SABUA
Not a member yet
132 research outputs found
Sort by
Ketersediaan Prasarana dan Sarana Perkotaan di Kecamatan Tumpaan, Kecamatan Amurang Timur dan Kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan
Tersedianya sarana dan prasarana di suatu daerah, masyarakat dapat dengan mudah melakukan aktivitas sehari-hari. Selain itu, bagi pemerintah, sarana dan prasarana merupakan faktor terpenting dalam roda perekonomian dan pemerintahan. Ketika infrastruktur dan fasilitas suatu daerah dalam kondisi baik, kegiatan ekonomi dan transportasi juga berjalan dengan lancar. Metode penelitian bersifat kuantitatif dan kualitatif. Kebutuhan prasarana dan sarana perkotaan di Kecematan Tumpaan, Kecamatan Amurng Timur dan Kecamatan Amurang di Kabupaten Minahasa Selatan perlu adanya rencana penambahan sarana pendidikan, kesehatan, peribadatan dan rencana penambahan lebar jalan agar sesuai dengan SNI. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan sarana Pendidikan Kecamatan Tumpaan, Amurang Timur dan Amurang perlu adanya rencana penambahan sarana pendidikan TK, SD, SLTP (Kecamatan Amuranh Timur dan Amurang) dan SMU. Kebutuhan sarana kesehatan Kecamatan Tumpaan perlu adanya rencana penambahan sarana kesehatan berupa poskesdes, Kecamatan Amurang Timur perlu adanya rencana penambahan poskesdes dan Kecamatan Amurang pada poryeksi penduduk memiliki pertambahan penduduk yang meningkat sangat besar, perlu adanya penambahan sarana rumah bersalin. Kebutuhan sarana peribadatan Kecamatan Tumpaan, Kecamatan Amurang Timur dan Amurang perlu adanya rencana penambahan sarana masjid. Kebutuhan prasarana seperti jalan pada Kecamatan Tumpaan perlu adanya penambahan lebar jalan pada jalan lokal primer dan lingkungan, Kecamatan Amurang Timur perlu adanya pelebaran jalan local dan Jalan lingkungan dan Kecamatan Amurang Pada perlu adanya pelebaran jalan lokal primer dan Jalan lingkungan.
Kata Kunci : Ketersediaan, Prasarana dan Sarana, Perkotaan Kabupaten Minahasa Selatan.
Abstrak
With the availability of facilities and infrastructure in an area, people can easily carry out their daily activities. In addition, for the government, facilities and infrastructure are the most important factors in the wheel of the economy and government. When the infrastructure and facilities of an area are in good condition, economic and transportation activities also run smoothly. The research method is both quantitative and qualitative. The need for urban infrastructure and facilities in the Tumpaan sub-district, Amurng Timur sub-district and Amurang sub-district in the South Minahasa regency requires a plan to add education, health, worship facilities and a plan to increase the width of the road to comply with the SNI. Based on the results of the analysis of the need for educational facilities in the Tumpaan, Amurang Timur and Amurang sub-districts, there is a need for plans to add educational facilities for kindergarten, elementary, junior high school (Amurang Timur and Amurang sub-districts) and high school. The need for health facilities in Tumpaan District needs plans to add health facilities in the form of poskesdes, Amurang Timur District needs plans to add poskesdes and Amurang District in the population projection has a very large increase in population, there is a need to add maternity facilities. The need for worship facilities in the Tumpaan District, Amurang Timur and Amurang Districts requires plans to add mosque facilities. The need for infrastructure such as roads in Tumpaan District needs to increase the width of the road on primary local roads and the environment, East Amurang District needs widening of local roads and environmental roads and Amurang District In the need for widening of local primary roads and environmental roads.
