Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah
Not a member yet
    474 research outputs found

    PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN PENGUASAAN KONSEP OLEH SISWA

    Get PDF
    The purpose of this study was to examine the use of school environment as a learning resource to enhance students learning activities and conceptual understanding. The research design was pretest-posttest non equivalent. The samples were VIIB dan VIIC class that selected by purposive sampling. The quantitative data obtained from the average value of pretest, posttest, and N-gain. Quantitative data were activities description and student questionaire responses that analyzed using U test. The results showed that the use of school environment as a learning resource for improving student learning activities has with high interpretations. Student conceptual understanding also increased with average of  N-gain 57,90. Thus, school environment as learning resources was effective to improve students learning activity and conceptual understanding.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar untuk meningkatkan aktivitas belajar dan penguasaan konsep oleh siswa. Desain penelitian ini adalah pretes-postes non ekuivalen. Sampel penelitian ini adalah kelas VIIB dan VIIC yang dipilih secara purposive sampling. Data kuantitatif diperoleh dari rata-rata nilai pretes, postes, dan N-gain yang dianalisis menggunakan uji U. Data kualitatif berupa deskripsi aktivitas dan angket tanggapan siswa. Hasil penelitian dengan memanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa menunjukkan  interpretasi tinggi. Penguasaan konsep oleh siswa juga mengalami peningkatan dengan rata-rata N-gain 57,90. Sehingga pembelajaran menggunakan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar efektif untuk meningkatkan aktivitas belajar dan penguasaan konsep oleh siswa.Kata kunci : aktivitas belajar, ekosistem, lingkungan sebagai, penguasaan konsep, sumber belaja

    HUBUNGAN ANTARA MINAT DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI

    Get PDF
    The objective of this research was to know the correlation between students’ interest and learning motivation toward biology learning product on the subject at SMAN 1 Way Tuba. The subjects of the research were the students of grade X that were chosen based on purposive sampling technique. The interest and learning motivation data were taken from questionnaire, while the learning product data was taken from block test. The data was analyzed using simple correlation (bivariate pearson) and double correlation. The result showed that there was a correlation between interest and learning product with the correlation grade 0.628 that categorized as strong, there was a correlation between learning motivation and learning product with the correlation grade 0.716 that categorized as strong, there was a correlation between interest and learning motivation  0.817 that categorized as strong. So, the interest and learning motivation have correlation with learning product, as good as the interest and motivation students, the learning product would be good.Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara minat dan motivasi belajar dengan hasil belajar biologi siswa SMA N 1 Way Tuba. Subyek pada penelitian ini siswa kelas X yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Data minat dan motivasi belajar diambil dari angket, sedangkan data hasil belajar diambil dari tes uji blok. Data dianalisis menggunakan korelasi sederhana (bivariate pearson) dan korelasi ganda. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara minat dengan hasil belajar dengan angka korelasi 0,628 berkategori kuat, ada hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar dengan angka korelasi 0,716, berkategori kuat, ada hubungan antara minat dan motivasi belajar dengan hasil belajar dengan korelasi 0,817 berkategori kuat. Jadi, minat belajar dan motivasi belajar dengan hasil belajar memiliki hubungan, semakin baik minat dan motivasi belajar siswa maka semakin baik hasil belajar yang diperoleh siswa.Kata kunci :  biologi, hasil belajar, minat, motivasi belaja

    EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN BERBASIS PRAKTIKUM TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN SIKAP ILMIAH SISWA

