FKIP UNS Journal Systems
Not a member yet
7978 research outputs found
Sort by
PENENTUAN KONDUKTIVITAS AIR BAKU PROSES DESALINASI DI BARON TEKNOPARK DENGAN METODE REGRESI LINIER
Telah dilakukan penelitian tentang penentuan konduktivitas listrik air baku proses desalinasi menggunakan metode regresi linier di Baron Teknopark BPPT DIY. Penelitian dimulai dengan mengambil lima titik sampel, air laut, sumur peresapan, bak penampungan, hasil proses 1 kali, hasil proses 2 kali. Hambatan sampel air diukur dengan memasukkan kedalam selang, dengan memvariasi panjang selang sehingga ditentukan hubungan hambatan listrik dengan resistivitas serta hubungan resistivitas dengan konduktivitas listrik dengan. Hasil dari perhitungan didapatkan konduktivitas air laut sebesar (2,81 ± 5,7 x 10-3 ) S/m, air bak penampungan (1,76 ± 3,60 x 10-3 ) S/m, air sumur peresapan (1,64 ± 3,3 x 10-3 ) S/m, air hasil proses 1 kali (0,22 ± 4,6 x 10-3 ) S/m, air hasil proses 2 kali (0,03 ± 6,8 x 10-3 ) S/m. Nilai resistivitas dan nilai konduktivitas merupakan nilai yang saling berbanding terbalik dimana semakin besar nilai resistivitas, semakin kecil nilai konduktivitas. Menurut konsep air sangat murni maka semakin besar nilai resistivitas akan menunjukkan kemurnian air yang semakin tinggi sedangkan semakin kecil nilai resistivitas akan menunjukkan tingkat kemurnian air yang semakin rendah
PENGARUH HASIL BELAJAR IPA MENGGUNAKAN MODEL PBL DITINJAU DARI KERJA SAMA DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hasil belajar IPA menggunakan model PBL ditinjau dari kerja sama dan keterampilan berpikir kritis. Sintaks dari model PBL pada penelitian ini dimulai dari merumuskan masalah, mengorganisasikan siswa, melakukan penyelidikan, menganalisis dan evaluasi, serta menyajikan hasil karya. Indikator kerja sama yang diukur pada penelitian ini dimulai dari memperhatikan tujuan, menyimak penjelasan, memahami pengetahuan awal, keterlibatan pembentukan kelompok, memahami tugas, memahami lembar kerja, belajar kooperatif, menanggapi evaluasi, serta keefektipan kelompok. Sedangkan indikator keterampilan berpikir kritis yang diukur pada penelitian ini dimulai dari interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation, dan self-regulation. Bentuk penelitian ini adalah eksperimen semu dengan menggunakan rancangan faktorial 2 x 2. Hipotesis statistik yang diajukan dalam penelitian ini adalah H0 = tidak ada pengaruh pengaruh hasil belajar IPA menggunakan model PBL ditinjau dari kerja sama dan keterampilan berpikir kritis; dan Ha = ada pengaruh pengaruh hasil belajar IPA menggunakan model PBL ditinjau dari kerja sama dan keterampilan berpikir kritis, dengan ketentuan pengambilan kesimpulan yaitu; H0 ditolak jika p-value (Sig.) < 0,05 sehingga Ha diterima. Kesimpulan uji statistik untuk hipotesis H0: X1 ≠ X2 dan Ha: X1 = X2 terhadap hasil belajar siswa diperoleh p-value = 0.000 < (α) = 0.05, maka Ha diterima. Dengan kata lain ada pengaruh pengaruh hasil belajar IPA menggunakan model PBL ditinjau dari kerja sama dan keterampilan berpikir kritis
PEMANFAATAN REBUSAN CACING TANAH Lumbricus sp OLEH MASYARAKAT DUKUPUNTANG SEBAGAI OBAT TIPES
Cacing tanah memiliki populasi terbesar di Indonesia.Hal ini karena cacing tanah mudah ditemukan khususnya di negara yang beriklim tropis. Namun masyarakat Indonesia belum banyak mengetahui tentang pemanfaatan cacing tanah secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengetahuan lokal Masyarakat Dukupuntang terhadap pemanfaatan cacing tanah. Metode yang digunakan adalah pendekatan etnozoologi melalui observasi dan wawancara. Masyarakat Dukupuntang biasa menggunakan rebusan cacing tanah sebagai obat tipes.Dari penelitian yang telah dilakukan perebusan cacing dilakukan selama 10 menit dengan suhu optimal 50 oC. Cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai obat tipes karena cacing tanah dapat menghasilkan enzim lysosomal (lisozim) yang berfungsi melindungi dari serangan mikroba pathogen dan menghasilkan antibakteri. Hal ini menunjukan bahwa rebusan cacing tanah memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi
PEMANFAATAN JANGKRIK ALAM ( Gryllus sp ) SEBAGAI BAHAN PAKAN BURUNG MURAI BATU ( Copsychus malabaricus ) DI DESA PEGAGAN
