SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    Analisis Sifat Mekanik dan Permeabilitas Pasir Cetak Menggunakan Bahan Campuran Kaolin pada Sand Casting

    No full text
    ABSTRAK   Putra, Nanda. 2018. Analisis Sifat Mekanik dan Permeabilitas Pasir Cetak Menggunakan Bahan Campuran Kaolin pada Sand Casting. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. H. Putut Murdanto, S.T., M.T., (II) Drs. Wahono, S.ST., M.Pd.   Kata Kunci: Sand Casting, Kaolin, Sifat Mekanik, Permeabilitas Sand Casting atau cetakan pasir merupakan suatu cetakan yang digunakan  pada teknik pengecoran logam, dimana pada cetakan pasir itu sendiri terdiri dari beberapa komposisi seperti pasir, bahan pengikat, dan air yang tentunya sudah ditentukan jumlah atau persentasenya. Dalam pengecoran logam persentase bahan pengikat sangat mempengaruhi hasil coran. Bahan pengikat sendiri merupakan bahan yang digunakan mengikat butiran-butiran pasir cetak sehingga memliki kemampuan mampu bentuk pada cetakan pasir. Kaolin merupakan masa batuan yang tersusun dari material lempung berwarna putih atau krem. Penggunaan kaolin pada saat ini digunakan sebagai bahan baku keramik, marmer, kaca dan lain sebaginya. Sifat mekanik merupakan sifat material yang muncul akibat pembebanan mekanik. Sifat mekanik terdiri tiga jenis yaitu tarik, tekan, dan geser. Kekuatan tarik adalah tegangan maksimal yang mampu ditahan oleh suatu material saat diregangkan atau ditarik sampai material mengalami patah. Kekuatan tekan adalah kemamouan cetakan untuk menahan atau menerima gaya tekan yang diberikan oleh logam cair yang mengalir. Kekuatan geser adalah kemampuan suatu cetakan untuk memikul gaya yang didapatkan yang dapat mengakibatkan ambrol atau pecahnya cetakan. Kemampuan permeabilitas adalah kemampuan suatu cetakan untuk melepaskan atau dilalui udara yang terjebak. Tujuan dari penelitian ini diharapkan kaolin bisa menjadi bahan campuran dalam pengecoran logam sebagai tambahan bahan pengikat bentonit cetakan pasir, dan tentunya mendapatkan hasil yang lebih baik dari penelitian campuran lainya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, jenis penelitian eksperimental menggunakan desain Pre-experimental dengan model One-Shot Case Study. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis kekuatan tarik , kekuatan tekan ,dan kekuatan geser serta permeabilitas pasir cetak dari masing-masing vaiasi bahan campuran pada yang digunakan. Obyek dalam penelitian ini adalah benda uji pasir basah dan benda uji pasir kering yang diberi perlakuan. Spesimen pengujian dengan bahan pembentuknya adalah pasir silika, bentonit, air dan kaolin. Komposisi air dan bentonit dibuat tetap, bahan campuran yaitu kaolin dibuat bervariasi sebesar 1% ,4%, 7%, 10%, dan 13%. Berdasarkan analisa data tersebut, diperoleh lima simpulan hasil penelitian sebagai berikut: (1) kekuatan tarik tertinggi pada cetakan pasir basah adalah sampel 3 (kaolin 7%) sebesar 0,053 Kg/cm2, kekuatan tarik tertinggi pada cetakan pasir kering adalah sampel 5 (kaolin 13%) sebesar 0,07 Kg/cm2; (2) kekuatan tekan tertinggi pada cetakan pasir basah adalah sampel 4 (kaolin 10%) sebesar 0,4 Kg/cm2, kekuatan tekan tertinggi pada cetakan pasir kering adalah sampel 5 (kaolin 13%) sebesar 3,11 Kg/cm2; (3) kekuatan geser tertinggi pada cetakan pasir basah adalah sampel 4 (kaolin 10%) sebesar 0,22 Kg/cm2, kekuatan geser tetringgi pada cetakan pasir kering adalah sampel 3 (kaolin 7%) sebesar 0,46 Kg/cm2; (4) permeabilitas tertinggi adalah pada cetakan pasir sampel 4 (kaolin 10%) sebesar 230 ml/menit, diikuti sampel 3(kaolin 7%) sebesar 223,3 ml/menit, dan sampel 5 (kaolin 13%) sebesar 216 ml/menit; (5) penggunaan variasi sampel 1 dan 2 tidak dapat digunakan karena pada saat pembuatan specimen atau sampel terjadi ambrol atau hancur

    Problematika Guru SejarahKelas Xdalam Melaksanakan Pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013 di SMAS Diponegoro Tumpang Tahun Ajaran 2017/2018.

