FKIP UNS Journal Systems
Not a member yet
7978 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPLANASI
This research is aimed to know the use of audio visual media increasing explanation writing learning. This research is an action research done in two cycles. The subjects of this research are the students and Indonesian teacher of grade X IPA 1 at SMA N 6 Purworejo. Data were gathered through observation, interview, test and document analysis. The data validity test used triangulation method and data resources. The techniques of data analysis employed descriptive comparative technique and critical analysis. The result are proved that: 1) audio visual media can increase explanation writing skill, and 2) audio visual media can be used to increase the quality of learning process of students explanation writing
FENOMENA PENGGUNAAN MEDIA INTERNET UNTUK PEMBELAJARAN BERBASIS DISCOVERY LEARNING DALAM MATA KULIAH UMUM PENDIDIKAN KEWARGANGERAAN DI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
ABSTRACTThe purpose of his study examines the phenomenon of the application of discovery learning strategies in teaching citizenship education at the Sebelas Maret University of Surakarta. The purpose of research is to examine the citizenship education learning both conceptual, implementation (execution process) and the impact of learning, so as to obtain an answer or solution conceptually, policies and programs that are considered appropriate to the problems that have been formulated. The method of research used qualitative research methods and descriptive analytical approach. Data was collected through documentation, observation, interviews and focus group discussions. The results showed some weakness in the application of discovery learning strategy, namely: (1) students are not able to select the most appropriate source of material to build their knowledge about citizenship, (2) lack of lecturers provide guidance on various sites in the internet where the material citizenship could obtained, (3) less opportunity for students to communicate information and ideas that have been obtained effectively and efficiently in a class discussion cause it’s very limited. In conclusion, the weakness of the strategy implementation discovery learning caused by the managerial and learning process which subsequently weakens the ability of students to learn citizenship (students' learning capacity). Keywords: Learning strategy, Discovery learning, Citizenship Educatio
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS XI IPS 3 SMA NEGERI 2BOYOLALI TAHUN AJARAN 2015/2016
The aim of this research is to improve students’ critical thinking ability and learning result in History toward XI IPS 3 SMA Negeri 2 Boyolali in the academic year of 2015/2016 by implementing cooperative learning model Numbered Heads Together (NHT) type on the subject of History.
This research is a classroom action research (CAR). It was conducted in 2 cycles,and each cycle consists of planning, implementation, observation and reflection. The subject of the research was XI IPS 3 students of SMA Negeri 2 Boyolali which consists of 29 students. The sources of data came from teachers, students and learning activity. Techniques of collecting data used in this research were interview, observation, test and questionnaire. The validity of data was conducted by using triangulation method, which were data or source triangulation and method triangulation. The data were analyzed by using descriptive comparative analysis and interactive analysis techniques. The procedure of this research was based on spiral model developed by Kemmis and Mc Taggart (Planning, Action, Observing, Reflecting).
The result of the research reveals that teachers are able to implement cooperative learning model Numbered Heads Together (NHT) type, so that the learning activity can run well. The implementation of cooperative learning model Numbered Heads Together (NHT) type on the subject of History can improve students’ critical thinking ability and learning result toward XI IPS 3 students of SMA Negeri 2 Boyolali. It is proven by the average score on achievement indicator of students’ critical thinking ability and learning result in pre-cycle was 71.02%, increasing to 72.78% in cycle Iand in cycle II was increasing to 82.15%. The percentage of students’ passing the test in pre-cycle was 41.38%, increasing to 62.07% in cycle I, and in cycle II was increasing to 89.66%.
