SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pengerjaan Dingin Pounding dan Expanding denganVariasi Media Ekspose Terhadap Laju Korosi pada Proses Produksi Kaleng Menggunakan Baja Electrolitic Tin Plate (ETP)
ABSTRACT Baja Electrolitic Tin Plate (ETP) merupakan bahan utama khususnya dibidang produksi kaleng.Baja ETP merupakkanbaja lembaran fase dingin yang dilapisi oleh logam timah (Sn) dengan proses pelapisan secara elektrolisis, dimana kualitas dari bahan tersebut dipengaruhi oleh proses pengerjaandingin (cold working)danlingkungandisekitarnya(media ekspose) yang dapatdilihatmelaluiperbedaanlajukorosinya. Sehingga dapat diketahui baik buruknya kualitas baja ETP tersebut yang mempunyai dampak besar bagi biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju korosi dan perbedaan yang terjadi pada baja ETP tanpa pengerjaan dingin dengan pengerjaan pounding dan expanding yang di ekspose pada media air tawar, air hujan, dan udara. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dalam menentukan tindakan untuk meminimalisir kerugian ekonomi akibat korosi. Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif, sedangkan desain penelitianyatergolongeksperimental. Pengujian laju korosi menggunakan metode kehilangan berat calculating corrosion rate weigt loss sedangkan bentuk korosi akan diamati dari hasil foto makro. Teknik analisis statistikANOVA digunakan untuk menentukan perbedaan laju korosi pada baja ETPtanpa pengerjaan dingin dengan pengerjaan pounding dan expanding yang di ekspose pada media air tawar, air hujan, dan udara.Teknik analisis deskriptif juga di gunakan untuk menentukan perbedaan korosi yang terjadi. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata laju korosi baja ETPtanpa pengerjaan dinginyang di expose pada air tawar sebesar 9,8885 mmpy, air hujan sebesar12,5854mmpy, udara sebesar 4,4948 mmpy, untuk rata-rata laju korosi baja ETP dengan perlakuan poundingyang di expose pada air tawarsebesar 16,9246 mmpy, air hujansebesar 22,1631 mmpy,udarasebesar 3,6267 mmpy, sedangkanrata-rata laju korosi baja ETP dengan perlakuan expandingyang di expose pada air tawarsebesar10,1869mmpy, air hujansebesar 13,7711 mmpy, udarasebesar 3,5954 mmpy. Bentuk korosi yang terjadi pada baja ETP tanpa pengerjaan dingin adalah korosi merata, sedangkan bentuk korosi yang terjadi pada baja ETP dengan pengerjaan pounding dan expanding adalah korosi merata dan korosi tegangandalam. Perbedaanantarabaja ETP tanpa pengerjaan dingin dengan pengerjaan pounding dan expanding dikarenakan derajat deformasi plastis yang diberikan pada setiap pengerjaan berbeda, semakin tinggi deformasi plastis semakin meningkat korosinya sehingga menyebabkan perbedaan laju korosi
Pengaruh Variasi Waktu Treatment Gelombang Ultrasonik terhadap Struktur dan Kekuatan Tarik Bionanokomposit Pati Berpenguat Nanoclay
Januardy, Sindy. 2017. Pengaruh Variasi Waktu Treatment Gelombang Ultrasonik terhadap Struktur dan Kekuatan Tarik Bionanokomposit Pati Berpenguat Nanoclay. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Heru Suryanto, M.T. (II) Prof. Dr. Ir. Djoko Kustono M.Pd.Kata Kunci: Biokomposit, Tepung Tapioka, Nanoclay, SonikasiLimbah plastik merupakan salah satu jenis sampah yang telah menjadi masalah global di seluruh dunia. Pada umumnya, industri makanan dan minuman menggunakan kemasan plastik sebagai pembungkus karena praktis, ringan, fleksibel dan harganya relatif murah. Bioplastik adalah plastik yang dapat diuraikan kembali oleh mikroorganisme secara alami menjadi bentuk senyawa ramah lingkungan yang berasal dari selulosa, kolagen, pati, kasein, protein atau lipid. Pati singkong sebagai produk kemasan memiliki potensi besar karena di Indonesia terdapat berbagai tanaman penghasil pati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi waktu treatment gelombang ultrasonik terhadap kekuatan tarik dan struktur bionanokomposit pati berpenguat nanoclay. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Proses sonikasi nanoclay 5% (b / b) dalam larutan dilakukan pada 0, 15, 30, 45, dan 60 menit menggunakan homogenizer ultrasonik lalu dituangkan ke dalam cetakan. Sifat mekanik diukur dengan menggunakan mesin uji tarik dengan beban maksimum 50 N. Hasil menunjukkan bahwa durasi waktu proses sonikasi mempengaruhi kekuatan tarik pati biokomposit yang diperkuat oleh nanoclay. Hasil ini ditunjukkan dengan istilah proses sonikasi pada 0, 15, 30, 45, dan 60 menit yang menghasilkan kekuatan biokomposit dan pemanjangan masing-masing 8,954, 11,8, 14,8, 20,5, 28 MPa. Ini menunjukkan bahwa durasi proses sonikasi 60 menit dengan menghasilkan kekuatan tarik 28 Mpa, persentase pemanjangan 27,9%, modulus elastisitas 100,4 Mpa. Pada analisi SEM pada waktu sonikasi 60 menit menghasilkan lapisan tipis yang bertingkat-tingkat yang memiliki struktur lembaran, dimana jarak antar lembarannya berada pada orde nanometer dikarenakan molekul pada bioplastik terdispersi dengan baik di dalam pelarut dan pada hasil Uji XRD menunjukkan adanya puncak difraksi nanoclay pada sudut 2θ adalah 21,65o dan dengan intensitas 157, sehingga dapat menghasilkan kekuatan tarik dan struktur biokomposit yang lebih baik
PENGARUH DIAMETER MAIN JET TERHADAP EMISI GAS BUANG DENGAN VARIASI RPM DALAM PENGGUNAAN KNALPOT STANDART DAN KNALPOT RACING PADA SEPEDA MOTOR HONDA KARISMA 125cc
ABSTRAK Prakoso, Indra Purusatama. 2017. Pengaruh Diameter Main Jet terhadap Emisi Gas Buang dengan Variasi RPM dalam Penggunaan Knalpot Standart dan Knalpot Racing pada Sepeda Motor Honda Karisma 125c. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.Pd., M.M.,(II) Drs. Partono, M.Pd. Kata Kunci: diameter lubang Main jet, knalpot racing, emisi gas buang. Berkembangnya industri di dunia otomotif sangatlah pesat dengan ditandai dengan adanya jumlah data peningkatan kendaraan bermotor dari tahun ketahun. Dengan berkembangnya industri dunia otomotif dalam memodifikasi kendaraan cukup menarik dan diminati. Salah satunya dengan mengganti ukuran Main Jet dan knalpot Racing dengan tujuan meghasilkan peforma mesin yang lebih responsif. Main Jet adalah saluran bahan bakar dalam karburator yang berfungsi menyalurkan bahan bakar, baik pada kecepatan rendah atau saat kecepatan tinggi. Seperti yang telah diketahui banyak pengguna yang asal mengganti penggunaan Main Jet standart dengan ukuran Main Jet lainnya tanpa memikirkan dampak negatif yang ditimbulkan dari penggantian tersebut. Salah satu dampak yang ditimbulkan ialah Emisi Gas Buang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian ukuran diameter lubang Main Jet dan penggunaan knalpot racing terhadap emisi gas buang yang dihasilkan.Penelitian ini menggunakan analisis hasil anova satu arah atau one-way anova untuk menganalisis data yang dibantu oleh SPSS 18 untuk windows. Pengujian dilakukan pada rpm 2500 sampai 7000 dengan kenaikan tiap 500 rpm. Untuk mendapatkan data yang signfikan dilakukan tiga kali pengujian tiap rpm pada tiap variasi main jet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari penggantian ukuran diameter lubang mainjet terhadap emisi gas buang sepeda motor Honda Karisma 125cc pada setelan udara standart. Untuk rata-rata kadar CO (%Vol) mesin dengan knalpot standart dan mainjet 0,80mm(4,450%) lebih tinggi dari mainjet 0,75mm (Standart) (2,936%) pada rpm 7000 untuk yang menggunakan knalpot racing mesin dengan menggunakan mainjet 0,80mm (6,866%) lebih tinggi dari mainjet 0,75 (standart) (4,456%) pada rpm 