    No full text
    RINGKASAN Pelaksanaan Kurikulum 2013 (K13) masih menyisakan berbagai problematika di lapangan. Hal ini dikarenakan sebagai kurikulum yang relatif baru, K13 menghadapi berbagai masalah dan tantangan dalam pelaksanaannya. Seperti banyaknya guru yang belum siap dengan perubahan kurikulum. Ketidaksiapan guru dengan kurikulum yang baru berimbas pada banyaknya guru yang sekedar menjiplak saja contoh RPP yang sudah ada sebelumnya. Masalah ini juga terjadi di SMAS Diponegoro Tumpang, Malang.Guru sejarah di SMAS Diponegoro Tumpang merupakan contoh dari guru yang belum siap dengan pemberlakuan kurikulum yang baru. Guru mengalami berbagai masalah dalam melaksanakan pembelajaran sejarah sesuai Kurikulum 2013, mulai dari perencanaan pembelajaran hingga pelaksanaan pembelajaran. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap berbagai problematika yang dihadapi guru SMAS Diponegoro Tumpang, Kabupaten Malang dalam pembelajaran sejarah berdasar Kurikulum 2013. Fokus penelitian ini digunakan untuk mengungkapkan tentang problematika guru dalam merencanakan, melaksanakan pembelajaran berdasarkan K13, dan upaya mengatasi problematika tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Peneliti bertindak sebagai pengumpul data. Dalam mengumpulkan  data di SMAS Diponegoro Tumpang, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk pengecekan keabsahan data, peneliti melakukan perpanjangan pengamatan. Sedangkan untuk kegiatan analisis, peneliti melakukan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dari data yang diperoleh. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis,problematika pertama guru dalam merencanakan pembelajaran Sejarah K13 di SMAS Diponegoro Tumpang adalah guru tidak membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)dengan alasan guru (a) sibuk dengan perkuliahan, (b) tidak punya waktu, (c) belum paham tentang K13. Problematikankedua dalam melaksanakan pembelajaran, guru masih mengalami kendala dalam menggunakan pendekatan saintifik. Ketiga adalah upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah maupun guru dalam mengatasi problematika pelaksanaan pembelajaran sejarah berdasarkan Kurikulum 2013 di SMAS Diponegoro Tumpang salah satunya dengan mengikuti sosialisasi K13, dan melaksanakan kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)

    Analisis Jumlah Bucket (Double Hemispherical Cup) dan Debit Aliran Terhadap Unjuk Kerja Turbin Pelton Skala Laboratorium

    No full text
    RINGKASAN Secara geografis, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, namun pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia hingga saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagai negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah seiring dengan pesatnya pertumbuhan penduduk, mengakibatkan konsumsi dan permintaan energi semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mulai memanfaatkan sumber energi terbarukan, salah satunya energi air untuk pemenuhan energi listrik. Salah satu inovasi energi terbarukan yang diperlukan saat ini adalah penggunaan mesin fluida seperti pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH). Aplikasi PLTMH yang dilakukan pada skala laboratorium ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara turbin dengan kondisi sumber daya alam yang berbeda-beda. Jenis turbin air yang digunakan pada PLTMH dibedakan menjadi dua berdasarkan momentum fluida kerjanya, yaitu turbin impuls dan turbin reaksi. Pada penelitian ini digunakan turbin air impuls dengan jenis turbin pelton. Digunakan dalam penelitian ini, karena kecepatannya yang relatif rendah dan lebih cocok untuk jatuhnya air yang besar dan kapasitas air yang lebih kecil dibandingkan dengan jenis turbin lainnya. Penelitian yang dilakukan ini untuk menganalisis jumlah bucket dengan bentuk double hemispherical cup dan debit aliran terhadap unjuk kerja turbin pelton skala laboratorium. Ada tiga macam variabel yaitu variabel bebas, terikat dan kontrol. Variabel bebas pada penelitian ini adalah jumlah bucket (13, 15 dan 17) dan debit aliran (0,11, 0,13 dan 0,15 ℓ/s) kemudian torsi, daya poros dan efisiensi mekanik dianalisis dua nosel dengan diameter 8 mm. Berdasarkan hasil penelitian ini, nilai torsi tertinggi sebesar 0,472 Nm diperoleh pada jumlah bucket 17 dengan debit aliran 0,15 ℓ/s. Kemudian daya poros tertinggi sebesar 9644,63 Watt diperoleh pada jumlah bucket 17 dengan debit aliran 0,15 ℓ/s. Disisi lain, nilai efisiensi mekanik tertinggi sebesar 29,12% diperoleh pada jumlah bucket 17 dengan debit aliran 0,15 ℓ/s. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin banyak jumlah bucket dan semakin besar debit aliran yang digunakan, menggeser efisiensi mekanik yang dihasilkan turbin Pelton pada nilai yang lebih tinggi, jumlah bucket 17 dan debit aliran sebesar 0,15 ℓ/s, terdeteksi sebagai nilai yang paling optimal

