SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    HubunganSaranadanPrasaranaBengkelOtomotifdenganMotivasiBelajarSiswaKelas XII padamatapelajaranProduktif Program KeahlianTeknikKendaraanRingan SMK Negeri Bandung Tulungagung

    No full text
    ABSTRAK   Untuk mengetahui linier atau tidaknya hubungan antara variebel bebas (X) yaitu persepsi siswa dengan variabel terikat (Y) yaitu prestasi belajar siswa serta untuk mengetahui signifikansi penyimpangan dari linieritas tersebut maka, perlu dilakukan uji linierita

    Pengaruh Metode Penyayatan Laju Tinggi dan Sudut Buang Pahat terhadap Kekasaran Permukaan Hasil Bubut Rata Menggunakan Pahat HSS pada Bahan Bronze

    No full text
    RINGKASAN   Irvan, Muhammad Farid. 2018. Pengaruh Metode Penyayatan Laju Tinggi dan Sudut Buang Pahat terhadap Kekasaran Permukaan Hasil Bubut Rata  Menggunakan Pahat HSS pada Bahan Bronze. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Abdul Qolik, M.M., M.Pd., (2) Drs. Basuki, M.Pd.   Kata Kunci: kecepatan putaran spindle, gerak makan, sudut buang pahat HSS, kekasaran permukaan   Proses bubut adalah proses pemesinan untuk menghasilkan bagian-bagian mesin berbentuk silindris yang dikerjakan dengan mesin bubut. Parameter pembubutan terdiri dari gerak makan, kedalaman potong, kecepatan putar spindel, kecepatan pemotongan, dan kecepatan penghasilan geram. Bronze merupakan suatu paduan logam yang berbasis tembaga dengan timah sebagai aditif utama. Kekasaran permukaan adalah penyimpangan yang disebabkan oleh kondisi pemotongan dari proses pemesinan. Penelitian ini dilakukan untuk mengentahui pengaruh kecepatan putaran spindel, gerak makan, dan sudut buang pahat terhadap kekasaran bahan Bronze. Hal ini dapat memaksimalkan hasil produksi. Hasil penelitian ini untuk memperoleh nilai kekasaran permukaan bronze yang rendah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah kecepatan putaran spindle, gerak makan, dan sudut buang pahat hss. Kecepatan putaran spindle yang digunakan variasi 630 rpm, 920 rpm, dan 1250 rpm. Gerak makan variasi yang digunakan 0.050 mm/rev, 0.100 mm/rev, dan 0.200 mm/rev. Variasi sudut buang pahat hss yang digunakan 3˚,10˚, dan 20˚. Variabel terikat pada penelitian ini adalah kekasaran permukaan pada hasil pembubutan bahan bronze. Variabel kontrol pada penelitian ini adalah tidak menggunakan pendingin. Kedalaman pemakanan pada penelitian ini sebesar 0,5 mm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecepatan putaran spindle rata-rata yang paling halus pada kecepatan 1250 rpm dengan nilai Ra 0.59 µm. Gerak makan paling baik pada 0.050 mm/rev dengan nilai Ra 0.59 µm. Sudut buang pahat yang memiliki kekasaran paling rendah pada sudut 3˚ dengan nilai Ra 0.59 µm. Dari ketiga variabel bebas berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kekasaran permukaan pada proses pembubutan bahan bronze. Hasil penelitian ini juga didapatkan bahwa variasi yang paling halus didapat pada kecepatan putaran spindle 1250 rpm, gerak makan 0.050 mm/rev, dan sudut buang pahat 3˚ dengan hasil kekasaran Ra 0.59 µm

    PENGARUH PENGGUNAAN SPARK PLUG IRIDIUM DAN SPARK PLUG PLATINUM DENGAN VARIASI BAHAN BAKAR TERHADAP TOP SPEED DAN DAYA PADA SEPEDA MOTOR HONDA VARIO 150 ESP