    Get PDF
    This research aimed to know the effectiveness of laboratory based learning on student science process skills (KPS) and  scientific attitudes. The design was pretest-posttes non equivalent group by purposive sampling so those class VII H and VII I were choosen as subject. The quantitative data  was KPS that analyzed by t test and U test. The average value of pretest and posttest with pretest average of 39,09; posttest average of 73,85; and an average gain of 0,16. The average increase in all KPS aspects that were observed had moderate criteria (34,52). The qualitative data were obtained from observation and questionnaire, analyzed descriptively. Observation result of KPS had high criteria (81,67), the observation of a scientific attitude had a very high criteria (89,77) and from students questionnaire data showed nearly all students have a scientific attitude. Thus, it can be concluded that laboratory based learning is effective in improving students KPS and scientific attitude.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pembelajaran berbasis praktikum terhadap keterampilan proses sains (KPS) dan sikap ilmiah siswa. Desain yang digunakan adalah pretes-posttes kelompok non ekuivalen dengan purposive sampling sehingga kelas VII H dan VII I diambil sebagai subjek. Data kuantitatif berupa KPS siswa dianalisis dengan uji t dan uji U. Diperoleh rata-rata pretes 39,09; rata-rata postes 73,85; dan rata-rata gain 0,16. Rata-rata peningkatan KPS dalam semua aspek yang diamati berkriteria sedang (34,52). Data kualitatif berupa KPS dan sikap ilmiah siswa diperoleh melalui lembar observasi dan angket yang dianalisis secara deskriptif. Hasil observasi KPS memiliki kriteria tinggi (81,67), sikap ilmiah memiliki kriteria sangat tinggi (89,77) dan dari data angket sikap ilmiah siswa menunjukkan hampir semua siswa memiliki sikap ilmiah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis praktikum efektif dalam meningkatkan KPS dan sikap ilmiah siswa.Kata kunci : fotosintesis, keterampilan proses sains, pembelajaran berbasis praktikum, sikap ilmia

    PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PREDICT OBSERVE EXPLAIN TERHADAP AKTIVITAS DAN PEMAHAMAN KONSEP

    Get PDF
    This research aimed to know the effect of Predict Observe Explain (POE) towards students learning activities and conceptual understanding. Samples were VIIA and VIIC that was choosen by purposive sampling. Research design was pretest-postest non equivalent group. The quantitative data were student conceptual understanding from pretest, postest score and N-gain which were analyzed using t-test and U-test. The qualitative data were students learning activities data and questionnaire responses that were analyzed descriptively. The result showed that the students learning activities increased in every aspect which was 70,83. POE learning model can improve students conceptual understanding with N-gain average 73,05. Improvement of students conceptual understanding was significant on C4 indicator cognitif. But, it was not significant on C2 and C3 indicator cognitif.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Predict Observe Explain (POE) terhadap aktivitas belajar dan pemahaman konsep siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIIA dan VIIC yang dipilih dari populasi secara purposive  sampling. Desain penelitian ini adalah pretes postes kelompok tak ekuivalen. Data kuantitatif diperoleh dari rata-rata nilai tes yang dianalisis menggunakan uji-t dan uji-U.Data kualitatif berupa data aktivitas siswa dan angket tanggapan siswa yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa meningkat di setiap aspek dengan rata-rata 70,83. Penggunaan model pembelajaran POE dapat meningkatkan pemahaman konsep oleh siswa dengan rata-rata N-gain sebesar 73,05. Peningkatan pemahaman konsep oleh siswa secara signifikan terjadi pada indikator aspek kognitif C4. Namun, tidak signifikan terjadi pada indikator C2 dan C3.Kata kunci : aktivitas belajar, model pembelajaran predict observe explain (POE), pemahaman konse

    PERTUMBUHAN AKAR KECAMBAH KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus L.) DI BAWAH PENGARUH MEDAN MAGNET

    Get PDF
    The purpose of this study was to determine the effect of long exposure of 0.1 mT magnetic field to root length of mung bean sprouts and the results of the research are used as material for making student’s worksheets. Research compiled in acompletely randomized design (CRD) with one factor that is a long exposure of 0.1mT magnetic field consisting of control (0 min), 7'48", 11'44" and 15'36". The mung beans used in the research were variety of Arta Ijo. The parameters measured were seedling root length. Data were analyzed variance followed by LSD test at level α = 5%. The results showed that 0.1 mT magnetic field exposure affects root length of mung bean sprouts. Treatment led to the highest root growth is 15'36". Experts test results on the student’s worksheet show that it  can be used as a source of learning material.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama pemaparan medan magnet 0,1 mT terhadap panjang akar kecambah kacang hijau dan hasilnya dijadikan bahan untuk membuat LKS. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu lama pemaparan medan magnet 0,1 mT yang terdiri atas kontrol (0 menit), 7'48", 11'44" dan 15'36". Kacang hijau yang digunakan adalah varietas Arta Ijo. Parameter yang diukur adalah panjang akar kecambah. Data dianalisis ragam dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf α=5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaparan medan magnet 0,1 mT memengaruhi panjang akar kecambah kacang hijau.  Perlakuan yang menyebabkan pertumbuhan akar tertinggi adalah 15'36". Hasil uji ahli terhadap LKS yang disusun menunjukkan bahwa LKS tersebut layak dijadikan sumber belajar. Kata kunci :  kacang hijau, LKS, medan magnet, panjang akar kecamba