    TEMPURUNG KELAPA (COCONUT SHELL) SEBAGAI BAHAN BAKAR PADAT ALTERNATIF TERBARUKAN DITINJAU DARIKARAKTERISASISIFAT FISIK, KIMIA DAN TERMAL

    No full text
    RINGKASAN Meningkatnya jumlah populasi penduduk di Indonesia akan meningkatkan jumlah konsumsi energi tiap tahunnya. Masyarakat modern sedang berusaha untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat, cadangan bahan bakar fosil yang semakin menipis dan kualitasnya terus-menerus memburuk. Perlu adanya solusi bahan bakar padat alternatif biomassa yaitu biomassa yang dapa tmenggantikan. Biomassa yang berpotensi sebagai pengganti adalah tempurung kelapa. Hal tersebut di sebabkan lahan perkebunan yang luas di Indonesia dan hasil kelapa yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui physical properties (kadar air, volatil, karbon tetap, abu dan nilai kalor) dengan pengujian proximat. Kemudian chemical properties (C, H, O, N, S dan senyawa mineral) dengan pengujian ultimat dan SEM-EDX untuk melihat morfologi dan kandungan mineral. Dekomposisi pembakaran pada heating rate 10oC/min dengan menggunakan udara atmosfer 100 ml/min pada rentang temperatur 25-1000oC. Energi aktivasi dari tempurung kelapa ditentukan menggunakan model fitting. Hasil pengujian proximate analysis tempurung kelapa menunjukan kandungan air 4%, kadar volatil 70,8%, karbon tetap 21,8% dan abu 3,4%. Nilai kalor tempurung kelapa (coconut shell) sebesar 19,59 MJ/kg. Hasil chemical properties menunjukan nilai komposisi kimia C, H, O, N,S dari tempurung kelapa dengan besar unsur 51,34%, 5,32%, 35,43%, 0,24% dan 0,18%. Hasil SEM-EDX tempurung kelapa mengandung unsur kimia C, O, S, K, Si, P, Mg, Al, Ca, Cl, Fe sertaPengujian dekomposisi tempurung kelapa menghasilkan 4tahapan dekomposisi yaitu: Pelepasan kandungan air,  pelepasan kadar volatil, pelepasan arang, dan abu sebagai sisa pembakaran. Nilai energi aktivasi menunjukkan bahwa energi aktivasi dengan metode Coats-Redfern sebesar 64,241 kJ/mol, metode Arrhenius 138,977 kJ/mol  dan metode Horowitz-Metzger116,68  kJ/mol. Hasil ini menunjukkan nilai kandungan yang berpotensial sebagai bahan bakar padat alternatif terbarukan serta dapat dijadikan dasar dalam pembuatan desain tungku pembakaran

    . Analisa dan Optimasi Kerja Floating Goose-leg Waterwheel dengan variasi bentuk sudu dan jumlah sudu.

