FKIP UNS Journal Systems
Not a member yet
    7978 research outputs found

    PEMANFAATAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN DIGITAL MELALUI PLATFORM SCHOOLOGY

    Get PDF
    Memasuki era teknologi 4.0 dunia pendidikan di Indonesia perlu adanya penerapan pembelajaran digital yang dapat meningkatkan efektifitas kegiatan belajar mengajar. Salah satu cara yang bisa digunakan adalah memanfaatkan penggunaan e-learning. E-learning adalah inovasi terbaru dalam proses pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi, sehingga bisa digunakan dimanapun dan kapanpun. Namun, dalam penerapannya e-learning masih mengalami kendala terlebih lagi pada sekolah-sekolah yang belum memiliki komputer server sendiri dan sumber daya manusia yang belum mampu mengelola e-learning. Schoology menjadi solusi yang dapat digunakan pada pemanfaatan e-learning. Schoology merupakan salah satu LMS (Learning Management System) yang dapat diaplikasikan pada pembelajaran. Schoology memberikan banyak fasilitas seperti: Kelas online, diskusi online, evaluasi pembelajaran online, dan raport online yang dapat digunakan secara mudah. Schoology juga dapat digunakan untuk melihat semua aktivitas siswa serta mengecek kehadiran siswa

    MISKONSEPSI IPA SMP PADA TOPIK ATOM, ION, DAN MOLEKUL

    Get PDF
    Pembelajaran IPA di SMP merupakan pembelajaran IPA terpadu yang terdiri dari 3 cabang yaitu fisika, biologi, dan kimia. Kimia termasuk salah satu cabang IPA yang sekarang sudah dikenalkan atu diajarkan kepada siswa tingkat SMP. Pada bidang kimia terdapat materi atom,ion dan molekul yang dianggap abstrak bagi para siswa, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam pemahaman konsep. Sehingga bisa menimbulkan miskonsepsi yang akan berdampak negatif pada pembelajaran selanjutnya. Contoh siswa mengalami miskonsepsi pada materi atom, ion ,dan molekul yaitu 1). Atom bersifat netral karena ada proton dan elektron. 2) Molekul senyawa adalah molekul yang terdiri dari 3 buah atom. 3). Ukuran atom ditentukan oleh jumlah proton, semakin banyak jumlah proton semakin besar ukuram atom. 4). Massa atom semakin besar saat atom dipanaskan dan menjadi lelehan

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MACROMEDIA FLASH DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN GUIDED NOTE TAKING PADA MATERI SISTEM GERAK PADA TUMBUHAN

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA melalui Macromedia flash dengan strategi pembelajaran Guided note taking pada materi sistem gerak pada tumbuhan. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII B yang berjumlah 34 siswa. Penelitian ini dilaksanakan melalui dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Masing-masing siklus menempuh empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dengan melibatkan peneliti yang bertindak sebagai pengajar dan dibantu guru IPA sebagai pengamat aktivitas siswa serta guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada setiap siklusnya. Pada pre test nilai rata-rata kelas 67,17 dan yang mencapai tuntas belajar 11 siswa atau 32,4%. Setelah dilakukan pembelajaran melalui macromedia flash dengan strategi pembelajaran Guided Note Taking  pada siklus I nilai rata-rata 73,08, siswa yang tuntas belajar 21 atau 61,8%. Pada siklus II nilai rata-rata siswa 84,79 dan yang tuntas belajar 29 siswa atau 85,3%. Jadi hasil belajar IPA melalui Macromedia Flash dengan Strategi pembelajaran Guided Note Taking pada materi gerak pada tumbuhan siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Ceper menunjukkan adanya peningkatan secara signifikan

    ANALISIS REFINEMENT STRUKTUR KRISTAL SUPERKONDUKTOR BSCCO 2223 DENGAN DOPING PB MELALUI METODE REITVELD

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan  mengetahui serta menganalisis refinement struktur kristal BPSCCO 2223 yang komposisi molar awalnya off-stoikhiometri melalui metode Rietveld. Analisis refinement struktur dilakukan pada data XRD dengan indikator reliabilitas hasil refinement terhadap perubahan komposisi molar awal unsur Bi dan unsur Pb sampel melalui bantuan software Fullprof. Data hasil XRD sampel dicocokkan dengan data kalkulasi melalui proses refinement sampai diperoleh residu profil yang rendah. Dari hasil analisis refinement menunjukkan bahwa bahan superkonduktor BPSCCO 2223 mempunyai struktur kristal orthorombik dengan grup ruang Fmmm. Variasi komposisi molar awal Bi mempunyai nilai optimum yaitu 2,05 dengan doping Pb 0,06 yang ditandai dengan fraksi volume fase BPSCCO 2223 maksimum yaitu 75 % dan nilai residu profil terendah yaitu Rp = 20,5 % dan Rwp = 18,7%

    PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERINTERGRASI PENDEKATAN STEM DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAHAN KONSEP PESERTA DIDIK DI SALAH SATU SEKOLAH DAERAH TANGERANG SELATAN

    Get PDF
    Model Project Based Learning (PjBL) dan pendekatan STEM merupakan perpaduan yang sangat cocok untuk diterapkan dalam kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran mengenai implementasi model PjBL terintegrasi pendekatan STEM untuk meningkatkan pemahahaman konsep peserta didik di salah satu sekolah daerah Tangerang Selatan. Metode yang digunakan berupa metode eksperimen dengan desain posttest only control group design. Instrumen pengumpul data penelitian berupa soal test berjumlah 20 butir. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 76 orang yang terbagi menjadi masing-masing 38 di kelas eksperimen dan selebihnya dikelas kontrol. Analisis data yang digunakan berupa uji t pihak kanan yang didasarkan asumsi bahwa penerapan model PjBL terintegrasi pendekatan STEM akan lebih baik baik dalam meningkatkan pemahaman konsep peserta didik dibandingkan model pembelajaran konvensional di kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep kelas eskperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Hal ini didasarkan dari hasil t hitung sebesar 3,693 yang lebih besar dari t tabel sebesar 1,657, dengan taraf signifikansi sebesar 5%. Hasil ini membuat H0 ditolak dan H1 di terima, sehingga dapat dikatakan bahwa model PjBL terintegrasi STEM lebih baik dalam meningkatkan pemahaman konsep peserta didik dibandingkan dengan kelas kontrol. Hasil lain berupa keterlaksanaan sintaks pembelajaran menunjukkan setiap aspek keterlaksanaan sudah mencapai rerata 99.75% dalam kategori sangat baik

    IMPLEMENTASI MODEL POE2WE DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN GERAK LURUS DI SMA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan antara siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan saintifik melalui model POE2WE dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran model PBL pada SMA di Kabupaten Ciamis Jawa Barat Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu yang dilakukan pada beberapa sekolah di Kabupaten Ciamis yang dijadikan contoh penerapan kurikulum 2013 pada tahun pelajaran 2013/2014 kelas X materi Gerak Lurus. Untuk memperoleh data digunakan instrumen penelitian yaitu: pre-test dan post-test, angket siswa, observasi keterlaksanaan pembelajaran model POE2WE, dan wawancara untuk tanggapan guru. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t untuk melihat perbedaan gain yang dinormalisasi pada kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan saintifik melalui model POE2WE dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran model PBL. Data dihasilkan rata-rata nilai antara pre-test dan post-test kelas eksperimen adalah 42, 50 dan kelas kontrol adalah 29,93 dan terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar kelas eksperimen N-gain= 0,8 ( berkategori tinggi) dan kelas kontrol N-gain= 0,5 (berkategori sedang). Uji efektivitas dihasilkan nilai Sig (2-tailed) (0,000) < (0,05)

    RESPONS UMAT BERAGAMA TERHADAP PANCASILA SEBAGAI SARANA INTEGRASI BANGSA (Studi tentang pandangan dan sikap umat beragama di Surakarta)

    Get PDF
    purpose of this research is to know and describe the response of Indonesian society based on religion classification against Pancasila as instrument of nation integration. The response of religious people enclosed vision and their attitude to the valves which is implied in Pancasila, the relationship between religion with Pancasila and the function of five principle as instrument for  nation integration. The purpose this research also to know the relationship between religion and Pancasila and then the influence of it for nation integration. This research approximation used  the descriptive qualitative approach with the background of religious people at Surakarta including Hindu, Budha, Islam, Khatolic and Christian. The population of this research were the pious who can give the information of data research. The technique  of sampling applied was non random sampling by purposive sampling. Beside if completed with snowball sampling to get key informan exactly.  The technique of  collecting data used in-dept interview as major technique completed with lesson of literature as a back up.To analysis of data the interactive model of analysis was used. The result of analysis showed in naration in descriptive  qualitative.This research conclude that there was many kind of response from the religious people againts  Pancasila. Their vision againts Pancasila was under influence by the judgement of their believe and knowledge about history of Pancasila. They  acknowledge Pancasila as their own thought parallel with their believe in their religion. Religious people accepted Pancasila as instrument  of nation integration because of the history that proved part of Pancasila as a meeting point between the people before independence. Acknowledgement of  this history was hopefully could be formed as long as they still want the progression of nation-state Indonesia. Pancasila was accepted as the accord agreement from society to be a state living norm

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TTW (Think Talk Write) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA DAN KEAKTIFAN SISWA (Penelitian dilaksanakan di Kelas VIII F SMP Negeri 17 Surakarta Tahun Pelajaran 2016/2017)

