Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan
Not a member yet
    337 research outputs found

    SEBARAN LOGAM BERAT TERLARUT DAN TERENDAPKAN DI PERAIRAN TELUK JAKARTA

    Get PDF
    Teluk Jakarta merupakan kawasan padat dengan berbagai aktivitas sehingga menjadi tempat berkumpulnya polutan dari daratan yang ditransport melalui 13 sungai yang mengalir di wilayah DKI Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan proses dan sumber logam berat melalui perbandingan profil sebaran logam berat terlarut dan terendapkan pada bulan September di Perairan Teluk Jakarta. Penelitian logam berat terlarut dan terendapkan di perairan Teluk Jakarta telah dilakukan pada bulan September 2014. Analisis logam berat terlarut dan sedimen mengikuti prosedur (APHA 2012). Hasil penelitian menunjukkan kondisi fisika-kimia perairan Teluk Jakarta untuk suhu berkisar 28,9-30,2 ºC, salinitas berkisar 29,5-30,6 psu, derajat keasaman (pH) berkisar 7,80-8,17 dan partikel tersuspensi (TSS) berkisar 25-68 mg/l. Logam berat terlarut untuk Pb berkisar 0,006-0,016 ppm, Cd berkisar 0,001-0,003 ppm, Cu berkisar 0,001-0,005 ppm, Ni berkisar 0,001-0,016 ppm dan Zn berkisar 0,003-0,097 ppm. Logam berat sedimen untuk Pb berkisar 24,86-59,32 ppm, Cd berkisar 0,32-3,49 ppm, Cu berkisar 11,42-67 ppm, Ni berkisar 19,80-39,85 ppm dan Zn berkisar 26,14,8-241,01 ppm. Sebaran logam berat terlarut yang diperkuat dengan sebaran logam berat dalam sedimen mengindikasikan sumber logam berat di perairan Teluk Jakarta sebagian besar berasal dari input materi dari daratan.Jakarta Bay is a crowded area with many activities so that a gathering place for pollutants from the land that is transported through the 13 rivers that flow in Jakarta. The purpose of this research is to explain the process and sources of heavy metal with to compare distribution profile heavy metal in water and sediment in Transitional Season I and Transitional Season II in the Jakarta Bay. The research heavy metal in water and sediment in Jakarta Bay was conducted in September 2014. Analysis of heavy metal in water and sediment use procedure (APHA 2012). The results showed hydro-oceanographic condition in the Jakarta Bay for current velocity range from 0.002-0.028 m/s to wards west and southwest, the wind speed range 4-17 knot blowing to the southwest and tidal tipe of single of riding the tide of 0,84 m. The temperature range 28.9-30.2 °C, salinity range 29.5-30.6 psu, acidity (pH) range 7.80-8.17 and suspended solid (TSS) range 25-68 mg/l. Heavy metals in water for Pb range 0.006-0.016 ppm, Cd range 0.001-0.003 ppm, Cu range from 0.001-0.005 ppm, Ni range 0.001-0.016 ppm and Zn range 0.003-0.097 ppm. Heavy metal in sediment for Pb range 24.86-59.32 ppm, Cd range 0.32-3.49 ppm, Cu range 11.42-67 ppm, Ni range 19.80-39.85 ppm and Zn range 26.14 to 241.01 ppm. Distribution of heavy metal in water and sediment to indicated the sources of heavy metal in the Jakarta Bay largely derived input material from the terrestrial

    ASPEK BIOLOGI REPRODUKSI IKAN PARI TOTOL (Neotrygon kuhlii) DI PERAIRAN SELAT SUNDA

