SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    1608 research outputs found

    Kerjasama SMK Dengan Industri Dalam Pelaksanaan Penyaluran Lulusan Memasuki Dunia Kerja Melalui Bursa Kerja Khusus di SMK Negeri 8 Malang

    No full text
    Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diharapkan dapat diserap langsung oleh lapangan pekerjaan, namun banyaknya lembaga sekolah menengah kejuruan memunculkan persaingan yang cukup ketat bagi sekolah untuk menyalurkan lulusannya. Kebutuhan tenaga kerja dari lulusan SMK tidak sebanding dengan jumlah penyerapan tenaga kerja yang ada di lapangan sehingga menimbulkan meningkatnya pengangguran. Hal ini dibuktikan berdasarkan data pengangguran yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Republik Indonesia pada Bulan Februari Tahun 2016 tentang tingkat pengangguran terbuka penduduk usia 15 tahun keatas. Tingkat pengangguran tertinggi adalah lulusan sekolah menengah kejuruan dengan persentase 9,84%, meningkat dari 9,05%, sedangkan tingkat pengangguran pada Februari 2017 yaitu lulusan sekolah menengah kejuruan sebesar 9,27%. Salah satu solusi untuk membantu mengurangi pengangguran adalah penyelenggaraan BKK (Bursa Kerja Khusus) pada SMK, karena dapat membantu sekolah dalam penyaluran secara tepat bagi lulusannya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui program seperti apa yang diterapkan oleh BKK agar penyaluran lulusan SMK dapat terserap secara merata memasuki dunia kerja. Dimulai dari perencanaan proses kerjasama, pelaksanaan penyaluran tenaga kerja, faktor-faktor pendukung dan penghambat kerjasama dalam pelaksanaan penyaluran tenaga kerja, serta evaluasi yang dilakukan setelah pelaksanaan kerjasama di SMKN 8 Malang. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data diambil dari informan yang memiliki kemampuan dan kesesuaian dengan kasus yang ada. Informan dalam penelitian ini meliputi wakil kepala sekolah bidang hubungan masyarakat, ketua BKK SMKN 8 Malang, ketua program keahlian, dan alumni SMKN 8 Malang lulusan 2014. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan meliputi reduksi data, penyajian data, dan diakhiri penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, maka dilakukan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, perencanaan proses kerjasama antara SMK dengan dunia industri melalui BKK di SMKN 8 Malang. Langkah awal yang dilakukan adalah pihak BKK mencari rekanan industri dan mencari link melalui forum BKK Jawa Timur serta melakukan promosi dengan mempromosikan profil sekolah saat kunjungan prakerin. Kedua, pelaksanaan penyaluran tenaga kerja melalui BKK yaitu dengan cara industri datang ke SMKN untuk menjalin kerjasama. Setelah itu pihak BKK memberikan pengumuman pelaksanaan penyaluran tenaga. Jika siswa atau alumni lolos maka akan ada training, penempatan kerja, serta sistem kontrak. Ketiga, faktor pendukung dalam pelaksanaan penyaluran tenaga kerja yaitu manajemen yang baik dari sekolah dan mobilitas dari tim BKK sangat kompak. Faktor penghambat yang paling mendasar adalah atittude dari siswa yang tidak konsisten. Cara mengatasi hal tersebut adalah adanya sanksi bagi siswa yang bersangkutan. Keempat, evaluasi yang dilakukan setelah pelaksanaan kerjasama BKK SMKN 8 Malang dengan industri yaitu evaluasi berstandart ISO. Saran yang diberikan dari hasil penelitian yaitu: (1) Kepada SMK yang disarankan untuk menambah link industri untuk dijadikan rekan kerjasama; (2) Kepada siswa SMKN 8 Malang disarankan untuk lebih konsisten dengan pilihannya saat mengikuti pelaksanaan penyaluran tenaga kerja melalui BKK; (3) kepada Jurusan Teknik Mesin UM disarankan untuk menjadikan hasil penelitian ini sebagai referensi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkait dengan penyaluran tenaga kerja lulusan SMK di industri; (4) Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk membahas secara lebih mendalam mengenai kerjasama SMK dengan industri melalui BKK

    PENGARUH VARIASI KECEPATAN TARIKAN PADA (FERRO CASTING DUCTILE IRON) FCD TERHADAP HASIL KEKUATAN TARIK DAN MORFOLOGI PATAHAN

