FKIP UNS Journal Systems
Not a member yet
7978 research outputs found
Sort by
PENGARUH PERGAULAN TEMAN SEBAYA DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KREATIVITAS BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XII IPS SMA NEGERI 1 KARTASURA
PENGARUH PERGAULAN TEMAN SEBAYA DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KREATIVITAS BELAJAR SOSIOLOGI SISWA KELAS XII IPS SMA NEGERI 1 KARTASURA Diyah Ayu EndartiPendidikan Sosiologi Antropologi FKIP Universitas Sebelas Maret Zaini RohmadPendidikan Sosiologi Antropologi FKIP Universitas Sebelas Maret Siti RochaniPendidikan Sosiologi Antropologi FKIP Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pergaulan teman sebaya terhadap kreativitas belajar sosiologi siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1Kartasura, (2) pengaruh motivasi belajar terhadap kreativitas belajar sosiologi siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1 Kartasura, dan (3) pengaruh pergaulan teman sebaya dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap kreativitas belajarsosiologi siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1 Kartasura.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian ini ialah seluruh siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1 Kartasura, yang berjumlah 173 siswa. Sampel penelitian yang digunakan adalah sampel populasi dengan jumlah 40 siswa dan diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi ganda.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) terdapat pengaruh positif dalam pergaulan teman sebaya terhadap kreativitas belajar sosiologi siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1 Kartasura, (2) terdapat pengaruh positif yang signifikan dalam motivasi belajar terhadap kreativitas belajar sosiologi siswa kelas XII IPS SMA Negeri 1 Kartasura, dan (3) terdapat pengaruh positif yangsignifikan dalam pergaulan teman sebaya dan motivasi belajar secara bersama- sama terhadap terhadap kreativitas belajar sosiologi siswa kelas XII IPS SMANegeri 1 Kartasura. Variabel pergaulan teman sebaya, motivasi belajar memberikan kontribusi sebesar 46,1% (yang dapat dilihat dari nilai R sebesar0,461) terhadap kreativitas belajar sosiologi.Kata Kunci: pergaulan teman sebaya, motivasi belajar, kreativitas belajar sosiolog
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT BERBANTUAN MEDIA STIMULASI GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 4 SD SEMESTER 1 TAHUN 2017 / 2018
AbstractThis study aimed to improve students learning outcome in social science through the implementation of cooperative learning model numbered head together type assisted by picture stimulation media on 4th grade SD Negeri Drajidan Musuk Boyolali. This type of research was the classroom action research. The subject of this action research was teacher and students of 4th grade SD Negeri Drajidan Musuk Boyolali. This research has two cycles that conducting two meetings in each cycle. Cooperative learning model NHT type is one of the methods that focused on student’s activity. Design of the research arranged of planning, action, observing and reflecting.The technic data collections consist of non test and test values. The instrument of data collection applied a test question and observation sheet. Data analysis techniques used was comparative descriptive method by comparing pre cycle, cycle I and cycle II. The results of the study outcome by students who raise minimum completeness criteria before research implementation in pre cycle was 44%, then increase after research implementation through cooperative learning model numbered head together assisted by picture stimulation media in first cycle up to 60% and increasing again in second cycle up to 88%. Based on the analysis and discussion of the research, it is concluded that the application of cooperative learning model numbered head together type aided picture stimulation media can improve students learning outcome.Keywords: NHT, Learning Outcome, Picture Stimulation.AbstrakJenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar tematik muatan pembelajaran IPS siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together dibantu oleh media stimulasi gambar pada siswa kelas IV SD Negeri Drajidan Musuk Boyolali. Subyek penelitian tindakan ini adalah guru dan siswa kelas IV SD Negeri Drajidan Musuk Boyolali semester pertama tahun akademik 2017 / 2018. Penelitian ini memiliki dua siklus yang melakukan dua pertemuan dalam setiap siklus. Model pembelajaran kooperatif tipe numbered head together adalah salah satu metode yang berfokus pada aktivitas siswa dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar. Desain penelitian disusun berdasarkan perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif komparatif dengan membandingkan hasil belajar pra siklus, siklus I dan siklus II. Hasil dari penelitian oleh peneliti menunjukan bahwa siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal sebelum pelaksanaan penelitian di pra siklus adalah 44%, kemudian meningkat setelah pelaksanaan penelitian melalui pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together berbantuan media stimulasi gambar pada siklus pertama meningkat hingga 60% dan meningkat lagi dalam siklus kedua hingga 88%. Berdasarkan analisis dan pembahasan penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together berbantuan media stimulasi gambar dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa.Kata Kunci: NHT, Hasil Belajar, Gambar Stimulas