    No full text
    RINGKASAN Salah satu kebutuhan energi yang dibutuhkan manusia adalah energi listrik. Listrik mensuplai 48% kebutuhan energi pada sektor rumah tangga, hal ini menujukan energi listrik menjadi sangat vital bagi kehidupan manusia. Data menunjukan energi listrik terbesar saat ini bersumber dari batu bara yang jumlahnya semakin lama semakin menipis. Solusi dari permasalahan tersebut adalah adanya energi baru terbarukan yang di harapkan mampu mengurangi ketergantuan energi dari bahan bakar fosil. Salah satu energi baru terbarukan yang dapat dikembangkan adalah  floating goose-leg waterwheel sebagai salah satu solusi dari kebutuhan energi di Indonesia. Floating goose leg waterwheel adalah sebuah turbin air yang mengapung pada pemukaan air menggunakan sudu untuk mengubah energi kinetik dari air yang mengalir menjadi energi gerak. Indonesia sendiri dikenal dengan negara agraris yang memiliki sumber air yang melimpah. Berdasarkan observasi dan kajian pendahuluan maka dikembangkan suatu penelitian tentang kerja floating goose-leg waterwheel dengan variasi bentuk sudu dan jumlah sudu yang dioptimasi menggunakan metode taguchi. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui optimasi nilai daya hingga efisiensi yang di hasilkan oleh floating goose-leg waterwheel. Penelitian ini menggunakan turbin dengan dengan variasi jumlah sudu 4 dan 6, bentuk bilah yang datar dan cekung dan dialiri air dengan debit 35 l/menit, 40 l/menit, 45 l/menit dan 50 l/menit. Data hasil efisiensi tertinggi adalah turbin dengan jumlah sudu 6 dengan bentuk bilah cekung yang dialiri air 50 l/menit menghasilkan daya 0.123258 Nm/s yang memiliki efisiensi 4%. Variabel yang sangat berpengaruh terhadap efisiensi paling besar adalah jumlah sudu, dikuti oleh debit dan terakhir adalah bentuk sudu

    Perbandingan Prestasi PKL Antara Siswa Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan Yang Menggunakan Buku Saku Dan Tidak Menggunakan Buku Saku Di SMK Negeri 1 Kepanjen