    No full text
    ABSTRAK   Nurdiansyah, Gilang. 2017. Pengaruh Variasi Kecepatan Tarikan pada (Ferro Casting Ductile Iron) FCD Terhadap Hasil Kekuatan Tarik dan Morfologi Patahan.   "> Kata Kunci: besi cor nodular, sifat mekanik, morfologi patahan   Besi cor nodular atau ferro casting ductile iron (FCD) merupakan material perkembangan dari besi cor kelabu. Besi cor nodular memiliki sifat mekanik yang lebik baik dari pada material besi cor yang lain. Berdasarkan hasil uji metalografi, penambahan magnesium ke dalam besi cor bisa menghasilkan grafit nodular. Ditemukan bahwa grafit nodular pada besi tuang berdasarkan laboratorium tes, pada kenyataannya memiliki sifat fisik dan mekanik yang dimiliki hampir menyamai sifat-sifat yang dimiliki oleh baja karbon baik dari segi kekuatan tarik, elastis modulus yang baik, maupun keuletannya. Untuk mengetahui kualitas sifat mekanik suatu material dapat dilakukan pengujian kekuatan tarik. Kekuatan tarik merupakan sifat mekanik logam yang penting karena merupakan dasar untuk perencanaan pemesinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kecepatan tarikan pada kekuatan tarik dari material (ferro casting ductile iron) FCD 40 yang berupa pengaruh variasi kecapatan terhadap kekuatan tarik material FCD 40 sehingga dapat diketahui data uji tarik dan waktu fracture sebabkan oleh kecepatan yang bervariasi. Pembebadan yang bervariasi memungkinkan material patah dengan bentuk yang berbeda oleh karena dilakukan studi mendalam tentang morfologi patahan dari patahan uji tarik dengan variasi kecepatan sehingga bisa di simpulkan kecepatan mana yang membuat kekuatan tariknya menurun. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian pre-experimental, yang menggunakan model penelitian the one-shot case study. Berdasarkan hasil pengujian dengan pengujian tarik dengan variasi kecepatan bahwa kekuatan tarik dari FCD setelah dilakukan variasi kecepatan menurun sesuai bertambahnya kecepatan tarikan hal ini dikarekan laju retak yang terlalu cepat akan membuat material getas. Variasi kecepatan 1,5 mm/s menghasilkan nilai kekuatan tarik tertinggi yaitu sebesar 549,8 N/mm² sedangkan pada kecepatan 4,5 mm/s kekuatan tarik menurun sebesar 401,4 N/mm² dan kekuatan tarik terendah diperoleh pada kecepatan 9 mm/s dengan nilai sebesar 302,6 N/mm². Menurunnya kekuatan tarik karena adanya besar perbedaan regangan pada variasi waktu penarikan sehingga cepat patah dikarenakan terdefusi secara plastis. Seiring laju regangan meningkat, akan berdampak pada tegangan luluh meningkat juga hal ini menunjukan bahwa semakin lambat penarikan membuat material mengalami keadaan statik sehingga kekuatan tariknya meningkat Variasi kecepatan 1,5 mm/s memiliki jenis patahan ulet dan variasi kecepatan 4,5 memiliki jenis patahan campuran ulet getas sedangkan variasi kecepatan 9 mm/s memiliki jenis patahan britlle