Based on the result of the research and the analysis, it can be concluded that the implementation ofcooperative learning model Numbered Heads Together (NHT) can improve students’ critical thinking ability and learning result in History toward XI IPS 3 SMA Negeri 2 Boyolali in the academic year of 2015/2016
ANALISIS MEMBANGUN PEMBENTUKAN KEPERCAYAAN PEDAGANG DI PASAR TRADISIONAL GEDE HARDJONAGORO KECAMATAN JEBRES KOTA SURAKARTA
ANALISIS MEMBANGUN PEMBENTUKAN KEPERCAYAAN PEDAGANG DI PASAR TRADISIONAL GEDE HARDJONAGORO KECAMATAN JEBRES KOTA SURAKARTAEndarwati, Nurhadi, Sigit PranawaPendidikan Sosiologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas [email protected] Penelitian ini merupakan penelitian metode kualitatif dengan pendekatan penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data berasal dari wawancara dan dokumentasi.. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik uji validitas data yang digunakan terdiri berupa triangulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari 4 tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulam. Hasil penelitian dengan menggunakan teori Francis Fukutama menunjukan bahwa (1) dalam membentuk kepercayaan antara pedagang pasar Etnis Tionghoa dan Suku Jawa dengan melakukan berbagai kegiatan yang dapat memupuk kepercayaan, kepercayaan terbentuk dengan adanya nilai-nilai yang tercipta (2)membangun sebuah kepercayaan pada pedagang multikulturalisme Kunci :kepercayaan, pedagang, pasar Gede Hardjonagor
PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA BERBASIS TEKS BIOGRAFI PADA KELAS INKLUSI BERDASARKAN KURIKULUM 2013 (STUDI KASUS DI SMAN 8 SURAKARTA)
Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sumber data yang digunakan berupa peristiwa, informan, dan dokumen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan analisis data. Uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber, triangulasi metode, dan review informan. Taknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil penelitian ini adalah deskripsi tentang: (1) komponen RPP yang disusun oleh guru sesuai dengan Permendikbud, namun kesesuaian isi belum dapat dikatakan baik; (2) pelaksanaan pembelajaran keterampilan berbicara berbasis teks biografi di kelas inklusi SMAN 8 Surakarta telah dilakukan berdasarkan kurikulum 2013; (3) evaluasi yang dilakukan oleh guru mata pelajaran berupa pemberian soal-soal remidi;(4) kendala yang dihadapi guru mata pelajaran bahasa Indonesia pada pembelajaran teks biografi di SMAN 8 Surkarta. Kendala guru meliputi (a) kurangnya pemahaman mengenai bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan siswa berkebutuhan khusus tunadaksa wicara; (b) tidak ada guru pendamping khusus untuk ABK; (c) siswa berkebutuhan khusus cenderung menutup diri, dan (d) kurangnya penggunaan media gambar sebagai media pembelajaran. (5) upaya yang dilakukan guru bahasa Indonesia SMAN 8 Surakarta dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi pada pembelajaran teks biografi di kelas inklusi.
Kata kunci: teks biografi, inklusi, kelas X
Abstract: This research is a case study research. The sampling technique was purposive sampling. Data sources used are events, informants and documents. Data collection techniques are carried out by observation, interviews, and data analysis. Data validity test used is source triangulation, method triangulation, and informant review. The data analysis technique used is an interactive analysis model. The results of this study are descriptions of: (1) RPP components prepared by teachers in accordance with Permendikbud, but the conformity of the contents can not be said either; (2) the implementation of biographical text-based speech-learning in the inclusion class of SMAN 8 Surakarta has been conducted based on the 2013 curriculum; (3) evaluations conducted by subject teachers in the form of giving remedial questions; (4) obstacles faced by Indonesian subject teachers in learning biographical texts at SMAN 8 Surkarta. Teacher constraints include (a) lack of understanding of sign language to communicate with students with special needs for quadriplegic speech; (b) there is no special teacher for ABK; (c) students with special needs tend to close themselves, and (d) lack of use of the media as a medium of learning media. (5) efforts made by Indonesian language teachers at SMAN 8 Surakarta in addressing the problems faced in learning biographical texts in the inclusive class.
