SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
pemanfaatan gas buang sebagai pemanas ekonomiser untuk meningkatkan efisiensi boiler (ketel uap) pada pabrik gula
RINGKASAN Era globalisasi yang dibarengi dengan kemajuan teknologi industri berpengaruh dalam produktifitas perusahaan. Pabrik Gula (PG) Krebe tBaru I merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi gula dan juga menggunakan mesin konversi energi antara lain ketel uap (boiler). Adapun permasalahan yang terdapat pada pabrik gula saat ini adalah pemakaian bahan bakar yang cukup banyak sementara ada energi panas dari gas buang yang belum dimanfaatkan. Ada beberapa cara untuk meningkatkan efisiensi boiler, salah satunya dengan memanfaatkan energi panas dari gas buang untuk pemanas ekonomiser. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi boiler antara yang menggunakan ekonomiser dan yang tidak menggunakan ekonomiser di PG. Krebe Baru I. Pada instalasi pabrik gula Krebet Baru I, boiler merupakan salah satu mesin konversi energi yang memproduksi uap untuk menggerakkan turbin dan memproses masakan (nira). Tidak hanya itu saja, gas yang terbuang dari sisa pembakaran pada ruang bakar boiler dengan temperatur sebesar 240oC masih dapat dimanfaatkan sebagai pemanas air umpan diekonomiser untuk meningkatkan unjuk kerja boiler. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimen berdasarkan permasalahan yang akan diteliti, yaitu unjuk kerja boiler pada PG. Krebet Baru I dan sesuai dengan penelitian kuantitatif menggunakan metode observasi lapangan serta penelaahan dokumen. Penelitian ini dilaksanakan dengan alur penelitian mulai dari persiapan, studi literatur, pengumpulan data, penghitungan efisiensi boiler,analisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi boiler yang menggunakan ekonomiser adalah sebesar 72,62% dan yang tidak menggunakan ekonomiser sebesar 69,59%. Terdapat perbedaan nilai yang cukup signifikan antara efisiensi boiler yang menggunakan ekonomiser dan yang tidak. Hal ini disebabkan karena suhu dari air yang masuk keboiler meningkat, dari semula 110oC setelah memanfaatkan gas buang untuk pemanas ekonomiser suhu dari air menjadi 121oC. Tidak hanyaitu saja, pemanfaatan gas buang sebagai pemanas ekonomiser dapat menghemat pemakaian bahan bakar sebesar 2.305,56 (kg/jam). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa limbah panas yang bersuhu 240oC dari gas buang sisa pembakaran pada ruang bakar boiler dapat dimanfaatkan sebagai pemanas fluida kerja (air) pada ekonomiser. Limbah panas tersebut juga dapat meningkatkan efisiensi boiler sebesar 3% serta bisa menghemat pemakaian bahan bakar sebesar 2.305,56 (kg/jam)
Implementasi Kurikulum 2013 EdisiRevisi pada Program Studi Teknik Kendaraan Ringan Berdasarkan Persepsi Guru dan Siswa di SMK
RINGKASAN Mustajib, HeriNasrul. 2018. Implementasi Kurikulum 2013 EdisiRevisi pada Program Studi Teknik Kendaraan Ringan Berdasarkan Persepsi Guru dan Siswa di SMK. Skripsi, Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Amat Mukhadis, M.Pd, (II)Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E, M.Pd, M.M Kata kunci: kurikulum 2013, persepsiguru, persepsisiswa Kurikulum 2013 Edisi Revisi merupakan perbaikan dari Kurikulum 2013. Perbaikan tersebut dilatarbelakangi permasalahan ketika Kurikulum 2013 pertama kali dilaksanakan secara nasional pada tahun 2014. Permasalahan Kurikulum 2013 sebelum revisi antara lain: kompleksitas pembelajaran dan penilaian pada Sikap Spiritual dan Sikap Sosial; ketidakselarasan antara KI-KD dengan silabus dan buku; penerapan proses berpikir 5M sebagai metode pembelajaran yang bersifat prosedural dan mekanistik; pembatasan kemampuan siswa melalui