    Analisis Butir Soal UAS pada Kelas X Teknik Kendaraan Ringan SMKN 1 Kediri

    No full text
    ABSTRAK   Kegiatan evaluasi merupakan suatu kegiatan yang penting, dimana guru dapat mengetahui sejauh mana penguasaan oleh siswa, menemukan kesulitan apa yang dialami oleh siswa dan menemukan treatment yang tepat dalam mengatasi masalah tersebut. Evaluasi yang baik sebaiknya memperhatikan kualitas tes yang diberikan, kualitas tes dapat diketahui melalui proses analisis butir soal. Semakin baik tes yang diberikan maka akan semakin baik pula hasil yang akan diperoleh. Pada SMKN 1 Kediri belum melaksanakan kegiatan analisis butir soal, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal UAS kelas X semester ganjil tahun ajaran 2016/2017 pada SMKN 1 Kediri yang dilihat dari segi (1) validitas, (2) reliabilitas, (3) daya pembeda, (4) tingkat kesukaran,  (5) kualitas pengecoh, dan (6) kualitas soal secara keseluruhan.             Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif. Metode pengumpulan data dengan observasi dan dokumentasi. Sampel penelitian adalah siswa Jurusan Teknik Kendaraan Ringan sejumlah 64 siswa dari total empat kelas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif menggunakan program ITEMAN 4.3, untuk analisis kualitatif menggunakan kartu telaah butir soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) validitas rata-rata sebesar 49.70%termasuk jelek, (2) reliabilitas keseluruhan sebesar 0.575 dengan kategori cukup,(3) daya pembeda secara keseluruhan memiliki kualitas yang jelek,(4) tingkat kesukaran pada soal UAS secara keseluruhan termasuk kategori sedang, (5) kualitas pengecoh secara keseluruhan termasuk kategori sedang, dan(6) secarakeseluruhanmenunjukkanbahwasoal UASmemilikipresentasesebesar 26.71%(74 butir), 43.71% (128 butir) dengan kategori cukup, dan 19.76% (75 butir) dengan kategori jelek. Kesimpulan yang dapat diambil adalah: (1) rendahnya validitas yang didapat berkaitan dengan jawaban siswa saat itu, kemungkinan siswa tidak siap dengan ujian yang dilakukan saat itu, (2) reliabilitas yang rendah disebabkan karena kurangnya butir soal yang valid pada soal, untuk meningkatkan reliabilitas dengan cara menambah butir soal yang valid, (3) daya beda yang jelek dikarenakan soal tidak mampu membedakan siswa golongan atas dengan siswa golongan bawah,  (4) menurut tingkat kesukaran, soal yang diujikan kurang variatif, (5) pilihan pengecoh yang tidak berfungsi kemungkinan terlalu melenceng dari materi. Saran yang dapat dilakukan terhadap hasil penelitian yaitu: (1) untuk meningkatkan nilai validitas alangkah baiknya siswa dipersiapkan secara matang untuk mengikuti ujian yang akan diadakan, karena validitas pada soal berpengaruh dari jawaban siswa, (2) soal dengan reliabilitas yang jelek dapat ditingkatkan dengan cara menambah jumlah butir soal yang valid, (3) untuk daya pembeda yang jelek, dapat diperiksa susunan opsi dan butir jawaban, (4) tingkat kesukaran soal yang diujikan perlu lebih variatif, soal yang baik seharusnya memiliki proporsi 3:4:3 atau 3:5:2 dengan urutan mudah:sedang:sulit, (5) soal dengan pengecoh yang tidak berfungsi perlu dicek lagi dan diganti dengan pilihan jawaban yang lebih rasional. Untuk soal dengan kategori baik dapat langsung disimpan dalam bank soal

    Pengaruh Temperatur Cairan Logam Terhadap Kekerasan Dan Ketangguhan Impact Scrap

    No full text
    ABSTRAK   Afandi, Mochamad Muhson. 2015. Pengaruh Temperatur Cairan Logam terhadap Kekerasan dan Ketangguhan Impact Aluminium Scrap.Skripsi, JurusanTeknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Eddy Sutadji, M.Pd., (2) Poppy Puspitasari, S.Pd.,M.T.,Ph.D.   Kata Kunci: daur ulang, pengaruh temperatur tuang, paduan Aluminium, ketangguhan, kekerasan.   Variasi temperatur cairan logam mempengaruhi pembekuan coran Aluminium, cacat porositas akan meningkat seiring dengan temperatur penuangan. Nilai kekerasan dan ketangguhan akan mengalami banyak perubahan karena banyaknya gas hidrogen yang terjebak di dalam coran Aluminium. Dalam penelitian ini digunakan Aluminium sekrap daur ulang dari piston bekas. Pengecoran dilakukan dengan temperatur penuangan yang bervariasi yaitu 700 °C, 750 °C, 800 °C, 850 °C, dan 900 °C. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kekerasan dan ketangguhan logam Aluminium hasil pengecoran yang nantinya digunakan sebagai acuan dalam pengecoran logam selanjutnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian desain faktorial 5x2. Data penelitian yang berupa paparan hasil diperoleh dari rata-rata pengujian pada masing-masing spesimen uji kekerasan dan uji ketangguhan. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa alat uji kekerasan Rockwell dan alat uji impact type izod. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap uji material sampai evaluasi data. Dari analisis data tersebut, diperoleh dua simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, nilai kekerasan (Hardness) maksimum pada temperatur          700 oC yaitu 50,60 HRB, dengan nilai Aluminium yang mengalami proses pengecoran pada temperatur 700 °C, 750 °C, 800 °C berturut-turut mengalami penurunan tingkat kekerasan rata-rata sebesar 7,00 HRB dan selanjutnya pada temperatur  850 °C, dan 900 °C mengalami peningkatan kekerasan rata-rata sebesar 5,20 HRB. Kedua, nilai ketangguhan impak (Impact Toughness) mencapai posisi maksimum pada temperatur tuang 800 oC yaitu sebesar 1666,6 Joule/mm2 sebagai nilai ketangguhan paling bagus, dengan nilai Aluminium yang mengalami proses pengecoran pada temperatur 700 °C, 750 °C, 800 °C mengalami peningkatan nilai ketangguhan rata-rata sebesar 183,3 Joule/mm2 dan selanjutnya pada temperatur 850 °C, dan 900 °C mengalami penurunan nilai ketangguhan rata-rata sebesar 137,5 Joule/mm2