7000, untuk rata-rata kadar HC (ppm) mesin dengan knalpot standart dan mainjet 0,80 (1962,3 ppm) lebih tinggi dari mainjet standart 0,75mm (standart) (985,6 ppm) pada rpm 2500 untuk yang menggunakan knalpot racing dan mainjet 0,80mm (2087,6 ppm) lebih tinggi dari mainjet 0,75 (standart) (1270,3 ppm) pada rpm 2500 Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari penggantian ukuran diameter lubang main jet dengan ukuran 72 mm, 75 mm (Standart), 78 mm, dan 80 mm dengan menggunakan knalpot standart maupun knalpot racing terhadap emisi gas buang sepeda motor karisma 125cc pada setelan udara standart. ABSTRACT Prakoso, IndraPurusatama. 2017. The Effect of Main Jet Diameter on Emission of Exhaust Gas with RPM Variation in Use of Standard Exhaust and Racing Muffler on Motorcycle Honda Karisma 125cc. Sarjana’s Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (I) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.Pd., M.M., (II) Drs. Partono, M.Pd. Keywords: Main Jet hole diameter, racing exhaust, exhaust emissions The development of industry in the automotive world is very rapid with marked by the amount of data increase of motor vehicles from year to year. With the development of the automotive world industry in modifying the vehicle is quite interesting and desirable. One of them by replacing the size of Main Jet and Racing exhaust with the goal meghasilkanpeforma engine more responsive. Main Jet is a fuel line in the carburetor that functions to deliver fuel, either at low speed or at high speed. As has been known many users who originally replace the use of Main Jet standard with other Main Jet size without thinking about the negative impacts caused by the replacement. One of the impacts is the Exhaust Gas Emission. This study aims to determine the effect of changing the diameter of the Main Jet hole and the use of exhaust racing on exhaust emissions produced.This study uses one way anova analysis to analyze data assisted by SPSS 18 for windows. The test is performed at 2500 to 7000 rpm with an increase of 500 rpm each. To get significant data is done three times each rpm test on each variation of main jet The results of this study indicate that there is a significant effect of replacing the size of the diameter of the mainjet hole on the exhaust of motorcycle Honda Karisma 125cc in the standard air suit. For the average CO (% Vol) the engine with a standard and 0.jar (4.450%) mainjet exhaust is higher than the 0.75mm mainjet (Standart) (2.936%) at 7000 rpm for those using the racing engine exhaust using mainjet 0 , 80mm (6.866%) higher than mainjet 0.75 (standard) (4.456%) at 7000 rpm, for average HC (ppm) engine with standard exhaust and mainjet 0.80 (1962.3 ppm) higher of the standard 0.75mm standart (985.6 ppm) at 2500 rpm for racing and mainjet 0.80mm (2087,6 ppm) and higher than mainjet 0.75 (1270.3 ppm) at 2500 rpm Based on the results of this study indicate that there is a significant influence from the replacement diameter of the main jet hole with size 72 mm, 75 mm (Standart), 78 mm, and 80 mm using standard exhaust and exhaust racing on Motor Cycle Honda Karisma 125cc charcoal exhaust gas on standard air suit
Pengaruh Penerapan Knalpot Power Valve System pada Sepeda Motor Supra GTR 150cc PGM-Fi terhadap Daya Mesin
