SKRIPSI Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
1608 research outputs found
Sort by
Tohar, Mohammad Hafidh. 2019. Korelasi Antara Emotional Quotient (EQ), Stres Kerja, Dan Bakat Mekanik Dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Kompetensi Keahlian Teknik Pengelasan SMK Negeri 2 Sukorejo. Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas
Belajar merupakan suatu proses yang menunjukkan perubahan yang bersifat positif sehingga pada tahap akhir siswa memperoleh keterampilan, kecakapan, dan pengetahuan baru.Siswa yang kurang mampu mengendalikan dirinya, maka ia tidak mampu untuk mengarahkan dan mengembangkan terutama potensi yang ada pada dirinya. Pada pembelajaran praktikum, banyak siswa kesulitan dalam mengerjakan tugas sesuai dengan jobsheetkarena batas waktu pengumpulan tugas yang singkat. Kesulitan tersebut berdampak menurunnyapada motivasi untuk memperoleh hasil yang optimal.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui korelasi antara emotional quotient (EQ) dengan prestasi belajar siswa kelas XI Teknik Pengelasan SMK Negeri 2 Sukorejo, (2) Mengetahui korelasi antara stres kerja dengan prestasi belajar siswa kelas XI Teknik Pengelasan SMK Negeri 2 Sukorejo, (3) Mengetahui korelasi antara bakat mekanik dengan prestasi belajar siswa kelas XI Teknik Pengelasan SMK Negeri 2 Sukorejo, dan (4) Mengetahui korelasi antara emotional quotient (EQ), stres kerja, dan bakat mekanik secara simultan dengan prestasi belajar siswa kelas XI Teknik Pengelasan SMK Negeri 2 Sukorejo.Berdasarkan tujuan penelitian, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI Teknik Pengelasan SMK Negeri 2 Sukorejo tahun ajaran 2018/2019 sebanyak 64 siswa. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan probability sampling dengan metode proportionate stratified random sampling dengan rumus slovin diperoleh sampel sebanyak 54 siswa. Data diperoleh dari pemberian kuesioner, tes, dan nilai yang diambil dari hasil praktikum SMAW dan GMAW.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) ada korelasi antara emotional quotient (EQ) dengan prestasi belajar siswa kelas XI Teknik Pengelasan SMKN 2 Sukorejo, dengan nilai sig 0,000 < 0,05, (2) ada korelasi antara stres kerja dengan prestasi belajar siswa kelas XI Teknik Pengelasan SMKNegeri 2 Sukorejo, dengan nilai sig 0,000 < 0,05, (3) ada korelasi antara bakat mekanik dengan prestasi belajar siswa kelas XI Teknik Pengelasan SMKNegeri 2 Sukorejo, dengan nilai sig 0,003 < 0,05, dan (4) korelasi antara emotional quotient (EQ), stres kerja, dan bakat mekanik dengan prestasi belajar siswa kelas XI Teknik Pengelasan SMK Negeri 2 Sukorejo menunjukkan nilai sig F 0,000 < 0,05
Pengaruh Perubahan Sudut Camshaft (LSA) Terhadap Daya dan Emisi Gas Buang pada Sepeda Motor Yamaha Jupiter Z 110 CC
Perkembangan industri otomotif sangatlah cepat dengan disertai jumlah kendaraan bermotor yang setiap tahun meningkat. Disamping dengan perkembangan industri otomotif tentunya memodifikasi kendaraan roda dua pun cukup banyak diminati. Salah satunya dengan merubah sudut Camshaft yang bertujuan menghasilkan performa mesin yang optimal. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui pengaruh perubahan sudut Camshaft (LSA) terhadap daya pada sepeda motor Yamaha Jupiter Z 110 cc, (2) Untuk mengetahui pengaruh perubahan sudut Camshaft (LSA) terhadap emisi gas buang CO pada sepeda motor Yamaha Jupiter Z 110 cc, Untuk mengetahui pengaruh perubahan sudut Camshaft (LSA) terhadap emisi gas buang HC pada sepeda motor Yamaha Jupiter Z 110 cc. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quast Experiment. Dimana variabel bebasnya adalah variasi sudut Camshaft (LSA), yaitu LSA 1040 (standart), LSA 1020 dan LSA 1060. Data yang diambil mulai dari 3000 rpm hingga 8000 rpm dengan kenaikan 500 rpm. Kemudian statistic parametric dengan menggunakan metode Paired t test digunakan untuk menganalisis data yang dibantu oleh SPSS 20 for windows. Berdasarkan data pengujian daya terbesar terdapat pada Camshaft dengan sudut LSA 1060 dengan daya maksimum 9,18 Hp dan daya minimum 3,16 Hp. Peningkatan kadar emisi gas buang CO terbesar terjadi pada Camshaft dengan sudut LSA 1040 dengan peningkatan 0,04% vol. Di sisi lain, kadar emisi gas buang HC terbesar terjadi pada Camshaft dengan sudut LSA 1060 dengan peningkatan sebesar 9,2 ppm vol. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan daya yang signifikan dengan penggunaan variasi sudut Camshaft LSA 1040 (standart), LSA 1020 dan LSA 1060. Sedangkan pada pengujian emisi gas buang CO dan HC perbedaan yang signifikan penggunaan variasi sudut Camshaft LSA 1040 (standart), LSA 1020 dan LSA 1060
Analisis Sifat Mekanik dan Struktur Mikro Logam Paduan AlSi Pasir Gunung Bromo dengan Variasi Bentonit Sebagai Pengikat Dengan Metode Sand Casting
ABSTRAKPutra, Sibro Mulis Yanu. Analisis Sifat Mekanik dan Struktur Mikro Logam Paduan AlSi Pasir Gunung Bromo dengan Variasi Bentonit Sebagai Pengikat Dengan Metode Sand Casting. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. H. Putut Murdanto, S.T., M. T., (II) Dr. Widiyanti , M.Pd.Kata Kunci : Pasir gunung Bromo, Struktur Mikro, Kekerasan, Kekuatan Tarik dan AlSi hasil cor.Pada era modern ini logam merupakan suatu jenis material yang tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan teknologi dan kehidupan manusia. Logam mempunyai jenis bermacam-macam, salah satunya adalah Alumunium Silikon (AlSi). Cara untuk membuat/mencetak logam AlSi yaitu dengan pengecoran logam. Pengecoran logam merupakan penuangan logam cair kedalam cetakan yang sudah dibentuk menggunakan spesimen yang diinginkan. Pengecoran logam pada umunya menggunakan pasir untuk membuat cetakan, tapi jenis pasir cetak yang digunakan dapat mempengaruhi hasil dari coran. Maka dari itu peneliti menggunakan pasir dari gunung Bromo yang memiliki unsur kandungan yang berbeda dengan yang lain. Tujuan penelitan ini yakni untuk memudahkan industri cor yang berada disekitar gunung Bromo terhadap hasil coran mengenai kekerasan, kekuatan tarik dan strktur mikro.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode kuantitatif dan tergolong desain One-shot Case Study dimana apabila ada suatu kelompok dilakukan perlakuan dan diobservasi hasil.Dari hasil penelitian yang dilakukan, telah diperoleh beberapa nilai yakni nilai kekerasan yang paling tinggi diperoleh pada komposisi campuran bentonit 5% dengan nilai rata-rata 69,3 HV. Nilai kekerasan tinggi disebabkan oleh logam yang memiliki pendinginan cepat dan desain cetakan. Untuk nilai kekuatan tarik spesimen dengan komposisi campuran bentonit 15% memiliki nilai kekuatan tarik tertinggi dengan rata-rata 145,5 Mpa. Hal tersebut dikarenakan pada spesimen lainnya terjadi cacat porositas pada logam hasil cor. Dari hasil foto struktur mikro dijelaskan logam yang memiliki butiran paling kecil yakni terdapat pada komposisi campuran 5% bentonit. Hal tersebut sesuai dengan teori, sedangkan untuk spesimen dengan komposisi 10% bentonit memiliki cacat porositas yang lebih besar dibandingkan dengan spesimen lain. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap hasil uji tarik dimana spesimen dengan komposisi campuran bentonit 10% memiliki kekuatan tarik yang rendah
Analisis Kualitas dan Getas Hasil Pengecoran Logam Al-Si Dengan Metode Sand Casting dari Variasi Densitas Styrofoam dan Saluran Tuang
