SABUA
Not a member yet
132 research outputs found
Sort by
Analisis Karakteristik Kawasan Rawan Bencana Tsunami di Wilayah Pesisir Kota Bitung
AbstrakKota Bitung merupakan salah satu kota yang terletak di pesisir pantai Sulawesi Utara. Dengan kondisi geografis ini menjadikan Kota Bitung memiliki potensi untuk terkena dampak bencana tsunami. Hal ini didukung dalam rencana tata ruang wilayah Kota Bitung tahun 2013-2033 yang menyebutkan beberapa kelurahan yang ada di Kecamatan Madidir, Kecamatan Girian, Kecamatan Ranowulu, Kecamatan Lembeh Selatan dan Kecamatan Lembeh Utara sebagai kawasan rawan bencana tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menghitung sebaran karakteristik kawasan rawan bencana tsunami di wilayah pesisir Kota Bitung. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik spasial dengan menggunakan aplikasi software arcgis. Berdasarkan identifikasi dan analisis maka diperoleh karakteristik yang teridentifikasi kawasan rentan bencana tsunami di wilayah pesisir didominasi oleh dataran rendah yang meliputi seluruh wilayah penelitian di sepanjang pesisir pantai dengan luas sebaran 7388, 39 Ha dan kawasan berbukit serta gunung yang meliputi kelurahan yang ada di Kecamatan Lembeh Utara, Lembeh Selatan, Madidir, dan Ranowulu dengan luas sebaran 565,56 Ha. Hasil tersebut menunjukkan karakteristik di wilayah penelitian terdiri dari dataran rendah dan kawasan perbukitan.Kata Kunci : Karakteristik; Tsunami; Wilayah Pesisir
AbstrakBitung City is one of the cities located on the coast of North Sulawesi. Due to this geographical condition, Bitung City has the potential to be impacted by tsunami disasters. This is supported by the Bitung City spatial plan for 2013-2033, which identifies several sub-districts in Madidir District, Girian District, Ranowulu District, South Lembeh District, and North Lembeh District as tsunami hazard zones. This study aims to identify and calculate the distribution of tsunami hazard-prone areas in the coastal regions of Bitung City. The analytical method used in this study involves spatial techniques using ArcGIS software. Based on the identification and analysis, it was found that the characteristics of the tsunami hazard-prone areas in the coastal regions are predominantly lowland areas, covering the entire study area along the coastline with a distribution area of 7388.39 hectares. Additionally, hilly and mountainous areas, including sub-districts in North Lembeh, South Lembeh, Madidir, and Ranowulu Districts, cover a distribution area of 565.56 hectares. These results indicate that the study area is characterized by both lowland and hilly areas.Keyword : Characteristics; Tsunami; Coastal Regio
Kajian Intensitas Pemanfaatan Ruang di Kecamatan Wenang
AbstrakKecamatan Wenang sebagai kawasan pusat kota manado, merupakan wilayah perkotaan inti dan memiliki keterkaitan fungsional dengan wilayah di sekitarnya, yang kemudian mengakibatkan banyaknya perdagangan dan jasa berskala kawasan yang ikut dalam perkembangan pemanfaatan ruang. kajian intensitas pemanfaatan ruang diperlukan agar dapat dikatahui tentang seberapa sering manusia memanfaatkan ruang di sekitar mereka, sehingga bisa mengatur arahan pembangunan yang ada di Kecamatan Wenang. Penelitian ini menggunakan Sistem Informasi Geografis sebagai alat untuk menganalisis intensitas pemanfaatan ruang yang diukur melalui KDB, KDH, dan KLB. Perhitungan intensitas pemanfaatan ruang menggunakan Metode Analisis ArcGis Model Builder. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, seluruh kawasan yang ada di kecamatan wenang, belum sepenuhnya memiliki KDB, KDH, dan KLB yang sesuai dengan ketentuan yg telah di atur dalam RTRW Kota Manado 2023-2042. Nilai rata-rata intensitas pemanfaatan ruang di kecamatan wenang adalah KDB 70.70%, KDH 29.30%, dan KLB 1.8. berdasarkan hasil analisis tersebut, kecamatan wenang memiliki intensitas pemanfaatan ruang dengan kategori sangat padat.Kata kunci: Intensitas Pemanfaatan Ruang, Sistem Informasi Geografis, ArcGis Model Builder.
