Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah
Not a member yet
474 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Pembelajaran Biologi Berbasis Flash pada Materi Sistem Pencernaan Manusia Kelas XI
Thisstudy aimed to produceFlash-basedlearningmedia on the human digestion system of XIth grade. The research design wasResearchandDevelopment (R&D).The subject were students of XI IPA 1 as experiment class and X IIPA 2 as control class at SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Thisresearch done by threesteps, pre-study, development,andevaluation. Questionnaire was used to collect qualitative data by subject matter expert test, media expert test, language expert test, and attractiveness test which analyzed descriptively. Test was used to collect quantitative data by effectiveness test which analyzed using Mann-Whitney U test. The resultsshowed thatFlash-based biology learning media was appropriatewith the requirements. Effectiveness testshowed that average oflearningoutcomes ofexperiment class was higherthancontrolclass(experiment= 79,26;control=70,59) and got probability 0,008.Attractiveness test was 3,28with valueassessment wasinteresting.Penelitian ini bertujuan menghasilkan media pembelajaran berbasis Flash pada materi sistem pencernaan manusia pada kelas XI. Desain penelitian yang digunakan adalah Research and Development, subjek uji coba adalah kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol pada SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap yaitu studi pendahuluan, pengembangan, dan evaluasi. Angket digunakan untuk mengumpulkan data kualitatif melalui uji ahli materi, uji ahli media, uji ahli bahasa, uji praktisi, dan uji kemenarikan yang dianalisis secara deskriptif. Tes digunakan untuk mengumpukan data kuantitatif melalui uji efektivitas yang dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran biologi berbasis Flash sesuai dengan kebutuhan. Hasil uji efektivitas menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (eksperimen = 79,26; kontrol = 70,59) dengan probabilitas sebesar 0,008. Uji kemenarikan memperoleh nilai kelayakan 3,28 dengan penilaian menarik.Kata kunci: biologi, flash, media pembelajaran, sistem pencernaan manusi
Efektivitas Formasi Tempat Duduk terhadap Hasil Belajar Siswa SMP
This study aimed to determine theeffectiveness of seating formation towards student learning outcomes on interactions between organisms and their environmentsubject. The research design was pretest-posttest non-equivalent groups. The population was all students of VII grade of Junior High School 1 Gadingrejo. The samples were VII8, VII9, and VII10grades student which were selected by purposive sampling technique. This research data were the result of students pretest-posttest, students self-assessment sheets affective aspects, and students observation sheets psychomotor aspects. Cognitive aspects of learning outcome data were analyzed by One-Way Anova test and by Independent Sample t-test, affective and psychomotor aspects learning outcomes were analyzed by Qualitative Achievement Index and calculated the score improvement. The results showed that the I experiment class had the highest cognitives N-gain and score improvement (affective and psychomotor). So, there were differences of effectiveness of the three seating formations that applied towards student learning outcomes on interactions between organisms and their environment subject.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas formasi tempat duduk terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya. Desain penelitian ini adalah desain pretes-postes non ekuivalen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Gadingrejo. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII8, VII9, dan VII10yang diambil dengan teknikpurposivesampling. Data penelitian ini berupa hasil belajar siswa yang diperoleh melalui pretes-postes, lembar penilaian diri aspek afektif siswa, dan lembar pengamatan aspek psikomotorik siswa. Data aspek kognitif kemudian dianalisis dengan ujiOne-Way Anovayang dilanjutkan dengan ujiIndependent Sample t-test, data aspek afektif dan aspek psikomotorik dianalisis menggunakan IPK serta dihitung peningkatan nilainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen I memilikiN-gainkognitifdanpeningkatan nilai (afektif dan psikomotorik) tertinggi. Jadi, terdapat perbedaan efektivitas dari ketiga formasi tempat duduk yang diterapkan terhadap hasil belajar siswa materi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya.Kata kunci:efektivitas, formasi tempat duduk, hasil belaja
Analisis Pelaksanaan Praktikum dan Permasalahannya pada Materi Organisasi Kehidupan di Kelas VII