Kata Kunci : Al-Si, Densitas Styrofoam, Saluran Tuang, Cacat Makro, Struktur Mikro, Kekuatan Impact Dewasa ini, styrofoam mulai banyak digunakan sebagai pola untuk proses pengecoran. styrofoam dipilih karena memiliki beberapa keunggulan diantaranya ekonomis dan mudah dalam proses pembuatanya. Meskipun demikian, hasil pengecoran menggunakan pola styrofoam dianggap kurang memuaskan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis mengenai variasi densitas styrofoam menggunakan saluran tuang untuk mengetahui kualitas hasil pengecoran, yang meliputi foto makro, struktur mikro, dan nilai impact. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui bentuk cacat makro; (2) mengetahui bentuk struktur mikro; (3) Mengetahui harga kekuatan impact Pendeketan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian eksperimental. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif yaitu dengan memaparkan hasil penelitian yang berupa angka maupun gambar. Hasil yang didapatkan yaitu (1) Cacat makro pada variasi densitas styrofoam dan saluran tuang adalah berupa rongga udara dan penyiteran. (2) Pada struktur mikro, didapatkan hasil yang bervariasi di mana struktur mikro yang paling bagus didapatkan pada densitas styrofoam kasar karena memiliki ukuran butir dan silikon yang kecil, sedangkan struktur mikro yang kurang memuaskan didapatkan pada densitas styrofoam halus dan sedang pada saluran langsung karena memiliki ukuran butir dan silikon yang besar serta terdapat cacat porositas di permukaan benda. (3) Harga impact paling rendah terdapat pada densitas styrofoam halus dan sedang pada saluran langsung yaitu sebesar 0,0138 (Joule/mm) sedangkan untuk variasi densitas styrofoam dan saluran tuang yang lainya didapatkan harga impact sebesar 0,0148 (Joule/mm) Penelitian ini menegaskan bahwa harga impact mempunyai hubungan yang sejalan dengan struktur mikro. Semakin besar struktur butir dan silikon serta terdapat cacat porositas di dalamnya maka harga impact yang didapatkan akan semakin rendah
Pemanfaatan Media Belajar Blended Learning Berbasis Kelaskita Guna Meningkatkan Hasil Belajar Pada Kompetensi Menerapkan Cara Perawatan Sistem Pengapian Konvensional Kelas XI Program Keahlian Teknik Otomotif di SMK Negeri 12 Malang
RINGKASAN Akbar, A. H. 2019. Pemanfaatan Media Belajar Blended Learning Berbasis Kelaskita Guna Meningkatkan Hasil Belajar Pada Kompetensi Menerapkan Cara Perawatan Sistem Pengapian Konvensional Kelas XI Program Keahlian Teknik Otomotif di SMK Negeri 12 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E, M.M, M.Pd. (II) Andika Bagus Nur Rahma Putra, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Kelaskita,blended learning, hasil belajar, sistem pengapian Internet memiliki peranan penting dalam perkembangan pendidikan, hal itu dikarenakan internet merupakan sumber belajar yang luas dan memiliki akses bebas bagi penggunanya. Hasil observasi pada SMKN 12 Malang menunjukkan masalah utama, yaitu pemanfaatan handphone pada saat belajar dan fasilitas sekolah berupa open wifi yang kurang optimal dan sebagian fasilitas untuk menampilkan materi pelajaran kurang mendukung. Media Kelaskita menjadi salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar antara siswa yang diberi perlakuan menggunakan Kelaskita berbasis blended learning dengan menggunakan slide presentasi pada kompetensi cara perawatan sistem pengapian konvensional siswa kelas XI TKR di SMKN 12 Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif jenis eksperimental semu dengan pre-test dan post-test. Penelitian dilakukan pada siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan tahun ajaran 2018/2019. Kelas XI TKR I sejumlah 33 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas XI TKR III sejumlah 34 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa instrumen pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),aplikasi Kelaskita dan instrumen tes (pre-test dan post-test). Analisis data dilakukan dengan analisis uji Independent Sample T Test menggunakan bantuan SPSS 19.0 untuk menguji hipotesis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) Kelaskita berbasis blended learning layak digunakan sebagai bahan