Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah
Not a member yet
    474 research outputs found

    Hubungan antara Pengetahuan Pencemaran Lingkungan dengan Sikap Peduli Lingkungan

    Get PDF
    The design of this research was descriptive correlational study and the research samples were students from grade VIII SMP N 5 Natar. The sampling techinique used in this research was purposive.The purpose of this study was to know the relation between knowledge of environment pollution and environmental care attitude. This research instrument used testmultiple choice tests of environment pollution knowledge and environmental care attitude questionnaire. The results of data analysis of environmental pollution knowledge of the students was high category, care attitude was good category. The relation between knowledge and attitudes in this research indicates that the data obtained indicating a positive. Best on the result, there was positive relationship between knowledge and attitude that was 21%. It can be concluded there was a positive and significant relation between knowledge of environment pollution and environmental care attitude on students grade VIII of SMP N 5 Natar.Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Sampel penelitian siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Natar. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Instrumen pada penelitian ini menggunakan tes pilihan jamak tentang pengetahuan pencemaran lingkungan dan kuisioner sikap peduli lingkungan. Hasil analisis data pengetahuan pencemaran lingkungan siswa rata-rata termasuk dalam kategori tinggi, sedangkan hasil analisis tentang sikap peduli lingkungan bahwa rata-rata termasuk kedalam kategori baik. Hubungan antara pengetahuan dan sikap pada penelitian ini menujukkan bahwa hasil yang diperoleh menunjukan nilai positif. Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan yang positif antara pengetahuan dengan sikap sebesar 21%. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara pengetahuan pencemaran lingkungan dengan sikap peduli lingkungan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Natar.Kata kunci: pengetahuan, pencemaran lingkungan, sikap peduli lingkungan

    Kesesuaian Materi Instrumen Evaluasi Dengan Materi Selama Proses Pembelajaran Di SMA Bandung

    Get PDF
    The evaluation instrument in measuring the students' competencies must be in conform with the basic competencies, so that the expected competencies can be achieved. This research was seen from the conformity aspect of the evaluation instrument with the material presented by the teacher during the learning process in the classroom. The method used in this research was descriptive method. The subjects were ten biology teachers from seven high school in Bandung as a sample, each school representing three clusters. Selection of this research sample was done by using stratified sampling technique, that was choosing school with high category, medium and low. Basic competencies analyzed were material of Class XI Excretion System. The data were obtained by observation, documentation study and questionnaire. Conformity of evaluation instrument material with material that was submitted by teacher during classroom learning process in Material of excretion system was 79,83%.Instrumen evaluasi dalam mengukur kemampuan siswa harus sesuai dengan kompetensi dasar (KD), agar kompetensi yang diharapkan bisa tercapai. Penelitian ini dilihat dari aspek kesesuaian materi instrumen evaluasi dengan materi yang disampaikan guru selama proses pembelajaran di kelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Subjek penelitian adalah sepuluh orang guru biologi dari tujuh SMAN di kota Bandung sebagai sampel, setiap sekolah mewakili tiga cluster. Pemilihan sampel penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik stratified sampling, yaitu dengan memilih sekolah dengan kategori tinggi, sedang dan rendah. KD yang dianalisis materi Sistem Ekskresi kelas XI. Data diperoleh dengan cara observasi, studi dokumentasi dan angket. Kesesuaian materi intrumen evaluasi dengan materi yang disampaikan guru selama proses pembelajaran di kelas pada materi Sistem ekskresi 79,83%.Kata kunci: instrumen evaluasi, hasil belajar, kompetensi dasa

    Perbedaan Outdoor Study Dan Indoor Study Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik

    Get PDF
    This study aims to determine the difference between Outdoor Study and Indoor Study learning on student learning outcomes and find out which learning between Outdoor Study and Indoor Study can improved student learning outcomes. This study used a non-equivalent pretest-posttest control group design. The study samples were 64 students of VII A and VII B classes that were selected by cluster random samplinng technique. Learning outcomes data were obtained using the pretest and posttest values. Data analysis used the independent sample t-test at a confidence level 5%. Based on the hypothesis test it can be concluded that there were differences in learning outcomes between Outdoor Study and Indoor Study learning. Outdoor Study Learning was better on increasing student learning outcomes with higher average learning outcomes compared with Indoor Study. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara pembelajaran Outdoor Study dan Indoor Study terhadap hasil belajar peserta didik serta mengetahui pembelajaran manakah antara Outdoor Study dan Indoor Study yang mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan desain non equivalent pretest-posttest control group design. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas VIIA dan VIIB yang berjumlah 64 dan dipilih dengan teknik cluster random sampling. Data hasil belajar diperoleh menggunakan nilai pretest dan posttest. Analisis data menggunakan uji independent sample t-test pada taraf kepercayaan 5%. Berdasarkan uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa terdapaat perbedaan hasil belajar antara pembelajaran Outdoor Study dan Indoor Study. Pembelajaran Outdoor Study lebih mampu meningkaatkan hasil belajar peserta didik dengan rata-rata hasil belajar lebih tinggi dibandingkan dengan Indoor Study. Kata kunci: indoor study,outdoor study, hasil belajar 

