FKIP UNS Journal Systems
Not a member yet
7978 research outputs found
Sort by
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA SAWIT
Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) hampir menyebar di seluruh wilayah indonesia. Produk biomassa yang salah satunya tempurung Kelapa Sawit belum termanfaatkan secara maksimal, bahkan dapat menjadi suatu limbah yang tidak memiliki nilai jual. Tempurung kelapa sawit berpotensi untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif serta bahan ini dapat dioptimalkan sebagai karbon aktif. Dari beberapa analisis, kandungan kimia utama tempurung Kelapa Sawit seperti selulosa, hemiselulosa dan lignin berpotensi untuk dijadikan asap cair yang mempunyai banyak manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan asap cair tempurung Kelapa Sawit serta sebagai antibakteri terhadap bakteri Bacillus subtilis, Staphylacoccus aureus, dan Escherichia coli. Pembuatan asap cair dilakukan dengan proses pirolisis, sedimentasi, penyaringan, destilasi dan redestilasi. Penentuan kadar fenol dilakukan dengan reagen Folin-Ciocalteu sedangkan kadar asam (lemah) asetat ditentukan dengan metode titrasi. Kemampuan sebagai antioksidan digunakan metode DPPH dan Uji efektifitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi dengan variasi konsentrasi asap cair yaitu 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% dan sebagai pembanding digunakan amoxcillin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa randemen asap cair didapatkan 30% b/b, pH 2,2-2,4 ; kadar fenol 18,4% dan asam (lemah)asetat 4,8%). Aktivitas antioksidan menghasilkan nilai IC50 sebesar 91,27 ppm yang dikategorikan sebagai aktivitas antioksidan yang kuat. Pada konsentrasi asap cair sebesar 15% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus substilis dengan DDH (Diameter Daya Hambat) 5,44 mm dengan kekuatan antibakteri sedang, bakteri Staphylacoccus aureus dengan DDH 5,2mm yang berkekuatan sedang, dan bakteri Escherichia coli dengan DDH 4,8mm yang berkekuatan lemah. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah bahwa tempurung kelapa sawit dapat dibuat asap cair yang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan dan antibakteri
BATIK KLASIK SEBAGAI MEDIA LEGITIMASI KEKUASAAN SULTAN HAMENGKUBUWONO VIII TAHUN 1927-1939 DAN RELEVANSINYA DALAM PENGEMBANGAN MATERI SEJARAH SOSIAL
The objectives of this study were: (1) to identify the development of classical batik at the Sultanate of Yogyakarta during the Sultan Hamengkubuwono VIII reign, (2) to find out the meaning of classical batik motifism during the age of Sultan Hamengkubuwono VIII, (3) to identify how classical batik was used as a medium of legitimacy of power during the time of Sultan Hamengkubuwono VIII, (4) to identify the relevance of the results of the study as the development of Social History material.
This study used a historical method consisting of four stages: heuristics, criticism, interpretation, and historiography. Data collection techniques were carried out through interviews, observation and literature. The data analysis techniques in the form of historical analysis techniques.