AbstractWenang District, as the central area of Manado, is the core urban area and has a functional relationship with the surrounding areas, which has resulted in a significant amount of trade and services on a district scale, contributing to the development of space utilization. A study on the intensity of space utilization is necessary to understand how often people use the space around them, so that development directions in Wenang District can be better managed. This research uses Geographic Information Systems (GIS) as a tool to analyze the intensity of space utilization, measured through the Building Coverage Ratio (KDB), Floor Area Ratio (KDH), and Building Density Ratio (KLB). The calculation of space utilization intensity employs the ArcGIS Model Builder Analysis Method. Based on the analysis, the entire area in Wenang District does not yet fully meet the KDB, KDH, and KLB requirements as outlined in the Manado City Spatial Planning (RTRW) for 2023-2042. The average intensity values for space utilization in Wenang District are KDB 70.70%, KDH 29.30%, and KLB 1.8. Based on this analysis, Wenang District is categorized as having a very high intensity of space utilization.Keyword: Intensity of Space Utilization, Geographic Information System, ArcGis Model Builde
Persepsi Masyarakat terhadap Fungsi Taman Kota Di Kota Bitung (Studi Kasus : Taman Dotulong Dan Taman Kesatuan Bangsa)
Abstrak
Sangat penting bagi seluruh lapisan masyarakat perkotaan untuk memiliki ruang terbuka hijau. Pembangunan perkotaan merupakan tugas penting bagi kawasan hijau. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2007 mendefinisikan Ruang Terbuka Hijau Perkotaan (RTHKP) adalah ruang terbuka di kawasan perkotaan yang dipenuhi tanaman yang memberikan manfaat lingkungan, sosial, budaya, ekonomi, dan estetika. Ini adalah departemen ini. Taman kota merupakan salah satu kawasan hijau terbuka. Taman kota merupakan ruang terbuka hijau yang tujuan utamanya adalah keindahan dan interaksi sosial. Dalam Journal for Psychology (2009), Robbins (2003) mengartikan persepsi sebagai hubungan dengan lingkungan sekitar seseorang. Ini adalah proses dimana manusia mengatur dan menafsirkan masukan sensoriknya untuk memahami lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap apa saja yang fungsi dari taman kota di Kota Bitung, khususnya Taman Dotulong dan Taman Kesatuan Bangsa. Analisis deskriptif kuantitatif dan analisis skala likert yang digunakan dalam penelitian ini. Kedua taman tersebut memiliki kedatangan dan pengunjung yang sama; pengunjung lebih sering datang pada sore dan malam hari dibandingkan pada pagi dan sore hari. Masyarakat Kota Bitung merasakan Taman Doturon memiliki fungsi yang lebih baik dibandingkan Taman Kesatuan Bangsa.
Kata kunci: Ruang Terbuka Hijau, Taman Kota, Fungsi Taman Kota, Perpsepsi Masyarakat
Abstract
It is very important for all levels of urban society to have green open space. Urban development is an important task for green areas. Minister of Home Affairs Regulation Number 1 of 2007 defines Urban Green Open Space (RTHKP) as open space in urban areas filled with plants that provide environmental, social, cultural, economic and aesthetic benefits. This is this department. City parks are open green areas. City parks are green open spaces whose main purpose is beauty and social interaction. In the Journal for Psychology (2009), Robbins (2003) defines perception as a relationship with the environment around a person. It is the process by which humans organize and interpret their sensory input to understand their environment. This research aims to determine the public's perception of the functions of city parks in Bitung City, especially Dotulong Park and National Unity Park. Quantitative descriptive analysis and Likert scale analysis were used in this research. Both parks have similar arrivals and visitors; visitors come more often in the afternoon and evening than in the morning and evening. The people of Bitung City feel that Doturon Park has a better function than National Unity Park.
