FKIP UNS Journal Systems
Not a member yet
7978 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA ANIMATIK (ANIMASI TEMATIK) DALAM PEMBELAJARAN TEMA PANAS DAN PERPINDAHANNYA PADA SISWA KELAS V SDN REJOSARI 03 SEMARANG
AbstractThis research is media development or commonly called R&D (research and development). The researcher develops ANIMATIC learning media (thematic animation) conducted at SDN Rejosari 03 Semarang. This research is only done at the research and data research (research and information gathering), planning (planing), developing product draft (developing product preliminary form), initial field trial (preliminary field trial), and revising the test result (product revision main). The research conducted is the result of data from media experts, material experts, student responses and teacher responses, the data are then in as follows: media experts 86% with criteria very feasible, material experts 93% with criteria very feasible, teacher response 88% very feasible, and student responses with 91.50 are properly deserved. The result of evaluation from 5th graders who are 45 people using ANIMATIK learning media (thematic animation) gives positive result that the students who get the above score KKM equal to 77% with good response. Thus the development of learning media ANIMATIK (thematic animation) can be used as a medium of learning and learning media as a medium of learning.keywords: development, media, thematic animation, heat and displacement.AbstrakPenelitian ini adalah pengembangan media atau biasa disebut R&D (research and development). Peneliti mengembangkan media pembelajaran ANIMATIK (animasi tematik) yang dilaksanakan di SDN Rejosari 03 Semarang. Penelitian ini dilakukan hanya sampai tahap lima yaitu penelitian dan pengumpulan data (research and information collection), perencanaan (planing), pengembangan draf produk (develop preliminari form of product), uji coba lapangan awal (preliminari field testing), dan merevisi hasil ujicoba (main product revision). Dari penelitian yang di lakukan memperoleh hasil berupa data dari ahli media, ahli materi, respon siswa dan respon guru, data tersebut kemudian di olah dan di jabarkan sebagai berikut: ahli media 86% dengan kreteria sangat layak, ahli materi 93% dengan kriteria sangat layak, respon guru 88% kriteria sangat layak, dan respon siswa memperoleh 91,50% dengan kriteria sangat layak. Hasil evaluasi dari siswa kelas 5 yang berjumplah 45 orang menggunakan media pembelajaran ANIMATIK (animasi tematik) memberikan hasil positif yaitu bahwa siswa yang mendapat nilai di atas KKM sebesar 77% dengan respon yang baik. Dengan demikian pengembangan media pembelajaran ANIMATIK (animasi tematik) dapat digunakan sebagai media pembelajaran dan dinyatakan layak sebagai media pembelajaran.kata kunci: pengembangan, media, animasi tematik, panas dan perpindahannya
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY) UNTUK MENINGKATKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS 4 SD
AbstractThe background of the problem in this study is the lack of learning process in the process of learning so that the effect on the low learning outcomes. This study aims to improve learning and learning outcomes of science grade 4 by applying a guided inquiry learning model on science subjects second semester Kauman Lor State Element 01 years of 2017/2018 pelajaraan. The research used is Classroom Action Research (CAR) which consists of two cycles. Each cycle consists of 3 meetings, each covering several stages, namely action planning, action execution, observation, and reflection. It is known from the research that in the initial conditions before the action that the learning process in the category of good only 3 students (11.53%). After the action in cycle I, the learning process increased to 8 students (30.76%). In cycle II, there is an increase in learning process that is there are 22 students (84.61%) who have good learning process categories. While the results before learning to bealajar action, students who reach KKM = 70 only 7 students (26.92%) of 26 students. After the action is given in cycle I, there is an increase of the learning result which is complete to 16 students (61,53%). In cycle II, there is another improvement of learning achievement to 26 students (100%). Thus it can be concluded that the use of Inquiry Learning Guidance model (Guided Inquiry) can improve the process and the results of science learning in fourth graders of Kauman Lor 01 Elementary School II semester II Lesson Year 2017/2018.Keywords: Guided Inquiry, Learning Process, Learning Outcomes ABSTRAKLatar belakang masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya proses belajar dalam proses pembelajaraan sehingga berpengaruh pada rendahnya hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses belajar dan hasil belajar IPA kelas 4 dengan menerapkan model pembelajaraan inkuiri terbimbing pada mata pelajaran IPA semester II SD Negeri Kauman Lor 01 tahun pelajaraan 2017/2018. Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan, masing-masing mencakup beberapa tahap, yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Diketahui dari hasil penilitian bahwa pada kondisi awal sebelum dilakukannya tindakan yang proses belajarnya dalam kategori baik hanya 3 siswa (11,53%). Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, proses belajar meningkat menjadi 8 siswa (30,76%). Pada siklus II, terjadi peningkatan proses belajar yaitu ada 22 siswa (84,61%) yang memiliki kategori proses belajar baik. Sedangkan hasil bealajar sebelum diadakan tindakan, siswa yang mencapai KKM=70 hanya 7 siswa (26,92%) dari 26 siswa. Setelah diberikan tindakan pada siklus I, terjadi peningkatan hasil belajar yang tuntas menjadi 16 siswa (61,53%). Pada siklus II, terjadi lagi peningkatan kentuntasan hasil belajar menjadi 26 siswa (100%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Inkuiri Terbimmbing (Guided Inquiry) dapat meningkatkan proses dan hasil belajar IPA pada siswa kelas 4 SD Negeri Kauman Lor 01 semester II Tahun Pelajaran 2017/2018.Kata Kunci : Inkuiri Terbimbing, Proses Pembelajaran, Hasil Belaja
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PENGAJUAN DAN PEMECAHAN MASALAH (JUCAMA) DAN PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI SEGI EMPAT DITINJAU DARI KREATIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VII SEMESTER GENAP SMP N 1 KARA
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) model pembelajaran manakah yang dapat menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik pada materi bangun datar segi empat, pembelajaran dengan model JUCAMA atau model problem based learning, (2) diantara kategori kreativitas belajar matematika siswa, manakah yang memiliki prestasi belajar matematika yang lebih baik, antara siswa yang mempunyai kreativitas belajar tinggi, sedang atau rendah, (3) pada siswa dengan kreativitas belajar tinggi, manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik, siswa dengan model JUCAMA atau siswa dengan model Problem Based Learning pada materi segi empat, (4) pada siswa dengan kreativitas belajar sedang, manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik, siswa dengan model JUCAMA atau siswa dengan model Problem Based Learning pada materi segi empat, (5) pada siswa dengan kreativitas belajar rendah, manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik, siswa dengan model JUCAMA atau siswa dengan model Problem Based Learning pada materi segi empat. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental semu. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP N 1 Karanganom tahun pelajaran 2014/2015. Pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling dan sampel yang digunakan diambil dari 2 kelas.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, metode angket dan metode tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Sebagai persyaratan analisis yaitu populasi penelitian berdistribusi normal menggunakan uji Lilliefors dan populasi penelitian mempunyai variansi yang sama (homogen) menggunakan uji F dan uji Bartlett. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) model JUCAMA memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan dengan model Problem Based Learning, (2) prestasi belajar matematika siswa dengan kreativitas belajar tinggi lebih baik dibandingkan siswa dengan kreativitas belajar sedang dan rendah, sedangkan prestasi belajar matematika siswa dengan kreativitas belajar sedang tidak berbeda secara signifikan dibandingkan siswa dengan kreativitas belajar rendah, (3) pada siswa dengan kreativitas belajar tinggi, model JUCAMA menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik daripada model Problem Based Learning, (4) pada siswa dengan kreativitas belajar sedang, model JUCAMA menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik daripada model Problem Based Learning. (5) pada siswa dengan kreativitas belajar rendah, model JUCAMA menghasilkan prestasi belajar matematika lebih baik daripada model Problem Based Learnin
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT (AQ) SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 KEBAKKRAMAT TAHUN PELAJARAN 20