    No full text
    ABSTRAK   Amrulloh, Taufik. 2018. Pengaruh Penggunaan Spark Plug Iridium Dan Spark Plug Platinum Dengan Variasi Bahan Bakar Terhadap Top Speed Dan Daya Pada Sepeda Motor Honda Vario 150 ESP. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pebimbing: (I) Drs H. Paryono, S.T., M.T., (II) Windra Irdianto, S.Pd., M.Pd.   Kata Kunci: Busi Iridium, Busi Platinum, Pertamax, Pertalite, Daya, Top Speed Perkembangan teknologi motor matik semakin meningkat, salah satunya motor matik dengan teknologi Electrotronic Fuel Injection (EFI) mampu menghasilkan top speed dan daya maksimal. Top speed dan daya yang maksimal  dapat ditingkatkan dengan menggunakan busi dan bahan bakar sesuai dengan spesifikasi kendaraan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh penggunaan busi iridium dan busi platinum dengan variasi bahan bakar terhadap top speed pada sepeda motor Honda Vario 150 ESP, (2) pengaruh penggunaan busi iridium dan busi platinum dengan variasi bahan bakar terhadap daya pada sepeda motor Honda Vario 150 ESP Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dan merupakan jenis penelitian kuantitatif. Objek dalam penelitian ini adalah Honda Vario 150 ESP. Variabel bebas penelitian ini adalah jenis busi dan jenis bahan bakar dan variabel terikat adalah top speed dan daya. Pengambilan data dilakukan sebanyak 5 kali untuk menghasilkan data yang valid, kemudian diolah dan di rata-rata. Analisis statistik data penelitian ini menggunakan uji one way ANOVA dan post hoc. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata top speed dan daya yang dihasilkan berbeda. Busi iridium dengan bahan bakar pertalite menghasilkan top speed 116.53 Km/jam dan daya 9.14 Hp. Penggunaan busi iridium dengan bahan pertamax menghasilkan  top speed sebesar 117.51 Km/jam dan daya 9.82 Hp. Penggunaan busi platinum dengan bahan bakar pertalite menghasilkan top speed sebesar 115.47 Km/jam dan daya 8.56 Hp. Penggunaan busi platinum dengan bahan bakar pertamax menghasilkan top speed sebesar 116.66 Km/jam dan daya 9.21 Hp. Dari pengujian analisis terdapat perbedaan top speed dan daya dari masing-masing penggunaan busi dan bahan bakar, dimana penggunaan busi iridium dengan bahan pertamax menghasilkan daya dan top speed tertinggi. Top speed dan daya yang maksimal tidak hanya dihasilkan dengan mengubah busi dan memakai bahan bakar yang sesuai kendaraan saja, tetapi juga perlu modifikasi di bagian mesin dan sistem penggerak kendaraan matik tersebut

    Pengaruh Pendekatan Scientific Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Pekerjaan Dasar Otomotif Kelas X TKR Di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung

    No full text
    ABSTRAK   Faroby, Muhammad Shabrian. 2018. Pengaruh Pendekatan Scientific Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Pekerjaan Dasar Otomotif Kelas X TKR Di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd, (2) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E, M.Pd, M.M.   Kata Kunci: pendekatan scientific, hasil belajar, pekerjaan dasar otomotif Pendekatan scientific merupakan pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaraan untuk mendukung penerapan kurikulum 2013. Penggunaan pendekatan scientific dalam proses pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar. SMKN 3 Boyolangu Tulungagung merupakan salah satu sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 namun dalam proses pembelajaran guru masih  menggunakan pendekatan Expository dengan metode ceramah dan diskusi. Hal ini menyebabkan siswa kurang aktif terlibat dalam proses pembelajaran sehingga siswa tidak memperhatikan materi pembelajaran. Oleh karena ituhasil belajar siswa pada mata pelajaran Pekerjaan Dasar Otomotif masih banyak yang dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan yang menggunakan pendekatan Scientific dengan kelas yang menggunakan pendekatan Expository. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu atau quasy experiment dengan tipe Posttest Only, Non-Equivalent Control Group Desaign. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan yaitu kelas X TKR 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas X TKR 3 sebagai kelas kontrol di SMKN 3 Boyolangu. Instrumen tes diuji coba dan hasilnya dianalisis menggunakan uji-t melalui bantuan program SPSS 24.0 for Windows. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas eksperimen yang menggunakan pendekatan Scientific dengan hasil belajar siswa kelas kontrol yang menggunakan pendekatan Expository. Hal ini terlihat pada rata-rata nilai post test kelas eksperimen 83,13 dan kelas kontrol 75,07. Pada kelas eksperimen diperoleh nilai tertinggi 92 sebanyak 4 siswa dan nilai terendah 64 sebanyak 1 siswa sehingga 99% siswa sudah memenuhi (KKM) dibandingkan kelas kontrol nilai tertinggi 88 sebanyak 4 siswa dan nilai terendah 60 sebanyak 4 siswa sehingga 31% siswa sudah memenuhi (KKM). Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan Bagi Sekolah sebaiknya lebih menekankan penerapan langkah –langkah pendekatan scientific dalam proses pembelajarannya, Bagi peneliti selanjutnya sebaiknya melakukan penelitian pendekatan scientific dengan melihat materi pada Kompetensi Dasar yang akan dilakukan penelitian dengan memperhatikan taksonomi bloom pada dimensi kognitif dan pengetahuan. Karena pendekatan scientific lebih tepat pada Kompetensi Dasar yang memuat C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi) dan C6 (Mencipta) atau yang sering disebut dengan High Order Thingking Skill (HOTS)