Keywords: Availability, Infrastructure and Facilities, Urban District of South minahasa
Faktor-Faktor Penyebab Kekumuhan Kawasan Permukiman Kumuh di Kota Manado
AbstrakSuatu perkembangan kota yang pesat dan tidak terkendali dapat menimbulkan adanya masalah perkotaan,salah satunya yaitu munculnya permukiman kumuh. Kota Manado merupakan ibu kota provinsi SulawesiUtara telah menciptakan permukiman kumuh di beberapa kawasan karena perkembangannya yang pesat.Surat Keputusan Wali kota No. 30 tahun 2021 tentang Penetapan Lokasi Perumahan Kumuh danPermukiman Kumuh di Kota Manado, terdapat 20 titik lokasi permukiman kumuh yang tersebar ke dalam20 kelurahan dengan total luas 196,85 Ha. Dengan demikian, perlu untuk melanjutkan penelitian tentangfaktor-faktor penyebab kekumuhan kawasan permukiman kumuh di Kota Manado. Adapun tujuan daripenelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi faktor-faktor signifikan penyebab kekumuhan di permukimankumuh Kota Manado dan merumuskan solusi penanganan di kawasan kumuh Kota Manado. Metodeanalisis yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil dari analisis ditemukan bahwapermukiman kumuh di Kota Manado dipengaruhi secara signifikan pada tiga faktor yaitu bangunan,drainase lingkungan dan persampahan yang disebabkan oleh ketersediaan sarana dan prasarana yangkurang memadai dan tidak sesuai kebutuhan. Berdasarkan hasil tersebut, maka diperlukan suatu solusipenanganan yang terdiri dari pemugaran dan peremajaan yang akan dilaksanakan berdasarkan tingkatkekumuhan dan permasalahan yang terjadi di kawasan kumuh tersebut.Kata kunci: Kumuh, Permukiman Kumuh , Faktor kekumuhanAbstractA rapid and uncontrolled urban development can lead to urban problems, one of which is the emergenceof slums. Manado as the capital of North Sulawesi province with its rapid development has given rise toslum settlements in several areas due to its rapid development. Mayor's Decree No. 30 of 2021 concerningDetermining the Location of Slum Housing and Slums in Manado City, there are 20 locations of slumareas spread over 20 sub-districts with a total area of 196.85 hectares. Therefore, it is necessary tocontinue research on the factors that cause slums in Manado City. The purpose of this research is toidentify the significant factors that cause slums in the slums of Manado City and formulate solutions fordealing with slum areas in Manado City. The analytical method used is multiple linear regression analysismethod. The results of the analysis, shows that the slums of Manado City are greatly affected by threefactors: buildings, environmental drainage and soild waste, which are caused by inadequate andsubstandard infrastructue facilities was found to be the cause technical requirements. Based on theseresults, it is necessary to find solutions through rapir and renewal according to the scale of the slums andthe problemsthat occur within the area.Keyword: Slums, Setllement Area, Slum factor
Evaluasi Perkembangan Lahan Kritis di Kota Manado
Lahan kritis adalah suatu kondisi lahan yang berkembang ketika kemampuan lahan tidak sesuai dengan penggunaan lahan, yang menyebabkan terjadinya degradasi fisik, kimiawi, atau biologis lahan (Arsyad, 1989). Menurut Yusak Paul Kasse (2014) total keseluruhan lahan kritis di kota Manado sendiri berjumlah 9821,51 Ha yang tersebar di 9 kecamatan. Bagaimana dengan tahun 2021? Untuk itu, maka perlu diidentifikasi persebaran serta melakukan pemetaan kembali lahan kritis yang ada di Kota Manado dan membandingkan perubahan lahan kritis tahun 2014 dan 2021. Adapun metode penelitian yang di pakai pada penelitian ini ialah dengan menggunakan analisis spasial dengan pendekatan kuantitatif berjenjang tertimbang dengan 3 tahapan yaitu overlay data spasial, editing data atribut dan analisis tabular. Hasil dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui sebaran lahan kritis dan membandingkan perubahan lahan kritis di Kota Manado tahun 2014 dan 2021. Secara keseluruhan, sebaran lahan kritis yang ada di Kota Manado tahun 2021 tersebar di 10 kecamatan yaitu: Kecamatan Malalayang seluas 1263.27 hektar, Sario seluas 17.4 hektar, Wanea seluas 616.91 hektar, Wenang seluas 90.1 hektar, Tikala seluas 427.68 hektar, Paal Dua seluas 563.72 hektar, Singkil seluas 289.31 hektar, Mapanget seluas 4158.08 hektar, Tuminting seluas 245.52 hektar, Bunaken seluas 1733.62 hektar. Besaran luas lahan kritis teridentifikasi telah terjadinya perubahan luasan lahan kritis yang ada di Kota Manado dalam hal ini Kawasan Luar Hutan yang berada di Kecamatan Malalayang, Sario, Wanea, Wenang, Tikala, Paal Dua, Singkil, Mapanget, Tuminting serta Bunaken yakni dari 9821.51 ha di tahun 2014 menjadi 9405.6 ha di tahun 2021.
