Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah
Not a member yet
474 research outputs found
Sort by
Relevansi Kualitas Media Visual Dan Literasi Visual Siswa SMA Pada Konsep Sistem Pencernaan
This study aimed to investigate quality of visual media, visual literacy and correlation both of them. The research method was correlational. Data of visual literacy was explored through visual literacy instrument and filled by each student after they interpreted the picture that was shown. The subject of this research is 39 students at senior high school which was considered have homogen characteristic. The result showed that according to lecturer, visual media that was used in high quality category, but in medium quality according student’s assesment. After two of data group was analyzed through correlation and regression technique, both of two variables have medium correlation and in the same direction. Meanwhile, determination coefficient and regression equation are 20% and Y = 0,1 + 0,78x. Therefore, selection and using visual media should be attended in order to visual literacy was be able by student in Biology learning. Penelitian ini mengungkap kualitas media visual, literasi visual dan hubungan di antara kedua variabel tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional. Data literasi visual dijaring dengan menggunakan instrumen literasi visual dan diisi oleh tiap siswa setelah mereka menginterpretasi gambar yang ditampilkan. Subjek penelitian ini adalah 1 kelas IPA di SMA yang terdiri dari 39 siswa dan pemilihan kelas tersebut dianggap bahwa karakternya homogen. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas media visual yang digunakan berkualitas tinggi menurut dosen dan berkualitas sedang menurut penilaian siswa. Setelah dianalisis menggunakan teknik analisis korelasi dan regresi, hasilnya menunjukkan kedua variabel tersebut memiliki korelasi pada kategori cukup (0,45) dan searah. Selain itu, koefisien determinasi dan persamaan regresinya adalah 20% dan Y = 0,1 + 0,78x. Oleh karena itu, pemilihan dan penggunaan media visual perlu diperhatikan agar literasi visual dikuasai oleh siswa dalam pembelajaran Biologi. Kata kunci: korelasi, literasi visual, media visual, regresi
Pengembangan Buku Penuntun Praktikum Sistem Organisasi Kehidupan dengan Model Argument-Driven Inquiry (ADI)
This research aimed to describe the validity and practicality of life organization systems practical guidebook which was developed by ADI model. The researchs design was R & D with 4-D model covered define, design, develope, and disseminate, but disseminate stage was not done. Data analysis used qualitative descriptive. The practical guidebook was made by an interesting cover. Each practical guidebook consisted; practicals title, theoretical base, objectives, research questions, tools, materials, work steps, argumentation scheme, argumentation sessions and reports. Expert and practitioner validation results showed that the valid with category "excellent". The results of the legibility test by the students indicate that the practical category is "excellent". The results of the implementation test of all practicum procedures showed that practically was almost all activities performed". Thus, it can be concluded that the guiding book of life organization systems practicum which developed valid and practical.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan validitas dan praktikalitas buku penuntun praktikum sistem organisasi kehidupan yang dikembangkan dengan model ADI. Desain penelitian ini menggunakan R & D dengan model 4-D meliputi define, design, develope, dan disseminate, namun tahap disseminate tidak dilakukan. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Buku penuntun praktikum dibuat dengan sampul yang menarik. Setiap lembar kerja praktikum terdiri atas: judul praktikum, dasar teori, tujuan, pertanyaan penelitian, alat, bahan, langkah kerja, skema argumentasi, sesi argumentasi, dan laporan. Hasil validasi ahli dan praktisi menunjukkan bahwa buku penuntun adalah valid dengan kategori baik sekali. Hasil uji keterbacaan oleh siswa menunjukkan bahwa buku penuntun bersifat praktis dengan kategori baik sekali. Hasil uji keterlaksanaan menunjukkan bahwa seluruh prosedur praktikum bersifat praktis dengan kriteria hampir seluruh kegiatan terlaksana. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa buku penuntun praktikum sistem organisasi kehidupan yang dikembangkan valid dan praktis.Kata kunci : Argument-Driven Inquiry (ADI), buku penuntun praktikum, sistem organisasi kehidupa
Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Ekosistem Dengan Sikap Peduli Lingkungan Siswa
