SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    Pengaruh Pembelajaran dengan Media Audiovisual(Animasi)terhadap Prestasi Siswa Kelas X TKR pada Mata Pelajaran Sistem Hidraulik di SMK Negeri 11 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kata Kunci: pembelajaran, media audiovisual (animasi), prestasi siswa, sistem hidraulik. Salah satu solusi mewujudkan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013 adalah dengan memaksimalkan media pembelajaran dan merubah cara belajarnya dan didukung dengan rangsangan yang mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa seperti media audiovisual (animasi). Berdasarkan hasil observasi, media pembelajaran yang diterapkan di SMK Negeri11 Malang adalah audiovisual, yang hanya menampilkan gambar tanpa adanya suara dan gerak, hal ini akan mempengaruhi semangat belajar siswa saat materi pelajaran disampaikan. Pembelajaran seperti ini menuntut semua siswa harus aktifsehingga tidak memberi ruang siswa yang sudah paham untuk membantu siswa yang belum paham terhadap materi pembelajaran. Untuk mengetahui bagaimanakah hasil belajar siswa dan untuk mengetahui apakah ada perbedaan prestasi siswakelas yang menggunakan media pembelajaran audiovisual (animasi) dengan kelas yang tidak menggunakan media audiovisual (animasi) khususnya pada mata pelajaran Sistem Hidraulik di SMK Negeri 11 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan tipe post-test only control design yakni pemberian tes soal dilakukan diakhir setelah siswa melaksanakan pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan yaitu TKR 4 sebagai kelas eksperimen dan TKR 3 sebagai kelas kontrol, Instrumen tes di ujicoba dan hasilnya di analisis menggunakan uji-T menggunakan bantuan program SPSS 23.0 For Windows . Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prestasi siswa antara kelas eksperimen dengan prestasi siswa kelas kontrol,terlihat dari nilai akhir siswa yang menggunakan media audiovisual (animasi) hampir seluruhnya sudah memenuhi kriteria ketuntasan minimum (KKM) sedangkan pada kelas kontrol belum seluruhnya mampu memenuhi kriteria ketuntasan minimum yang ditentukan oleh sekolah maka peneliti menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan prestasi siswa yang menggunakan media audiovisual (animasi) dengan siswa yang tidak menggunakan media audiovisual (animasi)

    Studi Tentang Pengelolaan Praktik Kerja Lapangan di SMK Islam 1 Kota Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Kita ketahui bahwa peran ilmu pengetahuan dan teknologi akan sangat berperan dalam kemajuan bangsa ini. Dengan demikian pada sektor pendidikan SMK lebih menekankan pada pendidikan keahlian dan kejuruan dan diharapkan agar saat lulus dari jenjang SMK bisa dan mampu memasuki dunia kerja. Maka, peneliti tertarik untuk meneliti mengenai Studi Tentang Pengelolaan Praktik Kerja Lapangan di SMK Islam 1 Kota Blitar yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana persiapan yang dilakukan sebelum praktik kerja lapangan dimulai, bagaimana pelaksanaan praktik kerja lapangan, bagaimana penilaian yang dilakukan pada praktik kerja lapangan, dan apa saja faktor pendukung dan faktor penghambat jalannya praktik kerja lapangan. Rancangan yang digunakan yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif deskriptifdengan menggunakan angket pada 44 siswa. Instrument penelitian yang disusun terdiri dari 35 soal angket yang terdiri dari empat sub variabel  yaitu:  (1) persiapan Praktik Kerja Lapangan, (2) Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan, (3) Penilaian Praktik Kerja Lapangan, dan (4) Faktor Pendukung dan Faktor Penghambat Praktik Kerja Lapangan dan telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data yang dilakukan yaitu perhitungan frekuensi dan perhitungan persentase. Setelah itu dilakukan deskripsi dari data yang diperoleh. Hasil yang didapatkan  dari penelitian responden di SMK Islam 1 Kota Blitar menyatakan sesuai mengenai keseluruhan proses praktik kerja lapangan. Menurut  hasil yang didapatkan dari penelitian ini, penulis memberikan saran agar meningkatkan proses pembelajaran yang berkaitan dengan praktik kerja lapangan dan melakukan evaluasi proses agar pelaksanaan selanjutnya bisa lebih baik lagi

    PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR BERBASIS MULTIMEDIA FLASH PADA MATERI PENGOPERASIAN ALAT UKUR PRAKTIKUM PENGUKURAN DI JURUSAN TEKNIK PEMESINAN SMK NEGERI 1 SINGOSARI00

    No full text
    ABSTRAK   Nuha, M.N. 2018. Pengembangan Sumber Belajar Berbasis Multimedia Flash pada Materi Pengoperasian Alat Ukur Praktikum Pengukuran di Jurusan Teknik Pemesinan SMK Negeri 1 Singosari. Skripsi, Jurusan teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Widiyanti, M.P.d. (II) Marsono, S.Pd.T., M.Pd, Ph.D   Kata Kunci: media pembelajaran, multimedia flash, pengukuran Permasalahan pada siswa SMK saat ini terkait media, seperti nilai siswa dibawah KKM, keterlambatan pengumpulan tugas, kepasifan saat di kelas, dan minimnya media pembelajaran inovatif yang digunakan. Penggunaan metode mengajar ceramah saja membuat materi yang diserap siswa menjadi kurang, dengan adanya media multimedia flash berbasis software yang dapat dengan mudah di unduh oleh guru ataupun siswa agar lebih memahami pengukuran dan aplikasinya. Penelitian ini bertujuan menghasilkan media pembelajaran berbasis multimedia flash materi pengoperasian alat ukur dan mengetahui tingkat kelayakan media tersebut. Jenis penelitian ini merupakan pengembangan (research and development). Model pengembangan produk menggunakan lima tahap adalah: analisis (analysis), perancangan (design), pengembangan (development), penerapan (implementation), dan evaluasi (evaluation). Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket, proses yang dilakukan pertama adalah uji kelayakan yang melibatkan ahli materi dan media. Selanjutnya media pembelajaran yang sudah diuji kelayakan dan mendapat masukan dari ahli dilakukan proses revisi produk. Setelah media dinyatakan layak, maka dilakukan uji coba pertama kepada guru untuk mengetahui kualitas media pembelajaran sebelum digunakan untuk proses pembelajaran. Setelah melakukan uji coba guru, media diujicobakan kepada kelompok kecil yang berjumlah lima siswa dan kelompok besar yang melibatkan 30 siswa. Hasil penelitian diketahui bahwa kelayakan aplikasi media pembelajaran dari ahli materi memiliki kriteria cukup baik (57,8%), dari ahli media memiliki kriteria baik (73,8%), hasil uji coba aplikasi media pembelajaran dari uji coba guru memiliki kriteria sangat baik (94%), uji kelompok kecil memperoleh kriteria sangat baik (92,1%), dan hasil uji coba aplikasi media pembelajaran dari uji kelompok besar memperoleh kriteria sangat baik (87%). Dari hasil uji kelayakan dan uji coba, media pembelajaran dinyatakan layak atau baik untuk digunakan dalam proses belajar mengajar. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa saran yang dapat diberikan kepada peneliti selanjutnya untuk mengembangkan media pembelajaran yang berbasis mobile sehingga dapat diakses dimanapun berada

    PERBEDAAN HASIL BELAJAR KELISTRIKAN SISWA KELAS XI TEKNIK KENDARAAN RINGAN MENGGUNAKAN METODE LATIHAN DAN INKUIRI TERBIMBING DI SMK ISLAM 1 BLITAR