    Get PDF
    Ikan pari totol (Neotrygon kuhlii) merupakan salah satu sumberdaya ikan ekonomis penting dan sebagai hasil penangkapan di Selat Sunda. Penangkapan yang intensif dapat mengakibatkan penurunan stok ikan pari totol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui panjang bobot, dan karakteristik reproduksi. Karaktersitik reproduksi itu sendiri meliputi ukaran pertama kali matang gonad, tingkat kematangan gonad dan indeks kematangan gonad ikan pari totol (Neotrygon kuhlii) di perairan Selat Sunda yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Labuan, Banten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai hubungan panjang bobot ikan pari totol betina. Berdasarkan hubungan panjang bobot ikan pari betina diperoleh persamaan hubungan panjang dan bobot untuk ikan pari totol betina : W = 0.0007 L2.1496.Sedangkan untuk pari totol jantan persamaan hubungan panjang bobot : W = 0.0000L2.251. Ikan pari totol jantan mempunyai faktor kondisi yang relatif lebih besar daripada ikan pari betina. Penurunan nilai faktor kondisi disebabkan bagian terbesar dari makanan yang dikonsumsi digunakan untuk perkembangan sel-sel reproduksinya). Kisaran ukuran pertama kali matang gonad ikan pari totol betina dengan kisaran panajng total tubuh 700-771, sedangkan untuk ikan pari jantan dengan kisaran panjang total tubuh 690-771. Tingkat kematangan gonad terbanyak betina dan jantan (TKG III) pada bulan Juni dan Juli 2013. Indeks kematangan gonad (IKG) ikan pari semakin meningkat seiring dengan meningkatnya TKG

    EFEKTIVITAS SIRIP PEREDAM DALAM MEREDAM EFEK FREE SURFACE YANG MEMPENGARUHI GERAKAN ROLLING KAPAL MODEL

    Get PDF
    Kapal yang mengangkut muatan cair akan menimbulkan free surface. Free surface tersebut merupakan pergerakan bebas muatan cair pada palka terutama saat terjadi gerakan rolling. Efek free surface dapat mempengaruhi gerakan rolling yang terjadi. Penggunaan sirip peredam pada palka merupakan salah satu alternatif cara untuk meredam efek free surface yang terjadi pada kapal bermuatan cair. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan luasan minimal sirip peredam yang masih efektif untuk meredam efek free surface yang mempengaruhi gerakan rolling kapal. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimen menggunakan kapal model dan palka model dengan 4 perlakuan luasan sirip peredam. Analisis data dilakukan dengan cara komparatif numerik dan uji statistik menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Kajian dilakukan terhadap sudut kemiringan rolling kapal model, rolling duration, rolling period dan frekuensi rolling. Berdasarkan hasil kajian penggunaan sirip peredam 10% dari luas free surface cukup efektif untuk meredam efek free surface yang mempengaruhi gerakan rolling kapal model.Ships carrying liquid cargo will experience free surface effects. It is a free movement of liquid cargo in the hold, especially during rolling motions. The use of absorber fins in hold is an alternative to reduce the free surface effect. This study aimed to determine the minimum size of absorber fins that were still effective to reduce the effect of free surface affecting the rolling motion of ship. The experimental method was applied by using a model ship with hold. Four size of absorber fins were used as treatments in this experiment. Data were analyzed by comparative numerical and statistical tests using a completely randomized design. During the experimental, four variable that were observed such as angle of rolling ship model, rolling duration, rolling frequency and rolling period. The result showed that the use of absorber fins with the size of (10%) of the free surface area was effective to reduce the free surface effect toward the rolling motion of ship models

    REAKSI POLA RENANG IKAN NILA TERHADAP TIRAI LISTRIK PADA SKALA LABORATORIUM

    Get PDF
    Tirai listrik saat ini digunakan sebagai alat konservasi di perairan sungai. Alat ini berfungsi sebagai alat penghadang ikan menuju hulu sungai. Penggunaan elektrode tirai listrik di sungai dipasang secara horizontal di dasar perairan, sehingga bagian permukaan air tidak teraliri listrik. Tirai listrik dengan elektrode secara vertikal menggunakan pulsed direct current (TLEV-PDC) merupakan modifikasi alat yang dibuat sebagai alat penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkah laku ikan terhadap TLEV-PDC, sehingga didapat perbaikan dalam merancang alat penangkapan ikan menggunakan TLEV-PDC. Metode penelitian menggunakan pendekatan tingkah laku yang muncul saat perlakuan (Behaviour Sampling). Perekaman tingkah laku menggunakan metode continuous recording pada sumber listrik PDC sebesar 6 volt, 18 volt, 30 volt dan 45 volt. Hasil penelitian menunjukkan respons ikan nila terhadap TLEV-PDC diantaranya adalah ikan pingsan sesaat, ikan melewati TLEV-PDC dan ikan yang terhadang TLEV-PDC dengan cara mengubah arah renang. The purpose of this study is to determine the behavior of Tilapia to TELV-PDC gear. TLEV-PDC is modification of fishing gear for blocking and guiding the fish swimming. This study use experimental method. Sampling for The Study used behavior sampling method and continuous method for recording. The power source of this study was 6 volts, 18 volts, 30 volts and 45 volts in the aquarium for testing deterrence Tilapia juvenile and consumption sized. The results of this study indicated the response of Tilapia to TLEV PDC was fainted, hampered and changed the direction of swimming, and blockouts. TLEV-PDC can to support for fishing gear. It is function for guiding the fish in passive fishing gear (trap)

    KAJIAN MANFAAT KAWASAN KONSERVASI BAGI PERIKANAN YANG BERKELANJUTAN DI PESISIR TIMUR PULAU WEH

    Get PDF
    Marine protected areas have an important effect to maintain the ecological and economical conditions. The purpose of this research was to identifed the benefits of marine proteced areas for the ecological, fisheries and stakeholders. The results showed conservation area had an average of coral cover, abundance, and biomass of reef fish is higher 54.30%, 12.147 ind/ha and 486.70 kg/ha compared to areas outside the conservation area 32.10%, 8073 ind/ha and 286.70 kg/ha. The average catches increased from the 2008 amounted to 3.03 kg/trip and in 2013 of 3.60 kg/trip. Multi-objective analysis showed that the benefits of conservation areas most perceived by stakeholders is the number of fish that more (biomass), the increase in the number of tourists and management is done with the local wisdom (hukum adat). It was concluded that the conservation area on the east coast of the Weh Island could maintain ecosystems and fish stocks properly but need improvement the quality of livelihood to improve the economic conditions.Penelitian ini bertujuan mengkaji manfaat kawasan konservasi bagi ekologi, perikanan dan stakeholder. Hasil evaluasi ekologi menunjukkan kawasan konservasi memiliki rata-rata persentase tutupan karang hidup, kelimpahan, dan biomassa ikan yang lebih tinggi (54,3%, 12.147 ind/ha dan 486,7 kg/ha) dibanding daerah diluar kawasan konservasi (32,1%, 8.073 ind/ha dan 286,7 kg/ha). Evaluasi indikator ekonomi menunjukkan peningkatan hasil tangkapan dari tahun 2008 sebesar 3,03 kg/trip dan di tahun 2013 sebesar 3,60 kg/trip. Analisis multi-objektif menunjukkan manfaat kawasan konservasi yang paling dirasakan oleh stakeholder adalah jumlah ikan yang lebih banyak (biomassa), kenaikan jumlah wisatawan dan pengelolaan yang dilakukan dengan kearifan lokal (hukum adat). Berdasarkan hasil evaluasi ekologi dan ekonomi dapat disimpulkan bahwa kawasan konservasi di pesisir timur Pulau Weh dapat sangat bermanfaat dalam menjaga ekosistem dan stok ikan, namun perlu peningkatan kualitas mata pencaharian untuk meningkatkan kondisi ekonomi.&nbsp

    PEMETAAN BATIMETRI DI PERAIRAN DANGKAL PULAU TUNDA, SERANG, BANTEN MENGGUNAKAN SINGLEBEAM ECHOSOUNDER

    Get PDF
    Batimetri adalah pengukuran dasar laut. Data batimetri yang rinci di perairan dangkal pulau kecil belum memadai sehingga tidak bisa memberikan informasi bagi aktivitas di sekitar perairan dangkal tersebut seperti aktivitas pelayaran oleh kapal-kapal rakyat. Nilai kedalaman dapat ditentukan dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh yang menggunakan teknologi akustik dengan sistem propagasi suara. Tujuan penelitian adalah mendapatkan nilai batimetri secara rinci, menampilkan dalam bentuk 3D serta mendapatkan nilai slope dan melihat perbedaan terhadap koreksi pasang surut. Pemetaan batimetri dilakukan di perairan dangkal pulau Tunda, Serang, Banten pada 21 sampai 24 Agustus 2014. Data Akustik dikumpulkan menggunakan GPS map echosounder 585 Singlebeam. Data pasang surut diterapkan untuk koreksi. Data itu pasca diproses menggunakan Surfer software 11, Global Mapper v8 dan ArcGIS 10.1. Berdasarkan penelitian ini, kedalaman maksimal yang didapat adalah 52 m dan bentuk dasar laut yang termasuk landai dengan kondisi tubir yang mengelilingi pulau

    ANALISIS STRUKTUR EKOSISTEM MANGROVE DI DESA KUKUPANG KECAMATAN KEPULAUAN JORONGA KABUPATEN HALMAHERA SELATAN MALUKU UTARA

    Get PDF
    Hutan mangrove telah menyesuaikan diri dari terpaan ombak yang kuat dengan salinitas yang tinggi. Tumbuhan mangrove tumbuh diatas dataran lumpur digenangi air laut atau air payau sewaktu air pasang atau digenangi air sepanjang hari, Desa Kukupang memiliki ekosistem mangrove yang tumbuh di sepanjang pesisr pantai, namun kelestariannya terancam akibat oleh warga desa tersebut.  Desa Kukupang merupakan salah satu ibu kota Kecamatan Kepulauan Jouronga yang berada pada Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara. Ekosistem mangrove Desa Kukupang memiliki tumbuh hidup disepanjang pesisir pantai dengan kondisi pertumbuhan masih sangat alami. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2014 Lokasi penelitian bertempat di kawasan ekosistem mangrove Desa Kukupang Kecamatan Kepulauan Joronga, Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara. Tujuan penelitian untuk mengetahui struktur komunitas ekosistem mangrove dan menganalisis tingkat kerapatan ekosistem mangrove Metode transek kuadrat dan penentuan stasiun dilakukan dengan metode acak terstratifikasi. Pengambilan data terbagi dalam 3 stasiun yang berukuran 10 x 10 m untuk pohon, 5 m x 5 m untuk pancang, 1 x 1 m untuk semai, , dimana  penetuan stasiun untuk sampling dibagi menjadi 3 stasiun. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 6 jenis mangrove ditemukan yaitu: Rhizopora apiculata, Avicennia marina, Rhizopora mucronata, Sonneratia alba, Brugueraea gymnorrhiza, Ceriops tagal. Pola sebaran ekosistem mangrove berasosiasi, tingkat kerapatan tertinggi diperoleh jenis mangrove Rhizopora apiculata sebesar 0,23 (ind/m2) kondisi substrat pada loksi penelitian yang dominan pasir.Mangroves forests have adapted themselves from exposure to strong waves with high salinity. Mangroves grow on mud flats flooded with sea water or brackish water during high tide or flooded throughout the day. Kukupang village is one of the capital of the District of Jouronga Islands are located in the South Halmahera in North Maluku province. Mangrove ecosystem has grown Kukupang village life along the coast with an area of approximately 65 hectares with the condition is still very natural growth. The research was conducted in October-November 2014 Location of the study took place in mangrove ecosystem Kukupang Village District of Joronga Islands, South Halmahera in North Maluku. Transect method of determining the station square and performed by stratified random method. Data retrieval is divided into three stations measuring 10 x 10 m for trees, 5 mx 5 m for the stake, 1 x 1 m for the nursery, where elucidation of the sampling stations are divided into three stations. Based on the results of the study are six mangrove species found are: Rhizopora apiculata, Avicennia marina, Rhizophora mucronata, Sonneratia alba, Brugueraea gymnorrhiza, Ceriops tagal. Distribution pattern associated mangrove ecosystem, and the highest level of density is the type of mangrove species Rhizophora apiculata, the condition of the substrate at the location of the dominant research dust

    KALSIUM KARBONAT PADA MEDIA BERSALINITAS UNTUK PERTUMBUHAN BENIH IKAN PATIN (Pangasius sp.)

