FKIP UNS Journal Systems
Not a member yet
7978 research outputs found
Sort by
PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMK BATIK 1 SURAKARTA
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mendeskripsikan (1) wujud pelanggaran prinsip kerja sama dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia di SMK Batik 1 Surakarta; (2) tujuan pelanggaran prinsip kerja sama dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMK Batik 1 Surakarta; (3) fungsi pelanggaran prinsip kerja sama dalam interaksi pembelajaran bahasa Indonesia di SMK Batik 1 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan sumber data utama yaitu rekaman kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X Desain Komunikasi Visual dan XI Pemasaran. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan teknik wawancara mendalam. Teknik pengambilan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Uji validitas data yang digunakan ialah triangulasi teknik dan triangulasi teori. Teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan tuturan yang melanggar satu maksim prinsip kerja sama dan tuturan yang melanggar dua maksim prinsip kerja sama, disebut dengan pelanggaran maksim tunggal dan pelanggaran maksim ganda. Pelanggaran maksim yang terjadi tersebut tidak hanya dilakukan oleh guru saja melainkan dilakukan juga oleh siswa. Pelanggaran maksim memiliki sebelas tujuan. Pelanggaran maksim prinsip kerja sama yang dilakukan baik oleh siswa maupun guru memiliki fungsi masing-masing. Fungsi bahasa terkait pelanggaran maksim terdapat 7 fungsi.
Kata kunci: prinsip kerja sama, maksim, tujuan pelanggaran, fungsi pelanggaran.
Abstract: The purpose of this research is to explain and describe (1) a form of violation of the principle of cooperation in the interaction of learning Indonesian in SMK Batik 1 Surakarta; (2) the purpose of violating the principle of cooperation in learning Indonesian in SMK Batik 1 Surakarta; (3) the function of violating the principle of cooperation in the interaction of learning Indonesian in SMK Batik 1 Surakarta. This research is descriptive qualitative research with main data source that is recording of learning activity of Indonesia in class X Visual Communication Design and XI Marketing. Technique of data retrieval in this research use observation technique and deep interview technique. Technique of taking research subject using purposive sampling technique. The data validity test used is triangulation technique and triangulation theory. Data analysis techniques using interactive analysis techniques. Based on the results of the research, found a speech breaking a maximum of cooperation and speech principles that violate two maxims of cooperation principles, called a single maximal offense and a double maximal offense. Violation of maxim that happened not only done by teacher but also done by student. Maximum violations have 11 violation objectives. Maximum violation of the principle of cooperation done by both students and teachers have their respective functions. The function of language related to maximal violation have 7 functions.
Keywords: principle of cooperation, maxim, purpose of violation, function of violation
PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR ANALISIS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI SURAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir analisis siswa sekolah menengah pertama. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu sekolah menengah pertama di Surakarta. Sampel penelitian ini adalah 60 siswa kelas VIII. Instrumen yang digunakan adalah soal tes berdasarkan 5 indikator kemampuan berpikir analisis menurut Ross. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persentase pencapaian kemampuan berpikir analisis siswa adalah 40%. Hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir analisis siswa dikategorikan rendah
CHEMISTRY STORTELL” INOVASI LITERASI PEMBELAJARAN KIMIA
Tujuan tulisan ini adalah untuk meningkatkan minat dan hasil belajar kimia siswa SMA Negeri 1 Purworejo.Generasi jaman now merupakan generasi abad 21 yang mengalami perubahan budaya, sejarah, pengetahuan, dan teknologi. Manusia di abad 21, dituntut bersaing secara logis untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya salah satunya dengan bekal ilmu. Salah satu cabang ilmu pengetahuan (Sains) yang sangat berkaitan erat dengan senyawa dan keberlangsungan hidup adalah Kimia. Sayangnya, bagi siswa, pembelajaran ini masih merupakan pelajaran yang sulit untuk dipelajari dan merupakan “momok” karena memang baru masuk kelas X ( Sekolah Menengah kelas 1) mereka bertemu dengan Kimia. Ironisnya lagi, guru Kimia pun mendapat stigma sebagai guru yang kurang bersahabat dengan siswa alias monoton, serius, cerewet dan suka marah-marah. Mengapa stigma