pemenggalan taksonomi proses berpikir antar jenjang.Selanjutnyauntukmengetahuibagaimanaimplementasinyamakapenelitianinidilakukan.TujuanpenelitianiniadalahmendeskripsikanimplementasiKurikulum 2013 EdisiRevisiuntuk SMK di Blitar. Rancangan penelitian mengunakan penelitian deskriptifdenganpendekatankuantitatif.Penelitian difokuskan pada mata pelajaran Teknologi Dasar Otomotif (TDO). Sampel dalah guru pengajar mata pelajaran TDO dan siswa kelas X TKRdengan10 SMK sasaranpenelitian. Variabel penelitian ini adalahimplementasi Kurikulum 2013 Edisi Revisi. Instrumennyamenggunakan non-tes dalam bentuk kuesioner.Data penelitiandianalisismenggunakanpersentase. Hasil penelitian menunjukkan persepsi guru terhadap implementasi Kurikulum 2013 EdisiRevisi termasukkategoriterlaksana76%. Persepsisiswa pada Implementasi Kurikulum 2013 EdisiRevisi adalah48% pada kegiatan pendahuluan, 90.98%padakegiatan inti, dan86%padakegiatan penutup.Secarakeseluruhanpadapersepsisiswadalamkategoriterlaksana.Berdasarkantingkatketerlaksanaandari sub-variabelimplementasi Kurikulum 2013EdisiRevisi adalah54%padaperencananpembelajaran, 65%padapelaksanaan pembelajaran,dan71%padaevaluasi pembelajaran.Jadi proses pembelajarandalamkategoriterlaksanabedasarkanPermendikbudNomor 22 Tahun 2016. Guru memiliki persepsi yang baik terhadap Kurikulum 2013 Edisi Revisi. Guru diharapkandapat meningkatkan profesionalitas dan bijak dalam menanggapi perubahan sehingga segala sesuatu dapat dipersiapkan dengan baik serta memiliki dukungan sumber belajar yang memadai.Respon dari peserta didik dalam pelaksanaan pembelajaran terhadap implementasi Kurikulum 2013 EdisiRevisisudah baik. Peserta didik diharapkan agar belajar secara mandiri serta aktif dan kreatif agar proses belajar mengajar berjalan dengan lancar.Secara praktis hasil penelitian ini diharapkan mampu memaparkan kondisi Kurikulum 2013 dalam bentuk persepsi guru dansiswa serta dapat menjadi acuan untuk dilakukannya penelitian lanjutan terhadap implementasi Kurikulum 2013
Simulasi Pengaruh Pemberian Pemerataan Crash Initiator Terhadap Penyerapan Energi Dan Deformasi Desain Crash Box Akibat Pembebanan Impact
RINGKASAN Kecelakaan merupakan kejadian yang tidak diharapkan oleh semua orang, sehingga solusi dengan memberikan sistem keamanan pada kendaraan sanagat diperlukan. Crash box biasanya diharapkan dapat menyerap energi tabrakan.. Crash box memiliki berbagai jenis bentuk penampang sehingga banyak penelitian yang mencoba mengembangkan untuk menentukan penampang terbaik. Tetapi dari peanampang terbaik masih terdapat kemungkinan untuk meningkatkan nilai penyerapan energi salah satunya diberi crash initiator. Crash initiator memiliki potensi untuk meningkatkan nilai penyerapan energi, pemberian crash initiator dapat dilakukan melalui simulasi numerik untuk mengurangi biaya penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai penyerapan energi crash box dari peneliti sebelumnya dengan memberikan pemerataan crash initiator pada bagian ujung, tengah, bawah, dan seluruh bagian crash box. Crash box yang digunakan berpenampang circle, hexagonal, dan trapezoid origami. Analisis ini dilakukan melalui metode elemen hingga dengan bantuan software Ansys dengan kecepatan tumbukan 7,67 m/s. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pemerataan crash initiator cenderung merubah nilai penyerapan energi yang terjadi pada crash box. Pemberian pemerataan crash initiator di bagian tengah crash box mengalami peningkatan nilai penyerapan energi sebesar 10,45% untuk penampang circle, 7,99% untuk penampang hexagonal, dan 7,74% untuk penampang trapezoid origami
Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation Metode Mind Mapping dan Metode Diskusi Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran PerawatanSistem Air conditioner (AC) Bagi Siswa SMK Kelas XII TKR SMK Negeri 2 Bojonegoro
RINGKASAN Anggraito, Wahyu Lantip. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Group Investigation Metode Mind Mapping dan Metode Diskusi Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran PerawatanSistem Air conditioner (AC) Bagi Siswa SMK Kelas XII TKR SMK Negeri 2 Bojonegoro. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Partono, M.Pd., (II) Dr. Drs. Syarif Suhartadi, M.Pd. Kata Kunci: model investigasi kelompok, metode peta pikiran, hasil belajar Pelaksanaan pembelajaran pada Sekolah Menengah Kejuruan hendaknya menggunakan pendekatan saintifik, namun pada kenyataaannya metode ceramah masih banyak digunakan. Hal tersebut menyebabkan siswa menjadi pasif dan sulit memahami materi yang diajarkan oleh guru sehingga mempengaruhi hasil belajar siswa. Oleh karena itu, perlu adanya penyesuaian model pembelajaran yang dapat meningkatkan pastisipasi siswa sehingga pembelajaran di kelas menjadi menyenangkan serta berdampak positif terhadap hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara model pembelajaran group investigation metode mind mapping dan model pembelajaran group investigation metode diskusi menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Rancangan penelitiannya adalah eksperimen semu dan desain penelitian yang digunakan adalah posttest only control group design. Subyek penelitian ini adalah siswa SMK negeri 2 Bojonegoro kelas XII TKR 1 sebagai kelas eksperimen satu dan kelas XII TKR 2 sebagai kelas eksperimen dua dengan total 60 siswa. Metode pengambilan data yang digunakan adalah uji tes soal pilihan ganda. Analisis data yang digunakan adalah uji komparatif dan uji t independen. Berdasarakan data hasil penelitian, diketahui bahwa kelas yang menggunakan model pembelajaran investigasi kelompok (Group investigation) metode peta pikiran (Mind Mapping) mendapat rata-rata hasil belajar sebesar 83,2 dengan nilai terendah76 dan nilai tertinggi 92 sedangkan kelas yang menggunakan model pembelajaran investigasi kelompok metode diskusi mendapat rata-rata hasil 74,3 dengan nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 84. Sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas yang menggunakan model pembelajaran investigasi kelompok metode peta pikiran dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran investigasi kelompok metode diskusi
Unjuk Kerja Kincir Air Kaki Angsa Next-G dengan Variasi Jumlah Kaki Sudu, Lebar Sudu dan Kecepatan Air Menggunakan Pendekatan Komputasional
ABSTRACT Hidayat, Muhamad Taufiq. 2017. Unjuk Kerja Kincir Air Kaki Angsa Next-G dengan Variasi Jumlah Kaki Sudu, Lebar Sudu dan Kecepatan Air Menggunakan Pendekatan Komputasional. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Retno Wulandari. S.T., M.T, (II) Prof. Dr. Ir. H, Djoko Kustono, M.Pd. Kata Kunci:KincirAir kaki Angsa Next-G,jumlah kaki sudu, lebar sudu, kecepatan Computational Fluids Dynamics Krisis energi yang disebabkan oleh kebutuhan bahan bakar minyak menyebabkan perlunya energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan sumber energi listrik. .Kincir Air kaki Angsa perlu didesain untuk mampu mengekstrak energi dari free water flow atau zero head water power resources dan dikembangkan desainnya menggunakan perangkat lunak Computational Fluid Dynamics (CFD), dalam bentuk model kincir air kaki angsa Next-G. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi kincir air kaki angsa Next-G dengan variasi jumlah kaki sudu, lebar sudu dan kecepatan air menggunakan pendekatan komputasional. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu mengetahui performansi modifikasi kincir air kaki angsa Next-G yang paling optimal berdasarkanvariasi jumlah kaki sudu, lebar sudu dan kecepatan air sebagai berikut: (1) 600 mm; (2) 700 mm; (3) 750 mm, untuk jumlah kaki yang digunakan 4 buah, 6 buah, 8 buah kaki dan kecepatan air 0,6 m/s, 0,7 m/s, 0,8 m/s menggunakan Computational Fluids Dinamics (CFD). Berdasarkan penelitian ini didapatkan desain kincir air yang paling optimal adalah pada variasi jumlah kaki sudu 4, lebar 750 mm dengan kecepatan air 0,8 m/s memiliki nilai efisiensi paling tinggi diantara variasi yang lain yakni 74,7 % dengan nilai moment pressure 2506,30 Nm. Hasil perhitungan sesuai dengan analisis Taguchi dalam software Minitab diamana desain optimal juga diperuleh pada variasi jumlah kaki sudu 4, lebar 750 mm dan kecepatan 0,8 m/s, sedangkan nilai efisiensi terendah menurut perhitungan adalah pada variasi jumlah kaki sudu 8, lebar sudu 600 mm dengan kecepatan air 0,8 m/s. memiliki nilai efisiensi sebesar 19,63 %
PENGARUH KONDISI ELEKTRODA E-308 TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MIKRO STAINLESS STEEL304 PADA PROSES PENGELASAN SMAW
ABSTRACT Dalam pengelasan SMAW kondisifluxdapat mempengaruhi sifat mekanik dari hasil pengelasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kekuatan tarik dan strukturmikrosambungan las stainless steel304 pada prosespengelasan SMAW dengan variasikondisielektroda, yaituelektrodadiovenpadasuhu 1000C selama 1 jam, barudikeluarkandarikemasannya, dilembabkandiudarabebasselama 7 jam, direndamdalam air selama 5 menitkemudian diuji kekuatan tarik dan fotostrukturmikro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian eksperimental. Sedangkan desain penelitiannya adalah penelitian eksperimen yang dilakukan di laboratorium. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis deskriptif. Objek penelitian ini adalah austenitic stainless steel 304 yang dilasmenggunakanvariasikondisielektroda, yaituelektrodabarudikeluarkandarikemasannyadengankandungan air 1,79%, dilembabkandiudarabebasselama 7 jamdengankandungan air 2,12%, direndamdalam air selama 5 menitdengankandungan air 15,73%, diovenpadasuhu 1000C selama 1 jamdengankandungan air 0,29% kemudian diuji kekuatan tarik dan fotostrukturmikro. Hasil penelitian menunjukkan rerata kekuatan tarik sambungan las dengan kondisibarudikeluarkandarikemasannyaadalah53,64kg/mm2, dilembabkandiudarabebasselama 7 jamadalah 52,68 kg/mm2,direndamdalam air selama 5 menitadalah 51,10 kg/mm2, diovenpadasuhu 1000C selama 1 jam adalah56,51 kg/mm2. Dari hasilfotostrukturmikropadadaerahbase metaldandaerah HAZ tidakjauhberbedahanyaukuranbutirpada HAZ lebihbesardaribase metal, untukfotostrukturmikrodaerahlasmenunjukkansemakinbanyakkadar air (kelembaban) padaelektrodasemakintidaksempurnanyabentukcementite.Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kekuatan tarik danstrukturmikrosambungan las dari proses pengelasan SMAW akibat variasi kondisielektroda. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan dari variasi kondisielektrodapada proses pengelasan SMAW terhadap nilai kekuatan tarik dan strukturmikroaustenitic stainless steel 304
Partisipasi Industri dalam Meningkatkan Mutu Lulusan Siswa Kelas Honda Studi Kasus di SMK Turen Program Keahliah Teknik Sepeda Motor