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) manakah yang menghasilkan prestasi belajar lebih baik antara pembelajaran dengan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition dengan pendekatan scientific dan model pembelajaran langsung; (2) manakah yang menghasilkan prestasi belajar lebih baik antara siswa dengan AQ tinggi, sedang dan rendah; (3) pada masing-masing model pembelajaran, manakah yang menghasilkan prestasi belajar lebih baik antara siswa dengan AQ tinggi, sedang atau rendah; (4) pada masing-masing tingkat kecerdasan AQ, manakah yang menghasilkan prestasi belajar lebih baik antara model pembelajaran AIR dan model pembelajaran langsung. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental semu. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kebakkramat tahun ajaran 2016/2017. Sampel yang digunakan yaitu 2 kelas dengan jumlah total siswa pada masing-masing kelas adalah 34 siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama, kemudian dilakukan uji lanjut pasca anava yaitu uji komparasi ganda dengan menggunakan metode Scheffe. Hasil penelitian ini: (1) model pembelajaran AIR dengan pendekatan scientific memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada model pembelajaran langsung; (2) Kecerdasaran AQ memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar matematika siswa pada materi bangun ruang sisi datar, (3) pada masing-masing model pembelajaran matematika, prestasi belajar matematika siswa AQ tinggi sama baiknya dengan AQ sedang, prestasi belajar matematika siswa AQ tinggi lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa AQ rendah dan prestasi belajar matematika siswa dengan AQ sedang sama baiknya dengan AQ rendah; (4) Pada masing-masing tingkat kecerdasan AQ, pembelajaran dengan menggunkan model pembelajaran AIR dengan pendekatan scientific menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung pada materi bangun ruang sisi data
Pengaruh Praktik Kerja di Unit Produksi dan Praktik Kerja Industri terhadap Kesiapan Kerja pada Siswa Kelas XI di SMK N 1 Surakarta Tahun Ajaran 2017/2018
The research aims to determine: (1) The effect of work practices in production unit to the work readiness of student in class XI at Vocational High School 1 of Surakarta in academic year 2017/2018; (2) The effect of industrial work practices to the work readiness of student in class XI at Vocational High School 1 of Surakarta in academic year 2017/2018; (3) The effect of work practices in production unit and industrial work practices to the work readiness of student in class XI at Vocational High School 1 of Surakarta in academic year 2017/2018).Population in this research is student in class XI at Vocational High School 1 of Surakarta in academic year 2017/2018 as many as 242 students. This research uses proportional random sampling sampling technique, so that there are 151 students selected to be samples. The research method used is a quantitative method with the type of expos facto research. Data collection was done by using questionnaire for work practices in production unit, industrial work practices dan work readiness. This research uses multiple linier regression analysis with significance level 0,05, then data processing has been obtained with the help of data program of SPSS (Statistical Product and Service Solution) version 22.The results of the research are as follows: Firstly, work practices in production unit have a significantly positive effect the work readiness of the students in class XI at Vocational High School 1 of Surakarta in academic year 2017/2018, as indicated by the value of tstat. =2,386 > that of tcrit.=1,976. Secondly, the industrial work practices have a significantly positive effect the work readiness of the students in class XI at Vocational High School 1 of Surakarta in academic year 2017/2018, as indicated by the value of tstat. =7,730> that of tcrit.=1,976 Thirdly, the work practices in production unit and industrial work practices have a significantly positive effect the work rediness of the students in class XI at Vocational High School 1 of Surakarta in academic year 2017/2018, as indicated by the value of Fstat. = 74,978 >that of Fcrit. = 3,057.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY DAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PEMASARAN SMK BATIK 1 SURKARTA TAHUN AJARAN 2016/2017
ABSTRACTRaras Ayu Setyarini K7413127. THE IMPLEMENTATION OF GUIDED INQUIRY AND MIND MAPPING LEARNING TO IMPROVE STUDENTS’ ENGAGEMENT AND LEARNING OUTCOMES OF THE TENTH GRADE MARKETING STUDENTS OF SMK BATIK 1 SURAKARTA ACADEMIC YEAR 2016/2017. Thesis, Surakarta: Teacher Training and Education Faculty of Sebelas Maret University, Surakarta, December, 2017.The research aims to improve students’ engagement and learning outcomes of the Introduction to Economics and Business lesson of the tenth grade marketing students of SMK Batik 1 Surakarta academic year 2016/2017 through the implementation of Guided Inquiry and Mind Mapping Learning. This research is a Classroom Action Research (CAR) which was conducted in two cycles. Each cycle consist of planning, acting, observing, and reflecting. The subject of this research was 42 students at tenth grade of SMK Batik 1 Surakarta. The data sources came from teachers and students. The main