    No full text
    ABSTRAK   Metode yang digunakan dalam pendidikan SMK sangat berpengaruh pada output yang dihasilkan dari suatu pendidikan, hasil tersebut akan berakibat pada kualitas lulusan pada dunia kerja. Untuk mengetahui apakah metode pembelajaran dengan latihan dan inkuiri terbimbing memiliki perbedaan hasil belajar siswa kelas XI di SMK Islam 1 Blitar. Khususnya pada mata pelajaran kelisrikan maka penelitian ini dilakukan,tujuannya adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dengan metode tersebut. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Post Test Only Control Design.Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Islam 1 Blitar.sampel menggunakan tehnik Cluster Random Sampling sebanyak dua kelas : XI Teknik Kendaraan Ringan 3 dan XI Teknik Kendaraan Ringan 6. Untukpengambilan data instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah tes, dan teknik analisisnya menggunakan independent t-test dengan IBM SPSS versi2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode latihan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran kelistrikan. Rata ratanya adalah71,20 nilai ini lebih besar dari pada inkuiri terbimbing yaitu 61,04. Berdasarkan hasil penelitian ini, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik di masa depan metode pembelajaran perlu dilakukan evaluasi yang berkelanjutan

    KONTRIBUSI ORANG TUA DAN DUNIA USAHA/ INDUSTRI TERHADAP MUTU LAYANAN DAN HASIL PENDIDIKAN PROGRAM TKR DI SMK N 1 DONOROJO KABUPATEN PACITAN

    No full text
    ABSTRAK   Assabirin, Insya. 2018. Kontribusi Orang Tua Dan Dunia Usaha/Industri Terhadap Mutu Layanan Dan Hasil Pendididikan Program TKR Di SMK N 1 Donorojo Kabupaten Pacitan. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) Prof. Dr. Amat Mukhadis, M.Pd. (2) Drs. Sumarli, M.Pd, M.T.   Kata Kunci: Kontribusi orang tua, kontribusi dunia usaha/industri terhadap mutu layanan, hasil pendidikan. Mutu layanan dan hasil pendidikan dalam proses pembelajaran menjadi faktor penentu berhasil atau tidaknya tujuan pendidikan. Mutu layanan yang tinggi dan hasil pendidikan yang tinggi tidak akan didapatkan dengan mudah, banyak hal yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas belajar siswa yang pada akhirnya akan mempengaruhi mutu layanan dan hasil belajar. Hal tersebut datang dari kontribusi orang tua dan kontribusi dunia usaha/industri. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu (1) Mendeskripsikan kontribusi orang tua (X1), kontribusi dunia usaha/industri (X2) terhadap mutu layanan program TKR di SMK N 1 donorojo (Y1). (2) Mengungkap hubungan kontribusi orang tua (X1) terhadap mutu layanan (Y1) program TKR di SMK N 1 donorojo. (3) Mengungkap hubungan kontribusi dunia usaha/industri (X2)terhadap mutu layanan (Y1) program TKR di SMK N 1 Donorojo. (4) Mengungkap hubungan simultan kontribusi orang tua (X1)dan dunia usaha/industri (X2) terhadap mutu layanan (Y1) program TKR di SMK N 1 donorojo. (5) Mendeskripsikan kontribusi orang tua (X1), kontribusi dunia usaha/industri (X2) terhadap hasil pendidikan (Y2) program TKR di SMK N 1 donorojo. (6) Mengungkap hubungan kontribusi orang tua (X1) terhadap hasil pendidikan (Y2) program TKR di SMK N 1 donorojo. (7) Mengungkap hubungan kontribusi dunia usaha/industri (X2) terhadap hasil pendidikan (Y2) program TKR di SMK N 1 donorojo. (8) Mengungkap hubungan simultan kontribusi orang tua (X1)dan dunia usaha/industri (X2) terhadap hasil pendidikan (Y2) program TKR di SMK N 1 donorojo Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa / siswi, orang tua dan t empat prakerin kelas XI program TKR  SMKN N 1 donorojo responden 67 dan sampel sebanyak 67. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data berupa dokumentasi dan angket/kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier ganda dengan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistics 24. Hasil penelitian yaitu: (1) Tingkat kontribusi orang tua di SMK N 1 donorojo tergolong tinggi 68%, (2) Tingkat kontribusi dunia usaha/industri di SMK N 1 donorojotergolong tinggi 69%, (3) Tingkat mutu layanan program TKR di SMK N 1 donorojo tergolong tinggi 68%, (4) Hasil pendidikan program TKR di SMK N 1 donorojo tergolong tinggi 69%, (5) Ada hubungan positif dan signifikan secara simulan antara kontribusi orang tua dan dunia usaha/industr iterhadap mutu pendidikan, (6) Ada hubungan positif dan signifikan antara kontribusi orang tua dan dunia usaha/industri terhadap hasil pendidikan