    Get PDF
    This research aims to 1) describe the application of cooperative learning type TTW (Think Talk Write) to improve students’ mathematics communication ability and activity of class VIII F SMP Negeri 17 Surakarta in academic year 2016/2017; 2) know the improvement of mathematics communication ability after following the learning of mathematics with cooperative learning type TTW; 3) know the improvement of students activity after following the learning of mathematics with cooperative learning type TTW. This research was a classroom action research conducted in 2 action cycles, with each cycle consisted of 3 meetings. The subjects of the research were 26 students of class VIII F SMP Negeri 17 Surakarta. The data which was collected in this research was learning implementation data, the results of mathematical communication skills test and data of students’ activity. This research used observation to collect data of learning implementation and students’ activity, then it used test to collect mathematical communication skills data. The indicators of success of this research are 1) the number of students who reach at least 50 % on minimum 2 criteria in each indicator of mathematical communication ability, 2) the number of students who have high activity category at least 60%. The result of the research concludes 1) the learning steps with cooperative learning type TTW could improve students’ mathematical communication skills and  activity consisted of: a) Introduction activity; b) Core activity, which is (1) the teacher delivers the material to be learned; (2) Stage 1: Think, students read and think about solving problems independently;    (3) Stage 2: Talk (Speak), students work in groups, the formation of heterogeneous groups considered  by the psychological aspects of students; (4) Stage 3: Write, the students rewrite the results of their discussion independently; (5) Stage 4: Presentation, c) Conclusion. 2) The percentage of mathematical communication ability in pre-action test is 3.85%, in the final test of the first cycle the percentage increased to 15.4% and in the final test of second cycle the percentage increased again to 57.7%. 3) The percentage of high category students activity on pre-action was 8.3%, in the first cycle percentage increased to 55.8% and in cycle II the percentage increased again to 86.2%. Based on the result of research, it can be concluded that the application of cooperative learning model of TTW type can improve students’ mathematics communication ability and activity of  class VIII F SMP Negeri 17 Surakarta in academic year 2016/201

    EKSPERIMENTASI PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC DAN PENDEKATAN PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI RELASI DAN FUNGSI DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah yang menghasilkan kemampuan pemecahan masalah matematika yang paling baik antara pendekatan Problem Solving, Realistic Mathematic dan pembelajaran konvensional pada materi relasi dan fungsi, (2) manakah yang menghasilkan kemampuan pemecahan masalah matematika yang lebih baik, siswa dengan gaya kognitif field independent atau siswa dengan gaya kognitif field dependent pada materi relasi dan fungsi, (3) apakah terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan gaya kognitif siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi relasi dan fungsi.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) pendekatan Problem Solving dan Realistic Mathematic menghasilkan kemampuan pemecahan masalah matematika yang sama baiknya, serta kedua pendekatan tersebut menghasilkan kemampuan pemecahan masalah matematika yang lebih baik daripada pembelajaran konvensional pada materi relasi dan fungsi, (2) siswa dengan gaya kognitif field independent menghasilkan kemampuan pemecahan masalah matematika yang lebih baik daripada siswa dengan gaya kognitif field dependent pada materi relasi dan fungsi, (3) tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan gaya kognitif matematika siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika matematika pada materi relasi dan fungs

    EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TSTS BERBASIS PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI TRIGONOMETRI DITINJAU DARI KEAKTIFAN BELAJAR SISWA

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk mengetahui manakah yang prestasi belajar yang lebih baik, model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) berbasis pendekatan kontekstual, model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) atau model pembelajaran langsung pada materi trigonometri, manakah yang mempunyai prestasi belajar yang lebih baik, siswa dengan keaktifan belajar tinggi, sedang atau rendah pada materi trigonometri serta apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran (TSTS-kontekstual, TSTS, langsung) dan keaktifan belajar terhadap prestasi belajar. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 3x3. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 5 Surakarta tahun ajaran 2016/2017 dengan sampel penelitian adalah kelas X MIPA 1, X MIPA 3 & X MIPA 5. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, angket dan tes. Teknik analisis data menggunakan anava dua jalan sel tak sama. Kesimpulan dari penelitian yaitu model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) berbasis pendekatan kontekstual, Two Stay Two Stray (TSTS) dan pembelajaran langsung menghasilkan prestasi belajar yang sama, siswa dengan tingkat keaktifan belajar berbeda (tinggi, sedang dan rendah) memiliki prestasi belajar yang sama serta pengaruh model pembelajaran terhadap prestasi belajar tidak bergantung pada tingkatan keaktifan belajar siswa, dan pengaruh keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar tidak bergantung pada model pembelajaran

    7,121

    full texts

    7,978

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    FKIP UNS Journal Systems
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