Kata kunci: Lahan Kritis; Kawasan Luar Hutan; Perubahan Luas; Kota Manado.
Abstract
Critical land is a land condition that develops when land capability is incompatible with land use, which causes physical, chemical, or biological degradation of land (Arsyad, 1989). According to Yusak Paul Kasse (2014), the total amount of critical land in Manado city is 9821.51 hectares spread across 9 sub-districts. What about in 2021? For this reason, it is necessary to identify the distribution and remapping of critical land in Manado City and compare the changes in critical land in 2014 and 2021. The method used in this research is to use spatial analysis with a weighted tiered quantitative approach with 3 stages, including spatial data overlay, attribute data editing and tabular analysis. The results of this research are to determine the distribution of critical land and compare changes in critical land in Manado City in 2014 and 2021. Overall, the distribution of critical land in Manado City in 2021 is spread across 10 sub-districts, namely: Malalayang sub-district covering 1263.27 hectares, Sario covering 17.4 hectares, Wanea covering 616.91 hectares, Wenang covering 90.1 hectares, Tikala covering 427.68 hectares, Paal Dua covering 563.72 hectares, Singkil covering 289.31 hectares, Mapanget covering 4158.08 hectares, Tuminting covering 245.52 hectares, Bunaken covering 1733.62 hectares. The size of the critical land area identified has changed the existing critical land in Manado City. In this regard, the Outer Forest Area in Malalayang, Sario, Wanea, Wenang, Tikala, Paal Dua, Singkil, Mapanget, Tuminting and Bunaken sub-districts, namely from 9821.51 ha in 2014 to 9405.6 ha in 2021.
Keyword: Critical Land; Outer Forest Area; Area Change; Manado Cit
Evaluasi Ketersediaan Infastruktur di Pulau Kecil (Studi Kasus : Pulau Siau)
Kondisi infrastruktur yang ada di Pulau Siau diperhatikan ketersediaannya agar pertumbuhan maupun pengembangan wilayah dapat terfasilitasi dengan adanya infrastruktur dasar. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi ketersediaan infrastruktur yang ada di Pulau Siau, serta menganalisis kebutuhan infrastruktur yang diperlukan. Metode yang digunakan dalam penelitian kali ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini dan menggunakan analisa pendekatan kuantitatif, karena.dalam pelaksanaannya.meliputi.data, analisis.dan.interpretasi serta metode spasial, teknik ini menggunakan data infrastruktur yang ada di Pulau Siau untuk dapat mengetahui sebaran infrastruktur yang terkait, kemudian data ini digunakan untuk mengetahui radius pelayanan dengan teknik buffering pemetaan menggunakan aplikasi ArcMap 10.3 untuk sebaran pelayanan infrastruktur. Berdasarkan hasil dari mengidentifikasi ketersediaan infrastruktur sudah memadai, tetapi terdapat beberapa wilayah yang infrastrukturnya belum memadai. kebutuhan infrastruktur yang diperlukan di Pulau Siau di prioritaskan pada Kecamatan Siau Barat Utara dan Kecamatan Siau Tengah, hal ini dikarenakan berdasarkan hasil observasi ditemukan infrastruktur belum memadai pada kedua kecamatan tersebut, seperti ketersediaan telekomunikasi yang belum terlayani, kebutuhan sarana air bersih untuk pemenuhan masyarakat.
Kata kunci: Evaluasi, Infrastruktur, Pulau Siau
Abstract
Availability of existing infrastructure on Siau Island is taken into account so that regional growth and development can be facilitated by basic infrastructure. The purpose of this study is to identify the availability of existing infrastructure on Siau Island, as well as analyze the required infrastructure needs. The method used in this study uses a quantitative descriptive method which is the method used in this research and uses a quantitative approach to analysis, because in its implementation it includes data analysis and interpretation as well as spatial methods, this technique uses existing infrastructure data. Siau Island to be able to find out the distribution of related infrastructure, then this data is used to determine the service radius with the buffering mapping technique using the ArcMap 10.3 application for the distribution of infrastructure services. Based on the results of identifying the availability of adequate infrastructure, there are several areas where the infrastructure is inadequate. the infrastructure needs needed on Siau Island are prioritized in Siau Barat Utara sub-district and Siau Tengah sub-district, this is because based on observation results found inadequate infrastructure in the two sub-districts, such as the availability of unserved telecommunications, the need for clean water facilities to meet the needs of the community.
Keyword: Evaluation, Infrastructure, Siau Islan
Partisipasi Masyarkat dalam Peningkatan Kualitas Lingkungan Objek Wisata Pantai di Sepanjang Jalan Trans Sulawesi Kota Manado – Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa
Partisipasi masyarakat dalam lokasi wisata pantai sepanjang Jalan Trans Sulawesi diketahui bahwa masih banyak masyarakat yang masih kurang mengetahui tempat wisata pantai ini, minimnya perhatian masyakat dalam aset wisata pantai ini maka harus diperhatikan tingkat partisipasi masyarakat dalam peningkatan kualitas objek wisata pantai. Dalam sepanjang Trans Sulawesi ini memiliki empat objek wisata pantai. Peningkatan kualitas lingkungan meliputi kebersihan pantai, kelestarian biota pantai, ketersediaan fasilitas pendukung wisata pantai serta unsur biotik yang terpelihara dengan baik unsur abiotik yang masih lestari/tidak rusak di objek wisata pantai. Tujuan penelitian ini yaitu, menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dan faktor - faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat dalam peningkatan kualitas lingkungan objek wisata pantai disepanjang jalan Trans Sulawsi dengan menggunakan metode skala likert dapat melihat partisipasi masyarakat dilakukan dengan cara kuisoner dan wawancara. Hasil perhitungan tergolong dalam kategori cukup sering dan faktor yang mempengaruhi adalah tingkat kepemimpinan, kesadaran pribadi dan pekerjaan.
Kata kunci: Partisipasi Masyarakat, Kualitas Lingkungan, Objek Wisata, Skala Likert
Abstract
The Community participation in beach tourism locations along the Trans Sulawesi Road is known that there are still many people who still lack this beach tourism spot, the lack of attention to knowing the community about this beach tourism asset means that the level of community participation in improving the quality of beach tourism objects must be considered. Along the trans Sulawesi, there are four beach attractions. Improving environmental quality includes beach cleanliness, preservation of coastal biota, availability of beach tourism supporting facilities as well as well-maintained biotic elements which are still sustainable/undamaged in beach tourism objects. The purpose of this study is to analyze the level of community participation and the factors that influence the level of community participation in improving the environmental quality of coastal tourism objects along the Trans Sulawsi road using the Likert scale method to see community participation carried out by means of questionnaires and interviews. The results of the calculation fall into the fairly frequent category and the influencing factors are the level of leadership, personal awareness and work.
