SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    ANALISIS SIFAT MEKANIK DAN FISIK ALUMINIUM SILIKON (AlSi) HASIL PROSES PENGECORAN DENGAN VARIASI PERSENTASE TAMBAHAN NANO EGGSHELL

    No full text
    ABSTRAK Coran dibuat dari logam yang dicairkan, dituang kedalam cetakan, kemudian dibiarkan mendingin dan membeku. Oleh karena itu sejarah pengecoran dimulai ketika orang mengetahui bagaimana mencairkan logam dan bagaimana membuat cetakan. Paduan aluminium-silikon (Al-Si) digunakan secaral luas di bidang otomotif khususnya untuk piston karena memiliki ketahanan aus dan korosi yang baik, koefision ekspansi termal yang rendah, dan memiliki rasio kekuatan dan berat yang tinggi.Cangkang telur (Eggshell) adalahbahanlimbah yang munculdalamjumlahbanyaksumbersepertiunggas, rumah, restoran, toko roti dan unit manufakturmakanan.  KomposisiutamaEggshelladalahkarbonat, sulfatdanfosfatkalsiumdanmagnesium danbahanorganik. Jejaklogam Na, K, Mn, Fe, Cu, Srjugahadir di Eggshell. KepadatanEggshellsekitar 2,53 g / cm3. KomposisiutamaEggshelladalahkalsiumkarbonat (94%), bahanorganik (4%) kalsiumfosfat 1% dan magnesium karbonat (1%),komponenanorganiksepertiCa, Mg, Si, Zn, dlldalamjumlah yang lebihkecil.Penelitianinimenghadirkankonsepbaruuntukmenyempurnakandanmeningkatkansifatpaduan aluminium silikon (AlSi) denganmenambahkanserbukpenguatEggshell. Metodepenelitian yang digunakandalampenelitianiniadalahmetodepra-eksperimentaldenganmenggunakan model one-shot case study, dimanasuatukelompoksampeldiberisebuahperlakuandanselanjutnyadiobservasihasilnya.Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui pengaruh cangkang telur atau Eggshell sebagai penambahan pengecoran Aluminium Silikon. Sebelum peleburan aluminium silikon, cangkang telur diproses terlebih dahulu untuk menghasilkan nano eggshell. Setelah itu aluminiumsilikondipanaskandalamtungkuhinggasuhu 900° C, setelahAlSileburnano eggshellditambahkandenganvariasi 0,05%, 0,1% dan 0,2% dandiadukdalamtungkudenganmenggunakanwaktupengadukankonstansatumenitdan di cetakdengancetakan permanen.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa penambahan eggshell 0,05% memiliki nilai kekuatan tarik 12,24 kg/mm², penambahan eggshell 0,05% juga memiliki kekerasan 117,7 HV.Penambahan eggshell 0,1% memiliki nilai kekuatan tarik yaitu sebesar 12,24 kg/mm², penambahan eggshell 0,1% juga memiliki nilai tingkat kekerasan yaitu 137,9 HV. dan penambahan eggshell 0,2% memiliki nilai kekuatan tarik 16,86 kg/mm²,penambahan eggshell 0,2% juga memiliki nilai tingkat kekerasan yaitu 124,7 HV. AluminiumSilikondenganvariasitambahEggshell 0,1% terbuktidapatmeningkatkankekuatantarikdankekerasan. HasilfotomakropadaAlSidenganvariasitambahEggshell 0,1% terbuktimemilikipatahan yang tidakadadeformasi. HasilfotomikroAlSidenganvariasitambahEggshell 0,1% menunjukkanpersebaranstrukturbutir yang merata

    Analisis Kecepatan Putar, Durasi Gesek dan Tekanan Terhadap Kekuatan Tarik Hasil Pengelasan Gesek (Friction Welding)