    HUBUNGAN LINGKUNGAN KELUARGA, LINGKUNGAN SEKOLAH, LINGKUNGAN MASYARAKAT DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X JURUSAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF SMK NEGERI 6 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Putra, Alief Noviansyah, 2017. Hubungan Lingkungan Keluarga, Lingkungan             Sekolah, Lingkungan Masyarakat Dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas X             Jurusan Teknik Mekanik Otomotif Smk Negeri 6 Malang, Skripsi, Jurusan             Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)   Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T. (2) Drs. Sumarli M.Pd, M.T   Kunci: lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat, prestasi, belajar               Saat ini masih banyak siswa yang tidak mempunyai lingkungan pergaulan/ social yang kondusif sehingga dalam mempelajari mata pelajaran mereka mengelami hambatan. Banyak kita dapatkan bahwasannya lingkungan sosial sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, apalagi terhadap prestasi belajar sekolah, banyak siswa yang kegiatannya hanya bermain dengan teman-temannya, mereka tidak mau belajar dikarenakan teman-teman yang lain juga tidak belajar.             Penelitian bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui hubungan antara lingkungan keluarga dengan prestasi belajar Siswa Kelas X Jurusan Teknik Mekanik Otomotif SMK Negeri 6 Malang tahun ajaran 2016/2017; 2) Untuk mengetahui hubungan antara lingkungan sekolah dengan prestasi belajar Siswa Kelas X Jurusan Teknik Mekanik Otomotif SMK Negeri 6 Malang tahun ajaran 2016/2017; 3) Untuk mengetahui hubungan antara lingkungan masyarakat dengan prestasi belajar Siswa Kelas X Jurusan Teknik Mekanik Otomotif SMK Negeri 6 Malang tahun ajaran 2016/2017.             Penelitian ini bersifat ex-post facto dengan sample 60 siswa dari total populasi 200 siswa yang dipilih secara Proportionate Random Sampling dan Nomogram Harry King untuk menentukan populasi dengan tingkat kesalahan 5%. Populasi didapatkan dari SMK Negeri 6 jurusan otomotif kelas X yang berjumlah 200 orang. Data ini di analisis secara pearson product moment.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Lingkungan Keluarga berhubungan positif dan signifikan dengan prestasi belajar. Lingkungan Sekolah berhubungan positif dan signifikan dengan prestasi belajar. Lingkungan Masyarakat berhubungan positif dan signifikan dengan prestasi belajar.             Lingkungan Sekolah, karena variable tersebut dalam penelitian ini memeberikan kontribusi yang paling signifikan terhadap Prestasi Belajar Siswa. Penelitian selanjutnya hendaknya menambahkan variable lain yang ada pada lingkungan social karena diperkirakan mempengaruhi Prestasi Belajar, seperti motivasi siswa, minat siswa, metode pembelajaran, dan lain-lain

    Pengembangan Multimedia Mobile Learning Berbasis Delphi Untuk Membandingkan Hasil Belajar Siswa (Studi Kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantora Pelajaran Korespondensi SMK Negeri 1 Turen Kabupaten Malang).