ABSTRAK Wijaya, Eko Yusup Edi. 2017. Partisipasi Industri dalam Meningkatkan Mutu Lulusan Siswa Kelas Honda Studi Kasus di SMK Turen Program Keahliah Teknik Sepeda Motor. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Partono, M.Pd. (2) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.Pd., M.M. Kata Kunci: Partisipasi industri, mutu lulusan, kelas honda, SMK Kelas honda adalah realisasi dari program kelas industri yang merupakan program pengadaan kelas khusus dalam lingkungan sekolah dengan budaya industri. Kelas ini dikelola secara bersama antara sekolah dengan Industri. Dari model/sistem pengelolaan bersama tersebut akan tercipta iklim belajar yang baru yang menjamin mutu pendidikan siswa. Program ini disinyalir menjadi program yang paling optimal dalam meningkatkan mutu lulusan di sekolah, karena industri juga ikut dalam KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di dalam kelas. Dari pernyataan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa jika sekolah menginginkan adanya peningkatan pada mutu pendidikannya, maka harus melakukan salah program kerjasama dengan industri melalui kelas industri. Namun, dewasa ini tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh sekolah untuk membangun kerjasama dengan industri mulai dari pra kerjasama sampai evaluasi kerjasama belum terpublikasikan secara jelas dan otentik. Pemilihan SMK Turen sebagai tempat penelitian karena SMK Turen telah memiliki standar ISO, siswa kelas honda yang memiliki prestasi cukup baik dalam berbagai kompetisi siswa SMK, dan telah mendapatkan kepercayaan dari pihak MPM sebagai sekolah rujukan dalam kelas industri honda. Oleh karena itu, penelitian ini dirancang untuk mengetahui (1) menjelaskan persiapan pelaksanaan membentuk kerja sama kelas industri honda yang disepakati di SMK Turen, (2) menjelaskan penyusunan kurikulum kelas industri honda yang digunakan di SMK Turen (3) menjelaskan penyiapan instruktur atau guru yang ada di kelas industri honda SMK Turen, (4) menjelaskan sistem pembelajaran yang dilaksanakan pada kelas industri honda di SMK Turen, (5) menjelaskan pelaksanaan uji kompetensi pada kelas industri honda di SMK Turen, dan (6) menjelaskan penyaluran dan penyerapan lulusan siswa kelas industri honda di SMK Turen. Partisipasi masyarakat di dalam pendidikan merupakan bentuk kepedulian terhadap baik tidaknya mutu pendidikan. Sekolah dan industri harus memiliki hubungan yang sangat erat dalam mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Pengertian mutu dalam konteks pendidikan mengacu pada proses pendidikan dan hasil pendidikan. Mutu lulusan SMK dapat dilihat dari kualitas siswa setelah lulus untuk siap menjadi tenaga kerja sesuai kebutuhan industri atau berwirausaha. Salah satu upaya meningkatkan mutu pendidikan kejuruan adalah peningkatan keterkaitan dan kesepadanan (link and match) dalam pelaksanaannya diwujudkan dalam suatu model penyelenggaraan kelas industri. Kelas industri menjadi sangat penting karena yang memakai lulusan SMK adalah industri. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Subjek penelitian dipilih berdasarkan purposif sampling, yaitu (1) kepala SMK Turen, (2) wakil kepala SMK Turen bidang kurikulum, (3) kepala program teknik sepeda motor, (4) wakil kepala SMK Turen bidang humas, dan (5) instruktur kelas honda SMK Turen. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi (triangulation) dari segi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian diketahui bahwa (1) langkah awal yang dilakukan SMK Turen untuk membentuk kerjasama kelas industri adalah dengan melakukan pendekatan melalui kunjungan ke industri. Setelah ada respon baik dari industri langkah selanjutnya adalah mengirim proposal kerjasama kelas industri, (2) model kurikulum yang digunakan di kelas honda dan telah disepakati oleh industri maupun sekolah adalah model kurikulum sinkronisasi atau yang umum disebut dengan kurikulum implementatif. Urutan pembentukan kuriukulum ini yang pertama adalah dengan melakukan persiapan bersama antara industri dan sekolah dengan