techniques of data collection were using observation and test. Meanwhile, the supporting techniques were using interviews, documentations, and archives. The data was analyzed by using quantitative and qualitative analysis techniques. The results of this research showed that the implementation of Guided Inquiry and Mind Mapping Learning can improve the students’ engagement and learning outcomes of the Introduction to Economics and Business lesson of tenth grade marketing students which can be seen at the students learning outcomes from pre-cycle, cycle I, until cycle II activities. The students’ engagement showed at 35,71% in pre-cycle which improves to 83,33% in cycle I, and improves to 90,47% in cycle II. The students’ learning outcomes showed an improvement that can be seen from the students’ mean score from 57,11% in pre-cycle which improves to 71,43% in cycle II, and improves to 90,48% in cycle II. ABSTRAKRaras Ayu Setyarini K7413127. IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY DAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PEMASARAN SMK BATIK 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2016/2017. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Desember 2017.Penelitian ini bertujuan meningkatkan keaktifan dan hasil belajar mata pelajaran pengantar ekonomi dan bisnis siswa kelas X Pemasaran SMK Batik 1 Surakarta tahun ajaran 2016/2017, melalui implementasi model pembelajaran Guided Inquiry dan Mind Mapping. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas X SMK Batik 1 Surakarta sebanyak 42 anak. Sumber data berasal dari guru dan siswa. Observasi dan tes digunakan sebagai teknik utama, sementara wawancara, dokumentsi, dan arsip digunakan sebagai teknik pendukung . Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dan anlisis datab kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajran Guided Inquiry dan Mind Mapping dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar mata pelajaran pengantar ekonomi dan bisnis siswa kelas X Pemasaran, mulai dari hasil belajar siswa dari kegiatan pra siklus, siklus I, sampai siklus II. Kekatifan siswa pada tahap pra siklus menunjukkan prosentase 35,71% meningkat menjadi 83,33% pada siklus I dan kembali meningkat menjadi 90,47% pada siklus II. Hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan dari nilai yang diatas KKM yaitu 57,11% pada pra siklus meningkat menjadi 71,43% pada siklus I dan kembali meningkat menjadi 90,48% pada siklus II
Pengaruh Mata Pelajaran Kewirausahaan, Status Sosial Ekonomi Orang Tua, dan Internal Locus of Control Terhadap Minat Berwirausaha Siswa Kelas XI TKJ SMK Batik 1 Surakarta Tahun Ajaran 2017/2018
The objectives of the research are to know (1) the impact of entrepreneurship subject parents’ social-economic status and internal locus of control toward the entrepreneurship interest of second grade students of TKJ program (2) the impact of entrepreneurship subject toward the entrepreneurship interest of second grade students of TKJ program (3) the impact of parents’ social-economic status toward the entrepreneurship interest of second grade students of TKJ program (4) the impact of internal locus of control toward the entrepreneurship interest of second grade students of TKJ programDescriptive qualitative method is used in this research in the form of expost-facto research. Technique used to collect the data is questionnaire in the form of 46 items which has been tested it's validity. Simple of the research is jenuh sampling or sampling the whole of population 2nd grade students of TKJ programme which is 90 studentsBased on the finding it can be concluded that : (1) there is a significant impact among entrepreneurship subject, parents’ social-economic status and internal locus of control toward the entrepreneurship interest of second grade students of TKJ program of SMK Batik 1 Surakarta Academic year 2017/2018. It proven from Fcount>Ftable (35,188>2,711). (2) there is a positive significant impact of entrepreneurship subject toward entrepreneurship interest of second grade students of TKJ program of SMK Batik 1 Surakarta Academic year 2017/2108, it can be seen from tcount>ttable(4,572>1,988). (3) there is a negative significant impact on parents’ social-economic status toward entrepreneurship interest of second grade students of TKJ program of SMK Batik 1 Surakarta Academic year 2017/2108, it can be seen from tcount>ttable(-2,016>-1,988). (4) there is a positive significant impact on internal locus of control toward entrepreneurship interest of second grade students of TKJ program of SMK Batik 1 Surakarta Academic year 2017/2108, it can be seen from tcount>ttable(7,395>1,980)
HUBUNGAN ANTARA PENYESUAIAN DIRI DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA KELAS X IPS SMA N 1 KARANGANYAR
