Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah
Not a member yet
    474 research outputs found

    Analisis Soal Ujian Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Sekolah Dasar

    Get PDF
    The aim of this study were to determine the quality and criteria of the subject of  School Exam Elementary. This research was qualitative research using documentation study. The subject of this study was the instrument of science school exam Elementary at School Year 2016/2017. The research instrument used assessment sheets and assessment rubrics. Data collection through documentation study by analyzing School Examination and Focus Group Discussion (FGD). Research data was analyzed descriptively qualitative. The results showed that most of the school exam questions (75%) were LOTS type while less than half (25%) were HOTS types. Characteristics of School Examination items type of stimulus was less than half of images, while a small portion were tables, examples, and fragments of cases. It was found that (97.5%) items were in accordance with indicators of achievement of competence.Penelitian bertujuan menentukan kualitas dan kriteria butir soal US IPA SD Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan studi dokumentasi. Subyek penelitian adalah instrumen soal US IPA SD Tahun Ajaran 2016/2017. Instrumen penelitian menggunakan lembar penilaian dan rubrik penilaian. Pengumpulan data melalui studi dokumentasi dengan menganalisis soal Ujian Sekolah dan Focus Group Discussion (FGD). Data penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan soal ujian sekolah sebagian besar (75%) bertipe LOTS sedangkan kurang dari setengah (25%) bertipe HOTS. Karakteristik butir soal Ujian Sekolah pada jenis stimulus kurang dari setengahnya berupa gambar, sedangkan sebagian kecil berupa tabel, contoh, dan penggalan kasus. Ditemukan bahwa hampir semua (97,5%) butir soal sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi.Kata kunci: HOTS, LOTS, kesesuaian, stimulu

    Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Ekosistem Dengan Sikap Peduli Lingkungan Siswa

    Get PDF
    The aims of this study were to determine the significance, correlation level, direction of correlation and contribution of knowledge about the ecosystem with attitude of environmental care. The design of this research was descriptive correlational. The subjects of this study were 98 VIII grade students of Junior High School 7 Bandar Lampung that determined by cluster random sampling technique. Data of knowledge and data of environmental that was taken using multiplechoice test and questionnaire. Data were analyzed using a simple linear regression. The results showed that: (1) there was a significant correlation between the knowledge with the attitude by the Sig value. 0.000 <0.05; (2) the level of correlation of knowledge and attitude was moderate with the value R = 0,594. (3) the direction of correlation between knowledge and attitude was positive with the regression line equation that Y = 65,989 + 0,306X; (4) contribution of knowledge to attitude that was equal to 35%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi, tingkat korelasi, arah hubungan, dan kontribusi pengetahuan tentang ekosistem dengan sikap peduli lingkungan. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Bandar Lampung sebanyak 98 siswa dipilih secara cluster random sampling. Data pengetahuan dan sikap diperoleh dari hasil tes dan angket. Data dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap dengan nilai Sig. 0,000 < 0,05; (2) tingkat korelasi antara pengetahuan dengan sikap adalah sedang dengan nilai R = 0,594; (3) arah hubungan antara pengetahuan dengan sikap adalah positif dengan persamaan garis regresi yaitu Y = 65,989 + 0,306X; (4) kontribusi pengetahuan terhadap sikap sebesar 35%.Kata kunci: ekosistem tentang pengetahuan, sikap peduli lingkungan, sisw

    Pengaruh Discovery Learning Terhadap Keterampilan Metakognisi dan Hasil Belajar Peserta Didik SMP Negeri 14 Bandar Lampung

    Get PDF
    This research aim was to determine the effect of Discovery Learning on metacognition skills and student learning outcomes. The design used was a nonequivalent pretest-posttest control group design. The research samples were the students of VIIB and VIIC amounted of 60 students that were selected through cluster random sampling technique. Data on metacognition skills were obtained from questionnaires and learning outcome data (cognitive aspects) using pretest and posttest. Questionnaires of metacognition skills were analyzed descriptively while learning outcomes were analyzed by Independent Sample t-Test at 5% confidence level. The results showed that metacognition skills both in the planning, monitoring, and evaluation stages of the experiment class different significantly from the control class. The average N-gain in experiment class was 0,66 while in control class was 0,36. So it can be concluded that Discovery Learning has an effect on increasing metacognition skills and learning outcomes of students.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh Discovery Learning terhadap keterampilan metakognisi dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan nonequivalent pretest-posttest control group design. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas VIIB dan VIIC yang berjumlah 60 dan dipilih dengan teknik cluster random sampling. Data keterampilan metakognisi diperoleh mengunakan angket dan data hasil belajar (aspek kognitif) menggunakan nilai pretest dan posttest. Angket keterampilan metakognisi dianalisis secara deskriptif sedangkan hasil belajar dianalisis dengan uji Independent Sample t-Test pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan metakognisi baik tahap perencanaan, pemantauan maupun evaluasi pada kelas ekperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Hasil belajar kognitif kelas ekperimen berbeda signifikan dengan kelas kontrol. Rata-rata N-gain pada kelas eksperimen sebesar 0,66 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 0,36. Jadi dapat disimpulkan bahwa Discovery Learning berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan metakognisi dan hasil belajar peserta didik.Kata kunci: Discovery Learning, hasil belajar, keterampilan metakognis

