SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    STUDI KELENGKAPAN DAN KELAYAKAN PERALATAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA LABORATURIUM JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRACT   Sulton,Maulana. 2017. Studi Kelengkapan dan Kelayakan Peralatan Kesehatan Kerja pada Laboratorium Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.   Pembimbing: (I) Drs. Solichin, M.Kes. (II) Drs. Imam Sudjono, M.T.   Kata Kunci: Studi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Laboratorium.   Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah suatu aspek atau unsur kesehatan yang erat hubungannya dengan lingkungan kerja dan pekerjaan. Pelaksanaan K3 menjadi tanggung jawab semua pihak, khususnya masyarakat industri, dengan demikian semua pihak yang terkait berkewajiban berperan aktif sesuai fungsi dan kewenangannya untuk melakukan berbagai upaya dibidang K3 secara terus menerus, berkesinambungan dan menjadikan K3 sebagai bagian budaya kerja disetiap kegiatan, sehingga dapat mencegah kasus kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Untuk itu diperlukan tenaga pendukung yang kompeten yaitu sumber daya manusia yang handal dan berkualitas di bidang K3, sehingga dapat segera dicapai hasil yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada laboratorium pengelasan teknik mesin Universitas Negeri Malang dan mengupayakan pemecahan masalah terhadap faktor penghambat dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pada penelitian ini, peneliti merupakan satu-satunya pengumpul data yang melakukan sendiri prosedur pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara observasi, dan dokumentasi. Proses analisis data pada penelitian ini meliputi pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan verifikasi data. Penelitian ini dilakukan di workshop pengelasan teknik mesin Universitas Negeri Malang. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah: (1) Masih ditemukan kondisi dimana aspek-aspek keselamatan dan kesehatan kerja belum memenuhi ketentuan dan perlu ada perbaikan. (2)Jurusan Teknik Mesin UM sudah berusaha untuk menerapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) meskipun masih ada kekurangan yang harus diperbaiki. Penerapan K3 pada Laboratorium pengelasan diantaranya yaitu: adanya tata tertib Laboratorium, menyampaikan pengantar K3, memasukkan K3 dalam penilaian hasil belajar, disediakannya APD untuk kegiatan praktik tertentu, adanya alat pemadam api ringan, disediakannya kotak PPPK dan isinya, poster tentang K3 di tempat tertentu. (3) Faktor-faktor yang menghambat dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yaitu Kurangnya kesadaran mahasiswa akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja. Kurangnya rambu-rambu terkait K3, Ventilasi tidak optimal, Adanya mesin yang tidak terpakai dan dibiarkan didalam bengkel pengelasan sehingga ruang gerak berkurang, Garis demarkasi (pembatas) tidak ada. (4) Upaya yang dilakukan jurusan untuk mengurangi faktor penghambat dalam penerapan K3 yaitu: Melakukan penggantian alat pelindung diri yang sudah rusak, Melakukan pengawasan pada saat praktik di laboratorium, Pada laboratorium Pengelasan telah dipasang ventilasi buatan, Adanya peraturan yang melarang untuk tidak parkir di dalam Laboratorium atau di depan pintu masuk laboratorium

    Analisis Strategi Mengatasi Stres Kerja pada Pekerja Wanita di Sentra Industri Pandaan Pasuruan

    No full text
    ABSTRACT   Krisna, Andrean Yanwar.2017. Analisis Strategi Mengatasi Stres Kerja pada Pekerja Wanita di Sentra Industri Pandaan Pasuruan. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof, Dr. Ir. H. Djoko Kustono M.Pd (2) Drs. Solichin S.T, M.Kes.   Kata Kunci: pekerja wanita, stres kerja, usia, pendidikan, jabatan, pengalaman          Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tingkat stres kerja pekerja wanita di sentra Industri Pandaan Pasuruan, serta beberapa penyebab stres kerja pekerja wanita, dan mengatasi stres kerja pekerja wanita. Stres kerja pasti akan dialami oleh seluruh pekerja, penelitian ini bertujuan agar pekerja wanita nantinya lebih diperhatikan dan lebih diperlakukan dengan sewajarnya, tidak melampaui kemampuan dari pekerja wanita itu sendiri. Stres kerja yang terjadi nantinya akan mengurangi tingkat produktivitas dari suatu perusahaan, namun jika pekerja wanita seluruhnya merasa baik-baik saja tanpa tertekan pastinya hasil yang didapatkan juga lebih sempurna dan resiko-resiko lain yang timbul jika mengalami stres kerja nantinya tidak akan terjadi.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, karena penelitian ini menggunakan angket. Fokus dari penelitian ini adalah memaparkan secara mendalam atau mendeskripsikan menyeluruh hasil analisis data maupun fakta-fakta yang diperoleh dari pengamatan lapangan oleh peneliti, yang mana peneliti mengambil data penelitian di Sentra Industri Pandaan Pasuruan, dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengambilan data dengan memberikan angket kepada para pekerja wanita sebagai narasumber.  Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari (1) perbedaan usia, (2) tingkat pendidikan, (3) pengalaman kerja,  (4) jabatan dalam mengatasi stres kerja pada pekerja wanita di Sentra Industri Pandaan Pasuruan. Hal ini ditunjukkan dengan hasil pengujian Regresi dari variabel stres kerja dengan variabel mengatasi stres kerja diperoleh hasil signifikansi sebesar 0,049 lebih kecil dari 0,05

