Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah
Not a member yet
474 research outputs found
Sort by
Hubungan Pelaksanaan Praktikum dan Keterampilan Proses Sains Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik
This study aims to determine the correlation of practice and science process skills to learning outcomes of class X students SMAN 13 Bandar Lampung in "Plantae" materials. The study sample were 36 students that were selected through purposive sampling technique. Research instruments used a questionnaires, observation sheets and daily test sheets. Research data were analyzed descriptively. The correlation test used was moment pearson correlation product. The results showed that practice correlation and learning outcomes showed that there was no significant correlation between the two. The results correlation tests of science process skills with learning outcomes indicate a significant correlation. While the results of multiple correlation tests show that between practice and science process skills on learning outcomes there was no significant correlation. Overall, practicum relations with science process skills on learning outcomes has an insignificant correlations. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan praktikum dan keterampilan proses sains terhadap hasil belajar peserta didik kelas X SMAN 13 Bandar Lampung pada materi “Plantae”. Sampel penelitian adalah 36 peserta didik yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket, lembar observasi dan lembar ulangan harian. Data penelitian dianalisis deskriptif. Uji korelasi menggunakan korelasi product moment pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi antara praktikum dengan hasil belajar menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara keduanya. Kemudian hasil uji korelasi keterampilan proses sains dengan hasil belajar menunjukkan adanya hubungan yang signifikan. Sedangkan hasil uji korelasi ganda menunjukkan bahwa antara praktikum dan keterampilan proses sains terhadap hasil belajar tidak terdapat hubungan yang signifikan. Secara keseluruhan, hubungan praktikum dengan keterampilan proses sains terhadap hasil belajar memiliki hubungan yang tidak signifikan.Kata kunci: hasil belajar, keterampilan proses sains, Plantae, praktiku
Hubungan Antara Penguasaan Pengetahuan Lingkungan Hidup Terhadap Etika Lingkungan Siswa SMA
This study aims were (1) describe the closeness correlation between mastery of environmental knowlagde with students environmental ethic of SMAN 1 Natar; (2) describe the direction correlation between mastery of environmental knowlegde with students environmental ethics of SMAN 1 Natar; and (3) to know the contribution of the mastery of environmental knowlegde to students environmental ethics of SMAN 1 Natar. The design was the one shot case study design.The samples was 108 at tenth grade students of the Mathematics Department of Nature Sciences. The sample were taken by purposivesampling technique. The data of knowledge of environmental knowledge were obtained through reasoned T-F test questions and data of environmental ethics were obtained through questionnaires. The data was analyze by Pearson Product Moment. The result of correlation test and linear regression test showed that there was moderate relationship between mastery of environmental knowlagde with of environmental ethics of students in SMAN 1 Natar with correlation coefficient of 0.387 which contributed 15% with a positive direction.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan keeratan hubungan antara penguasaan pengetahuan lingkungan hidup terhadap etika lingkungan siswa SMAN 1 Natar; (2) Mendeskripsikan arah hubungan antara PPLH terhadap EL siswa SMAN 1 Natar; dan (3) Mengetahui besar kontribusi penguasaan PPLH terhadap EL siswa SMAN 1 Natar. Desain penelitian adalah The One Shot Case Study. Sampel penelitian yaitu 108 siswa kelas X Jurusan MIA. Sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data hasil penelitian berupa data PPLH diperoleh melalui tes soal B-S beralasan dan data EL diperoleh melalui angket. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Pearson Product Moment. Hasil uji korelasi dan regresi linier menunjukkan adanya hubungan yang moderat antara PPLH terhadap EL siswa SMAN 1 Natar dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.387 memberikan kontribusi 15% dengan arah hubungan positif.Kata kunci: pengetahuan lingkungan hidup, etika lingkungan, lingkunga
Perbandingan Pengetahuan dan Sikap Peduli Lingkungan di Sekolah Kawasan TNWK dengan Perkotaan