    No full text
    ABSTRAK   Firmansyah, Muhammad Rizka Gita. Analisis Durasi Gesek, Kecepatan Putar dan Tekanan Terhadap Kekuatan Tarik Hasil Pengelasan Gesek (Friction Welding). Skripsi, Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) Drs. Solichin S.T., M.Kes. (2) Rr Poppy Puspitasri, Spd,. M.T,.Ph.D   Kata Kunci: las gesek, kecepatan putar, durasi gesek, tekanan, uji tarik, struktur mikro Pengelasan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pertumbuhan dan peningkatan industri, karena memegang peranan utama dalam rekayasa dan produksi logam.Pada saat ini pengelasan busur listrik elektroda terbungkus digunakan secara luas dikalangan masyarakat. Pengelasan elektroda terbungkus cocok untuk plat-plat datar. Sedangkan untuk benda pejal hasil pengelasan busur listrik elektroda terbungkus kurang baik, karena hanya menyentuh bagian luarnya saja. Sedangkan, pada sisi dalam sulit untuk dilakukan proses pengelasan. Salah satu solusi untuk mengelas benda pejal yaitu dengan pengelasan gesek (friction welding). Las gesek (friction welding) proses penyambungan logamnya tanpa pencairan, yang mana proses penyambungan terjadi akibat penggabungan laju putaran salah satu benda kerja dengan ujung benda kerja lainnya yang diberi tekanan dan akan menghasilkan panas yang akan melumerkan kedua permukaan yang bergesekan. Kecepatan putar, durasi gesek dan tekanan merupakan variabel yang sangat penting dalam pengelasan gesek (friction welding) karena variabel tersebut akan menentukan kualitas dan hasil pengelasan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-experimental dengan menggunakan model one-shot case study, dimana suatu kelompok sampel diberi sebuah perlakuan dan selanjutnya diobservasi hasilnya. Dari desain tersebut akan diperoleh data berupa angka kekuatan tarik. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, yang meliputi hasil uji tarik dan struktur mikro hasil variasi kecepatan putar, durasi gesek dan tekanan gesek. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, nilai kekuatan tarik yang paling tinggi dihasilkan pada variasi kecepatan putar 2850 Rpm, durasi gesek 60 detik pada tekanan 8 Mpa. Sedangkan hasil kekuatan tarik yang paling rendah dihasilkan pada variasi kecepatan putar 2850 Rpm, durasi gesek 80 detik pada tekanan 8 Mpa. Hasil foto mikro menunjukan tidak ada perubahan fase pada hasil pengelasan gesek. Tetapi hanya terjadi penghalusan partikel Mg2Si pada daerah Zpd dan Zpl, sedangkan pada daerah Zud memiliki bentuk partikel Mg2Si yang sama dengan spesimen tanpa perlakuan

    PENGELOLAAN PROGRAM GURU KEAHLIAN GANDA PADA KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN OTOMOTIF DI SMKN 1 SINGOSARI

    No full text
    RINGKASAN   Wijaya, M. Adib. 2018. Studi Pengelolaan Program Guru Keahlian Ganda Pada Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di SMKN 1 Singosari. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H.Yoto, S.T., M.Pd., M.M. (2) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd.   Kata Kunci: Pengelolaan, Program Guru Keahlian Ganda, Sekolah Menengah Kejuruan.   Tujuan umum penelitian ini adalah mendeskripsikan pengelolaan program guru keahlian ganda pada kompetensi teknik kendaraan ringan otomotif di SMKN 1 Singosari. Sedangkan tujuan khususnya yaitu: Mendeskripsikan perencanaan, Mendeskripsikan pelaksanaan proses  pembelajaran, Mendeskripsikan sistem evaluasi, dan Mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi program guru keahlian ganda pada kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan otomotif di SMKN 1 Singosari. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian mengungkap objek penelitian secara holistik, alamiah, dan induktif yang disajikan dengan cara mendeskripsikan data berupa uraian kata-kata dan kalimat. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Pengambilan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis yang dilakukan meliputi analisis saat pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, perencanaan kegiatan program guru keahlian ganda pada kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan otomotif di SMKN 1 Singosari: (1) SMKN 1 Singosari memiliki 3 instruktur pada kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan otomotif yang sudah terseleksi, kemudian mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh VEDC. Instruktur memiliki berbagai kompetensi yang menunjang kegiatan pembelajaran program guru keahlian ganda di SMKN 1 Singosari; Dan (2) Kelengkapan dan ketercukupan sarana dan prasarana sudah baik. VEDC sudah melakukan penilaian terhadap kelengkapan dan ketercukupan sarana dan prasarana, sehingga SMKN 1 Singosari dinyatakan layak untuk dijadikan tempat pelaksanaan kegiatan program guru keahlian ganda. Kedua, pelaksanaan proses pembelajaran program guru keahlian ganda pada kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan otomotif di SMKN 1 Singosari: (1) Penyusunan perangkat pembelajaran, instruktur hanya mempelajari dari perangkat yang sudah ada. Kemudian instruktur mengembangkan sesuai karakteristik materi. Selain itu, instruktur menyiapkan peralatan yang digunakan dan dibantu oleh penanggung jawab sarana dan prasarana; (2) Instruktur menggunakan pendekatan pembelajaran orang dewasa (Andragogik). Pada kegiatan pembelajaran teori, peserta harus mempelajari terlebih dahulu materi yang akan dipelajari, sehingga pembelajaran lebih aktif; dan (3) Instruktur menggunakan teknik demonstrasi pada saat praktik, sehingga peserta akan memperhatikan contoh yang diberikan instrukturnya. Setelah itu, mereka akan mempraktikkan materi yang sudah diberikan. Mereka juga diberikan kesempatan magang di dunia industri agar lebih paham keadaan sebenarnya di lingkungan industri. Ketiga, sistem evaluasi program guru keahlian ganda pada kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan otomotif di SMKN 1 Singosari: (1) Instruktur melakukan penilaian pelaksanaan  pendidikan dan pelatihan meliputi tiga aspek yaitu: aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Instruktur melakukan penilaian menggunakan instrumen yang telah ditetapkan oleh Kemendikbud. (2) Penilaian sertifikasi keahlian ganda yaitu: penilaian kompetensi keahlian sudah merupakan wewenang Lembaga Sertifikasi Pendidikan dan penilaian pedagogik sudah wewenang dari Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Keempat, faktor-faktor yang mempengaruhi program guru keahlian ganda pada kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan otomotif di SMKN 1 Singosari. faktor-faktor pendukung seperti: sarana dan prasarana yang mendukung, instruktur yang berkompeten, latar belakang pendidikan yang sejalan, kolega yang saling membantu, dan praktik industri. Sementara itu, faktor-faktor penghambat program diantaranya: latar belakang pendidikan yang tidak sejalan, peserta lanjut usia, kesulitan dalam belajar mandiri, dan tanggung jawab selain mengikuti program guru keahlian ganda.