KEEFEKTIFAN MODEL GROUP INVESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS III SDN MRANGGEN 2
AbstractThe Effectiveness of Group Investigation Model on Student Learning Outcomes of Class III SDN Mranggen 2. This research is aimed is know the effectiveness of Group Investigation model in science lesson of student in class III. This type of research is quantitative research with Quasi Experimental Design research design and the type taken is Non Equivalent Control Group Design. The sampels which taken were 28 students in class IIIB as experimental class and 28 student in class IIIC as control class by using Non Probability Sampling technique with saturated sampling. The result of the research shows that the average value of posttest of experimental class is higher, that is in class IIIB of 78,57 while, the average value of posttest control class that is in class IIIC equal to 69,10. Based on data analysis on the calculation tets-t obtained tcount 2,304 and ttabel=1,673. Because tcount> ttabel, then H0 rejected and Ha accepted, then concluded Group Investigation model effective on science learning outcomes of third grade students of SD Negeri Mranggen 2.Keywords: Model Group Investigation, Learning Outcomes AbstrakKeefektifan Model Group Investigation Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III SDN Mranggen 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dari model Group Investigation pada mata pelajaran IPA siswa kelas III. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Eksperimental Design dan jenis yang diambil adalah Non-Equivalent Control Group Design. Sampel yang diambil adalah 28 siswa kelas IIIB sebagai kelas eksperimen dan 28 siswa kelas IIIC sebagai kelas kontrol dengan menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan sampling jenuh. Hasil Penelitian diperoleh rata-rata nilai posttest kelas eksperimen lebih tinggi yaitu pada kelas IIIB sebesar 78,57 sedangkan pada rata-rata nilai posttest kelas kontrol yaitu pada kelas IIIC sebesar 69,10. Berdasarkan analisis data pada perhitungan uji t diperoleh nilai thitung =2,304 dan ttabel =1,673. Karena thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima, maka disimpulkan model Group Investigation efektif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas III SD Negeri Mranggen 2.Kata Kunci : Model Group Investigation, Hasil Belaja
PENERAPAN MODEL GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS KELAS IV SD
AbstactThis research intend to improve Social Science student learning outcomes and to describe step by step Group Investigation’s model with help of video media. The method are used is Classroom Action Research in two cycles. Each cycle consists of 3 stages, that is planning, implementation and observation and reflection. The subject of this research is 4th grade in one of SD Negeri Purwodadi as many as 15 students. The results showed an increase in student learning outcomes. Increased student learning outcomes seen from the classical average value, before the action is 65.5, cycle I increased to 72.2 and cycle II increased to 80. Completeness of students learning outcomes on the pre cycle by 33%, after the first cycle of action increased to 67%, and cycle II increased to 87%. So the Group Investigation study model assisted with video is adapted to the standard process can improve social science students learning outcomes.Keywords: Group Investigation model, media videos and learning outcomes Sosisal ScienceAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa dan mendeskripsikan langkah-langkah model Group Investigation berbantuan media video. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari 3 tahap yaitu perencaan, pelaksanaan dan observasi serta refleksi. Subyek penelitian ini kelas 4 di salah satu SD Negeri Kecamatan Purwodadi sebanyak 15 siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar siswa dilihat dari nilai rata-rata klasikal, sebelum dilakukan tindakan adalah 65,5, siklus I meningkat menjadi 72,2 dan siklus II meningkat menjadi 80. Ketuntasan hasil belajar siswa pada pra siklus sebesar 33%, setelah dilaksanakan tindakan siklus I meningkat menjadi 67%, dan siklus II meningkat menjadi 87%. Jadi model pembelajaran Group Investigation berbantun media video yang disesuaikan dengan standar proses dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa. Kata Kunci: Model Group Investigation, media video dan hasil belajar IPS