    Pengaruh Variasi CDI terhadap Daya dan Akselerasi pada Sepeda Motor Suzuki Satria FU 150

    No full text
    ABSTRAK   Wardana, Rizky. 2018. Pengaruh Variasi CDI terhadap Daya dan Akselerasi pada Sepeda Motor Suzuki Satria FU 150.Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sumarli, M.Pd, MT, (II)Drs. Imam Muda Nauri, S.T, M.T.   Kata Kunci: Variasi CDI,Sistem Pengapian, Daya, Akselerasi, Satria FU Perkembangan dunia otomotif semakin meningkat dari tahun ke tahun denganmenghasilkanCDI teknologi barupada sistem pengapian sepeda motor. CDI tersebut belum diketahui pengaruhnya terhadap daya dan akselerasi pada sepeda motor. Penelitian ini dilakukan oleh peneliti dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan hasil daya dan akselerasi menggunakan variasi CDI pada sepeda motor Suzuki Satria FU 150. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk mengetahui perbedaan hasil daya dan akselerasi pada sepeda motor menggunakan CDI Standar Limiter (menggunakan CDI Suzuki Satria FU 150), CDI Standar Unlimiter (menggunakan CDI Suzuki Smash New), dan CDI Racing (menggunakan CDI BRT Powermax Hyperband).Data daya diambil pada putaran mesin 3000 rpm sampai dengan 8000 rpm dengan kenaikkan 500 rpm. Data akselerasi diambil pada kecepatan 5,56 m/ssampai33,36 m/sdengankenaikan2,78 m/s. Penelitian ini menggunakan One Way Anova dan Post Hoc. Penemuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa, daya dengan menggukanCDI Standar Limiter (CDI SL)menghasilkan 10,122 Hp, daya dengan menggukanCDI Standar Unlimiter (CDI SU)menghasilkan 11,363 Hp, dandaya dengan menggukanCDI Racing (CDI R)menghasilkan 13,229 Hp.Akselerasi dengan menggukanCDI SL menghasilkan124,01 m/s2, akselerasi dengan menggukanCDI SU menghasilkan 103,836m/s2, dan akselerasi dengan menggukanCDI Rmenghasilkan82,077m/s2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variasi CDI mempunyai perbedaan daya dan akselerasi yang signifikan pada sepeda motor Suzuki Satria FU 150. Disarankanuntuk peneliti selanjutnya untuk meneliti temperatur mesin, konsumsi bahan bakar, dan tegangan percikan bunga api.   ABSTRACT   Wardana, Rizky. 2018. The Use of Variation of CDI Products toward the Power and Acceleration in motorcycle ofSuzuki Satria FU 150. Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors:(I) Drs. H. Sumarli, M.Pd, MT, (II)Drs. Imam Muda Nauri, S.T, M.T.   Keywords: Variation of CDI, Ignition system, Power, Acceleration, Satria FU The automotivedevelopment increased years by year with produced CDI new technologiesin ignition system motorcycle. Those CDI are not know its effect toward engine power and acceleration in the motorcycle yet. This Study was conducted by researchers with special purpose to know the difference in power result and acceleration the use of CDI variation on motorcycle in Suzuki Satria FU 150. This study used experimental method to know the difference in power result and acceleration in motorcycle using Limited Standard CDI (Used CDI Suzuki Satria FU 150), Unlimited Standard CDI (Used CDI Suzuki Smash New), and RacingCDI (Used CDI BRT Powermax Hyperband). The power data was taken on engine speed 3000 rpm up to 8000 rpm with upgrade 500 rpm. Acceleration data was taken on acceleration of 5,56 m/sto 33,36 m/swith uprade of 2,78 m/s. In this study used One Way Anova and Post Hoc. The findings in this study showed that the power with using Limited Standard CDI (LS CDI) produced 10,122 Hp, the power with using Unlimited Standard CDI (US CDI) produced 11,363 Hp, and the power with using Racing CDI (R CDI) produced 13,229 Hp. The acceleration with using LS CDI produced 124,01m/s2, the acceleration with using US CDI produced 103,836m/s2, and the acceleration with using R CDI produced 82,077m/s2. Based on this results, it can be concluded that CDI variation have significant differencepower and acceleration in motorcycle of Suzuki Satria FU 150. It is suggested for further research to focus on testing the engine temperature, fuel consumption, and flare tension