negatif tersebut begitu kuat mengakar dalam benak siswa? Bagaimana menghapuskan stigma tersebut? Melalui pembelajaran Kimia yang diawali dengan literasi berupa cerita singkat dari siswa yang berhubungan dengan lingkungan sekitar dan sehari-hari yang menyenangkan. Itulah jawabannya. Melalui tulisan ini penulis mengajak para guru dan praktisi pendidikan untuk bisa membelajarkan Kimia, bukan mengajarkan Kimia dan menjadikan siswa sebagai subjek belajar. Penulis menawarkan contoh cerita-cerita yang di sampaikan siswa serta testimoni siswa yang akan membangun opini pembaca bahwa setiap hari setiap waktu dan setiap saat kita tidak bisa lepas dari senyawa kimia. Coba kita lepas dari Oksigen sebentar saja akan berakibat fatal karena setiap waktu setiap saat kita membutuhkan Oksigen. Dari uraian pembahasan dapat penulis simpulkan bahwa dengan Chemistry Story Telling meningkatkan hasil belajar kimia siswa ditunjukkan dengan perolehan hasil pembelajaran kimia, meningkatkan minat belajar siswa dapat dilihat dari dampak yang ditunjukkan siswa dengan diperolehnya berbagai prestasi di bidang kimia, merupakan inovasi literasi pembelajaran kimia
PROFIL LITERASI SAINS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA YANG DIPEROLEH DARI UJIAN BERBASIS KOMPUTER
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik instrumen soal literasi sains berbasis multimedia untuk siswa sekolah menengah pertama. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif di salah satu sekolah swasta di kota Bandung dengan sampel siswa kelas tiga berjumlah 99 orang yang sedang mengikuti ujian nasional. Alur penelitian yang dilakukan yaitu melakukan kunjungan ke sekolah menengah pertama yang sudah menerapkan ujian nasional berbasis komputer, mengkaji literatur yang berhubungan dengan fokus penelitian, wawancara dengan guru IPA mengenai pembelajaran dan evaluasi yang dilakukan memberikan angket kepada siswa dan wawancara dengan bagian kurikulum sekolah. Instrumen penelitian berupa angket (angket mengenai metode pembelajaran dan variasi evaluasi pembelajaran) dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama ini kegiatan pembelajaran menggunakan teknologi seperti komputer hanya dilakukan oleh guru untuk mempresentasikan pembelajaran. Sedangkan untuk kegiatan evaluasi seperti ulangan harian ataupun tugas, masih menggunakan kertas dan pensil. Siswa berpendapat keterampilan menggunakan teknologi seperti komputer diperlukan oleh siswa terutama oleh siswa kelas tiga (SS = 80,8%, S = 9,1%), untuk dapat memiliki keterampilan menggunakan komputer dalam menghadapi UNBK diperlukan suatu pembiasaan atau pengkondisian (SS = 70,7%, S = 29,3%) serta penggunaan komputer dalam evaluasi memungkinkan soal tidak terbatas pada visual saja tetapi juga audio visual (SS = 90,9%, S = 9,1%
IMPLEMENTASI MODEL PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ASPEK PENGETAHUAN PADA MATERI KALOR DAN PERPINDAHAN KALOR
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari implementasi model POGIL dalam meningkatkan hasil belajar aspek pengetahuan siswa pada materi kalor dan perpindahannya. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan desain posttest only control group design. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu soal test pilihan ganda berjumlah 25 butir. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 64 orang yang terbagi menjadi 32 orang di kelas eksperimen dan 32 orang di kelas control. Analisis data yang digunakan berupa uji Independent Sample t-Test dan uji statistik deskriptif untuk mengetahui rata-rata skor posttest antara kelas eksperimen dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar aspek pengetahuan kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Hal ini didasarkan dari hasil analisis deskriptif rata-rata nilai posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol dan hasil uji-t (2-tailed) sebesar 0,000, dengan taraf signifikansi sebesar 5%. Hasil ini dikatakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol dan eksperimen serta penerapan model POGIL lebih baik meningkatkan hasil belajar aspek pengetahuan siswa dibandingkan dengan kelas kontrol
EFEKTIFITAS MEDIA CAMPURAN JERAMI PADI DAN KULIT JAGUNG (KLOBOT) TERHADAP PRODUKTIVITAS JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae)