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BAGI SISWA KELAS IV SDN TINGKIR LOR 2 TAHUN AJARAN 2017/2018
AbstractThis study aims to improve the learning outcomes of natural sciences through Discovery Learning model in the fourth grade students on Tingkir Lor 02 Salatiga State Elementary Schools. This type of research is a Classroom Action Research with two cycles. Both cycles consist of three meetings. The subjects of the study were the fourth grade students. The initial condition showed that the score was 62,15 with the total number of students who passed were only 8 students and the number of students who hasn’t passed were 17 students. At the first cycle of natural sciences learning the outcomes increased to become 74. It means the percentage of completeness reached 76%. At the second cycle the average of student’s learning outcomes increased again to become 80,32. Showed that percentage of completeness reached 88%, thus it can be concluded that the Discovery Learning model can improve student learning outcomes.Keywords: Discovery Learning Model, Science Learning Outcomes AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA menggunakan model pembelajaran Discovery Learning pada siswa kelas IV di SD Negeri Tingkir Lor 02. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Siklus I dan II terdiri dari tiga kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV. Pada kondisi awal nilai rata-rata adalah 66,12 dengan jumlah siswa tuntas sebanyak 8 siswa dan jumlah siswa tidak tuntas sebanyak 17 siswa. Pada siklus I rata-rata hasil belajar IPA meningkat menjadi 74 dan pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa meningkat lagi menjadi 80,32. Presentase ketuntasan hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Pada siklus I presentase ketuntasan mencapai 76% dan pada siklus II presentase ketuntasan mencapai 88%, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar. Kata kunci: Model Pembelajaran Discovery Learning, Hasil Belajar IPA
IMPLEMENTASI PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PADA ANAK DIDIK PEMASYARAKATAN (STUDI KASUS PADA RUMAH TAHANAN NEGARA KLAS IIB WONOGIRI)
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program pendidikan kesetaraan dalam upaya pemenuhan hak pendidikan bagi Andikpas di Rumah Tahanan Negara Klas IIB Wonogiri.Penelitan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan Kepala subseksi pembinaan dan pelayanan tahanan, pengelola pembinaan pendidikan di Rutan, koordinator kesetaraan di SKB, tutor yang mengajar di Rutan dan Andikpas yang berada di Rutan Wonogiri. Observasi dilakukan dengan melihat kondisi ruang kelas, membaca situasi dan kondisi selama proses pembelajaran. Dan dokumentasi berupa daftar kehadiran Tutor dan Andikpas, hasil belajar Andikpas dan buku pelajaran yang digunakan. Dalam melakukan pengumpulan data, peneliti menggunakan cara purposive sampling. Teknik uji validitas data yang digunakan berupa triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisi model interaktif yang memiliki 3 tahapan yakni reduksi data, penyajian data dan verifikasi.Hasil penelitian ini adalah implementasi program pendidikan pada pemenuhan hak Andikpas di Rutan Wonogiri belum dilakukan secara optimal. Program pendidikan kesetaraan yang digaungkan sebagai program unggulan menciptakan kondisi hiperealitas. Program yang diunggulan tidak seiring dengan realitas yang ada. Kurangnya optimalnya penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan disebabkan oleh antar penyelenggara dan Andikpas tidak memiliki konsep dan tujuan yang sama. Program pendidikan kesetaraan yang diupayakan oleh petugas Rutan dan tutor SKB untuk memenuhi hak pendidikan Andikpas tidak sesuai dengan kebutuhan Andikpas. Meskipun dalam pelaksanaannya terdapat pembagian porsi kerja supaya tidak terjadi tumpang tindih antar dua instansi namun, monitoring terhadap program pendidikan kesetaraan belum dilakukan dengan baik.Kata kunci: Program pendidikan kesetaraan, Pemenuhan hak pendidika
HIPERREALITAS PORNOGRAFI BAGI MAHASISWA KOS DI KELURAHAN JEBRES, SURAKARTA