berkoordinasi kepada dinas pendidikan untuk merumuskan kurikulum implementatif. Hal-hal yang dilakukan dalam persiapan itu adalah mendiskusikan bersama pertimbangan-pertimbangan dari sekolah maupun industri untuk pembentukan kurikulum implementatif sesuai dengan kebbutuhan industri, (3) guru yang ditekankan dapat mengajar di kelas honda adalah guru yang sudah pernah mengikuti pelatihan di industri dan lulus pelatihan tersebut. Proses pelatihan guru dilakukan secara berkala oleh industri seiring dengan berjalannya kelas industri honda di SMK Turen, (4) kelas industri dan kelas reguler memiliki perbedaan dalam muatan kurikulumnya. Hal itu juga menyebabkan sistem pembelajaran antara kedua kelas memiliki perbedaan. Perbedaan sistem pembelajaran terletak di waktu dan model pembelajarannya. Kelas industri memiliki waktu jam belajar tambahan yang dilaksanakan diluar jam pembelajaran umum dengan instruktur instruktur dari honda. Model pembelajaran di kelas industri dominan pelaksanaan praktik karena siswa dalam kelas industri juga dituntut untuk mengusai kompetensi khusus yang dibutuhkan industri terkait, (5) model uji kompetensi yang diterapkan di kelas honda SMK Turen dilaksanakan dua kali. Uji komtenensi pertama dilaksanakan oleh pihak sekolah dengan partisipasi dari industri sebagai penanggung jawab melalui Ahass terdekat. Uji kompetensi kedua dilaksanakan di MPM Sidoarjo. Sertifikat uji kompetensi pertama dikeluarkan oleh sekolah bersama Ahass Panji Putra Hanjaya Turen dan uji kompetensi kedua dikeluarkan oleh MPM, dan (6) penyerapan lulusan kelas honda dilakukan oleh industri melalui recruitment tenaga kerja. Proses recruitment dilakukan di industri langsung dan pihak industri datang di sekolah. Hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan SMK dan industri untuk memulai kerjasama kelas industri. Saran yang diberikan oleh penulis yaitu (1) SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang belum melaksanakan kebijakan link and match disarankan untuk segera melaksanakannya dengan melakukan kerjasama dengan industri khususnya dalam kerjasama kelas industri, (2) industri-industri disarankan untuk lebih kooperatif dengan membuka peluang yang lebih lebar untuk SMK yang akan memulai kerjasama kelas industri. Karena melalui kerjasama industri juga mendapat keuntungan dengan adanya lulusan SMK yang bermutu sesuai kebutuhan, (3) pemerintah disarankan untuk lebih giat lagi dalam melakukan sosialisasi pada SMK untuk membentuk kerjasama dengan industri terutama kerjasama kelas industri, (4) Universitas Negeri Malang juga disarankan tetap istiqomah dalam melakukan penelitian yang sejenis untuk menciptakan iklim pembelajaran kelas yang terpadu dan terintegrasi. Universitas Negeri Malang juga disarankan untuk tetap memonitor perkembangan pendidikan di Indonesia khusunya teknik mesin pada pendidikan di SMK, (5) mahasiswa disarankan untuk lebih memperdalam pembahasan sub fokus penelitian dalam penelitian ini untuk dengan menjadikannya penelitian tunggal. Hal itu dimaksudkan untuk lebih mendapatkan informasi yang lengkap dan konkrit terkait model pelaksanaan kerjasama sekolah dan industri khususnya dalam kerjasama kelas industri
Pemanfaatan Software Livewire untuk Proses Pembelajaran pada Mata Pelajaran Kelistrikan Kendaraan Ringan di Kelas XI SMK Negeri 12 Malang