    PENGARUH PREHEATING TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO DI DAERAH JALUR LAS DAN SEKITARNYA

    No full text
    ABSTRACT   Widodo, Yoga, Prasetyo. 2017. Pengaruh Preheating terhadap Kekerasan dan Struktur Mikro di Daerah Jalur Las dan Sekitarnya. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Yoto, H. Dr., S,T., M.Pd., M.M. (II) Wahono, Drs., S.ST., M.Pd.   Kata Kunci:Preheating, OAW, SMAW, kekerasan, struktur mikro   Proses preheating berguna untuk menurunkan laju pendinginan saat pengelasan berlangsung agar masukan panas lebih stabil karena perbedaan panas yang terjadi antara daerah las dengan daerah sekitarnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh preheating terhadap kekerasan dan struktur mikro di daerah jalur las dan sekitarnya. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif eksperimental dengan variabel bebasnya adalah suhu preheating400ᴼC dan tanpa preheating. Variabel terikatnya adalah nilai kekerasan dan struktur mikro. Variabel kontrolnya adalah ukuran lubang pembakar menggunakan ukuran nomer 3, jarak area preheating hanya dilakukan disekitar area kampuh V atau dibagian yang akan dilas, kampuh V 60ᴼ, preheating menggunakan las OAW, pengelasan SMAW, posisi pengelasan bawah tangan (1G), dan media pendingin menggunakan udara. Pengujian bahan meliputi pengujian nilai kekerasan dan struktur mikro. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan nilai kekerasan di daerah jalur las dengan perlakuan preheating diperoleh nilai 222 HV sedangkan untuk tanpa preheating diperoleh nilai 257 HV. Nilai kekerasan di daerah fusi dengan perlakuan preheating diperoleh nilai 211 HV sedangkan untuk tanpa preheating diperoleh nilai 270 HV. Nilai kekerasan di daerah HAZ dengan perlakuan preheating diperoleh nilai 191 HV sedangkan untuk tanpa preheating diperoleh nilai rata-rata 237 HV.Hasil pengamatan struktur mikro di daerah jalur las, fusi, dan HAZdengan perlakuan preheating dan tanpa preheating terlihat struktur ferrit dan perlit. Tidak tampak perubahan struktur mikro, baik ditinjau dari bentuk dan jenis fasa. Hal ini disebabkan benda yang digunakan kecil seharusnya menggunakan benda yang lebih besar untuk proses preheating. Pada pengelasan yang memerlukan proses preheating, las OAW dapat digunakan tidak terfokus pada dapur pemanas dan untuk mengontrol suhu preheating sesuai dengan yang diinginkan bisa menggunakan thermocouple. Jika objek yang digunakan lebih besar untuk proses preheating bisa menggunakan dua las OAW untuk menjaga suhu agar tetap merata.   ABSTRACT    Widodo, Yoga Prasetyo. 2017. The Effect of Preheating on Hardness and Micro Structure of Weld Metal Area.Sarjana’s Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (I) Yoto, H. Dr., S,T., M.Pd., M.M. (II) Wahono, Drs., S.ST., M.Pd.   Keywords:Preheating,OAW, SMAW, hardness, micro structure   Preheating process used for lowered the cooling rate when welding takes places that heat input more stabile because the different heat that happened between welding area with surrounding area. Purpose of this research for knowing the effect of preheating on hardness and micro structure of weld metal area. Method in this research use experimental quantitatif research method with independent variables is preheating temperature 400ᴼC and without preheating. Dependent variable is hardness value and micro structure. Control variable is the size of burning hole use number 3, distance area preheating just done around V-model or in the section that will be welded, V-model 60ᴼ, preheating use OAW welding, SMAW welding, welding position under hands (1G), and cooling media use air. Material test included hardness value test and micro struture. Analysis data that used is descriptive analysis. Result of this research show hardness value in weld metal area with preheating treatment obtained average value 222 HV while for without preheating obtained value 257 HV. Hardness value in fusi area with preheating treatment obtained value 211 HV while for without preheating obtained value 270 HV. Hardness value in HAZ area with preheating treatment obtained value 191 HV while for without preheating obtained value 237 HV. The result from micro structure observation in welding line area, fusi, and HAZ with preheating treatment and without preheating treatment seen structure ferrit and structure perlit. No visible change micro structure, both in terms of shape and type of fasa. This is due to used object smaller should be used object bigger for preheating process On welding that need preheating process, OAW welding can used not to be focused on oven and to control the temperature preheating accordance with the desired can use thermocouple. If object that use more bigger for preheating process can use two OAW welding for keep the temperature to keep it equally