Keyword: Green Open Space, City Parks, City Park Functions, Community Perceptio
Perubahan Pemanfaatan Lahan di Sekitar Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Minahasa Selatan
Abstrak
Dalam RTRW Kabupaten Minahasa Selatan memperuntukkan kecamatan Amurang Timur sebagai pusat pemerintah Kabupaten. Hal tersebut menjadi daya tarik bagi penduduk pendatang untuk menjadikan kecamatan Amurang Timur sebagai lahan untuk tempat tinggal dan tempat usaha sehingga mendorong kebutuhan akan lahan juga semakin meningkat. Hal ini membawa implikasi beralihnya fungsi lahan pertanian dan semak belukar menjadi lahan terbangun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan lahan yang ada serta perubahan pemanfaatan lahan yang terjadi selama rentang waktu 15 tahun terakhir (2005 – 2021) dan keterkaitannya dengan faktor - faktor pendorong perubahan pemanfaatan lahan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis spasial untuk mengetahui dan menganalisis perubahan pemanfaatan lahan yang terjadi selama rentang waktu 5 tahun terakhir. Pemanfaatan lahan terdiri dari pertanian lahan kering campur, sawah, permukiman, perkantoran, perdagangan dan jasa, industri, ruang terbuka hijau dan semak belukar. Dari hasil analisis secara spasial dengan menggunakan bantuan software ArcGIS didapatkan perubahan pada luasan dan pada guna lahannya untuk perubahan luas lahan terbangun mengalami peningkatan. Sebaliknya luas lahan pertanian dan semak belukar mengalami penurunan atau beralihnya fungsi lahan selama rentang waktu 15 tahun terakhir (2005 – 2021) disekitar kawasan pusat pemerintahan kecamatan Amurang Timur. Faktor – Faktor pendorong perubahan pemanfaatan lahan terbagi menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dipengaruhi oleh (1)faktor geografis, (2)faktor demografi, (3)faktor aksesibilitas, (4)faktor ekonomi dan (5)faktor sosial budaya. Sedangkan faktor eksternal dipengaruhi oleh (1)faktor politik.
Kata kunci: Perubahan Pemanfaatan Lahan, Kawasan Pusat Pemerintahan, SIG
Abstract
In the RTRW (Regional Spatial Plan) of South Minahasa Regency designates East Amurang sub-district as the center of the Regency government. This has become an attraction for migrants to make the Amurang Timur sub-district a land for residence and place of business, thereby driving the need for land to increase. This has the implication of changing the function of agricultural land and shrubs to built-up land. This study aims to determine existing land use and changes in land use that have occurred over the last 15 years (2005 to 2021) and their relationship to driving factors land use change. The research method used is qualitative descriptive analysis using spatial analysis techniques to determine and analyze changes in land use that have occurred over the last 5 years. Utilization the land consists of mixed dry land agriculture, paddy fields, settlements, offices, trade and services, industry, green open spaces and shrubs. From the results of spatial analysis using the help of ArcGIS software, it was found that changes in area and land use for changes in built-up land area have increased. On the other hand, the area of agricultural land and shrubs has decreased or changed land functions over the last 15 years (2005 to 2021) around the central government area of Amurang Timur sub-district. Factors driving changes in land use are divided into internal factors and external factors. Internal factors are influenced by (1)geographical factors, (2)demographic factors, (3)accessibility factors, (4)economic factors and (5)socio-cultural factors.