    Hubungan Kecerdasan Visual Spasial Dan Kemandirian Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Mata Pelajaran Gambar Teknik I Program Keahlian Teknik Pemesinan Di SMK Turen

    No full text
    RINGKASAN   Kecerdasan visual spasial diperlukan adanya pemahaman kiri-kanan, pemahaman perspektif, bentuk-bentuk geometris, menghubungkan konsep spasial dengan angka dan kecerdasan dalam transformasi mental dari bayangan visual.Kecerdasan visual spasial memiliki pengaruh yang tinggi dalam menggambar teknik. Kemandirian belajar juga termasuk salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Peran kemandirian sangat diperlukan bagi setiap siswa dalam proses belajar terutama saat siswa belajar secara individu. Kurangnya sikap kemandirian belajar siswa dapat dilihat dari kenyataan yang ada bahwa siswa bergantung kepada temannya dalam mengerjakan tugas kelompok dan menyontek pada saat mengerjakan ulangan dan tugas sehingga hal ini menyebabkan hasil belajar siswa kurang optimal. Pengetahuan dasar menggambar teknik tersebut sangat penting dalam penyampaian dan pembacaan informasi mengenai suatu benda kerja dan mesin. Kompetensi menggambar teknik sangat diperlukan oleh siswa program keahlian Teknik Pemesinan dalam praktik industri maupun saat memasuki dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan kecerdasan visual spasial dan kemandirian belajar terhadap hasil belajar siswa kelas X Teknik Pemesinan pada mata pelajaran Gambar Teknik I di SMK Turen. Penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X Teknik Pemesinan di SMK Turen yang berjumlah 132, sementara sampel yang diambil berjumlah 82 siswa dari 3 kelas X Teknik Pemesinan, yaitu kelas X TPm 2, X TPm 3, dan X TPm 4. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes tulis, angket, dan dokumentasi nilai. Data yang diperolehdiuji menggunakanregresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis data, kecerdasan visual spasial dan kemandirian belajar siswa secara bersama-sama memiliki korelasipositif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas X mata pelajaran gambar teknik I. Kecerdasan visual spasial dan kemandirian belajar siswa memberikan kontribusi sebesar 91,2% terhadap hasil belajar siswa kelas X Teknik Pemesinan. Dengan demikian, kecerdasan visual spasial dan kemandirian belajar dapat digunakan sebagai salah satu penentu hasil belajar siswa kelas X Teknik Pemesinan pada mata pelajaran gambar teknik I

    Desain dan Analisis Kekuatan CNC Micro Blanking Machine Menggunakan Metode Elemen Hingga

    No full text
    RINGKASAN Penelitian ini merupakan pengembangan penelitian Micro Punch CNC Machine dengan optimasi fungsi sumbu penggerak dan diimplemantasikan untuk pembuatan plat implan. Tujuan penelitian ini adalah mendesain dan mensimulasi kekuatan konstruksi dari CNC Micro Blanking Machine. Desain yang dibuat di awal kemudian disimulasikan oleh perangkat lunak Ansys untuk menentukan tingkat kekuatan konstruksi. Variasi ketebalan benda kerja juga disimulasikan untuk menentukan ketebalan maksimum benda yang diizinkan dalam desain yang telah dibuat, Variasi ketebalan yang digunakan adalah 0,6; 1,0; 1,2; 1,4; dan 1,6 mm. Simulasi juga dilakukan untuk menentukan material terbaik untuk konstruksi mesin antara St37 dan St42. Berdasarkan hasil simulasi diperoleh ketebalan maksimum yang diperbolehkan dalam desain mesin CNC micro blanking dengan menggunakan St37 dan St42 masing-masing 0,6 dan 1,0 mm. Selain itu, jenis material ini memiliki efek kecil pada nilai-nilai stres, tetapi perbedaan yang lebih besar dapat ditemukan pada strain dan deformasi. Secara keseluruhan desain mesin CNC micro blanking telah dirancang memenuhi syarat untuk tahap kekuatan kontruksi