    No full text
    ABSTRAK   Susanti, Dwi Anita. 2017. Pengembangan Multimedia Mobile Learning Berbasis Delphi Untuk Membandingkan Hasil Belajar Siswa (Studi Kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantora Pelajaran Korespondensi SMK Negeri 1 Turen Kabupaten Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Gatot Isnani, M. Si., (2) Drs. H. Mohammad Hari, M.Si.   Kata Kunci: multimedia pembelajaran, hasil belajar   Penggunaan multimedia pembelajaran sering digunakan oleh guru dalam proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar). Guru dituntut mampu menggunakan dan mengembangkan multimedia pembelajaran. Penggunaan multimedia pembelajaran dalam proses KBM akan mengurangi ketergantungan siswa terhadap guru. Melalui multimedia pembelajaran yang dikembangkan, diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas X program keahlian Administrasi Perkantoran pada kompetensi dasar 3.3 Menjelaskan cara membuat surat dinas dan 4.3 Melakukan cara membuat surat dinas. Pengembangan multimedia ini bertujuan untuk (1) menghasilkan produk multimedia pembelajaran yang layak berbasis Delphi, (2) untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan multimedia pembelajaran berbasis Delphi dengan siswa yang tidak menggunakan multimedia pembelajaran berbasis Delphi. Penelitian pengembangan dilakukan dengan menggunakan model pengembangan Research and Development yang dikembangkan oleh Borg & Gall, melalui tahap-tahap: (1) Research and Information Collecting, (2) Planning, (3) Develop Preliminary Form of Product, (4) Preliminary Field Testing, (5) Main Product Revision, (6) Main Field Testing, (7) Operational Product Revision, (8) Operational Field Testing, (9) Final Product Revision, (10) Dissemination and Implementation. Dalam penelitian ini peneliti memodifikasi model pengembangan tersebut menjadi 7 langkah, hal ini didasarkan pada kebutuhan dan batas waktu yang dimiliki oleh peneliti. Selain itu, langkah kedelapan, sembilan, dan sepuluh membutuhkan biaya yang mahal dan cakupan yang sangat luas serta waktu yang lebih lama. Validasi media dilakukan oleh 2 ahli media, 2 ahli materi, dan 6 siswa. Rancangan penelitian ini menggunakan Posttest Only Control Design untuk mengetahui pengaruh multimedia pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Sebelum soal posttest digunakan, soal tersebut telah diuji coba terlebih dahulu karena untuk mengetahui soal yang digunakan sebagai posttest adalah soal yang baik. Soal yang baik adalah soal yang diperoleh melalui dua syarat yaitu tingkat kesukaran soal dan daya pembeda soal. Produk dari multimedia pembelajaran berbasis Delphi ini disajikan dalam bentuk format Shock Wave Flash (swf.) dan dikemas dalam bentuk CD pembelajaran. Kemudian CD pembelajaran ini dilengkapi dengan buku petunjuk yang berfungsi sebagai pedoman bagi pengguna multimedia tersebut. Mobile Learning mempunyai keuntungan dan kekurangan bagi pengguna. Keuntungan menggunakan Mobile Learning yaitu: (1) Convenience: pengguna dapat mengakses dari mana saja pada konten pembelajaran termasuk kuis, jurnal, game, dan lainnya, (2) Collaboration: pembelajaran dapat segera dilakukan setiap saat secara real time, (3) Portability: penggunaan buku diganti dengan RAM dengan pembelajaran yang dapat diatur dan dihubungkan, (4) Compatibility: pembelajaran dirancang untuk digunakan pada perangkat mobile, (5) Interesting: pembelajaran yang dikombinasikan dengan game akan menyenangkan. Kekurangan menggunakan Mobile Learning yaitu: (1) Kapasitas penyimpanan yang terbatas menyebabkan keterbatasan aplikasi yang dibuat tidak sebesar aplikasi yang digunakan pada komputer desktop, (2) Kekuatan battery tidak tahan lama, sehingga membatasi pengguna untuk mengakses informasi, (3) Keterbatasan sistem operasi menyebabkan suatu aplikasi yang dijalankan pada suatu perangkat mobile belum tentu dapat digunakan pada perangkat mobile lainnya. Suatu format file yang dapat dibaca pada komputer desktop belum tentu dapat dibaca pada perangkat mobile, (4) Aplikasi yang dijalankan pada perangkat mobile mudah rusak dan harus diinstal kembali, (5) Keterbatasan untuk dikembangkan pada perangkat mobile secara umum, sehingga pembuatan harus dirancang untuk perangkat mobile tertentu. Hasil validasi ahli media mencapai 90% yang menyatakan multimedia valid dan dapat digunakan, hasil validasi ahli materi mencapai 85,3% yang menyatakan multimedia pembelajaran valid dan dapat digunakan, dan hasil uji coba siswa mencapai 87,9% yang menyatakan multimedia pembelajaran layak dan dapat digunakan. Kesimpulan dari penelitian pengembangan ini adalah adanya perbedaan nilai posttest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Rata-rata nilai posttest setelah dianalisis uji t menunjukkan rata-rata hasil belajar kelas eksperimen 76,89 dan kelas kontrol 73,5 yang menunjukkan ada perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan perbandingan nilai posttest tersebut, maka multimedia pembelajaran berbasis Delphi yang dikembangkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen. Standar deviasi menunjukkan kelas eksperimen lebih besar dari pada standar deviasi kelas kontrol dengan nilai kelas eksperimen 8,25583 dan kelas kontrol 5,31008. Standar deviasi ini menunjukkan bahwa tingkat keragaman data nilai kelas eksperimen lebih besar dari pada kelas kontrol. Saran pemanfaatan multimedia ini adalah (1) pemanfaatan media pembelajaran sebaiknya didampingi dengan buku penunjang materi yang telah disediakan oleh guru maupun sekolah. Karena materi yang terdapat dalam multimedia hanya terbatas point-point penting saja, (2) guru sebaiknya menambahkan penjelasan yang belum ada di dalam multimedia supaya menambah wawasan siswa, (3) guru harus mengawasi siswa selama siswa menggunakan multimedia supaya pelajaran berlangsung dengan baik. Saran lebih lanjut pada penelitian pengembangan multimedia pembelajaran berbasis Delphi adalah supaya menambah resolusi video contoh materi dan memperbaiki kalimat dalam materi multimedia agar lebih mudah dipahami dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara maksimal