This study aimed to analyze the implementation and problems on the life organization subject practicum of junior high schools grade VII students in Labuhan Ratu. The sample selection used purposive sampling technique. The design used is exploratory research design. Research data were obtained from questionnaires, interviews, and observations, then the data were analyzed descriptively using Miles and Huberman model. The researchs result showed that the implementation of life organization subject practicum has good criteria, with percentage average of practicum phases which have good criteria, and average of worksheet practicum which has good enough criteria. The problems encountered during the practicum exercise are the limited number of light microscopes, preserved animal and plant cells specimens, and students practicum worksheets prepared by the teacher only have good enough criteria. Thus, it can be concluded that the implementation of life organization subject practicum in Labuhan Ratu has good criteria, although there are some problems in the implementation.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan dan permasalahan praktikum materi organisasi kehidupan di SMP kelas VII se-Kecamatan Labuhan Ratu. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Desain yang digunakan adalah desain riset eksploratori. Data penelitian diperoleh dari angket, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan praktikum materi organisasi kehidupan berkriteria baik, dengan rata-rata persentase tahapan pelaksanaan praktikum berkriteria baik, serta rata-rata penyusunan LKS praktikum berkriteria cukup baik. Permasalahan yang ditemui saat pelaksanaan praktikum adalah keterbatasan jumlah mikroskop cahaya, keterbatasan jumlah preparat awetan sel hewan dan tumbuhan, serta LKS praktikum yang disusun oleh guru hanya bekriteria cukup baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan praktikum materi organisasi kehidupan se-Kecamatan Labuhan Ratu memiliki kriteria baik, walaupun terdapat beberapa permasalahan di dalam pelaksanaannya.Kata kunci: organisasi kehidupan, pelaksanaan praktikum, permasalahan praktiku
GAYA BELAJAR BERDASARKAN GENDER DAN HUBUNGANNYA DENGAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA SMP
The study aim was to describe the learning style based on gender and its correlation with students learning achievement. The type of research used is qualitative descriptive. The research samples were 259 students of class VIII SMP Tanjung Karang Barat sub-district that were selected by purposive sampling. The research data were learning styles and learning achievement, that were obtained from questionnaires and written tests, data were analyzed descriptively and statistically using different test Mann-Whitney U and Kendall's Tau correlation test. As a result, auditory learning styles more dominant than the visual and kinesthetic learning styles. On test Mann-Whitney U there was no significant difference between the auditorial learning styles of male and female students. There was significant differences between visual learning styles and kinaesthetic learning styles between male and female students. There was no significant correlation between learning styles with learning achievement of male and female students.Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan gaya belajar berdasarkan gender dan hubungannya dengan hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sampel penelitian adalah 259 siswa kelas VIII SMP se-Kecamatan Tanjung Karang Barat yang dipilih secara purposive sampling. Data penelitian berupa gaya belajar dan hasil belajar, diperoleh dari angket dan tes tertulis pilihan jamak, dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan uji beda Mann-Whitney U dan uji korelasi Kendalls Tau. Hasilnya, jumlah siswa dengan gaya belajar audiotorial lebih dominan dibandingkan gaya belajar visual dan kinestetik. Pada Uji Mann-Whitney U tidak terdapat perbedaan signifikan antara gaya belajar auditorial antar siswa laki-laki dan perempuan, terdapat perbedaan signifikan antara gaya belajar visual dan gaya belajar kinestetik antar siswa laki-laki dan perempuan. Tidak terdapat korelasi yang signifikan antara gaya belajar dengan hasil belajar pada siswa laki-laki dan perempuan.Kata kunci: gaya belajar, gender, hasil belajar, pembelajaran IP
Kesulitan Guru IPA Kelas VIII dalam Merencanakan dan Melaksanakan Asesmen
This research aimed to gain the difficulty of science teachers in planning and implementation the assessment. The difficulties of science teachers in planning and implementation the assessment were affective, cognitive, and psychomotoric. The research's sample were science teachers of VIII grade in Teluk Betung Utara. Descriptive design was applied in this research. The writer collected the data from questionnaire and interview. The result of these questionnaires showed the difficulty of science teachers in planning the assessment that classified as moderate in determining the aim of assessment indicator, arranging the instrument and latticework, writing the question based on latticework and guideline of writing a question, determining the criteria of quality question, and arranging suspension guidelines. The difficulty of science teachers in implementing the assessment was classified as moderate of assessment implementing indicator of affective, cognitive, and psychomotoric. Conclusion in this research that were teachers difficulty in planning and implementation the asssessment could be classified as moderate criteria.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan guru IPA dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen. Kesulitan guru IPA dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen yaitu ketiga ranah afektif, kognitif, dan psikomotorik. Sampel pada penelitian ini menggunakan sampel jenuh yakni semua guru IPA kelas VIII di SMP Negeri se-Kecamatan Teluk Betung Utara. Desain pada penelitian ini adalah desain deskriptif. Analisis data kualitatif diperoleh dari hasil angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan kesulitan guru IPA dalam merencanakan asesmen tergolong kriteria cukup pada indikator menetapkan tujuan asesmen, menyusun instrumen, menyusun kisi-kisi soal, menulis soal berdasarkan kisi-kisi dan kaidah penulisan soal, menentukan kriteria mutu soal, serta menyusun pedoman penskoran. Kesulitan guru IPA dalam melaksanakan asesmen tergolong kriteria cukup pada indikator pelaksanaan asesmen ranah afektif, kognitif, dan psikomotorik. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu kesulitan guru dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen termasuk dalam kriteria cukup.Kata kunci: asesmen, guru IPA, kesulitan, melaksanakan, merencanaka
