FKIP UNS Journal Systems
Not a member yet
    7978 research outputs found

    PENGARUH MINAT MEMBACA DAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X IPS SMA NEGERI 2 SUKOHARJO.

    Get PDF
    ABSTRAK  Febbi Antikha Indah Saputri. K8414018. PENGARUH MINAT MEMBACA DAN  MODEL  PROBLEM  BASED  LEARNING  TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X IPS SMA NEGERI2 SUKOHARJO. Skripsi. Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Sebelas Maret Surakarta. 2018.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pengaruh antara minat membaca terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X IPS SMA Negeri 2Sukoharjo. (2) Pengaruh antara model problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X IPS SMA Negeri 2 Sukoharjo. (3) Pengaruh antara minat membaca dan model problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X IPS SMA Negeri 2 Sukoharjo.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPS SMA Negeri 2 Sukoharjo yang berjumlah 136 siswa. Sampel yang digunakan sejumlah 40 siswa diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Teknik  pengumpulan  data  dilakukan  dengan  menggunakan  angket.  Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda.Hasil penelitian adalah sebagai berikut ini. Pertama, adanya pengaruh positif yang signifikan antara minat membaca dengan kemampuan berpikir kritis siswa dengan angka koefisiensi sebesar 0,541. Sehingga semakin tinggi minat membaca siswa maka semakin meningkat kemampuan berpikir kritisnya. Kedua, adanya pengaruh positif yang signifikan antara model PBL dengan kemampuan berpikir kritis siswa dengan angka koefisiensi sebesar 0,473. Sehingga semakin sering menggunakan  model  PBL  maka  semakin  meningkatkan  kemampuan  berpikir kritis  siswa.  Ketiga,  adanya  pengaruh  positif  yang  signifikan  antara  minat membaca  dan  model  PBL  terhadap  kemampuan  berpikir  kritis  siswa  dengan angka koefisiensi sebesar 0,567. Sehingga semakin tinggi minat membaca bersamaan dengan penggunaan model PBL akan semakin meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.Kata  kunci  :  Kemampuan  Berpikir  Kritis,  Minat  Membaca,  Model  ProblemBased Learning

    PEMBENTUKAN HABITUASI LITERASI BACA TULIS SISWA MELALUI GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 KLATEN

    Get PDF
    PEMBENTUKAN HABITUASI LITERASI BACA TULIS SISWA MELALUI GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SMA NEGERI 1 KLATENFera Atmawati, Nurhadi, dan Zaini RohmadPendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Universitas Sebelas Maret, [email protected] ini bertujuan menjelaskan proses pembentukan habituasi literasi baca tulis siswa melalui Gerakan Literasi Sekolah. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Klaten dengan teknik pemilihan informan berupa purposive sampling. Informan yang dipilih adalah 5 orang siswa, kepala sekolah, penanggung jawab pelaksanaan literasi dan 2 orang guru. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder melalui teknik wawancara mendalam dan observasi langsung. Uji validitas data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Analisis data melalui analisis Cresswell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembentukan habituasi literasi baca tulis melalui GLS di SMA N 1 Klaten dilakukan melalui 3 fase. Fase pertama, yaitu membentuk struktur kognitif berpikir siswa melalui pemahaman mengenai kegiatan literasi yang dilaksanakan oleh pihak sekolah yang dibernturkan dengan idealisme sekolah. Fase kedua yaitu drill yang diberikan sekolah melalui praktik GLS melalui tahap pembiasaan, tahap pengembangan dan tahap pembelajaran. Fase ketiga yaitu berpola. Pola yang dimaksud dalam hal ini ialah mengenai hasil dari rangkaian kegiatan GLS yaitu bentuk kesadaran siswa untuk membawa kegiatan literasi dalam kehidupan sehari-harinya.Kata Kunci : habituasi, literasi baca tulis, Gerakan Literasi Sekola