    Pengaruh Tegangan Pegas Kopling Sentrifugal Terhadap Daya Mesin dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Sepeda Motor Honda Beat PGM-FI

    No full text
    dth: 0px; "> ABSTRAKAditya, Teguh Wahyu. 2017. Pengaruh Tegangan Pegas Kopling SentrifugalTerhadap Daya Mesin dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Sepeda MotorHonda Beat PGM-FI. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas TeknikUniversitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. H. Sumarli, M.Pd.,M.T. (2) Drs. H. Imam Muda Nauri, S.T., M.T. Kata Kunci : pegas kopling sentrifugal, daya mesin, konsumsi bahan bakarPada umumnya produsen sepeda motor matik merubah tegangan pegaskopling sentrifugal dengan mengganti produk racing yang ada dipasaran denganharapan mampu menghasilkan performa yang maksimal dengan konsumsi bahanbakar yang efisien, namun sesuai dengan ilmu pengetahuan, penulis ingin mencaripengaruh antara pegas kopling sentrifugal standar dan pegas kopling racing.Penelitian ini bertujuan antara lain: untuk mengetahui pengaruh teganganpegas kopling sentrifugal standar dan pegas kopling sentrifugal racing terhadapdaya mesin dan konsumsi bahan bakar pada sepeda motor Honda Beat PGM-FI.Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian eksperimen. Variabelbebas dalam penelitian ini adalah tegangan pegas kopling sentrifugal. Variabelterikat adalah daya mesin dan konsumsi bahan bakar. Sedangkan variabel kontroladalah suhu pada suhu kerja mesin ±70º - 80ºC, berat roller dan kelengkapan CVTstandar. Penelitian ini dilakukan di Asia Motor Honda Sulfat - Malang. Analisisdata yang didapat dari penelitian ini akan dianalisis dengan menggunakan metodeanalisis One Way Anova.Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pengaruh daya mesin dankonsumsi bahan bakar antara tegangan pegas kopling sentrifugal standar dantegangan pegas kopling sentrifugal racing. Pegas kopling sentrifugal 800 rpm (10kg/cm²) memiliki daya mesin yang lebih stabil pada rpm rendah, rpm sedang danrpm tinggi, tetapi untuk pegas kopling sentrifugal 1500 rpm (33,33 kg/cm²) dan2000 rpm (50 kg/cm²) memiliki daya yang besar ketika berada pada putaranrendah sampai menengah. Hasil penelitian pegas kopling sentrifugal 800 rpm (10kg/cm²) masih lebih irit konsumsi bahan bakarnya, tetapi untuk pegas koplingsentrifugal 1500 rpm (33,33 kg/cm²) dan 2000 rpm (50 kg/cm²) memilikikonsumsi bahan bakar yang lebih boros.Kesimpulan pada penelitian ini adalah adanya pengaruh dengan hasil dayamesin tertinggi pada pegas kopling sentrifugal 2000 rpm (50 kg/cm²), baik biladigunakan untuk jalan yang banyak tanjakan karena memiliki daya yang besarpada rpm rendah sampai menengah, tetapi penggunaan konsumsi bahan bakarlebih banyak dari pegas kopling sentrifugal 800 rpm dan 1500 rpm (10 kg/cm² dan33,33 kg/cm²), dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut, denganvariabel-variabel yang belum diketahui sebelumnya

    Hubungan Kemandirian Belajar, Motivasi Belajar, dan Fasilitas Bengkel Pemesinan dengan Hasil Belajar Paket Keahlian Teknik Pemesinan Siswa Kelas XI di SMK PGRI 2 Jombang