Analisis Pelaksanaan Praktikum dan Permasalahannya di SMP se-Kecamatan Rajabasa Kotamadya Bandar Lampung
This study aims to analyze: the implementation of the practicum and problems that occur in the implementation of practicum in junior high school in Kecamatan Rajabasa Bandar Lampung. The samples of this research were science teacher of class VII taken by purposive sampling technique. Qualitative research data were obtained from questionnaires, interviews, photographs or videos, worksheet observation sheets, stages of practicum implementation, LKS-Practicum/LKPD-Practicum, and science teacher profile from instrument triangulation techniques. This research data were analyzed descriptively by Milles and Huberman technique model. The result of this research showed that the practicum implementation with the average that was very good criteria and the stages of the practice was very good criteria, and the teacher ability in the preparation of LKS-Practicum/LKPD-Practicum was very good. Problems that occur in the implementation of laboratory tools were practicum like a microscope, and materials such as plant and animal microscopic preparations.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan praktikum dan permasalahan yang terjadi di SMP se-Kecamatan Rajabasa Kotamadya Bandar Lampung. Sampel penelitian adalah guru IPA kelas VII yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data penelitian berupa data kualitatif yang diperoleh dari angket, wawancara, foto atau video, lembar observasi permasalahan praktikum, tahapan pelaksanaan praktikum, LKS-praktikum/LKPD-praktikum, dan biodata mengenai pendidikan guru IPA yang diambil dengan teknik triangulasi instrumen. Data penelitian ini dianalisis secara deskriptif dengan teknik model Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan praktikum dengan rata-rata persentase pelaksanaan praktikum yang dilakukan oleh guru dan siswa berkriteria sangat baik dan tahapan pelaksanaan praktikum berkriteria sangat baik, serta kemampuan guru dalam menyusun LKS-praktikum/LKPD-praktikum berkriteria sangat baik. Permasalahan yang terjadi dalam pelaksanaan praktikum yaitu keterbatasan alat untuk praktikum seperti mikroskop, dan keterbatasan bahan seperti preparat awetan tumbuhan dan hewan.Kata kunci: guru IPA, pelaksanaan praktikum, permasalahan praktiku
Kesulitan Pada Guru IPA SMP dalam Merencanakan dan Melaksanakan Asesmen
This study aim was to identify the difficulties of junior high school science teachers in planning and implementing the assessment. The sample were 30 junior high school science teachers in Tanjungkarang Pusat dan Tanjung Senang on the academic year of 2016/2017that were selected by non probability sampling technique. This research design was descriptive. Data of the difficulties of science teachers in planning and implementing the assessment were from questionnaire and interviews of the teachers that were analyze descriptively. The results showed that the average of the difficulty in planning assessment was low (35,70%) and difficulty in implementing the assessment was sufficient (40,74%). The highest indicator of difficulty in planning the assessment was creating indicators of achievement competency. While the highest indicator of difficulty in implementing the assessment was psychomotor domain, especially on observing the aspect to be assessed and set time allocation.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan guru IPA SMP dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen. Sampel penelitian ini berjumlah 30 guru IPA di SMP se-Kecamatan Tanjungkarang Pusat dan Tanjung Senang ajaran 2016/2017 yang dipilih dengan teknik sampling non probability. Desain penelitian adalah desain deskriptif. Data kesulitan guru dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen diperoleh dari hasil angket dan wawancara pada guru yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kesulitan yang dialami guru dalam merencanakan asesmen berkriteria rendah (35,70%) dan kesulitan dalam melaksanakan asesmen memiliki kriteria cukup (40,74%). Indikator kesulitan dengan rerata persentase tertinggi dalam merencanakan asesmen yaitu dalam membuat indikator pencapaian kompetensi. Sementara dalam melaksanakan asesmen yaitu pada ranah psikomotorik, khususnya dalam mengamati aspek yang dinilai dan optimalisasi alokasi waktu.Kata kunci: asesmen, guru IPA, kesulitan, melaksanakan, merencanaka
Efektivitas Formasi Tempat Duduk Siswa Kelas VII terhadap Hasil Belajar