    Studi Pelaksanaan Kurikulum Kelas Kerjasama Teknik Pengelasan di SMK Negeri 1 Bendo Magetan

    No full text
    RINGKASAN Fatchullah, Yanuar. 2018. Studi Pelaksanaan Kurikulum Kelas Kerjasama Teknik Pengelasan di SMK Negeri 1 Bendo Magetan. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Basuki, M.Pd., (II) Agus Suyetno, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Sekolah Menengah Kejuruan, kurikulum, kelas kerjasama, Pendidikan kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu, maka diprogramkan pada salah satu lembaga pendidikan nasional yaitu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Misi utama SMK adalah mempersiapkan peserta didik sebagai calon tenaga kerja yang memiliki kesiapan untuk memasuki dunia kerja. Salah satu upaya yang dilakukan adalah program kerja sama antara SMK dengan DU/DI. Tujuan utama dalam kerjasama kedua pihak adalah untuk mempercepat waktu penyesuaian bagi lulusan SMK dalam memasuki dunia kerja. Upaya yang dilakukan dalam mengembangkan pendidikan adalah perkembangan mutu dan kualitas dari kurikulum tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) persiapan menyusun kurikulum, (2) pelaksanaan kurikulum, (3) persyaratan guru atau instruktur, dan (4) evaluasi kurikulum kelas kerjasama Teknik Pengelasan di SMK Negeri 1 Bendo Magetan. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (case studies). Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data-data yang diperoleh berasal dari semua sumber data yang dapat memberikan informasi terkait dengan studi pelaksanaan kurikulum kelas kerjasama. Hasil penelitian menunjukan bahwa persiapan diawali dengan perjanjian kesepakatan atau MoU antara kedua belah pihak dan dilanjutkan menyusun kurikulum implementatif (sinkronisasi kurikulum nasional dengan kurikulum industri) sampai dengan pengesahan kurikulum implementatif tersebut. Pelaksanaan kelas kerjasama melibatkan beberapa pihak yaitu (1) Waka Kurikulum, (2) Kepala Program Studi Teknik Pengelasan, (3) Kepala Bengkel Teknik Pengelasan, (4) guru-guru normada maupun produktif, dan (5) pihak industri (PT. INKA). Teknis pelaksanaan yaitu kegiatan pembelajaran diberikan di sekolah oleh guru dan instruktur dari pihak industri. Siswa juga melakukan program prakerin di tempat industri dengan jadwal yang sudah ditentukan. Persyaratan guru atau instruktur yaitu dengan diterapkannya pemilihan atau seleksi hanya kepada calon Guru Tidak Tetap (GTT). Pelatihan guru dilakukan di tempat industri selama satu sampai dengan tiga bulan. Tahap selanjutnya adalah evaluasi kurikulum yang dilakukan selama satu tahun sekali, dengan batas-batas evaluasi yakni semua hal yang berkitan dengan kompetensi. Teknik evaluasi yang digunakan adalah metode tes baik teori maupun dari Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Selanjutnya menentukan tindak lanjut program, apakah sudah berjalan sesuai tujuan atau perlu pengembangan lagi, yang dikordinasikan antara pihak sekolah dengan pihak industri

    SINTESIS DAN KARAKTERISASI MATERIAL MAGNETIK Mn0.8Zn0.2Fe2O4 DENGAN VARIASI HOLDING TIME SINTERING DALAM METODE CO-PRECIPITATION