    PENGARUH POLUTAN TERHADAP DENYUT NADI DAN TEKANAN DARAH SAAT PRAKTIK MOTOR BENSIN DI UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
      Utomo, Wahyu Budi. 2017. PengaruhPolutan terhadap Denyut Nadi dan Tekanan Darah saat Praktik Motor Bensin Di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof.Dr. Mardji, M. Kes., (II)  Drs. Paryono, ST.,M.T.   Kata Kunci: polutan, denyut nadi ,Tekanan Darah.               Semakin meningkat pesat jumlah kendaraan bermotor, tidak dapat dipungkiri bahwa berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan yang diakibatkan oleh emisi gas buang. Emisi gas buang terdiri berbagai macam gas CO, HC, Nox, Sox dan Pb dan dapat  membahayakan kesehatan, gas CO dan HC memliki sifat tak berabau, tidak bewarrna dan sangat beracun ini dapat mengganggu saluran pernapasan manusia terutama paru-paru dan jantung. Apabila kelamaan menghirup gas ini badan menjadi lemas, kepala pusing dan muntah. Penelitian ini bertujuan : (1) Menemukan pengaruh paparan Polutan terhadap denyut nadi saat praktik motor bensin di Universitas Negeri Malang. (2) Menemukan pengaaruh paparan Polutan terhadap tekanan darah saat praktik motor bensin di Universitas  Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional yaitu penelitian dimana peneliti hanya melakukan observasi, peneliti memilih pendekatan penelitian Cross Sectional adalah penelitian observasional dimana pengambilan data variabel bebas dan variabel terikat dilakukan sekali waktu saat bersamaan. Ada tiga variabel dalam penelitian ini yaitu, variabel bebas dalam penelitian ini adalah Polutan Variabel terikat dalam penelitian ini adalah denyut nadi dan tekanan darah sedangkan variabel kontrol dalam penelitian ini adalah waktu praktik motor bensin. Sedangkan untuk mengetahui paparan Polutan  terhadap denyut nadi dan tekanan darah pada mahasiswa saat praktik motor bensin. Teknik analisis data menggunakan statistik parametrik dengan metode Uji T Paired Samples dengan program SPPS 18 for windows.  Berdasarkan data penelitian Polutan terhadap denyut nadi dan tekanan darah yang telah diolah didapatkan hasil penelitian meliputi :1) Tidak ada pengaruh  denyut nadi yang signifikan p= 0,285 antara sebelum dan sesudah perlakuan. (2) tidak ada pengaruh tekanan darah sistolik yang signifikan p= 0,204 antara sebelum dan sesudah perlakuan. (3) tidak ada pengaruh tekanan darah distolik yang signifikan p= 0.214 antara sebelum dan sesudah perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan dari paparan Polutan saat melaksanakan praktik motor bensin selama 2 x 50 menit.   ABSTRACT   Utomo, Wahyu Budi. 2017. The effect of onPollutants Against Pulse Rate and Blood Pressure during Gasoline Motor Practices At State University of Malang.Sarjana’s Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors (I) Prof.Dr. Mardji, M. Kes., (II) Drs. Paryono, ST., M.T.   Keywords: pollutant, pulse, blood pressure.   The rapidly increasing number of motor vehicles, it can not be denied that the impact on the environment and health caused by exhaust emissions. Exhaust emissions comprise a wide range of CO, HC, NOx, Sox and Pb gases and can harm health, CO and HC gases. These non-toxic, non-toxic and highly toxic properties can interfere with the human respiratory tract, especially the lungs and heart. When inhaled breathe this gas body becomes weak, headache and vomiting. This study aims: (1) Finding the effect of exposure to pollutant Polutan pulse during the practice of motor gasoline at the State University of Malang. (2) Finding the influence of exposure of Polutan to blood pressure during gasoline motor practice at State University of Malang. This research use observational research method that is research where only observation researcher, researcher choose Cross Sectional research approach is observational research where free variable data and dependent variable are done once at the same time. There are three variables in this research that is, independent variable in this research is Pollutant The dependent variable in this research is pulse and blood pressure while control variable in this research is time of motor gasoline practice. Meanwhile, to know the exposure of pollutants to the pulse and blood pressure in students when the practice of gasoline motor. Technique of data analysis using parametric statistic with Test method Paired Samples with SPPS 18 for windows program. Based on research data of Polutan on pulse and blood pressure that have been processed got result of research include: 1) No effect of significant pulse p = 0,285 between before and after treatment. (2) no significant effect of systolic blood pressure p = 0.204 between before and after treatment. (3) there was no significant influx of blood pressure distolik p = 0.214 between before and after treatment. Based on the results of this study indicates that there is no significant effect of exposure to pollutants when carrying out gasoline motor practice for 2 x 50 minutes