This study aimed to determine the effectiveness of seating formation towards students learning outcomes on interaction between organisms and their environment subject in junior high school 4 Pringsewu. The research design was pretest-posttest non-equivalent groups. The population were all VII grades students and samples were VII1, VII2, and VII3 grades student which were selected by purposive sampling. This research data were the result of students learning obtained through pretest-posttest, students self assessment affective aspects and students psychomotor aspects observation sheets. Cognitive aspects data were analyzed by One-Way Anova test and t-test. The data of affective and psychomotor aspects were analyzed using Qualitative Achievement Index and calculated score improvement. The results showed that the experimental class I had N-gain and the highest score improvement each aspect. So, there were differences in the effectiveness of the three seating formations towards students learning outcomes.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas formasi tempat duduk terhadap hasil belajar siswa materi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya di SMPN 4 Pringsewu. Penelitian ini menggunakan desain pretes-postes non- ekuivalen. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas VII dan sample terpilih siswa kelas VII1, VII2, dan VII3 yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data penelitian berupa hasil belajar siswa yang diperoleh melalui pretes-postes, lembar penilaian diri afektif dan lembar pengamatan psikomotorik. Data aspek kognitif dianalisis dengan uji One-Way Anova dan uji t. Data aspek afektif dan psikomotorik dianalisis menggunakan Indeks Prestasi Kualitatif serta dihitung peningkatan nilainya. Hasil penelitian menunjukkan kelas eksperimen I memiliki N-gain dan peningkatan nilai tertinggi pada setiap aspek. Jadi, terdapat perbedaan efektivitas dari ketiga formasi tempat duduk terhadap hasil belajar siswa.Kata kunci: efektivitas, formasi tempat duduk, hasil belajar, interaksi antar makhluk hidup dan lingkunganny
MISKONSEPSI MATERI SUBSTANSI GENETIKA PADA SISWA SMA SE-KECAMATAN KEDATON BANDAR LAMPUNG
This study aimed to describe the students misconceptions and factors that affected misconceptions. Samples were 64 students that were selected using saturated sampling technique. This study design was simple descriptive. Data were obtained of students and teachers. Written test of identification misconception and questionnaire. Data analysed by CRI methods and misconceptions factors were analyzed using percentage formula and Pearson Product Moment Correlation test. The result showed that there were students's misconception of 50,76%. Students who experience the highest misconception on the concept DNA by 58,56%. Correlation test results showed by the correlation with opposite direction between students motivation annd learning method with misconception.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi siswa dan faktor yang mempengaruhi miskonsepsi. Sampel penelitian adalah siswa SMA kelas XII IPA se-Kecamatan Kedaton Bandar Lampung berjumlah 64 siswa yang dipilih menggunakan teknik Sampling Jenuh. Desain penelitian ini adalah deskriftif sederhana. Data diperoleh dari soal tes tertulis identifikasi miskonsepsi dan pemberian angket siswa dan guru. Analisis data miskonsepsi menggunakan metode CRI dan faktor penyebab miskonsepsi dianalisis menggunakan rumus persentase serta uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi miskonsepsi siswa sebesar 50,76%. Siswa yang mengalami miskonsepsi paling tinggi pada konsep DNA sebesar 58,56%. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya korelasi yang signifikan dengan arah korelasi berlawanan arah antara motivasi belajar siswa dan metode guru mengajar dengan miskonsepsi.Kata kunci: miskonsepsi, Certainty of Response Index (CRI), substansi genetika
PROFIL KETERAMPILAN BERTANYA SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA
The purpose of this study was to describe the students questioning skill and quality of male and female students question based on Bloom's taxonomy revision. This study design using simple descriptive design. The samples were selected by simple random sampling technique that were class VII-1, VII-2, VII-3, VIII-1, VIII-3 and VIII-4 junior high school. The data in were qualitative data that were the questioning skill and quality of male and female students question. The accumulation data technique used observation and questionnaire. The data were obtained from percentage with descriptive analysis. The results of this study indicate that the questioning skill of students classified in "medium" category with a percentage of 53.59%. In addition, male students was 12.32% more often asking question than female students with low-level cognitive question that was 28.46%, was dominant by level question C2 that was 16.87%.Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan keterampilan bertanya dan kualitas pertanyaan siswa laki-laki dan siswa perempuan berdasarkan taksonomi Bloom revisi. Desain penelitian menggunakan desain deskriptif sederhana. Sampel dipilih dengan teknik simple random sampling yaitu siswa kelas VII-1, VII-2, VII-3, VIII-1, VIII-3, dan VIII-4 SMP. Data penelitian berupa data kualitatif yaitu keterampilan bertanya dan kualitas pertanyaan siswa laki-laki dan perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket. Data yang telah diperoleh dihitung dalam bentuk persentase dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan bertanya siswa tergolong sedang dengan persentase sebesar 53,59%. Selain itu, siswa laki-laki diketahui 12,32% lebih banyak bertanya dibandingkan siswa perempuan dengan kualitas pertanyaan tergolong dalam pertanyaan kognitif tingkat rendah sebesar 28,46% yang didominansi oleh pertanyaan C2 sebanyak 16,87%.Kata kunci: gender, keterampilan bertanya, kualitas pertanyaan, taksonomi Bloo