Keyword: Land Use Change, Central Government Area, GI
Dampak Industri Cap Tikus Terhadap Perubahan Spasial dan Sosial Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Motoling Timur
Abstrak
Industri alkohol menjadi salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir di berbagai wilayah, termasuk di Kecamatan Motoling Timur. Pertumbuhan industri alkohol di daerah ini dapat berdampak signifikan terhadap perubahan spasial yang dapat mempengaruhi pola penggunaan ruang di wilayah tersebut, seperti perkembangan permukiman dan area komersial yang mungkin berkembang seiring dengan pertumbuhan industri. Penelitian ini bertujuan untuk dapat memberikan wawasan tentang bagaimana industri cap tikus mempengaruhi perubahan spasial di Kecamatan Motoling Timur dan bagaimana industri cap tikus mempengaruhi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Kecamatan Motoling Timur. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif, termasuk survei, observasi, dan wawancara. Populasi penelitian adalah penduduk yang bekerja sebagai petani captikus, sedangkan sampel akan mewakili populasi tersebut. Penelitian ini juga akan melibatkan pengumpulan data, analisis spasial menggunakan sistem informasi geografis dalam bentuk penelitian time series yang diambil dari tahun 2013, 2018 dan tahun 2023 serta aspek sosial dan ekonomi untuk mengetahui bagaimana pendapatan para petani captikus di Kecamatan Motoling Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri cap tikus mempengaruhi perubahan spasial dan perubahan pola permukiman di Kecamatan Motoling Timur. Industri ini juga memiliki dampak signifikan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Kecamatan Motoling Timur.
Kata kunci: Industri Cap Tikus, Perubahan Spasial, Social Ekonomi
Abstract
The rapid growth of the alcohol industry in various regions, including the east motoling district, has significant spatial implications that can affect the area's land use patterns, such as the development of settlements and commercial areas. This research aims to provide insights into how the cap tikus industry affects spatial changes in the East Motoling District and its impact on the social and economic conditions of the community. The study uses quantitative and qualitative descriptive analysis methods, including surveys, observations, and interviews. The research population consists of farmers working in the cap tikus industry, with the sample representing this population. The study also involves data collection, spatial analysis using geographic information systems in the form of a time series study from 2013, 2018, and 2023, as well as social and economic aspects to understand the income of cap tikus farmers in the East Motoling District. The results show that the cap tikus industry influences spatial changes and settlement patterns in the east motoling district, and has a significant impact on the social and economic conditions of the community in East Motoling Distict
Keyword: Cap Tikus Industry, Spatial Change, Socio Economic
Strategi Pengembangan Objek Wisata Budaya di Kabupaten Minahasa
AbstrakKabupaten Minahasa merupakan wilayah yang di Provinsi Sulawesi Utara yang memiliki berbagai macam budaya yang terkandung pada wilayah tersebut. Dengan keberagaman budaya yang ada, melatarbelakangi penulis untuk meneliti lebih lanjut tentang objek wsiata budaya yang ada di Kabupaten Minahasa. Tercatat dalam Perataruan Daerah Kabupaten Minahasa No. 1 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah bahwa di Minahasa memiliki 8 kawasan peruntukan untuk objek wisata budaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil evaluasi kondisi objek wisata budaya di Kabupaten Minahasa dan Menentuan strategi yang tepat dalam pengembangan objek wisata budaya kedepannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah Deskriptif Kualitatif. Dalam penelitian ini, pertama-tama di identifikasi setiap objek wisata budaya yang ada kemudian diklasifikasikan selanjutnya di evaluasi Komponen penyusun wisatanya dengan menggunakan teori 4A, yaitu Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, dan Ancilary. Kemudian, dibuat Matriks SWOT dari setiap objek wisata budaya yang ada. Untuk mengetahui strategi pengembangan yang cocok dan tepat untuk objek wisata budaya yang ada di Kabupaten Minahasa, dilakukan dengan analisis SWOT IFAS dan EFAS, dengan hasil strategi pengembangan yang di dapat ialah strategi W-O atau mengurangi kelemahan dan memanfaatkan peluang, atau Strategi Stabilitas.Kata kunci: Strategi Pengembangan, Objek Wisata Budaya, Kabupaten Minahasa