Jangkrik merupakan hewan invertebrata yang termasuk kedalam kelas Insekta. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi pengetahuan local masyarakat Desa Pegagan mengenai pemanfaatan jangkrik. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan etnozoologi, melalui metode wawancara, kajian pustaka, dan observasi ke dua tempat, yang pertama yaitu ke tempat budidaya Jangkrik atau kampung jangkrik yang bernama Trust Jaya Jangkrik yang berada di Desa Bakung Kidul dan budidaya Burung Murai yang ada di Desa Pegagan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Pegagan memanfaatkan Jangkrik sebagai bahan pakan Burung Murai peliharaannya. Karena jangkrik mampu mempercepat pertumbuhan, dikatakan bahwa pada tiap ekor jangkrik mengandung ragam nutrisi yang bernilai gizi tinggi seperti lemak, protein, asam amino, hormone asteroid, dan karbohidrat. Selain itu juga bisa sebagai peluang untuk berbisnis berupa budidaya, karena untuk memulai budidaya Jangkrik tidak perlu mengeluarkan modal yang besar, seperti halnya yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Bakung Kidul. Para budidaya Burung Murai, jangkrik sering digunakan sebagai pakannya. Burung Murai Batu dikenal sebagai burung yang memiliki suara yang indah sehingga sering mengikuti kontes tarik suara untuk burung
Arising Power of Reason through Inquiry Learning In Natural Sciences Learning for Students of Primary Teacher Education
One aspect of high-level thinking ability in natural science learning is reasoning. Reasoning is categorized as a basic competence that must be mastered by students. Activities in science learning as a means to solve a problem through logical reasoning. This study aims to foster reasoning through inquiry learning for Primary Teacher Education Program in analyzing, solving and drawing conclusions from the problems in the Basic Concepts of Science course. This type of research is qualitative descriptive research. The research subjects were Primary Teacher Education Program,Kebumen, Universitas Sebelas Maret, third semester who attended the Basic Science Concept in 2. The data were announced using observation, interviews and questionnaires. Data analysis by source and technique triangulation. The results show that reasoning can be grown in learning through brainstorming, scientific reading, observation and analogy, etc. The recommendation from this research is the reasoning power is grown through continuous cognitive activities for students to improve critical and creative thinking skills
PENGEMBANGAN TEST OF SCIENTIFIC LITERACY SKILLS (TOSLS) DALAM PENILAIAN PEMBELAJARAN IPA
Penilaian merupakan bagian dari proses belajar mengajar. Penilaian bertujuan untuk mengetahui penguasaan peserta didik terhadap fakta, konsep, prinsip, dan hukum-hukum dalam IPA serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik diharapkan dapat menggunakan pemahamannya untuk membuat keputusan serta mampu bersaing di era revolusi industri 4.0. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Test of Scientific Literacy Skills (TOSLS) yang valid dan efektif. Penilaian pembelajaran IPA dilakukan dengan cara menerapkan Test of Scientific Literacy Skills (TOSLS). Sasaran penelitian adalah peserta didik kelas VII.2 SMPN 1 Srono Banyuwangi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model 3D dan desain ujicoba one group pre test post test. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penilaian pembelajaran IPA menggunakan menggunakan Test of Scientific Literacy Skills (TOSLS) diperoleh presentase 62,52 yang berkategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji validitas dari pengembangan Test of Scientific Literacy Skills (TOSLS) diperoleh bahwa tes valid dan reliable. Berdasarkan hasil dan temuan-temuan, disimpulkan bahwa penilaian pembelajaran IPA melalui pengembangan Test of Scientific Literacy Skills (TOSLS) yang telah dikembangkan dan diujicobakan tergolong valid dan efektif sebagai alat ukur pembelajaran IPA
STUDY LITERASI PENERAPAN PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS STEM DALAM SIKLUS BELAJAR 5E UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA
Pada masa dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat, Pendidikan dituntut untuk dapat mempersiapkan siswa dengan kemampuan dan keterampilan yang dapat mengimbangi kemajuan dunia. Salah satu yang sangat penting adalah kemampuan untuk memecahkan masalah. Kemampuan pemecahan masalah sangat diperlukan untuk bekal siswa menghadapi tantangan era sekarang. Namun, kemampuan pemecahan masalah siswa pada saat ini masih tergolong rendah. Penggunaan pendekatan STEM yang menggabungkan Science, technology, engineering dan mathematic serta pengintegrasian dengan model pembelajaran 5E dapat diterapkan untuk menyelesaiakan permasalahan pada mata pelajaran fisika melalui tahapan- tahapan yang runtut. Penelitian dilakukan dengan metode studi literasi dengan menggunakan berbagai sumber dari jurnal yang terdahulu. Dari berbagai penelitian literasi, kesimpulan yang didapat bahwa pengintegrasian pendekatan STEM dengan 5E dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa
IMPLEMENTASI MODEL INQUIRY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KD MENGIDENTIFIKASI CARA MAKHLUK HIDUP MENYESUAIKAN DIRI DENGAN LINGKUNGAN TEMA PERSATUAN DALAM PERBEDAAN SISWA KELAS VI SEMESTER 1 SDN 01 KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2018/2019
Abstract: The purpose of this study was to determine the improvement of students' abilities in improving learning outcomes of theme 2 students in Class VI SD Negeri 01 Karanganyar Academic Year 2018/2019 through the implementation of the Inquiry Learning Model. The form of this study was classroom action research (PTK) carried out in two cycles. Each cycle consists of 4 stages, namely planning, implementing actions, observing, and reflecting. The subjects of this study were sixth grade students of SD 01 Karanganyar. Data collection techniques carried out were observation, interviews, tests, and documentation. The data analysis technique used is the descriptive analysis of the technical analysis of Miles and Hubberman's interactive analysis. Improved understanding of the concept is proven by increasing the value of students in each cycle, namely the average value of the concept of multiplying the number of students before the action of 74.44. In the first cycle to 80.60 and in the second cycle to 84.90. Students who obtained the above KKM scores in pre-action had 11 students (33.33%), in the first cycle it increased to 23 students (60.60%), and in the second cycle it increased again to 33 students (100%). the results of the research that has been carried out can be concluded that by implementing the Inquiry Learning learning model can improve the learning outcomes of the theme II in class VI SD 01 Karanganyar Academic Year 2018/2019
ANALISIS PENGARUH AKTIVITAS MATAHARI TERHADAP PERUBAHAN IKLIM
Matahari sebagai sumber energi utama bagi bumi menyumbang proses terjadinya siang dan malam hari pada skala harian, musim panas dan dingin pada skala tahunan, serta berperan besar pada gerakan massa udara dalam bentuk angin, baik skala lokal maupun global. Aktivitas matahari berpengaruh pada perubahan iklim. Aktivitas matahari mempengaruhi radiasi matahari, jumlah energi matahari yang sampai ke bumi, medan magnetik sekitar bumi, dan jumlah partikel bermuatan yang dipancarkan matahari sehingga mengubah intensitas sinar kosmik yang sampai ke bumi. Hal itu mempengaruhi dinamika atmosfer dan lautan, serta proses pembentukan awan dan hujan. Ketika aktivitas matahari rendah atau bintik surya minimum SM, intensitas sinar kosmik maksimum sehingga tutupan awan menjadi maksimum. Ini berarti radiasi energi surya yang sampai ke bumi menjadi minimum. Sebaliknya ketika aktivitas matahari maksimum EM intensitas sinar kosmik yang sampai ke atmosfer bawah menjadi minimum, tutupan awan menjadi minimum, ditambah lagi dengan energi tambahan dari flare ketika terjadi EM , maka radiasi energi surya yang sampai ke permukaan bumi menjadi maksimum. Tutupan awan secara global menimbulkan efek pemanasan (efek rumah kaca) sebesar 13% tetapi juga menimbulkan efek pendinginan sebesar 20% karena memantulkan radiasi energi yang langsung dari matahari. Jumlah energi surya yang diterima bumi sangat besar yaitu rata-rata 6,3 . 1020 joule/jam setara dengan energi 40 siklon tropis atau 60 energi yang dilepas pada gempa yang besar. Tetapi mengingat jumlah energi surya yang diterima bumi sangat besar, dan diperkuat dengan dinamika atmosfer dan lautan bumi maka variasi radiasi surya itu dapat mempunyai pengaruh besar terhadap iklim
MIMIKRI DAN HIBRIDITAS DALAM NOVEL MALAIKAT LERENG TIDAR KARYA REMY SYLADO
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk serta sifat mimikri dan hibriditasi yang ada dalam novel Malaikat Lereng Tidar karya Remy Sylado menggunakan kajian postkolonial. Subjek penelitian ini adalah novel Malaikat Lereng Tidar karya Remy Sylado. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan dengan: (a) membaca secara berulang-ulang dengan teliti, (b) menyeleksi data, dan (c) melakukan kodefikasi pada setiap temuan. Data dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif. Teknik analisis data penelitian ini terdiri dari tiga alur kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan