FKIP UNS Journal Systems
Not a member yet
7978 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJARA MATEMATIKA PADA PENGUKURAN WAKTU MELALUI ALAT PERAGA GARIS BILANGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR
Abstract :This research is to improve the learning ability mathematical with the topic of discussion of measurement time by application of the number line props at third grade III students of SD Negeri Surakarta in academic year 2016/2017. This research was classroom action research consist of two cycles. Each cycles had to meetings. Each one consist of four phases, namely planning, implementation, observation, and reflecation. The subject of this research is I am a researchers. Teacher and the third grade students of SD Negeri Surakarta many as 32 students. The sources of data there were teacher, student and documents. Technique of the data collecting included observation, interviews, testing, and documentation. The data validity used triangulation of source and technique. The data analysis technique use interactive analysis model which consist of four components, namely: data collection, data reducation, data display, and verification. The number line props can improve the learning ability mathematical with the topic of discussion of measurement time of the student in grade III of state primary school of Surakarta in academic year 2016/2017. Abstrak :Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan belajar matematika materi pengukuran waktu melalui penerapan alat peraga garis bilangan pada kelas III SD Negeri Surakarta tahun ajaran 2016/2017. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus.Tiap siklus terdiri dari dua pertemuan.Tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan tahap refleksi. Subjek penelitian ini adalah saya sebagai peneliti, guru dan siswa kelas III SD Negeri Surakarta tahun 2016/2017 yang berjumlah 32 siswa sumber data berasal dari guru, siswa dan dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi.Validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik.Analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif dengan empat buah komponen yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan alat peraga garis bilangan dapat meningkatkan kemampuan belajar materi pengukuran waktu pada siswa kelas III SD Negeri Surakarta tahun ajaran 2016/2017
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS ASSISTED INDIVIDUALIZED (TAI) DILENGKAPI HANDOUT BERBASIS MODEL LATIHAN UNTUK MENINGKATKAN KERJASAMA DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK HIDROLISIS KELAS XI IPA SEMESTER GENAP SMA MUHAMMADIYAH 1 KARANGANYAR
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dan prestasi belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Teams Assisted Individualized (TAI) dilengkapi Handout berbasis Model Latihan pada sub pokok bahasan Hidrolisis. Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dengan tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi , refleksi dan perencanaan kembali sebagai dasar untuk pelaksanaan tindakan hasil dari adanya permasalahan pada siklus I. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar semester genap tahun ajaran 2015/2016. Data penelitian berupa data kualitatif dan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan tes objektif (aspek kognitif), observasi dan angket (aspek afektif dan kerjasama siswa), serta wawancara. Sedangkan untuk validitas data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Teams Assisted Individualized (TAI) dilengkapi media Handout berbasis Model Latihan pada sub pokok bahasan Hidrolisis dapat meningkatkan kerjasama dan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat berdasarkan pelaksanaan siklus I diperoleh persentase kerjasama siswa sebesar 91% dan meningkat hingga 100% pada siklus II. Kemudian persentase capaian aspek afektif siswa siklus I sebesar 91% dan siklus II sebesar 100% serta pada aspek kognitif siswa siklus I sebesar 39,53% dan siklus II sebesar 62,80%
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFE) PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS BAGI SISWA KELAS VIII C SMP NEGERI 2 SUKOHARJO TAH
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendiskripsikan pelaksanaan pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator and Explaining (SFE) yang dapat meningkatkan aktivitas belajar dan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Sukoharjo tahun 2016/2017. 2) mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator and Explaining (SFE) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Sukoharjo tahun 2016/2017. 3) mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator and Explaining (SFE) memberikan dampak terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Sukoharjo tahun 2016/2017.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Sukoharjo tahun pelajaran 2016/2017. Teknik pengumpulan data melalui observasi, tes dan dokumentasi. Teknik uji validitas data adalah triangulasi penyidik. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data aktivitas belajar siswa dan pelaksanaan proses pembelajaran melalui observasi, data prestasi belajar matematika siswa yang diperoleh melalui tes, dan data berupa foto dan video pembelajaran melalui dokumentasi.Dari hasil observasi pada siklus I, diperoleh rata-rata persentase aktivitas belajar siswa sebesar 65.75%, banyaknya siswa yang mencapai kategori aktivitas belajar siswa tinggi adalah 17 siswa (54.84%), dan dari hasil tes prestasi belajar matematika diperoleh presentase ketuntasan nilai tes sebesar 70.97%. Pada siklus II mengalami peningkatan rata-rata persentase aktivitas belajar siswa sebesar 9.17% menjadi 74.92%, banyaknya siswa yang mencapai kategori aktivitas belajar siswa tinggi meningkat sebesar 19.35% menjadi 74.19% atau sebanyak 23 siswa dan presentase ketuntasan nilai tes meningkat sebesar 6.45% menjadi 77.42%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Facilitator and Explaining (SFE) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Sukoharjo tahun pelajaran 2016/2017
KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DAN INQUIRY DITINJAU DARI ASPEK KOGNITIF MATA PELAJARAN IPA KELAS 5
Abstract : The purpose of science education has not been achieved at SDN 02 and SDN Bancak Boto. According to the replay value of 3x by 48% and 53% is under the Ministry of Health. This study aimed to compare the Discovery Learning and Inquiry model of cognitive aspects. ANCOVA test, the test results of 4,431 F, significance / probability of 0,044 <0.05 then H0 is rejected and Ha accepted. Differences in cognitive science learning outcomes supported by significant differences between the mean of two samples. Results Discovery Learning cognitive learning model earned an average of 80.29, while the average Inquiry 70.67. This means giving treatment model Discovery Learning impact on higher cognitive learning outcomes from depositing cash Inquiry.Abstrak : Tujuan pembelajaran IPA belum tercapai di SDN Boto 02 dan SDN Bancak. Berdasarkan nilai ulangan sebanyak 3x sebesar 48% dan 53% masih dibawah KKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan model Discovery Learning dan Inquiry dari aspek kognitif. Uji ANCOVA, hasil uji F hitung sebesar 4,431, taraf signifikansi/probabilitas 0,044 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Perbedaan hasil belajar IPA kognitif sig- nifikan didukung dengan perbedaan rerata dua sampel. Hasil belajar kognitif model Discovery Learning mem- peroleh rata-rata 80,29, sedangkan model Inquiry memperoleh rata-rata 70,67. Artinya pemberian treatment model Discovery Learning memberikan dampak pada hasil belajar kognitif lebih tinggi dariapada Inquiry. Kata Kunci: Discovery Learning, Inquiry, Hasil Belajar Kognitif, Pembelajaran IP
PENINGKATAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN ORIGAMI PADA KELOMPOK B DI TK
AbstractObjectives to be achieved in this research is to (1) Improve the fine motor skills of children and (2) Improve fine motor skills of children through origami activities in group B in TK PGRI Purwodadi Purwodadi District Grobogan District Lessons 2016 / 2017.Kerja learning used In this study is through the origami activities of the child making folded forms of folding paper to improve fine motor skills because with these activities can involve the coordination of hand and eye muscles. Data collection techniques used in this study is a method of observation that is done using the observation sheet. The research procedure of cycle I and cycle II include planning, implementation, observation, and reflection using data analysis technique using qualitative analysis by using score (1, 2, 3). The analysis result in cycle I shows that only 65% of children reach learning completeness And in sufficient category, so the indicator that requires 74% completeness of learning with origami activities characterized by student activity on the observation has not been successful and it takes cycle II. In the second cycle the average completeness of children's learning on the observation sheet reached 77% so that the performance indicator requires 76% completeness of learning through origami activities otherwise it has been successful.AbstrakTujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk(1) Meningkatkan keterampilan motorik halus anak dan (2) Meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan origami pada kelompok B di TK PGRI Purwodadi Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan Tahun Pelajaran 2016/2017.Kegiatan pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui kegiatan origami yaitu anak membuat bentuk-bentuk lipatan dari kertas lipat untuk meningkatkan keterampilan motorik halus karena dengan kegiatan tersebut dapat melibatkan koordinasi otot tangan dan mata. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa metode observasi yang dilakukan menggunakan lembar observasi. Prosedur penelitian siklus I dan siklus II meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang menggunakan teknik analisis data dengan menggunakan analisis kualitatif dengan menggunakan skor (1, 2, 3).Hasil analisis pada siklus I menunjukan baru 65% anak yang mencapai ketuntasan belajar dan dalam kategori cukup, sehingga indikator yang mensyaratkan 74% ketuntasan belajarnya dengan kegiatan origami yang ditandai dengan aktivitas siswa dilembar observasi belum berhasil dan dibutuhkan siklus II. Pada siklus II rata-rata ketuntasan belajar anak pada lembar observasi mencapai 77% sehingga indikator kinerja mensyaratkan 76% ketuntasan belajar melalui kegiatan origami dinyatakan sudah berhasil. Kata Kunci: “ Keterampilan Motorik Halus, Origami
PENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TIPE JIGSAW PADA SISWA SEKOLAH DASAR
Abstract: The purpose of this study is to determine the improvement of IPS learning outcomes through the implementation of jigsaw learning model in grade 4 students SDN Blotongan 01 second semester academic year 2016/2017. The design of this study is a classroom action research (PTK). The research variable is the independent variable of jigsaw learning and the dependent variable of IPS student learning result. Data collection techniques by means of observation and evaluation. Instrument of data collection with observation sheet, written test and multiple choice. Quantitative data analysis techniques (learning outcomes). The result of the research shows that there is an increase of IPS study result of fourth grade students of SDN Blotongan 01 after being given jigsaw learning action. Before action as many as 7 students (40%) complete. After the action is given in cycle I, there is a total increase to 14 students (60%). In cycle II there was a complete increase of number to 21 students (91%) Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPS melalui penerapan model pembelajaran jigsaw pada siswa kelas IV SDN Blotongan 01 semester II tahun ajaran 2016/2017. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Variabel penelitian yaitu variabel bebas pembelajaran jigsaw dan variabel terikatnya hasil belajar IPS siswa. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan evaluasi. Instrumen pengumpulan data dengan lembar observasi, tes tertulis dan pilihan ganda. Teknik analisis data kuantitatif (hasil belajar). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Blotongan 01 setelah diberikan tindakan pembelajaran jigsaw. Sebelum tindakan sebanyak 7 siswa (40%) yang tuntas. Setelah diberikan tindakan pada siklus I, terjadi peningkatan jumlah yang tuntas menjadi 14 siswa (60%). Pada siklus II terjadi peningkatan jumlah yang tuntas menjadi 21siswa (91%). Kata Kunci : Model Pembelajaran Jigsaw , Hasil Belajar IP
PENERAPAN PENDEKATAN ITM (PEMECAHAN MASALAH) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPS MAHASISWA PGSD
Abstract: The purpose of this class action research are (1) To increase learning motivation of students in mastering basic competencies in education courses IPS SD I, (2) To increase the creativity of students in solving the existing problems in the community, (3) To improve the performance or results student learning. The research model used is a model of self-reflection spiral consisting of four phases / stages, the plan-action-observation-reflection, with the cycle repeated cycle. The subjects were students of the fifth semester with the object of research is the study of IPS SD I.Pengumpulan data using written tests, questionnaires, observation guidelines. Data analysis technique used qualitative analysis. Results from the study after class action through three cycles are as follows: (1) the average score of students' learning motivation is 74.5, (2) the average duty of students is 8.0, (3) the increase in the average acquisition results Education and learning IPS SD I from the first cycle to the second cycle was 5.6%, an increase from the second cycle to the third cycle was 15%.Abstrak : Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah (1) Untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa dalam menguasai kompetensi dasar dalam mata kuliah pendidikan IPS SD I, (2) Untuk meningkatkan kreatifitas mahasiswa dalam memecahkan permasalahan yang ada dalam masyarakat, (3) Untuk meningkatkan prestasi atau hasil belajar mahasiswa. Model penelitian yang digunakan adalah model spiral refleksi diri yang terdiri dari empat fase/tahap yaitu, rencana-tindakan-observasi-refleksi, dengan siklus berdaur ulang. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester V dengan objek penelitian adalah pembelajaran IPS SD I.Pengumpulan data menggunakan tes tertulis, angket, pedoman observasi. Teknik analisis data digunakan analisis kualitatif. Hasil dari penelitian tindakan kelas setelah melalui tiga siklus adalah sebagai berikut : (1) rata-rata skor motivasi belajar mahasiswa adalah 74,5 , (2) rata-rata tugas mahasiswa adalah 8,0 , (3) kenaikan rata-rata perolehan hasil belajar pembelajaran Pendidikan IPS SD I dari siklus I ke siklus II adalah 5,6%, kenaikan dari siklus kedua ke siklus ketiga adalah 15%.Kata Kunci : Pembelajaran berbasis masalah, perolehan hasil belajar pendidikan IPS SD
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KESULITAN BELAJAR AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA SISWA KELAS X AKUNTANSI SMK NEGERI 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2014/2015
ABSTRAKKegiatan belajar mengajar merupakan suatu aktivitas dalam bidang pendidikan. Kegiatan belajar memiliki tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Tujuan pembelajaran dapat tercapai apabila kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar. Untuk mencapai tujuan pembelajaran terdapat beberapa kendala yang terjadi. Kendala dalam mencapai tujuan tersebut akan mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam belajar. Kesulitan belajar yang dialami siswa akan berdampak pada tujuan pembelajaran yang dicapai kurang optimal. Untuk mengatasi kesulitan belajar pada siswa perlu dilakukan analisis faktor-faktor penyebab kesulitan belajar. Berdasarkan hasil analisis faktor-faktor penyebab kesulitan belajar tersebut, guru dapat menentukan langkah selanjutnya untuk mengatasi kesulitan belajar pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kesulitan belajar akuntansi perusahaan jasa dan identifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar akuntansi perusahaan jasa pada siswa kelas X Akuntansi SMK Negeri 1 Surakarta.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kombinasi (mixed methods) desain eksplorasi (exploratory design) dengan model pengembangan instrumen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Akuntansi SMK Negeri 1 Surakarta Tahun Ajaran 2014/2015. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 41 siswa yang terindikasi mengalami kesulitan belajar akuntansi perusahaan jasa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, wawancara, dan studi dokumentasi. Uji validitas data dilakukan dengan triangulasi metode dan validitas konstruk. Analisis data kualitatif menggunakan analisis interaktif. Analisis data kuantitatif menggunakan statistik deskriptif dan analisis faktor eksploratori dengan metode principal component analysis.Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tingkat kesulitan belajar mata pelajaran akuntansi perusahaan jasa tergolong dalam tingkat kesulitan belajar tinggi. Prosentase tingkat kesulitan belajar mata pelajaran akuntansi perusahaan jasa sebesar 55%. Faktor-faktor penyebab kesulitan belajar akuntansi perusahaan jasa pada siswa kelas X Akuntansi SMK Negeri 1 Surakarta Tahun Ajaran 2014/2015 antara lain (1) faktor sarana dan materi, (2) faktor pribadi siswa, (3) faktor sekolah, dan (4) faktor keluarga.Kata Kunci : penelitian kombinasi, kegiatan belajar mengajar, tingkat kesulitan belajar ABSTRACTLearning activity is an activity in the education. Learning activities have learning objectives to be achieved. Learning objectives can be achieved if the teaching and learning activities to run smoothly. To achieve the learning objectives, there are several obstacles that happen. Obstacles in reaching these objectives result students experience difficulties learn. Difficulties learn experienced by students will have an impact less than optimal on achievement the learning objectives. To overcome difficulties learn in students need to analyze the factors causing difficulties learn. Based on result analyze of the factors causing difficulties learn, teacher can determine next steps to overcome the difficulty of learning in students. This research aims to identify the level of difficulty learn subjects accounting services company and identify the factors that caused of difficulty learn subjects accounting services company the students class X Accounting SMK Negeri 1 Surakarta.This research used combination research method with exploration design with model of instrument