Keyword: Society participation, Environmental Quality, Attractions, Likert Scal
Pengembangan Konsep Transit Oriented Development (TOD) di Kota Tomohon
Kemacetan kota dan perkembangan kawasan perkotaan tidak teratur menjadi permasalahan yang sering terjadi pada kota di Indonesia tidak terkecuali pada Kota Tomohon. Kedua permasalahan kota tersebut dapat diatasi dengan adanya Pengembangan kawasan TOD dan menjadi solusi dalam penyelesaian masalah tersebut karena sifatnya yang mengembangkan kawasan dengan transportasi berkelanjutan didukung dengan desain ramah pejalan kaki, tatanan lahan, dan pengawasan terhadap intensitas pemanfaatan ruangnya. Pengembangkan kawasan TOD membutuhkan pengidentifikasian terhadap kriteria pembangunnya, hasil identifikasi kemudian di optimalkan dengan membandingkannya dari standar kriteria kawasan TOD sebagai kebutuhan pengembangan kawasan TOD. Menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan proses analisis spasial dan optimasi dan dilakukan pada lima lokasi dalam Kota Tomohon yakni zona Terminal Beriman, zona Menara Alfa Omega, zona Alfamart Walian, zona Kantor Sinode GMIM, dan zona Alfmart Kinilow. Hasil penelitian menunjukan kriteria yang sudah di identifikasi sebelumnya masih memerlukan pengembangan. Kebutuhan pengembangan terbesar untuk jalur pejalan kaki berada pada zona Alfamart Kinilow dengan persentase 77%. Dalam intensitasnya, kebutuhan pengembangan KDB terbesar berada di zona Terminal Beriman pada blok tiga sebesar 59% dan KLB pada blok tiga dengan nilai 1.89. Dari kelima zona yang diteliti dalam kriteria penggunaan lahan campur, zona Terminal Beriman dan zona Kantor Sinode GMIM masih memiliki kebutuhan pengembangan pada kawasan residential sebesar 14% untuk zona Terminal Beriman dan 3% untuk zona Kantor Sinode GMIM dalam mencapai standar dari pengembangan kawasan TOD lingkungan di Kota Tomohon.Kata kunci: TOD; Transit Oriented Development; Transportasi; Analisis Spasial; SIG.AbstractCity congestion and the development of irregular urban areas are problems that often occur in cities in Indonesia, including the City of Tomohon. Both of these city problems can be overcome by developing TOD areas and being a solution to solving these problems because of their nature to develop areas with sustainable transportation supported by pedestrian-friendly designs, land arrangements, and monitoring of the intensity of spatial use. The development of the TOD area requires identification of the building criteria, the results of the identification are then optimized by comparing them with the standard criteria for the TOD area as the need for the development of the TOD area. Using a descriptive quantitative method with a process of spatial analysis and optimization and carried out at five locations within Tomohon City namely the Faith Terminal zone, the Alfa Omega Tower zone, the Walian Alfamart zone, the GMIM Synod Office zone, and the Alfmart Kinilow zone. The results of the research show that the criteria that have been previously identified still require development. The biggest development need for pedestrian paths is in the Alfamart Kinilow zone with a percentage of 77%. In terms of intensity, the greatest need for KDB development is in the Terminal Beriman zone in block three at 59% and KLB in block three with a value of 1.89. Of the five zones examined in the mixed land use criteria, the Beriman Terminal zone and the GMIM Synod Office zone still have development needs in residential areas of 14% for the Beriman Terminal zone and 3% for the GMIM Synod Office zone in achieving the standards of the development of the environmental TOD area in Tomohon City.Keyword: TOD; Transit Oriented Development; Transportation; Spatial Analysis; GI
Studi Kondisi Perumahan, Sosial dan Ekonomi Pada Lokasi Perumahan dan Permukiman Kelurahan Pandu Kota Manado
Banjir bandang yang melanda Kota Manado pada tanggal 15 Januari 2014 banyak mengakibatkan kerusakan prasarana dan sarana. Perumahan warga yang khususnya rumah – rumah warga yang berada di bantaran sungai sehingga pemerintah mengeluarkan program untuk relokasi rumah. Lokasi dari program relokasi warga yang dilakukan pemerintah ini bertempat di Kelurahan Pandu Kecamatan Bunaken Kota Manado. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan perumahan terhadap tingkat ketersediaan sarana prasarana kawasan permukiman Perumahan Pandu Cerdas selain itu, untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat relokasi di Perumahan Pandu Cerdas. Analisis dalam penelitian ini meggunakan metode deskriptif kuantitaif dengan menggunakan skala likert. Berdasarkan penelitian ini, kondisi perumahan Pandu Cerdas ini sudah memiliki fasilitas berupa sarana dan prasarana yang lengkap namun belum digunakan dengan maksimal. Sedangkan untuk kondisi sosial masyarakat di Pandu Cerdas sering berinteraksi antar satu sama lain dan dari segi ekonomi masyarakat tidak mengalami peningkatan setelah di relokasi.Kata kunci: Perumahan; Prasarana; Sarana; Sosial; Ekonomi .AbstractThe flash floods that hit Manado City on January 15 2014 caused a lot of damage to infrastructure and facilities. Residents' housing, especially residents' houses that are on the banks of the river so that the government issued a program for relocating houses. The location of the residents' relocation program carried out by the government is located in Pandu Village, Bunaken District, Manado City. The purpose of this study is to determine the existence of housing on the level of availability of infrastructure facilities serving the Pandu Smart Housing area. The analysis in this study uses a quantitative descriptive method using a Likert scale. In conclusion, the condition of the Pandu Smart housing already has facilities in the form of complete facilities and infrastructure but has not been used optimally. Meanwhile, the social conditions of the people in Pandu Intelligent often interact with each other and from an economic point of view, the community has not experienced an increase after being relocated.Keywords: Housing; Infrastructure; Means; Social; Economy.