The aims of this study were to determine the value of significance, level of correlation, direction of correlation, and contribution of knowledge about the ecosystem to the attitude of environmental care. The research design was correlational study. The research subjects were 62 students of XI grade of Senior High School 4 Metro that were determined by cluster random sampling technique. The instruments were tests and questionnaires. Data were analyzed using simple linear regression. The results showed that: (1) The knowledge with the attitude have a significant correlation with the Sig. value 0,000 (p < 0,05); (2) The correlation between knowledge with attitude has moderate level of correlation with R value 0,469; (3) The knowledge with attitude had positive correlation with the regression line equation that was 63,693 + 0,225X; and (4) The contribution of the knowledge to the attitude was 22 %.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai signifikansi, keeratan hubungan, arah hubungan, dan kontribusi pengetahuan tentang ekosistem terhadap sikap peduli lingkungan. Desain penelitian menggunakan desain korelasional. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 4 Metro sebanyak 62 siswa yang ditentukan melalui teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes dan angket. Data berupa skor dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pengetahuan dengan sikap memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai Sig. sebesar 0,000 (p < 0,05); (2) Hubungan antara pengetahuan dengan sikap memiliki tingkat keeratan yang sedang dengan nilai R sebesar 0,469; (3) Pengetahuan dengan sikap memiliki arah hubungan yang positif dengan persamaan regresi yaitu 63,693 + 0,225X; dan (4) Kontribusi pengetahuan terhadap sikap sebesar 22%.Kata kunci: pengetahuan ekosistem, sikap peduli lingkungan, sisw
Efektivitas Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal Pada Siswa SDN Bumi Waras
This research was aimed to describe the efectivity of teaching material based on local wisdom to gain the concept mastery of SDN Bumi Waras. The research design was one group pretest posttest. Samples were fourth grade students of SDN Bumi Waras with total sampling technique. The data analyzed descriptively. The result of research is showed that the concept mastery n-Gain 0,72 with high criteria. The students learning activity was good criteria with the highest average precentage at subtema 4 and the lowest at subtema 3. The highest activity was pay attention to teachers that was good criteria and the lowest activity was keep the opinion on discussion with good enough criteria. The questionnaire result of students response for the three aspects was very good criteria. Based on this research, it can be concluded that the teaching material based on local wisdom can improved student concept mastery of SDN Bumi Waras.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas bahan ajar berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan penguasaan konsep di SDN Bumi Waras. Desain penelitian yaitu one group pretest posttest. Sampel penelitian adalah sisiwa kelas IV di SDN Bumi Waras dengan teknik penelitian yaitu total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi aktivitas peserta didik, lembar pretes dan postes dan angket. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penguasaan konsep berkriteria tinggi dengan niali n-Gain sebesar 0,71. Aktivitas belajar siswa berkriteria baik dengan persentase rata-rata aktivitas tertinggi pada subtema 4 dan terendah pada subtema 3. Aspek aktivitas yang tertinggi adalah memperhatikan penjelasan guru berkriteria baik dan terendah adalah mempertahankan pendapat saat diskusi berkriteria cukup. Hasil angket tanggapan siswa untuk ketiga aspek berkriteria sangat baik. Berdasarkan penelitian tersebut disimpukan bahwa bahan ajar berbasis kearifan lokal efektif dalam meningkatkan penguasaan konsep siswa di SDN Bumi Waras.Kata kunci: bahan ajar, kearifan lokal, penguasaan konse
Pengaruh Problem Based Learning Terhadap Keterampilan Metakognisi dan Hasil Belajar Siswa
This research aim was to determine the effect of Problem Based Learning on metacognition skills and student learning outcomes. The research design used was a non-equivalent pretest-posttest control group design. The research samples were the students of SMAN 1 Gedong Tataan class X IPA 1 and X IPA 4 amounted of 54 students that were selected through cluster random sampling technique. Data on metacognition skills were obtained using questionnaires which analyzed descriptively while data on learning outcome from pretest and posttest which analyzed by Independent Sampel t-test at 5% confidence level. The results showed that metacognition skills of the experimental class differ significantly from the control class. The average N-gain in the experimental class was 0,64 while in the control class was 0,31. So it can be concluded that Problem Based Learning has an effect on increasing metacognition skills and learning outcomes of students. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh Problem Based Learning terhadap keterampilan metakognisi dan hasil belajar siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah non-equivalent pretest-posttest control group design. Sampel penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Gedong Tataan kelas X IPA 1 dan X IPA 4 yang berjumlah 54 siswa dan dipilih dengan teknik cluster random sampling. Data keterampilan metakognisi diperoleh menggunakan angket yang dianalisis secara deskriptif sedangkan data hasil belajar menggunakan nilai pretest dan posttest yang dianalisis dengan uji Independent Sampel t-test pada tarap kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan metakognisi pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Hasil belajar kognitif kelas eksperimen berbeda signifikan dengan kelas kontrol. Rata-rata N-gain pada kelas eksperimen sebesar 0,64 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 0,31. Jadi dapat disimpulkan bahwa Problem Based Learning berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan metakognisi dan hasil belajar siswa.Kata kunci: hasil belajar, keterampilan metakognisi, problem based learnin