Keywords: biographical text, inclusion, class X
Keywords: biography text, inclusion, class
PENGGUNAAN PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY LAB UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS BERDASARKAN GENDER SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis berdasarkan gender siswa. Jenis penelitian ini adalah R & D dengan desain penelitianya one group pretest-postest. Populasi penelitian merupakan kelas VIII dengan sampel yang diambil kelas VIII A sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data menggunakan soal pretest posttest berbentuk soal uraian. Data dianalisis menggunakan Independent Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara N gain rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa laki-laki dan perempuan dengan siginifikansinya (0,034<0,05)
PENGGUNAAN DIAGRAM VEE UNTUK MENGANALISIS MISKONSEPSI PESERTA DIDIK PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MANUSIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan diagram vee sebagai upaya untuk menganalisis miskonsepsi peserta didik pada materi sistem pencernaan manusia kelas VIII di SMP Swasta didaerah Kartasura. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas VIIIA (29 peserta didik) dan VIIIB (26 peserta didik). Miskonsepsi ini akan diidentifikasi dengan menggunakan diagram vee dalam bentuk Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) diagram vee. Materi yang digunakan untuk menganalisis miskonsepsi yaitu mengenai sistem pencernaan manusia yang memiliki daya serap UN terendah selama tiga tahun terakhir. Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar observasi, tes objektif diagram vee dan wawancara. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan 72,72% peserta didik tidak paham konsep dan 11% peserta didik yang mengalami miskonsepsi. Rendahnya hasil analisis LKPD diagram vee disebabkan oleh kurangnya pemahaman konsep peserta didik pada materi sistem pencernaan manusia, metode pembelajaran guru, daya tangkap peserta didik dan buku referensi
MODEL PEMBELAJARAN LEVEL OF INQUIRY
Model pembelajaran merupakan bagian penting dalam kegiatan belajar mengajar. Model inkuiri merupakan salah satu model yang sesuai diterapkan dalam pembelajaran Sains atau IPA. Melalui model inkuiri, siswa membangun pengetahuan IPA seperti seorang ilmuan yang mempelajari alam yaitu melalui kegiatan penyelidikan. Wenning membagi model inkuiri menjadi beberapa level berdasarkan tingkat kecanggihan intelektual siswa dan pusat kendali pembelajaran yang disebut dengan Level of Inquiry (LOI). LOI terdiri dari discovery learning, interactive demonstration, inquiry lesson, inquiry laboratory, real-world applications dan hypothetical inquiry. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dari masing-masing tingkatan model inkuiri yang disesuaikan dengan komponen model meliputi sintak, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung dan dampak pembelajaran. Metode yang digunakan yaitu menggunakan kajian literatur. Pada tulisan ini juga dilengkapi dengan contoh rancangan pembelajaran pokok bahasan Hukum II Newton untuk masing-masing tingkatan model LOI
ANALISIS PENGGUNANAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS KELAS DALAM PEMBELAJARAN IPA DI TIGA SEKOLAH DAERAH KOTA TANGERANG SELATAN
Penilaian berbasis kelas termasuk kedalam penilaian autentik yang menjadi tuntutan kurikulum 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai penggunaan penilaian berbasis kelas secara riil di sekolah. Metode penelitian yang digunakan berupa metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Instrumen pengumpul data berupa lembar wawancara dan angket. Subjek dalam penelitian ini sebanyak sembilan orang guru IPA yang tersebar di tiga sekolah dengan daya serap UN yang berbeda (Tinggi, sedang, rendah). Hasil penelitian menunjukan bahwa hanya dua dari tujuh komponen penilaian berbasis kelas yang digunakan diatas 80% guru, sedangkan lima komponen lainnya hanya digunakan kurang dari 40% guru. Komponen-komponen seperti penilaian produk, penilaian portofolio, dan penilaian diri, bahkan tidak digunakan guru sama sekali didalam penilaian hasil belajar peserta didik. Hasil wawancara mengungkap minimnya komponen penilaian yang digunakan guru disebabkan oleh: 1) sulitnya guru mengatur waktu dalam persiapan, pengajaran, dan penilaian hasil belajar, 2) minimnya pengetahuan guru terkait penyusunan instrumen penilaian berbasis kelas, dan 3) kesulitan guru dalam menentukan kriteria yang tepat dalam penilaian. Hasil ini mengindikasikan bahwa penggunaan penilaian berbasis kelas masih tergolong rendah dan perlu adanya penyuluhan lebih lanjut kepada guru terkait penggunaan instrumen ini.
PERBANDINGAN CAPAIAN TIGA LEVEL REPRESENTASI KIMIA UNTUK DIMENSI KECERDASAN MAJEMUK YANG BERBEDA PADA SISWA SMA
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi terkait perbandingan capaian tiga level representasi kimia di masing-masing dimensi kecerdasan majemuk siswa pada materi dinamika kimia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan metode penelitian survei. Subjek penelitian ini adalah sebanyak 206 orang siswa kelas 11 SMAN Negeri di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Penentuan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa inventori kecerdasan majemuk dari Armstrong (2009) dan tes tiga level representasi kimia (tes Galevreki) siswa pada materi dinamika kimia. Materi dinamika kimia ini mencakup konsep laju reaksi kimia dan kesetimbangan kimia. Melalui penelitian ini diperoleh informasi bahwa siswa dengan dimensi kecerdasan logika matematik sangat mendominasi capaian kimia di ketiga level representasinya, yakni makroskopik dengan skor 73,0%, submikroskopik dengan skor 49,5%, dan simbolik dengan skor 69,0%