Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah
Not a member yet
474 research outputs found
Sort by
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA PADA KONSEP FOTOSINTESIS DAN RESPIRASI TUMBUHAN
This research aim wasto describe students' misconception in the concept of plants photosynthesis and respiration and all factors that affected students' misconception. This research used descriptivedesign. The Samples were 351 SMP students of VIIIgrade at Tumijajar district academic year 2015/2016 which were chosen by using purposive sampling technique. Data were collectedby multipkle choicetest and student questionnaire. The test result were analyzed using the CRI, while the student questionnaire were analyzed using Pearson correlation test. The result of dataanalysis showed that students get misconception that was 57,30% with "adequate" criteria. The misconception was commonly on respiration concept with the "high" criteria (62,10%). Pearson correlation test results showed that the factors correlated to studentS misconceptions that was motivation factor. There are only 16,24% students who have learned about plant photosynthesis and respiration concept on their home before learning with teacher of the school. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran miskonsepsi siswa pada konsep fotosintesis dan respirasi tumbuhan, serta faktor yang berpengaruh terhadap miskonsepsi siswa. Desain penelitian dengan desain penelitian deskriptif. Sampel terdiri atas 351 siswa kelas VIII SMP se- Kecamatan Tumijajar pada tahun ajaran 2015/2016 yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tes CRI dan angket siswa. Hasil analisisdata menunjukkan rerata miskonsepsi siswa kelas VIII se-kecamatan tumijajar sebesar 57,30% dengan kriteria sedang. Miskonsepsi paling sering terjadi pada konsep respirasi dengan kriteria tinggi (62,10%). Hasil uji korelasi pearson angket siswa menunjukkan faktor yang berkorelasi terhadap miskonsepsi siswa yaitu faktor motivasi siswa. Hasil angket menunjukkan hanya sebesar 16,24% siswa yang belajar konsep fotosintesis dan respirasi tumbuhan dirumah sebelum belajar bersama guru disekolah. Kata kunci : CRI, miskonsepsi, fotosintesis, miskonsepsi, respira
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI MATERI IPA PADA SISWA KELAS VII SMPN 1 TANJUNG RAYA
This study were aimed to know the misconception on classification of living things, ecosystem, human population density, and the human role in environmental management on second semester of VII grade and to know was the most misconception content. This study design using simple descriptive research. The sample in this research were student of VIII A, VIII B, VIII C that were selected by simple random sampling technique. The quantitative data were obtained from the multiple choice questions and essays that were analyzed by Certainty of Response Index (CRI) method. The results showed that students with misconceptions was 20.67% with low criteria, students who do not know the concept was 37.11% with low criteria while students who know the concept was 43.46% with medium criteria.Penelitian ini bertujuan mengetahui miskonsepsi pada materi ciri dan klasifikasi makhluk hidup, ekosistem, kepadatan populasi manusia dan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan pada semester genap kelas VII dan materi yang paling banyak terjadi miskonsepsi pada siswa kelas VII. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif sederhana. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII A, VIII B, VIII C yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data kuantitatif diperoleh dari tes soal pilihan jamak dan esay yang di analisis dengan metode Certainty of Response Index (CRI).Hasil penelitian menunjukkan siswa yang mengalami miskonsepsi materi IPA semester genap pada siswa kelas VII SMP yaitu 20,67% dengan kriteria rendah, siswa yang tidak tahu konsep 37,11% dengan kriteria rendah sedangkan siswa yang tahu konsep 43,46% kriteria sedang.Kata kunci : deskriptif sederhana, miskonsepsi, simple random samplin
GAYA BELAJAR BERDASARKAN GENDER DAN HUBUNGANNYA DENGAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA SMP
The study aim was to describe the learning style based on gender and its correlation with students learning achievement. Design research was a qualitative descriptive. The research samples were 259 students of class VIII SMP Tanjung Karang Barat sub-district that were selected by purposive sampling. The research data were learning styles and learning achievement, that were obtained from questionnaires and written tests, data were analyzed descriptively and statistically using different test Mann-Whitney U and Kendall's Tau correlation test. As a result, auditory learning styles more dominant than the visual and kinesthetic learning styles. On test Mann-Whitney U there was no significant difference between the auditorial learning styles of male and female students. There was significant differences between visual learning styles and kinaesthetic learning styles among male and female students. There was no significant correlation between learning styles with learning achievement of male and female students.Keywords: gender, learning style, learning achievement, science learningPenelitian bertujuan untuk mendeskripsikan gaya belajar ber-dasarkan gender dan hubungannya dengan hasil belajar siswa. Desain penelitian berupa deskriptif kualitatif. Sampel penelitian adalah 259 siswa kelas VIII SMP se-Kecamatan Tanjung Karang Barat yang dipilih secara purposive sampling. Data penelitian berupa gaya belajar dan hasil belajar, diperoleh dari angket dan tes tertulis pilihan jamak, dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan uji beda Mann-Whitney U dan uji korelasi Kendalls Tau. Hasilnya, jumlah siswa dengan gaya belajar audiotorial lebih dominan dibandingkan gaya belajar visual dan kinestetik. Pada Uji Mann-Whitney U tidak terdapat perbedaan signifikan antara gaya belajar auditorial antar siswa laki-laki dan perempuan, terdapat perbedaan signifikan antara gaya belajar visual dan gaya belajar kinestetik antar siswa laki-laki dan perempuan. Tidak terdapat korelasi yang signifikan antara gaya belajar dengan hasil belajar pada siswa laki-laki dan perempuan.Kata kunci: gaya belajar, gender, hasil belajar, pembelajaran IP
Identifikasi Miskonsepsi Siswa pada Materi Fotosintesis dan Respirasi Tumbuhan
This research was aimed to describe the misconceptions on Photosynthesis and Respiration of Plants and the factors that can affected students misconception of 8th grade students in Gedong Tataan district. The research samples consist of 531 students that were selected by purposive sampling and using descriptive design. Data was collected by written test and analyzed with Certainty of Response Index, and students questionnaire were analyzed by Kendalls Tau Correlation test. Study result showed that percentage of students misconception on all concept was 61,27%. The percentages of misconceptions students on plants photosynthesis, respiration and photosynthesis and respiration were 60,88%, 64,03%, and 58,95%. Study result of Kendalls Tau correlation test showed that the factors affecting students misconceptions in this research was students themselves. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi siswa pada konsep fotosintesis dan respirasi tumbuhan serta faktor yang mempengaruhi miskonsepsi siswa SMP kelas VIII se-Kecamatan Gedong Tataan. Sampel penelitian terdiri dari 531 siswa dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan desain deskriptif. Pengumpulan data dengan tes tertulis dan dianalisis menggunakan Certainty of Response Index (CRI), sedangkan angket siswa dianalisis menggunakan uji korelasi Kendalls Tau. Hasil penelitian menunjukkan miskonsepsi siswa pada keseluruhan materi sebesar 61,27%. Siswa yang miskonsepsi pada konsep Fotosintesis, Respirasi Tumbuhan, serta Fotosintesis dan Respirasi Tumbuhan sebesar 60,88%, 64,03%, dan 58,95%. Hasil uji korelasi Kendalls Tau menunjukkan faktor yang mempengaruhi miskonsepsi pada penelitian ini berasal dari siswa itu sendiri.Kata kunci: Certainly of Response Index, fotosintesis, miskonsepsi, respirasi tumbuha
ANALISIS PELAKSANAAN PRAKTIKUM DAN PERMASALAHANNYA MATERI ORGANISASI KEHIDUPAN SMP KECAMATAN TANJUNGKARANG PUSAT
This study aims to analyze practicum implementation and problems about living organism of VII grade teachers on Junior High School in Tanjungkarang Pusat year 2016/2017. The sample were VII grade Sains teachers who carried out practicum of living organism that were selected by purposive sampling. Exploratory research design was used in this research. Research data were obtained from questionnaires, interviews and observations that were analyzed descriptively. The result showed that teacher's and students response to the practicum implementation, the phases of practicum, and the student worksheets by teachers had score that were 75.21%, 76.10%, 69.91%, and 49.73%. Thus, the practicum implementation by teachers and students was good, the phases of practicum have good criteria, and student worksheets by teachers were quite good. The problems in practical activities are limited; (1) laboratory facilities, (2) number of microscopes, and (3) number of animal and plant cells.Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan praktikum dan permasalahannya pada materi organisasi kehidupan di SMP kelas VII Kecamatan Tanjungkarang Pusat tahun pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yaitu guru IPA kelas VII yang melaksanakan praktikum materi organisasi kehidupan. Desain penelitian yang digunakan yaitu desain riset eksploratori. Data penelitian diperoleh dari angket, wawancara, dan observasi kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan tanggapan guru dan tanggapan siswa terhadap pelaksanaan praktikum, tahapan pelaksanaan praktikum, serta LKS-praktikum yang disusun guru berturut-turut memperoleh skor 75,21%, 76,10%, 69,91%, dan 49,73%. Dengan demikian pelaksanaan praktikum oleh guru dan siswa berkriteria baik, tahapan pelaksanaan praktikum berkriteria baik, dan LKS-praktikum yang disusun guru berkriteria cukup baik. Permasalahan yang muncul dalam kegiatan praktikum yaitu keterbatasan; (1) sarana laboratorium, (2) jumlah mikroskop cahaya, dan (3) jumlah preparat awetan sel hewan dan tumbuhan.Kata kunci: organisasi kehidupan, pelaksanaan praktikum, permasalahan praktiku