    STILISTIKA DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER NOVEL SEORANG LAKI-LAKI YANG KELUAR DARI RUMAH

    Get PDF
    Abstract:This research aims to describe the use of diction,the figure of speech, the use of image andcharacter education valuesin novel Seorang Laki-Laki Yang Keluar Dari Rumah by Puthut EA. This research employed descriptive qualitative approach with content analysis method. The data of research was contained in novel Seorang Laki-Laki Yang Keluar Dari Rumah and the result of interview with some informants. Technique of collecting data used was library and interview techniques. In this study, the author employed flow model of analysis.The results of research were as follows. Firstly, diction used in novel Seorang Laki-Laki Yang Keluar Dari Rumah consisted of six types. Secondly, there were four figure of speeches used in novel Seorang Laki-Laki Yang Keluar Dari Rumah. Ellipsis as the part of linking figure of speech is used most widely by author. Thirdly, the image used in novel Laki-Laki Yang Keluar Dari Rumah consisted of six types visual images were used most widely. Fourthly, there were ten character education values in novel Seorang Laki-Laki Yang Keluar Dari Rumah. Curiosity education character value was the one used most dominantly. Keywords: diction, figure of speech, image, character education Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan diksi, gaya bahasa citraan dan nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Seorang Laki-Laki Yang Keluar Dari Rumah karya Puthut EA. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Data penelitian ini terdapat dalam novel Seorang Laki-Laki Yang Keluar Dari Rumah dan hasil wawancara dengan beberapa informan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka dan teknik wawancara dengan model analisis mengalir (flow model of analysis). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) diksi yang digunakan dalam novel Seorang Laki-Laki Yang Keluar Dari Rumah terdapat enam jenis dan Kata serapan merupakan jenis diksi yang paling banyakdigunakan; (2) gaya bahasa yang digunakan dalam novel Seorang Laki-Laki Yang Keluar Dari Rumah terdapat empat jenis dan elipsis sebagai bagian dari gaya bahasa pertautan paling banyak digunakan; (3) citraan yang digunakan dalam novel Seorang Laki-Laki Yang Keluar Dari Rumah terdapat enam jenis dan citraan penglihatan merupakan jenis citraan yang paling banyak digunakan; (4) nilai pendidikan karakter dalam novel Seorang Laki-Laki Yang Keluar Dari Rumah terdapat sepuluh nilai dan nilai pendidikan karakter rasa ingin tahu yang paling banyak mendominasi. Kata Kunci: diksi, gaya bahasa, citraan dan pendidikan karakter

    PEMANFAATAN CERITA RAKYAT JAWA TENGAH SEBAGAI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

    Get PDF
    ABSTRACT: The purpose of this study is to describe the use of Central Java folklore as a strengthening of character building on Indonesian learning. This research is a case study which belongs to qualitative research and uses document as the data analysis. The object of this research is Central Java folklore, classroom observation result, lesson plan and syllabus of VII grade second semester, and the interview script of teacher and student. The technique of subject taking used is purposive sampling. The technique of collecting data is observation, interview, and document analysis. The validity test is using method triangulation and source triangulation. The data analysis technique is interactive analysis technique which consists of data reduction, data display, and building meaning and interpretation.The researcher found that, first, the intrinsic element of Central Javafolklore was encouraged by the characters in each story. Second, the value of character building on Central Javafolklore that existed in the characters. Third, the use of Central Javafolklore in Indonesian learning begins with planning in the form of lesson plan development based on the syllabus that has been prepared by the government. The planning, the implementation of learning begins from preparing the physical and psychological learners by providing stimulus in the form of motivation.. Keywords : intrinsic element, character education value, folkloreABSTRAK: Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pemanfaatan cerita rakyat Jawa Tengah sebagai penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang menggunakan metode studi kasus dan menganalisis data berupa dokumen dengan objek kajian cerita rakyat Jawa Tengah, hasil observasi kelas, RPP dan silabus kelas VII semester genap, hasil wawancara dengan guru dan siswa. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif. Unsur intrinsik cerita rakyat Jawa Tengah didorong oleh karakter tokoh. Nilai pendidikan karakter pada cerita rakyat Jawa Tengah yang terdapat pada tokoh dapat ditanamkan pada diri peserta didik.Pemanfaatan cerita rakyat Jawa Tengah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia diawali dengan perencanaan berupa pengembangaan RPP berdasarkan silabus yang telah disusun oleh pemerintah. Pelaksanaan pembelajaran dimulai dengan menyiapkan fisik dan psikis peserta didik. Kendala-kendala tersebut tidak terlalu mengganggu proses pembelajaran karena guru dapat melakukan upaya-upaya agar pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.Kata kunci: unsur intrinsik, nilai pendidikan karakter, cerita rakya

    KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA NOVEL 9 SUMMERS 10 AUTUMNS KARYA IWAN SETYAWAN

    Get PDF
    Abstracts: The research aims to describe (1) structure of novel 9 Summers 10 Autumns by Iwan Setyawan; (2) characteristic of main character personality on novel 9 Summers 10 Autumns by Iwan Setyawan; (3) the value of character education on novel 9 Summers 10 Autumns by Iwan Setyawan; and (4) the relevance of novel 9 Summers 10 Autumns by Iwan Setyawan as literature learning materials in SMA. This research is a qualitative studying using descriptive qualitative and document analysis. The data sources are document and informant. The technique sampling of this research using purposive sampling. Data validity test uses irangulation theory. Data analysis text use interactive method. The result shows (1) structure of novel 9 Summers 10 Autumns by Iwan Setyawan have a correlation; (2) Iwan as main character fill of mature personality criterias by Gordon Allport; (3) novel 9 Summers 10 Autumns have fiveteen types representation the value of character education; and (4) novel 9 Summers 10 Autumns fill criteria as a good literature learnings material. Keywords: the main character personality, the value of character education, literature learnings material Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) struktur pembangun novel 9 Summers 10 Autumns karya Iwan Setyawan; (2) sifat-sifat kepribadian tokoh utama yang muncul dalam novel 9 Summers 10 Autumns karya Iwan Setyawan; (3) nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel 9 Summers 10 Autumns karya Iwan Setyawan; dan (4) relevansi novel 9 Summers 10 Autumns karya Iwan Setyawan sebagai materi pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan analisis dokumen. Sumber data penelitian ini adalah dokumen dan informan. Teknik pengambilan subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Validitas data dilakukan menggunakan triangulasi teori. Teknik analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) struktur pembangun novel 9 Summers 10 Autumns saling berkaitan; (2) Iwan sebagai tokoh utama memenuhi tujuh kriteria kepribadian yang sehat menurut Gordon Allport; (3) novel 9 Summers 10 Autumns terdiri atas lima belas jenis representasi pendidikan karakter; dan (4) novel 9 Summers 10 Autumns memenuhi kriteria sebagai materi pembelajaran sastra yang baik. Kata kunci: kepribadian tokoh utama, nilai pendidikan karakter, materi pembelajaran sastr

    NASKAH DRAMA SENJA DENGAN DUA KELELAWAR KARYA KRIDJOMULYO: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA DAN RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR APRESIASI DRAMA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS

    Get PDF
    Abstract: This research aims to explain: (1) characters character in the drama script Senja Dengan Dua Kelelawar; (2) the inner conflicts experienced by the characters in the drama script Senja Dengan Dua Kelelawar; and (3) the relevance of the drama Senja Dengan Dua Kelelawar as a teaching material for drama appreciation at senior high school. This study uses a literature psychology study, which uses a psychological approach to knowing the character of the character through observation of behavioral characters. The results of this study are descriptions of: (1) the characterization of the characters in the Drama Senja Dengan Dua Kelelawar which differ from each character. This is done to build a storyline that matches the theme of the drama script; (2) the inner conflicts experienced by the characters in the drama drama Senja Dengan Dua Kelelawar are very complex. Every inner conflict experienced by a character can be described through psychoanalytic theory with a focus on the study of the id, ego, and superego; and (3) the relevance of the Drama of Senja Dengan Dua Kelelawar as a teaching material for drama appreciation in high schools by paying attention to aspects of language, students' psychological development, and cultural background. Keywords: psychology, drama, Senja dengan Dua Kelelawar  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan:  (1) perwatakan para tokoh dalam naskah drama Senja Dengan Dua Kelelawar; (2) konflik batin yang dialami para tokoh dalam naskah drama Senja Dengan Dua Kelelawar; dan (3) relevansi naskah drama Senja Dengan Dua Kelelawar sebagai bahan ajar apresiasi drama pada sekolah menengah atas. Penelitian ini menggunakan sebuah kajian psikologi sastra, yakni menggunakan pendekatan psikologi untuk mengetahui watak dari tokoh melalui pemerhatian terhadap tingkah laku tokoh. Hasil penelitian ini adalah deskripsi tentang: (1) perwatakan para tokoh dalam naskah drama Senja Dengan Dua Kelelawar yang berbeda-beda dari masing-masing tokoh. Hal tersebut dilakukan untuk membangun jalan cerita yang sesuai dengan tema dari naskah drama; (2) konflik batin yang dialami para tokoh dalam naskah drama Senja Dengan Dua Kelelawar sangat kompleks. Setiap konflik batin yang dialami tokoh dapat diuraikan melalui teori psikoanalisis dengan fokus kajian pada id, ego, dan superego; dan (3) relevansi naskah drama Senja dengan Dua Kelelawar sebagai bahan ajar apresiasi drama pada sekolah menengah atas.Kata kunci: psikologi sastra, naskah drama, Senja Dengan Dua Kelelawa