    No full text
    RINGKASANSubroto, Bambang Adi. 2018. Perbandingan Prestasi PKL antara Siswa Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan yang menggunakan Buku Saku dan Tidak Menggunakan Buku Saku di SMK Negeri 1 Kepanjen. Skripsi. Jurusan TeknikMesin, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing :(I) Drs. H. Paryono, S.T., M.T., (II) Dr. H, Agus Sholah,M.Pd.Kata Kunci:Prestasi, PKL, Buku Saku            Sekolah menengah Kejuruhan (SMK) merupakan pendidikan kejuruhan tingkat menengah yang bertujuan untuk menyiapkan lulusan sebagai tenaga kerja siap pakai. Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah sebuah proses pengajaran dengan cara memberikesempatankepadasiswauntukpraktek di tempatkerjasecaranyata, baik di instansiswasta, BUMN, ataupuninstansipemerintahsetempat. Olehkarenaitupenerapanbukusakuuntukpeganganpadasaat PKL supayasiswa yang belumpahambisamemahamiapa yang akan di kerjakanpadasaatkerja di lapangankarenabukusakutersebutberukurankeciljadibukutersebutbisa di bawakemana-mana. PKL sebenarnyasangatpentingkarenasiswadiharapkan agar menjadilebihterampillewat PKL ini, lagi pula siswadiharapkanbisamendapatkanwawasan yang lebihluasmengenaipandangandalamduniakerjatermasukjugamenemukansifat yang lebihprefesional. Sifat-sifattersebutsangatdibutuhkandalamduniakerjadanmenjadiwadahbagisiswa agar tidakgugup atau kagetnantinyaketikaakanmemasukiduniakerja yang sesungguhnya.Rumusanmasalah dalam penulisan skripsi ini adalah (1) Bagaimanakah prestasi PKL siswa kelas XI Teknik kendaraan Ringan yang tidak menggunakan buku saku di SMK Negeri 1 kepanjen? (2) Bagaimanakah prestasi PKL siswa kelas XI Teknik kendaraan Ringan yang menggunakan buku saku di SMK Negeri 1 kepanjen? (3) Adakahperbedaan prestasi PKL antara siswa XI teknik kendaraan ringan yang menggunakan buku saku dan tidak meggunakan buku saku di SMKNegeri 1 Kepanjen?.Metode penelitian yang digunakanadalah penelitian kuantitatifteknik yang sesuai dengan istilah penelitian kuantitatif adalah menggunakan teknik kolerasi banyak yan menggunakan angka mulai dari pengumpulan data serta hasilnya.Sampel penelitian berjumlah 81 yaitu siswa XI TKR 1 (kelompokkontrol) 26 siswa, XI TKR 2 (kelompokeksperimen)28 siswa, dan XI TKR 3 (validasisoalpenelitian)27 siswa.Dalampenelitianini, desaineksperimensemu yang digunakanadalahmengguakan tipepre tes post teskelompokcontrol. Data dikumpulkanmenggunakantes dan nilai PKL. Ujihipotesismenggunakanuji t(Independent Sample Test)denganbantuan SPSS versi 16.0 For Windowsuntukmengetahuisignifikansiperbedaanprestasi PKL. Tarafsignifikansihasilujihomogenitaslebihbesardari 0,05makaasumsihomogenitasterpenuhi.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa:(1) Berdasarkanhasil Pre Test siswa yang tidakmenggunakanbukusakubahwakemampuanawal yang dimilikisiswaakanberpengaruhterhadaphasilbelajarsiswayang memilikikemampuanawal yang baikakanlebihmudahmenyelesaikantugasnyasecarakonsisten.(2) Berdasarkanhasilpost testsiswa yang menggunakanbukusakubahwasesuaihasilpengolahan data denganstatistiksehinggadiketahuibahwa data akhirpadakelaseksperimendankelaskontroladalahberdistribusi normal danvariasinyahomogeny,dan (3) Berdasarkanpenelitianprestasi PKL antarasiswakelas XI teknikkendaraanringan yang menggunakanbukusakudantidakmenggunakanbukusakumembuktikanbahwaterdapatperbedaanantarasiswa yang tidakmenggunakanbukusakudansiswa yang menggunakanbukusaku. Makaberdasarkanhasilnilai PKL siswadapatdisimpulkanbahwa rata-rata nilai PKL siswakelas XI TKRmembuktikanhipotesis Ho ditolak sedangkan Ha diterima. Bahwa siswa yang memilikikemampuanawaltinggimaupunrendahmemilikipeluang yang samadalammembentuksikapselama proses pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa sikap siswa lebih dipengaruhi model pembelajaran dari pada kemampuan awal

    Pelaksanaan Uji Kompetensi Tune Up Engine Teknik Kendaraan Ringan di SMK.

    No full text
    RINGKASAN Memberdayakan generasi muda dan kemajuan teknologi untuk mengolah keanekaragaman sumber daya alam yang melimpah, merupakan langkah Indonesia untuk mempersiapkan generasi innovator. Oleh karena itu diperlukan suatu lembaga pendidikan yang dapat menunjang kesiapan pembentukan generasi innovator. Disinilah SMK sebagai salah satu lembaga pendidikan yang dirancang untuk mempersiapkan lulusannya bekerja di bidang tertentu dengan dibekali sertifikat kompetensi yang diakui dunia industri. Uji kompetensi keahlian inilah yang menjadi indikator kecapaian standar kompetensi lulusan di SMK, salah satunya uji kompetensi tune up engine. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas XII teknik kendaraan ringan di SMK Nasional Malang dengan tujuan: Mendeskripsikan proses kesiapan, proses pelaksanaan dan proses evaluasi pelaksaan uji kompetensi tune up engine di SMK. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Dimana metode pengumpulan datanya menggunakan obeservasi yang dilakukan di sekolah SMK Nasional, wawancara terhadap kakomli, ketua panitia pelaksana uji kompetensi keahlian dan penguji internal uji kompetensi keahlian, penyebaran angket terhadap peserta uji kompetensi. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 47 siswa kelas XII SMK Nasional, ditentukan dengan cara penyebaran angket dan nilai hasil dari uji kompetensi praktik. Hasil penelitian menunjukan (1) Aspek persiapan pelaksanaan uji kompetensi kejuruhan tune up engine di SMK Nasional dari 47 siswa diperoleh 18 siswa (38,29%) dalam kategori siap dan 11 siwa (23,40%) dalam kategori cukup siap. Aspek persiapan peserta uji kompetensi ini juga tidak mengalami kesulitan karena pembelajaran sudah diberikan pada semester 3 sampai semester 6 dan juga diadakannya pra uji kompetensi sebelum pelaksaan uji kompetensi, (2) Pelaksanaan uji kompetensi kejuruhan tune up engine di SMK Nasional sudah berjalan dengan baik, dari 47 siswa diperoleh 17 siswa (36,17%) termasuk kategori baik. Untuk peserta yang pekerjaannya kurang dari 70% dan melebihi alokasi waktu yang diberikan maka akan diadakan remedial dan (3) Berdasarakan dari nilai hasil uji kompetensi tune up engine bahwa nilai seluruh siswa kelas XII teknik kendaraan ringan sudah diatas nilai kriteria minimal dengan skor rata-rata (8,57%) dengan kategori sangat baik