Analisis Kesesuaian Materi Virus Pada Buku Teks SMA Kelas X Dengan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013
This study aims was to described the confirmity level of virus material on biology textbook for class X with basic competence of 2013 curriculum from aspect of material breadth and depth. The sample was used A textbook published by Erlangga and B textbook published by Yrama Widya. Research instrument is form of material confirmity analysis sheets of textbook. Data collected by documentation study with content analysis on textbooks. Research data was analyzed descriptively qualitative. The result shows that the A textbook was viewed from the aspect of the material breadth and depth equally categorize “very appropriate” (100%). While in the B textbook was viewed from the aspect of the material breadth categorize was “appropriate” (75%), while based on aspect of the material depth categorize “appropriate” (80%). Therefore, A textbook and B can be used as was handbook required for students.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kesesuaian materi Virus pada buku teks Biologi kelas X dengan kompetensi dasar kurikulum 2013 ditinjau dari aspek keluasan dan kedalaman materi. Sampel yang digunakan adalah buku teks A diterbitkan oleh Erlangga dan buku teks B diterbitkan oleh Yrama Widya. Instrumen penelitian berupa lembar analisis kesesuaian materi pada buku teks. Pengumpulan data melalui studi dokumentasi dengan analisis konten buku teks. Data penelitian berupa kesesuaian materi virus pada buku teks ditinjau dari aspek keluasan dan kedalaman materi yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks A ditinjau dari aspek keluasan maupun kedalaman materi sama-sama berkategori “sangat sesuai” (100%). Buku teks B dilihat dari aspek keluasan materi berkategori “sesuai” (75%), sedangkan dari aspek kedalaman materi berkategori “sesuai” (80%). Dengan demikian, buku teks A dan buku teks B dapat digunakan sebagai buku pegangan wajib bagi siswa. Kata kunci: buku teks, kedalaman materi, keluasan materi, materi viru
Identifikasi Kesulitan Guru IPA dalam Merencanakan dan Melaksanakan Asesmen
This study aims was to described the junior high school science teachers difficulties in planning and implementing assessment in Kecamatan Tulang Bawang Tengah and Tumijajar. The subjects of this research were 32 teachers that was taken by total sampling technique. Qualitative research data were collected by questionnaire and interviews, and analyzed by desciptive persentage through Milles-Huberman technique model. The result showed that science teachers difficulty in assessment planning include moderate categorywith percentage 36,9%.Science teachers difficulty in assessment implementing had moderate category with percentage 33,7%, with low difficulty in indicator implementation of assessment on cognitive domain (21,6%), moderate difficulty in implementation of assessment on affective (39,6%) and psychomotor domains (39,9%). It can be concluded that the difficulties of science teachers in junior high school in Kecamatan Tulang Bawang Tengah and Tumijajar in assessment planning and implementing including moderate category.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesulitan guru IPA SMP Negeri di Kecamatan Tulang Bawang Tengah dan Kecamatan Tumijajar dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen. Subjek penelitian sebanyak 32 guru yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data penelitian berupa data kualitatif, dikumpulkan dengan menggunakan angket dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif persentase melalui Model Miles-Huberman. Hasil penelitian menunjukkan kesulitan guru IPA dalam merencanakan asesmen termasuk kategori cukup dengan persentase 36,9%. Kesulitan guru IPA dalam melaksanakan asesmen tergolong kategori cukupdengan persentase 33,7%, kesulitan berkategori rendah (21,6%) ditemukan pada indikator pelaksanaan asesmen ranah kognitif, sedangkankesulitan berkategori cukup ditemukan pada pelaksanaan asesmen ranah afektif (39,6%) danpsikomotor (39,9%). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kesulitan guru IPA SMP negeri di Kecamatan Tulang Bawang Tengah dan Kecamatan Tumijajar dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen termasuk kategori cukup.Kata kunci : asesmen, guru IPA, kesulitan, melaksanakan, merencanaka
Hubungan Pengetahuan Lingkungan Hidup dengan Sikap Peduli Lingkungan Hidup
This study was aimed to find out the relationship between living environmental knowlege with living environmental care attitude. The design of this research was descriptive quantitative. The subjects of this study were students of VIII grade of SMP Negeri 3 Tumijajar that were obtaimed sample technique with the number of 112 students. Knowledge understanding was measured by tests and environmental care attitudes with a Likert scale questionnaire. The data of the research were analyzed by simple linear regression analysis. The results showed that students' environmental knowledge is sufficient (49.6 15.2). Bisides that, the environmental care attitude of students was very well (83.9 8.6). The results also showed that there was a significant correlation between living environmental knowledge with environmental care attitude with the value of correlation 0.50 and there was a low contribution that was 25%. The results of these contributions showed that the formation of environmental attitude was not fully influenced by environmental knowledge.Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan lingkungan hidup dengan sikap peduli lingkungan hidup. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Tumijajar yang diambil dengan teknik sampel jenuh dengan jumlah 112 siswa. Penguasaan pengetahuan diukur dengan tes dan sikap peduli lingkungan diambil dengan kuesioner skala Likert. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan pengetahuan lingkungan hidup siswa berkategori cukup (49,6 15,2). Selain itu, sikap peduli lingkungan hidup siswa berkategori sangat baik (83,9 8,6). Hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan lingkungan hidup dengan sikap peduli lingkungan hidup dengan nilai hubungan 0,50 dan terdapat kontribusi yang rendah sebesar 25 %. Hasil kontribusi tersebut menunjukkan terbentuknya sikap peduli lingkungan tidak sepenuhnya dipengaruhi pengetahuan lingkungan.Kata kunci : hubungan, pengetahuan lingkungan, sikap peduli lingkunga
Efektivitas Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal Di SDN 1 Kuripan
This study aims to describe the effectiveness of the use of teaching materials based on local wisdom to improve learning activities, student learning outcomes and student responses to the use of teaching materials based on local wisdom. The sample in this study is 22 students in grade IV SDN 1 Kuripan District Pesisir Utara Regency Pesisir Barat. Sampling of this study uses Total Sampling technique. Data collection techniques using pretest, posttest, activity observation sheets and student questionnaire responses. The research data was analyzed descriptively. The results of the study showed that teaching materials based on local wisdom affect the learning activities of students as a whole with good criteria. Improved learning outcomes (n-Gain) have an average of 0.66 included in the medium criteria. So that teaching materials based on local wisdom are effective to improve learning activities and learning outcomes of students on matter caring for living things.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas penggunaan bahan ajar berbasis kearifan lokal meningkatkan aktivitas belajar, hasil belajar peserta didik dan Tanggapan siswa terhadap penggunaan bahan ajar berbasis kearifan lokal. Sampel dalam penelitian ini yaitu 22 peserta didik kelas IV SDN 1 Kuripan Kecamatan Pesisir Utara Kabupaten Pesisir Barat. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik Total Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan nilai pretes, postes, lembar observasi aktivitas dan angket tanggapan peserta didik. Data penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa bahan ajar berbasis kearifan lokal berpengaruh pada aktivitas belajar peserta didik secara keseluruhan berkriteria baik. Peningkatan hasil belajar (n-Gain) memiliki rata-rata 0,66 termasuk dalam kriteria sedang. Sehingga bahan ajar berbasis kearifan lokal efektif untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar peserta didik pada materi peduli terhadap makhluk hidup.Kata kunci: aktivitas peserta didik, bahan ajar berbasis kearifan lokal, hasil belajar, peduli terhadap makhluk hidup
Hubungan Pengetahuan Pencemaran Lingkungan Dengan Environmental Responsibility
This research aims were to determine the significance, closeness, and direction of relation, also the amount of contribution between environmental pollution knowledge with environmental responsibility. The method of this research was correlation. Subjects of this research were 101 students grade VIII Junior High School 7th Bandar Lampung. Data of knowledge were obtained by multiple choice tests while data of environmental responsibility were obtained from using questionnaire. Data were analyzed by using simple linear regression analysis method. The results showed that there was significant correlation between knowledge with environmental responsibility, with significant value that was 0,000. Level of correlation was weak that was indicated the value of correlation coefficient that was 0,224. There was positive correlation between knowledge with environmental responsibility that showed by the regression equation Y=47.898+0,347x, so the relation between knowledge with environmental responsibility was unidirectional. And, there was very low contribution between knowledge to environmental responsibility which indicated that 5% of determinant coefficient.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi, keeratan, dan arah hubungan, serta besarnya kontribusi antara pengetahuan pencemaran lingkungan dengan environmental responsibility. Metode penelitian ini adalah metode korelasional. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Bandar Lampung sebanyak 101 siswa. Data pengetahuan diambil menggunakan tes pilihan jamak sedangkan data environmental responsibility diambil menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan metode analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan environmental responsibility, dengan nilai signifikasi 0,000. Tingkat keeratan hubungan adalah lemah, dengan nilai koefisien korelasi 0,224. Terdapat hubungan yang positif antara pengetahuan dengan environmental responsibility yang ditunjukkan melalui persamaan regresi Y=47.898+0,347X sehingga arah hubungan antara pengetahuan dengan environmental responsibility adalah searah. Serta terdapat kontribusi yang sangat rendah antara pengetahuan terhadap environmental responsibility dengan koefisien determinansi sebesar 5%.Kata kunci: lingkungan, pencemaran, pengetahuan, responsibilit