ABSTRAK Irgam, Ihsan Muhammad. 2017. Pengaruh Penerapan Knalpot Power Valve System pada Sepeda Motor Supra GTR 150cc PGM-Fi terhadap Daya Mesin. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T. (II) Drs. Partono M.Pd. Kata Kunci : power valve system, daya, knalpot, exhaust Power valve system adalah teknologi sepeda motor Yamah pada tahun 1987 yang mana system tersebut diletakkan pada knalpot berupa katup kupu-kupu, prinsip kerja power valve system berdasarkan putaran mesin dimana saat putaran rendah katup terbuka sedikit hingga terbuka penuh pada putaran mesin 6000rpm, fungsi power valve system itu sendiri sebagai menurunkan kebisingan dan koreksi daya pada putaran rendah hingga menengah serta meningkatkan efesiensi bahan bakar dan menurunkan kadar CO dan HC gas buang kendaraan. Pada siklus aktual motor bakar terjadi peristiwa dimana katup intake dan exhaust terbuka bersamaan hal ini dinamakan proses overlapping katup. Peristiwa tersebut dimanfaat untuk meningkatkan daya pada mesin menggunakan knalpot Power Valve System. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan daya yang dapat di peroleh dari penerapan knalpot power valve system pada sepeda motor Honda Supra 150cc PGM-Fi terhadap knalpot standar. Penelitian ini menggunakan jenis true experiment dan mesin di uji dalam keadaan tidak berpindah tempat dengan menggunakan dua variabel penelitian. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah knalpot power valve system pegas tunggal (standar), knalpot power valve system pegas ganda dan knalpot standar sedangkan Variabel terikat penelitian ini adalah daya mesin. Penelitian dilakukan dengan alat Dynotest. Data yang diambil mulai dari rpm 2.500 hingga rpm 10.000 dengan kenaikan 500 rpm. Teknik analisis data menggunakan statistik parametrik dengan metode one way anova. Berdasarkan analisis data pada penelitian tersebut, penggantian knalpot memberikan pengaruh yang berbeda pada daya namun perbedaannya tidak signifikan, daya pada knalpot power valve system pegas tunggal memiliki hasil yang relative stabil dalam meningkatkan daya. Dari data yang di dapat daya tertinggi pada knalpot power valve system pegas tunggal dengan hasil 16,67hp sedangkan pada knalpo standar memiliki daya 14,89hp untuk knalpot power valve system pegas ganda memiliki hasil yang relative sama dengan knalpot power valve system pegas tunggal namun terjadi penurunan daya pada putaran mesin 4000rpm sebesar 4,91hp sehingga daya maksimal menjadi 15,74hp. Dari hasil pengujian knalpot Power Valve System terdapat peningkatan daya sebesar 1% sehingga data tidak signifikan. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan pengujian alat pada konsumsi bahan bakar, torsi, tingkat kebisingan dan emisi gas buang
OPTIMALISASI PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA(K3) PEKERJA LAPANGANBIDANG KONSTRUKSI DI KABUPATEN KEDIRI
Abstrak Saifudin,Muhammadd. 2017. Optimalisasi Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Pekerja Lapangan Bidang Konstruksi di Kabupaten Kediri. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof.Dr. Ir. H.Djoko Kustono, M.Pd, (II) Drs. H. Solichin, S.T, M.Kes. Kata Kunci: Optimalisasi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Pekerja Lapangan. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah suatu aspek atau unsur kesehatan yang erat hubungannya dengan lingkungan kerja dan pekerjaan. Pelaksanaan K3 menjadi tanggung jawab semua pihak, khususnya masyarakat industri, dengan demikian semua pihak yang terkait berkewajiban berperan aktif sesuai fungsi dan kewenangannya untuk melakukan berbagai upaya dibidang K3 secara terus menerus, berkesinambungan dan menjadikan K3 sebagai bagian budaya kerja disetiap kegiatan, sehingga dapat mencegah kasus kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Untuk itu diperlukan tenaga pendukung yang kompeten yaitu sumber daya manusia yang handal dan berkualitas di bidang K3, sehingga dapat segera dicapai hasil yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja K3 pekerja lapangan bidang konstruksi di Kabupaten. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eskperimen quasy. Pada penelitian ini, peneliti merupakan satu-satunya pengumpul data yang melakukan sendiri prosedur pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara observasi, dan dokumentasi. Proses analisis data pada penelitian ini meliputi pengumpulan data, pemberian treadment, analisis data, pembahasan, kesimpulan. Penelitian ini dilakukan pada pekerja lapangan bidang konstruksi Kabupaten Kediri. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah: (1) Ada pengaruh pelatihan Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap penerapan Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada pekerja lapangan bidang konstruksi di Kabupaten Kediri. (2).Ada Perbedaan Penerapan Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada pekerja lapangan bidang konstruksi di Kabupaten Kediri dengan pekerja yang tidak mendapatkan pelatihan Keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
Analisis Penggunaan Sirtu Mas Sebagai Bahan Campuran Pasir Cetak Terhadap Kekerasan, Kualitas, dan Fluiditas Hasil Pengecoran Logam Paduan Al-Si
ABSTRAK Sekarang ini, perkembangan teknologi dalam bidang pengecoran semakin meningkat. Bervariasinya bahan campuran yang digunakan pada pasir cetak sangatlah banyak, sehingga menggugah para peneliti untuk membuat campuran variasi pasir cetak yang sempurna untuk pengecoran logam. Pengecoran logam merupakan salah satu teknik pembuatan produk dimana logam cair dicairkan dalam tungku kemudian dituangkan ke dalam rongga cetakan. Cetakan yang lazim digunakan terbuat dari pasir yang mengandung atau telah dicampur bahan pengikat. Penggunaan bahan campuran yang berbeda-beda akan menghasilkan produk cor dengan tingkat kekerasan, kualitas, dan fluiditas yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan sirtu (pasir batu) maslapis kedua yang ada di Gunung Maddeh, Sampang, Madura. Sirtu Mas ini digunakan sebagai bahan campuran pada pasir cetak terhadap kekerasan, kualitas, dan fluiditas hasil pengecoran logam paduan Al-Si. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pre-eksperimental yaitu melihat hasil dari sebuah perlakuan terhadap suatu kelompok spesimen. Setelah diberikan perlakuan, spesimen akan dianalisa kecacatannya dan kemampuan alir logam cor. Selain itu dilakukan pula pengujian kekerasan permukaan, foto mikro, dan foto makro untuk melihat cacat yang terjadi secara lebih detail. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, nilai fluiditas yang paling tinggi terdapat pada spesimen coran yang menggunakan campuran Sirtu Mas lapis kedua sebesar 7% yaitu 787 mm, sedangkan yang paling rendah terdapat pada spesimen coran yang menggunakan campuran Sirtu Mas lapis kedua 9% yaitu 783 mm. Nilai kekerasan tertinggi juga terdapat pada spesimen coran yang menggunakan campuran Sirtu Mas lapis kedua 7% dengan rata-rata nilai kekerasan 182,66 HV. Dari hasil analisa cacat cor secara kasat mata menunjukkan bahwa spesimen coran yang menggunakan campuran Sirtu Mas lapis kedua sebesar 5% memiliki cacat cor yang paling sedikitdan paling kecil bila dibandingkan dengan spesimen lainnya. Adapun data yang diperoleh dari foto makro menunjukkan bahwa spesimen cor yang menggunakan campuran Sirtu Mas lapis kedua sebesar 9% memiliki jumlah cacat jarum yaitu ± 36 buah, dan juga cacat struktur terbuka paling banyak, yakni ± 43 buah, sehingga spesimen terlihat paling buruk diantara yang lain. Spesimen coran dengan tampilan luar yang paling baikyaitu campuran Sirtu Mas lapis kedua sebesar 5% memiliki cacat lubang jarum sebanyak ± 18 buah, dan cacat struktur butir terbuka sebanyak ± 19 buah
Perbandingan Penggunaan CDI Limiter Dengan CDI Unlimiter Terhadap Daya Mesin Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Sepeda Motor Honda Supra X 125.
RINGKASAN Kurnia, Novian. 2018. Perbandingan Penggunaan CDI Limiter Dengan CDI Unlimiter Terhadap Daya Mesin Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Sepeda Motor Honda Supra X 125. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T. (2) Drs. Partono, M.Pd. Kata Kunci: CDI limiter, CDI unlimiter, Daya Mesin, Konsumsi Bahan Bakar. Di dunia otomotif untuk meningkatkan performa mesin bisa dilakukan dengan memaksimalkan kinerja dari sistem pengapian. Sistem pengapian merupakan sistem yang sangat penting untuk memaksimalkan performa mesin pada sepeda motor yang berfungsi untuk mengatur proses pembakaran campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. CDI limiter adalah CDI yang memiliki batasan dalam memercikkan bunga api. Sedangkan CDI unlimiter adalah CDI yang kerjanya tanpa ada batasan pengapian dan mampu menghasilkan percikan bunga api sampai RPM berapapun tergantung seberapa kuat mesin berputar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan CDI limiter dan CDI unlimiter terhadap daya mesin dan konsumsi bahan bakar. Objek dalam penelitian ini adalah sepeda motor Honda Supra X 125. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah stasistik parametrik dengan metode Anova. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan daya.Daya maksimal yang dapat dihasilkan oleh CDI limiter adalah 8,04825HP pada putaran mesin 6500 rpm. Sementara itu daya maksimal yang dapat dihasilkan oleh CDI unlimiter adalah 9,892HP pada putaran mesin 7500 rpm. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya penurunan konsumsi bahan bakar. Konsumsi bahan bakar berbanding lurus dengan kenaikan putaran mesin. Pada putaran mesin 5000 rpm dengan menggunakan CDI limiter menunjukkan 5,4 ml/menit, sedangkan pada putaran mesin yang sama menggunakan CDI unlimiter menunjukkan 5,225 ml/menit. Berdasarkan hasil penelitian maka, tidak ada perbedaan yang signifikan pada penggunaan CDI limiter dan CDI unlmiter terhadap daya mesin dan konsumsi bahan bakar sepeda motor Honda Supra X 125. Dari hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi pengguna kendaraan bermotor, bengkel.Penelitian ini juga dapat dijadikan rujukan bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian sejenis. Untuk peneliti selanjutnya dapat menambahkan pengujian lebih lanjut dengan mengganti bahan bakar pertalite dengan bahan bakar yang memiliki oktan lebih tinggi seperti pertamax dan pertamax plus.
Studi Tentang Keberadaan Sarana dan Prasarana Praktik Pada Bengkel Teknik Kendaraan Ringan Otomotif Di SMK Negeri 1 Lengkong Kabupaten Nganjuk
ABSTRAK Putra, Rizki Andika. 2018. Studi TentangKeberadaan Sarana dan PrasaranaPraktikPadaBengkelTeknikKendaraanRinganOtomotif Di SMK Negeri 1 Lengkong Kabupaten Nganjuk. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Partono., M.Pd., (II) Dr. H. Agus Sholah., M.Pd., Kata Kunci: Studi Keberadaan, SaranadanPrasarana, SMK Negeri 1 Lengkong KabupatenNganjuk. Sekolah Menengah Kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan siswa agar mempunyai kompetensi yang sesuai dengan bidang pekerjaanya seperti yang diharapkan oleh dunia kerja. Keberhasilan program pendidikan menengah kejuruan dalam proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satu diantaranya adalah keberadaan sarana dan prasarana. Keberadaan sarana dan prasarana yang tidak lengkap akan memberi dampak pada proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui keberadaan sarana dan prasarana Praktik pada bengkel teknik kendaraan ringan otomotif di SMK Negeri 1 Lengkong Kabupaten Nganjuk. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara tidak terstruktur dan dokumentasi. Obyek penelitian ini adalah sarana dan prasrana praktik pada bengkel otomotif. Bengkel otomotif meliputi area kerja mesin otomotif, area kerja kelistrikan otomotif, area kerja chassis dan sistem pemindah tenaga, dan ruang penyimpanan dan instruktur. Hasil penelitian menunjukan bahwa keberadaan sarana praktik di bengkel teknik kendaraan ringan pada area kerja mesin otomotif tingkat kesesuaiannya 53,64%, area kerja kelistrikan otomotif tingkat kesesuaiannya 54,75%, area kerja chasis dan pemindah tenaga tingkat kesesuaiannya 53,23%, dan ruang penyimpanan dan instruktur tingkat kesesuaiannya 