FKIP UNS Journal Systems
Not a member yet
7978 research outputs found
Sort by
Strengthening Character Education as an Effort to Increase the Profile of Pancasila Students Through Pancasila Education Subjects
The Pancasila student profile is the character and competency that Indonesian students must have both when learning and when entering society. Through the application of the 6 dimensions of the Pancasila student profile, namely faith and devotion to God Almighty, global diversity, independence, mutual cooperation, critical reasoning and creativity, it is hoped that the Indonesian nation will become intelligent and characterized individuals and be able to face challenges in the current digital era and of course, instilling the values contained in Pancasila as our country's philosophy consistently and ultimately being able to realize a prosperous and dignified national life as one of the mandates of the 1945 Constitution. This article aims to discuss strengthening the profile of Pancasila students as an effort to improve character education to create a Pancasila student profile through Pancasila Education subjects. Data collection using library research. The results of the discussion were able to prove that strengthening the character education of Pancasila student profiles through Pancasila Education subjects and supporting and inhibiting factors in strengthening character education through Pancasila Education subjects Keywords: Pancasila Student Profile; Pancasila Education; Character Educatio
Pancasila Education as a Media for Legal Awareness Education in the School Environment
Law and education are two things that are closely related. For a citizen to have legal awareness, it must start as early as possible from school. Legal awareness education for students is a learning process to provide students with knowledge, understanding, and awareness of the legal system, regulations, and legal values. The subject that has an important role in increasing students' legal awareness is Pancasila Education. Pancasila Education is a new nomenclature for Citizenship Education in Indonesia according to the latest curriculum (Merdeka Curriculum). Specifically, in Pancasila Education there are elements of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia which are described in two Learning Outcomes: 1) Apply law-abiding behavior based on applicable regulations in society, and 2) analyze the order of laws and regulations in Indonesia. Both Learning Outcomes are very relevant for the delivery of legal awareness education to students. The purpose of this research is to describe Pancasila Education as a Media for Legal Awareness Education in the School Environment. This research is a type of qualitative research with literature study method and descriptive analysis technique. The end of this paper can increase students' legal awareness, promote active participation in a law-based society, and increase awareness of rights and obligations as citizens. Keywords: Pancasila Education; Legal Awareness; School
The Role of Citizenship Education in Shaping the Character of Vocational High School Students Through the Implementation of Divine Values in the First Precepts of Pancasila
Citizenship education has an important role in shaping the character of student in Vocational High Schools [SMK]. Strong character based on Pancasila values is crucial aspect to form a young generation with integrity and quality. This study aims to investigate the role of civics education in shaping the character of vocational students, particularly through the implementation of the divine values reflected in the first preceps of Pancasila. This study uses a qualitative approach with the methods of observation, interview, and document analysis. The data was collected from SMK students who took part in a civics education program that focused on strengthening the devine values in the first precepts of Pancasila. Data analysis was carried out by identifying student behavior patterns and attitudes related to the divine values being taught. The results of the study show that citizenship education plays a significant role in shaping the character of SMK students. The implementation of devine values in the first precepts of Pancasila makes a positive contribution of the moral a nnd spiritual development of student. Values such as faith, tolerance, and togetherness become more deeply rooted in students through a deep understanding of the concept of divinity in Pancasila. In addition, citizhenship education also helps students understand the importance of respecting difference in religion and belief in a pluralistic society. An inclusive attitude and respect for diversity are the characteristics of vocational students who receive good citizenship education. Keywords : Citizenship; Character; Students; Pancasil
Peningkatan Ketrampilan Penguasaan Ragam Krama Melalui Pembelajaran Menulis Eksposisi Bahasa Jawa
