738 research outputs found

    IMPLEMENTASI PETA KARNOUGH UNTUK MENYELESAIKAN SUATU MASALAH DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

    Full text link
    Peta Karnough atau lebih dikenal dengan istilah K-map, adalah metode yang sangat penting untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang berhubungan dengan Aljabar Boolean. Metode K-map ini dapat digunakan untuk menyederhanakan dengan mudah dan akurat. Bila terjadi kesalahan lebih mudah untuk dilacak dan ditinjau kembali sampai mendapatkan hasil yang terbaik dan paling sederhana. Selain untuk menyederhanakan fungsi Boolean,  K-map ini juga bisa digunakan untuk panduan dalam menyederhanakan pembuatan gerbang logika. Kata kunci : peta Karnough, aljabar boolean, gerbang logik

    ANALISIS PENGENALAN MOTIF BATIK PEKALONGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA BACKPROPAGATION

    Full text link
    Batik merupakan salah satu kesenian tradisional yang telah ditetapkan oleh badan dunia PBB yaitu UNESCO sebagai warisan budaya bangsa Indonesia. Batik memiliki motif tertentu seperti gambar garuda, garis lengkung, pohon dengan hiasan titik-titik sebagaimana yang terdapat pada beberapa motif batik salah satunya batik Pekalongan. Batik Pekalongan merupakan salah satu batik pesisir yang mendapatkan banyak pengaruh budaya asing. Sejak pertama kali dibuat sekitar tahun 1800-an, batik Pekalongan terus mengalami perkembangan yang sangat pesat terutama dari segi motif. Hal inilah yang membuat masyarakat awam akan sulit untuk mengenali pola motif batik yang ada. Jaringan Saraf Tiruan merupakan metode yang sudah banyak digunakan untuk mengenali pola terutama salah satu algoritmanya yaitu algoritma backpropagation. Algoritma backpropagation bekerja melalui tiga fase yaitu fase perambatan maju, fase perambatan mundur dan fase perubahan bobot serta bias. Di beberapa penelitian tentang pengenalan pola, algoritma backpropagation banyak dimanfaatkan dan terbukti memiliki tingkat keakurasian yang tinggi. Dalam penelitian ini, algoritma backpropagation dimanfaatkan untuk mengenali motif batik Pekalongan. Hasil akhir yang diperoleh yaitu algoritma backpropagation bisa digunakan untuk mengenali motif batik Pekalongan dengan tingkat akurasi yang diperoleh mencapai 88,62%. Kata Kunci: Batik Pekalongan, Pengenalan Pola, Jaringan Saraf Tiruan, Algoritma Backpropagation

    KEAMANAN FILE MENGGUNAKAN TEKNIK KRIPTOGRAFI SHIFT CIPHER

    Full text link
    Dampak dari kemudahan pengaksesan informasi telah dirasakan oleh banyak pihak sebagai salah satu isu dalam keamanan data, khususnya file. Informasi sangat rentan untuk dimanipulasi oleh pihak yang tidak berkepentingan. Berdasarkan masalah tersebut, diperlukan teknik untuk mengamankan data. Teknik yang dikenal dapat digunakan untuk mengamankan data yaitu Kriptografi. Adapun algoritma kriptografi yang mudah untuk diterapkan namun mempunyai tingkat keamanan yang baik yaitu Shift Cipher. Shift Cipher dikenal lebih aman dibandingkan Caesar Cipher. Teknik ini menggunakan sisa bagi dari perhitungan yang dilakukan dan proses penyandian menggunakan operasi modulo 26. Dalam percobaan yang telah dilakukan pada sejumlah file dokumen, membuktikan bahwa Shift Cipher mempunyai kehandalan dalam mengamankan data. Hasil ekstraksi file telah berhasil dilakukan tanpa merusak file induk dan file pesan tanpa merubah isi dan ukuran file. Kata Kunci : Shift Cipher, Confidentiality, Kriptografi, File, Modulo

    Optimasi Centroid Awal Algoritma K-Medoids Menggunakan Particle Swarm Optimization Untuk Segmentasi Customer

    Full text link
    Customer segmentation is an important strategy in a company, it affects good customer relationships which will result in increased profits. Grouping customers in data mining can use several algorithms, but K-Medoids is the right choice because it can reduce noise and outlier sensitivity. However, the selection of cluster centers is still random and has an effect on the results of clustering, so it is necessary to improve the k-medoids algorithm so that the resulting cluster value can be optimal. Particle Swarm Optimization is an optimization algorithm that is often used and has been proven to improve the results of a clustering. In this case, optimization using Particle Swarm Optimization (PSO) in the selection of the initial cluster center needs to be applied to the k-medoids algorithm so that the results of the cluster can be optimal. The results of the study showed the Davies-Bouldin Index (DBI) value for K-Medoids K 2 = 0.379, K 3 = 0.283, and K 4 = 0.593, while the DBI value PSO + K-Medoids K 2 = 0.088, K 3 = 0.226, and K4 = 0.363. The DBI value shows that PSO optimization on K-Medoids to determine the initial centroid is proven to improve the results of clustering than standard K-Medoids