development. The population in this research was students class X Accounting SMK Negeri 1 Surakarta academic year 2014/2015. The sampling techniques used in this study is purposive sampling. The sample in this research amounted 41 students who indicate having trouble of learning services company accounting. The techniques of data collection in this research is questionnaires, interviews, and study of documentation. Test the validity of the data is done by triangulation method and construct validity. Qualitative data analysis using interactive analysis. Quantitative data analysis using descriptive statistics and exploratory factor analysis with principle component analysis method.Results of this research indicated the level of difficulties learn services company accounting is high level category. Precentage of difficulties learning company services accounting is 55%. The factors that cause difficulties learn accounting company services in class X Accounting SMK Negeri 1 Surakarta academic year 2014/2015 among others, (1) the factor of facilities and lesson material, (2) personal factors students, (3) the factor of school, and (4) the factor of family.Keywords: combination research,learning activity, the level of difficulty lear
KEEFEKTIFAN PENERAPAN E-LEARNING QUIPPER SCHOOL PADA PEMBELAJARAN AKUNTANSI DI SMA NEGERI 2 SURAKARTA
ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui keefektifan penerapane-learning - Quipper School pada pembelajaran akuntansi di SMA Negeri 2 Surakarta (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keefektifan penerapan e-learning - Quipper School.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Surakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 2 Surakarta kelas XII IPS. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Sampel penelitian berjumlah 61 siswa terdiri dari 32 siswa kelompok eksperimen dan 29 siswa kelompok kontrol. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes prestasi belajar akuntansi, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan T-Test atau uji t dua pihak pada taraf signifikansi 5%.Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) terdapat keefektifan penerapan e-learning- Quipper School pada pembelajaran akuntansi di SMA Negeri 2 Surakarta, berdasarkan T-Test atau uji t dua pihak dihasilkan thitung = 2,825 > ttabel = 2,00 pada taraf signifikansi 5 %. (2) Faktor-faktor yang mendukung keefektifan penerapane-learning- Quipper School yaitu tersedianya teknologi komunikasi yang semakin canggih dan dapat dimanfaatkan untuk menunjang proses pembelajaran, efektif dari segi waktu, membuat siswa merasa senang, penyajian materi pelajaran yang menarik serta mudah dipahami, penguasaan teknologi informasi siswa yang sudah sangat bagus, dan ketersediaan laptop dan telepon seluler yang memadai. Faktor-faktor yang menghambat keefektifan penerapan e-learning- Quipper School yaitu ketersediaan internet yang belum memadai dan belum menjangkau semua kelas, tidak semua materi pelajaran cocok untuk diajarkan menggunakan e-learning, dan ketersediaan laboratorium komputer yang belum memadai.Kata kunci:Keefektifan, E-learning, Quipper School, prestasi belajar, pembelajaran akuntansi. ABSTRACTThe objectives of this research are to investigate: (1) the effectiveness of e-learning - Quipper School application on the Accounting learning at State Senior Secondary School 2 of Surakarta, and (2) the factors that support and inhibit the effectiveness of e-learning - Quipper School application.This research used the experimental research method. It was conducted at State Senior Secondary School 2 of Surakarta. The population of research was the students in Grade XII of Social Science Program of the school. The samples of research were taken by using the simple random sampling technique. They consisted of 61 students. They were divided into two groups, 32 in experimental group and 29 in control group. The data sources of the research were an Accounting teacher and students. The data were collected through test of achievement in Accounting, observation, in depth interview, and documentation. They were analyzed by using the two-tailed t test at the significance level of 5%.The results of research are follows: 1) The e-learning - Quipper School application on the Accounting learning at State Senior Secondary School 2 of Surakarta is effective as indicated by the result of the two-tailed t test in which the value of tcount = 2.825 is greater than that of ttable = 2.00 at the significance level of 5 %. (2) The factors that support the effectiveness of e-learning - Quipper School application include the following: more advanced communication technology which can be utilized to