    PENGARUH MODIFIKASI INTAKE MANIFOLD TERHADAP EMISI GAS BUANG DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR MOTOR YAMAHA MIO

    No full text
    PENGARUH MODIFIKASI INTAKE MANIFOLD TERHADAP EMISI GAS BUANG DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR MOTOR YAMAHA MIO Hilly RivdanUniversitas Negeri Malang, Jalan Semarang No.5 Malang 65154Email: [email protected] ABSTRAK: Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di indonesia mencapai 11% setiap tahun, sehingga menyebabkan polusi udara juga semakin meningkat. Polusi udara disebabkan dari gas sisa pembakaran yang tidak terbakar sempurna pada ruang bakar. pembakaran yang sempurna diperoleh dari campuran yang homogen antara udara dan bahan bakar. Campuran bahan bakar dan udara yang homogen dapat diperoleh dengan cara mengurangi gesekan pada saluran hisap. Gesekan antara campuran bahan bakar dengan dinding saluran hisap dapat dikurangi dengan memodifikasi saluran intake manifold. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengarh dari variasi diameter intake manifold terhadap emisi gas buang HC, CO dan konsumsi bahan bakar pada motor Yamaha Mio tahun 2010 sebagai objek penelitian. Teknik analisis menggunakan One Way Annova dengan bantuan software spss 22 forWindows.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai emisi gas buang HC terendah adalah 3362,8 ppm pada intake manifold 23,5 mm. Hasil emisi gas buang CO terendah adalah 2,57 % pada intake manifold 23.5 mm. Sedangkan hasil konsumsi bahan bakar terendah adalah 373.6 detik pada intake manifold 23.5 mm.Hasil dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan: 1) Tidak terdapat pengaruh pada modifikasi intake manifold terhadap emisi gas buang HC .2) Tidak terdapat pengaruh pada modifikasi intake manifold terhadap emisi gas buang CO. 3) tidak terdapat pengaruh pada modifikasi intake manifold terhadap konsumsi bahan bakar

    SintesisdanKarakterisasiNanopowder Eggshells (Serbuk Nano CangkangTelur)denganVariasiWaktu Proses Ball Milling.Skripsi, Program StudiTeknikMesin, JurusanTeknikMesin, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Rr. P

    No full text
    ABSTRAK   Cangkang telur (egg shells) banyak dijumpai berbentuk sampah yang tidak berguna, biasanya terdapat pada tempat sampah hasil pengolahan makanan. Cangkang telur mengandung 94% kalsium karbonat, 1% kalsium fosfat, 1% magnesium karbonat dan 4% senyawa organik. Selain itu, cangkang telur (egg shells) mengandung hydroxyapatite (Ca10 (PO4)6 (OH)2) atau HA. Hydroxyapatite (HA) digunakan sebagai bahan yang baik untuk memperbaiki tulang dan gigi yang rusak, untuk implan dan perancah/penyangga jaringan karena biokompatibilitas dan bioaktivitasnya sama baiknya serta kesamaannya dengan komponenanorganik dari jaringan keraspada tulang alami. Karakterisasi fasa dan morfologi serbuk nano egg shells bertujuan untuk melihat ukuran butir serbuk eggs hells setelah digiling dengan variasi waktu penggilingan serta dengan penambahan proses sintering selama 1 jam. Ball milling digunakan untuk memperkecil ukuran butiran serbuk dari ukuran mikro menjadi ukuran nano. Sintering dilakukan pada proses sintesis untuk mengeringkan material pada suhu tinggi yaitu 1100ºC selama 1 jam. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah serbuk cangkang berukuran nano yang memiliki kandungan C, O dan Ca yang merupakan inovasi baru untuk menghasilkan senyawa HA yang berukuran nano. Pada penelitian ini banyak senyawa yang dihasilkan dengan proses ball milling dengan menggunakan larutan terdispersi (aseton) sebagai pelumas proses ball milling. Karakteristik fasa, morfologi dan kandungan unsur egg shells diamati masing-masing oleh XRD, SEM dan EDX. Penelitian ini menggunakan variasi waktu penggilingan 1, 5, dan 10 jam. Karakterisasi fasa oleh XRD menunjukkan bahwa ukuran kristal terkecil serbuk nano cangkang telur didapatkan dengan proses ball milling selama5 jam dan 1 jam sintering dengan ukuran sebesar 46,37 nm. Tingkat kristalinitas tertinggi dari serbuk nano cangkang telur ditemukan pada proses ball milling selama 1 jam. Perubahan morfologi serbuk nano cangkang telur dari butiran berbentuk bongkahan kecil kemudian menjadi butiran berbentuk segitiga tak beraturan dan selanjutnya berubah menjadi butiran berbentuk bulat. Analisis EDX menunjukkan pengurangan kandungan C dan O, sedangkan kandungan Ca meningkat setelah sintering, yang menyebabkan HA muncul setelah dilakukan proses sintering