ajar pada siswa kelas XI TKR di SMK Negeri 12 Malang; dan (2) pemanfaatan Kelaskita lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi menerapkan cara perawatan sistem pengapian konvensional di kelas XI TKR di SMKN 12 Malang dibandingkan dengan media slide presentasi. Saran yang diberikan meliputi: 1) Bagi sekolah yang belum menerapkan blended learning diharapkan dapat meningkatkan sarana dan prasarana guna menunjang pembelajaran berbasis blended learning; 2) Bagi guru yang belum menerapkan blended learning hendaknya mampu mengarahkan kebiasaan siswa untuk hal positif; 3) Bagi siswa yang belum menggunakan metode blended learning diharapkan mampu beradaptasi untuk belajar dengan metode blended learning; dan 4) Peneliti selanjutnya juga dapat menerapkan penggunaan media belajar Kelaskita pada sekolah lain dengan kompetensi atau materi dan jenjang kelas yang berbeda. SUMMARY Akbar, A. H. 2019. Utilization of Kelaskita based on Blended Learning to Improve Learning Outcomes in Competence Applying the Way to manintenance a Conventional Ignition System Class XI Automotive Engineering Expertise Program at SMK Negeri 12 Malang. Undergraduate Thesis, Mechanical Engineering Department, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (I) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, SE., M.M., M.Pd., (II) Andika Bagus Nur Rahma Putra, S.Pd., M.Pd. Keywords: Kelaskita, blended learning, learning outcomes, ignition system The internet has an important role in the development of education, because internet is a vast learning resource and has free access for its users. The results of observations at SMK 12 Malang showed the main problem, namely the use of mobile phones at the time of learning and school facilities in the form of open wifi which was less than optimal and some facilities for displaying subject matter were less supportive. Kelaskita is one of the efforts to overcome learning problems. This study aims to compare learning outcomes between students who were treated using Blended learning based Classes by using presentation slides on the competencies in how to maintenance a conventional ignition systems of class XI students at SMKN 12 Malang. The design of this study used quasi-experimental quantitative type research with a pre-test and post-test. The study was conducted on Light Vehicle Engineering Class XI students in the 2018/2019 academic year. There were 33 students at Class XI TKR I as the experimental class, and class XI TKR III with 34 students as the control class. The instruments used were in the form of learning instruments in the form of Learning Implementation Plans (RPP), Classroom applications and test instruments (pre-test and post-test). Data analysis was performed by analysis of the Independent Sample T Test using SPSS 19.0 to test the hypothesis. The results of the study show that (1) Kelaskita based on blended learning is feasible to be used as teaching material for students of class XI TKR at SMK Negeri 12 Malang; and (2) the use of Classes we are more effective in improving student learning outcomes in the competence to apply the maintenance method of conventional ignition systems in the XR TKR class at SMK 12 Malang compared to presentation slide media. Suggestions include: 1) Schools that have not implemented blended learning are expected to be able to improve facilities and infrastructure to support blended learning based learning; 2) For teachers who have not applied blended learning, they should be able to direct students' habits to positive things; 3) Students who have not used the blended learning method are expected to be able to adapt to learning with the blended learning method; and 4) Further researchers can also apply the use of Kelaskitaroom learning media to other schools with different competencies or material and grade levels.