    Pengaruh Elektrolit Baterai Terhadap Energi Listrik Yang Tersimpan Pada Baterai Sepeda Motor Type Basah

    No full text
    ABSTRAK   Hidayat, Lalu, Wahyu. 2017. Pengaruh Elektrolit Baterai Terhadap Energi Listrik Yang Tersimpan Pada Baterai Sepeda Motor Type Basah. Skripsi. Jurusan teknik Mesin, Fakultas teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Paryono, S.T., M.T., (II) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T.   Kata Kunci: baterai, elektrolit baterai, tegangan, arus, energi   Jumlah elektrolit yang berkurang akibat usia pemakaian dan overload tentunya membutuhkan penambahan atau penggantian elektrolit. Dipasaran terdapat banyak elektrolit yang dapat digunakan untuk penggantian elektrolit baterai. Macam dan jenis elektrolit baterai yang beranega ragam tersebut tentunya memiliki pengaruh yang berbeda terhadap kemampuan baterai untuk menyimpan energi listrik pada baterai. Maka dari itu perlu ada upaya dalam perawatan dan pergantian elektrolit baterai untuk menjaga energi baterai. Penurunan energi pada baterai salah satunya disebabkan oleh berkurangnya berat jenis elektrolit baterai. Dimana berkurangnya berat jenis elektrolit akan mempengaruhi kinerja baterai sehingga menyebabkan pengaliran arus listrik menjadi berkurang. Salah satu cara yang dapat mengatasi berkurangnya berat jenis baterai adalah pergantian elektrolit. Di pasaran terdapat banyak elektrolit yang dapat digunakan untuk penggantian elektrolit baterai. Macam-macam jenis elektrolit baterai yang beraneka ragam tersebut tentunya memiliki pengaruh yang berbeda terhadap kemampuan baterai untuk menyimpan energi listrik. Banyaknya macam elektrolit yang beredar dipasaran tidak serta-merta memberikan dampak positif terhadap performa dan usia pakai baterai. Pemilihan elektrolit yang salah dapat memberikan dampak negatif terhadap usia pakai baterai, hal itu dikarenakan berat jenis elektrolit yang tidak sesuai dengan standar berat jenis elektrolit baterai yang digunakan pada kendaraan bermotor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh elektrolit baterai yang tepat untuk menghasilkan energi yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan serta mendapatkan nilai ekonomis paling tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pengecekan tegangan dan arus baterai dengan menggunakan amperemeter dan voltmeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elektrolit yang menghasilkan energi paling besar adalah elektrolit buatan pabrik GS Astra. Dalam penelitian ini, konsentrasi elektrolit standar pabrik dengan berat jenis 1,260 kg/cm3 mampu menghasilkan energi sebesar 67,9286 Wh. Elektrolit yang menghasilkan waktu terlama saat pembebanan adalah elektrolit standar pabrik. Dalam penelitian diperoleh waktu terlama adalah 80 menit yang dihasilkan oleh elektrolit standar pabrik