    Get PDF
    Pengembangan teknologi dan sistem produksi dalam bidang perikanan budidaya merupakan salah satu solusi utama bagi upaya peningkatan produksi perikanan terutama untuk mengatasi adanya kendala tentang ketersediaan benih ikan patin. Perbaikan kualitas benih patin diupayakan melalui penambahan kapur untuk ketersediaan mineral di perairan dan pengadaan media pemeliharaan bersalinitas 4 g/L yang bertujuan untuk menekan tingkat kerja osmotik sehingga mengurangi energi yang digunakan untuk osmoregulasi dan dapat dialokasikan untuk pertumbuhan ikan patin. Benih ikan patin yang digunakan berukuran 2,69±0,04 cm dengan bobot 0,08±0,01 g. Akuarium yang digunakan berukuran 30 x 15 x 25 cm sebanyak 15 unit dan diisi air bersalinitas 4 g/L sebanyak 9 liter per unit dan ditambahkan kapur CaCO3 sesuai perlakuan yaitu K (0 mg/L CaCO3) , A (150 mg/L CaCO3), B (200 mg/L CaCO3), C (250 mg/L CaCO3) dan D (300 mg/L CaCO3). Selama penelitian, ikan diberi pakan dengan kadar protein (28%) sebanyak 3 kali sehari dengan FR (5%). Perlakuan penambahan CaCO3 untuk semua perlakuan menghasilkan tingkat kelangsungan hidup sebesar 100% (P>0,05). Sedangkan laju pertumbuhan bobot harian masing-masing perlakuan secara berturut-turut yaitu (11.34%); (12.06%); (11.51%); (12.67%); dan (11.58%) (P>0,05). Panjang mutlak menghasilkan nilai berbeda nyata yaitu 2.84 cm; 3.62 cm; 3.23 cm; 3.79 cm; dan 3.28 cm (P<0,05). Selama penelitian, kualitas air berada dalam kisaran yang dapat ditoleransi oleh benih ikan patin. Penggunaan kapur CaCO3 pada salinitas 4g/L disarank sebanyak 250 mg/L CaCO3 dengan pergantian air secara berkala dan pemberian pakan yang cukup.The development of technology and production systems in the field of aquaculture is one of the primary solutions for increasing production to cope with the presence of fishing is mainly about stripped catfish seed. Seed quality improvement through lime addition for the availability of minerals in the water supply and maintenance of media in salinity 4 g/L which aims to suppress the level to support availability of employment of the inaugural thereby reducing energy used for osmoregulation and can be allocated to growth of catfish. Catfish seed size used was 2.69±0.04 cm and weight used was 0.08±0.01 g. Aquarium used measuring 30 x 15 x 25 cm by as much as 15 units and filled water in salinity 4 g/L as much as 9 litres per unit and added lime CaCO3 according treatment that was K (0 mg/L CaCO3), A (150 mg/L CaCO3), B (200 mg/L CaCO3), C (250 mg/L CaCO3) and D (300 mg/L CaCO3). For research, fish was fed on of a protein (28%) as much as 3 times a day by FR 5%. The addition of CaCO3 treatment for all treatment generated a level of survival as much as (100%) (P>0.05). While growth rate of weights daily each treatment in a consecutive manner that is (11.34%); (12.06%); (11.51%); 12.67%; and (11.58%) (P>0.05). Absolute value of different length produce 2.84 cm; 4.63 cm; 3.23 cm; 3.79 cm; and 3.28 cm (P>0.05). During the research, the quality of the water was in the range that can be tolerated by the seed of catfish. The use of lime CaCO3 on salinity 4 g/L recommended as much as 250 mg/L CaCO3 with a turn of the water at regular intervals and feeding