support the learning process is available; the e-learning application is effective in term of time; the e-learning application makes the students excited; the learning material is presented interestingly; the learning material presentation is easy to understand; the students have a very good mastery of information and technology; and the laptops and cellular phones are adequately available. Meanwhile, the factors that inhibit the effectiveness of e-learning - Quipper School application are as follows: the internet has not been adequately available and its connection has not reached all of the classes; not all learning materials are appropriate to be delivered with e-learning; and computer laboratory has not been adequately available. Keywords:Effectiveness, E-learning, Quipper School, learning achievement, accounting learnin
IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PEMBELAJARAN AKUNTANSI DI SMK SURAKARTA
ABSTRACTThe objective of this research is to investigate: (1) the implementation of scientific approach in accounting learning at Vocational High School Surakarta, (2) obstacles in the implementation of scien-tific approach, and (3) solution to obstacles in the implementation of scientific approach. This research using qualitative method with single case study approach. The results of research show that (1) Imple-mentation of scientific approach in accounting learning at Vocational High School Surakarta include (a) The teacher had planned learning activity using scientific approach in learning plan. (b) The teacher had implemented learning using scientific approach that include observing, questioning, information gathering/ trying, associating/ reasoning, and communicating activities in learning implementation. But the implementation of scientific approach not maximally yet on observing and questioning activities, be-cause there are some obstacles. (c) The teacher using authentic assessment that include attitude, knowledge, and skill assessment in learning assessment. (2) Obstacles in the implementation of scientific approach are (a) Core and Basic Competencies distributed lately, (b) learning material is not match with the syllabus, (c) students are less active, (d) limited learning time, (e) limited learning resource and learning tool, (f) limited time to evaluate the learning, (g) ability of students that different. Solution to the obstacles are (a) using Core and Basic Competencies in the previous curriculum, (b) adjust learning material, (c) increase learning motivation and variation of learning model, (d) improving time manage-ment, (e) increasing the use of internet as learning resource and improve learning tool, (f) assessing in the interrelated Basic Competencies, and (g) conducting intensively.Keywords: implementation, scientific approach, accounting learningABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui implementasi pendekatan saintifik pada pem-belajaran akuntansi di SMK Surakarta, (2) mengetahui hambatan dalam pendekatan saintifik, dan (3) mengetahui solusi atas hambatan dalam implementasi pendekatan saintifik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal terpancang. Hasil penelitian menunjukkan bah-wa (1) Implementasi pendekatan saintifik pada pembelajaran akuntansi di SMK Surakarta mencakup: (a) Pada perencanaan guru sudah merencanakan kegiatan pembelajaran menggunakna pendekatan saintifik. (b) Pada pelaksanaan guru sudah melaksanakan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/mengasosiasi dan mengomunikasikan. Namun pelaksanaan pendekatan saintifik belum berjalan maksimal pada kegiatan mengamati dan menanya karena adanya beberapa hambatan. (c) Pada penilaian pembelajaran guru menggunakan penilaian autentik yang terdiri dari penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. (2) Hambatan dalam implementasi pendekatan saintifik meliputi: (a) Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar terlambat diedarkan, (b) materi pembelajaran tidak sesuai dengan silabus, (c) siswa kurang aktif, (d) waktu pembelajaran yang terbatas, (e) sumber belajar dan alat pembelajaran yang terbatas, (f) waktu pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang terbatas, (g) kemampuan siswa yang berbeda. Solusi atas ham-batan-hambatan tersebut yaitu: (a) menggunkaan KI dan KD pada kurikulum sebelumnya, (b) melakukan penyesuaian materi, (c) meningkatkan motivasi dan variasi model pembelajaran, (d) mem-perbaiki manajemen waktu, (e) meningkatkan penggunaan internet sebagai sumber belajarn dan mem-perbaiki alat pembelajaran, (f) melaksanakan penilaian KD yang saling berkaitan, dan (g) melakukan bimbingan secara intensif.Kata Kunci: implementasi, pendekatan saintifik, pembelajaran akuntans