78,86%. Sedangkan pada prasarana praktik pada area kerja bengkel teknik kendaraan ringan otomotif menunjukan bahwa pada area kerja mesin otomotif tingkat kesesuaiannya 33%, untuk area kerja kelistrikan otomotif tingkat kesesuaiannya 30%, area kerja chasis dan pemindah tenaga tingkat kesesuaiannya 0%, dan ruang penyimpanan dan instruktur tingkat kesesuaiannya 100 %. Keberadaan sarana dan prasarana praktik yang belum mencapai 100%. Hal ini akan menyebabkan proses pembelajaran tidak efektif. Sehingga kepala SMK Negeri 1 Lengkong kabupaten Nganjuk harus segera melakukan upaya-upaya dalam pemenuhan sarana dan prasarana praktik. Dalam pemenuhan sarana dan prasarana praktik pihak sekolah harus berpedoman pada Permendiknas Nomer 40 tahun 2008 dan standar minimal bengkel industri. Pemenuhan sarana dan prasarana praktik dapat dilakukan dengan membuat proposal bantuan atau pengadaan ke dinas pendidikan. SUMMARY Putra, Rizki Andika. 2018. A Study on the Availability of Practical Facilities at Automotive Workshop in State Vocational High School1 Lengkong, Nganjuk Regency. Thesis, Departement of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Supervisors: (I) Drs. Partono., M.Pd., (II) Dr. H. Agus Sholah., M.Pd., Keyword:A Study on the Availability, Practical Facilities, State Vocational High School1 Lengkong, Nganjuk Regency Vocational high school is a secondary education preparing students to have competence in accordance with the field of work as expected by the world of work. The success of vocational high school programs in the learning process is influenced by various factors. One of them is the availability of practical facilities. The availability of incomplete practical facilitieswill have an impact on the learning process for students. This study was a descriptive research with quantitative approach. The aim was to know the availability of practical facilities in automotive workshop at State Vocational High School 1 Lengkong, Nganjuk Regency. Techniques data collection ofused observation, unstructured interviews, and documentation techniques. The object of this study was practical facilities at automotive workshop. Areas of automotive workshop included automotive engine work, automotive electrical work, work of chassis and power transfer system, as well as storage room and instructor The results showed that the availability of practice facilities in light vehicle engineering workshop on the work area of automotive engine was 53.64%suitable, automotive electrical work area was 54.75%suitable, chassis work area and power transfer rate were 53,23%suitable, and storage space and instructor were 78.86%suitable. While, on the practical infrastructure in the work area of automotive light vehicle engineering workshop showed the automotive engine working area was 33%suitable, work area of automotive electrics was 30%suitable, work area of chassis and power transfer system weren’t suitable, and storage space and instructors were 100%suitable. This situation maybe cause the learning process becoming ineffective. To solve it, the leader of State Vocational High School 1 Lengkong should immediately to make efforts in the fulfillment of practical facilities. Based on minimum standards of industrial workshop arranged by Indonesian Government. The fulfillment of practical facilities can be done by making a proposal of funding assistancefromMinistry of Education or tool assistance from Industries. Based on these results, it can be concluded that the appropriateness level of practice facilities at light vehicle engineering in State Vocational High School 1 Pagerwojo was 82,55% with very suitable category. The role of the School Committee was quite good (24.43%). The result is good enough, but it is necessary to add and equip the equipment which is still below national educational standard
Pengaruh Variasi Diameter Velocity Stack Terhadap Emisi Gas Buang Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Sepeda Motor Honda BEAT PGM-FI