    Pengaruh Penggunaan Pegas Kopling terhadap Daya Transfer dan Akselerasi pada Sepeda Motor Honda Mega Pro

    No full text
    ABSTRAK   Seluruh kendaraan dituntut bisa dioperasikan atau dijalankan pada berbagai kondisi jalan. Namun demikian, mesin yang berfungsi sebagai penggerak utama pada suatu kendaraan tidak bisa melakukan dengan baik apa yang menjadi kebutuhan atau tuntutan kondisi jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui perbedaan penggunaan pegas kopling terhadap daya transfer pada sepeda motor Honda Mega Pro, (2) Untuk mengetahui perbedaan penggunaan pegas kopling terhadap akselerasi pada sepeda motor Honda Mega Pro. Pegas kopling berfungsi sebagai perekat dan pengembali kampas kopling ketika handel kopling ditarik atau dilepas. Pegas digunakan untuk memberikan tekanan terhadap plat tekan, plat kopling dan roda penerus. Semakin besar tekanan pegas kopling maka daya yang disalurkan akan lebih baik. Selain itu tekanan pegas yang kuat akan menghasilkan akselerasi yang lebih cepat, karena peningkatan kecepatan pada setiap tingkat transmisi lebih baik. Penelitian ini menggunakan jenis eksperimen. Dimana variabel bebasnya adalah pegas kopling, yaitu: kopling standar dengan jumlah 4 pegas dan kopling modif dengan jumlah 6 pegas. Sedangkan variabel terikatnya adalah daya transfer dan akselerasi motor. Pengambilan data pada variabel daya dilakukan pada 3000 rpm hingga 9000 rpm dengan kelipatan 500 rpm, untuk pengambilan data pada variabel akselerasi dilakukan pada kecepatan 0-30 Km/Jam, 0-50 Km/Jam dan 0-70 Km/Jam. Selanjutnya, data akan dianalisis menggunakan uji T pada program SPSS 21 for windows. Berdasarkan data pengujian, daya terbesar dihasilkan pada penggunaan 6 pegas kopling dengan daya maksimal 14,02 HP dan daya minimum 3,414 HP. Untuk data pengujian akselerasi diperoleh hasil akselerasi terbesar pada penggunaan 6 pegas kopling, dengan akselerasi 4,462 m/s2 pada kecepatan 0-30 Km/Jam, 3,094 m/s2 pada kecepatan 0-50 Km/Jam dan 1,942 m/s2 pada kecepatan 0-70 Km/Jam. Dari hasil analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: (1) Ada perbedaan yang signifikan pengaruh penggunaan pegas kopling terhadap daya transfer pada sepeda motor Honda Mega Pro. (2) Ada perbedaan yang signifikan pengaruh penggunaan pegas kopling terhadap akselerasi pada sepeda motor Honda Mega Pro

    ANALISIS FOTO MAKRO PATAHAN PADUAN Al-Si+Mg DENGAN VALIDASI WAKTU PENAHANAN PADA PROSES SPHERODIZING

    No full text
    Abstrak   Rushela, Aam Dhyan. 2017. Analisis Foto Makro Patahan Paduan Al-Si+Mg dengan Variasi Waktu Penahanan Pada Proses Spherodizing, Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Andoko, S.T., M.T, (II) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph. D

    PENGARUH ELEKTROLISIS AIR TERHADAP EMISI GAS BUANG DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA MOBIL ESEMKA DIGDAYA 1.5I

