikit dan paling kecil bila dibandingkan dengan spesimen lainnya. Adapun data yang diperoleh dari foto makro menunjukkan bahwa spesimen cor yang menggunakan campuran kulit kerang simping 5% memiliki jumlah cacat jarum yaitu ± 33 buah, dan juga cacat struktur terbuka paling banyak, yakni ± 22 buah, sehingga spesimen terlihat paling buruk diantara yang lain. Sedangkan spesimen coran dengan tampilan luar yang paling baik yaitucampuran kulit kerang simping sebesar 11% memiliki cacat lubang jarum sebanyak ± 12 buah, dan cacat struktur butir terbuka sebanyak ± 10 buah
Meningkatan Keterampilan Teknik Dasar Passing Bawah dan Passing Atas Permainan Bolavoli Melalui Metode Drill Pada Peserta Ekstrakurikuler Putri SMP Negeri 21 Malang
ABSTRAK Febriyanti, Vivin. 2018. Meningkatan Keterampilan Teknik Dasar Passing Bawah dan Passing Atas Permainan Bolavoli Melalui Metode Drill Pada Peserta Ekstrakurikuler Putri SMP Negeri 21 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Tomi, M.Pd, (II) Fahrial Amiq, S.Or., M.Pd. Kata Kunci: Peningkatan, drill, passing bawah, passing atas, permainan bolavoli Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti, tingkat penguasaan keterampilan teknik dasar passing bawah dan passing atas pada peserta ekstrakurikuler bolavoli putri SMP Negeri 21 Malang masih kurang sekali. Hal tersebut dapat dibuktikan pada hasil tes yaitu dari jumlah 15 peserta putri, 6 peserta (40%) memperoleh skor di atas rata-rata pada teknik dasar passing bawah, dan 5 peserta (33,3%) memperoleh skor di bawah rata-rata pada teknik dasar passing atas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan teknik dasar passing bawah dan passing atas permainan bolavoli melalui metode drill. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan olahraga dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan deskripstif kuantitaif. Subjek dalam penelitian ini adalah 15 peserta putri ekstrakurikuler bolavoli SMP Negeri 21 Malang. Penelitian tindakan ini dilakukan dengan menggunakan 2 siklus, dan setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Dalam penelitian ini masing-masing siklus dilakukan selama 4 minggu dengan 8 kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan peserta dalam melakukan keterampilan teknik dasar passing bawah dan passing atas permainan bolavoli setelah dilakukan latihan dengan menggunakan metode drill. Tingkat keberhasilan peserta pada siklus 1 teknik dasar passing bawah mendapatkan hasil yaitu: keberhasilan peserta pada minggu kedua pertemuan keempat dengan persentase 53,3%, pada minggu keempat pertemuan kedelapan dengan persentase 66,7%. Sedangkan pada teknik dasar passing atas mendapatkan hasil yaitu: keberhasilan peserta pada minggu kedua pertemuan keempat dengan persentase 40%, pada minggu keempat pertemuan kedelapan dengan persentase 53,3%. Pada siklus 2 teknik dasar passing bawah mendapatkan hasil yaitu: keberhasilan peserta pada minggu kedua pertemuan keempat dengan persentase 86,7%, pada minggu keempat pertemuan kedelapan dengan persentase 100%. Sedangkan pada teknik dasar passing atas mendapatkan hasil yaitu: keberhasilan peserta pada minggu kedua pertemuan keempat dengan persentase 60%, pada minggu keempat pertemuan kedelapan dengan persentase 80%. Kesimpulannya adalah dengan menggunakan metode drill dalam latihan dapat meningkatkan keterampilan teknik dasar passing bawah dan passing atas permainan bolavoli pada peserta putri ekstrakurikuler bolavoli SMP Negeri 21 Malang. Saran yang dapat diberikan yaitu penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi peneliti yang lain untuk meningkatkan keterampilan teknik dasar passing bawah dan passing atas permainan bolavoli melalui metode drill
Pengaruh Perubahan Diameter Venturi Karburator Pada Honda GL 160 cc Terhadap Daya, Konsumsi Bahan Bakar Dan Emisi Gas Buang
ABSTRAK Wicaksono, Aditya 2018. Pengaruh Perubahan Diameter Venturi Karburator pada Honda GL 160 cc terhadap Daya, Konsumsi Bahan Bakar dan Emisi Gas Buang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sumarli, M.Pd, MT, (II) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E, M.Pd, M.M Kata Kunci: diameter venturi karburator, daya, konsumsi bahan bakar, emisi gas buang Banyak asumsi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa dengan memodifikasi ukuran diameter venturi karburator dapat menaikan daya mesin, konsumsi bahan bakar lebih ekonomis dan emisi gas buang lebih rendah, akan tetapi asumsi tersebut tidak didasari dengan data tertulis. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara tertulis tentang pengaruh ukuran diameter venturi karburator terhadap daya mesin, konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang pada sepeda motor Honda GL 160 cc. Ukuran standar diameter venturi karburator sepeda motor tersebut adalah 26 mm. Penelitian ini dilaksanakan dengan cara memperbesar dan memperkecil diameter venturi karburator sebesar 2 mm, sehingga akan didapatkan 3 variasi ukuran diameter yaitu 24, 26 dan 28 mm. Adapun alat yang digunakan untuk mengukur daya mesin dan konsumsi bahan bakar dengan menggunakan dynotest dan gelas ukur, sedangkan untuk mengukur emisi gas buang dengan menggunakan gas analyser. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, perubahan diameter venturi memiliki hasil yang berbeda pada setiap variasi dari ukuran diameter tersebut. Hasil penelitian daya mesin paling besar dihasilkan oleh venturi 28 mm dengan nilai 13,589 Hp pada putaran mesin tinggi. Sedangkan hasil penilitian konsumsi bahan bakar memberikan catatan waktu paling lama untuk menghabiskan bahan bakar sebanyak 30 ml oleh diameter venturi 28 mm dengan waktu 57,6 detik pada putaran mesin rendah dan 18,2 detik pada putaran mesin tinggi. Selanjutnya hasil penelitian emisi gas buang jenis (CO) dan (HC) paling besar dihasilkan oleh venturi 24 mm dengan jumlah 2,75 % dan 156 ppm pada putaran mesin tinggi. Dengan demikian modifikasi venturi karburator ini memberikan keuntungan terhadap peningkatan daya mesin, konsumsi bahan bakar yang lebih ekonomis, serta emisi gas buang yang lebih rendah yang diperoleh dari penggunaan karburator dengan venturi 28 mm
Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Kelas Kerjasama PT. Trakindo Utama dengan SMK Negeri 1 Singosari
ABSTRAK SMK merupakan jenjang pendidikan menengah yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik untuk memasuki lapangan kerja. Pelaksanaan kerjasama antara DUDI dan pihak sekolah merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada jenjang SMK dengan tujuan peningkatan kualifikasi lulusan untuk memasuki dunia kerja. Kelas kerjasama jurusan Teknik Alat Berat antara PT. Trakindo Utama dengan SMK Negeri 1 Singosari merupakan salah satu bentuk upaya meningkatkan kualifikasi kompetensi lulusan SMK jurusan Teknik Alat Berat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pelaksanaan kelas kerjasama PT. Trakindo Utama dengan SMK Negeri 1 Singosari. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan angket pada 30 siswa. Instrumen penelitian yang disusun terdiri dari 29 soal angket yang terdiri dari lima sub variabel yaitu: (1) kurikulum, (2) sarana dan prasarana, (3) guru/instruktur, (4) metode pembelajaran, dan (5) evaluasi pembelajaran dan telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data yang dilakukan yaitu perhitungan frekuensi dan perhitungan persentase. Setelah itu dilakukan deskripsi dari data yang diperoleh. Hasil yang didapatkan yaitu bahwa siswa kelas kerjasama PT. Trakindo Utama dengan SMK Negeri 1 Singosari jurusan Teknik Alat Berat memilik persepsi yang baik mengenai keseluruhan proses pelaksanaan pembelajaran. Dari hasil yang didapatkan, penulis memberikan saran untuk meningkatkan kerjasama yang telah terjalin antara PT. Trakindo Utama dan SMK Negeri 1 Singosari dan melakukan proses evaluasi lebih lanjut terkait perkembangan proses pelaksanaan pendidikan
pengelolaan objek wisata pertambangan minyak desa wonocolo kecamatan kedewan kabupaten bojonegoro
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) latar belakang pertambangan minyak di Desa Wonocolo Kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro sebagai objek wisata; (2) daya tarik objek wisata pertambangan minyak di Desa Wonocolo Kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro; dan (3) bentuk pengelolaan objek wisata pertambangan minyak di Desa Wonocolo Kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro. Penelitian dilakukan di pertambangan minyak Desa Wonocolo Kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini adalah (1) pertambangan minyak di Desa Wonocolo Kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro dijadikan sebagai objek wisata dikarenakan cadangan minyak di Desa Wonocolo semakin habis (2) daya tarik objek wisata pertambangan minyak di Desa Wonocolo berasal dari sumur-sumur tua pertambangan minyak, bukit selfie, dan rumah singgah (3) objek wisata pertambangan minyak di Desa Wonocolo dikelola oleh masyarakat (Community Based Tourism) (4) pengelolaan Teksas Wonocolo memiliki beberapa kendala yang dikarenakan kurangnya kerjasama antara masyarakat, Pertamina, dan pemerintah daerah
Korelasi Peran Guru dan Penguasaan Teori Siswa dengan Hasil Belajar Mata Pelajaran Praktik Pemesinan Bubut Siswa Kelas XI Teknik Pemesinan di SMK Turen.
