Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah
Not a member yet
474 research outputs found
Sort by
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOMPOS DAN PENYIRAMAN TERHADAP KECEPATAN PERTUMBUHAN KEDELAI
This study aimed to determine the effect of compost dose and watering intervals on the soybean growth. The results of the study are used as source material of Student’s Worksheet (SW). Research factorial arranged in a completely randomized design (CRD) with two factors and four replications. The first factor, compost dose: 2.5; 5; 7.5 tons/ha. The second factor, watering interval: 0.5 L/day, 0.5 L/2 days, and 0.5 L/ 3 days. The parameters measured were the soybean plants growth rate and viability of SW. Data were analyzed and tested range of HSD at 5% level. The results showed that the watering interval of 0.5 L/day significantly affected the soybean plants growth rate during the period 7-14 and 21-28 days after planting while the 0.5 L/3 days significantly in the period 14-21 days after planting. The mean value test of the SW application to students of class XII is 82. Thereby very feasible used as a source of learning.Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kompos dan interval penyiraman terhadap pertumbuhan kedelai. Hasil penelitian digunakan sebagai sumber materi penyusunan Lembar Kerja Siswa (LKS). Penelitian disusun secara faktorial dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor dan 4 ulangan. Faktor pertama, dosis kompos: 2,5; 5; 7,5 Ton/Ha. Faktor kedua, interval penyiraman: 0,5 L/hari, 0,5 L/2 hari, dan 0,5 L/3 hari. Parameter yang diukur adalah kecepatan pertumbuhan tanaman kedelai dan kelayakan LKS. Data dianalisis ragam dan diuji BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval penyiraman 0,5 L/hari berpengaruh nyata terhadap kecepatan pertumbuhan tanaman kedelai pada periode 7-14 dan 21-28 HST sedangkan 0,5 L/3hari berpengaruh nyata pada periode 14-21 HST. Nilai rerata ujian penerapan LKS bagi siswa kelas XII SMA adalah 82. Dengan demikan LKS dinyatakan sangat layak digunakan sebagai sumber belajar.Kata kunci: dosis kompos, kecepatan pertumbuhan, kedelai, penyiraman
KAJIAN MUATAN KPS PADA LKS BIOLOGI SMA
The purpose of this study to determined the matter suitability with Basic Competence (BC) and contents of Science Process Skill (SPS) that implemented in student worksheets. The research design was simple descriptive, with purposive sampling technique. The samples were biology student worksheets of class X, XI and XII in semester 1. The quantitative data obtained from the scored quantity of the matter suitability with BC and indicators of SPS in student worksheets. The result showed that biology student worksheets had average of the matter suitability with BC was 92,2% and it had implemented contents of SPS.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian materi dalam Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan Kompetensi Dasar (KD) dan Keterampilan Proses Sains (KPS) yang dikembangkan dalam LKS. Desain penelitian ini adalah desain penelitian deskriptif sederhana, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian ini adalah buku LKS Biologi kelas X, XI dan XII semester 1. Data penelitian berupa data kuantitatif yang diperoleh dari banyaknya jumlah skor yang diperoleh dari hasil penskoran terhadap kesesuaian materi LKS dengan KD dan indikator muatan KPS yang dikembangkan dalam LKS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa LKS Biologi yang digunakan SMA Negeri di Kabupaten Pringsewu memiliki tingkat kesesuaian materi LKS dengan KD rata-rata sebesar 92,2% dan termasuk ke dalam kategori tinggi serta telah mengembangkan muatan KPS.Kata kunci: LKS, kesesuaian materi dengan kompetensi dasar, KP
PENGGUNAAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS INKUIRI TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS
This research was aimed to know the effect of Student Work Sheet (SWS) based inquiry towards student Critical Thinking Skills (CTS). The samples of this research were XI IPA1 and XI IPA2 that was chosen by purposive sampling. The quantitative data was obtained from the average value of test that analyzed by using U-test. The qualitative data were description of student CTS, learning activities and questionnaire responsed that analyzed descriptively. The results of experiments showed that the improvement of student CTS was increase in experiment class with gain average (0.45) in middle criteria. Gain average on deduction skils (0.29); induction skill (0.75); and argument skill (0.63). Where as students average of learning activities was (61.70%) with middle criteria. Thus, learning used SWS based inquiry was influenced not significantly to improve students CTS.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis inkuiri terhadap KBK (Keterampilan Berpikir Kritis) siswa. Sampel penelitian adalah kelas XI IPA1 dan XI IPA2 yang dipilih secara purposive sampling. Data kuantitatif diperoleh dari rata-rata nilai tes yang dianalisis menggunakan uji-U. Data kualitatif berupa deskripsi KBK, aktivitas belajar, dan angket tanggapan siswa yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan KBK siswa pada kelas eksperimen dengan rata-rata gain (0,45) yang berkriteria sedang. Rata-rata gain pada kemampuan melakukan deduksi (0,29); keterampilan melakukan induksi (0,75); dan keterampilan mengemukakan argumen (0,63). Sedangkan rata-rata aktivitas belajar siswa sebesar (61,70%) yang berkriteria sedang. Dengan demikian, pembelajaran menggunakan LKS berbasis inkuiri berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan KBK siswa.Kata kunci : aktivitas belajar, KBK, LKS berbasis inkuir