    PENGARUH VARIASI KUAT ARUS DAN WIRE FEED RATE PADA BAJA KARBON RENDAH TERHADAP KEKUATAN TARIK HASIL PENGELASAN GMAW

    No full text
    ABSTRAK   Hardiansyah, Taufik. 2018. Pengaruh Variasi Kuat Arus dan Wire Feed Rate Pada Baja Karbon Rendah Terhadap Kekuatan Tarik Hasil Pengelasan GMAW. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Solichin, S.T., M.Kes., (II) Drs. H. Abdul Qolik, M. Pd.   Kata Kunci : Kuat Arus, Wire Feed Rate, GMAW Gas metal arc welding (GMAW) banyak digunakan untuk pengelasan logam ferrous salah satunya baja karbon. Baja karbon banyak digunakan antara lain untuk lambung kapal dan bejana tekan. Dalam  pengelasan GMAW sering ditemui adanya penggunaan variasi kuat arus dan wire feed rate yang berpengaruh terhadap baik buruknya mutu hasil pengelasan. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh Variasi Kuat Arus dan Wire Feed Rate Pada Baja Karbon Terhadap Kekuatan Tarik Hasil Pengelasan GMAW. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah eksperimental. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah faktorial 3 × 2 yaitu tiga variasi kuat arus dan dua variasi wire feed rate. Objek penelitian ini adalah baja karbon yang diberikan perlakuan pengelasan setelah itu dilakukan pengujian tarik. Hasil penelitian diperoleh bahwa variasi kuat arus pada pengelasan baja karbon dengan las GMAW memberikan pengaruh terhadap nilai kekuatan tarik yang dapat dilihat dengan adanya perbedaan kekuatan tarik dari setiap perlakuan kuat arus yang bervariasi. Selain kuat arus yang mempengaruhi kualitas hasil pengelasan, wire feed rate juga memberikan pengaruh terhadap kualitas hasil pengelasan yang akan mempengaruhi kekuatan tariknya. Hasil pengelasan dengan kuat arus 120 A dan wire feed rate 4 meter/menit memberikan kekuatan tarik hasil pengelasan tertinggi yaitu sebesar 52,67 kgf/mm2 dan pengelasan dengan kuat arus 120 A dan wire feed rate 5 meter/menit memberikan kekuatan tarik hasil pengelasan terendah yaitu sebesar 48,33 kgf/mm2

    STUDI ANALISIS INSTRUMEN EVALUASI PEMBELAJARAN YANG DIBUAT OLEH GURU PADA MATA PELAJARAN KELISTRIKAN OTOMOTIF DI SMK KOTA BLITAR