ABSTRAK Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran penting dalam mempersiapkan dan mengembangkan siswa menjadi tenaga terampil, mandiri, dan produktif yang dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di berbagai bidang pekerjaan. Dalam suatu pembelajaran di SMK untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal, guru memegang peran yang sangat penting, karena bagaimanapun hebatnya teknologi, peran guru tidak dapat dikesampingkan. Selain peran guru, penguasaan teori siswa juga sangat berpengaruh terhadap hasil belajar praktikum. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan rancangan korelasional, dan teknik analisis regresi. Variabel bebas penelitian adalah: peran guru (X1), penguasaan teori siswa (X2), sebagai variabel bebas, dan hasil belajar mata pelajaran praktik pemesinan bubut (Y) sebagai variabel terikat. Populasinya seluruh siswa SMK Teknik Pemesinan kelas XI tahun ajaran 2017/2018 di SMK Turen. Sampel penelitian berjumlah 80 siswa, menggunakan teknik sampling (proportion random sampling). Instrumen yang digunakan adalah angket, tes, dan dokumentasi nilai siswa. Penelitian ini menggunakan analisis data yang terdiri dari analisis deskriptif, uji prasyarat (normalitas, linieritas, heterokedastisitas, multikorelasi), dan regresi (regresi linier sederhana dan regresi linier berganda). Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat korelasi antara peran guru dengan hasil belajar mata pelajaran praktik pemesinan bubut siswa kelas XI, besarnya korelasi adalah5,7%; (2) terdapat korelasi antara penguasaan teori siswa dengan hasil belajar mata pelajaran praktik pemesinan bubut siswa kelas XI, besarnya korelasi adalah 16,1%; (3) terdapat korelasi antara peran guru dan penguasaan teori siswa dengan hasil belajar mata pelajaran praktik pemesinan bubut siswa kelas XI, besarnya korelasi adalah19,2%
KAPABILITAS STRUKTUR PENGUAT NANO PADA MATERIAL BIOPLASTIK PATI SINGKONG SEBAGAI BUNGKUS MAKANAN BERATMOSFER ASAM
RINGKASAN Setyamarsa, Yuri Angga. 2018. Kapabilitas Struktur Penguat Nano Pada Material Bioplastik Pati Singkong Sebagai Bungkus Makanan Beratmosfer Asam. Skripsi, Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof., H., Dr., Ir., Djoko Kustono, M.Pd. (2) Dr. Heru Suryanto, S.T., M.T. Kata Kunci: Bioplastik, Tepung Tapioka, Nanoclay, Asam Asetat Sampah plastik merupakan masalah yang hampir semua negara berhadapan dengan masalah sampah. Salah satu solusi untuk masalah sampah plastik adalah dengan dibuatnya bioplastik, dengan menggunakan beberapa polimer alami, seperti protein, pati, dan bakteri. Sumber pati yang digunakan adalah pati dari singkong, selain sebagai biopolymer pati juga dapat dengan mudah terdegradasi di alam alasan lain adalah bahan baku singkong sangat melimpah dan dapat dijumpai diseluruh wilayah Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan nanoclay dan udara yang mengandung asam terhadap kekuatan dan keamanan pangan sampel bioplastik tapioka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan analisa deskriptif. Bahan yang digunakan untuk pembuatan sampel bioplastik ini berupa tapioka, gliserol, aquades, dan nanoclay. Proses mencetak yang digunakan untuk sintesis bioplastik dengan cara casting dengan media cetakan kaca. Perlakuan udara asam pasa sampel bioplastik menggunakan asam dengan pH 1, 3 dan 5 dan lama pemaparan dengan waktu 2, 4 dan 6 jam. Kekuatan mekanik dari sampel bioplastik diukur dengan menggunakan mesin uji tarik dengan maksimum beban yang diberikan adalah 50N. Untuk melihat struktur permukaan sampel bioplastik menggunakan pengujian SEM (Scaning Electron Microscophy). Pengujian XRD (X-Ray Diffraction) bertujuan untuk mengetahui karakteristik fasa dari material bioplastik ini. Uji FTIR (Fourier Transmitter Infra-Red) adalah pengujian sampel untuk mengetahui karakteristik dari fasa gugus fungsi dalam bioplastik ini. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa penambahan nanoclay dan perlakuan udara asam mempengaruhi kekuatan tarik dari sampel bioplastik. Hasil uji terik menunjukkan perlakuan udara asam pH 5 mendapat kuat tarik 9,1 Mpa, pH 3 dengan 8,46 Mpa dan pH 1 dengan 7,33 Mpa, dengan persen perpanjangan masing-masing pH 1 31,88 %, pH 3 31,34 % dan pH 5 24,6%.Karakterisasi fasa dari XRD menunjukkan hasil kristalinitas dari sampel bioplastik dengan intensitas tertinggi terjadi pada serat bioplastik dengan perlakuan udara asam pH 5 dengan 20,04o. Hasil uji FTIR menunjukkan semua variasi perlakuan udara asam membuat hilangnya gugus fungsi C≡N pada bilangan gelombang 2360.87 cm-1
Analisa Kekuatan Mekanis Biofoam Berbasis Pati Singkong Berpenguat Selulosa Bakteri
RINGKASAN Indonesia menempati peringkat kedua sebagai penghasil sampah plastik ke laut. Salah satunya merupakan sampah dari limbah styrofoam. Salah satu alternatif untuk mengurangi sampah styrofoam adalah menggantinya mengguna-kan biofoam. Beberapa penelitian terdahulu telah mencoba memanfaatkan pati sebagai bahan baku pembuatan biofoam, namun masih terdapat kekurangan pada biofoam yang dihasilkan. Pati singkong memiliki potensi yang cukup besar untuk dijadikan bahan baku biofoam karena singkong memiliki kandungan pati tertinggi sebesar 97%. Produksi singkong di Indonesia cenderung meningkat di tahun 2015, namun tingkat konsumsi masyarakat cenderung menurun dari tahun ke tahun. Hal tersebut membuat singkong menjadi sumber pati yang potensial tanpa mengganggu tingkat konsumsi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan produk packaging ramah lingkungan berbentuk biofoam berbasis pati singkong berpenguat selulosa bakteri yang memiliki sifat mekanis yang mendekati styrofoam dengan tingkat degradasi yang tinggi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik biofoam yang dihasilkan. Karakteristik biofoam diteliti menggunakan beberapa metode (1) kekuatan tarik untuk melihat sifat fisik dari biofoam, (2) XRD untuk melihat kristalinitas biofoam, (3) SEM untuk melihat morfologi biofoam yang dihasilkan dan (4) FTIR untuk mengetahui gugus fungsi yang terbentuk pada biofoam. Proses pembuatan biofoam menggunakan metode baking pada suhu 200oC selama 20 menit. Bahan yang digunakan untuk membuat biofoam adalah: (1) Pati singkong, (2) air suling, (3) Mg stearate, (4) guargum, (5) selulosa bakteri dan (6) glycerol. Total volume adonan yang digunakan 100 gr. Kuat tarik yang dihasilkan oleh biofoam dengan masing-masing persentase penambahan selulosa bakteri 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; 2% menunjukkan nilai kuat tarik secara berurutan sebesar 135,85; 333,08; 690,8; 337,7 dan 207,96 kPa. Kristalinitas yang dihasilkan biofoam dengan penambahan selulosa bakteri secara berurutan adalah 20,37o dengan intensitas 107 pada 0%, 21,09o dengan intensitas 101 pada 0,5%, 19,15o dengan intensitas 106 pada 1%, 20,7o dengan intensitas 133 pada 1,5%, dan 20,37o dengan intensitas 119 pada 2%. Homogenitas luasan rongga biofoam berbasis pati singkong dilihat pada nilai standar deviasi yang dihasilkan, biofoam dengan penambahan 1% selulosa bakteri menunjukkan hasil rongga yang paling homogen dibandingkan dengan jumlah persentase yang lain, sedangkan homogenitas terendah dihasilkan pada biofoam dengan selulosa bakteri 1,5%. gugus fungsi yang dihasilkan pada biofoam dengan variasi penambahan selulosa bakteri tidak menunjukkan adanya puncak-puncak baru, melainkan hanya adanya perubahan intensitas pada gugus fungsi C-O dan CºC
Optimasi dan Simulasi Serat Rambut Jagung dan Serat Kenaf pada Bumper Mobil