    No full text
    ABSTRAK   Arrifi, Fakhrizza. 2015. Pengaruh Elektrolisis Air terhadap Emisi Gas Buang dan Konsumsi Bahan Bakar pada Mobil EFI. Skripsi, Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif FT Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Mardji, M.Kes. (II) Drs. Partono, M.Pd.   Kata Kunci: elektrolisis air, emisi gas buang, konsumsi bahan bakar             Pada masa kini perkembangan teknologi otomotif semakain maju dan massif yang mengakibatkan semakin banyaknya kendaraan bermotor. Hal ini mengakibatkan semakin meningkatnya permasalahan polusi udara dan semakin menipisnya bahan bakar dunia. Salah satu alternatif untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang adalah menggunakan brown gas. Brown gas dihasilkan dari proses elektrolisis air. Brown gas dimasukkan ke dalam ruang bakar sebagai suplemen penambah bahan bakar.           Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penambahan brown gas hasil elektrolisis air terhadap kualitas emisi gas buang dan konsumsi bahan bakar pada motor bakar injeksi.             Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 1 Singosari, tanggal 9 sampai 12 Maret 2015. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental murni. Analisis yang digunakan adalah analisis Uji-T. Pengambilan data dilakukan untuk mengungkapkan data pada variable emisi gas buang (HC dan CO) dan konsumsi bahan bakar akibat dari tidak digunakannya elektrolisis air dan digunakannya elektrolisis air pada putaran motor yang berbeda yaitu 1000 rpm, 1500 rpm, 2000 rpm, 2500rpm, 3000 rpm dan 3500 rpm.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa elektrolisis air yang telah dibuat berpengaruh terhadap emisi gas buang CO dan HC, namun pengaruhnya kurang signifikan terhadap konsumsi bahan bakar. Efektivitas elektrolisis air menurun ketika mesin berada pada putaran 3000 rpm keatas. Yang dikarenakan lubang pemasukan HHO berada setelah sensor TPS yang menyebabkan pembacaan Air Fuel Ratio berubah. Kemudian terjadi karat pada elektroda yang berbahan stainless steel.             Kesimpulan yang didapat adalah elektrolisis air mampu meningkatkan kualitas emisi gas buang HC dan CO, namun kurang signifikan terhadap jumlah konsumsi bahan bakar. Maka disarankan untuk melanjutkan penelitian berupa perancangan pemasukan HHO dan bahan elektroda yang bisa tahan karat pada reaksi redoks dalam tabung elektroliser.      Arrifi, Fakhrizza. 2015. Effect of Electrolysis Water on Exhaust Emissions and Fuel Consumption in Automobile EFI. Thesis, Department of Education FT Automotive Engineering, State University of Malang. Advisors: (I) Prof Dr. Mardji, Kes. (II) Drs. Partono, M.Pd.   Keywords: electrolysis of water, emissions, fuel consumption   At present the development of advanced automotive technology is growing massively which resulted in the increasing number of motor vehicles. This has lead to the increasing problem of air pollution and the depletion of the world's fuel. One alternative to reducing fuel consumption and exhaust emissions is to use brown gas. Brown gas is generated from water electrolysis process. Brown gas fed into the combustion chamber as a fuel enhancer supplements. This study aims to determine the effect of adding the brown gas from water electrolysis results on the quality of exhaust emissions and fuel consumption of motor fuel injection. This research was conducted at SMK 1 Singosari, dated 9 to March 12, 2015. The design of the study is quasy experimental research. The analysis is the analysis of test-T. Data collection was performed to reveal the data on the variable exhaust emissions (HC and CO) and fuel consumption as a result of disuse of the electrolysis of water and the use of the electrolysis of water at different motor rotation of 1000 rpm, 1500 rpm, 2000 rpm, 2500rpm, 3000 rpm and 3500 rpm. The results showed that the electrolysis of water that has made an effect on exhaust emissions of CO and HC, but less significant effect on fuel consumption. The effectiveness of the electrolysis of water decreases when the engine is at 3000 rpm upwards rotation. HHO income due to the fed holes located after TPS sensor readings that caused Air Fuel Ratio changed. Then there was rust on the electrodes are made from stainless steel. The conclusion is the electrolysis of water can improve the quality of exhaust emissions of HC and CO, but less significant to the amount of fuel consumption. It is advisable to continue research in the form of HHO input design and electrode materials that can withstand corrosion by redox reactions in the electrolyzer generator.

    Uji Performansi Turbin Angin Savonius Overlap Dengan Modifikasi Rotor Turbin Bertingkat Dan Variasi Sudut Pada Rotor Tingkat Pertama