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR PPKN DAN KEAKTIFAN SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING

    Get PDF
    Abstract : This research is a classroom action research that aims to improve students' learning outcomes and activities on PPKn subjects by using Problem Based Learning learning model in grade XII students Geomatika SMK Negeri 3 Salatiga. This classroom action research is conducted in two cycles, each cycle consisting of three stages including: planning, implementation of action and observation, and reflection. Cycle 1 and cycle II are held twice. Technique of collecting data using observation and test. Data analysis technique using comparative descriptive technique. In the initial condition, the students 'learning achievement that reaches a minimum of ≥ 75 is only 8 students (22.2%) and the remaining 28 students (78.8%) are not complete KKM, while the students' activity at the initial condition is only 8.67% (8 active students ). After the implementation of Problem Based Learning model of learning cycle 1, the students 'learning achievement increased by 23 students (63.89%) and students who did not complete 13 students (36.11%), the average of students' activity in cycle 1 reached 56 , 94% (20 active students). Then on the second cycle there is an increase again, student learning outcomes reached KKM that is 36 students (100%), and the average activity of students increased is 90.74% (33 active students).Abstrak : Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa pada mata pelajaran PPKn dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning pada siswa kelas XII Geomatika SMK Negeri 3 Salatiga. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari tiga tahap meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan  dan pengamatan, serta  refleksi. Siklus 1 dan siklus II dilaksanakan dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif komparatif. Pada kondisi awal hasil belajar siswa yang mencapai ketuntasan minimal ≥ 75 hanya 8 siswa (22,2%) dan sisanya 28 siswa (78,8%)  tidak tuntas KKM, sedangkan keaktifan siswa pada kondisi awal hanya 8,67% (8 siswa aktif). Setelah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada siklus 1 hasil belajar siswa yang mencapai KKM meningkat yaitu 23 siswa (63,89%) dan siswa yang tidak tuntas 13 siswa (36,11%), rata-rata keaktifan siswa pada siklus 1 mencapai 56,94% (20 siswa aktif). Kemudian pada siklus II terjadi peningkatan lagi, hasil belajar siswa mencapai KKM yaitu 36 siswa (100%), serta rata-rata keaktifan siswa meningkat  yaitu 90,74% (33 siswa aktif). Kata Kunci : Model Problem Based Learning, Keaktifan Siswa, dan Hasil Belajar PPK

    PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTU KARTU DOMINO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS 4 SD

    Get PDF
    Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar melalui penerapan model problem based learning berbantu kartu domino pada siswa kelas 4 SDN 05 Putatsari  Kabupaten Grobogan semester II tahun ajaran 2017/2018. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data dalam  penelitian ini dengan tes dan non tes. Instrumen pengumpulan data berupa soal tes berbentuk pilihan ganda, dan non tes berupa lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar Matematika siswa kelas 4 SDN 05 Putatsari  Kabupaten Grobogan. Hal ini terbukti berdasarkan data hasil evaluasi yang menunjukkan bahwa  siswa yang tuntas sebelum tindakan adalah 14 siswa (32%). Setelah diberikan tindakan pada siklus I terjadi peningkatan jumlah ketuntasan siswa menjadi 29 siswa (66%). Setelah diberikan tindakan pada siklus II, terjadi lagi peningkatan jumlah ketuntasan menjadi 36 siswa (82%). Siswa yang belum tuntas sebelum diberikan tindakan adalah 30 siswa (68%). Setelah diberikan tindakan pada siklus I, berkurang menjadi 15 siswa (34%). Setelah diberikan lagi tindakan pada siklus II, menjadi 8 siswa (18%) yang belum tuntas. Kata Kunci : Hasil Belajar, PBL,Kartu Domin