Analisis Pelaksanaan Praktikum dan Permasalahannya Materi Organisasi Kehidupan Di SMP Se-Kemacatan Langkapura
The purpose of this research was to analyze the implementation and problem of practical in life organization material. Samples in this research were VII grade teachers science whom implemented practical work, chosen by purposive sampling. Research design was Expository. This research used qualitative approach and descriptive data. Data collecting technique used questionnaires, interview, and observation, and then the data were analyzed by using of Miles and Huberman model. The result showed that the implementation of practical work in life organization subjects by teachers and students in Langkapura was very good criteria. Implementation steps in life organization subject by teachers and students in Langkapura the criteria was good. Problems of practical work of life organization subject were limitation on the equipment that used in practical work, such as dissection tool, light microscope, medium, and cloroform.Tujuan penelitian ini menganalisis pelaksanaan dan permasalahan praktikum materi organisasi kehidupan. Sampel penelitian ini guru IPA yang mengajar di kelas VII dan melaksanakan kegiatan praktikum, dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Desain penelitian ini adalah riset ekploratori. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan data berupa deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian menggunakan angket, wawancara, dan observasi, data dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan praktikum materi organisasi kehidupan menurut guru dan siswa di Kecamatan Langkapura mendapat kriteria sangat baik. Tahapan pelaksanaan praktikum yang dilakukan oleh guru dan siswa mendapat kriteria baik. Permasalahan pada pelaksanaan praktikum materi organisasi kehidupan adalah keterbatasan alat yang digunakan untuk kegiatan praktikum, seperti alat bedah, mikroskop cahaya, medium, dan kloroform.Kata kunci: organisasi kehidupan, pelaksanaan praktikum, permasalahan praktiku
ANALISIS PRAKTIKUM DAN PERMASALAHANNYA MATERI ORGANISASI KEHIDUPAN KELAS VII SE-KECAMATAN SUKARAME
This study aimed to analyze the implementation of practice and its problem in life organization subject in junior high school on district Sukarame. The study use exploratory design and qualitative approach. The sample were science teachers in 7th grade who doing practice in life organization subject there are 4 teachers, which selected by purposive sampling technique. The data were primary and secondary. Primary data were obtained from teachers and student responses questionnaire, and interview, while secondary data were obtained by photo, observation sheet of practical stage, the assesment sheet of preparation practical worksheet, practical problem checklist and biodata of science teacher. Data were analyzed by Hubermann and Miles model. The result showed that criteria of the implementation of practice in life organization subject in junior high school on district Sukarame was very good. The problem that encountered in the practice were less of the science teacher role to conditioned the students and practice materials that brought by students was limited.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan praktikum dan permasalahannya pada materi organisasi kehidupan di SMP se-Kecamatan Sukarame. Penelitian dilakukan dengan desain eksploratori dan pendekatan kualitatif. Sampel penelitian ini adalah seluruh guru IPA kelas VII yang melakukan praktikum materi organisasi kehidupan sebanyak 4 guru, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui angket tanggapan guru maupun siswa, dan wawancara guru maupun siswa, sedangkan data sekunder diperoleh melalui foto, lembar observasi praktikum, lembar penilaian penyusunan LKS/LKPD praktikum, daftar ceklis permasalahan praktikum dan biodata guru IPA. Data dianalisis berdasarkan model Hubermann dan Miles. Hasil menunjukkan kriteria pelaksanaan praktikum materi organisasi kehidupan di SMP se-Kecamatan Sukarame sangat baik. Permasalahan yang dijumpai adalah kurangnya peran guru IPA dan bahan praktikum yang masih dibawa oleh siswa sangat terbatas.Kata kunci: organisasi kehidupan, pelaksanaan praktikum, permasalaha
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA PADA KONSEP FOTOSINTESIS DAN RESPIRASI TUMBUHAN
This research aimed was to describe students misconception on Photosynthesis and Plant Respiration and factors that were affected students misconception on 8th grade student in Seputih Agung district. The research samples were 339 student that were selected by purposive sampling and using descriptive design. Data were obtained from misconception test and questionnaire. Data analyzed with Certainty of Response Index while questionnaire were analyzed by Pearson Product Moment Correlation test. Study result showed that percentage of students with higher percentage on misconception were 56,61% that including medium criteria. The most misconception experienced by students were photosynthesis and respiration concept that was 58,22%. Study result of Pearson Product Moment Correlation test showed that the factors that affected student misconceptions in this research were students motivation and learning method.