RINGKASAN Bakti, Mochammad Erdiana Putra. 2018. Optimasi Dan Simulasi Serat Rambut Jagung Dan Serat Kenaf Pada Bumper Mobil. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Andoko, S.T., M.T. (II) Avita Ayu Permanasari, S.T., M.T. Kata Kunci: Material Komposit, Serat Rambut Jagung, Serat Kenaf, Optimasi (RSM), Simulasi (FEM), Bumper. Kemajuan jaman dan berkembangnya teknologi di bidang komposit, membuat kehidupan di bidang komposit semakin dinamis. Komposit dibedakan menjadi dua macam, yaitu komposit alami (hybrid) dan komposit sintetik atau yang dibuat manusia. Pemanfaatan komposit dalam dunia otomotif semakin berkembang pesat, pada penelitian ini analisis sifat mekanik diimplementasikan pada bumper mobil. Komposit yang digunakan yaitu serat rambut jagung dan serat kenaf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil optimasi dan simulasi sifat mekanik (total deformation, equivalent stress von-Misses, dan internal energy) komposit serat rambut jagung dan serat kenaf menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dan Finite Element Method (FEM) pada bumper mobil. Variasi penelitian tersebut dioptimasi dengan metode Respons Surface Methodology (RSM). Serat yang digunakan adalah serat rambut jagung dan serat kenaf. Bumper mobil di simulasikan menggunakan Finite Element Method (FEM) untuk mendapatkan sifat mekanik. Metode penelitian yang digunakan adalah Respons Surface Methodology (RSM) yang diolah dengan software Minitab 18. Variasi Ketebalan Bumper mobil (X1) adalah 3 mm, 4 mm, dan 5 mm. Variasi Kecepatan Impactor (X2) adalah 20 km/jam, 40 km/jam dan 60 km/jam. Hasil optimasi dari variasi tersebut di dapatkan 9 kali percobaan. Metode selanjutnya menggunakan Finite Element Method (FEM) berbasis software Ansys 14.5. Hasil sifat mekanik yang di dapatkan yaitu Total Deformation min. = 46,719 mm, Equivalent stress von-Misses min. = 4,545e5 MPa, Internal Energy min. = 2,058e9 mJ. Nilai optimum tersebut didapatkan pada variasi ketebalan 5,414 mm dan kecepatan 20 km/jam
Hubungan Soft Skills dan Prestasi Praktik Industri dengan Kesiapan Siswa Memasuki Dunia Kerja di SMK Canda Bhirawa Kabupaten Kediri
RINGKASAN Lulusan SMK menjadi penyumbang angka pengangguran tertinggi berdasarkan tingkat pendidikan. Lulusan SMK belum mampu sepenuhnya diserap oleh dunia kerja karena kurangnya lapangan pekerjaan dan kesiapan kerja. Kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja yaitu kemampuan hard skills dan soft skills. Pembelajaran di SMK berfokus pada pencapaian kemampuan hard skills siswa sedangkan soft skills siswa lebih cenderung dikesampingkan. Hasil nilai praktik kerja industri di SMK Canda Bhirawa digunakan hanya sebatas untuk mengisi nilai rapor siswa belum ada studi lebih lanjut apakah nilai praktik industri berhubungan dalam menunjang kesiapan kerja siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantatif dan menggunakan rancangan penelitian korelasional. Penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu soft skills (X1), prestasi praktik industri(X2)dan variabel terikat yaitu kesiapan kerja. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XII Progam Keahlian Teknik Pemesinan. Pengambilan sampel menggunakan metode random sampling. Pengumpulan data variabel soft skill dan kesiapan kerja menggunakan angket sedangkan variabel prestasi praktik kerja industri dengan dokumentasi nilai. Analisis data penelitian menggunakan uji prasyarat analisis dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukan (1) terdapat hubungan positif signifikan antara soft skills dengan kesiapan kerja dengan nilai r sebesar 0,668 (2) terdapat hubungan positif signifikan antara prestasi praktik industri dengan kesiapan kerja dengan nilai r sebesar 0,446 (3) tedapat hubungan positif signifikan antara soft skills dan prestasi praktik kerja industri dengan kesiapan kerja dengan nilai r sebesar 0,816