The results showed that: (1) the development of classical batik during the time of Sultan Hamengkubuwono VIII was marked by the issuance of regulations regarding the use of batik cloth in 1927, batik activities in the Hadiningrat Yogyakarta Palace which were carried out by the wives and daughters of the Sultan as part of education the most refined character and introduction of the palace culture, and the development of several batik motifs such as the motif of semen rojo, plenik hok naga, tambal, gringsing lindri, parang sisik, kawung and huk which were the result of a grant from the son in law of Sultan Hamengkubuwono VIII; (2) the meaning of classical batik motif symbolism during the reign of Sultan Hamengkubuwono VIII affirmed the system of social stratification in the feudal palace society. It could be seen by the name, type, color, fabric style, and structure of the pattern that represents the overall purpose to be conveyed in a system of social stratification; (3) batik as a medium for the legitimacy of the power of Sultan Hamengkubuwono VIII was used as a symbol of affirmation of social position, complementary means of power and authority of a king, social control, and as an order and guidance in relations between gurus; (4) the relevance of the results of this study is to develop (enrich) Social History course material mainly regarding the chapter on the concept of Javanese power during the Mataram Islamic kingdom, a sub-section of legitimacy for the power of the kings of Mataram
POLITIK HUKUM PEMILIHAN UMUM PADA MASA ORDE LAMA, ORDE BARU DAN REFORMASI
Tujuan penulisan ini untuk mengetahui gambaran umum dari politik hukum pemilihan umum. Selain itu untuk mengetahui periodisasi politik hukum pemilihan umum yang terjadi di Indonesia dari masa orde lama, orde baru dan reformasi. Kajian ini memetakan kembali masalah penegakan hukum pemilu dan selanjutnya merumuskan sistem penegakan hukum pemilu yang ideal, yakni sistem yang tidak menyalahi standar pemilu demokratis, namun tetap sesuai dengan kondisi Indonesia. Selain itu, kajian ini memberikan sejumlah rekomendasi kebijakan tentang bagaimana membangun sistem penegakan hukum pemilu yang ideal.Kata kunci: Politik hukum, Pemilihan Umum, Demokras
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DAN KESEJAHTERAAN DENGAN KINERJA GURU DI SMA NEGERI 2 SUKOHARJO
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DAN KESEJAHTERAAN DENGAN KINERJA GURU DI SMA NEGERI 2 SUKOHARJO Ulfa Aulia Febriana, Zaini Rohmad, Siti Rochani Ch. Pendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UNS. Kampus UNS Jl. Ir. Sutami 36 A Kentingan Surakarta 57126 Telp. (0271) 646994 Fax. 646655 e-mail: [email protected] ABSTRAKUlfa Aulia Febriana. K8414052. Hubungan Antara Motivasi Kerja dan Kesejahteraan dengan Kinerja Guru di SMA Negeri 2 Sukoharjo. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret.Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya hubungan antara (1) Untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan Kinerja Guru di SMA Negeri 2 Sukoharjo; (2) Untuk mengetahui hubungan antara kesejateraan dengan kinerja guru di SMA Negeri 2 Sukoharjo; dan (3) Untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dan kesejateraan dengan kinerja guru di SMA Negeri 2 Sukoharjo.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru di SMA Negeri 2 Sukoharjo. Sampel yang diambil sebanyak 72 guru dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini menggunakan angket sebagai data primer, dokumentasi dan wawancara sebagai data sekunder untuk mendukung penelitian. Analisis data menggunakan analisis uji korelasi dengan taraf signifikansi 0,05.Hasil penelitian adalah sebagai berikut ini. Pertama, ada hubungan positif dan signifikan antara variabel motivasi kerja (X1) dengan kinerja guru (Y) di SMA Negeri 2 Sukoharjo, hasil uji analisis korelasi, dimana nilai r Pearson sebesar 0,792 dengan signifikansi 0,000. Kemudian, berdasarkan hasil uji analisis korelasi, diperoleh persamaan regresi : Y=18,870+0,534X1. Kedua, kesejahteraan dengan kinerja guru di SMA Negeri 2 Sukoharjo memiliki hubungan yang positif dan signifikan, dengan hasil ujian analisis korelasi yang diperoleh r Pearson sebesar 0,405 dengan signifikansi 0,000. Kemudian, hasil uji analisis korelasi diperoleh persamaan regresi : Y=18,870+0,324X2. Ketiga, berdasarkan hasil uji analisis korelasi diperoleh F sebesar 41,378 dan nilai signifikansi 0,00 maka, hubungan motivasi kerja dan kesejahteraan dengan kinerja guru pada guru SMA Negeri 2 Sukoharjo memiliki hubungan yang positif dan signifikan. Kemudian, hasil uji analisis korelasi diperoleh persamaan regresi : Y=18,870 + 0,534X1 + 0,324X2. Kata kunci : Motivasi kerja, kesejahteraan, kinerja guru.