This study aims were to compare the knowledge of biodiversity and the environmental care attitude of students between schools around the conservation of TNWK and urban school. This study used descriptive verification and ex post facto design. The samples were X grade IPA students in Seputih Surabaya 1 High School and Bandar Lampung 1 High School 2017/2018 Academic Year which were taken using purposive sampling method. Data on students' knowledge were obtained through tests and environmental care attitudes obtained through questionnaires. Data were analyzed using the t-test and linear regression. The results of t-test showed that there were differences in knowledge significant environmental care attitude towards students in school the TNWK conservation area and school in urban area. The results of the linear regression test showed that there was very strong relationship between knowledge and environmental care for high school in school the TNWK area.Penelitian ini bertujuan membandingkan pengetahuan keanekaragaman hayati dan sikap peduli lingkungan siswa di sekolah konservasi TNWK dengan sekolah perkotaan. Penelitian menggunakan desain deskriptif verifikatif dan ex post facto. Sampel penelitian adalah siswa kelas X IPA di SMA Negeri 1 Seputih Surabaya dan SMA Negeri 1 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2017/2018 yang diambil menggunakan metode purposive sampling. Data pengetahuan diperoleh melalui tes dan sikap peduli lingkungan diperoleh melalui angket. Analisis data menggunakan uji-t dan regresi linear. Hasil uji-t menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap peduli lingkungan yang signifikan antara siswa di sekolah kawasan konservasi TNWK dengan sekolah di perkotaan. Hasil uji regresi linear menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara pengetahuan dengan sikap peduli lingkungan siswa di sekolah kawasan TNWK. Kata kunci: keanekaragaman hayati, konservasi, perkotaan, sikap peduli lingkunga
Penggunaan Model Discovery Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi dan Berpikir Tingkat Tinggi
The study was conducted to find out the student’s collaboration and high order thingking skills that was impact of Discovery learning model. This study was quasi-experimental with Pretest Post-test Non Equivalent Control Group Design. The population was 234seventh grade students of Junior High School 26 Bandar Lampung which. The research sample were 56 students of VIII G as experimental class and VIII H as control class which selected by purposive sampling technique. Collaboration skills data were analyzed desciptively in percentage while high order thinking skills were analyzed statistically using independents sample t-test. The findings of this research showed that the using of discovery learning model increased the student’s collaborations skills and high order thingking skills with significant value 0,000 (p=0,05). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan peningkatan keterampilan kolaborasi dan keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning, Penelitian ini merupakan eksperimental semu dan termasuk non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP Negeri 26 Bandar Lampung yang berjumlah 234 orang dan terbagi ke dalam 8 kelas. Sampel penelitian adalah 56 peseta didik dari kelas VII.G sebagai kelas eksperimen dan VII H sebagai kelas kontrol yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data keterampilan kolaborasi diperoleh dari hasil observasi menggunakan lembar observasi keterampilan kolaborasi dan data keterampilan berpikir tingkat tinggi diperoleh dari nlai pretes dan postes. Data observasi keterampilan kolaborasi dianalisis secara deskriptif kulitatif dalam bentuk persentase, sedangkan data hasil pretes dan postes dianalisis menggunakan uji independent sample T test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model discovery learning dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi maupun keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik dengan nilai signifikan sebesar 0,000 (p=0,05).Kata kunci: discovery learning, keterampilan berpikir tingkat tinggi, keterampilan kolaboras
Analisis Kendala Pendidik IPA Terhadap Pembelajaran IPA Terpadu
This study aims to describe the constraints experienced by Science teachers in Private Middle School in Bandar Lampung in implementing Integrated Science learning. This study applied a qualitative research with research data that were closed questionnaires, semi-open questionnaires and interviews. The sample in this study consisted of all Science teachers in private schools which have already implemented the 2013 curriculum. The sampling technique was taken with total sampling technique. The results showed that the implementation of Integrated Science learning in the city of Bandar Lampung from three aspects of planning, implementation and learning assessment was classified under low constraints criteria. The main constraint in the planning aspect was the preparation of lesson plan, and the main constraint in the implementation aspect was the learning process on core activity indicators in the scientific approach and various learning methods on Integrated Science learning, while the constraints of the aspect of learning assessment included the assessment process in preparing assessment instruments.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kendala pendidik IPA di SMP Swasta Bandar Lampung dalam pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan data penelitian berupa angket tertutup, angket semi terbuka dan wawancara. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh pendidik IPA di sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum 2013. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu di Kotamadya Bandar Lampung dari tiga aspek yaitu perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran, tergolong dalam kriteria kendala rendah. Kendala yang utama dalam aspek perencanaan adalah penyusunan RPP, kendala utama dalam aspek pelaksanaan pembelajaran pada indikator kegiatan inti dalam menerapkan pendekatan saintifik dan berbagai metode pembelajaran dalam proses pembelajaran IPA Terpadu dan aspek penilaian pembelajaran yaitu pada penilaian proses dalam menyusun instrumen penilaian.Kata kunci : kendala, pembelajaran IPA Terpadu, pendidik IP