AbstractMinahasa Regency is an area in North Sulawesi Province that has various cultures within it. The cultural diversity present has prompted the author to further research the cultural tourism objects in Minahasa Regency. According to the Minahasa Regency Regional Regulation No. 1 on Spatial Planning, Minahasa has 8 designated areas for cultural tourism objects. The purpose of this research is to evaluate the condition of cultural tourism objects in Minahasa Regency and to determine the appropriate strategies for the future development of these cultural tourism objects. The method used in this research is Descriptive Qualitative. In this study, each cultural tourism object is first identified and then classified. Subsequently, the components of each tourism object are evaluated using the 4A theory: Attraction, Accessibility, Amenity, and Ancillary. A SWOT Matrix is then created for each cultural tourism object. To determine the suitable and precise development strategies for the cultural tourism objects in Minahasa Regency, SWOT IFAS and EFAS analyses are conducted, resulting in the development strategy of W-O (Weakness-Opportunity) or reducing weaknesses and utilizing opportunities, or Stability Strategy.Keyword: Development Strategy, Tourist Attraction, Minahasa Regency
Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Kualitas Sistem Pengelolaan Persampahan di Kota Manado
Abstrak
Dalam upaya mengelola dan menangani sampah di wilayah perkotaan, pemerintah Kota Manado telah menerapkan berbagai kebijakan, peraturan, serta strategi guna mengurangi produksi sampah di Kota Manado. Meskipun demikian, situasi kebersihan di Kota Manado masih belum mencapai standar yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sistem pengelolaan persampahan di Kota Manado dan menganalisis tingkat kepuasan masyarakat terhadap kualitas sistem pengelolaan persampahan di Kota Manado. Dalam studi ini, pendekatan analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan bagaimana sistem pengelolaan sampah beroperasi di Kota Manado. Selain itu, metode analisis Indeks Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction Index - CSI) digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan sistem pengelolaan sampah yang tengah berjalan di Kota Manado. Berdasarkan hasil identifikasi sistem persampahan di Kota Manado belum dilakukan secara optimal, kurangnya sosialisasi, serta kurangya kesadaran masyarakat terkait persampahan. Hasil analisis CSI (Customer Satisfaction Index) rata-rata tingkat kepuasan masyarakat terhadap sistem pengelolaan sampah: Prosedur Pelayanan 79,51 (Puas), Waktu Penyelesaian 77,64 (Puas), Biaya Pelayanan 72,57 (Puas), Produk Pelayanan 69,68 (Puas), Sarana dan Prasarana 64,39 (Cukup Puas), Kompetensi Petugas Pelayanan 71,22 (Puas).
Kata kunci: Tingkat Kepuasan; Sampah; Pelayanan Publik.
Abstract
In an effort to manage and handle waste in urban areas, the Manado city government has implemented various policies, regulations, and strategies to reduce waste production in Manado city. However, the cleanliness situation in Manado city still has not reached the expected standard. The purpose of this study is to identify the waste management system in Manado city and analyze the level of public satisfaction with the quality of the waste management system in Manado city. In this study, a descriptive analysis approach is used to describe how the waste management system operates in Manado City. In addition, the Customer Satisfaction Index (CSI) analysis method is used to measure the level of public satisfaction with the ongoing waste management system services in Manado City. Based on the identification results, the waste system in Manado City has not been carried out optimally, lack of socialization, and lack of public awareness regarding waste. The results of the CSI (Customer Satisfaction Index) analysis of the average level of public satisfaction with the waste management system: Service Procedures 79.51 (Satisfied), Completion Time 77.64 (Satisfied), Service Fees 72.57 (Satisfied), Service Products 69.68 (Satisfied), Facilities and Infrastructure 64.39 (Moderately Satisfied), Service Officer Competence 71.22 (Satisfied).