    No full text
    ABSTRAK Setiawan, Ari. 2018. Studi Analisis Instrumen Evaluasi Pembelajaran yang dibuat oleh Guru pada Mata Pelajaran Kelistrikan Otomotif di SMK Kota Blitar. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd., (II) Drs. Eddy Rudiyanto, M.Pd.Kata Kunci: analisis instrumen, evaluasi pembelajaran, kualitas butir soal Tes merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa. Hasil tes yang diperoleh siswa akan menentukan kualitas tes yang digunakan. Dilihat dari penelitian sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa guru belum memperhatikan kualitas soal yang digunakan sebagai instrumen evalasi. Tes yang digunakan hendaknya dianalisis untuk meningkatkan kualitas intrumen evaluasi. Tujuan penelitian ini, (1) untuk mengidentifikasi metode validasi soal yang digunakan oleh guru, (2) untuk mengidentifikasi faktor yang menyebabkan guru melakukan validasi soal atau tidak melakukan melakukan validasi soal, (3) untuk mengidentifikasi sebaran ranah kognitif pada soal pilihan ganda, (4) untuk mengidentifikasi  kualitas butir soal pilihan ganda berdasarkan nilai validitas, reliabilitas, taraf kesukaran, daya pembeda, dan fungsi distraktor pada mata pelajaran Kelistrikan Otomotif  di SMK Kota Blitar.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Subjek dalampenelitian ini adalah peserta didik kelas XI TKR di SMK Islam 1 dan SMK Katolik Santo Yusup Kota Blitar. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan program Iteman dan program Excel.Hasil penelitian dapat disimpukan: (1) Guru melakukan validasi soal, tetapi tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku, guru melakukan validasi menggunakan pengecekan berjenjang dengan guru membuat soal baru dan diajukan kepada ketua jurusan untuk dilakukan pengecekan manual mengenai bahasa dan kesesuaian materi.  (2) Faktor yang menyebabkan guru tidak melakukan validasi soal karena kurangnya penguasaan guru terhadap evaluasi pembelajaran, kurangnya perencanaan evaluasi dan kecenderungan guru mengabaikan pentingnya validasi soal. (3) Tingkat sebaran ranah konitif soal pilihan ganda di SMK Islam 1 dan SMK Katolik Santo Yusup Kota Blitar cenderung tinggi pada tingkat pengetauan (C1) dan terlalu redah pada tingkat analisis (C4) dari kriteria pesentase ranah kogitif, dan (4) Butir soal pilihan ganda yang dibuat oleh guru di SMK Islam 1 dan SMK Katolik Santo Yusup Kota Blitar memiliki kualitas soal  yang baik.

    STUDY KELAYAKAN TENTANG SARANA DAN PRASARANA PRAKTIK PEMESINAN DI SMK NEGERI 1 JENANGAN SEBAGAI SMK RUJUKAN DI PONOROGO (BERDASARKAN PERMEN N0. 40 TAHUN 2008)

    No full text
    ABSTRAK   Kata Kunci: Sarana dan Prasarana SMK, Kelayakan, Bengkel Pemesinan. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu institusi pendidikan formal tingkat menengah yang bertujuan menyiapkan tenaga kerja dan wirausaha yang  profesional, memiliki keterampilan, dan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Sebagai SMK rujukan di wilayah Ponorogo, maka pemenuhan sarana dan prasarana pada bengkel khususnya bengkel pemesinan di SMK Negeri 1 Jenangan harus tersedia sesuai dengan standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kelayakan bengkel praktik pemesinan yang meliputi: (1) Tingkat kelayakan sarana dan prasarana ruang bengkel praktik pemesinan yang disesuaikan dengan standar, (2) Tingkat kelayakan sarana dan prasarana pendukung bengkel pemesinan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sample. Selanjutnya, subjek penelitian adalah wakil kepala sekolah bidang sarana prasarana, ketua program keahlian, kepala bengkel, dan laboran (tool man)  di SMKN Jenangan Ponorogo. Selain itu, Objek penelitian adalah bengkel pemesinan di SMKN Jenangan Ponorogo. Proses pengumpulan data  menggunakan instrumen observasi, dokumen, dan wawancara. Validitas yang digunakan adalah jenis validitas konstruksi, kemudia analisa data menggunakan persentase. Hasil kelayakan sarana dan prasarana pada bengkel pemesinan meliputi Area kerja bangku, Ruang pengukuran dan pengujian logam, area kerja mesin bubut dapat, Area kerja mesin frais, Ruang penyimpanan dan intruktur dinyatakan sangat layak, sedangkan Area kerja mesin gerinda dan Ruang kerja pengepasan dinyatakan layak. Tingkat kelayakan ruang bengkel pemesinan secara umum dapat dinyatakan sangat layak. Selanjutnya kelayakan sarana dan prasarana pendukun bengkel pemesinan meliputi  ventilasi,  penerangan, keadaan perlatan/mesin,  jumlah mesin,  perlengkapan K3,  rasio jumlah perlengkapan K3 dan pendukung bengkel  pemesinan secara umum dinyatakan sangat layak. Dengan demikian tingkat kelayakan sarana dan prasarana bengkel pemesinan SMKN 1 Jenangan dinyatakan sangat layak, sehingga patut dijadikan SMK rujukan di Ponorogo