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui latar belakang mahasiswa “penikmat pornografi” dalam menikmati pornografi, (2) untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari hiperrealitas pornografi, (3) untuk mengetahui hiperrealitas memandang mahasiswa yang menikmati pornografi.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif diskriptif. Sumber data dari penelitian ini yaitu (1) informan, yaitu mahasiswa kos di daerah Jebres. (2) dokumen, yaitu berupa foto bukti mengenai alamat web, isi laptop, dan barang yang menunjang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah, (1) wawancara mendalam, (2) observasi. Untuk menguji data dalam penilitian ini valid menggunakan triangulasi dengan metode. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis interaktif yang memiliki tiga tahapan yaitu reduksi data, sajian data, dan kesimpulan data.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang mahasiswa dalam mengenal dan menikmati pornografi terdiri dari tiga tahap yaitu, tahap pertama adalah pengenalan dari teman, tahap kedua berupa pengembangan rasa ingin tahu, dan tahap ketiga adalah mulai mencari informasi untuk mendapatkan pornografi dengan mudah. Kemudian dari latar belakang muncul dampak bagi penikmat pornografi yaitu, mengalami kecanduan pada pornografi, penyimpanan file pornografi yang berlebihan, melakukan mastrubasi, sampai melakukan hubungan seks bebas. Dilihat dari hiperrealitas, pornografi menjadi bentuk hiperrealitas yang ada didalamnya berupa pemeran yang menarik, adegan yang tidak realita, dan durasi yang bervariasi. Selain itu para penikmat pornografi sendiri sudah masuk kedalam ruang semu yang didalamnya terdapat sebuah kenikmatan dan fantasi secara virtual. Dianggap oleh penikmatnya sebagai bentuk kenikmatan yang nyata padahal hanya berupa simulasi. Kata kunci : hiperrealitas, pornografi, mahasisw
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN OBYEK WISATA DI DESA GUNUNGGAJAH, KECAMATAN BAYAT, KABUPATEN KLATEN
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN OBYEK WISATADI DESA GUNUNGGAJAH, KECAMATAN BAYAT, KABUPATEN KLATEN Anita Dwi Riyanti, Siany Indria Liestyasari, Zaini RohmadPendidikan Sosiologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Sebelas [email protected] ABSTRAK Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui (1) proses terbentuknya partisipasi lembaga desa dalam pengembangan obyek wisata di Desa Gununggajah dan (2) bentuk partisipasi lembaga desa sebagai agen dalam pengembangan obyek wisata di Desa Gununggajah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah (1) informan, yaitu para pengelola obyek wisata dan (2) aktivitas pengelola dan masyarakat Desa Gununggajah di obyek wisata yang mendukung penelitian. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa (1) wawancara terstuktur, semi terstruktur, serta tidak terstruktur dan (2) observasi. Teknik uji validitas yang digunakan adalah triangulasi sumber dan teknik. Teknik pengambilan informan yang digunakan adalah purposive sampling dan snowball sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Hubberman yang memiliki tahapan reduksi data, sajian data, dan kesimpulan data. Hasil penelitian mengenai partisipasi masyarakat dalam pengembangan obyek wisata di Desa Gununggajah menunjukkan (1) Keberhasilan dalam menerapkan pariwisata berbasis komunitas (community based tourism). Proses terbentuknya partisipasi lembaga desa dalam pengembangan obyek wisata di Desa Gununggajah berdasarkan inisiatif dan partisipatif dari masyarakat (buttom up). Bentuk partisipasi lembaga desa dalam pengembangan obyek wisata di Desa Gununggajah mengacu pada Cohen dan Uphoff yaitu bentuk partisipasi pada tahap pengambilan keputusan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi, dan tahap pemanfatan hasil. Pengembangan obyek wisata tidak lepas dari peran para pengelola yang terdiri dari Pemerintah Desa, Karang Taruna Argo Mudo, BUMDes, dan tokoh masyarakat. Secara manajemen pengelolaan obyek wisata dipegang oleh BUMDes dan pada pelaksana lapangan dipegang oleh Karang Taruna Argo Mudo. Meskipun berhasil dalam menerapkan pariwisata berbasis komunitas, penurunan partisipasi terjadi pada masyarakat. (2) Penelitian ini berhasil membuktikan teori Giddens mengenai struktur dan agen yang memiliki hubungan dualitas yaitu antara slogan Gumbregah dengan pengelola sebagai agen dalam pengembangan obyek wisata. Proses produksi dan reproduksi struktur dilakukan oleh pengelola wisata yang didukung oleh lembaga desa, komunitas di luar struktur dan masyarakat. Peran pengelola sebagai agen berperan penting dalam pengembangan obyek wisata. Berkaitan dengan penelitian ini masih diperlukan usaha yang optimal dari agen dalam penyadaran tentang pentingnya pariwisata kepada masyarakat, peningkatan promosi, dan rotasi jabatan secara terus menerus. Kata Kunci : Pariwisata Berbasis Komunitas, Partisipasi lembaga Desa, Dualitas struktur dengan agen
FEMINISME NOVEL KENANGA KARYA OKA RUSMINI: KAJIAN KERELEVANSIAN DENGAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