Perencanaan Daya Tarik Wisata Berbasis Ekowisata di Kecamatan Gane Timur Selatan Kabupaten Halmahera Selatan
Kecamatan Gane Timur Selatan Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara merupakan salah satu Kecamatan yang memiliki potensi Daya Tarik Wisata alam dan wisata bahari yang sangat indah. Daya Tarik yang dapat di kembangkan di lokasi tersebut di antaranya wisata alam dan bahari seperti keindahan bentang alam pulau – pulau kecil, keindahan bawah laut, dan pasir putih yang menciptakan keindahan pulau – pulau kecil di Kepulauan Widi. Adapun tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi potensi Daya Tarik Wisata di Kecamatan Gane Timur Selatan Berbasis Ekowisata, dan mengetahui arahan perencanaan pariwisata menggunakan pendekatan metode analisis SWOT. Hasil identifikasi potensi Daya Tarik Wisata di Kecamatan Gane Timur Selatan diperoleh bahwa Kepulauan Widi memiliki Daya Tarik Wisata alam yang indah dengan persebaran pulau–pulau kecil, hutan mangrove, tempat memancing para masyarakat nelayan, air laut jernih kehijauan dan hamparan pasir putih yang halus dengan panjang 150 km2 menyatukan Kepulauan Widi.Kata kunci; Daya Tarik Wisata Kepulauan WidiAbstractSouth East Gane District, South Halmahera Regency, North Maluku Province is one of the sub-districts that has beautiful natural tourism and marine tourism potential. Attractions that can be developed in this location include natural and marine tourism such as the beauty of the landscape of small islands, the beauty of the underwater world, and the stretch of white sand that creates the beauty of the small islands in the Widi Islands. The purpose of this research is to identify the potential of Ecotourism-Based TouristAttractions in Southeast Gane Regency, as well as to find out the direction of tourism planning with the SWOT analysis method approach. The results of the identification of potential tourist objects in Southeast Gane District found that the Widi Islands have beautiful natural tourist attractions with stretches of small islands, mangrove forests, fishing grounds for fishing communities, clear green sea water and elongated stretches of fine white sand. sand. 150 km2 unites the Widi Islands.Keyword: Tourist Attraction Widi Island
Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Kerawanan Banjir Di Perkotaan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan
AbstrakYang dimaksud dengan “banjir” adalah suatu peristiwa atau keadaan dimana suatu daratan atau daerah terendam oleh peningkatan volume air. Banjir bandang adalah banjir yang terjadi secara tiba-tiba dan memiliki debit air yang besar akibat tersumbatnya aliran air. Saat hujan deras setiap tahunnya, Kota Masamba sering menimbulkan banjir. Maka dari itu, dilakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Kerentanan Banjir di Kelurahan Masamba Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan”. Studi ini mengkaji hubungan antara perubahan penggunaan lahan dengan tingkat kerentanan terhadap banjir di kawasan perkotaan Masamba antara tahun 2010 hingga 2020. Dari tahun 2010 hingga 2020 yang didominasi oleh perubahan tata guna lahan, terjadi peningkatan hutan sebesar 1,4%. luas, peningkatan luas lahan pemukiman sebesar 0,79 persen, dan penurunan luas penggunaan lahan perkebunan dan semak belukar sebesar 9,32 persen. Daerah perkotaan Masamba telah hancur akibat banjir akibat penggunaan lahan yang signifikan ini.Kata kunci: Perubahan Tata Guna Lahan, Kerawanan Banjir, Perkotaan Masamba
