Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah
Not a member yet
474 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN BAHAN AJAR LEAFLET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
The purpose of this study was to know the influence of using teaching aid leaflet to improve student learning result. This study design was pretest-post test non equivalent group. Samples were VIIIE and VIIID was chosen by cluster random sampling. This research data the form of quantitative data obtained from the average of pretest, posttest and N-gain score, then that were analyzed using U test and qualitative data obtained from the observation sheet of learning activities and questionnaire leaflet teaching aid interesting that were analyzed decriptively. The result showed that N-gain average score (59.7). The students learning activity increased by enough criteria (72.7). In addition, most students gave respond positively with used of teaching aid leaflet. Thus, it could be concluded that learning use teaching aid leaflet was influenced significant to improve learning result and activities of students on the material of human movement system. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan ajar leaflet dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Desain penelitian adalah pretes-postes kelompok non ekuivalen. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIIIE dan VIIID yang dipilih dari populasi secara clusster random sampling. Data penelitian ini berupa data kuantitatif yang diperoleh dari rata-rata nilai pretes, postes dan N-gain, kemudian dianalisis dengan uji U, dan data kualitatif berupa aktivitas belajar siswa dan tanggapan siswa yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai N-gain (59,7). Hasil rata-rata aktivitas belajar siswa juga mengalami peningkatan dengan kriteria cukup (72,7). Sebagian besar siswa memberikan tanggapan positif terhadap penggunaan bahan ajar leaflet. Dengan demikian, pembelajaran menggunakan bahan ajar leaflet berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa dan aktivitas siswa siswa pada materi pokok sistem gerak manusia. Kata kunci : aktivitas belajar, hasil belajar, leaflet, sistem gerak manusi
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOMPOS DAN PENYIRAMAN TERHADAP KECEPATAN PERTUMBUHAN KACANG HIJAU
This research aimed to determine the effect of dose of compost and watering interval on the growth rate of green beans. The results of the research are used as source material for preparation Student Worksheet (SW). Research factorial was arranged in completely randomized design (CRD) with two factors and 4 replications. The first factor, compost dose: 2.5; 5.0; and 7.5 tons / ha. The second factor, watering intervals: 0,5L/ day; 0,5L/ 2 days; and 0.5 L/ 3 days (3). Parameters measured pace of growth and viability of SW as a learning resource. Data were analyzed variants and HSD at 5% level. The results showed that the dose of compost, watering intervals and the interaction between both significantly affected the rate of green bean plant growth. Mean value of the test results of the SW application to high school students, class XII was 80.84. Thus SW is declared feasible to be used as a learning resource.Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kompos dan interval penyiraman terhadap kecepatan pertumbuhan kacang hijau. Hasil penelitian digunakan sebagai sumber materi penyusunan Lembar Kerja Siswa (LKS). Penelitian disusun secara faktorial dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor dan 4 ulangan. Faktor pertama, dosis kompos: 2,5 ; 5,0; dan 7,5 Ton/Ha. Faktor kedua, interval penyiraman: 0,5L/hari; 0,5L/2hari; dan 0,5 L/3 hari (3). Parameter yang diukur kecepatan pertumbuhan dan kelayakan LKS sebagai sumber belajar. Data dianalisis varians dan BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk kompos, interval penyiraman dan interaksi antara keduanya berpengaruh nyata terhadap kecepatan pertumbuhan tanaman kacang hijau. Nilai rerata ujian hasil penerapan LKS terhadap siswa SMA kelas XII IPA adalah 80,84. Dengan demikian LKS dinyatakan layak digunakan sebagai sumber belajar. Kata Kunci : dosis kompos, kacang hijau, kecepatan pertumbuhan, penyiraman
PENGARUH MEDIA AUDIO-VISUAL MELALUI PEMBELAJARAN STAD TERHADAP AKTIVITAS DAN PENGUASAAN MATERI