Jamur merang (Volvariella volvaceae) merupakan salah satu jenis jamur yang banyak diminati oleh masyarakat karena nilai gizi yang tinggi. Jamur merang biasanya ditanam atau tumbuh pada jerami padi, namun seiring dengan kebutuhan jamur merang yang meningkat, ketersediaan jerami padi menjadi terbatas. Oleh karena itu, perlu dicari alternatif media untuk mengurangi penggunaan jerami padi salah satunya adalah kulit jagung (klobot). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas media campuran jerami padi dan kulit jagung terhadap produktivitas jamur merang. Parameter produktivitas yang diukur adalah rerata bobot segar badan buah, diameter badan buah, dan jumlah badan buah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor dan 2 kali ulangan yaitu perlakuan C1 (1000gr jerami padi), C2 (750gr jerami padi dan 250gr kulit jagung), C3 (500gr jerami padi dan 500gr kulit jagung), C4 (250gr jerami padi dan 750gr kulit jagung), serta C5 (1000gr kulit jagung). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yaitu perlakuan K0 (1000 gram Jerami Padi dan 0% kulit jagung) dan perlakuan C2 (750 gram Jerami Padi dan 250 gram kulit jagung) sedangkan perlakuan kurangbaik yaitu perlakuan C3 (50% Jerami Padi dan 500 gram Kulit Jagung), C4 (250 gram Jerami Padi dan 750 gram Kulit Jagung), dan C5 (0 gram Jerami Padi dan 1000 gram Kulit Jagung)
ANALISIS HASIL UJIAN NASIONAL MATERI ZAT ADITIF DAN ZAT ADIKTIF SMP DI SURAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil ujian nasional materi zat aditif dan zat adiktif di salah satu SMP Negeri di Surakarta di mulai dari tahun 2015-2019. Pengambilan data dilakukan dengan teknik dokumentasi hasil ujian nasional yang dipublikasikan pada Puspendik Kemdikbud. Analisis data pada penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari analisis data menunjukkan presentase siswa menjawab benar pada ujian nasional IPA materi zat aditif dan adiktif masih tergolong kategori rendah. Presentase siswa menjawab benar materi zat aditif pada tingkat satuan pendidikan pada tahun 2015 (67.33%), 2016 (69.80%), dan 2018 (52.38%). Presentase siswa menjawab benar materi zat adiktif pada tingkat satuan pendidikan pada tahun 2015 (31.47%), 2016 (72.55%), 2017 (73.02%), 2018 (36.90%), dan 2019 (64.57%)
PENGGUNAAN PENDEKATAN KONFLIK KOGNITIF UNTUK REMEDIASI MISKONSEPSI PEMBELAJARAN SUHU DAN KALOR
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui adanya miskonsepsi siswa pada pembelajaran suhu dan kalor (2) Penggunaan pendekatan konflik kognitif untuk mengurangi miskonsepsi siswa dalam pembelajaran suhu dan kalor. Sejalan dengan tujuan tersebut, maka pada penelitian ini digunakan metode deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 3 Rajadesa Ciamis Jawa Barat dan teknik pengumpulan data adalah dengan tes diagnostik miskonsepsi berbentuk obyektif beralasan yang diberikan sebelum dan sesudah remediasi Analisis data yang digunakan, yaitu analisa deskriptif tanpa statistik dengan jalan menganalisa per item soal untuk diambil kesimpulan. Dari hasil penelitian ini diperoleh (1) presentase siswa yang mengalami miskonsepsi pada pembelajaran suhu dan kalor rata-rata kelas 8A = 70,4 % kelas 8B = 67,1 %. (2) Pendekatan konflik kognitif dapat mengurangi miskonsepsi siswa pada konsep suhu dan kalor dengan tingkat pemahaman rata-rata sebesar 8A = 92, 6 % dan 8B = 92,3 %
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL BUMI MANUSIA KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Anantar Toer. Analisis dalam penelitian ini menggunakan nilai pendidikan karakter. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode baca catat, kepustakaan dan deskripsi analisis. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini berupa analisis deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami subjek penelitian. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu sebagai berikut, (1) kebijaksanaan; (3) keberanian; (4) pengendalian; (5) cinta; (6) sikap positif; (7) bekerja keras; (8) integritas; (9) syukur; (10) kerendahan hati
TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM NOVEL DILAN 1991 KARYA PIDI BAIQ
Tujuan penelitian meliputi dua hal: (1) mendeskripsikan dan menjelaskan tindak tutur direktif dalam novel Dilan 1991 dan (2) mendeskripsikan dan menjelaskan modus-modus tindak tutur direktif dalam novel Dilan 1991. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan pragmatik, yaitu mempelajari maksud penutur agar mitra tutur melakukan tindakan yang disebutkan di dalam tuturan itu. Sumber data berupa data tertulis yakni novel berjudul Dilan 1991 karya Pidi Baiq. Populasi dalam penelitian ini seluruh tuturan pada novel dilan 1991. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, catat dan wawancara dengan informan yang diikuti secara berurutan teknik dasar berupa simak bebas libat cakap dan catat. Validitas data menggunakan teori trianggulas. Metode analisis yang digunakan adalah metode kontekstual dan interaktif yakni analisis yang mendasarkan, memperhitungkan dan mengaitkan bahasa dengan identitas-identitas konteks yang digunakan. Simpulan penelitian ini adalah tindak tutur direktif dalam Novel Dilan 1991 yang mengandung maksud tuturan memaksa, memohon, menyarankan, mengajak, meminta, menyuruh, menagih, mendesak, memerintah, memberi aba-aba dan menantang