Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah
Not a member yet
474 research outputs found
Sort by
Bioaktif Alami Dari Minyak Atsiri Akar Wangi Terhadap Pengaruh Kerusakan Lambung
This study aims to determine the natural bioactive compounds of vetiver essential oil for the treatment of gastric damage based on in silico screening. Natural secondary metabolites that have the potential to treat gastric damage are pyrozoline, which is contained in essential oils of vetiver. 3D chemical structures and SMILES ligands (Pirazolin) are taken from the compound database on the server. The target selection results using Pharmmapper (JOBID 17043231348). Swiss Target Prediction and Super Pret found that Pirazolin Compound interacts with the target protein Tyrosyl-DNA phosphodiesterase 1. This research proves that Pirazolin natural compounds that can be obtained from essential oils of vetiver have the potential as gastric inflammatory drugs similar to the chemical compounds commonly used as drugs namely Celecoxib. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa bioaktif alami dari minyak atsiri akar wangi untuk pengobatan kerusakan lambung berdasarkan penyaringan in silico. Senyawa metabolit sekunder alami yang berpotensi untuk pengobatan kerusakan lambung adalah Pirozolin, yang terkandung pada minyak atsiri akar wangi. Struktur kimia 3D dan SMILES ligan (Pirazolin) diambil dari database senyawa pada server. Hasil seleksi target menggunakan Pharmmapper (JOBID 17043231348). Swiss Target Prediction dan Super Pret ditemukan bahwa Senyawa Pirazolin berinteraksi dengan protein target Tyrosyl-DNA phosphodiesterase 1. Penelitian ini membuktikan bahwa senyawa alami Pirazolin yang bisa diperoleh dari minyak atsiri akar wangi memiliki potensi sebagai obat inflamasi lambung yang mirip dengan senyawa kimia yang biasa digunakan sebagai obat yaitu Celecoxib. Kata kunci: akar wangi, in silico, kerusakan lambung, minyak atsir
Hubungan Pengetahuan Pencemaran Lingkungan dengan Sikap Peserta Didik dalam Pengelolaan Sampah Metode 3R
This study aims to determine the significance, closeness, direction, and contribution of knowledge about environmental pollution with the attitudes of students in 3R waste management in high school. The design used in this study was correlational descriptive design. The sampling technique used cluster random sampling. The research data was obtained from tests and questionnaires. Data analysis techniques was simple linear regression analysis. The results indicated that there was a significant relationship between knowledge about environmental pollution with attitudes in waste management 3R method. There was a closeness relationship with low category and a positive relationship between the two variables. Knowledge of environmental pollution contributes low to attitudes in 3R waste management method.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan signifikansi, keeratan, arah, dan kon-tribusi dari pengetahuan tentang pencemaran lingkungan dengan sikap peserta didik dalam pengelolaan sampah 3R di SMP. Desain yang digunakan pada pene-litian ini adalah desain deskriptif korelasional. Teknik pengambilan sampel meng-gunakan cluster random sampling. Data penelitian diperoleh menggunakan tes dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang pencemaran lingkungan dengan sikap dalam pengelolaan sampah metode 3R. Selain itu, terdapat keeratan hubungan dengan kategori rendah dan terdapat hubungan yang positif antara kedua variabel. Pengetahuan tentang pencemaran lingkungan memberikan kontribusi yang rendah terhadap sikap dalam pengelolaan sampah metode 3R. Kata kunci: hubungan, metode 3R, pengelolaan sampah, pengetahuan, sikap
Pengaruh Problem Based Learning Terhadap Keterampilan Kolaborasi Dan Berpikir Tingkat Tinggi
This study aims to determine the effect of PBL on student collaboration and high-order thinking (HOT) skills. This study was a quasi-experimental with non-equivalent pretest-posttest design. The sample of this study were students of Senior High School 3 Bandar Lampung X MIA 2 (experimental group) and X MIA 3 (control group) taken used purposive sampling technique. The collaboration skill data obtained from the collaboration skill observation sheet descriptically analysed. The HOTS data were in the form of pretest-posttest scores statistically analyze used the t-test at 5% confidence level. The results showed that the collaboration skills of the experimental group and the control group were categorized as "good" while the high-order thinking skills of the experimental group is "moderate" and the control group is "low". So it can be concluded that the use of PBL influences the improvement of collaboration skills and a significant increase in student's HOT skills. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PBL terhadap keterampilan kolaborasi dan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Penelitian ini merupakan eksperimental semu dengan desain pretes-postes kelompok non-ekuivalen. Sampel penelitian adalah peserta didik SMAN 3 Bandar Lampung kelas X MIA 2 (kelompok eksperimen) dan X MIA 3 (kelompok kontrol) diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data keterampilan kolaborasi peserta didik diperoleh dari lembar observasi keterampilan kolaborasi yang dianalis secara deskriptif. Data keterampilan berpikir tingkat tinggi diperoleh dari nilai pretes dan postes yang dianalisis statistik menggunakan uji-t dengan taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan kolaborasi kelompok eksperimen dan kontrol berkriteria “baik” sedangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik kelompok eksperimen berkriteria “sedang” dan kelompok kontrol berkriteria “rendah”. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan PBL berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan kolaborasi dan peningkatan signifikan keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik Kata kunci: berpikir tingkat tinggi, kolaborasi, PB
Pengaruh Problem Based Learning Terhadap Berpikir Kritis Siswa Pada Materi Ekosistem Kearifan Lokal
The purpose of this study was to determine the influence of Problem Based Learning learning to students' critical thinking. The sample of this study was using 1 class with a total of 40 students, using a pre-experimental trial, One Group Pretest-Posttest. Data collection technique used was pretest and posttest test method. To find out the influence can be proven by testing using the Wilcoxon Matched Pairs test Based on the output of "Test Statistics" it can be seen that Asymp.Sig. (2-tailed) is worth 0.000 <0.05, it can be concluded that hypothesis 1 (H1) is accepted. This means that there are differences between the value of the results of the pretest and posttest and there is an influence of the Problem Based Learning learning model on students' critical thinking skills with local wisdom ecosystem material. It can be concluded that this learning is feasible to be used for the learning process especially in science subjects with local wisdom ecosystem material. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dalam penerapan Problem Based Learning terhadap berpikir kritis siswa. Sampel penelitian ini adalah dengan menggunakan 1 kelas dengan jumlah 40 siswa, menggunakan uji coba pre eksperimen yaitu “One Group Pretest-Posttest”. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes pretest dan posttest. Untuk mengetahui adanya pengaruh dapat dibuktikan dengan di uji menggunakan uji Wilcoxon Matched Pairs Berdasarkan output “Test Statistics” dapat diketahui bahwa Asymp.Sig. (2-tailed) bernilai 0.000 < 0.05, dapat disimpulkan bahwa hipotesis 1 (H1) diterima. Artinya terdapat perbedaan antara nilai hasil pretest dan posttest dan terdapat adanya pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dengan materi ekosistem kearifan lokal. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran ini layak digunakan untuk proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran IPA dengan materi ekosistem kearifan lokal. Kata kunci: berpikir kritis siswa, model pembelajaran, problem based learnin
Analisis Keterlaksanaan Praktikum Biologi Sekolah Menengah Atas Swasta se-Kotamadya Bandar Lampung
This study aims to describe the implementation stage biology of practicum activities in the Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta in kotamadya Bandar Lampung. The research design uses an exploratory research design. The study population was all biology educators who carried out practical activities in the laboratory. Samples are 10 biology educators and 302 students who carry out laboratory activities in the Science/Biology laboratory. The sample was selected using purposive sampling technique. There are three stages laboratory, namely 1) the preparation stage, 2) the work stage, and 3) the follow-up stage. Implementation data obtained from questionnaires, interviews, and observations, which are then analyzed in the form of percentages. The results of the study showed that the implementation of the preparation stage of the practical activities was carried out well to very good. The working stage of practicum activities is carried out well to very good. The follow-up stage of practicum activities was carried out quite well to very good. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahap pelaksanaan kegiatan praktikum biologi SMA Swasta se-Kotamadya Bandar Lampung. Desain penelitian menggunakan desain riset ekploratori. Populasi penelitian adalah seluruh pendidik biologi yang melaksanakan kegiatan praktikum di laboratorium. Sampel adalah 10 pendidik biologi dan 302 peserta didik yang melaksanakan kegiatan praktikum di laboratorium IPA/Biologi . Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data keterlaksanaan yang diungkap ada tiga yaitu 1) tahap persiapan, 2) tahap kerja, dan 3) tahap tindak lanjut. Data keter-laksanaan diperoleh dari angket, wawancara, dan observasi, yang selajutnya dianalisis dalam bentuk persentase. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan tahap persiapan kegiatan praktikum terlaksana dengan baik hingga sangat baik. Tahap kerja kegiatan praktikum terlaksana dengan baik hingga sangat baik. Tahap tindak lanjut kegiatan praktikum terlaksana dengan cukup baik hingga sangat baik. Kata kunci: analisis, pembelajaran biologi, tahap kegiatan praktikum
Pengaruh Model PjBL terhadap Kemampuan Komunikasi Sains dan Berpikir Kreatif Peserta Didik
This research aim was to know the effect of PjBL Model toward science communication skills and student creative thinking. The samples which selected by purposive sampling were students of VIIK and VIIL SMPN 15 Bandar Lampung. The design used was a pretest-posttest control group. Science communication skills’s data were obtained by observation and creative thinking skill through pretest-posttest, and creative product assessment instrument. The results, experiment grade has “good” criteria in oral communication skill, “enough” in written communication, and “enough” in student creative thinking skill. Creative thinking skill of the experiment grade significantly different from the control grade that were statistic analyzed by t-test and U test in 0,05. So, it can be concluded that PjBL Model has effect toward science communication skills and creative thinking of students.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model PjBL terhadap kemampuan komunikasi sains dan berpikir kreatif peserta didik. Sampel penelitian yaitu kelas VIIK dan VIIL SMPN 15 Bandar Lampung, dipilih dengan teknik purposive sampling. Desain penelitian menggunakan pretest-postest control group design. Data kemampuan komunikasi sains diperoleh menggunakan observasi dan kemampuan berpikir kreatif melalui nilai pretest-posttest dan penilaian produk kreatif. Hasil penelitian menunjukkan kelas eksperimen memiliki kemampuan komunikasi lisan berkriteria “baik” dan komunikasi tertulis berkriteria “cukup”, serta kemampuan berpikir kreatif melalui produk berkriteria “cukup”. Kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol dan menunjukkan pengaruh signifikan, setelah dianalisis statistik menggunakan uji-t dan uji U dengan taraf kepercayaan 0,05. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model PjBL berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi sains dan berpikir kreatif peserta didik. Kata kunci: berpikir kreatif, komunikasi sains, model PjB
Hubungan Praktikum dan Keterampilan Proses Sains Terhadap Hasil Belajar Materi Ekosistem
This study aims to determine the relationship between the implementation of practicum and science process skills to learning outcomes of class X students at Senior High School Number 16 Bandar Lampung on ecosystem material. The research samples were students MIA 6 which were selected using the purposive sampling technique. The research data were qualitative and quantitative. The research instruments were obtained from observation sheets, questionnaires, and daily tests which were analyzed using Pearson correlation analysis techniques. The results showed that there was a relationship between practical to learning outcomes (r=0,997; p 0,0470,05). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan praktikum dan keterampilan proses sains terhadap hasil belajar siswa kelas X di SMA Negeri 16 Bandar Lampung pada materi ekosistem. Sampel penelitian adalah kelas X MIA 6 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, angket, dan ulangan harian yang dianalisis menggunakan teknik analisis korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pelaksanaan praktikum terhadap hasil belajar (r=0,997; p 0,0470,05).Kata kunci: ekosistem, hasil belajar, hubungan, keterampilan proses sains, praktiku
Perbedaan Hasil Belajar Peserta Didik yang Proses Pembelajarannya Menggunakan Media Mind Map Dengan Concept Map
The aimed of the research was to know the differences of students’ achievements using mind map and concept map on environmental pollution material in VII grade of MTs Al-Ma’rufi Kota Tasikmalaya at 2015/2016 academic year. The method used in this research was pre experimental design. The sample is used in the research which taken by total sampling technique as much as two class, class VII A which consist of 22 students used concept map and class VII B which consist of 23 student used mind map. The instrument in this research is test which consist of 40 multiple choice with 4 options of enviromental pollution material. The research concluded that there was the difference of students’ achievements using mind map and concept map on environmental pollution material in VII grade of MTs Al-Ma’rufi Kota Tasikmalaya at 2015/2016 academic year. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar peserta didik yang proses pembelajarannya menggunakan media mind map dengan concept map pada materi pencemaran lingkungan di kelas VII MTs Al-Ma’rufi Kota Tasikmalaya tahun ajar 2015/2016. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pre eksperimental . Sampel diambil dengan teknik total sampling (seluruh populasi dijadikan sampel), yaitu di kelas VII A sebanyak 22 orang menggunakan media concept map dan di kelas VII B sebanyak 23 orang menggunakan media mind map. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes berupa pilihan majemuk sebanyak 40 butir soal dengan empat option materi Pencemaran Lingkungan. Penelitian menyimpulkan bahwa ada perbedaan hasil belajar peserta didik yang proses pembelajarannya menggunakan media mind map dan concept map pada materi pencemaran lingkungan di kelas VII MTs Al-Ma’rufi Kota Tasikmalaya Tahun Ajaran 2015/2016. Kata kunci: concept map, hasil belajar, media pembelajaran, mind map, pencemaran lingkunga
Pengaruh Discovery Learning Terhadap Keterampilan Metakognisi dan Hasil Belajar Siswa SMP
This research aim was to determine the effect of Discovery learning on metacognition skills and student learning outcomes. The design used was a nonequivalent pretest-posttest control group design.The research samples were 64 students of VIIB and VIIDthat were selected through cluster random sampling technique. Metacognition skills were data obtained from questionnaires andlearning outcomes (cognitive aspects) using pretest and posttest. Questionnaires of Independent Sample t-Test at 5%confidence level. The results showed thatmetacognition skills both in the planning, monitoring and evaluation stages of the experiment class were different significantly from the control class. The average N-gain in experiment class was 0,59 while in control class was 0,52. So it can be concluded that Discovery learninghas an effect on increasing metacognition skills but did not significantly effect on learning outcomes of students.Penelitian ini bertujuan untuk menentukanpengaruh modelDiscovery learning terhadap keterampilan metakognisi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan nonequivalent pretest-posttest control group design. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas VIIB dan VIIDyang berjumlah 64 dan dipilih dengan teknik cluster random sampling. Data keterampilan metakognisi diperoleh dari angket dan data hasil belajar (aspek kognitif) diperoleh dari pretest dan posttest. Angket dianalisis secara deskriptif sedangkan hasil belajar dianalisis dengan uji Independent Sample t-Test pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan metakognisi baik tahap perencanaan, pemantauan maupun evaluasi pada kelas eksperimen (N-gain=0,59) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (N-gain=0,52).Jadi dapat disimpulkan bahwa Discovery learning berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan metakognisi tetapi tidak signifikan terhadap hasil belajar siswa. Kata kunci: discovery learning, hasil belajar, keterampilan metakognisi
Hubungan Self-efficacy berdasarkan Gender dengan Hasil Belajar IPA
This study aimed to determine the different self-efficacy between males and females students and the correlation between self-efficacy based on gender with sciences learning outcomes. This study used descriptive correlational design. The samples were VIIIgrade students at SMP in Labuhan Ratu Region amounted of 279 students who were selected trough purposive sampling technique. Data of students self-efficacy were obtained from self-efficacy scale and data of sciences learning outcomes were obtained from test. The result data were analyzed using independent sample t-test and Pearson Product Moment. The result of t-test showed that the difference on self-efficacy between males and females students were not significant. The result of correlation test showed that there was positive and significant relationship between self-efficacy based on gender with sciences learning outcomes. Coefficient correlation indicated weak relationship between self-efficacy and sciences learning outcomes. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan self-efficacy antara siswa laki-laki dengan perempuan serta hubungan antara self-efficacy berdasarkan gender dengan hasil belajar IPA. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP di Kecamatan Labuhan Ratu yang berjumlah 279 dan dipilih dengan teknik purposive sampling. Data self-efficacy siswa diperoleh melalui skala self-efficacy dan data hasil belajar IPA diperoleh melalui tes. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji-t sampel independen dan uji Pearson Product Moment. Hasil uji-t menunjukkan adanya perbedaan yang tidak signifikan antara self-efficacy yang dimiliki siswa laki-laki dengan perempuan. Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara self-efficacy berdasarkan gender dengan hasil belajar IPA. Adapun nilai koefisien yang dihasilkan pada uji korelasi mengindikasikan hubungan yang rendah antara self-efficacy berdasarkan gender dengan hasil belajar IPA. Kata kunci: gender, hasil belajar IPA, self-efficac