    Hubungan Antara Pengetahuan Lingkungan dengan Sikap Peduli Lingkungan Siswa Kelas VIII

    Get PDF
    The aims of this study was to determine the significance correlation between the contribution of environment knowledge and environmental care attitude. The design of this research was correlational study. The subjects of this study were 106 students of VIII grade of Junior High School 7 Metro was determined by cluster random sampling technique. Data were environment knowledge and data of environmental care attitude that was taken using multiplechoice and questionnaire. Data analysis technique used was simple linear regression. The result showed that (1) there was a positif correlation between the environment knowledge and environmental care attitude the direction of the correlation between the knowledge with the attitude was positive which was shown through the regression line equation, that was 67,69 + 0,29X; and (2) there was no strong contribution from the knowledge to the attitudes that shown by the coefficient of determination, which was 25%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keeratan hubungan antara pengetahuan lingkungan dengan sikap peduli lingkungan siswa. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah desain deskriptif korelasional. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIIISMP Negeri 7 Metroberjumlah 106 siswa yang dipilih secara cluster random sampling. Data pengetahuan lingkungan dan sikap peduli lingkungan siswa diperoleh dari instrumen soal dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan yang positif antara pengetahuan lingkungan dengan sikap peduli lingkungan siswa yang ditunjukkan melalui persamaan garis regresi Y = 67,69 + 0,29X. (2) tidak ada kontribusi yang kuat dari pengetahuan terhadap sikap yang ditunjukkan oleh koefisien determinasi, yaitu sebesar 25%.Kata kunci: pengetahuan lingkungan, sikap, sisw

    Hubungan antara Pengetahuan tentang Ekosistem dan Perubahan Lingkungan dengan Sikap Peduli Lingkungan

    Get PDF
    The aims of this study were to determine the significance and direction of the correlation between two variables and the contribution of knowledge about the ecosystem and environmental changes to the attitude of environmental care. The design of this research was correlational study. The subjects of this study were 85 students of XI grade of Senior High School 2 Bandar Lampung determined by cluster random sampling technique. Data of knowledge was taken using multiple-choice test and data of attitude was taken using questionnaire. Data analysis technique used was simple linear regression. The results showed (1) there was a significant correlation between the knowledge with the attitude shown by the Sig. 0.032 <0.05; (2) the direction of the correlation between the knowledge with the attitude was positive which is shown through the regression line equation, 63,444 + 0,149 X; and (3) there was no strong contribution from the knowledge to the attitudes shown by the coefficient of determination, which was 5%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi dan arah hubungan antarvariabel, serta kontribusi pengetahuan tentang ekosistem dan perubahan lingkungan terhadap sikap peduli lingkungan. Desain penelitian ini adalah desain korelasional. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Bandar Lampung sejumlah 85 siswa yang ditentukan melalui teknik cluster random sampling. Data pengetahuan diambil dengan menggunakan tes pilihan jamak, sedangkan data sikap diambil dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap yang ditunjukkan dengan Sig. 0,032 < 0,05; (2) arah hubungan antara pengetahuan dengan sikap adalah positif yang ditunjukkan melalui persamaan garis regresi, 63,444 + 0,149 X; dan (3) tidak ada kontribusi yang kuat dari pengetahuan terhadap sikap yang ditunjukkan oleh koefisien determinasi, yaitu sebesar 5%.Kata kunci: pengetahuan, ekosistem, perubahan lingkungan, sikap peduli lingkunga