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) persepsi guru terhadap pembelajaran menulis ekspositoris; 2) perencanaan pembelajaran menulis ekspositoris; 3) pelaksanaan pembelajaran menulis ekspositoris; 4) kendala dalam pembelajaran menulis ekspositoris; dan 5) upaya pemecahan masalah pembelajaran menulis ekspositoris. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini meliputi tempat dan peristiwa, informan, dan dokumen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Triangulasi data dan triangulasi metode digunakan dalam uji keabsahan data. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) persepsi guru terhadap pembelajaran menulis eksposisi harus dengan teori dan praktik; 2) perencanaan pembelajaran menulis eksposisi disusun sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat oleh MGMP tingkat kabupaten; 3) pelaksanaan pembelajaran menulis eksposisi dilakukan dengan metode ceramah dan strategi humor; 4) kendala yang dihadapi dalam pembelajaran menulis eksposisi adalah: a) sarana prasarana belum tersedia secara optimal; b) siswa mengalami kesulitan dalam menulis karangan; c) siswa kurang aktif dalam pembelajaran; d) siswa sulit memilih kata dalam tingkat tutur krama; e) waktu yang terbatas; f) rendahnya partisipasi siswa sehingga pembelajaran monoton; 4) upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah: a) menyediakan sarana prasarana yang memadai di sekolah; b) memberikan motivasi kepada siswa untuk menulis karangan; c) memberikan bimbingan kepada siswa untuk menulis karangan; d) memberikan motivasi kepada siswa untuk menulis karangan; e) memberikan bimbingan kepada siswa untuk menulis karangan; f) memberikan bimbingan kepada siswa untuk menulis karangan: a) menyediakan sarana prasarana yang memadai di sekolah; b) memberikan tugas tambahan untuk menulis di rumah; c) memberikan lebih banyak pertanyaan kepada siswa dalam pembelajaran menulis eksposisi; d) siswa membuat struktur teks terlebih dahulu sebelum diaplikasikan ke dalam paragraf eksposisi; e) guru menggunakan waktu dengan baik; f) guru menggunakan strategi humor dalam pembelajaran menulis eksposisi
Pengembangan Karakter Siswa Melalui Tembang Pangkur dalam Serat Wedhatama
Pendidikan karakter bukan sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah, lebih dari itu, pendidikan karakter menanamkan kebiasaan (habituation) tentang hal mana yang baik sehingga peserta didik menjadi paham (kognitif) tentang mana yang benar dan salah, mampu merasakan (afektif) nilai yang baik dan biasa melakukannya (psikomotor). Salah satu langkah untuk mengatasi hal ini yaitu kembali ke budaya lokal Indonesia sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat khususnya masyarakat Jawa. Kebudayaan Jawa telah berusia ribuan tahun. Salah satu bagian dari kebudayaan tersebut adalah kesenian, khususnya seni tembang. Seni tembang dalam budaya Jawa mengandung unsur estetis, etis dan historis Serat Wedhatama (asal kata dalam bahasa Jawa; Wredhatama) merupakan salah satu karya agung pujangga sekaligus seniman besar pencipta berbagai macam seni tari (beksa) dan tembang. Wayang orang, wayang madya, pencipta jas Langendriyan (sering digunakan sebagai pakaian pengantin adat Jawa/Solo). Tembang pangkur secara umum dan secara khusus dalam serat Wedhatama mempunya nilai-nilai karakter yang sangat baik, yaitu: Tuntunan moral dalam hal etika pribadi sebagai pembangun pribadi, Tuntunan moral dalam etika sosial
ETIKA LINGKUNGAN DALAM CERPEN MENGHARDIK GERIMIS SEBAGAI MATERI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
Lingkungan merupakan hal yang paling dekat dengan kita, namun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan saat ini dinilai masih kurang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui etika lingkungan dalam cerpen Menghardik Gerimis karya Sapardi Djoko Damono dan pemanfaatannya sebagai materi pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif dan studi pustaka. Data penelitian berupa cerpen Menghardik Gerimis karya Sapardi Djoko Damono dan literatur terkait materi pembelajaran bahasa Indonesia. Analisis data melalui cerpen yang dipilih kemudian dianalisis menggunakan teori ekologi sastra berdasarkan etika lingkungan dan dilanjutkan dengan penambahan literatur terkait materi pembelajaran bahasa Indonesia, sehingga diperoleh pembahasan mengenai etika lingkungan dalam cerpen Menghardik Gerimis sebagai materi pembelajaran bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan adanya etika lingkungan yang positif dan negatif dalam cerpen Menghardik Gerimis dan dapat dimanfaatkan sebagai materi pembelajaran bahasa Indonesia dalam penulisan karya sastra di kelas XI SMA