    Kelayakan Sarana dan Prasarana Bengkel Teknik Pemesinan Terhadap Kompetensi Praktikum Mesin Bubut dan Mesin Frais di SMK PGRI 3 Malang

    No full text
    ABSTRACT   untuk bekerja, kelayakan sarana dan prasarana bengkel teknik pemesinandi SMK perlu diperhatikan untuk mendukung praktikum siswa, sarana dan prasarana bengkel yang memadai akan menunjang siswa dalam praktik, sehingga akan berdampak pada kompetensi praktikum pemesinan. Kompetensi praktikum pemesinandalam hal ini adalah kompetensi praktikum mesin bubut dan kompetensi praktikum mesin frais. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kelayakan sarana dan prasarana di bengkel praktik teknik pemesinan, (2) pengaruh kelayakan sarana dan prasarana di bengkel praktik teknik pemesinan terhadap kompetensi praktikum mesin bubut, (3) pengaruh kelayakan sarana dan prasarana di bengkel praktik teknik pemesinan terhadap kompetensi praktikum mesin frais, dan(4) pengaruh kompetensi praktikum mesin bubut terhadap kompetensi praktikum mesin frais. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi, karena penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 62 siswa kelas XII Jurusan Teknik Pemesinan di SMK PGRI 3 Malang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, observasi, dan dokumentasi. Uji coba instrumen menggunakan uji validitas dan reliabilitas, kemudian uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dan uji linieritas, untuk menguji hipotesis menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) nilai kondisi kelayakan sarana dan prasarana bengkel pemesinan di SMK PGRI 3 Malang terbanyak pada kategori baik yaitu sebanyak 24 siswa (38,70%), (2) terdapat pengaruh yang signifikan kelayakan sarana dan prasarana bengkel pemesinan terhadap kompetensi praktikum mesin bubut siswa SMK PGRI 3 Malang dibuktikandari nilai signifikansi sebesar 0,012 yang berartikurangdari0,05 (0,01

    Persepsi Siswa terhadap Kelayakan Sarana dan Prasarana Praktikum Teknik Pemesinan di Smk Sore Tulungagung dalam menunjang Kegiatan Praktikum (Berdasarkan Permendiknas N0. 40 Tahun 2008)