Pengaruh Project Based Learning (PjBL) Terhadap Kemampuan Komunikasi Sains dan Berpikir Kreatif
This study aims to describe the effect of the Project Based Learning (PjBL) model on the communication skills of science and creative thinking of students in the matter of environmental pollution. The design used was pretest-posttest non equivalent control group. The research samples were the students of VII.I as the experimental class and VII.B as the control class that were selected through cluster random sampling. Data on science communication skills were obtained through observation sheets, and analyzed descriptively. Data on creative thinking skills were obtained through test questions, and analyzed by t test. The results showed that science communication skills were good (84) and creative thinking ability was higher and significantly different compared to the control class. So that it can be concluded that PjBL affects the communication skills of science and creative thinking of students. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model Project Based Learning (PjBL) terhadap kemampuan komunikasi sains dan berpikir kreatif peserta didik pada materi pencemaran lingkungan. Desain pada penelitian ini yaitu pretest-posttest non equivalent control group. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling, kelas VII.I sebagai kelas eksperimen dan VII.B sebagai kelas kontrol. Data kemampuan komunikasi sains diperoleh melalui lembar observasi, dan dianalisis secara deskriptif. Data kemampuan berpikir kreatif diperoleh melalui tes, dan dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi sains berkriteria baik (84), serta kemampuan berpikir kreatif lebih tinggi dan berbeda signifikan dibandingkan dengan kelas kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa PjBL berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi sains dan berpikir kreatif peserta didik. Kata kunci: berpikir kreatif, komunikasi sains, project based learnin
Penggunaan Problem Based Learning Dalam Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi dan Berpikir Tingkat Tinggi
This research aim to determine the use of PBL models in increasing collaboration skills and high order thingking of student. The design used was nonequivalent pretest-posttest control group design. The population of research were all students of Senior High School an X grade Bandar Lampung. The research samples were students of X MIA 5 as eksperimental group and X MIA 6 as control group that were selected through purposive sampling technique. Data of collaboration skills were obtained from the observation assessment analyzed by the descriptive qualitatively while high order thinking skills obtained from the pretest-postest analyzed by the Independent Sample t-Test. Student collaboration and high order thinking skills in the experimental class was higher than the control class and significantly different. Therefore, it can be concluded that PBL models has high effect size in increasing collaboration skills and high order thinking of students.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan penggunaan model PBL dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi dan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Penelitian ini menggunakan nonequivalent pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X SMA Negeri 10 Bandar Lampung. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIA 5 sebagai kelompok eksperimen dan kelas X MIA 6 sebagai kelompok kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data keterampilan kolaborasi diperoleh dari lembar penilaian observasi yang dianalisis secara deskriptif kualitatif sedangkan data keterampilan berpikir tingkat tinggi diperoleh dari pretest-postest dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-Test. Keterampilan kolaborasi dan berpikir tingkat tinggi pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol dan berbeda siginifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBL berpengaruh dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi dan berpikir tingkat tinggi peserta didik yang dibuktikan dengan tingginya hasil uji effect size.Kata kunci: berpikir tingkat tinggi, kolaborasi, Problem Based Learnin
Pengaruh Vertical Garden Terhadap Kelembaban Udara Pada Lembar Kerja Siswa Materi Pemanasan Global
This study aims were to determine significant effect of vertical garden toward air humidity on classroom and to find out the characteristics of student worksheet with global warming material in VII grade of junior high school applied using vertical garden. Data were analyzed statistically by independent test. The results showed that there was a significant effect of the used ofvertical garden toward air humidity of the classroom with a significant value of 0,000. While, the results of the validation test for student worksheets which were based on professional validation and practitioner validation had thecategory of "very good" so it can be declared as "valid".Keywords: air humidity, student worksheet, vertical garden Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan dari penggunaan vertical garden terhadap kelembaban udara ruang kelas dan karakteristik Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) SMP kelas VII materi pemanasan global yang diaplikasikan menggunakan vertical garden. Data dianalisis secara statistik dengan uji independent test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan dari penggunaan vertical garden terhadap kelembaban udara ruang kelas dengan nilai signifikan 0.000. Sedangkan hasil uji validasi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dikembangkan berdasarkan validasi ahli maupun validasi praktisi memperoleh kategori “sangat baik” sehingga dapat dinyatakan “valid”.Kata kunci: kelembaban udara, LKPD, vertical garde