    ANALISIS KESESUAIAN MATERI JAMUR PADA BUKU BIOLOGI DENGAN KOMPETENSI DASAR KURIKULUM 2013

    Get PDF
    This study aims to describe the level of conformity of fungi material on Biology textbook of high school class X from the aspect of breadth and depth of material. The sample of this study was A book which published by Erlangga and B book which published by Yrama Widya. Data was collected from documentation technique, through content analysis ontextbook. The data of this study were suitability material of fungi intextbookthatwerereviewed from breadth and depth that were analyzed by qualitative descriptive.The result of this research shows that conformity level of fungiin A book from the aspect of breadth and depth of material were categorized "very suitable" with 100% and 94,44%. Meanwhile, in B book from the aspect of breadth and depth of materials were categorized "appropriate" with 77.78% and 79.63%.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesesuaian materi Jamur pada buku teks Biologi SMA kelas X dari aspek keluasan dan kedalaman materi. Sampel penelitian ini adalah buku A yang diterbitkan oleh Erlangga dan buku B yang diterbitkan oleh Yrama Widya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, melalui analisis isi (konten) pada buku teks. Data penelitian ini berupa kesesuaian materi jamur pada buku teks ditinjau dari aspek keluasan dan kedalaman yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian materi pada buku A dari aspek keluasan dan kedalaman materi sama-sama memperoleh kategori sangat sesuai dengan persentase 100% dan 94,44%. Sementara, pada buku B dari aspek keluasan dan kedalaman materi sama-sama memperoleh kategori sesuai dengan persentase 77,78% dan 79,63%. Dengan demikian, buku teks Biologi SMA kelas X yang diterbitkan oleh Erlangga dan Yrama Widya dapat dijadikan buku pegangan wajib bagi siswa untuk materi pada Jamur.Kata kunci: buku teks, kedalaman materi, keluasan materi, tingkat kesesuaia

    Pengembangan Buku Penuntun Praktikum Sistem Ekskresi pada Manusia dengan Model Argument Driven Inquiry (ADI)

    Get PDF
    Laboratory efficacy was supported by a practical guide book. This study aims to describe the validity and practicality of the manual excommunication manual of excretory systems in humans with an Argument Driven Inquiry (ADI) model that has been developed. This development research refers to the 4-D model proposed by Thiagaradjan covering define, design, develop, and disseminate stages. However disseminate was not done. The developed product was made with attractive cover, Baskerville Old Face letter with size 12, and EYD is good and correct. Expert and practitioner validation results showed 84% and 98% ideality scores with "excellent" category. The results of legibility test by learners obtained 96% idealized score with the category "very good". The practicum implementation test result of all experiments was 98% score with the criteria "almost all activities were performed". Thus, it can be concluded that the developed product was valid and practical.Keefektifan kegiatan laboratorium ditunjang dengan adanya buku penuntun praktikum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan validitas dan praktikalitas buku penuntun praktikum sistem ekskresi pada manusia dengan model Argument Driven Inquiry (ADI)yang telah dikembangkan. Penelitian pengembangan ini mengacu pada model 4-D yang dikemukakan oleh Thiagaradjan meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Akan tetapi,disseminate tidak dilakukan. Produk yang dikembangkan dibuat dengan sampul yang menarik, huruf Baskerville Old Face dengan ukuran 12, serta EYD yang baik dan benar. Hasil validasi ahli dan praktisi menunjukkan skor keidealan 84% dan 98% dengan kategori baik sekali. Hasil uji keterbacaan oleh peserta didik memperoleh skor keidealan 96% dengan kategori baik sekali. Uji keterlaksanaan praktikum dari semua percobaan menghasilkan skor 98% dengan kriteria hampir seluruh kegiatan terlaksana. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan valid dan praktis.Kata kunci: Argument Driven Inquiry (ADI), buku penuntun praktikum, pengembangan, sistem ekskresi pada manusi

    Pengaruh Hormon NAA dan IBA Pada Eksplan Nibung (O. tigillarium) Terhadap Umur Muncul Kalus (Hari)

    Get PDF
    Nibung (O. tigillarium) is a type of palm that generally grows naturally and clumps like bamboo. Nibung (O. tigillarium) is designated as a flora identity originating from Riau Province. Nibung trees have long been used by the Riau community. Almost all parts of bamboo can be utilized, starting from the stem, fruit to the flower. Embryos contained in the fruit can be used as tissue culture explants as an alternative to multiply plants. Tissue culture is one of the approaches to farming that has been based on how to be created as a complement and allows for the improvement of the effectiveness and productivity of traditional and conventional farming methods. Tissue culture research using Completely Randomized Design (CRD) and added growth regulating hormone IndolebutyricAcid (IBA) and NAA (Naphthalene Acetic Acid) which obtained results that the IBA and NAA hormones had significant or significant effect on the age of callus.Keywords: IBA hormone, NAA hormones, plant growth, tissue culture Nibung (O. tigillarium) merupakan sejenis palmae yang umumnya tumbuh secara alami dan berumpun seperti bambu. Nibung (O. tigillarium) ditetapkan menjadi identitas flora yang berasal dari Provinsi Riau. Pohon nibung telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat Riau. Hampir semua bagian nibung dapat di manfaatkan, mulai dari batang, buah hingga bunganya. Embrio yang terdapat pada buahnya dapat dimanfaatkan sebagai eksplan kultur jaringan sebagai salah satu alternatif perbanyakkan tanaman. Kultur jaringan adalah salah satu pendekatan budidaya pertanian yang sudah berpijak pada konsep ‘how to created’ yang melengkapi serta memungkinankan peningkatan efektifitas dan produktifitas cara-cara bertanam tradisional dan konvensional. Penelitian kultur jaringan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan ditambahkan zat pengatur tumbuh hormon Indolebutyric Acid (IBA) dan NAA (Naphthalene Acetic Acid) yang mendapatkan hasil bahwa hormon IBA dan NAA berpengaruh nyata atau signifikan terhadap umur muncul kalus.Kata kunci: hormon NAA, hormone IBA, kultur jaringan, tanama