This study aimed to know the influence of using audio-visual media through STAD learning in student activity and mastery of subject matter vertebrates. This study design was pretest-postest non equivalent group. Samples were students of class X1 and X2, choosen by cluster random sampling. Research data form of qualitative data that is obtained from student activity sheets observation were analyzed descriptive. The quantitative data on students' mastery of material that is obtained by pretest and posttest were analyzed by using t-test and U-test. Results research activity of students during learning process that was not an increase activity from the meeting I to the meeting II with decline of (3.3%). The mastery of subject achievement was descrease with decline (1,32%). It can be concluded that the use of audio-visual media with STAD was not influence to improve activity and mastery of subject.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media audio-visual melalui pembelajaran STAD terhadap aktivitas dan penguasaan materi pokok vertebrata. Desain penelitian pretes-postes non-ekuivalen. Sampel penelitian adalah siswa kelas X1 dan X2 dipilih secara teknik cluster random sampling. Data penelitian berupa data kualitatif yaitu aktivitas siswa diperoleh dari lembar observasi yang dianalisis secara deskriptif. Data kuantitatif yaitu penguasaan materi siswa diperoleh dari pretes dan postes yang dianalisis menggunakan uji t dan uji U. Hasil penelitian aktivitas siswa pada proses pembelajaran yaitu tidak adanya peningkatan aktivitas dari pertemuan I ke pertemuan II dengan penurunan sebesar (3,3 %). Penguasaan materi mengalami penurunan sebesar (1,32%). Dengan demikian pembelajaran media audio-visual melalui STAD tidak berpengaruh untuk meningkatkan aktivitas dan penguasaan materi.Kata kunci: aktivitas, media audiovisual, pembelajaran kooperatif tipe STAD, penguasaan materi, vertebrata
KAJIAN KEMAMPUAN GURU BIOLOGI SMA NEGERI DALAM MENGEMBANGKAN SILABUS DAN RPP
This research was aimed to know the ability of senior high school biology teacher in Pringsewu in developing syllabus, lesson plan and its suitability. The design of the research is simple descriptive. This research involved 15 senior high school biology teacher in Pringsewu. Data used assessment guide of quantitative data and analyzed descriptively. The results of research showed that senior high school biology teacher in Pringsewu had “high” criterian in developing syllabus, lesson plan and its suitability. For lesson plan, indicator competence of pre-activity showed “less” criterian and indicator competence of post-activity showed “low” criterian.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan guru biologi SMA Negeri di Kabupeten Pringsewu dalam mengembangkan silabus dan RPP serta kesesuaian antara silabus dan RPP. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif sederhana. Penelitian ini melibatkan 15 guru biologi SMA di Kabupaten Pringsewu. Data menggunakan panduan penilaian dalam bentuk data kuantitatif kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru biologi SMAN Kabupaten Pringsewu dalam mengembangkan silabus dan RPP serta kesesuaian antara silabus dan RPP berkriteria “tinggi”. Pada RPP, di indikator kompetensi kegiatan awal pembelajaran berkriteria “kurang”. dan di indikator kompetensi kegiatan penutup pembelajaran berkriteria “rendah”.Kata kunci : guru biologi, indikator kompetensi, RPP, silabus
PROFIL KEMAMPUAN GURU-GURU IPA SMP se-BANDAR LAMPUNG DALAM MELAKUKAN KEGIATAN PRAKTIKUM
Practicum is one vehicle for learning science in the implementation of the curriculum in 2013. Teacher as a model to be able to carry out practical activities. The purpose of this study was to determine the ability of junior high school science teachers in Bandar Lampung to conduct laboratory activities. The research sample were 69 junior high school science teacher in Bandar Lampung. The analysis used is descriptive analysis. The results showed that in general the average 51.7% of teachers have not been able correspondent practicum activities correctly, with details of 65% has not been able to test the activities of food substances; 29% have not been able to perform photosynthesis activity; 62% have not been able to carry out practical activities respiration test. Thus, it can be conluded that the ability of junior high school science teachers in Bandar Lampung on carrying out practical activities are still low catagorize.Kegiatan praktikum merupakan salah satu wahana pembelajaran IPA dalam implementasi kurikulum 2013. Guru sebagai model harus mampu dalam melakukan kegiatan praktikum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan guru-guru IPA SMP se-Bandar Lampung dalam melakukan kegiatan praktikum. Sampel penelitian ini adalah 69 orang guru IPA SMP se-Bandar Lampung. Analisa yang digunakan menggunakan analisis deskriptif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa secara umum rata-rata 51,7% koresponden guru belum mampu melakukan kegiatan praktikum dengan benar. Dengan rincian 65% belum mampu melakukan kegiatan uji kandungan zat makanan; 29% belum mampu melakukan kegiatan fotosintesis; 62% belum mampu melaksanakan kegiatan praktikum uji respirasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan guru-guru IPA SMP se-Bandar Lampung dalam melaksanakan kegiatan praktikum masih berkatagori rendah.Kata kunci: guru IPA, praktikum, uji fotosintesis, uji kandungan zat makanan, uji respiras
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR MELALUI METODE DISCOVERY TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS
This study was aimed to determine the effect of media use image through the discovery method of KPS. This study design was pretest-posttest non equivalent group. Samples were VIID and VIIG, chosen by cluster random sampling. This research data the form of quantitative which obtained from the average value of test were analyzed by using t-test and U-test. The qualitative data which obtained from the observation sheet of learning activities and questionnaire responses of students were analyzed descriptively. The results showed that the use of media images through the discovery method was able to improve the students KPS, it was shown at the value of (N-gain 64.39) experimental class higher and significantly different than the control classes (N-gain19.90). Learning activities of the students was also improved with average 77.78 of the experimental class and 62.79 in the control class. Most students responded positively to media images through the use of discovery methods. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan media gembar melalui metode discovery terhadap KPS. Desain penelitian pretest-posttest kelompok nonequivalent. Sampel penelitian siswa kelas VIID dan VIIG, dipilih secara cluster random sampling. Data penelitian berupa data kuantitatif yang diperoleh dari rata-rata nilai tes yang dianalisis menggunakan uji-t dan uji-U. data kualitatif yang diperoleh dari lembar observasi aktivitas belajar dan angket tanggapan siswa yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan media gambar melalui metode discovery dapat meningkatkan KPS siswa, terlihat pada nilai (N-gain 64,39) kelas eksperimen lebih tinggi dan berbeda nyata dibandingkan kelas kontrol (N-gain 19,90). Aktivitas belajar siswa juga meningkat dengan rata-rata 77,78 kelas eksperimen dan 62,79 pada kelas kontrol. Sebagian besar siswa memberikan tanggapan positif terhadap penggunaan media gambar melalui metode discovery. Kata kunci : aktivitas siswa, keterampilan proses sains, media gambar, metode discover
PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA
This experiment aimed to find out the use of the media image toword students activity and students learning result. The research designs was non equivalent pretest – posttest. The research sample were students in X1 and X2 class that was selected by purposive sampling technique. Data of the research were qualitative and quantitative. The qualitative data was gotten by students learning activity and questionnaire that was analyzed descriptively. The quantitative data were the average score of test, that was analyzed by t-test and U-test. The result showed that the students learning activity improve, expression (64.96), asking question (65.05), they were teamwork (77.42), exchanging information (82.26) and observation result presentation/group (75.46). The students learning outcomes also develop, with N-gain average score was 58.00. It was mean, that the use of the media images impact the increased students activity and students learning result. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media gambar terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa. Desain penelitian adalah pretes-postes tak ekuivalen. Sampel penelitian adalah siswa kelas X1 dan X2 yang dipilih secara purposive sampling. Data penelitian berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari aktivitas belajar siswa dan angket tanggapan siswa yang dianalisis secara deskriptif. Data kuantitatif diperoleh dari rata-rata nilai tes yang dianalisis menggunakan uji-t dan uji-U. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan yaitu mengemukakan pendapat/ide (64,96), bertanya (65,05), bekerjasama dengan teman (77,42), bertukar informasi (82,26), dan mempresentasikan hasil diskusi (75,46). Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, dengan rata-rata nilai N-gain 58,00. Dengan demikian, penggunaan media gambar berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi keanekaragaman hayati. Kata kunci : aktivitas belajar, hasil belajar, media gamba
PENGARUH PENGGUNAAN METODE DISCOVERY LEARNING TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DAN PENGUASAAN KONSEP SISWA
This research has purpose to know the influences of discovery learning method towards learning activities and conceptual understanding. Samples were VIIC and VIID that was chosen by purposive sampling. This research design was pretest-postest non equivalent group. The quantitative data was obtained from the average value of test that were analyzed using t-test and U-test.The qualitative data are student learning activities and quostionnaire responses that analyzed descriptively. The result showed that the discovery learning improved students conceptual understanding that proof by N-gain average 59,74. Students learning activity from experiment class was increased with the average score in high criteria (85,71%). Besides that, most of the students gave positive response towards audio discovery learning. Thus, discovery learning can improved students learning activities and conceptual understanding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode discovery learning terhadap aktivitas dan penguasaan konsep oleh siswa. Desain penelitian ini adalah pretes postes kelompok tak ekuivalen. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIIc dan VIID yang dipilih secara purposive sampling. Data kuantitatif diperoleh dari rata-rata tes yang dianalisis menggunakan uji U dan uji t. Data kualitatif berupa data aktivitas siswa yang dianalisis secara dekriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode discovery learning dapat meningkatkan penguasaan konsep dengan rata-rata nilai N-gain 59,74. Aktivitas belajar juga mengalami peningkatan untuk semua aspek yang diamati pada kelas eksperimen dengan kriteria tinggi (85,71%). Sejalan dengan hal itu, sebagian besar siswa memberikan tanggapan positif terhadap penggunaan dengan metode discovery learning. Dengan demikian, pembelajaran menggunakan dengan metode discovery learning dapat meningkatkan aktivitas belajar dan penguasaan konsep siswa. Kata kunci: aktivitas belajar, discovery learning, penguasaan konse
PROFIL KEMAMPUAN MAHASISWA BIOLOGI DALAM MEMBUAT LKS IPA JENJANG SMP
This research aimed to know the Biology Education of Lampung University student’s profile in composing science worksheet for junior high school. The design was simple descriptive by purposive sampling so those 19 students participated in PPL year 2013 who composed science worksheet were choosen as subject. The qualitative data were obtained from score conversion in assessment result, questionnaire, and competencies test. The assessment result showed that students had a good composing skill reviewed from format (79.91) and content (62.93) aspect. From format aspect, was categorized passable (60.09) in structure and was categorized very good both in readability and attractivity (93.68 and 85.97). From content aspect, was categorized passable (42.10 and 53.50) in composing basic and advanced Science Process Skill then was categorized good (71.93) in composing activities appropriately to Basic Competence and Lesson Plan. The student’s understanding of composing worksheet based on the both of rules was categorized passable (59.17 and 60). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Lampung dalam menyusun LKS IPA jenjang SMP. Desain yang digunakan adalah deskriptif sederhana dengan purposive sampling sehingga 19 orang mahasiswa peserta PPL tahun 2013 yang membuat LKS diambil sebagai subjek. Data kualitatif didapat dari konversi skor penilaian LKS, angket, dan uji kompetensi. Hasil penilaian menunjukan mahasiswa berkemampuan baik dalam membuat LKS IPA ditinjau dari segi format (79,91) dan isi (62,93). Dari segi format, berkategori cukup (60,09) pada susunan serta berkategori sangat baik pada keterbacaan dan kemenarikan (93,68 dan 85,97). Dari segi isi, berkategori cukup (42,10 dan 53,50) dalam menyusun muatan Keterampilan Proses Sains dasar dan lanjut serta berkategori baik (71,93) dalam menyusun kegiatan yang sesuai dengan KD dan RPP. Pemahaman mahasiswa mengenai penyusunan LKS sesuai kaidah berkategori cukup (59,17 dan 60). Kata kunci : kemampuan, LKS IPA, mahasiswa pendidikan biolog
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI LISAN DAN HASIL BELAJAR SISWA
This research was aimed at determining the effect of Jigsaw learning model to students' verbal communication skills and learning outcomes which the design was pretest posttest for non equivalent groups. The samples were students of class VII A and VII B which were selected by purposive sampling. The qualitative data such as the average score of students' oral communication skills and students' responses questionnaire were analyzed descriptively. The quantitative data were obtained from the average score of pretest, posttest, and gain then statistically analyzed using t-test and U test. The results showed that the students of experimental class had an average score of verbal communication skills with good criterion (81.48). Students’ learning outcomes had increased, with an average gain (0.57). Most of the students (96.30%) gave positive responses to the implementation of Jigsaw cooperative learning. Thus, Jigsaw cooperative learning model was influential in improving students’ oral communication skills and learning outcomes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran tipe Jigsaw terhadap kemampuan komunikasi lisan dan hasil belajar siswa dengan desain pretes-postes kelompok tak ekuivalen. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII A dan VII B yang dipilih secara purposive sampling. Data kualitatif berupa rata-rata nilai kemampuan komunikasi lisan siswa dan angket tanggapan siswa yang dianalisis secara deskriptif. Data kuantitatif diperoleh dari rata-rata nilai pretes, postes dan gain, kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji-t dan uji U. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata siswa kelas eksperimen memiliki kemampuan komunikasi lisan dengan kriteria baik (81,48). Hasil belajar siswa mengalami peningkatan, dengan rata-rata gain (0,57). Sebagian besar siswa (96,30 %) memberikan tanggapan positif terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan komunikasi lisan dan hasil belajar siswa. Kata kunci : hasil belajar, komunikasi lisan, pembelajaran kooperatif Jigsa