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LOGAN AVENUE PROBLEM SOLVING (LAPS) – HEURISTIK TERHADAP CIVIC KNOWLEDGE SISWA (STUDI PADA KELAS X SMA NEGERI 1 NGEMPLAK TAHUN PELAJARAN 2016/2017)

    Get PDF
    ABSTRACT      The purpose of this research was to find out the effect of Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik learning model on students’ civic knowledge (a study to tenth grade students of SMAN 1 Ngemplak 2016/2017 academic year), especially in basic competence 3.7  Interpreting the importance of Archipelago Concept in the Context of Republic of Indonesia State.The method of this research was true experimental design with posttest only control design. The data were collected through document analysis, observation, and objective test. The analysis prerequisite test in this research was carried out by using normality and homogeneity tests.The data were analyzed quantitatively by using t-test.The result of this research showed that the mean of students’ civic knowledge test was 85.4358 for experiment gruop and 79.6667 for  control group. The result of t-test showed tstatistic>ttable­or 3.2612 > 1.9908 at significance level of 5% so, Howas rejected andHa was accepted. In other words, the class taught by using LAPS- heuristic learning model was better than the one with conventional learning model.  Based on that description, it can be concluded that LAPS- heuristic learning model affects significantly to the students’ civic knowledge (a study to tenth grade students of SMAN 1 Ngemplak 2016/2017 academic year), especially in basic competence 3.7  Interpreting the importance of Archipelago Concept in the Context of Republic of Indonesia State.Keywords: Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristic learning model, students’civic knowledge

    STRATEGI GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBENTUK SIKAP DEMOKRATIS PESERTA DIDIK UNTUKMENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK (STUDI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 SUMBERLAWANG SRAGEN)

    Get PDF
    The objectives of research were to find out: (1) strategy the Civic Education teachers took in building democratic attitude among the students to improve political participation in SMA Negeri 1 Sumberlawang Sragen, (2)  students’ perception on political participation in SMA Negeri 1 Sumberlawang Sragen,, and (3) factors supporting and inhibiting the Civic Education teachers in building democratic attitude among the students to improve political participation in SMA Negeri 1 Sumberlawang Sragen. This research employed qualitative research, with descriptive qualitative type. Data source derived from informant, place, event, and document. The sampling technique used was purposive sampling. Techniques of collecting data were interview, observation, and document analysis. Data validation was conducted using data and method triangulations. Data analysis was carried out using an interactive analysis model.Considering the result of research, the following conclusions could be drawn. (1) The strategies the Civic Education teacher took in building students’ democratic participation to improve political participation were as follow: a) identifying the characteristics of students, b) developing Learning Implementation Plan supporting learning material and objective relevant to building the students’ democratic attitude, c) applying student active learning, learning strategy case study, learning problem solving model, learning inquiry method, learning technique, and learning assessment concerning the material featuring the political participation of participants, d) applying democratic attitude counselling activity to the students in all of basic competencies in the learning process in the classroom, e) coordinating with the school management to build the students’ democratic attitude out of Civic Education or other class hour,(2)The students’ perception on democratic participation improved, for example:  understanding the importance of participation in political participation activity and ability of determining attitude when they were within society as good citizen. (3) enabling and inhibiting factors of the implementation of the strategy of teachers of Civics in shaping the democratic attitude of learners to improve political participation as follows: a) supporting factors, namely: (i) strategies teachers right and appropriate to the learning objectives, (ii) the support of the school, (iii) adequate learning facilities, (iv) the condition of learners who support teachers' implementation of the strategy; inhibiting factor is the internal factors of learners such as attitudes of students when the teacher explains, and internal factors are environmental factors. Keywords: Civic Education teacher, Democratic Attitude, Political Participatio

    7,121

    full texts

    7,978

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    FKIP UNS Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