ABSTRAK Proses pembelajaran ialah proses yang di didalamnya terdapat kegiatan interaksi antara guru dengan siswa dan komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencpai tujuan belajar. Dalam proses pembelajaran Kelistrikan Kendaraaan Ringan, kebanyakan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menggunakan modul buku dan engine stand untuk praktikum, sehingga siswa merasa jenuh dan kurang termotivasi, terutama saat pembahasan teori. Untuk mencapai hasil belajar yang lebih optimal, maka diperlukan sebuah media pembelajaran yang tepat, salah satunya adalah Software Livewire. Tujuan dari pengembangan dengan memanfaatkan Software Livewire ini yaitu untuk menciptakan sebuah media pembelajaran yang diharapkan dapat membantu proses pemahaman siswa pada mata pelajaran kelistrikan kendaraan ringan. Software Livewire adalah simulator laboratorium elektronik yang menggunakan animasi dan suara untuk memperagakan prinsip kerja rangkaian elektronik. Sistem Kelistrikan Kendaraan Ringan adalah instalasi dari berbagai rangkaian penerangan pada kendaraan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Model pengembangan ini yaitu menggunakan ADDIE yaitu: Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluate. Jenis data dari penelitian ini yaitu hasil tes yang telah diberikan kepada siswa setelah mengikut pembelajaran berbasis Livewire ini, sehingga nantinya akan dapat diketahui perbedaan nilai antara kelas yang proses pembelajarannya menggunakan Livewire dan yang tidak menggunakan Livewire. Penyajian data uji coba yaitu semua data yang dikumpulkan dari kegiatan uji coba produk yang disajikan dalam bentuk tabel, bagan, atau gambar yang dapat dikomunikasikan dengan jelas. Analisis Data merupakan bagian yang mengungkapkan secara rinci hasil analisis data uji coba. Distribusi frekuensi adalah susunan data menurut kelas interval tertentu atau menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar Berdasar kriteria Penilaian RPP, didapat hasil yang signifikan dari hasil analisa data antara kelas eksperimen dengan perolehan 13 siswa mendapat nilai diatas cukup pada nilai post-test dengan rata-rata 67,2 dan kelas kontrol dengan perolehan 15 siswa mendapat nilai kurang pada nilai post-test dengan rata-rata 39,7. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media ini berhasil dalam menunjang proses pembelajaran. Dalam pemanfaatan produk ini, sebaiknya digunakaan di ruang atau kelas dengan intensitas cahaya yang rendah, jika penayangannya menggunakan LCD/Proyektor. Dalam pemanfaatan produk ini, sebaiknya setiap siswa disarankan mencoba secara langsung untuk mengoperasikan serta mengamati kerja dari suatu rangkaian
Analisis Ketangguhan dan Morfologi Patahan pada Paduan AlMgSi Dengan Variasi Perlakuan Artificial Aging
h: 0px; "> Penggunaan aluminum sebagai logam setiap tahunnya pada urutan kedua setelah besi dan baja, yang tertinggi di antara logam non ferro. Namun Aluminium memiliki sifat mekanik yang buruk untuk penggunaan spare part kendaraan bermotor, untuk menambah kekuatan biasanya dibuat dengan logam paduan. Paduan AlMgSi lah yang banyak digunakan dalam industri mobil, konstruksi rumah, jembatan dan bahkan dapat digunakan untuk industri nuklir. AlMgSi jika digunakan untuk sistem pemindah daya kendaraan bermotor akan kehilangan kekuatan pada temperatur 150°C tapi masih terbilang mampu karena kurangnya standar cadangan yang mampu untuk menggantikan paduan tersebut. Berdasarkan penelitian-penelitian yang sudah dilakukan banyak yang membuktikan perlakuanartificial aging dapat memperbaiki sifat mekanik dari logam. Oleh karena itu perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang paduan AlMgSi yang diberi perlakuanartificial aging sekaligus membahas morfologi patahan dan struktur mikro paduan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi patahan dan ketangguhan pada paduan AlMgSi. Serta menggunakan variasi suhu 120°C, 150°C dan 180°C dengan holding time 6 jam. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-experimental dengan menggunakan model one-shot case study, dimana suatu kelompok sampel diberi sebuah perlakuan dan selanjutnya diobservasi/pengukuran hasilnya. Sampel pada penelitian ini sebanyak 20 spesimen dimana 20 spesimen tersebut dibagi empat yaitu: 5 spesimen sebagai raw material, 5 spesimen untuk perlakuan artificial aging 120°C, 5 spesimen untuk perlakuanartificial aging 150°C, dan 5 spesimen untuk perlakuan artificial aging 180°C. Hasil uji ketangguhan paduan AlMgSi menunjukkan bahwa spesimen AlMgSi raw material dan yang diberi perlakuan artificial aging dengan suhu 120°C, 150°C dan 180°C mempunyai nilai rata-rata ketangguhan yaitu 0,0172 kg/mm2, 0,0493 kg/mm2, 0,0399 kg/mm2 dan 0,0649 kg/mm2. Hasil struktur mikro memeperlihatkan bahwa spesimen yang diberi perlakuan memiliki presipitat yang tidak merata. Hasil morfologi patahan memberitahukan patahan spesimen yang diberi perlakuan artificial aging memiliki patahan yang ulet
Pengaruh Nanopartikel MnFe2O4 untuk Mengurangi Kadar CO dan HC pada Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor
ABSTRAK Persentase kendaraan bermotor di Indonesia tahun 2015 mencapai 82% dari total seluruh kendaraan. Polusi udara yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor sebesar 70– 80%, sedangkan pencemaran udara akibat industri dan lain-lain hanya 20 – 30% saja. Besarnya persentase pencemaran udara dari sumber transportasi di Indonesia adalah 70,50% CO; 18,34% HC; 8,89% NOx; 0,88% SOx; 1,33% partikel. Gas-gas tersebut sangat berbahaya bagi manusia. Untuk mengurangi efek gas beracun tersebut, dibutuhkan perlakuan khusus, salah satunya dengan penerapan katalis pada sistem pengeluaran gas buang. MnFe2O4 berpotensi mengikat unsur CO dan HC yang terkandung dalam gas sisa pembakaran motor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan nanopartikel Manganese ferrite (MnFe2O4) pada catalityc converter terhadap emisi gas CO dan HC kendaraan bermotor. Sehingga dapat diketahui data persentase penurunan emisi gas buang dengan penerapan MnFe2O4 dan tanpa MnFe2O4 yang sebabkan oleh rotasi mesin (RPM) yang bervariasi pada bahan bakar dengan nilai Reseach Oktane Number (RON) 88, 90, 92, dan 98. Pengambilan data ini dilakukan dengan alat gas analyzer, untuk mengetahui kadar emisi gas buang CO dan HC. Objek penelitian ini menggunakan sepeda motor Honda Mega Pro 150 CC tahun perakitan 2013. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan jumlah emisi gas buang antara tanpa penerapan MnFe2O4 sebagai katalis, dan dengan penerapan katalis pada kendaraan. Pada pengplikasiaannya, setiap jenis bahan bakar, dilakukan pengambilan data pada 1500 RPM hingga 6000 RPM dengan kelipatan 250 RPM. Hal ini dilakukan untuk memastikan keabsahan data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya persentase penurunan kadar CO pada pengaplikasian MnFe2O4 sebagai katalis, efektif pada bahan bakar premium di rotasi rendah dan tinggi dengan persentase teringgi 34,1 %. Untuk pertalite, efektif di semua rotasi dengan persentase teringgi 31,1 %. Untuk pertamax, efektif di rotasi rendah dengan persentase teringgi 3,9 %. Untuk persentase penurunan kadar HC, efektif pada bahan bakar premium di rotasi tinggi dengan persentase teringgi 79,3 %. Untuk pertalite efektif di rotasi tinggi dengan persentase tertinggi 71,4 %. Untuk Pertamax efektif di rotasi tinggi dengan persentase teringgi 53,6 %. Untuk Pertamax turbo hanya efektif di rotasi rendah dengan persentase hanya 2,1 %. Dilihat dari tingginya persentase penurunan kadar CO dan HC pengaplikasian, MnFe2O4 lebih efektif diterapkan pada bahan bakar dengan nilai Research Oktane Number yang rendah, yaitu premium dan pertalite karena karakteristik nano partikel MnFe2O4