PENGARUH MEDIA VIDEO DAN STAD TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATERI GERAK TUMBUHAN
The purpose of this research was to know the influence of using video media with STAD learning model towards students activity and students achievement. The research sample were students in VIIIa and VIIIc class that was selected by cluster random sampling. Data of the research were qualitative and quantitative that was obtained from questionnaire. The qualitative data was gotten by students learning activity and questionnaire that was analyzed descriptively. The quantitative data were the average score of test, that was analyzed by t and U test. Result of research indicate that mean of student learning activity have good criteria at the highest aspect of working together (89.25). Increasing of student achievement also happend in cognitif aspect (C1) with gain (0.54). It means, using video media with STAD learning model significantly influenced the improvement of students learning activity and students achievement in motion of plant subject matter.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video dengan model pembelajaran STAD terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIIIa dan VIIIc yang dipilih secara cluster random sampling. Data penelitian berupa data kualitatif dan kuantitatif berupa hasil belajar. Data kualitatif diperoleh dari aktivitas belajar siswa dan angket tanggapan siswa yang dianalisis secara deskriptif. Data kuantitatif diperoleh dari rata-rata nilai tes yang dianalisis menggunakan uji t dan uji U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa rata-rata berkriteria baik pada aspek tertinggi bekerja sama (89,25). Peningkatan hasil belajar juga terjadi pada indikator aspek kognitif (C1) dengan rata-rata gain (0,54). Dengan demikian, penggunaan media video dengan model pembelajaran STAD berpengaruh signifikan terhadap peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi gerak pada tumbuhan.Kata kunci : aktivitas belajar, gerak tumbuhan, hasil belajar, media video, STA
PENGARUH BAHAN AJAR MODUL REMEDIAL TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA
This study was aimed to know the influence of using remedial modules learning material on the minimum completeness criteria (MCC) student achievement. The research design was equivalent control group. Samples were all of the VIII class who have remedial and was selected by purposive sampling. The research data were quantitative and qualitative. The quantitative data were the average of pretest, posttest and gain were analyzed by U-test. The qualitative data was the student responses questionnaire were analyzed decriptively. The results showed that student achievement was increase with value average of pretest (35.38); posttest (73.42); and gain (0.59). The most of students (90.44%) gived positive respond to the using of remedial modules learning material. Thus, learning use remedial modules learning material influence to increas the MCC in the Human Circulatory System subject matter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan ajar modul remedial terhadap pencapaian kriteria ketuntasan minimal (KKM) siswa. Desain penelitian adalah kelompok kontrol ekivalen. Sampel penelitian adalah seluruh kelas VIII yang mengalami remedial dan dipilih secara purposive sampling. Data penelitian berupa kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari rata-rata nilai pretest, postest dan gain yang dianalisis menggunakan uji U. Data kualitatif berupa angket tanggapan siswa yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar mengalami peningkatan dengan rata-rata nilai pretest (35,38); posttest (73,42); dan gain (0,59). Sebagian besar siswa (90,44%) memberikan tanggapan positif terhadap penggunaan bahan ajar modul remedial. Dengan demikian, pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar modul remedial berpengaruh dalam meningkatkan KKM siswa pada materi pokok Sistem Peredaran Darah Manusia. Kata kunci : hasil belajar kognitif siswa, modul remedial, sistem peredaran darah manusi
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN LC 5 FASE DENGAN STAD TERHADAP PENGUASAAN MATERI SISWA