HUBUNGAN ANTARA MINAT BACA DAN MOTIVASI BELAJAR IPS DENGAN PARTISIPASI SISWA DALAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH SMP NEGERI 6 PURWOREJO
HUBUNGAN ANTARA MINAT BACA DAN MOTIVASI BELAJAR IPS DENGAN PARTISIPASI SISWA DALAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH SMP NEGERI 6 PURWOREJO
Septi Rahayu1; Nurhadi2; Okta Hadi Nurcahyono3
Pendidikan Sosiologi-Antropologi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret
Jl. Ir Sutami 36A, Surakarta 57126, Telp (0271) 646994
Email: [email protected]
1Mahasiswa, 2,3Dosen Pendidikan Sosiologi-Antropologi FKIP UNS
ABSTRAK
Septi Rahayu, NIM K8414045 HUBUNGAN ANTARA MINAT BACA DAN MOTIVASI BELAJAR IPS DENGAN PARTISIPASI SISWA DALAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH SMP NEGERI 6 PURWOREJO.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Minat Baca dan Motivasi Belajar IPS dengan Partisipasi Siswa dalam Gerakan Literasi Sekolah SMP Negeri 6 Purworejo.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan analisis kuantitatif Korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 6 Purworejo. Teknik Pengambilan sampel dengan cara ordinal. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 96 siswa. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik angket. Uji reliabilitas Cronbach’s Alpha menunjukkan nilai sebesar 0,957 pada variabel Minat Baca (X1). Kemudian pada variabel Motivasi belajar IPS (X2) sebesar 0,961. Setelah itu pada variabel Partisipasi siswa (Y) sebesar 0,749. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi dan analisis regresi berganda.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan (1) terdapat hubungan positif yang signifikan antara Minat Baca dengan Partisipasi siswa dalam Gerakan Literasi Sekolah SMP Negeri 6 Purworejo. Besarnya hubungan sebesar 0.260** dengan niai signifikansi p= 0.00
CERAI GUGAT (RAPAK) DALAM PERKAWINAN (Studi Kasus Mengenai Penyebab Cerai Gugat pada Masyarakat di Kelurahan Sumpiuh Kabupaten Banyumas)
CERAI GUGAT (RAPAK) DALAM PERKAWINAN
(Studi Kasus Mengenai Penyebab Cerai Gugat pada Masyarakat di Kelurahan Sumpiuh Kabupaten Banyumas)
Lina Herlina, Sigit Pranawa, Siany Indria Liestyasari
Pendidikan Sosiologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sebelas Maret
[email protected]
ABSTRAK
Perceraian merupakan bentuk pemutusan ikatan perkawinan antara laki-laki dan perempuan yang terdaftar secara resmi sebagai pasangan suami istri. Angka cerai gugat secara nasional maupun lokal di Kelurahan Sumpiuh didominasi oleh cerai gugat daripada cerai talak. Cerai gugat berlawanan dengan sistem masyarakat yang meletakan istri sebagai pihak penyeimbang (ekuilibrium) tetapi justru sebagai prakarsa perceraian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji mengapa cerai gugat dapat terjadi serta faktor apa saja yang mendorong cerai gugat di Kelurahan Sumpiuh Kabupaten Banyumas. Teori yang digunakan adalah teori Pertukaran Sosial George Homans. Penelitian ini merupakan penelitian kualitiatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan data informan dilakukan dengan purposive sampling. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil temuan dalam penelitian ini bahwa cerai gugat terjadi karena kemajuan dalam relasi yang terbangun antara suami istri dan adanya kesadaran wanita untuk keluar dari situasi yang tidak menguntungkan. Sementara itu faktor pendorong cerai gugat karena perselingkuhan, ekonomi yang kurang mencukupi, ditinggal suami, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kemandirian istri yang bekerja serta tidak memiliki keturunan. Faktor cerai gugat ini saling berhubungan satu sama lain dan kerap kali dalam cerai gugat disebabkan karena kompleksnya masalah di antara semua itu. Terjadinya cerai gugat menggambarkan ketidakadilan distribusi ganjaran antara suami istri. Istri sebagai pihak yang dirugikan dalam relasi yang terbangun dalam keluarga karena tidak mendapat ganjaran dari apa yang telah dia berikan akibatnya terjadi keretakan sebagaimana dalam teori pertukaran sosial George Homans yang menjelaskan bahwa kelangsungan ikatan dipengaruhi oleh ganjaran yang diterima oleh para aktor. Cerai dianggap sebagai hal yang tidak tabu karena diperbolehkan secara hukum negara maupun hukum agama sebagai jalan keluar dari persoalan kehidupan rumah tangga yang berujung tanpa titik terang.