Abstract: The aims of this research is to describe and to explain: (1) the structure of the novel Kenanga by Oka Rusmini; (2) the form of the gender inequity that happen with the women characteristic in novel Kenanga by Oka Rusmini; (3) the form of the culture rebellion of women characteristic in novel Kenanga by Oka Rusmini; (4) the relevancies of novel Kenanga by Oka Rusmini as bahasa Indonesia teaching materials in SMA. This research is a qualitative descriptive research. Technique of data validity was using triangulation methode. Technique of data analysis was using flow analysis. The result of the study show that: (1) the structure of the novel Kenanga by Oka Rusmini contains theme, plot, figures, setting, and moral value; (2) the form of the gender inequity in novel Kenanga by Oka Rusmini is in the form of determining and choosing women’s life that it is belief not equitable; (3) the form of the culture rebellion by women characteristic in novel Kenanga by Oka Rusmini is the desire to live freely without any rules of the tradition and culture; (5) there is relevance of the novel Kenanga by Oka Rusmini as bahasa Indonesia teaching materials in SMA. Keywords: novel structure, gender, culture, bahasa Indonesia teaching materials. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan: (1)struktur novel Kenanga karya Oka Rusmini; (2) bentuk ketidakadilan gender yang dialami tokoh perempuan dalam novelKenanga; (3) bentuk pemberontakan budaya tokoh perempuan dalam novel Kenanga karya Oka Rusmini; (4) relevansi novel Kenanga sebagai bahan ajar bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik validasi data menggunakan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan teknis analisis mengalir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) strukturnovel Kenanga karya Oka Rusmini mengandung unsur tema, alur, tokoh dan penokohan, latar atau setting, dan amanat; (2) bentuk ketidakadilan gender dalam novel Kenanga adalah dalam bentuk penentuan dan pemilihan jalan hidup seorang perempuan yang dianggap kurang adil; (3) bentuk pemberontakan budaya yang dilakukan tokoh perempuan dalam novel Kenanga berupa keinginan untuk hidup bebas tanpa terikat aturan adat dan budaya; (4) terdapat relevansi novel Kenanga karya Oka Rusmini sebagai bahan ajar bahasa Indonesia di SMA.Kata kunci: struktur novel, gender, pemberontakan budaya, bahan ajar bahasa Indonesia
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING COMPOSITION UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR
Abstract. Type of this research is Class Action Research (CAR). The research aims are to improve the students’ writing and thinking skill with using learning model of Cooperative Integrated Reading Composition that helped by picture as learning media in third-grade students of SD Negeri Getasan. Data collected by using observation sheet and evaluation test result. The research result showed that the students’ writing and thinking skill are able to improved. On Pre Cycle stage, the students’ writing skill result is got 33% in “sufficient” category after Cycle 1 action is done, the students’ writing skill result amount is improved into 26% in “good” category and on Cycle 2 the students’ writing skill result amount is improved into 74% in “good” category. While for the students’ critical thinking skill on Pre Cycle is achieved 63% in “less critical”, then it is improved on Cycle 1 into 56 % in “critical sufficient” and improved into 70% on Cycle 2 in “critical sufficient” category. This improvement is able to happened because of using learning model of Cooperative Integrated Reading Composition that helped by picture as learning media which the students are learn grouply and the teacher prepares many interested pictures for students to learn. Therefore, this research result is showed that applying learning model of Cooperative Integrated Reading Composition that helped by picture as learning media is able to improving the students’ writing and thinking skill.Abstrak. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menulis dan berpikir siswa dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading Composition berbantuan media gambar pada siswa kelas III SD Negeri Getasan. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi dan hasil tes evaluasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan keterampilan menulis dan berpikir kritis siswa. Pada pra siklus keterampilan menulis siswa mendapatkan hasil 33% kategori “cukup” setelah diberikan tindakan siklus 1 , jumlah hasil keterampilan menulis siswa meningkat menjadi 26 % kategori “baik”, dan pada siklus 2 jumlah hasil keterampilan menulis siswa meningkat menjadi 74 % kategori “baik”. Sedangkan untuk kemampuan berpikir kritis siswa pada pra siklus memperoleh 63 % kategori “kurang kritis” , meningkat pada siklus 1 menjadi 56 % kategori “cukup kritis” dan pada siklus 2 meningkat menjadi 70 % kategori “cukup kritis”. Peningkatan ini terjadi karena pembelajaran menggunakan model Cooperative Integrated Reading Composition berbantuan media gambar dimana siswa belajar secara berkelompok dan guru menyiapkan banyak gambar yang menarik perhatian siswa untuk belajar. Dengan demikian hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading Composition berbantuan media gambar mampu meningkatkan keterampilan menulis dan berpikir kritis siswa.Kata kunci : keterampilan menulis, berpikir kritis, Cooperative Integrated Reading Compositio