    No full text
    RINGKASAN Karakterisasi manganese zinc ferrite (Mn0.8-Zn0.2-Fe2O4) dilakukan menggunakan metode co-precipitation dengan variasi waktu sintering (3 jam, 4 jam dan 5 jam) dan suhu sintering 11000C. Material uji yang digunakan dalam penelitian ini dihasilkan dari mangan oxide (MnO), zinc oxide (ZnO), dan iron oxide (Fe2O3) berbentuk serbuk berukuran mikro. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Laboratorium Nano Material Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Uji XRD, SEM-EDX dan VSM digunakan untuk mengkarakterisasi fasa, morfologi, dan sifat magnetiknya. Hasil penelitian menunjukan bahwa holding time sintering berpengaruh terhadap fasa, morfologi dan sifat magnetiknya dari manganese zinc ferrite (Mn0.8-Zn0.2-Fe2O4). Perubahan fasa Mn0.8-Zn0.2-Fe2O4 proses unsintering dan sintering menggunakan holding time 3 jam, 4 jam dan 5 jam menunjukan perubahan ukuran kristal sebesar 70,4194; 52.91546; 26.45; dan 26.45014 nm. Pada variasi proses holding time sintering terbentuk single MnZnFe2O4 phase dan material berada dalam satu lattice dengan struktur kristal berbentuk kubik. Proses sintering mempengaruhi ukuran bulk partikel, semakin tinggi suhu sintering juga meningkatkan ukuran bulk partikel . Material proses holding time sintering yang membentuk single MnZnFe2O4 phase memiliki ketahanan magnet yang lebih tinggi dibanding proses unsintering. Dibuktikan dengan nilai magnetik saturasi (Ms) dan magnetik remanen (Mr) yang lebih tinggi dari proses unsintering. Pada variasi holding time sintering 3 jam memiliki nilai magnetisasi saturasi (Ms) 54.05 emu/g dan nilai magnetisasi remanen (Mr) 14.83 emu/g lebih tinggi dibanding variasi lainnya

    Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Flash pada Materi Ergonomi di Jurusan Teknik Pemesinan Kelas X SMK Negeri 1 Gempol

    No full text
    ABSTRACT        Pemanfaatan media pembelajaran khususnya berbasis flash dalam proses belajar pembelajaran sangatlah penting, karena dengan penggunaan media pembelajaran akan mampu merangsang aspek pikiran, kerterampilan dan perasaan siswa. Hal ini bisa menjadi solusi terhadap kurangnya media praktek dan motivasi belajar siswa di SMK Negeri 1 Gempol khususnya pada materi ergonomi angkat manual. Bagi siswa kelas X Jurusan Teknik Pemesinan materi ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan keselamatan kerja pada pelaksanaan praktek di sekolah, industri maupun untuk kehidupan sehari-hari.      Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media belajar mandiri menggunakan aplikasi berbasis flash pada materi ergonomi angkat manual dan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran serta tanggapan dari siswa yang diharapkan bisa menjadi salah satu sumber belajar dan bekal bagi siswa untuk memperdalam materi. Pengembangan media pembelajaran ini menggunakan metode dari Dick and Carey dengan langkah-langkah pengembangan sebagai berikut: (1) analisis; (2) desain; (3) pengembangan; (4) implementasi; (5) evaluasi. Dimana pengumpulan data menggunakan teknik penyebaran angket dan memperoleh data kualitatif dan data kuantitatif.      Pada penelitian dan pengembangan ini telah dihasilkan sebuah aplikasi berbasis flash sebagai media pembelajaran materi ergonomi angkat manual dengan nama Ergonome. Dari hasil uji media oleh para ahli dan subjek penelitian didapatkan hasil sebagai berikut: (1) dari ahli media, diperoleh rata-rata skor 4,07; (2) dari ahli materi diperoleh rata-rata skor 3,70; (3) dari subjek penelitian yaitu siswa diperoleh total skor 752. Berdasar kriteria validasi dari Khabibah dalam Prasetyo untuk nilai rata-rata x 3,50 ≤ x 4,50 adalah layak, untuk nilai rata-rata x 3,50 ≤ x 4,50 berarti layak, sedangkan untuk total skor yang diperoleh dari siswa 683-834 berarti baik atau layak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran ini layak untuk digunakan

    0

    full texts

    1,608

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