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

    Get PDF
    This study aimed to know the influence of guided inquiry learning model toward students critical thinking (SCT) skill on living organism characteristic subject matter. This study used design pretest posttest non equivalent. The sample are VII A andVII B class that was elected by using cluster random sampling technique. The quantitative data which obtained was gain which analyzed using t-test at SPSS 17 program. The results showed  increased of to SCT skill which average N-gain of experiment class 29.67 was higher than control class 24.55. The average SCT skill of experiment class was increased on 22.2 %. The average percentage of students learning activitied in all aspects of that observed in experimental class was higher than the class of controls (experiment = 70.72; control = 66.52). Thus it can be concluded that guided inquiry learning model was influenced toward SCT skill on living organism characteristics subject matter as significantly. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh  model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok ciri-ciri makhluk hidup terhadap Kemampuan Berpikir Kritis (KBK) siswa. Desain penelitian ini adalah pretes postes kelompok tak ekuivalen. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII A dan VIIB yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Data kuantitatif berupa gain yang dianalisis menggunakan uji-tdengan program SPSS 17. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan KBK siswa pada kelas eksperimen dengan rata-rata gain 29,67 lebih tinggi dari rata-rata gain pada kelas kontrol 24,55. Selain itu, rata-rata indikator KBK siswa pada kelas eksperimen juga mengalami peningkatan 22,2 %. Rata-rata persentase aktivitas belajar siswa dalam semua aspek yang diamati pada kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol (eksperimen = 70,72; kontrol = 66,52). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan inkuiri terbimbing berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan KBK dan aktivitas belajar siswa pada materi pokok ciri-ciri makhluk hidup.Kata kunci: ciri-ciri makhluk hidup, inkuiri terbimbing, kemampuan berpikir kriti

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

    Get PDF
    The purpose of the study was to know the influence of using problem based learning on students critical thinking ability and material mastery of students on the subject of environmental management. Samples of the study were the students of class VII E and VII F, which selected by cluster random sampling technique. The quantitative data was obtained from pretest, posstest that was statistically analyzed by U-test. The qualitative data was students activity and critical thinking ability, that was analyzed descriptively. The result showed that the activities of cooperation with friends, discussion activities, thinking ability were increase with the average value of n-gain 32,57%. So, it can be concluded that PBL model has significant influence on students critical thinking ability.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran PBL terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi pokok pengelolaan lingkungan. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII E dan VII F yang dipilih secara acak dengan teknik cluster random sampling. Data kuantitatif diperoleh dari nilai pretes, postes dianalisis secara statistik menggunakan uji U. Data kualitatif berupa aktivitas belajar dan angket tanggapan siswa yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas bekerjasama dengan teman, melakukan kegiatan diskusi, mempresentasikan hasil diskusi kelompok mengalami peningkatan. Hasil kemampuan berpikir kritis juga mengalami peningkatan sebesar 32,57%. Dengan demikian, pembelajaran menggunakan model PBL berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.Kata kunci : aktivitas belajar siswa, kemampuan berpikir kritis, pengelolaan lingkungan, problem based learnin

    PENGGUNAAN METODE INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KPS DAN PENGUASAAN KONSEP OLEH SISWA

    Get PDF
    This research aimed to know the effect of guided inquiry method towards student conceptual understanding and science process skill. Samples were VIIA and VIIB that was chosen by purposive sampling. This research design was pretest-postest non equivalent group. The quantitative data was obtained from the average  value of test that analyzed using t-test andU-test. The qualitative data was student quostionnaire responses that analyzed descriptively. The result showed that the guided inquiry method can not improved student science process skillthat proof fromN-gain average 56,12. Whereas guided inquiry method can improved student conceptual understanding with average 60,41. Beside that, most student (100%) gave positive response towards guided inkuiri method. Thus, using guided inquiry method can not improved student science process skill signicantly but guided inquiry method can improved student conceptual understanding significantly.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains dan penguasaan konsep siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIIA dan VIIB yang dipilih dari populasi secara purposive  sampling. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pretes postes kelompok tak ekuivalen. Data kuantitatif diperoleh dari rata-rata nilai tes yang dianalisis menggunakan uji-t dan uji-U.Data kualitatif berupa data angket tanggapan siswa yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode inkuiri terbimbing tidak meningkatkan secara signifikan keterampilan proses sains siswa dengan rata-rata N-gain 56,12. Akan tetapi, penggunaan metode inkuiri terbimbing meningkatkan secara signifikan penguasaan konsep siswa dengan rata-rata N-gain 60,41. Sejalan dengan hal itu, semua siswa (100%) memberikan tanggapan positif terhadap penggunaan metode inkuiri terbimbing. Dengan demikian, penggunaan metode inkuiri terbimbing tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan proses sains tetapi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan penguasaan konsep siswa. Kata kunci : inkuiri terbimbing, keterampilan proses sains, penguasaan konse