Pengembangan Media Pembelajaran Kunci Dikotomi Berbasis Android untuk Identifikasi Protozoa
This study aims to develop the protozoa dichotomy’s key on Android as a learning media to help students in protozoa identification during observation. The ADDIE model (Analysis, Design, Develop, Implementation, Evaluation) was used in this research. The learning media was implemented after needs analysis and information’s collecting from school. The learning media was developed by using App Inventor 2 (AI2) by the validation process in this study. Data were quantitative and qualitative. The result of learning media which developed was acceptable after validation and evaluation. The material validation with a percentage of 87%, media validation with a percentage of 93%, teacher’s evaluation percentage 86%, and according to students’ evaluation with a percentage of 88%. These results showed that the development learning media dichotomy’s key android-based can be used as a learning media in learning biology, especially in protozoa material. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kunci dikotomi protozoa pada android sebagai media pembelajaran untuk membantu peserta didik dalam mengidentifikasi protozoa selama pengamatan. Penelitian ini menggunakan model ADDIE (Analyse, Design, Develop, Implementation, Evaluate). Penyusunan media pembelajaran dilakukan setelah analisis kebutuhan dan pengumpulan informasi dari sekolah. Media pembelajaran dikembangkan menggunakan App Inventor 2 (AI2) dan melalui tahap validasi ahli dan pengguna. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, jenis data berupa data kuantitatif dan kualitatif.Hasil media pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria kelayakan dengan kategori sangat layak setelah divalidasi dan dinilai. Hasil validasi materi dengan persentase 87%, validasi media dengan persentase 93%, penilaian oleh pendidik dengan persentase 86%, dan penilaian oleh peserta didik serta mahasiswa dengan persentase 88%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran kunci dikotomi berbasis android yang dikembangkan dapat dijadikan sebagai salah satu media pembelajaran dalam pembelajaran biologi, khususnya materi protozoa.Kata kunci: App Inventor 2, kunci dikotomi, protozo
An Analysis of Learning Devices as a Basis for Development of Biotechnology Module with Research Results for Biology Students
The purpose of this study is to describe the initial investigation data obtained as a basis for the development of biotechnology modules containing research results that will be developed later. The development model used in this study is the Plomp model which has been carried out until the initial investigation data stage. The results revealed in the analysis of the curriculum and the Semester Learning Plan (RPS) there were ten topics in biotechnology learning. The results of interviews conducted with lecturers in biotechnology courses also revealed obstacles in the implementation of biotechnology lectures, one of which was the lack of student references to study biotechnology. Student problem questionnaire revealed that students do not yet have a biotechnology module with a percentage of 1.08%. Student needs questionnaire revealed that students strongly agree the need to develop biotechnology modules containing research results with a percentage of 100%. The conclusion of this study is the need to develop biotechnology modules containing research results for biology students to help the lecture process in the classroom. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan data investigasi awal yang didapatkan sebagai dasar pengembangan modul bioteknologi bermuatan hasil riset yang akan dikembangkan nantinya. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Plomp yang telah dilakukan sampai tahap data investigasi awal. Hasil penelitian mengungkapkan pada analisis kurikulum dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) terdapat 8 topik dalam pembelajaran bioteknologi. Hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap dosen pengampu mata kuliah biotekologi juga mengungkapkan kendala yang terdapat pada pelaksanaan perkuliahan bioteknologi yang salah satunya kurangnya referensi mahasiswa untuk mempelajari bioteknologi. Angket permasalahan mahasiswa mengungkapkan mahasiswa belum memiliki modul bioteknologi dengan presentase 1,08%. Angket kebutuhan mahasiswa mengungkapkan mahasiswa sangat setuju perlu dikembangkannya modul bioteknologi bermuatan hasil riset dengan presentase 100%. Kesimpulan penelitian ini adalah perlu dikembangkannya modul bioteknologi bermuatan hasil riset untuk mahasiswa biologi untuk membantu proses perkuliahan di kelas. Kata kunci: hasil riset, modul bioteknologi, studi pendahulua