    Teknik Scaling Menggunakan Robust Scaler Untuk Mengatasi Outlier Data Pada Model Prediksi Serangan Jantung

    Full text link
    Serangan jantung adalah salah satu faktor utama dalam tingginya tingkat angkat penyebab kematian di seluruh dunia dan memerlukan prosedur diagnosa yang canggih sehingga dapat mengakibatkan peningkatan biaya yang signifikan. Memprediksi penyakit jantung merupakan tantangan utama dalam bidang kesehatan karena keterbatasan peralatan diagnosis penyakit ini. Prediksi penyakit jantung yang akurat sangat penting untuk mengobati pasien sebelum serangan jantung terjadi. Prediksi ini dapat dicapai dengan menggunakan model pembelajaran mesin (machine learning) yang optimal dengan data layanan kesehatan yang kaya (datasets) mengenai penyakit jantung. Namun, Permasalahan yang umumnya dihadapi oleh model prediksi penyakit jantung seperti data yang menyimpang secara ekstrim (outliers), data yang hilang, data yang tidak konsisten, dan data yang tercampur baik secara numerik maupun kategorikal. Data yang tidak konsisten menyebabkan kemungkinan kesalahan prediksi dan akan mempengaruhi hasil dari prediksi. Pada penelitian ini kami mencoba mengatasi masalah outlier pada dataset penyakit jantung menggunakan salah satu metode feature scaling yaitu robust scaler. Hasil Eksperimen dengan model klasifikasi algoritma K-Nearest Neighbors menggunakan metode scaling robust scaler memperoleh nilai lebih baik dibandingkan dengan tanpa robust scaler dengan nilai F1 score sebesar 0.86

    Rekomendasi Pemilihan Ekspedisi Pengiriman Terbaik Berdasarkan Preferensi Pengguna dengan Algoritma Weighted Product (WP)

    No full text
    Jasa ekspedisi di Indonesia mengalami pertumbuhan yang mengesankan seiring perkembangan e-commerce yang tak tertahankan. Kebutuhan akan jasa ekspedisi tidak terelakkan mendukung perkembangan masyarakat yang menempatkan e-commerce sebagai gaya hidup. Banyaknya pilihan dan tawaran jasa ekspedisi, sering membuat masyarakat lebih selektif dalam memilih jasa ekspedisi yang tepat. Tujuan penelitian adalah menghasilkan bobot kriteria terbaik berdasarkan preferensi pengguna dan menentukan urutan jasa ekspedisi terbaik yang bisa dipilih untuk melakukan pengiriman produk. Sistem dibangun menggunakan algoritma Weighted Product (WP) untuk menganalisis kriteria, melakukan perhitungan, dan merangking alternatif jasa ekspedisi. Pengumpulan data dilakukan melalui survei online, wawancara, dan pengumpulan data dari berbagai perusahaan ekspedisi. Sistem dirancang untuk mengakomodasi preferensi pengguna dengan memberikan bobot pada setiap kriteria sesuai dengan kepentingannya. Hasil dari uji sistem menunjukkan bahwa algoritma Weighted Product (WP) mampu memberikan rekomendasi yang akurat dan efisien untuk jasa ekspedisi terbaik, dengan peringkat tertinggi: JNT dengan nilai bobot V sebesar 0,215, diikuti oleh Shopee Express: 0,213, JNE dengan nilai 0,195, SiCepat: 0,186, dan Anteraja: 0,191. Dengan adanya sistem ini, konsumen dapat membuat keputusan yang lebih informatif dan mengurangi risiko kesalahan dalam memilih jasa ekspedisi. Diharapkan penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan memberikan solusi yang bermanfaat bagi konsumen maupun pelaku usaha. Β  Kata kunci: Jasa Ekspedisi, Sistem Rekomendasi, Weighted Produc

    Decision Making on The Organoleptic Quality of Salted Egg Products using Analytical Hierarchy Process and Simple Additive Weighting

    Full text link
    Chicken and duck eggs are highly nutritious food products that are popular among the Indonesian community. However, their perishable nature leads to a decline in quality if not further processed. The salting process is a simple preservation method that can also enhance the flavor of salted egg products. To produce salted egg products with high organoleptic quality preference, a combination of Analytical Hierarchy Process (AHP) and Simple Additive Weighting (SAW) is implemented as a quality decision-making method based on: (1) the experts viewpoints on the importance level of organoleptic criteria, and (2) the scores of organoleptic tests for the criteria of texture, taste, and appearance. In this study, chicken and duck eggs were processed into salted eggs using a salting mixture made of a blend of scouring ash and table salt with a mass ratio of 5:4 and 5:6, resulting in product combinations coded as CE-5/4, CE-5/6, DE-5/4, and DE-5/6. Data processing results on the importance level from the experts viewpoints using the AHP method resulted that the criteria for texture, taste, and aroma had final priority weights of 0.244, 0.617, and 0.139, respectively. Final decision-making using the SAW method indicated that the highest to lowest final preference scores were obtained by products CE-5/4, DE-5/4, DE-5/6, and CE-5/6, with the final preference scores of 0.979, 0.963, 0.931, and 0.906, respectively. The results demonstrated that AHP and SAW were successfully implemented to assist in making decisions regarding the quality of salted egg products based on their organoleptic characteristics. Β  Keywords: salted egg, organoleptic, decision-making, AHP, SA