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi siswa pada konsep fotosintesis dan respirasi tumbuhan serta faktor yang berpengaruh terhadap miskonsepsi siswa SMP Kelas VIII se- Kecamatan Seputih Agung. Sampel penelitian terdiri dari 339 siswa dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan desain deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah soal tes miskonsepsi dan angket. Data dianalisis dengan Certainty of Response Index (CRI) sedangkan angket dianalisis dengan menggunakan uji korelasi pearson. Hasil data menunjukkan tingkat pemahaman konsep siswa pada materi Fotosintesis dan Respirasi Tumbuhan memiliki persentase terbesar pada kategori miskonsepsi yaitu 56,61% dengan kriteria sedang. Miskonsepsi paling banyak dialami siswa pada konsep fotosintesis dan respirasi tumbuhan sebesar 58,22 dengan kriteria sedang. Hasil uji korelasi pearson menunjukkan faktor yang mempengaruhi miskonsepsi siswa pada penelitian ini adalah motivasi siswa dan metode pembelajaran.Kata kunci: Certainty of Response Index (CRI), fotosintesis, miskonsepsi, respiras
Profil Morfologi Tumbuhan Nibung (Oncosperma tigillarium) dan Pengembangannya Untuk Bahan Ajar
The research about morphological characterization of mascot flora of Riau (Oncosperma tigillarium) which was developmented as a teaching material for Plant Botany subjects. The objective of this research was to find out of the profile of nibung (Oncosperma tigillarium) and to find out how the result of this study developed for teaching materials (based on module). The method of current study was descriptive. Purposive sampling used to sampling of nibung in Temiang, Bengkalis Disctrict, Riau Propince. The result showed that nibung has several characteristics which can be observed, such as habit, vegetative and generative organs of nibung, which is used to identify of unique morphology of nibung character. Based on the validation results, it is known that the module that have been prepared can be used in the learning with percentage level achievement of 84.35% for teaching materials. The subject matter of Plant Botany which has been prepared based on the research results can be used in the learning process that categorized very good.Penelitian ini mengenain karakteristik morfologi tumbuhan khas Riau yaitu nibung (Oncosperma tigillarium) yang dikembangkan untuk bahan ajar pada mata kuliah Botani Tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil tumbuhan nibung dan bagaimana hasil pengembangan bahan ajarnya (berbasis modul). Metode yang digunkaan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Teknik purposive sampling digunakan dalam penelitian ini yang dilaksanakan di Temiang, Bengkalis, Provinsi Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nibung memiliki beberapa karakteristik yang dapat diobservasi, seperti habitat, vegetasi, dan organ genertif yang dapat digunakan dalam mengidentifikasi morfologi khas dari nibung. Berdasarkan haisl validasi, modul yang dikembangkan sebagai bahan ajar dapat digunakan dalam pembelajaran dengan persentase tingkat kesuksesan sebesar 84,35%. Materi pada bahan ajar dapat digunakan dalam pembelajaran pada Botani Tinggi dalam penelitian ini yang menunjukkan proses pembelajaran dengan kategori sangat baik.Kata kunci: analisis morfologi, pengembangan modul, tumbuhan nibun
Identifikasi Gaya Belajar Berdasarkan Gender dengan Hasil Belajar IPA
The studys aim were to find the characteristics of learnig style, the different based on gender and the correlation with science learning achievement. This study was descriptive. Samples were 318 of 64% VII grade students in Labuhan Ratu, that using purposive sampling. Research data were laerning style and learning achievement that were obtained from questionnaires and tests. Data were analyzed descriptively and statistically using Mann Whitney U different test and Kendalls Tau correlation test. As a result, there are three learning styles was visual, auditory, and kinesthetic. The dominant learning styles of the students was auditory. The difference between learning styles and gender was not significant and the correlation between learning styles to learning achievement was low level of the relationship "low".Penelitian bertujuan mendeskripsikan bagaimana gaya belajardan perbedaannya antar gender serta korelasional dengan hasil belajar siswa kelas VII SMP di Sekecamatan Labuhan Ratu. Sampel penelitian adalah siswa kelas VII dengan purposive sampling berjumlah 318 siswa. Data kualitatif berupa gaya belajar yang diperoleh dari skor jawaban angket siswa yang dianalisis menggunakan deskriptif dan data kuantitatif berupa data hasil belajar, untuk mengetahui hubungan gaya belajar dan hasil belajar siswa menggunakan uji statistik menggunakan uji Mann-Whitney U dan uji Korelasi Kendalls Tau. Hasilnya, terdapat tiga gaya belajar yaitu visual, auditorial, dan kinestetik. Gaya belajar yang dominan dimiliki siswa adalah auditorial. Gaya belajar antar gender perbedaannya tidak signifikan dan korelasi antara gaya belajar dengan hasil belajar dengan tingkat keeratan hubungan rendah.Kata kunci: gaya belajar, gender, hasil belaja