    No full text
    ABSTRAK   Wijaya, Wahyu Puspa. 2018. Uji Performansi Turbin Angin Savonius OverlapDengan Modifikasi Rotor Turbin Bertingkat Dan Variasi Sudut PadaRotor Tingkat Pertama. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik,Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Solichin, S.T., M.Kes.,(II) Dr. Retno Wulandari, S.T., M.T.   Kata Kunci: uji performa, turbin angin savonius overlap, rotor bertingkat, variasi  sudut, dan variasi kecepatan angin Penggunaan fosil sebagai pemenuhan kebutuhan energi primer tidaklah sebanding dengan pasokannya yang tersedia saat ini. Selain itu, penggunaan fosil sangatlah merugikan kehidupan manusia. Menanggapi hal tersebut, maka diper­lukan tin­dakan khusus yakni pemanfaatan renewable energy. Dengan adanya pemanfaatan tersebut setidaknya telah mampu mengatasi dampak buruk yang diakibatkan oleh penggunaan fosil sejak dini seperti permasalahan global warming. Energi angin merupakan energi terbarukan yang mulai dikembangkan saat ini. Beberapa keuntungan yang dimilikinya adalah murah, mudah didapat, dan dapat memproduksi energi tanpa emisi atau zero environtmental cost. Hal ini membuat banyak negara memanfaatkannya termasuk Indonesia. Menurut data LAPAN 2005, Indonesia memiliki beberapa wilayah dengan kecepatan angin di atas 5 m/s dengan potensi daya yang mampu dihasilkan hingga 100 kW. Wilayah tersebut diantaranya Sulawesi Selatan, NTT, NTB, dan Pantai Selatan Jawa. Salah satu wilayah yang juga masuk dalam Pantai Selatan Jawa adalah Pantai Malang Selatan. Namun, pemanfaatan energi angin di wilayah tersebut belum pernah dilakukan  khususnya digunakan untuk pembangunan pembangkit tenaga listrik. Oleh karena itu, peneliti terinspirasi untuk membuat rancang bangun turbin angin sebagai pembangkit listrik tenaga angin skala mikro. Turbin angin yang dipilih adalah turbin angin Savonius. Hal ini didasari dengan pertimbangan bahwa turbin angin Savonius memiliki putaran torsi awal yang besar pada kecepatan angin yang rendah. Selain itu, kemudahan perawatan yang dimilikinya karena letak komponen listrik dan transmisi yang berada di bawah. Kemudian, kinerja turbin juga tidak dipengaruhi oleh arah angin. Proses mendesain turbin angin diawali dengan identifikasi besar kecepatan angin di wilayah yang menjadi tujuan. Peneliti melakukannya di Pantai Nganteb, Malang Selatan. Kemudian diambil nilai kecepatan angin yang stabil dan digunakan untuk menghitung konversi energi angin hingga menemukan dimensi turbin. Proses perhitungan ini juga diikuti dengan menentukan nilai-nilai yang menjadi faktor penentu dimensi seperti nilai faktor overlap, nilai Cp, dan TSR. Setelah dimensi ditemukan, maka proses desain gambar dimulai. Tahap gambar selesai, langsung dilanjutkan dengan tahap pemilihan bahan dan proses manufaktur. Turbin telah dibuat sesuai dengan langkah-langkah sebelumnya. Namun, turbin juga diberikan beberapa modifikasi seperti penggunaan jenis overlap, turbin bertingkat, dan pem­berian variasi sudut berdasarkan teori phase shift angle. Sesuai hasil penelitian yang ada pemberian modifikasi tersebut akan mempengaruhi performa turbin angin. Demi membuktikan pernyataan tersebut, maka dilakukanlah penelitian uji performa ini. Namun, ruang lingkup penelitian hanya bergantung pada variasi sudut dan kecepatan angin. Selain itu, modifikasi lain dianggap sebagai faktor kontrol. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimental. Desain yang digunakan adalah desain eksperimental sesungguhnya dengan jenis randomized block design. Pelaksanaan penelitian dibagi dua tahap yakni uji pra eksperi­mental dan uji final eksperimental. Variasi sudut yang digunakan dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok I sudut 0, 30, 60, 90 dan kelompok II sudut 0, 20, 40, 60, 80 . Variasi sudut ini diberikan pada rotor tingkat atas yang memiliki tiga sudu. Kemudian diacak kembali sesuai posisi A, B, C. Variasi kece­patan angin yang digunakan adalah 3, 5, 7, dan 11 (m/s). Hasil penelitian terbagi menjadi dua sesuai dengan tahap pelaksanaan penelitian.  Berdasarkan hasil uji pra eksperimental diperoleh dua kesimpulan inti yakni kelompok I gagal digunakan sebagai variasi penelitian pada tahap final eksperimental. Hal ini dikarenakan faktor eror dalam konstruksi. Selain itu, variasi angin yang digunakan juga berubah menjadi dua varian yakni 5 m/s dan 7 m/s (menyesuaikan kemampuan blower). Kemudian, pada hasil uji final eksperimental didapatkan juga dua kesimpulan inti yakni posisi sudut mempengaruhi performa mesin. Terbukti dengan posisi 00, 00, 00 performa turbin berada di puncak teratas grafik, sedangkan pada posisi 00, 600, 800 performa turbin berada ujung paling bawah grafik. Selain itu, juga terbukti bahwa setiap parameter performa memiliki hubungan linear. Sebagai contoh, pada posisi 00, 00, 00nilai putaran poros berada di ujung grafik paling atas, begitu pula untuk parameter performa torsi, daya output, dan efisiensi. Kondisi ini terjadi baik di kecepatan angin 5 m/s ataupun 7 m/s. Disamping itu, juga didapatkan pengelompokan posisi sudut sesuai posisi grafik pada masing-masing performa dan kondisi angin. Didapatkan tiga kelompok yakni kelompok atas dengan kondisi performa yang selalu baik disemua kondisi angin; kelompok rendah dengan kondisi performa yang selalu buruk disemua kondisi angin; dan kelompok angin dengan kondisi performa yang menyesuaikan salah satu kondisi angin. 