Kata kunci: Cerai Gugat (Rapak), Perkawinan, Kemandirian Istri, Keretakan Perkawinan
ANALISIS WACANA RUBRIK RESENSI PADA SURAT KABAR SOLOPOS EDISI JANUARI-DESEMBER 2017 SERTA RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN AJAR TEKS ULASAN DI SMP DAN SMA
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan: (1) struktur wacana rubrik resensi buku pada surat kabar Solopos edisi Januari-Desember 2017; (2) aspek tekstual rubrik resensi buku; (3) aspek kontekstual rubrik resensi buku; dan (4) relevansi rubrik resensi buku pada surat kabar Solopos edisi Januari-Desember 2017 sebagai bahan ajar teks ulasan di SMP dan SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) struktur wacana rubrik resensi buku terdiri paragraf pembuka, paragraf penghubung atau isi, dan paragraf penutup; (2) aspek tekstual yang mendukung keutuhan wacana terdiri dari topik wacana, kohesi dan koherensi, serta bentuk kata; (3) aspek kontekstual pada wacana dapat dapat dipahami melalui empat prinsip penafsiran, yaitu: penafsiran personal, penafsiran lokasional, penafsiran temporal, dan prinsip analogi; dan (4) rubrik resensi buku pada surat kabar Solopos edisi bulan Januari-Desember 2017 dapat dijadikan bahan ajar materi teks ulasan di SMP dan SMA.
Kata Kunci: analisis wacana, resensi, teks ulasan
Abstrack: This research aimed at describing and explaining about (1) the discourse structure of review text on book review columns in Solopos Newspaper January-December 2017 edition; (2) the textual aspects of book review; (3) the contextual aspects of book review; (4) the relevance of book review columns in Solopos Newspaper January-December 2017 edition as the teaching materials of review text in Secondary Junior High Schools and in Secondary Senior High Schools. The type of this research is qualitative descriptive. The results of this research indicated that (1) the discourse structure of review text on book review columns included opening paragraph, contacting paragraph or content, and closing paragraph; (2) textual aspects supporting the completeness of book review were the topic of discourse, aspects of cohesion and coherence, and forms of words; (3) the contextual aspects on book review could be understood through four interpretive principles, namely: the principle of personal interpretation, the principle of local interpretation, the principle of temporal interpretation, and the principle of analogy; and (4) the results of this research also indicated that book review columns in Solopos Newspaper January-December 2017 edition could be used as the teaching materials of review text in Junior High Schools and Senior High Schools.
Keywords: discourse analysis, book review, text revie
PEMANFAATAN NILAI PEDULI SOSIAL CERITA RAKYAT DI KABUPATEN PURBALINGGA SEBAGAI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menjelaskan struktur cerita rakyat Kabupaten Purbalingga, (2) mendeskripsikan dan menjelaskan nilai-nilai peduli sosial yang terdapat dalam cerita rakyat Kabupaten Purbalingga, dan (3) relevansi cerita rakyat sebagai pengembangan pendidikan karakter dan bahan ajar di Sekolah Menengah Pertama. Data dan informasi dikumpulkan melalui informan dan dokumen. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, rekaman, wawancara, dan analisis dokumen. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling. Validasi data dilakukan dengan triangulasi data. Hasil penelitian ini adalahmenemukan : (1) struktur cerita rakyat Kabupaten Purbalingga, (2) nilai-nilai peduli sosial yang terdapat dalam cerita rakyat Kabupaten Purbalingga, (3) relevansi cerita rakyat sebagai pengembangan pendidikan karakter dan bahan ajar di Sekolah Menengah Pertama.