    Identifikasi Kesulitan Guru IPA dalam Merencanakan dan Melaksanakan Asesmen

    Get PDF
    This study aims was to measure science teachers in Labuhan Maringgai sub-district in planning and implementing the assesement. The samples of this research were 30 science teachers of SMP in Labuhan Maringgai sub-district. Qualitative data was analyzed by descriptive statistic technique. The results showed that the average of science teachers difficulties in planning and implementing assesement was sufficient. The highest percentage that caused teachers difficulties in planning assesement was pinning the learning objectives. While the problems that caused difficulties in conducting assesement were implementing affective domain assesement, especially in observing aspects and conditioning the assesement implementation. It can be concluded that the difficulties of science teachers in Junior High School in Labuhan Maringgai District in planning assesement had difficulty in determining assesement techniques and determining the form of assesement. The difficulty of assesement implementation was implementing the affective domain assesement, that domain can not be measured because the attitude and character of learners at any time may change.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kesulitan guru IPA se-Kecamatan Labuhan Maringgai dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen. Sampel penelitian adalah 30 guru IPA SMP se-Kecamatan Labuhan Maringgai. Data kualitatif dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kesulitan yang dialami guru IPA dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen tergolong cukup. Persentase tertinggi yang menyebabkan guru kesulitan dalam merencanakan asesmen adalah menetapkan tujuan pembelajaran. Sedangkan persentase tertinggi yang menyebabkan guru kesulitan dalam melaksanakan asesmen adalah dalam pelaksanaan asesmen ranah afektif, terutama dalam mengamati aspek sikap dan mengkondisikan pelaksanaan asesmen. Dapat disimpulkan bahwa kesulitan guru IPA SMP se-Kecamatan Labuhan Maringgai dalam merencanakan asesmen yaitu dalam menentukan teknik asesmen dan menentukan bentuk asesmen. Kesulitan dalam melaksanakan asesmen yaitu pada ranah afektif, ranah tersebut tidak dapat diukur karena sikap dan karakter peserta didik sewaktu-waktu dapat berubah.Kata kunci: asesmen, guru IPA, kesulitan, melaksanakan, merencanaka

    Analisis Soal Ujian Nasional Ilmu Pengetahuan Alam Sekolah Menengah Pertama Tahun Ajaran 2016/2017

    Get PDF
    The aim of this research is to reveal the characteristics of the items of Science subject in national examination for Junior High School in the 2016/2017 academic year.This research is qualitative using documentation study. The subjects of this research is the questions of national examination. Data collection techniques through documentation study by analy-zing national examinations questions and Focus Group Discussion (FGD). The design of this research is  descriptive. The data in this study were also analyzed by using qualitative descriptive. The results of the study show that the national examination questions with the most stimulus are in the form of medium categories (52,5%). Furthermore, the most important indicator of critical thinking ability is determining the conclusions which is in the least category (22,5%). Moreover, the indicator of the most problem solving skills is identifying problems which is belong to the least category (22,5%). In addition, the national examination has the suitability of the items with the high achievement competency indicators (98%).Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan karateristik butir soal mata pelajaran IPA pada ujian nasional tingkat SMP tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan studi dokumentasi. Subjek penelitian yaitu, soal ujian nasional. Instrumen peneli-tian menggunakan lembar penilaian dan rubrik penilaian. Teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi dengan menganalisis soal Nasional dan Focus Group Discussion (FGD). Data pada penelitian ini juga dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan soal ujian nasional dengan stimulus paling banyak adalah dalam bentuk gambar yang berkategori sedang (52,5%). Indikator kemampuan berpikir kritis paling banyak adalah menentukan kesimpulan yang berkategori sedikit (22,5%). Indikator keterampilan pemecahan paling banyak adalah mengidentifikasi masalah yang berkategori sedikit (22,5%). Ujian nasional memiliki kesesuaian butir soal dengan indikator pencapaian kompetensi yang berkategori tinggi sekali (98%).Kata kunci: analisis soal, kesesuaian, ujian nasiona

    Pengembangan Buku Penuntun Praktikum Sistem Gerak pada Manusia dengan Model Argument-Driven Inquiry (ADI)