    Pengembangan Media Pembelajaran Aplikasi ISpring Berbasis Android Pada Materi Anti-Lock Brake System Pada Siswa Kelas XI Jurusan TKR SMK Negeri 1 Balikpapan

    No full text
    ABSTRAK   Media pembelajaran adalah alat bantu bagi guru untuk melakukan kegiatan belajar mengajar yang sifatnya mampu merangsang pikiran, perasaan, dan keterampilan.Media pembelajaran sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa di kelas ataupun di luar kelas sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Salah satu cara cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah memberikan media pembelajaran yang bersifatf leksibel dan tidak terikat oleh waktu dan tempat. Media yang dapat digunakan adalah mobile learning berbasis Android.Penelitian ini mengembangkan media pembelajaran berbasis Android dengan materi Anti-Lock Brake System.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan media pembelajaran aplikasiISpring berbasis Android padamateri Anti-Lock Brake System, dan (2) mengetahui kelayakan media pembelajaran aplikasi ISpring berbasis Android pada materi Anti-Lock Brake System pada siswa kelas XI TKR SMK Negeri 1 Balikpapan. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model ADDIE yaitu: (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, dan (5) evaluation.Uji coba yang dilakukan bersifat kuantitatif deskriptif. Media ini diuji dengan dua tahapan, tahap pertama adalah validasi ahli dan tahap kedua adalah uji kelompok kecil. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes dan non tes. Teknik analisis yang digunakan adalah prosentase dan One Sample t Test. Hasilnya bahwa prosentase penilaian ahli materi dan materi tentang media pembelajaran berbasis android yang dikembangkan oleh peneliti adalah termasuk kategori sangat layak: 93.75% untuk ahli media dan 95.00% untuk penilaian ahli materi. Untuk uji coba kelompok kecil prosentasenya adalah 92.18%, ini termasuk kategori sangat layak. Sementara, hasil uji One Sample t Test  menunjukan Sig. (2-tailed) < 0.05. Ini mengindikasikan bahwa media pembelajaran berbasis android memiliki pengaruh pada keefektifan pemahaman materi ABS pada Siswa Kelas XI TKR SMK Negeri 1 Balikpapan

    Analisis Cacat Coran, Kekuatan Tarik, dan Kekerasan Paduan Al-Si Hasil Pengecoran dengan Variasi Persentase Pengikat Lempung Lokal Bangkalan