    No full text
    ABSTRAK   Hadi, Krisdianto. 2017. Hubungan Kemandirian Belajar, Motivasi Belajar, dan Fasilitas Bengkel Pemesinan dengan Hasil Belajar Paket Keahlian Teknik Pemesinan Siswa Kelas XI di SMK PGRI 2 Jombang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Purnomo, S.T., M.Pd. (2) Drs. H. Putut Murdanto, S.T., M.T.   Kata Kunci: kemandirian belajar, motivasi belajar, fasilitas bengkel pemesinan, hasil belajar paket keahlian teknik pemesinan   Kemandirian dan motivasi dalam belajar sangat diperlukan oleh siswa terutama pada SMK jurusan Teknik Pemesinan. Kemandirian dan motivasi dalam belajar dapat menunjang keberhasilan siswa dalam mencapai tujuannya. Pada kenyataanya masih banyak siswa SMK yang belum memiliki kemandirian dan motivasi dalam belajar. Faktor lain yang harus diperhatikan adalah tersedianya fasilitas bengkel pemesinan. Kelengkapan fasilitas bengkel pemesinan akan mempengaruhi proses pembelajaran teori dan praktik dan akan berdampak pada hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kemandirian belajar (X1), motivasi belajar, (X2), dan fasilitas bengkel pemesinan (X3) dengan hasil belajar paket keahlian teknik pemesinan (Y) pada siswa kelas XI di SMK PGRI 2 Jombang baik secara parsial maupun secara simultan. Penelitian ini tergolong penelitian expost facto. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI Teknik Pemesinan di SMK PGRI 2 Jombang yang berjumlah 124 siswa, sementara sampel yang diambil berjumlah 94 siswa dari populasi tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, angket dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian diuji dengan uji prasyarat anlisis dan uji hipotesis. Analisis data menggunakan analisis regresi dan analisis korelasi parsial. Hasil dari pengujian hipotesis didapatkan hasil sebagai berikut: (1) secara simultan ada hubungan yang signifikan antara kemandirian belajar, motivasi belajar, dan fasilitas bengkel pemesinan dengan hasil belajar paket keahlian teknik pemesinan siswa kelas XI di SMK PGRI 2 Jombang dengan nilai signifikansi 0,000 0,05, dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,141, (3) secara parsial ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar paket keahlian teknik pemesinan dengan nilai signifikansi p sebesar 0,03 < 0,05 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,226, dan (4) secara parsial ada hubungan yang signifikan antara fasilitas bengkel pemesinan dengan hasil belajar paket keahlian teknik pemesinan dengan nilai signifikansi p sebesar 0,011 < 0,05 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,263. Peneliti mengajukan saran kepada pihak SMK PGRI 2 Jombang yaitu bisa menjadikan hasil penelitian ini sebagai acuan lebih untuk meningkatkan kekurangan dari fasilitas bengkel pemesinan. Bapak Ibu guru bisa menjadikan hasil penelitian ini sebagai informasi untuk memotivasi siswa dalam belajarnya. Peneliti sejenis bisa menjadikan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian sejenis dengan variabel berbeda yang belum ada dalam penelitian ini

    Pengembangan Media PembelajaranAplikasi Adobe AIR Berbasis Android (Offline) pada Materi Sistem Starter untuk Siswa TKR Kelas XI SMK Negeri 1 Nglegok