This research aimed to know the comparison model LC with STAD model towards student’s learning activities and material mastery. This research design was pretest-posttest non equivalent group. Samples were VIIIA and VIIIC that was chosen by purposive sampling. The qualitative data of learning activities and student questionnaire responses which analyzed descriptively. The quantitative data obtained average value of pretest, posttest, and gain were analyzed using U-test. The result showed the STAD (0.61 value) improve student’s material mastery morethan LC (0.57 value). STAD gain of C2 indicator (0.52) and (0.97) LC; C4 indicator (0.55) STAD and (0.45) LC. The average learning activities all aspects (colaboration, search informatian, write opinions, presentation, ask question) STAD class (73.42) and (63.53) LC. Generally most of student (90.60%) gave positive response towards STAD and LC (87.56%). Thus, learning by using model STAD significan influence to improve student’s activities and material mastery.Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan penggunaan model LC dengan STAD terhadap aktivitas dan penguasaan materi siswa. Desain penelitian pretes-postes kelompok tak ekuivalen. Sampel penelitian kelas VIIIA dan VIIIC dipilih secara purposive sampling. Data kualitatif berupa aktivitas belajar dan angket tanggapan siswa di analisis secara deskriptif. Data kuantitatif rata-rata nilai pretes, postes, dan gain dianalisis menggunakan uji-t atau uji U. Hasil penelitian menunjukkan model STAD (Gain 0,61) lebih meningkatkan penguasaan materi siswa dibanding LC (Gain 0,57). Pada STAD gain indikator C2 sebesar (0,52) dan (0,97) LC; indikator C4 sebesar (0,55) STAD dan (0,45) LC. Rata-rata aktivitas belajar siswa semua aspek (Bekerja sama, mencari informasi, menulis pendapat, presentasi, mengajukan pertanyaan) kelas STAD yaitu (73,42) dan (63,53) pada LC. Sebagian siswa 90,60 %. memberikan tanggapan positif terhadap STAD dan LC 87,56 %. Dengan demikian, pembelajaran menggunakan model STAD berpengaruh signifikan meningkatkan aktivitas dan penguasaan materi siswa.Kata kunci: model LC 5 fase, model STAD, penguasaan materi, sistem pencernaa
PENGARUH PEMBELAJARAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
This research was aimed to know the effect of multimedia interactive towards learning achievement and student’s learning activities. This research design was pretest-posttest equivalent group. Samples were VIIIB and VIIIC that was chosen by purposive sampling. The result showed that the multimedia interactive can improve student’s learning achievement proof with gain average was 0.270. Gain average of C2 indicator was 0.032 and C4 indicator was 0.006. Learning activities of student’s in the experimental class for all aspects such as express opinions, ask questions, collaborate, exchanging information, and presentation earned an average 65.52% with medium criteria. Most of student (94.3%) gave positive response towards multimedia interactive. Thus, learning use multimedia interactive is significan influence to improve student’s learning achievement and student learning activities in the characteristics of digestion. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan multimedia interaktif terhadap peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa. Desain penelitian adalah pretes-postes kelompok ekuivalen. Sampel penelitian ini kelas VIIIB dan VIIIC yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan multimedia interaktif meningkatkan hasil belajar dengan rata-rata gain sebesar 0,270. Rata-rata gain pada indikator C2 0,032 dan indikator C4 sebesar 0,006. Aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen untuk semua aspek seperti mengemukakan pendapat, mengajukan pertanyaan, bekerjasama, bertukar infromasi, dan presentasi memperoleh rata-rata 65,52% dengan kriteria sedang. Sebagian besar siswa (94,3%) memberikan tanggapan positif terhadap penggunaan multimedia interaktif. Dengan demikian, pembelajaran menggunakan multimedia interaktif berpengaruh signifikan dalam meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa pada materi pokok sistem pencernaan.Kata kunci : hasil belajar, multimedia interaktif, sistem pencernaa
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DAN PENGUASAAN MATERI
This study was aimed to know the influence of using Numbered Head Together (NHT) learning model in improving student mastery of material and activity. There search design was pretest-posttest non equivalent group. Samples were VIID and VIIC, chosen by cluster random sampling. The research data were quantitative and qualitative data. The quantitative data was the N-gain data analyzed by t-test and U-test. The qualitative data was the observation sheet of learning activity, that were analyzed descriptively. The result showed that NHT learning model can improve student mastery of material with N-gain value average was 35.01. Learning activities student also improved with each percentage were team work 94.12, express the idea 74.45, present the discussion result 87.25, and ask question 88.24, and answering the question 81.37.