AbstractWhat is meant by "flood" is an event or situation in which a land or area is submerged by an increase in the volume of water. Flash floods are floods that occur suddenly and have a large water discharge due to blockage of the water flow. When it rains heavily every year, Masamba City often causes flooding. Therefore, a study was conducted with the title "The Influence of Changes in Land Use on Flood Vulnerability in Masamba Village, North Luwu Regency, South Sulawesi Province". This study examines the relationship between changes in land use and the level of vulnerability to flooding in the urban area of Masamba between 2010 and 2020. From 2010 to 2020, which was dominated by changes in land use, there was an increase in forests of 1.4%. area, an increase in the area of residential land by 0.79 percent, and a decrease in the area of land use for plantations and shrubs by 9.32 percent. The urban area of Masamba has been devastated by flooding due to this significant land use.Keyword: Land Use Change, Flood Vulnerability, Masamba Tow
Model Harga Lahan di Koridor Jalan Raya Manado – Bitung Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara
Kecamatan Kalawat merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Minahasa Utara yang berbatasan langsung dengan Kota Manado sehingga membuat masyarakat yang tinggal di Kecamatan Kalawat sebagian beraktivitas di Kota Manado. Kecamatan yang memiliki pertumbuhan penduduk terbanyak di Kabupaten Minahasa Utara. Pada Jalan raya Manado – Bitung merupakan jalan yang menghubungkan 2 Kota besar yang ada di Provinsi Sulawesi Utara yaitu Kota Manado dan Kota Bitung sehingga menyebabkan padatnya aktivitas yang ada di sepanjang jalan raya Manado – Bitung. Hal tersebut menyebabkan meningkatnya harga Lahan yang ada di Kecamatan Kalawat khususnya di area Koridor Jalan Raya Manado – Bitung. Penelitian ini bertujuan menganalisa dan menentukan model harga lahan di koridor jalan raya Manado – Bitung Kecamatan Kalawat dengan menggunakan analisis regresi sederhana dan analisis regresi linear berganda menggunakan 3 variabel penelitian yaitu harga lahan, jarak ke koridor, dan harga NJOP. Hasil penelitian menunjukan parsial pertama, jarak ke koridor memiliki pengaruh negatif atau bertolak belakang terhadap nilai jual lahan, semakin tinggi jarak ke koridor semakin tinggi juga harga jual lahan, parsial kedua NJOP memiliki pengaruh positif terhadap nilai jual lahan. Secara simultan, pengaruh Jarak ke Koridor sangat mempengaruhi terhadap nilai jual lahan sedangkan NJOP pengaruh yang sangat kecil terhadap nilai jual lahan.
Kata Kunci : Harga Lahan, Koridor Jalan, Analisis Regresi Sederhana, Analisis Regresi Linear Berganda
Abstract
Kalawat Sub-District is one of the sub-districts in North Minahasa Regency which is directly adjacent to Manado City, so that some of the people who live in Kalawat Sub-district do their activities in Manado City. The district that has the highest population growth is in North Minahasa Regency. On the Manado - Bitung highway, a road that connects 2 major cities in North Sulawesi Province( Manado City and Bitung City). This has caused an increase in land prices in Kalawat District, especially in the Manado – Bitung Highway Corridor area. This study aims to analyze and determine the model of land prices in the Manado - Bitung highway corridor, using simple regression analysis and multiple linear regression analysis using 3 research variables, namely land prices, distance to the corridor, and NJOP prices. The results showed that the first partial, the distance to the corridor has a negative or opposite effect on the selling value of land, the second partial NJOP has a positive effect on the selling value of land. Simultaneously, the effect of Distance to the Corridor greatly affects the selling value of land, while the NJOP has very little effect on the selling value of land.
Keywords : Land Price, Road Corridor, Simple Regression Analysis, Multiple Linear Regression Analysi