    Hubungan Persepsi Siswa tentang Kondisi Sarana Prasarana Bengkel Otomotif dan Lokus Kendali Siswa dengan Hasil Belajar Sistem Transmisi Siswa Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 1 Kota Kediri

    No full text
    ABSTRAK   Belajar adalah suatu proses yang melibatkan manusia secara orang perorang sebagai suatu kesatuan organisme sehingga terjadi perubahan pada pengetahuan, ketrampilan, dan sikap dari orang yang belajar tersebut. Salah satu tempat dimana orang belajar adalah sekolah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal bertujuan membentuk manusia yang berkepribadian, mengembangkan intelektual siswa dan juga dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu jenjang pendidikan tersebut adalah sekolah menengah kejuruan atau sering disebut dengan SMK. Untuk mencapai hasil yang baik ada beberapa faktor diantaranya yaitu persepsi siswa dan lokus kendali siswa. Penelitian ini bersifat korelasional karena penelitian ini akan menunjukan ada tidaknya hubungan variabel bebas yaitu Persepsi Siswa Tentang Kondisi Sarana dan Prasarana di Bengkel Otomotif (X1), Lokus Kendali (X2), terhadap Hasil Belajar (Y) Mata Pelajaran Sistem Transmisi, untuk itu digunakan analisis statistik inferensial yaitu regresi berganda. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Kediri. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan tabel uji simultan (uji f) terlihat sig = 0,000 < 0,05, maka H0 yang berbunyi tidak ada hubungan yang signifikan persepsi siswa tentang kondisi sarana prasarana dan lokus kendali siswa dengan hasil belajar ditolak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan anatara persepsi siswa tentang kondisi sarana prasarana dan lokus kendali siswa dengan hasil belajar sistem transmisi siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 1 Kediri. Saran untuk penelitian selanjutnya melakukan penelitian yang lebih mendalam menggunakan variabel yang dianggap sangat berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa, seperti kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, gaya berpikir, penalaran formal, gaya belajar, tingkat intelegensi, dan sebagainya

    Pengaruh Penggunaan Groundstrap dan Variasi Jenis Busi Terhadap Daya Sepeda Motor Honda Beat FI Tahun 2016

    No full text
    Pamungkas,Ivan. 2018. Pengaruh Penggunaan Groundstrap dan Variasi Jenis Busi Terhadap Daya Sepeda Motor Honda Beat FI 2016. Skripsi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Paryono, S.T., M.T. (II) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T.   Kata Kunci: Groundstrap, Busi, Ignition Booster, Kabel Busi dan Daya Modifikasi dilakukan untuk meningkatkan performa kendaraan. Modifikasi dilakukan dengan cara penggantian part atau dengan penambahan part. Pengguna lebih memilih melakukan penambahan part karena biaya untuk penggantian part relatif mahal. Salah satu inovasi tersebut adalah penggunaan ignition booster. Ignition booster adalah alat yang dipasangkan untuk meningkatkan kualitas pengapian. Groundstrap Merupakan salah satu jenis ignition booster, prinsip kerjanya memanfaatkan elektromagnet untuk mendorong fluks magnet sehingga arus yang dihasilkan lebih stabil. Penelitian eksperimen ini dilakukan pada kendaraan Honda Beat FI 110cc dengan perlakuan berbeda. Pertama melakukan pencatatan data pengukuran daya dengan jenis busi standar, platinum dan iridium sebagai standar pengukuran tanpa menggunakan groundstrap dan pengukuran kedua menggunakan groundstrap. Pengambilan data menggunakan alat dynotest. Data yang diambil mulai dari RPM 4000-9000 dengan kenaikan 500 RPM. Teknis analisis data menggunakan statistik parametrik dengan metode One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara penggunaan groundstrap dan jenis busi standar, platinum dan iridium pada sepeda motor Honda beat FI 110 cc . Penggunaan Groundstrap meningkatkan daya maksimal busi standar sebesar 10,46 HP, busi platinum 10,66 HP dan iridium 10,58 HP akan tetapi hasil tersebut tidak signifikan, kemungkinan hal tersebut disebabkan karena tegangan yang mampu di terima busi sudah maksimal. Dengan demikian dapat disarankan perlu adanya pengembangan dan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh penggunaan pengaruh penggunaan groundstrap terhadap tegangan listrik dan medan magnet yang dihasilkan