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran tipe Numbered Head Together (NHT) terhadap aktivitas belajar dan penguasaan materi siswa. Desain penelitian pretes-postes kelompok non-ekuivalen. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIID dan VIIC, dipilih secara cluster random sampling. Data penelitian berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari data N-gain yang dianalisis menggunakan uji t dan uji U. Data kualitatif diperoleh dari lembar observasi aktivitas belajar siswa yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan model pembelajaran tipe NHT dapat meningkatkan penguasaan materi siswa, dengan rata-rata nilai N-gain 35,01. Aktivitas belajar siswa meningkat; bekerja sama dalam kelompok (94,12%), mengajukan pendapat (74,45%), mempresentasikan hasil diskusi (87,25%), mengajukan pertanyaan (88,24%), dan menjawab pertanyaan (81,37).Kata kunci: aktivitas belajar, numbered head together (NHT), penguasaan mater
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENGUASAAN KONSEP DAN AKTIVITAS SISWA
This research aimed to know the effect of audio visual teaching material towards student’s learning activities and concept mastery. Samples were VIIA and VIIB that was chosen by purposive sampling. This research design was pretest-postest non equivalent group. The quantitative data was obtained from the average value of test that were analyzed using t-test and U-test. The qualitative data are student learning activities data’s and quostionnaire responses that were analyzed descriptively. The result showed that the audio visual teaching material can improve student’s concept mastery was proof with N-gain average 59,4. Whereas student’s learning activities were observed in experiment class was increase with the average score of all aspect was high criteria (75,4%). Beside that, most student (97%) gave positive response towards audio visual teaching material. Thus, using audio visual teaching material was significant to improve student’s learning activities and concept mastery.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media audio visual terhadap penguasaan konsep dan aktivitas siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIIA dan VIIB yang dipilih dari populasi secara purposive sampling. Desain penelitian ini adalah pretes postes kelompok tak ekuivalen. Data kuantitatif diperoleh dari rata-rata nilai tes yang dianalisis menggunakan uji-t dan uji-U. Data kualitatif berupa data aktivitas siswa dan angket tanggapan siswa yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa dengan rata-rata N-gain 59,4. Selain itu aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen juga mengalami peningkatan untuk semua aspek dengan rata-rata aktivitas berkriteria tinggi (75,4%). Sejalan dengan hal itu, sebagian besar siswa (97%) memberikan tanggapan positif terhadap penggunaan media audio visual. Dengan demikian, penggunaan media audio visual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan penguasaan konsep dan aktivitas belajar siswa.Kata kunci : keanekaragaman ciri makhluk hidup, media audio visual, penguasaan konsep
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA
This study aims to determine the effect of the implementation of STAD cooperative learning model to the students' science process skills. This study was a quasi experimental pretest posttest design with non equivalent group. The samples were VIII1 and VIII4 graders selected from the population by purposive sampling. The data of this research is quantitative and qualitative data. The quantitative data was obtained from the average value of pretest and posttest were statistically analyzed using the U-test and the qualitative data in the form of the observation of students' learning activities are analyzed in a descriptive and questionnaire responses of students to the application of cooperative learning model STAD. The results of this study showed that an increase in students' science process skills in the experimental class with an average gain of 63.30 N-gain was higher than the N-gain control class 50.96.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipeSTAD terhadap keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimental dengan desain pretes postes kelompok tak ekuivalen. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII1 dan VIII4 yang dipilih dari populasi secara purposive sampling. Data penelitian ini berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari rata-rata nilai pretes dan postes yang dianalisis secara statistik menggunakan uji-U dan data kualitatif berupa hasil observasi aktivitas belajar siswa yang dianalisis secara deskriftif dan angket tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadinya peningkatan keterampilan proses sains siswa pada kelas eksperimen dengan rata-rata N-gain 63,30 lebih tinggi dari N-gain kelas kontrol 50,96. Kata kunci : aktivitas belajar, KPS, struktur dan fungsi jaringan tumbuhan, STAD