ABSTRAK Bachri, Saiful. 2018. Pengaruh Variasi Diameter Velocity Stack Terhadap Emisi Gas Buang Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Sepeda Motor Honda BEAT PGM-FI. Skripsi, Progam Studi Pendidikan Teknik Otomotif,Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. H. Sumarli, M.P.d, M.T (II) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, SE, M.Pd, MM Kata Kunci : Velocity Stack, Emisi Gas Buang, Efisiensi Bahan Bakar. Perkembangan ilmu dan tegnolologi dalam dunia otomotif diindonesia saat ini semakin pesat pada periode belakangan ini. Penyempurnaan teknologi terus dilakukan untuk menyempurnakan tegnologi terdahulu.berbagai inovasi dilakukan untuk mengoptimalkan sistem udara masuk agar efisiensi volumetric bisa meningkat, salah satu inovasi yang dilakukan adalah dengan menambahkan piranti velocity stack pada sistem udara masuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi diameter velocity stack terhadap efisiensi bahan bakar dan emisi gas buang karbon monoksida dan hidrokarbon pada motor bensin. Sehingga dapat diketahui pengaruh penggunaan velocity stack terhadap efisiensi bahan bakar dan emisi gas buang CO dan HC sisa hasil pembakaran. Pengambilan data ini dilakukan dengan alat gas analyzer, stopwatch, tachometer, dan gelas ukur untuk mengetahui kadar emisi gas buang karbon monoksida dan hidrokarbon serta konsumsi bahan bakar. Objek penelitian ini menggunakan sepeda motor Honda BEAT PGM-FI tahun perakitan 2014. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan kadar emisi gas buang dan konsumsi bahan bakar antara tanpa penerapan variasi diameter velocity stack dengan penerapan variasi diameter velocity stack. Pada pengaplikasiannya, setiap variasi diameter velocity stack dan tanpa penerapan velocity stack, dilakukan pengambilan data pada 1500 RPM hingga 8000 RPM dengan kelipatan 500 RPM. Hasil dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan: 1) terdapat pengaruh pada penggunaan variasi diameter velocity stack dibanding tanpa menggunakan variasi diameter velocity stack terhadap emisi gas buang CO. 2) terdapat pengaruh pada penggunaan variasi diameter velocity stack dibanding tanpa menggunakan variasi diameter velocity stack terhadap emisi gas buang HC. 3) terdapat pengaruh pada penggunaan variasi diameter velocity stack dibanding tanpa menggunakan variasi diameter velocity stack terhadap efisiensi bahan bakar. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi pengguna sepeda motor untuk mempertimbangkan desain variasi ukuran dari velocity stack dan karakteristik mesin sebelum mengaplikasikannya pada sepeda motor dikarenakan setiap bentuk desain ukuran yang berbeda memiliki pengaruh pada konsumsi bahan bakar dan emsi gas buang yang dihasilkan. Dan perlu juga mempertimbangkan model pemakaian sepeda motor sebelum menggunakan variasi velocity stack
Pengaruh Pembelajaran Kelompok Pada Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI di SMKN 2 Bangkalan
ABSTRAK Adistya Putra, Andre. 2018. Pengaruh Pembelajaran Kelompok Pada Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI di SMKN 2 Bangkalan. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd., (II) Drs. Paryono, S.T.,M.T. Kata Kunci: Pembelajaran kelompok, Pembelajaran Individu dan Terhadap Hasil Belajar Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan post-test only control design. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kelas pembelajaran kelompok dan kelas pembelajaran individu sedangkan hasil belajar merupakan variabel terikat. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI TKR 1 dan TKR 2 menggunakan cluster sampling dan proportional sample sebagai teknik pengambilan sampel penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik uji-t. Penelitian ini memilih kelas XI TKR 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI TKR 2 sebagai kelas kontrol. Data siswa SMKN 2 Bangkalan diihat dari nilai hasil belajar terdapat perbedaan yaitu p-value = 0,000 diketahui taraf signifikansi α = 0,05 dengan demikian dapat dikatakan terdapat perbedaan yang signifikansi hasil belajar siswa antara kelas kelompok dengan kelas individu. Nilai rata-rata untuk kelas kelompok yaitu 81,85 dan kelas individu yaitu 73,47. Perbedaan nilai untuk kelas kelompok dan individu yaitu sebesar 8,83% hasil penelitian ini sesuai atau relevan. Maka ada perbedaan hasil belajar antara pembelajaran kelompok dan individu pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMKN 2 Bangkalan