Keyword: Satisfaction Level; Garbage; Public Service
Analisis Daya Dukung dan Daya Tampung Lahan Untuk Pariwisata di Pulau Bangka Kecamatan Likupang Timur Minahasa Utara
AbstrakPulau Bangka, sebagai kawasan pariwisata super prioritas di Indonesia, memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung dan daya tampung lahan, serta potensi dan kendala pengembangan pariwisata di Pulau Bangka. Hasilnya menunjukkan bahwa Pulau Bangka memiliki daya dukung lahan tinggi dengan potensi signifikan untuk pengembangan pariwisata, meskipun beberapa area memiliki kendala yang perlu diperhatikan. Analisis juga menunjukkan bahwa desa-desa di Pulau Bangka memiliki cukup daya tampung untuk aktivitas pariwisata. Metode overlay digunakan untuk mengidentifikasi kawasan kritis dan wilayah potensial pengembangan pariwisata seluas 2454.3 ha. Penelitian ini memberikan gambaran komprehensif mengenai dinamika lingkungan dan kebutuhan pengembangan wilayah di Pulau Bangka, serta menekankan perlunya strategi evaluasi dan implementasi berkelanjutan dalam manajemen sumber daya lahan untuk mendukung pengembangan pariwisata yang efektif.Kata kunci: Daya Dukung ; Daya Tampung ; Pariwisata ; Pulau Bangka
AbstractBangka Island, as a super-priority tourism area in Indonesia, holds significant potential for sustainable development. This study aims to analyze the land carrying capacity, potential, and challenges of tourism development on Bangka Island. Findings indicate that Bangka Island has a high land carrying capacity with substantial potential for tourism development, though some areas face constraints. The analysis also shows that villages on Bangka Island have sufficient capacity to accommodate tourism activities. Overlay methods were employed to identify critical areas and potential tourism development zones covering 2454.3 hectares. The research provides a comprehensive overview of environmental dynamics and development needs on Bangka Island, emphasizing the necessity for sustainable evaluation and implementation strategies in land resource management to support effective tourism development.Keyword: Carrying capacity ; Capacity ; Tourism ; Bangka Islan
Strategi Pengembangan Prasarana dan Sarana Kawasan Agrowisata di Kota Tomohon (Studi Kasus : Kec. Tomohon Timur)
AbstrakKegiatan pariwisata merupakan kegiatan yang strategis untuk dikembangkan di Kecamatan Tomohon Timur Kota Tomohon, dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu potensi pariwisata yang di miliki Kota Tomohon adalah agrowisata di Kecamatan Tomohon Timur, kawasan agrowisata ini dikelola oleh penduduk setempat secara tradisional. Dengan adanya potensi dan permasalahan yang ada, maka dari itu dilakukan penelitian untuk mengkaji “Strategi Pengembangan Prasarana dan Sarana Kawasan Agrowisata Di Kecamatan Tomohon Timur”. Tujuan penelitian ini adalah megidentifikasi karakteristik kawasan agrowisata dan untuk menetapkan strategi pengembangan Prasarana dan Sarana kawasan agrowisata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif yang bersifat deskriptif kualitatif yang dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian dengan menggambarkan atau menguraikan secara jelas apa yang ada dilapangan, dan analisis SWOT merupakan suatu alat yang efektif dalam membantu menstrukturkan masalah, terutama dengan melakukan analisis alas lingkungan strategis, yang lazim disebut sebagai lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Secara internal sejumlah Kekuatan (strengths) atau sumberdaya dan kelemahan-kelemahan (weaknesses) atau keterbatasan/kekurangan, dan secara ekstemal akan berhadapan dengan berbagai Peluang (opportunities) atau situasi/kecenderungan utama yang menguntungkan berasal dari luar, dan ancaman - ancaman (threats) situasi/kecenderungan utama yang tidak menguntungkan berasal dari luar.Kata kunci: Pengembangan, Sarana, Prasarana