    Get PDF
    This study aims to describe the characteristics, validity, and practicality of the practical guidebook Humans Motion System using ADI model. The research design used was R & D with 4D models (define, design, develop, and disseminate), but disseminate stage was not done. The developed product was made with brightly colored drawing envelopes with the letter Book Antiqua font 12. Each practicum guide consists of lab work titles, preliminary theories, objectives, research questions, tools and materials, work steps, argumentation production, argumentation sessions, and reports. The results showed that the validation of experts and practitioners categorized "very good". The results of legibility test by students categorized "very good". The results of the implementation of all laboratory procedures using guidance model of ADI criteria "almost all activities performed". Thus, the developed practical practicum manual was valid and practical.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik, validitas, dan praktikalitas buku penuntun praktikum Sistem Gerak pada Manusia dengan model ADI. Desain penelitian yang digunakan adalah R&D dengan model 4D (define, design, develop, dan disseminate), namun tahap disseminate tidak dilakukan.Produk yang dikembangkan dibuat dengan sampul bergambar yang berwarna cerah dan menarik dengan huruf Book Antiquafont 12. Setiap penuntun praktikum terdiri atas judul praktikum, teori pendahuluan, tujuan, pertanyaan penelitian, alat dan bahan, langkah kerja, produksi argumentasi, sesi argumentasi, dan laporan. Hasil penelitian menunjukan bahwa validasi ahli dan praktisi berkategori baik sekali. Hasil uji keterbacaan oleh siswa berkategori baik sekali. Hasil uji keterlaksanaan seluruh prosedur praktikum menggunakan penuntun model ADIberkriteria hampir seluruh kegiatan terlaksana. Dengan demikian, buku penuntun praktikum yang dikembangkan dinyatakan valid dan praktis.Kata kunci: argument-Driven Inquiry (ADI), buku penuntun praktikum, sistem gerak pada manusi

    Pengembangan Buku Penuntun Praktikum Struktur dan Fungsi Tumbuhan dengan Model Argument-Driven Inquiry (ADI)

    Get PDF
    Practical guidebookswas one of the supporting implementation of practicum activities. This study aim was to produce practical guidebook of plant structure and function. The research design used was R & D with 4-D model are: define, design, develop, disseminate, but disseminate stage not done. A practical guidebook product made using an attractive cover, Arial letters with size 12, and EYD are good and correct. Each worksheet consists of student identities, practical titles, theoretical basis, objectives, research questions, tools, materials, work steps, argumentation schemes, argument sessions, and reports. Expert and practitioner validation result was categorized "excellent". The results of legibility test categorization was " excellent". The results of the implementation of the entire practice procedure criteria was "almost all activities are done". Thus, it can be concluded that the guiding book of practicum developed was valid and practical.Buku penuntun praktikum merupakan salah satu penunjang terlaksananya kegiatan praktikum. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buku penuntun praktikum struktur dan fungsi tumbuhan yang valid dan praktis. Desain penelitian yang digunakan adalahR&D dengan model 4-D yaitu: define, design, develop, disseminate, tetapi tahap disseminate tidak dilakukan. Produk buku penuntun praktikum yang dibuat menggunakan sampul yang menarik, huruf Arial dengan ukuran 12, dan EYD yang baik dan benar. Setiap lembar kerja praktikum terdiri atas identitas siswa, judul praktikum, dasar teori, tujuan, pertanyaan penelitian, alat, bahan, langkah kerja, skema argumentasi, sesi argumentasi, dan laporan. Hasil validasi ahli dan praktisi berkategori baik sekali. Hasil uji keterbacaan berkategori baik sekali. Hasil uji keterlaksanaan seluruh prosedur praktikum berkriteriahampir seluruh kegiatan terlaksana. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa buku penuntun praktikum yang dikembangkan dinyatakan valid dan praktis.Kata kunci: Argument Driven Inquiry (ADI), buku penuntun praktikum, struktur dan fungsi tumbuha

    Pengembangan Buku Penuntun Praktikum Pencemaran Lingkungan dengan Model Argument-Driven Inquiry (ADI)