    No full text
    ABSTRAK   Hamid, Fajar. 2017. Pengembangan Media PembelajaranAplikasi Adobe AIR Berbasis Android (Offline)padaMateriSistemStarteruntuk Siswa TKR Kelas XI SMK Negeri 1 Nglegok. 20017. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T. (II) Drs. H. Paryono, S.T., M.T.   Kata kunci: media pembelajaran, Adobe AIR, Android, sistemstarter   Media pembelajaran berbantuan aplikasi Android memiliki manfaat keunggulanya itu murah, mudah dan praktis. Dengan adanya pembelajaran melalui teknologi melalui aplikasi pembelajaran yang berada di smartphone guru dan siswa dapat melakukan pembelajran belajar dengan baik. Serta bisa lebih menarik minat belajar siswa tentang materi starter. Tujuan dari penelitian pengembangan di SMK Negeri 1 Nglegok  adalah (1)merancang media pembelajaranberbasis Android sistem starter,(2)merancang media pembelajaran berbasis Android sistem starter,(3)menguji coba dan mengetahui kualitas produk media pembelajaran berbasis Android yang dihasilkan sehingga layak digunakan dalam pembelajaran sistem starter. Media pembelajaran berbantuan aplikasi menggunakanAplikasi Adobe AIR untuk mengembangkan media pembelajran. Adobe AIR adalah sebagai media antar muka yang bekerja pada bagian platform yang berjalan pada operasi Windows, Linux maupun MacOS seperti Android, Iphone da sebagainya. Membuat aplikasi Android dengan Adobe AIR dapat di buat dengan memakai software  Adobe Flash CS6 atau I-spiring dan Andaired. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model dari ADDIE yaitu: (1) Analysis, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, dan (5) Evaluation. Instrumen pengumpul data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini berupa angket yang validasi oleh ahli media, ahlimateri, uji coba kelompok kecil berupa hasil tanggapan media pembelajaran terhadap delapan siswa dan uji coba lapangan berupa nilai evaluasi siswa. Penilaian diperoleh dua jenis data kuantitatif untuk menilai kefalidan produk media yang dihasilkan dan data kualitatif yaitu hasil saran dan tanggapan dari para validator secara lisan oleh pengembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis android yang telah dikembangkan berdasarkan penilaian ahli media memperoleh prosentase93,75% yang termasuk kriteria valid, data dari ahli materi memperoleh prosentase92,5% yang termasuk kriteria valid, hasil uji coba kelompok kecil menunjukkan media pembelajaran berbasis Android memiliki kualitas baik (90,63%). Selanjutnya nalai rata-rata siswa dari uji coba lapangan adalah 88,22. Berdasarkan hasil perolehan data menunjukkan bahwa media pembelajaran yang telah dikembangkan pada penelitian pengembangan ini dinyatakan valid  dan layak digunakan sebagai media pembelajaran. Penggunaan produk media pembelajaran berbasis Android pada skala yang lebih luas perlu di kembangkan lagi agar memanfaatkan media pembelajaran berbasis Android ini sebagai penunjang kegiatan belajar siswa di luar sekolah untuk meningkatkan hasil belajar

    Pengembangan Modul Pembelajaran Sistem Common Rail Diesel untuk Siswa Kelas XII Progam Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Di SMK Islam 1 Blitar

    No full text
    ABSTRAK Agustian, Jayanda. 2017. Pengembangan Modul Pembelajaran Sistem Common Rail Diesel untuk Siswa Kelas XII Program Keahlian Teknik KendaraanRingan di SMK Islam 1Blitar. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I).Drs. H. Paryono, S.T., M.T. (II) Drs. Partono M.Pd Kata kunci: modul, problem based learning (PBL), course review horrey (CRH), sistemcommon rail dieselBahan ajar merupakan salah satu komponen penting dalam menunjang pembelajaran. Modul merupakansalahsatu bahan ajar yang baikdigunakanuntukpembelajaran di SMK. Meskipun modul dipercaya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, namun modul Sistem Common Rail Diesel belum tersedia dan digunakan di SMK Islam1Blitar. Oleh karena itu perlu untuk mengembangkan modul  yang baik dan efektif khususnyauntuk materi SistemCommon Rail Diesel melalui penelitianpengembangan.Pengembangan modul bercirikan perpaduan antara model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Course Review Horrey(CRH) pada materi sistemcommon rail dieselini menggunakan model pengembangan 4D dari Thiagarajan yang terdiri dari empat tahap yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Namun untuk tahap disseminate (penyebaran) tidak dilaksanakan.Validasi dari modul dilakukan oleh ahli sedangkan kepraktisan dan keefektifan modul melalui uji coba produk. Instrumen yang digunakan yaitu lembar validasi, lembar observasi,tes penguasaan materi modul serta angket.Subjek coba produk hasil pengembangan ini adalah 35 siswa kelas XII-TKRdi SMK Islam 1Blitar. Uji coba yang dilakukan terhadap subjek coba terdiri dari uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan (kelas). Hasil uji coba lapangan yaitu (1) semua siswa dapat mengerjakan lebih dari 80% aktivitas-aktivitas yang diminta dalam modul, (2) terdapat 3 siswa yang kurang/tidak teliti dalam mengerjakan tes yang terdapat dalam modul. Hasil uji ahli mengenai modul diperoleh skor rata-rata seluruh aspek sebesar 3,796 hasil uji coba lapangan mengenai observasi keterlaksanaan modul diperoleh skor rata-rata seluruh aspek sebesar3,667, hasil uji coba lapangan yang dilakukan, diperoleh hasil sebesar 95,7% siswa XIITKR telah menguasai materi Sistem Common Rail Diesel. Berdasarkan hasil angket, sebanyak 90,7% siswa XIITKR memberikan respon yang positif terhadap penggunaan modul dalam pembelajaran

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