Kata Kunci: cerita rakyat, nilai peduli sosial, pendidikan karakter
Abstract: This research is a qualitative descriptive research aims to (1) describe and explain the structure of folklore of Purbalingga District, (2) to describe and explain the social care values contained in Purbalingga District folklore, (3) describe and explain the relevance of folklore as the character buildingand teaching material in Junior High School. Data and information are collected through informants and documents. Data collection is done through observation, recording, interview, and document analysis. Research sample is determined by purposive sampling technique. Validation of data is done by triangulation. The results of this research are: (1) the structure of folklore Purbalingga District, (2) social caring values contained in Purbalingga District folklore, (3) relevance of folklore as the character building and teaching material in Junior High School.
Keywords: folklore, social care value,character buildin
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMA
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan karakteristik bahan ajar fisika dengan pendekatan keterampilan proses sains pada materi usaha dan energi, (2) mendapatkan bahan ajar fisika dengan pendekatan keterampilan proses sains pada materi usaha dan energi yang telah memenuhi kriteria kelayakan, (3) meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan bahan ajar fisika dengan pendekatan keterampilan proses sains pada materi usaha dan energi. Metode penelitian ini merupakan Research and Development (R&D), pengembangan dilakukan dengan mengacu pada model 4-D dengan tahapan Define, Design, Develop, dan Disseminate yang dikemukakan oleh Thiagarajan. Pengembangan bahan ajar ini dinilai berdasarkan kelayakan isi, penyajian, dan bahasa oleh dosen, guru, dan peer review. Berdasarkan validasi kelayakan isi, penyajian, dan bahasa, bahan ajar kemudian diujicobakan kecil kepada 10 siswa. Setelah direvisi, modul diujicobakan ke kelas XMIA 4.Kemampuan berpikir kreatif siswa dianalisis dengan uji parametrik dua sampel berpasangan menggunakan software PASW Statistic 18. Hasil penelitian ini adalah (1) Bahan ajar fisika dengan pendekatan keterampilan proses sains pada materi usaha dan energi dikembangkan menggunakan komponen pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses sains dengan menggunakan model 4-D meliputi Define, Design, Develop, dan Disseminate, (2) bahan ajar dikategorikan layak dengan hasil perhitungan (ahli materi, ahli media, guru, teman sejawat) yang menunjukkan nilai rata-rata 102 > cut off 78. Serta didukung dengan respon baik dari siswa dan hasil disseminate yang diserahkan pada 5 guru yang mengkategorikan bahan ajar baik, dan (3) kemampuan berpikir kreatif siswa setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan bahan ajar fisika dengan pendekatan keterampilan proses sains pada materi usaha dan energi mengalami peningkatan. Peningkatan 4 aspek kemampuan berpikir kreatif meliputi aspek kelancaran, aspek keluwesan, aspek keaslian, dan aspek memperinci pada kategori sedang
KESALAHAN BERBAHASA DALAM BIDANG KALIMAT PADA KARYA ILMIAH MAHASISWA DI KOTA MADIUN (ANALISIS KESALAHAN SINTAKSIS)
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan kesalahan berbahasa dalam bidang kalimat pada karya ilmiah mahasiswa. Objek penelitian ini adalah lebih spesifik pada makalah tugas mahasiswa. Sedangkan subjek penelitian ini adalah mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah MKU-BI pada dua Universitas besar di Kota Madiun. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa metode simak dilanjutkan dengan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode agih atau metode distribusional dengan teknik lanjutan berupa teknik perluasan (ekspansi) dan teknik ubah wujud. Simpulan penelitian adalah kesalahan berbahasa dalam bidang kalimat disebabkan oleh: (a) kalimat yang tidak bersubjek, (b) kalimat yang tidak berpredikat, (c) kalimat yang buntung (tidak bersubjek dan tidak berpredikat), (d) penggandaan subjek, (e) antara predikat dan objek yang tersisipi, (f) kalimat yang tidak logis, (g) kalimat yang ambiguitas, (h) penghilangan konjungsi, (i) penggunaan konjungsi yang salah, (j) penggunaan konjungsi yang berlebihan, (k) urutan kalimat yang tidak pararel, (l) penggunaan istilah asing, dan (m) penggunaan kata tanya yang tidak perlu