    No full text
    ABSTRAK   Pengecoran merupakan metode proses pembentukan benda kerja dengan cara mencairkan logam tertentu dan menuangkannya kedalam cetakan yang telah disiapkan. Proses pengecoran logam umumnya menggunakan cetakan yang terbuat dari pasir yang telah dicampur dengan bahan pengikat. Dalam hal ini, penggunaan variasi bahan pengikat akan menghasilkan produk cor dengan kualitas yang berbeda pula. Lempung lokal Bangkalan merupakan lempung di Kabupaten Bangkalan yang digunakan untuk pengikat bata pada bangunan. Sehingga, ada kemungkinan lempung lokal Bangkalan juga dapat digunakan untuk pengikat pada cetakan pasir pada proses pengecoran logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan lempung lokal Bangkalan sebagai bahan pengikat pada pasir cetak silika terhadap kekuatan tarik, kekerasan, dan cacat coran logam paduan Al-Si. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre – experimental metode one – shot case study dengan variasi pengikat lempung lokal Bangkalan 6%, 9%, dan 12% sebagai variabel bebas dan hasil coran, kekuatan tarik dan kekerasan logam AlSi hasil pengecoran sebagai variabel terikat .Adapun teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan proses pengecoran gravity casting. Analisis deskriptif meliputi penjelasan hasil uji kekuatan tarik, kekerasan, dan jenis cacat permukaan logam hasil pengecoran AlSi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kekuatan tarik paling tinggi adalah logam hasil coran dengan persentase pengikat lempung Bangkalan 12% dan bentonit 0,5% yakni 11,188 kgf/mm². Sedangkan hasil uji kekerasan logam, kekerasan yang tertinggi adalah logam hasil pengecoran cetakan pasir dengan bahan pengikat lempung Bangkalan 12% dengan nilai 131,9 HV. Ada pun cacat lubang dan cacat struktur butir yang tampak pada permukaan terdapat pada semua logam Al-Si hasil coran variasi lempung Bangkalan dengan variasi lempung lokal Bangkalan 6% dan bentonit 0,5% sejumlah 149 cacat lubang dan 92 cacat struktur butir. Dari hasil penjelasan di atas dapat disimpulkan variasi pengikat cetakan pasir yang paling baik dilihat dari cacat hasil coran memiliki cacat paling sedikit, nilai kekerasan tinggi yang sebanding dengan nilai kekuatan tarik logam Al-Si hasil pengecoran adalah variasi pengikat  lempung lokal Bangkalan 12% dan bentonit 0,5%

    nalisis Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) Pengguna Taksi di Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Dalam perkembangan transportasi beberapa tahun terakhir, persaingan transportasi konvensional dan online terlihat meruncing. Banyak hal yang melatarbelakangi terjadinya konflik tersebut, faktor utama dalam konflik tersebut yaitu berebut penumpang antara angkutan taksi konvensional dan angkutan taksi online. Faktor penyebab masalah ini adalah tentang tarif kendaraan. Penetapan tarif resmi angkutan taksi oleh pemerintah merupakan sesuatu yang berpengaruh langsung terhadap masyarakat utamanya pengguna angkutan taksi. Untuk mengetahui kemampuan dan kemauan membayar, dapat dilakukan analisis keterjangkauan daya beli pengguna jasa angkutan umum dalam membayar tarif yang meliputi Analisis ATP dan WTP terhadap tarif yang diberlakukan. Nilai ATP dan WTP ini perlu diketahui untuk melindungi konsumen dari penyalahgunaan potensi kekuatan monopoli utilitas yang mengendalikan kontrol harga dan kontrol kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengguna taksi konvensional, persepsi pengguna taksi konvensional, besar nilai ATP dan WTP pengguna taksi konvensional, ATP dan WTP pengguna angkutan taksi konvensional di Kota Malang terhadap tarif. Instrumen yang dikembangkan berupa angket yang disebarkan kepada pengguna taksi di Kota Malang dan wawancara dengan perusahaan taksi di Kota Malang. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Rancangan penelitian ini diawali dengan tahap pengumpulan data primer berupa pembagian angket kepada pengguna taksi, dan pengumpulan data sekunder berupa dokumen-dokumen dari perusahaan taksi. Hasil penelitian diperoleh bahwa 60% responden adalah perempuan dengan 45% berusia 16-25 tahun dan 48% responden berpendidikan terakhir SMA/SLTA. Berdasarkan jenis pekerjaan, 17% responden bekerja sebagai wiraswasta dengan 27% responden berpenghasilan Rp. 2.400.000,00 – Rp. 3.000.000,00 dan 39% responden mengelurakan < Rp. 2.400.000,00 untuk biaya hidup per bulan. Sedangkan, menurut persepsi pengguna, angkutan taksi konvensional di Kota Malang sudah cukup memenuhi beberapa aspek dari segi kemampuan, kemauan, kenyamanan, keamanan dan keselamatan, dan aksesbilitas. Untuk nilai ATP pengguna angkutan taksi konvensional sebesar Rp. 2.819,00/km, nilai WTP pengguna angkutan taksi konvensional sebesar Rp. 2.292,00/km, nilai tarif yang berlaku saat ini Rp. 3.500,00/km dan sesuai BOK sebesar dan Rp. 5.131,7/km. Dapat disimpulkan bahwa nilai tarif lebih besar dibandingkan nilai ATP dan WTP, hal ini berarti para pengguna merasa mahalnya tarif yang harus dibayarkan apabila menggunakan jasa angkutan taksi konvensional

    0

    full texts

    1,608

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