    Get PDF
    This study aims to describe the validity and practicality of the guiding book of environmental pollution practicum with ADI model. Research development (R and D) using 4-D model are: define, design, develop, and disseminate but this stage is only up to the develop stage. Data analysis used qualitative descriptive. The developed practice lab book is made with an interesting cover. The parts of the practicum guide book consisted of student identity, title, theoretical base, objectives, research questions, tools, materials, work steps, argumentation scheme, argumentation sessions and reports. Expert and practitioner validation results showed that the valid category is "excellent". The results of the legibility test by the students indicate that the practical category is "excellent". The results of the implementation test of all the practicum procedures show that practically with the criteria criteria "almost all activities performed". Thus, it can be concluded that the guiding book of environmental pollution practicum was developed valid and practical. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buku penuntun praktikum pencemaran lingkungan dengan model ADI yang valid dan praktis. Penelitian pengembangan (R and D) menggunakan model 4-D yaitu: define; design; develop; dan disseminate, tetapi tahap ini hanya sampai tahap develop. Analisis data mnggunakan deskriptif kualitatif. Buku penuntun praktikum yang dikembangkan dibuat dengan sampul yang menarik. Bagian-bagian buku penuntun praktikum terdiri atas indentitas siswa, judul, dasar teori, tujuan, pertanyaan penelitian, alat, bahan, langkah kerja, skema argumentasi, sesi argumentasi dan laporan. Hasil validasi ahli dan praktisi menunjukkan bahwa valid dengan kategori baik sekali. Hasil uji keterbacaan oleh siswa menunjukkan bahwa praktis dengan kategori baik sekali. Hasil uji keterlaksanaan seluruh prosedur praktikum menunjukkan bahwa praktis dengan kriteria hampir seluruh kegiatan terlaksana. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa buku penuntun praktikum pencemaran lingkungan yang dikembangkan valid dan praktis.Kata kunci: Argument-Driven Inquiry (ADI), buku penuntun praktikum, pencemaran lingkunga

    Perbandingan Pengetahuan Tentang Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungannya dan Sikap Peduli Lingkungan

    Get PDF
    This study aims to compare the knowledge of the interaction between living things with their environment and environmental concern. Sampling used purpose sampling. The research design was ex post facto. The results of the t-test showed that the students' knowledge and environmental concern in the school area of the TNWK are higher than the schools in the city. The results of a simple linear regression test showed that there was a relationship between the knowledge of interaction between living things and their environment and environmental concern of students in the school area of the TNWK and schools in the city. The conclusion of this study was there was a difference between the knowledge of interaction between living things and their environment and the attitude of caring for the students in the school of the TNWK area and in the City. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengetahuan tentang interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya dan sikap peduli lingkungan peserta didik. Pengambilan sampel menggunakan purpose sampling. Desain penelitian adalah ex post facto. Hasil uji t menunjukkan pengetahuan dan sikap peduli lingkungan peserta didik di sekolah area kawasan TNWK lebih tinggi dibanding sekolah di kota. Hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya dan sikap peduli lingkungan peserta didik di sekolah area kawasan TNWK maupun sekolah di Kota. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan antara pengetahuan interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya dan sikap peduli lingkungan peserta didik di sekolah area kawasan TNWK dan di Kota. Kata kunci : perbandingan, pengetahuan, sikap peduli lingkunga

    Identifikasi Kearifan Lokal di Sungai Musi Provinsi Sumatera Selatan sebagai Sumber Belajar IPA SMP/MTs

    Get PDF
    This research was a descripttive research that aimed to identify the local wisdom that can be used as learning resource of science in junior high school. The subjects of this research were 10 teachers by using purpossive sampling and 421 students by using clustered sampling. The data collection technique was used triangulation, analyzed by descriptively. The results showed that local wisdom can be used as learning source that were non-standart measurement, classification of typical fishes and plants, river management (Grade VII), typical dance movements analyzed in motion system, natural additive, analysis the concept of waves on the musical instrument of Gambus and Sahilin guitar (Grade VIII), the utilization of typical fish and durian in conventional biotechnology and the way in treating swamplands (Grade IX). In conclusion, there were 18 local wisdom can be used as a learning resource science in junior high school.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengidentifikasi kearifan lokal yang dapat digunakan sebagai sumber belajar IPA. Subyek penelitian yaitu 10 guru dengan menggunakan purpossive sampling dan 421 siswa dengan clustered sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan triangulasi yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh kearifan lokal yang dapat dijadikan sumber belajar yaitu, pengukuran tidak baku, klasifikasi ikan dan tumbuhan khas, pengelolaan sungai Musi (Kelas VII), ragam gerak tarian yang dianalisis dalam sistem gerak, penggunaan zat aditif alami, analisis konsep gelombang pada alat musik gambus dan gitar sahilin (Kelas VIII), pemanfaatan ikan khas dan buah durian dalam bioteknologi konvensional dan cara dalam mengolah tanah rawa (Kelas IX). Kesimpulannya, terdapat sebanyak 18 kearifan lokal yang sesuai untuk dijadikan sumber belajar IPA SMP. Kata kunci: IPA, kearifan lokal, sumber belajar

    417

    full texts

    474

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