    No full text
    Pendidikan Menengah Kejuruan mempunyai peran yang sangat penting dalam mempersiapkan para peserta didik agar memiliki kompetensi yang dapat dijadikan bekal di dunia industri maupun di bidang kewirausahaan. Oleh karena itu, arah pengembangan sekolah menengah kejuruan diorientasikan pada pemenuhan permintaan bursa kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kelayakan bengkel praktik yang meliputi: (1) standar kondisi ruang bengkel praktik pemesinan, (2) kondisi peralatan/mesin praktik di bengkel pemesinan, (3) kondisi perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja di bengkel praktik pemesinan. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan di SMK Sore Tulungagung. Responden yang digunakan adalah siswa kelas XII TPm yang setiap kelas di ambil 40% dari jumlah setiap kelas, sehingga responden didapatkan sejumlah 84 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan proportional random sampling. Proses pengambilan data menggunakan instrumen angket, wawancara, observasi, dan dokumen. Hasil penelitian dari analisis deskriptif diperoleh persentase kelayakan sarana prasarana di SMK Sore Tulungagung. Kondisi kelayakan ruang bengkel di SMK Sore Tulungagung didapatkan 50,81% siswa kelas XII TPm menyatakan layak. Kondisi kelayakan peralatan/mesin praktik di SMK Sore Tulungagung didapatkan 42,68% siswa kelas XII TPm menyatakan layak. Kondisi kelayakan keselamatan dan kesehatan kerja di SMK Sore Tulungagung didapatkan 48,04% siswa kelas XII TPm menyatakan layak. Pada hasil observasi berbanding terbalik dengan pernyataan siswa yang diisi melalui angket, pada hasil observasi masih dinyatakan ada yang kurang layak pada bagian jumlah mesin dan kondisi kelengkapan K3 yang dilihat dengan acuan Permendiknas No.40 Tahun 2008. Hasil persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian kondisi dari tingkat kelayakan bengkel masih dalam kondisi kurang layak. Kondisi kurang layak ditunjukkan dengan adanya kekurangan-kekurangan dari kondisi peralatan/mesin maupun perlengkapan yang ada di dalam bengkel praktik pemesinan misalnya saja masih terbatasnya mesin bubut, mesin frais, mesin skrap, dan gerinda. Untuk perlengkapan masih terbatasnya alat pemadam kebakaran, APD yang masih belum lengkap. Adanya keterbatasan tersebut pihak sekolah mengupayakan dalam pemenuhan fasilitas dengan cara mengadakan sistem pembelajaran blok dan rolling agar proses pembelajaran berjalan dengan maksimal dan siswa dapat menyelesaikan jobsheet dengan tepat waktu

    Perbedaan Hasil Belajar, Kesiapan Kerja, dan Motivasi Belajar antara Kelas Honda dan Kelas Reguler Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMKN 10 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Rahmawati, Eny. 2017. Perbedaan Hasil Belajar, Kesiapan Kerja, dan Motivasi Belajar antara Kelas Honda dan Kelas Reguler Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMKN 10 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H.  Sumarli, M.Pd., M.T (II) Drs. Partono, M.Pd.   Kata Kunci: hasil belajar, kesiapan kerja, motivasi belajar, kelas honda, kelas reguler   Perkembangan zaman menuntut pembinaan SDM yang berkualitas. Salah satu upaya Indonesia dalam pemenuhan SDM level menengah yang berkualitas dapat ditempuh melalui pembinaan pendidikan kejuruan. Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu sesuai permintaan industri. Kelas industri yang diselenggarakan oleh SMK sangat berperan penting di dalam mendidik siswa agar dapat mencetak siswa yang cerdas, terampil dan siap pakai sesuai dengan kebutuhan industri. Untuk itu penelitian ini digunakan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar, kesiapan kerja, dan motivasi belajar antara kelas industri dengan kelas reguler. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Variabel bebas adalah kelas honda dan kelas reguler sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar, kesiapan kerja, dan motivasi belajar. Subyek dalam penelitian adalah siswa kelas XII paket keahlian TKR di SMK Negeri 10 Malang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan  teknik secara random assignment sampling  dan proportional sample. Instrumen penelitian menggunakan dokumentasi dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik uji t  (Independent Sample t-Test). Rata-rata nilai hasil belajar siswa kelas honda adalah 89.13 dan rata-rata nilai hasil belajar kelas reguler adalah 81.33. Rata-rata nilai kesiapan kerja kelas honda adalah 87.53 dan rata-rata nilai kesiapan kerja kelas reguler adalah 76.47. Rata-rata nilai motivasi belajar siswa kelas honda sebesar 84.87 sedangkan motivasi belajar siswa kelas reguler sebesar 76.80. Hasil uji t menunjukkan bahwa ketiga hipotesis diterima. Sehingga kesimpulan penelitian ini yaitu ada perbedaan yang signifikan pada hasil belajar, kesiapan kerja, dan motivasi belajar antara Kelas Honda dan Kelas Reguler paket keahlian teknik kendaraan ringan di SMKN 10 Malang. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, maka saran yang ditulis peneliti yaitu: bagi kepala sekolah SMKN 10 Malang, sekolah dapat mengambil kebijakan-kebijakan seperti penambahan fasilitas media pembelajaran yang mendukung terlaksananya pembelajaran demi meningkatnya kualitas hasil belajar Kelas Reguler

    0

    full texts

    1,608

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