    Studi Pengelolaan Kesiswaan Pada SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen

    No full text
    ABSTRAK   Raditya, Yayan. 2018.Studi Pengelolaan Kesiswaan Pada SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Yoto, S.T., M.Pd., M.M. (2) Marsono, S.Pd.T., M.Pd, Ph.D   Kata Kunci: Pengembangan Siswa, Pembinaan Siswa, Sekolah Menengah Kejuruan Pembinaan kesiswaan adalah sebuah upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah dalam hal pemanfaatan sumber daya yang ditujukan untuk membantu peserta didik dalam mengasah bakat, dan minat yang dilaksanakan pada jam ekstrakurikuler, yang bertujuan untuk mensukseskan pelajaran kurikuler. Pembinaan kesiswaan menjadi salah satu faktor dari keberhasilan pelajaran kurikuler yang ada di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan pembinaan kesiswaan yang ada pada SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, antara lain: (1) mengetahui jenis-jenis pembinaan kesiswaan, (2) mengetahui struktur organisasi pembinaan kesiswaan, (3) mengetahui perencanaan pembinaan kesiswaan, (4) mengetahui pengorganisasian pembinaan kesiswaan, (5) pengetahui penggerakan pembinaan kesiswaan, (6) mengetahui pengawasan pembinaan kesiswaan, dan (7) mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat dari pembinaan kesiswaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, dengan menggunakan narasumber antara lain: bapak Fajar S.Pd. selaku waka urusan kesiswaan, bapak Rizal S.Pd. selaku staff anggota kesiswaan, bapak Mahendra S.Pd. selaku pembina ekstrakurikuler futsal, dan bapak Nanang S.Pd. selaku guru yang ada pada SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Pengecekan keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menemukan antara lain: (1) ada dua program pembinaan kesiswaan yaitu: OSIS dan ekstrakurikuler, ekstrakurikuler sendiri dibagi terbagi menjadi: futsal, bola voli, tapak suci, bola basket, pecinta alam, sepak bola, Remaja Pengurus Masjid, marching band, Ikatan Pelajar Muhammadiyah; (2) struktur organisasi OSIS terdiri dari: pembina, ketua umum, wakil ketua, sekretaris, bendahara, koordinator bidang, dan anggota bidang, sedangkan untuk struktur organisasi Ekstrakurikuler dijelaskan sebagai berikut: kepala sekolah, waka urusan kesiswaan, pembina ekstrakurikuler: (3) proses perencanaan pembinaan kesiswaan yang ada di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen sendiri terjadi sebelum tahun ajaran baru dimulai, semua pembina diharuskan menentukan target pencapaian serta dana yang dibutuhkan; (4) proses pengorganisasian pembinaan kesiswaan dalam fase ini terdapat pembentukan kepengurusan OSIS dan pemilihan peserta didik yang hendak ikut pembinaan ekstrakurikuler, dan pemilihan pembina ekstrakurikuler; (5) proses penggerakan pembinaan kesiswaan, setiap pembinaan kesiswaan melaksanakan sesuai dengna prosedur yang sudah ditetapkan, penggunaan tempat dan waktu telah disediakan dan dijadwalkan oleh kesiswaan; (6) proses pengawasan pembinaan kesiswaan, dalam fase ini pengumpulan data dilakukan oleh kesiswaan, yang akan digunakan sebagai bahan evaluasi; (7) faktor pendukung datang dari peserta didik dan pihak sekolah, peserta didik memberikan antusiasme yang sangat tinggi terhadap pembinaan kesiswaan, setiap pihak sekolah juga ikut membantu dan memberikan dukungan terhadap pembinaan kesiswaan yang berjalan, faktor penghambat antara lain: kegiatan prakerin yang dilaksanakan oleh peserta didik kelas XI yang dapat menghambat pembinaan kesiswaan, jarak tempuh peserta didik yang jauh, dikarenakan mayoritas peserta didik memiliki rumah yang jauh dari sekolah. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulakan bahwa di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen terdapat dua program pembinaan kesiswaan yaitu: OSIS dan Ekstrakurikuler. Terdapat manajemen pembinaan kesiswaan yang terdiri dari: perencanaan yang diadakan sebelum tahun ajaran baru, pengorganisasian pembinaan kesiswaan yang berisi pembentukan struktur OSIS dan pemilihan peserta ekstrakurikuler , penggerakan pembinaan kesiswaan yang tempat dan jadwal sudah diatur oleh kesiswaan, dan pengawasan yang terdiri dari pengumpulan data yang akan digunakan untuk evaluasi. Faktor pendukung dari antusiasme peserta didik, hingga faktor penghambat jauhnya rumah para peserta didik. Kepada kepala sekolah disarankan untuk lebih meningkatkan komunikasi dengan setiap bagian sekolah yang turut secara langsung dalam pembinaan kesiswaan, demi menelurkan kebijakan-kebijakan yang diharap mampu meningkatkan efektifitas dari pembinaan kesiswaan, sebagai contoh: pemberian penghargaan ataupun insentif terhadap pembina dan peserta didik yang memenangkan kejuaraan, untuk peserta didik bisa dalam bentuk beasiswa, kepada waka urusan kesiswaan perlunya meningkatkan standarisasi dari evaluasi keterlaksanaan program, evaluasi keberhasilan program, peningkatan frekuensi pengawasan menjadi sebulan dua kali, dan perlunya mendatangkan pembina kesiswaan yang sudah professional seperti pelatih sepak bola arema, kepada pembina kesiswaan baiknya penggunaan sarana dan prasarana yang lebih maksimal, pembentukan mental dan pemberian materi pada peserta didik dengan cara mendatangkan atlit lokal dari pembinaan kesiswaan tersebut, kepada mahasiswa disarankan untuk mengembangkan penelitian ini dengan melakukan perbandingan penelitian yang selaras dengan konteks permasalahan tersebut, sehingga akan muncul keunikan yang digunakan untuk membandingkan program yang sama pada sekolah yang berbeda. Sebagai contoh, meneliti dengan tema: (1) pembinaan kesiswaan pada sekolah SMK Penerbangan, dan (2) pembinaan kesiswaan pada sekolah SMK Pelayaran. Raditya, Yayan. 