AbstractTourism activities are strategic activities to be developed in East Tomohon District, Tomohon City, in an effort to increase Regional Original Revenue (PAD). One of the tourism potentials owned by Tomohon City is agrotourism in East Tomohon District, this agro-tourism area is traditionally managed by local residents. With the potential and existing problems, therefore research was carried out to examine the "Strategy for the Development of Infrastructure and Facilities of Agro-Tourism Areas in East Tomohon District". The purpose of this study is to identify the characteristics of agro -tourism areas and to establish strategies for the development of infrastructure and facilities of agro-tourism areas. The method used in this study is a qualitative descriptive analysis method that is carried out in accordance with the research objectives by describing or clearly describing what is in the field, and SWOT analysis is an effective tool in helping to structure the problem, especially by conducting an analysis of the strategic environment, which is commonly referred to as the internal environment and the external environment. Internally a number of strengths or resources and weaknesses or limitations/shortcomings, and externally will deal with various opportunities or main favorable situations/tendencies from outside, and threats of major unfavorable situations/tendencies from outside.Keywords: Development, Facilities, Infrastructur
Coping Strategi Masyarakat Di Kawasan Rawan Banjir Kota Manado
Abstrak
Strategi coping masyarakat merupakan respon yang dapat dilakukan oleh masyarakat setempat terhadap perubahan lingkungan terhadap bencana yang dihadapi oleh karena itu, Bencana banjir tidak hanya mengakibat kerusakan bangunan dan sarana prasarana umum, tetapi terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Berdasarkan BPBD Kota Manado, terdapat banyak bencana salah satunya banjir yang menyebabkan kerugian harta benda, jiwa, dan rumah-rumah warga yang terendam air dan kerangka bangunan dibeberapa kelurahan pada Kota Manado. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sebaran wilayah rawan banjir di Kota Manado dan tingkat strategi coping masyarakat diwilayah rawan banjir Kota Manado. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif-kuantitatif Likert untuk mengetahui strategi coping pada setiap variabel dan secara spasial untuk menghasilkan peta terkait sebaran wilayah rawan banjir dan strategi coping masyarakat diwilayah rawan banjir. Hasil dari analisis tersebut dapat menunjukkan daerah-daerah yang menerapkan strategi penanggulangan pada wilayah sebaran tempat yang rentan terhadap banjir pada Kecamatan Tuminting dan Kecamatan Bunaken di Kota Manado serta sikap masyarakat sebelum bencana, selama bencana dan sesudah banjir berdasarkan aspek ekonomi, sosial dan aspek kulturan.
Kata Kunci: Coping Strategi, Rawan Banjir, Kota Manado
Abstract
Coping strategies are one of the responses that local communities implement to the environmental changes and disasters they face. Therefore, floods not only inflict physical harm on public buildings and infrastructure, but also disrupt the social and economic activities of the community. According to the Manado City BPBD, numerous disasters, including floods, have occurred, resulting in the loss of property, lives and homes of residents, as well as the flooding of structures in several sub-districts of Manado City.The objective of this research is to identify the distribution of flood-prone areas in Manado City and to assess community coping strategies in these areas. A descriptive-quantitative Likert analytical method is used to determine the coping strategies for each variable and a spatial approach is used to develop maps showing the distribution of flood-prone areas and the coping strategies of communities in these areas. The results of this analysis can show areas that implement mitigation strategies in areas that are vulnerable flooding in Tuminting District and Bunaken District in Manado City, as well as community attitudes before the disaster, during the disaster, and after the flood based on economic, social, and cultural aspects.
Keywords: Coping Strategy, Flood Prone, Manado Cit