    HUBUNGAN KEMAMPUAN KOGNITIF, AFEKTIF, DAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN KEMAMPUAN PSIKOMOTORIK MATA PELAJARAN GAMBAR TEKNIK SISWA JURUSAN TEKNIK PEMESINAN DI SMK ISLAM 1 BLITAR

    No full text
    ABSTRAK   Alif, Firman. 2015. Hubungan Kemampuan Kognitif, Afektif dan Lingkungan Belajar Dengan Kemampuan Psikomotorik Mata Pelajaran Gambar Teknik Siswa Jurusan Teknik Pemesinan di SMK Islam 1 Blitar. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Ahmad Sonhadji K.H., M.A. (II) Drs. Basuki M.Pd.   Kata kunci: kemampuan kognitif, kemampuan afektif, lingkungan belajar, kemampuan psikomotorik, SMK   Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)  sebagai satuan pendidikan kejuruan tingkat menengah, memiliki peranbesar dalam merencanakan dan menciptakan SDM  yang profesional  dan  produktif. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai salah satu lembaga pendidikan yang mempunya imisi menyiapkan tenaga kerja tingkat menengah yang mampu mengisi lapangan kerja dan berkualitas professional diharapkan mampu berperan sebagai ala tunggu lan bagi industri-industri Indonesia dalam menghadapi persaingan global.                 Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui gambaran kemampuan kognitif, kemampuan afektif, lingkungan belajar dan kemampuan psikomotorik mata pelajaran gambar  teknik siswa; (2) untuk  mengetahui adakah hubungan kemampuan kognitif dengan kemampuan psikomotorik siswa; (3) untuk mengetahui adakah hubungan kemampuan afektif dengan kemampuan psikomotorik teknik siswa; (4) untuk mengetahui adakah hubungan lingkungan belajar dengan kemampuan psikomotorik siswa(5) untuk mengetahui adakah hubungan kemampuan kognitif, afektif, dan lingkungan belajar secara bersama-sama dengan kemampuan psikomotorik siswa. Penelitian ini termasuk jenis penelitian korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas X Teknik Pemesinan SMK Islam 1 Blitar tahun ajaran 2014/2015. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh empat simpulan sebagai berikut.Pertama, kemampuan kognitif berada pada kualifikasi tinggi (72%), kemampuan afektif   berada pada kualifikasi tinggi (50,7%), lingkungan belajar berada pada rentang kualifikasi tinggi (67,8%) dan kemampuan psikomotorik berada pada kualifikasi tinggi (80,9%). Kedua, terdapat hubungan positif signifikan secara bersama-sama kemampuan kognitf, afektif, dan lingkungan belajar dengan kemampuan psikomotorik (Fhitung 7,164dan sig. 0,000). Ketiga, terdapat hubungan positif signifikan kemampuan kognitif dengan kemampuan psikomotorik (koefisien korelasi parsial 0,164 dan sig. 0,044). Keempat, terdapat hubunga positif signifikan kemampuan afektif dengan kemampuan psikomotorik (koefisien korelasi parsial 0,278dan sig. 0,001). Kelima, terdapat hubunga positif signifikan lingkungan belajar dengan kemampuan psikomotorik (koefisien korelasi parsial-0,186 dan sig. 0,022). Serta koefisien determinasinya (R2) sebesar0,127 (12,7%). Bagi SMK Islam 1 Blitar dapat  meningkatkan kemampuan kognitif,  afektif, dan lingkungan belajar siswa dengan adanya lebih memperhatikan murid dalam proses  belajar dengan baik dan benar, bagi peneliti selanjutnya diharapkan jika penelitian sejenis ditambah dengan variabel lain

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