    Analisis Kesesuaian Materi Bakteri pada Buku Teks dengan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

    Get PDF
    This study aims to describe the level of conformity of bacteria materials in Biology textbooks of High School Grade X with basic competence Curriculum 2013 reviewed in terms of breadth and depth of the material. This research was a qualitative research by using documentation study. The object of this research was A book published by Erlangga and B book published by Yrama Widya. Suitability data obtained from the analysis of bacterial material in textbooks, then analyzed descriptively qualitative. The results showed that the level of the suitability of bacteria material with basic competence of Curriculum 2013 in A book categorized as "appropriate" with 80% in terms of the breadth of material, while viewed from the aspect of material depth categorized as "less appropriate" with 57.2%. While in B book categorized as "appropriate" with 80% in terms of the breadth of material, while viewed from the aspect of material depth categorized as "less appropriate" with 57.4%. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesesuaian materi bakteri pada buku teks Biologi SMA Kelas X dengan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013 ditinjau dari aspek keluasan dan kedalaman materi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan studi dokumentasi. Objek penelitian ini adalah buku A diterbitkan oleh Erlangga dan buku B diterbitkan oleh Yrama Widya. Data kesesuaian diperoleh dari hasil analisis materi bakteri pada buku teks, selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian materi bakteri dengan KD Kurikulum 2013 pada buku A berkategori sesuai dengan persentase 80% ditinjau dari aspek keluasan materi, sedangkan ditinjau dari aspek kedalaman materi berkategori cukup sesuai dengan persentase 57.2%. Sementara pada buku B ditinjau dari aspek keluasan materi berkategori sesuai dengan persentase 80%, sedangkan ditinjau dari aspek kedalaman materi berkategori cukup sesuai dengan persentase 57.4%.Kata kunci : buku teks, kedalaman materi, keluasan materi, tingkat kesesuaia

    Identifikasi Kearifan Lokal Suku Sungkai Sebagai Sumber Belajar IPA SMP

    Get PDF
    This study aims to identify the Sungkai tribe local wisdom that can be used as a source learning. The design used was descriptive design. The sample selection used purposive sampling technique. The research data were obtained from questionnaires, interviews, and documentation. The data of this study were analyzed and interpreted into percentage descriptive criteria. The results showed that 11 local wisdoms of  Sungkai tribe could be used as learning sources. The local wisdom was bertangus and the use of crab carcasses (KD class VII), regional dances, medicinal plants (rambutan’s leave, jatropha’s secretion, duku’s leave, water of rice), musical instruments (KD class VIII), and seeds kuwalu, gula durian and  jeghuk belimbing (KD class IX). In conclusion, 11 local knowledge can be identified which can be used as a source for science in junior high school.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kearifan lokal suku Sungkai yang dapat digunakan sumber belajar IPA SMP. Desain yang digunakan adalah desain deskriptif. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian diperoleh melalui angket, wawancara, dan dokumentasi. Data-data penelitian ini dianalisis dan diinterpretasikan kedalam kriteria deskriptif per-sentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 11 kearifan lokal suku Sungkai dapat dijadikan sumber belajar. Kearifan lokal tersebut adalah bertangus, bangkai kepiting (KD kelas VII), tarian daerah, tanaman obat (daun rambutan, getah jarak pagar, daun duku, air beras), alat musik (KD kelas VIII), serta bibit padi kuwalu, gula durian dan jeghuk belimbing (KD kelas IX). Kesimpulannya, telah diidentifikasi 11 kearifan lokal yang dapat dijadikan sumber belajar IPA SMP.Kata kunci : kearifan lokal, kompetensi dasar, sumber belajar.

    417

    full texts

    474

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