    PENGARUH PENGGUNAAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN PROSES SAINS

    Get PDF
    This study was aimed to determine the effect of Student Work Sheet based on Guided Inquiry of Science Process Skill. Study design was pretest-posttest non-equivalent group. Samples were VIIG dan VIIH, chosen by Purposive  Sampling. Quantitative data which obtained from the average value of test were analyzed by t-test and U-test.  The qualitative data was students Science Process Skill from the observation sheet and questionnaire responses that analyzed descriptively. The results showed  that the use of Student Work Sheet based on Guided Inquiry can improve students Science Process Skill. It shown by the experimental class value of  N-gain 0,75 was higher then control class N-gain 0,57, its different significantly. Observation result of Science Process Skill has high criteria (81%), and most of the students gave positive respond to Student Work Sheet based on Guided Inquiry. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) Inkiri Terbimbing terhadap Keterampilan Proses Sains (KPS). Desain penelitian pretes-postes kelompok tak ekuivalen Sampel penelitian siswa kelas VIIG dan VIIH, dipilih secara Purposive  Sampling. Data penelitian berupa data kuantitatif yang diperoleh dari nilai rata-rata tes yang dianalisis menggunakan uji-t dan uji-U. Data kualitatif berupa data KPS yang diperoleh dari lembar observasi dan angket tanggapan siswa yang dianalisis secara deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan penggunaan LKS Inkuiri Terbimbing dapat meningkatkan KPS siswa, terlihat pada rata-rata N-gain kelas eksperimen lebih tinggi sebesar 0.75 berbeda signifikan dengan kelas kontrol rata-rata N-gain sebesar 0,57. Hasil rata-rata persentase observasi KPS memiliki kriteria tinggi (81%) dan sebagian besar siswa memberikan tanggapan positif terhadap penggunaan LKS Inkuiri Terbimbing. Kata kunci : fotosintesis, keterampilan proses sains, LKS inkuiri terbimbing

    PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

    Get PDF
    This research aims to know the influence of GI type of cooperative learning toward students’ critical thinking ability. This research design is prettest-posttest non equivalent group. Samples were IXb and IXc that was chosen through cluster random sampling. The quantitative data was obtained from the average value of test were analyzed using t-test and U test. The qualitative data was description of students’ activity. The results of this research showed that students’ critical thinking ability was increasing with average of gain was 0.30 and had low criteria. The average of percentage whole of students’ activity include teamwork, presentation, asking, and answer had precisely citeria (59.49%). However, the increase of students’ critical thinking ability increased significantly, so can be concluded that GI type of cooperative learning has significant influence in increasing this ability.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran kooperatif tipe GI terhadap Kemampuan Berpikir Kritis (KBK) siswa. Desain penelitian adalah pretes-postes kelompok tak ekuivalen. Sampel penelitian adalah kelas IXb dan IXc yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Data kuantitatif berupa rata-rata nilai tes yang dianalisis menggunakan uji-t dan uji U. Data kualitatif berupa aktivitas belajar siswa yang dianalisis secara deskriptif. Hasilnpenelitian menunjukkan bahwa KBK siswa mengalami peningkatan dengan rata-rata gain 0.30 dan berkriteria rendah. Adapun Rata-rata persentase aktivitas siswa yang meliputi bekerja sama, menyajikan hasil akhir, bertanya, dan menanggapi secara keseluruhan berkriteria cukup (59.49%). Meski demikian, peningkatan KBK siswa terjadi secara signifikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe GI berpengaruh signifikan dalam meningkatkan KBK siswa.Kata kunci : aktivitas belajar, GI, KB

    417

    full texts

    474

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