HUBUNGAN ANTARA PENYESUAIAN DIRI DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA KELAS X IPS SMA N 1 KARANGANYAR Uut Agustin1, Siti Rochani1, Zaini Rohmad1Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi, Universitas Sebelas MaretJl. Ir Sutami 36 A, Surakarta, 57126, IndonesiaSurat elektronik: [email protected] AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penyesuaian diri dan dukungan teman sebaya dengan motivasi berprestasi siswa kelas X SMA N 1 Karanganyar.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi.Objek penelitian adalah seluruh siswa kelas X IPS di SMA N 1 Karanganyar.Teknik pengambilan data menggunakan teknik angket dan dokumentasi.Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan tipe undian pengembalian.Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi ganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara penyesuaian diri dengan motivasi berprestasi yaitu dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien regresi (rx1y) sebesar 0,979.Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan teman sebaya dengan motivasi berprestasi yaitu dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien regresi (rx2y) sebesar 0,970. Terdapat hubungan yang positif dan siginifikan antara penyesuaian diri dan dukungan teman sebaya dengan motivasi berprestasi yaitu dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien regresi (ry(1,2)) sebesar 0,981. Kata Kunci : kuantitatif, korelasi, penyesuaian diri, dukungan teman sebaya, motivasi berprestas
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI DI SEKOLAH (STUDI KASUS SMK MUHAMMADIYAH 3 GEMOLONG)
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI DI SEKOLAH(STUDI KASUS SMK MUHAMMADIYAH 3 GEMOLONG)ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan yang menghambat implementasi pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah yang terjadi di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teori fungsionalisme-struktural untuk menganalisis implementasi pendidikan kesehatan reproduksi yang diterapkan sekolah kepada peserta didik di SMK Muhammadiyah 3 Gemolong. Implementasi kesehatan reproduksi di Sekolah sangat penting untuk di tingkatkan karena memang Implementasi adalah salah satu cara dari suatu kebijakan sekolah menuju tujuan. Berangkat dari pemahaman peserta didik yang kurang tentang pentingnya kesehatan reproduksi kemudian mereka bersaha mencari informasi yang kurang pengawasan dari orang dewasa kemudian mereka tidak hanya mencari tentang kesehatan reproduksi yang positif melainkan pendidikan kesehatan reproduksi yang menyimpang. Oleh sebab itu implementasi pendidikan kesehatan reproduksi sangat diperlukan dalam pengawasan guru kepada peserta didik agar dapat meminimalisir penyimpangan seksual. Kata Kunci : Implementasi, Peserta Didik, Pendidikan, Kesehatan Reproduksi
FORUM PENGEMBANGAN KAMPOENG BATIK LAWEYAN SEBAGAI SUMBER MODAL SOSIAL PELAKU USAHA BATIK
ABSTRAK FORUM PENGEMBANGAN KAMPOENG BATIK LAWEYAN SEBAGAI SUMBER MODAL SOSIAL PELAKU USAHA BATIK Rohima Raisfitfi Antika, Nurhadi, Siany Indria Liestryasari Pendidikan Sosiologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas [email protected] Penelitian ini untuk mengetahui (1) peran FPKBL dalam mengembangkan keberlangsungan usaha para pemilik showroom batik. (2) Bagaimana menjadikan FPKBL sebagai strategi pemilik showroom dalam memperkuat modal sosial. Penelitian ini merupakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data berasal dari wawancara dan dokumentasi. Informan yang di gunakan sebagai sumber data utama yaitu Ketua FPKBL dan pemilik showroom batik sebagai pelaku usaha. Teknik pemilihan informan di lakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik uji validitas data yang di gunakan berupa triangulasi sumber. Teknik analisis data yang di gunakan terdiri dari tiga tahap yaitu: reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan (1) keberadaan FPKBL telah menjadi sumber modal sosial bagi pelaku usaha batik yaitu pemilik showroom, karena berperan dalam membantu pelaku usaha batik mengembangkan keberlangsungan usaha di tengah Masyarakat Ekonomi ASEAN. Peran yang di berikan FPKBL sebagai sumber modal sosial diantaranya menjadikan forum untuk wadah organisasi, sebagai penyedia informasi sekaligus sebagai fasilitator dalam memperluas jaringan kerjasama. Dengan demikian hasil penelitian menunjukan bahwa FPKBL telah memberikan peran optimal sebagai sumber modal sosial bagi pelaku usaha batik untuk mengembangkan keberlangsungan usaha. (2) Penelitian ini telah membuktikan apa yang dikatakan Coleman tentang modal sosial bahwa strategi yang di gunakan pelaku usaha batik melalui FPKBL telah berhasil menguatkan modal sosial diantara mereka sehingga tujuan untuk memperoleh keuntungan usaha dapat tercapai.Kata Kunci: Keberlangsungan usaha, modal sosial, Kampoeng Batik Laweya