    Sistem Pengenalan Penyakit Kulit Berbasis Computer Vision Dengan Metode Convolutional Neural Network (CNN)

    Full text link
    Penyakit kulit merupakan masalah kesehatan umum di Indonesia, terutama di Papua, yang mempengaruhi berbagai kelompok usia. Meskipun sebagian besar penyakit kulit tidak mengancam jiwa, mereka dapat berdampak signifikan pada kualitas hidup pasien dan menimbulkan biaya pengobatan yang tinggi. Mendiagnosis penyakit kulit biasanya memerlukan pemeriksaan fisik dan klinis oleh dokter kulit, namun jumlah spesialis yang terbatas menimbulkan tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pengenalan penyakit kulit menggunakan Computer Vision dan Convolutional Neural Networks (CNN) untuk membantu diagnosis dini. Sistem ini dikembangkan sebagai aplikasi web menggunakan HTML, CSS, dan Python. Aplikasi ini diuji di Puskesmas Nimbokrang pada dataset penyakit kulit umum, menunjukkan akurasi sebesar 83,09% pada pelatihan dan 84% pada validasi. Hasil pengujian dengan confusion matrix menunjukkan akurasi sebesar 89%. Hasil ini menunjukkan potensi aplikasi praktis dalam meningkatkan layanan kesehatan

    Studi Kasus Klik Food dengan Heart Framework dan Double Diamond Pada Pengembangan User Experience.

    No full text
    Kemajuan teknologi yang serba digital telah mengubah cara konsumen berinteraksi dengan layanan e-commerce, khususnya dalam sektor makanan dan minuman. Studi ini mengkaji pengalaman pengguna (user experience) dalam aplikasi Klik Food Indomaret, sebuah platform e-commerce yang menawarkan berbagai produk makanan dan minuman. Penelitian ini bertujuan membuat UI/UX yang dapat menimbulkan kepuasan pengguna dalam proses transaksi di dalam layanan sehingga pengguna senang serta transaksi sukses menggunakan Heart Framework dan Double Diamond. Heart Framework dengan penerapan aspek happiness dan task success yang diteapkan menggunakan metrik SEQ, SUS dan MAUS. Pada penelitian ini heart framework dan double diamond kredibel dalam menciptakan kepuasan pengguna dengan hasil SEQ 5,74 dari 7, SUS 74 dari 100 dan MAUS 86,6. Semua hasil metrik memasuki kategori baik atau hasil kepuasan pengguna terhadap protipe aplikasi dapat diterima

    Perancangan Aplikasi Go on Vacation Berbasis Mobile Dengan Metode User Centered Design

    Full text link
    Indonesia memiliki potensi pariwisata sangat besar, salah satunya di provinsi Bali. Tetapi masih terdapat permasalahan sektor pariwisata seperti, informasi tempat wisata masih minim, sulit membandingkan jasa pramuwisata, dan testimoni pengguna yang kurang. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh wisatawan dan pramuwisata, bilamana dibiarkan permasalahan ini dapat menimbulkan rasa skeptis. Maka dalam penelitian ini melakukan perancangan prototipe high fidelity aplikasi Go on Vacation yang mana bertujuan sebagai solusi permasalahan pramuwisata dan wisatawan. Rancangan aplikasi menggunakan metode User Centered Design (UCD), dimana terdapat empat tahapan yaitu, understand context of use, specify user requirements, design solutions, dan evaluation against requirements. Untuk menguji prototipe aplikasi menggunakan usability testing dengan tiga buah aspek, yaitu efektivitas, efisiensi dan kepuasan pengguna. Hasil pengujian pada rancang prototipe aplikasi Go on Vacation menghasilkan persentase completion rate efektivitas sebesar 100%. Efisiensi dengan overall relative efficiency menghasilkan persentase rata-rata sebesar 100% dan kepuasan pengguna pengguna dengan menggunakan USE Questionnaire, menghasilkan persentase 89,08% untuk antarmuka pramuwisata dan 94,52% dari sisi antarmuka wisatawan. Kata Kunci: Prototipe, Pariwisata, UC

    715

    full texts

    738

    metadata records
    Updated in lastΒ 30Β days.
    Techno.Com
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! πŸ‘‡