2018. A Study on Students’ Development Management in Muhammadiyah Vocational High School 1 Kepanjen. Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (1) Dr. Yoto, S.T., M.Pd., M.M. (2) Marsono, S.Pd.T., M.Pd, Ph.D   Keywords: Students’ Development, Students’ Coaching, Vocational High School Student coaching is an effort made by the school in terms of resource utilization aimed at helping students to hone talents and interests that are carried out during extracurricular, which aims to succeed in curricular lessons. Student coaching is one of the factors of the success of curricular lessons in school, the purpose of this study was to determined the management of student coach at Muhammadiyah Vocational High School 1 Kepanjen, such as: (1) the types of student coaching, (2) the organizational structure of student coaching, (3) the planning of student coaching, (4 ) the organization of student coaching, (5) the movement of student coaching, (6) the supervision of student coaching, and (7) the supporting and inhibiting factors of student coaching. The study was used a qualitative approach, which conducted at Muhammadiyah Vocational High School 1 Kepanjen by using some interviewees, included the following; student affairs officer, student management field, futsal extracurricular coach, a teacher at Muhammadiyah Vocational High School 1 Kepanjen. Therefore, validity of the data has been check by used data triangulation. The results of the study were : (1) there are two student coach programs, namely: Student Council and Extracurricular, the extracurricular program has divided into: futsal, volleyball, tapaksuci, basketball, mountaineering club, soccer, Teenage Mosque Management, marching bands, Muhammadiyah Student Association; (2) the student council organizational structure consisted of: coaches, general chairman, vice chairman, secretary, treasurer, field coordinator, and field members, while for extracurricular organizational structures was explained as follows: headmaster, student affairs officer, and extracurricular coaches: (3) the planning process for student coach at Muhammadiyah Vocational High School 1 Kepanjen occurs before the new academic school year begins, all coaches was required to determine achievement targets and funds needed; (4) the process of organizing student coach in this phase has the formation of student council management and the selection of students who want to participate in extracurricular coach, and the selection of extracurricular coaches; (5) the process encouraged student coach, each student coach implemented accordance with the procedures that have been established, the used of place and time has been provided and scheduled by the student affair officer; (6) the supervision process of student coach, in this phase data collection is carried out by students, which will be used as evaluation material; (7) supporting factors came from students and the school, students gave very high enthusiasm for student coach, school helped and provided support for ongoing student coach, inhibiting factors such as: apprenticeship activities carried out by participants class XI students who can inhibit student coach, the distance traveled by students because the majority of students homes were far from school. Based on the above, the author concluded that there have two programs to coach student in Muhammadiyah Vocational High School 1 Kepanjen (Student Council and Extracurricular). The management to coach students consisted of planning held before the new academic school year, organizing student coach contained the formation of the Student Council structure and the selection of extracurricular participants, the movement of students’ coach where the place and schedule managed by students affair officer, and supervision consisted of data collection used for evaluation. The factors supported this program were students’ enthusiasm and the distant inhibiting factors of students' homes. For further researchers, the author suggests to develop it by conducting research with quantitative approach related to this topic. The purpose is to know other factors influenced this program in order to improve creative and innovative students coaching in Vocational High School