Pengaruh Konsentrasi Nanopartikel dalam Nanofluida TiO2-Ethylene Glycol terhadap Karakteristik Perpindahan Kalor pada Alat Penukar Kalor Jenis Shell and Tube
RINGKASAN Kuncara, Brilian Shakti. 2019. Pengaruh Konsentrasi Nanopartikel dalam Nanofluida TiO2-Ethylene Glycol terhadap Karakteristik Perpindahan Kalor pada Alat Penukar Kalor Jenis Shell and Tube. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sukarni, S.T., M.T., (II) Avita Ayu Permanasari, S.T., M.T. Kata Kunci: Nanofluida, TiO2-EG, Karakteristik Perpindahan Kalor Fluida kerja pada alat penukar kalor yang umum digunakan saat ini seperti air atau ethylene glycol memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun dalam perkembangannya telah ditemukan cara untuk mengatasi kekurangan dari fluida kerja, yaitu dengan mendispersikan nanopartikel ke dalam fluida dasar, konsep “nanofluida”. Nanopartikel memberikan karakteristik yang unik terhadap fluida, termasuk peningkatan perpindahan kalor, sehingga nanofluida memiliki karakteristik perpindahan kalor yang lebih baik dari fluida kerja biasa. Penelitian ini akan membahas mengenai pengaruh penambahan nanopartikel dalam nanofluida TiO2-ethylene glycol terhadap thermophysical properties (densitas, konduktivitas termal, viskositas, dan kalor spesifik), karakteristik perpindahan kalor (Nusselt, Reynolds, ∆T LMTD, koefisien konveksi, koefisien perpindahan kalor menyeluruh, dan laju perpindahan kalor), dan pressure drop saat diaplikasikan pada alat penukar kalor. Konsentrasi nanopartikel divariasikan sebesar 0%, 0,025%, 0,05%, dan 0,075%. Alat penukar kalor yang digunakan dalam pengujian karakteristik perpindahan kalor ini berjenis shell and tube skala laboratorium, yang mana debitnya divariasikan sebesar 0,2 l/m, 0,4 l/m, dan 0,6 l/m pada setiap sampel nanofluida. Hasil pengujian thermophysical properties menunjukkan adanya kenaikan seiring dengan bertambahnya konsentrasi nanopartikel. Pengujian karakteristik perpindahan kalor didapatkan hasil akhir laju perpindahan kalor (q) terkecil pada saat konsentrasi nanopartikel 0% dengan debit 0,2 l/m, sedangkan yang terbesar pada saat konsentrasi 0,075% dengan debit 0,6 l/m, jadi hasil pengujian karakteristik perpindahan kalor meningkat berbanding lurus dengan peningkatan konsentrasi nanopartikel dan peningkatan debit nanofluida. Hasil perhitungan pressure drop didapatkan hasil terkecil pada saat konsentrasi nanopartikel 0% dengan debit 0,2 l/m dan yang terbesar pada saat konsentrasi 0,075% dengan debit 0,6 l/m
Kelayakan Sarana dan Prasarana Bengkel Teknik Pemesinan Terhadap Kompetensi Praktikum Mesin Bubut dan Mesin Frais di SMK PGRI 3 Malang
ABSTRACT Sekolah menengah kejuruan merupakan sekolah yang mempersiapkan lulusanya untuk bekerja, kelayakan sarana dan prasarana bengkel teknik pemesinandi SMK perlu diperhatikan untuk mendukung praktikum siswa, sarana dan prasarana bengkel yang memadai akan menunjang siswa dalam praktik, sehingga akan berdampak pada kompetensi praktikum pemesinan. Kompetensi praktikum pemesinandalam hal ini adalah kompetensi praktikum mesin bubut dan kompetensi praktikum mesin frais. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kelayakan sarana dan prasarana di bengkel praktik teknik pemesinan, (2) pengaruh kelayakan sarana dan prasarana di bengkel praktik teknik pemesinan terhadap kompetensi praktikum mesin bubut, (3) pengaruh kelayakan sarana dan prasarana di bengkel praktik teknik pemesinan terhadap kompetensi praktikum mesin frais, dan(4) pengaruh kompetensi praktikum mesin bubut terhadap kompetensi praktikum mesin frais. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi, karena penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 62 siswa kelas XII Jurusan Teknik Pemesinan di SMK PGRI 3 Malang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, observasi, dan dokumentasi. Uji coba instrumen menggunakan uji validitas dan reliabilitas, kemudian uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dan uji linieritas, untuk menguji hipotesis menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) nilai kondisi kelayakan sarana dan prasarana bengkel pemesinan di SMK PGRI 3 Malang terbanyak pada kategori baik yaitu sebanyak 24 siswa (38,70%), (2) terdapat pengaruh yang signifikan kelayakan sarana dan prasarana bengkel pemesinan terhadap kompetensi praktikum mesin bubut siswa SMK PGRI 3 Malang dibuktikandari nilai signifikansi sebesar 0,012 yang berartikurangdari0,05 (0,01
Pengembangan Modul Teknik Listrik Dasar otomotif dengan Pendekatan Problem Based learning untuk Kelas X SMK Negeri 1 watulimo Kabupaten Trenggalek
ABSTRACT Hardianta, Firda Radyan. 2017. Pengembangan Modul Teknik Listrik Dasar Otomotif dengan Pendekatan Problem Based Learning untuk Kelas X Teknik Sepeda Motor SMK Negeri 1 Watulimo Kabupaten Trenggalek. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Mardji, M.Kes., (II) Drs. Partono, M.Pd. Kata Kunci : pengembangan modul, problem based learning, teknik listrik dasar otomotif Pengembangan ini didasari oleh kurangnya bahan ajar mata pelajaran teknik listrik dasar otomotif. Kenyataan di lapangan menunjukkan siswa belum bisa memahami materi sepenuhnya hanya dengan pembelajaran model ceramah dan kurangnya fasilitas pendukung pembelajaran. Pembelajaran teknik listrik dasar otomotif menggunakan modul dengan pendekatan problem based leearning diharapkan dapat membuat siswa lebih aktif, kreatif dan inovatif dalam proses belajar serta menumbuhkan kemandirian siswa. Metode pengembangan modul yang digunakan mengacu pada Pustekom Depdiknas 2007 melalui empat langkah pengembangan yaitu, tahap perencanaan, tahap penulisan, tahap review, uji coba dan revisi, dan tahap finalisasi dan percetakan. Aspek yang dinilai oleh ahli materi meliputi aspek kelayakan isi, kelayakan penyajian dan kesesuaian dengan pendekatan problem based learning. Berdasarkan hasil penilaian ahli materi, modul masuk katagori baik dengan nilai rata-rata uji aspek 3,74. Aspek yang dinilai ahli media meliputi aspek kelayakan kegrafisan, kelayakan penyajian dan kelayakan bahasa. Berdasarkan hasil penilaian ahli media modul masuk kategori sangat baik deng nilai rata-rata aspek 4,87. Kepraktisan modul berdasar penilaian guru termasuk kategori baik dengan nilai rata-rata 4,00. Keefektifan penggunaan modul berdasar uji coba kepada siswa menunjukkan kategori sangat baik dengan rata-rata nilai kelas setelah penggunaan modul 81,47 lebih tinggi dari sebelum penggunan modul dengan nilai rata-rata kelas 63,33. Saran bagi guru mata pelajaran Teknik Listrik Dasar Otomotif disarankan untuk memanfaatkan modul berbasis Problem Based Learning ini sebagai alternatif penunjang pembelajaran
pengaruh kecepatan putaran spindle, kedalaman pemotongan, dan gerak makan (feed rate) terhadap kekasaran permukaan pada proses pembubutan baja AISI 304
ABSTRACT Perdana, Hidayatullah, Surya. 2017. Pengaruh Kecepatan Putaran Spindle, Kedalaman Pemotongan, dan Gerak Makan (Feed Rate) terhadap Kekasaran Permukaan pada Proses Pembubutan Baja AISI 304. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Suwarno, M.Pd., (2) Drs. Imam Sudjono, M.T. Kata Kunci: kecepatan putaran spindle, gerak makan, kedalaman potong, kekasaran permukaan Mesin bubut merupakan mesin yang banyak digunakan untuk proses permesinan yang berfungsi untuk memproduksi benda kerja yang hasilnya harus rata dan halus. Untuk proses pembubutan sendiri dapat diaplikasikan dalam pembuatan ulir, poros, atau pun digunakan untuk meratakan permukaan suatu benda kerja. Hasil kekasaran permukaan suatu produk permesinan dapat mempengaruhi beberapa fungsi, dari produk tersebut seperti tingkat kepresisian, kemampuan penyebaran pelumas, pelapisan, dan sebagainya. Untuk memperoleh karakteristik geometrik yang baik meliputi kekasaran permukaan dapat dicapai dengan langkah-langkah pengerjaan yang tepat, mesin perkakas yang digunakan, jenis pahat, kondisi pemotongan, dan cairan pendingin. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimental. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kecepatan Putaran Spindle 370 Rpm, 630 Rpm, dan 920 Rpm, Kedalaman Pemotongan 0.3 mm, 0.5 mm, dan 1.0 mm, dan Gerak Makan 0.05 mm/rev, 0.125 mm/rev, dan 0.2 mm/rev. Variabel terikat pada penelitian ini adalah kekasaran permukaan bada hasil pembubutan baja AISI 304. Variabel control pada penelitian ini adalah tidak menggunakan pendingin. Pahat yang digunakan adalah pahat insert karbida Tungaloy. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecepatan putaran spindle rata-rata yang paling halus didapat pada kecepatan 920 Rpm yang sebesar Ra 1.747 µm, gerak makan nilai rata-rata kekasaran paling rendah terdapat pada harga gerak makan 0.050 mm/rev yang sebesar Ra 1.201 µm, dan kedalaman pemotongan tingkat kekasaran paling rendah didapat pada variabel kedalaman 0.3 mm yaitu Ra 1.551 µm. Dari ketiga variabel bebas berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kekasaran permukaan pada proses pembubutan baja AISI 304. Hasil penelitian ini juga didapatkan bahwa variasi variabel yang paling halus didapat pada kecepatan putaran spindle 920 rpm, gerak makan 0.050 mm/rev, dan kedalaman potong 0.3 mm dengan hasil kekasaran Ra 0.902 µm. Sedangkan untuk hasil yang paling kasar didapatkan pada variasi variabel kecepatan putaran spindle 370 rpm, gerak makan 0.200 mm/rev, dan kedalaman potong 1.0 mm dengan hasil kekasaran Ra 3.979 µm
Manajemen Teaching Factory Bidang Teknik Pemesinan di SMK Turen
ABSTRACT Teaching Factory adalah suatu konsep pembelajaran dalam suasana industri, sehingga dapat menjembatani kesenjangan kompetensi antara kebutuhan industri dan pengetahuan sekolah. Teaching factory merupakan pengembangan dari unit produksi yakni penerapan system industri mitra di unit produksi yang telah ada di SMK. Unit produksi adalah pengembangan bidang usaha sekolah selain untuk menambah penghasilan sekolah yang dapat digunakan dalam upaya pemeliharaan peralatan, peningkatan SDM, dan lain-lain juga untuk memberikan pengalaman kerja yang benar-benar nyata pada siswanya. Pelaksanaan teaching factory sangat bergantung kepada manajemen yang telah dilakukan. Apabila manajemen teaching factory telah dilakukan dengan baik yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan maka teaching factory tersebut akan dapat dilakukan secara professional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus, dengan jenis pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian terletak di SMK Turen Kabupaten Malang. Sumber data didapat dari beberapa informan yaitu kepala sekolah, kepala program teknik pemesinan, guru teknik pemesinan, dan tool man atau teknisi. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, pengamatan atau observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Tahap penelitian meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap analisis data. Hasil penelitian secara keseluruhan mengenai manajemen teaching factory bidang teknik pemesinan di SMK Turen sudah cukup baik. Namun masih perlu adanya evaluasi atau perbaikan dibeberapa bidang, agar teaching factory bidang teknik pemesinan di SMK Turen dapat berkembang lebih pesat. Evaluasi tersebut biasa dilakukan untuk mengatasi masalah yang terjadi pada saat kegiatan teaching factory berlangsung