WANITA UTAMA DALAM SERAT WULANG PUTRI: RELEVANSI, AKTUALISASI, DAN IMPLEMENTASINYA DI ERA GLOBALISASI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan relevansi dan aktualisasi piwulang Serat Wulang Putri di Era Globalisasi. Sumber data penelitian ini adalah teks serat Wulang Putri dan informan dari para pakar bidang sastra dan budaya Jawa. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan studi filologi dan in-depth interview. Uji validitas data dengan menggunakan teknik triangulasi teori dan triangulasi sumber data. Dari hasil analisis data ditemukan beberapa piwulang dalam Serat Wulang Putri, yang tercantum dalam pupuh tembang macapat. Konsep wanita utami juga disimbolkan dalam lima jari dengan berbagai karakter. Selain itu, yang penting untuk diketahui adalah bagaimana wanita dapat memahami peran dan fungsinya di keluarga.Mindset bahwa wanita hanya bertugas 3M (Macak, Masak, dan Manak) harus diubah menjadi Makarya, Mandiri, dan Maju
PENGEMBANGAN MEDIA POWTOON PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMAN KEBAKKRAKMAT
Media pembelajaran memiliki peran yang penting dalam proses pembelajaran siswa. Namun seringkali media pembalajaran saat ini kurang diminati karena cenderung monoton dan kurang menarik. Siswa saat ini lebih menyukai media pembelajaran yang berbasis audio dan visual daripada metode ceramah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui media apa yang dibutuhkan oleh guru Bahasa Indonesia SMAN Kebakkramat, Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Design and Development, dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pengumpulan data penelitian ini diperoleh dari wawancara, observasi, dan studi literatur. Wawanacara dilakukan bersama guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMAN Kebakkramat, Karanganyar. Berdasarkan wawancara yang telahdilakukan, dapat diketahui bahwa media yang dibutuhkan adalah media yang berisi audio dan visual. Hal ini dapat ditunjukkan dengan siswa yang cenderung aktif saat menggunakan media pembelajaran audio dan visual. Peneliti melalukan pengembangan menggunakan media pembelajaran menggunakan Animasi Powtoon dan hasil pengembangan cocok dan layak digunakan untuk media pembelajaran Bahasa Indonesia untuk peserta didik jenjang SMA/SMK
PEMANFAATAN MEDIA PREZI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI PUISI
Kondisi ideal dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah menuntut guru untuk kreatifmemanfaatkan teknologi. Salah satu pemanfaatan teknologi yang tepat adalahmengembangkan media pembelajaran daring yang lebih inovatif dan menarik siswa. Makadari itu penelitian ini mencoba memberikan alternatif media pembelajaran digital untukmenyajikan materi dengan lebih menarik yaitu menggunakan Prezi. Melalui pengembanganmetode R&D dengan model ADDIE, media pembelajaran berbasis Prezi telah menerapkan Analisys, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Sukoharjo dengan objek siswa kelas X. Hasil dari pemanfaatan media Prezi diketahui guru setuju bahwa media tersebut sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Guru berminat untuk lebih mengembangkan media Prezi karena lebih interaktif, inovatif, dan menarik siswa untuk menjelajahi materi puisi secara lebih lanjut. Maka pemilihan media prezi dalam menyajikan materi puisi dapat dikatakan tepat guna karena siswa antusias dan tertarik dalam proses pembelajaran
Tantangan dan Peluang dalam Manajemen Laboratorium IPA di Sekolah Menengah : Analisis Literatur Terkini
Abstract: Management of Natural Sciences (Science) laboratories in secondary schools is a crucial aspect in science education that influences the effectiveness of learning and the development of student competencies. This article is the result of a literature review that examines the challenges and opportunities faced in science laboratory management in secondary schools. This literature review identifies challenges in managing science laboratories in schools including limited infrastructure, limited human resources, lack of technological updates, and difficulties in managing a laboratory environment that is safe and meets standards. Meanwhile, opportunities arise in the form of integration of educational technology and collaboration with industry This literature review can provide insight for related parties to improve the effectiveness of laboratory management to support quality science educationAbstrak: Manajemen laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Sekolah Menengah merupakan aspek krusial dalam pendidikan sains yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran dan perkembangan kompetensi siswa. Tulisan ini adalah hasil dari literature review yang mengulas tantangan dan peluang yang dihadapi dalam manajemen laboratorium IPA di Sekolah Menengah. Kajian literatur ini mengidentifikasi Tantangan dalam manajemen laboratorium IPA di Sekolah meliputi keterbatasan sarana prasarana, sumber daya manusia terbatas, kurangnya pembaruan teknologi, dan kesulitan dalam pengelolaan lingkungan laboratorium yang aman dan sesuai standar. Sementara itu, peluang muncul dalam bentuk integrasi teknologi Pendidikan dan kerjasama dengan industry. Tinjauan literatur ini dapat memberikan wawasan bagi pihak terkait untuk meningkatkan efektivitas manajemen laboratorium guna mendukung pendidikan sains yang berkualitas