    Pengaruh Motivasi dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Gambar Teknik I di SMK Turen

    No full text
    RINGKASAN   SMK merupakan salah satu sarana pendidikan formal yang menciptakan lulusan terampil, kompeten di bidangnya dan siap untuk memasuki dunia kerja. Jurusan teknik pemesinan merupakan jurusan unggulan di SMK Turen. Salah satu kompetensi yang harus dipenuhi dalam jurusan teknik pemesinan adalah kompetensi gambar teknik. Gambar teknik sangat diperlukan dalam segala kegiatan paraktik pada jurusan teknik pemesinan, karena didalamnya terdapat kompetensi membaca gambar proyeksi 2D dan 3D, gambar potongan, serta pengetahuan alat-alat gambar.Dengan demikian, kompetensi menggambar ini merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai untuk dapat menciptakan lulusan teknik pemesinan yang berkompeten dan siap untuk memasuki dunia kerja. Namun kenyataannya pengetahuan siswa pada pelajaran gambar teknik masih belum sepenuhnya terpenuhi. Hal ini dapat dibuktikan dariketerlambatan pengumpulan jobsheet dan nilai hasil jobseet yang masih dalam angka rata-rata kelulusan. Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, baik itu faktor dari dalam maupun dari dalam diri siswa. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi tinggi rendahnya hasil belajar siswa adalah motivasi dan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran gambar teknik. Berdasarkan observasi yang dilakukan selama KPL, menunjukkan indikasi bahwa motivasi dan minat siswa terhadap mata pelajaran gambar teknik masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh motivasi dan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran gambar teknik siswa kelas X Teknik pemesinan di SMK Turen. Populasi dan sampel penelitian ini adalah siswa kelas X TPM SMK Turen. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi nilai dari UTS gambar teknik I. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deksripsi frekuensi dan regresi linear berganda. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, motivasi siswa kelas X TPM SMK Turen pada mata pelajaran gambar teknik menunjukkan kategori cukup baik. Kedua, minat belajar siswa kelas X TPM SMK Turen pada mata pelajaran gambar teknik menunjukkan kategori cukup. Ketiga, hasil belajar siswa kelas X TPM pada mata pelajaran gambar teknik menunjukkan kategori lulus dengan cukup. Kesimpulan penelitian, sekolah diharapkan untuk memperhatikan dan mengoptimalkan fasilitas yang tersedia pada mata pelajaran gambar teknik agar tercipta kualitas pembelajaran yang baik dan menciptakan lulusan yang kompeten pada bidang gambar teknik. Sementara guru mata pelajaran gambar teknik diharapkan dapat menerapkan metode dan media pembelajaran yang interaktif dan inovatif agar siswa dapat dengan mudah menerima dan memahami materi pelajaran yang diberikan. Hal tersebut dimaksudkan agar SMK Turen dapat menciptakan lulusan teknik pemesinan yang berkompeten dan siap untuk memasuki dunia kerja

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