    DETEKSI SCHOOLING IKAN PELAGIS DENGAN METODE HIDROAKUSTIK DI PERAIRAN TELUK PALU, SULAWESI TENGAH

    Get PDF
    Data potensi dan hasil tangkapan yang bersumber dari data statistik perikanan ataupun perikanan komersial sebagian besar belum lengkap dan akurat. Oleh sebab itu, upaya peningkatan akurasi data dan metode survey yang sesuai diperlukan untuk menjamin ketepatan sasaran pendugaan potensi sumberdaya ikan di Indonesia. Tujuan deteksi schooling ikan pelagis dengan hidroakustik ialah agar dapat memberikan gambaran akurat tentang kondisi insitu potensi sumberdaya ikan pelagis di Perairan Teluk Palu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa schooling ikan pelagis dominan berada pada interval TS -70 dB s/d -40 dB sebanyak 23 schooling ikan. Berdasarkan strata kedalaman, schooling ikan lebih banyak berada pada kedalaman 100 s/d 150 m sebanyak 12 schooling disusul pada kedalaman 0 s/d 50 m sebanyak 9 schooling dan kedalaman 50 s/d 100 m sebanyak 2 schooling. Nilai TS tersebut merupakan kisaran nilai dari jenis pelagis besar. Hal tersebut sejalan dengan hasil tangkapan ikan di perairan Teluk Palu yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Labuan Bajo, Kabupaten Donggala yang didominasi jenis ikan pelagis besar. Ukuran terpanjang ikan cakalang senilai 74 cm di kedalaman 142 m. Ukuran terkecil senilai 5 cm di kedalaman 57 m dengan rata-rata ukuran 27.80 cm.Yield and catch data obtained from statistic and fisheries commercial data are incomplete and inaccurate. Effort to increase the accurate data and survey method become necessary to estimate the yield potential in Indonesia. The aim of this study was to detect the pelagic schooling (target strength/TS approach) by using hydroacoustic. Those detection were used to describe insitu condition of pelagic fishes in Palu Bay, Central Sulawesi. Result of this study on depth strata, dominant schooling (12 schools) found in 100 to 150 m, then followed by 9 schools in 0 to 50 m and 2 schools in 50 to 100 m. Fish caught in Palu Bay that landed in Labuan Bajo fishing port dominated by large pelagic. Those information were relevant with the TS data. The longest size of skipjack was 74 cm in depth of 142 m. Medium size of the smallest value of 5 cm was in depth 57 m with an average size of 27.80 cm

    PERGESERAN HALMAHERA EDDY KAITANNYA DENGAN PRODUKTIVITAS TANGKAPAN IKAN CAKALANG DI PERAIRAN SEKITARNYA

    Get PDF
    Perairan antara Mindanao dan Papua merupakan salah satu wilayah potensial perikanan cakalang (Katsuwanus pelamis) yang paling maju di Pasifik barat. Sebagian besar industri perikanan jenis ini didominasi oleh kapal jenis purse-seine dengan ukuran besar (50-100 GT). Peran arus pusar Halmahera menjadi penting dalam dinamika perikanan di wilayah ini, namun belum ada yang menjelaskannya. Seri data penangkapan cakalang Catch per Unit Effort (CPUE) dari Western Central Pacific Fisheries Commission (WCPFC) selama satu dekade periode Juli 2002-Desember 2012 dianalisis guna melihat hubungan antara pergeseran Halmahera Eddy dengan produktivitas ikan cakalang di wilayah studi. Hasilnya menunjukkan bahwa produktivitas ikan cakalang di wilayah studi berkorelasi kuat terhadap pergeseran meridional Halmahera Eddy di mana CPUE cakalang memperlihatkan peningkatan dengan jeda waktu 2 bulan setelah pusat Halmahera Eddy bergeser ke utara sedangkan untuk pergeseran zonalnya mempunyai korelasi yang lemah.The water between Mindanao and New Guinea is one of areas fisheries potential skipjack (Katsuwanus pelamis) most advanced in the western pacific. The main of fisheries industry this type of dominated by purse-seine by large size (50-100 Gross Tonnage). The role of a Halmahera Eddy is very importance in the dynamics of fisheries in the region, but there is no that explain it yet. Data series arrest skipjack catch per unit of effort (CPUE) of Western Central Pacific Fisheries Commission (WCPFC) for a decade the period July 2002-December 2012 analyzed in order to see the relationship between shifting Halmahera Eddy with the productivity skipjack in the study areas. The results show that the productivity skipjack in the study areas correlates strongly against a meridional shifting of Halmahera Eddy where CPUE showing an increase in skipjack with lag time on two months after Halmahera Eddy center shifted to the north. While to zonal shifting have a correlation in which weak

    329

    full texts

    337

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